Kajian ini membahas tentang larangan mencela aib orang lain, berdasarkan penjelasan dalam Syarah Kitabul Jami'. Penuntut ilmu diingatkan agar senantiasa menjaga lisan dan lebih fokus memperbaiki aib diri sendiri daripada sibuk mencari-cari kesalahan dan aib saudaranya.
Mencela Aib Orang Lain (Syarah Kitabul Jami')
Syarah Kitabul Jami - Ustadz Zulkarnaen Nurhasan, Mudir Pesantren YAUMI Yogyakarta Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-2 dalam seri Syarah Kitabul Jami yang membahas tentang mencela aib orang lain (syarah kitabul jami'). Ustadz Zulkarnaen Nurhasan, Mudir Pesantren YAUMI Yogyakarta memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh alhamdulillahiabbil alamin wabihi nastain umurid Dunya wdin wasalatu wasalam ala nabiina Muhammadin waa alihi wa ashabihi ajmain Amma ba'du bapak-bapak ibu-ibu dan jemah sekalian rahimakumullah mari terlebih dahulu kita hadapkan hati kita kepada Allah subhanahu wa taala dengan penuh rasa ketundukan dengan penuh kerendahan diri kita dan kefakiran kita di hadapannya Allah subhanahu wa taala yang maha pengasih dan maha penyayang yang senantiasa memberi kita begitu banyak nikmat dan karunia-nya tanpa kita berhak Atau lainnya kita menyembah dan hanya kepadaNya kita Mohon
pertolongan agar segala yang ia karuniakan kepada kita bisa menjadi alat yang mengantarkan kita mendapatkan karunia dan nikmat yang jauh lebih baik jauh lebih agung dan lebih kekal di negeri akhirat kelak allahum Amin kemudian selawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam juga kepada keluarga beliau para sahabat beliau dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau dengan baik hingga hari kiamat nanti jemaah sekalian rahimakumullah pada pagi hari ini Insyaallah kita akan bahas hadis yang ke 34 mengenai terlarangnya mencela aib orang lain dari Muadz Bin Jabal radhiallahu Anhu
Beliau berkata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Man ayar akhahu bidzambin lam yamut Hatta yamalahu Barang siapa yang mencela saudaranya karena dosa yang dia lakukan karena dosa yang dilakukan saudaranya maka dia tidak akan meninggal dunia sampai melakukan dosa yang semisal dan hadis ini jemaah sekalian rahimakumullah hadis yang sebenarnya Daf karena statusnya munqati Ada jalur periwayatan yang terputus namun ya sebagaimana yang pernah kita lewati ya hadis-hadis sebelum ini juga ada hadis-hadis yang Daf statusnya Atun namun secara makna ya mengandung kebenaran ya Secara makna mengandung kebenaran
walaupun asyekh Ibnu utsimin rahimahullah ya ketika mensyarah hadis ini beliau mengatakan bahwa keterangan di dalam hadis ini bahwa orang yang mencela saudaranya mencela saudaranya dengan dosa yang dia lakukan maka dia tidak akan meninggal sampai dia melakukan dosa yang semisal Beliau mengatakan ada yang memang diuji oleh Allah dengan dosa yang semisal tapi ada yang tidak diuji oleh Allah dengan dosa yang semisal jadi secara waqi' secara kenyataan ya ada yang memang bertepat sesuai dengan keterangan hadis ini ada yang tidak maka beliau sampai mengatakan Alhamdulillah hadis ini bukan hadis yang
sahih karena secara makna ya Ee benar dalam kondisi tertentu buat sebagian orang tapi belum tentu benar buat sebagian orang yang lain Al ya tentunya secara makna ya Ada banyak pelajaran penting yang bisa kita ambil dari hadis ini dan hadis ini dicantumkan oleh Imam Ibnu Hajar di dalam kitabul Jami sebagaimana kita kita lihat di sini Maka jemah sekalian rahimakumullah ada beberapa faedah ya yang bisa kita ambil pertama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan di sini Man ayar akhahu bidzambin Barang siapa yang mencela saudaranya karena dosa Kalau dosa itu berarti berkaitan dengan perbuatan sesuatu yang
bisa apa sesuatu yang bisa dipilih oleh orang untuk dia lakukan atau tidak dia lakukan maksud saya ada orang-orang yang mencela saudaranya karena kekurangan yang tidak bisa dia pilih misalnya apa mencela karena kulitnya misalnya begitu mencela karena bentuk fisik nya mencela karena keturunannya nah ini Jadi ini Tentunya jauh lebih buruk lagi karena apa orang ini saudara ini dicela karena sesuatu yang tidak bisa dia pilih ya jelas dia enggak punya kendali tidak punya kekuasaan untuk menentukan keturunan dari apa dia dilahirkan dari keluarga apa dia tidak tidak bisa menentukan warna kulitnya apa
enggak bisa request ya bentuk hidungnya wajahnya Bagaimana enggak bisa waktu di kandungan ya Habi Umi Saya mau request kayak begini enggak bisa ya maka orang yang mencela karena hal-hal yang tidak bisa dia kendalikan tidak bisa dia pilih jauh lebih besar lagi keburukannya ini kemudian di sini ada keterangan Manar akhahu mencela saudaranya tentunya yang dimaksud di sini jemaah ya Saudara Apa yang dimaksud di sini saudara sesama Muslim saudara sesama Muslim ya ini menunjukkan bahwa apa ee kalau celaan itu ditujukan ya kepada saudara sesama Muslim maka orang lain ya di sini dia mungkin tidak memiliki
hubungan kekerabatan ya tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan dengan orang ini tapi ya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan kata-kata ya saudaranya ini menunjukkan bahwa walaupun dia tidak memiliki kekerabatan hubungan nasab tapi cukuplah hubungan apa ukhuwah islamiah hubungan Satu keyakinan satu agama itu sudah cukup untuk menahan mencegah seseorang dari tindakan mencela dosa yang sudah dia lakukan ya jadi disebutkan kata-kata saudaranya ini Supaya apa kita terhindar Oh dia saudara saya saudara seagama saudara sekeyakinan saudara apalagi semanhaj misalnya maka ini menjadi penghalang ya
pencegah seseorang sudah cukup menjadi pencegah seseorang untuk tidak mencela dosa yang dia lakukan Nah sekarang di sini ada Imam Ahmad ya rahimahullah beliau memahami hadis ini ya Ini pelajaran yang ketiga agar seseorang di ee dalam hadis ini dilarang orang mencela saudaranya atas dosa Nah Imam Ahmad memberikan penjelasan dosa yang sudah apa apa namanya orang ini bertobat darinya artinya sudah berhenti sudah tidak dia lakukan lagi dia sudah tobat dari dosa itu maka tidak boleh di dicela orang sudah tobat ya Bahkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam perah bersabda sudah bertobat dari suatu dosa
maka seperti orang yang tidak pernah melakukan dosa itu ya Jadi enggak boleh kalau misalnya orang sudah bertobat dia sudah bahkan misalnya menyatakan secara terus terang Pak saya sudah tobat ini maka enggak boleh lagi kita cela atau ungkit-ungkit lagi perbuatan dosa yang pernah dia lakukan kalau misalkan saja orang yang sudah bertobat kemudian boleh dicela maka kita akan apa mencela para sahabat ya ya mencela para sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam karena mereka dulu apa banyak melakukan dosa-dosa besar ya maka orang yang sudah bertobat tidak boleh kita kita cela bahkan orang yang belum bertobbat juga misalnya dia
belum bertobat dia melakukan dosanya Dalam keadaan apa sembunyi-sembunyi Nah ini ini jamaah sekalian rahimakumullah dalam keadaan sembunyi-sembunyi ketahuan sama kita maka tentunya tidak boleh kita celah kita umbar kita bongkar Rahasianya ya karena sikapnya yang menyembunyikan dosanya itu menunjukkan ada masih ada kebaikan masih ada kebaikan pada pada dirinya dia melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi atau misalnya ketahuan sama kita Ayo ngapain Kalau saya misalnya santri Kak biasanya ya tah-tahu lagi keliling gitu kamar mandi nah ya ngapain di kamar mandi gitu Misalkan ya ada yang sampai ketahuan ya
Ee ya macam-macamlah Ya gitulah Ya sudah kalau kita tahu dia lakukan itu secara sembunyi-sembunyi kita melihat berarti dia masih punya rasa rasa malu kan begitu tidak ingin dilihat oleh orang lain kalau qadarullah Allah takdirkan kita mengetahui ya dosa yang dilakukan saudara kita secara sembunyi-sembunyi ini maka ya kita ambil pelajaran boleh jadi Allah kirim kita kepada saudara kita ini Biar apa Biar dia malu ya biar dia merasa menyesal Biar dia sadar bahwa Allah subhanahu wa taala jauh lebih mengetahui jauh lebih melihat ya daripada makhluk yang mungkin dia berusaha supaya tidak ada yang lihat maka jamaah sekalian rahimumullah
tentunya ya sikap kita ketika mengetahui ada seperti ini ya keadaan saudara kita maka hendaknya kita tidak tak celadi atau bahkan kita bongkar rasanya jangan ya kemudian jemah sekalian rahimakumullah bahkan kalaupun dosa yang dia lakukan itu dia lakukan di hadapan orang lain ya di hadapan orangor lain ini pernah biasanya Nggih biasanya Katakanlah ya ini kan di tengah-tengah masyarakat kita nih Ada yang masih merokok misalkan ya kita berpandangan bahwa Raka itu haram ya Raka kita itu haram ya mungkin kita berhadapan dengan siapa gitu terus ya biasa kita melihat orang rokok tuh di depan orang lain kan gitu ya kan biasa
saja gitu maka ketika dia melakukan sesuatu yang bagi kita itu suatu hal yang haram itu aib itu sebuah cacat sebuah dosa yang tidak pantas apalagi misalnya ngerokoknya di masjid misalnya jamaah merokoknya di masjid Nah kalau kalau memang ada pengurus takmirnya nya ya jelas punya wewenang untuk pak jangan rokok di masjid tapi sekarang misalnya nih Yang rokok takmirnya sendiri jemah ayo misalnya yang ngokok takmirnya sendiri ayo jemaah ini berat ini kita sebagai jemah Ini kan mau dalam keadaan seperti ini jemaah sekalian rahimakumullah maka ya maka jemaah sekalian ini Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menggunakan
kata-kata ayar ayaro itu artinya mencela ya mencela maka ini menarik jamaaah sekalian rahimakumullah ada perbedaan antara ayaro ya mencela yang apa kata Bendanya Tir takir itu mencela perbuatan mencela dan nasihah nasahah yansahu memberi nasihat ada perbedaan antara mencela dan memberi nasihat sampai-sampai sampai Imam Ibnu Rajab itu sampai bikin risalah khusus berjudul apa alfarqu Bain nasihhati watir perbedaan antara memberi nasihat dan mencela jadi kita tidak boleh mencela tapi yang harus kita lakukan apa memberi nasihat Apa bedanya nasihat dan mencela nah ini jemah ya jadi persamaannya ahah Nah Imam Ibnu
Rajab ini yang menarik jemah beliau Sebutkan dulu bahwa persamaan antara memberi nasihat dan mencela adalah menyebut seseorang ya dengan sesuatu yang tidak dia sukai gu menyebut seseorang dengan sesuatu yang tidak dia sukai ketika kita ngasih nasihat nih orang kan kita nyebutin perbuatan yang ya buruk jelas dan kalau perbuatan itu buruk ya kan pasti tidak disukai oleh orang apa yang di disebutkan perbuatan buruknya ini begitu juga orang yang mengejek kan begitu mencela sama-sama dia menyebutkan sesuatu yang tidak dia sukai untuk disebutkan ya maka jamaah sekalian rahimakumullah perbedaannya ya
perbedaannya adalah pertama ya bahwa orang yang memberi nasihat itu ya dia lebih atau dia menginginkan kebaikan untuk orang yang dia nasihati ini jelas dia menginginkan kebaikan untuk orang yang dia nasihati sedangkan orang yang mencela semata-mata hanya ingin apa apa terkuak terbongkar terungkap keburukannya semata-mata hanya itu nah ini kita kalau misalkan mau ngasih nasihat ni harus kita periksa dulu nih ya motif kita apa ini Apakah semata-mata hanya untuk menunjukkan kesalahan orang tersebut atau ada keinginan kita Bagaimana ya caranya supaya dia berhenti dari kan itu supaya dia bisa menjadi pribadi yang
lebih baikah ini ini kadang-kadang ini beda-beda tipis ni jamaaah ya kan kita pengalaman kita nih ya pada saat kita sebagai orang tua memberi nasihat kepada anak saat kita sebagai suami memberi nasihat kepada istri atau sebaliknya saat kita sebagai tetangga memberikan nasihat kepada tetangga kita ini beda-beda tipis nih ya yang jelas persamaannya apa kita jelas mau menyebutkan apa kekurangannya keburukannya nya Tapi kalau orang yang mencela hanya sebatas itu aja ya tanpa ada pikiran tanpa ada perhatian Bagaimana ya caranya supaya dia bisa lebih lebih baik Kalau orang yang memberi nasihat tadi dia tujuannya adalah agar orang ini
jadi lebih baik berhenti dari keburukannya Maka jemah sekalian rahimakumullah dia akan menempuh cara cara yang bisa memudahkan orang ini menjadi lebih baik akan dia tempuh dan caranya apa salah satunya adalah dengan cara apa biasanya dengan cara sembunyi sembunyi tidak terang-terangan di hadapan orang lain tidak diadapan orang lain karena jemaah sekalian rahimullah siapa siapa orang yang siap ya Atau Dia ee mengata apa namanya ya pokoknya merasa legowo ketika misalnya keburukannya disebutkan di hadapan orang orang lain jemah berat itu enggak Semua orang bisa sebagian Salaf bahkan ada yang mengatakan apa Kalau engkau mau memberi
nasihat kepadaku maka apa Sebutkan ya kesalahanku walaupun di depan orang banyak ada yang berani mengatakan begitu ya karena betul-betul apa semangatnya untuk apa memperbaiki diri dan dia enggak peduli ya keburukan n itu dilihat oleh orang lain atau tidak tapi ada sebagian Salaf juga mengatakan apa Kalau engkau mau memberi nasihat ya kepadaku maka apa Tolong jangan di depan orang banyak ya ajak saya ngobrol sendiri-sendiri e maksudnya secara sembunyi-sembunyi ya Empat Mata ya karena apa Karena merasa bahwa dirinya lemah ya kalau misalnya disebutkan keburukannya di hadapan orang lain dia akan naik ininya nih tensinya ya naik
tensinya harga dirinya naik apalagi kalau dia seorang yang berilmu merasa dirinya memiliki ilmu Ah ini berat jamaah berat ini makanya kepada kepada para tokoh-tokoh yang apa namanya sudah memang Katakanlah ya sudah punya nama gitu ya banyak pengikutnya apalagi ya enggak ulama ya tidak juga Umar makanya jemaah ini salah satu adab ya salah satu ee eh tata cara kita memberikan nasihat ya kepada orang-orang yang tingkatnya sudah seperti ini maka dengan apa dengan sembunyi-sembunyi ya karena kalau di depan umum ya apalagi kalau yang Umar yang punya wewenang Ya baik Umar di negara kita atau mungkin di
lembaga-lembaga tertentu dia merasa saya punya kekuasaan ente apa gitu Saya orang tertinggi di sini ente punya hak apa untuk ngasih tahu saya secara atau mempermalukan saya di dapan orang lain Wah kayak begitu nanti sudah responnya akan akan negatif maka kita cari cara bagaimana supaya pesan baik kita ya ini kan sudah ada tujuan baik nih ya kan Tadi dilihat dari Apa tujuannya kalau orang yang mencelah sudah ya dia sudah tujuan buruk dia maembongkar aib kita mungkin ya tapi orang yang punya tujuan baik maka harus kita pikirkan tujuan Baik saya ini gimana caranya supaya apa Bisa bisa tercapai dengan dengan mulus dengan ya
tidak ada halangan hambatan maka dengan cara apa dengan cara sembunyi-sembunyi ya dengan cara sembunyi-sembunyi kemudian jemah sekalian rahimakumullah ya tentunya ya hal lain yang perlu diperhatikan ketika sembunyi-sembunyi pun ya maka perlu apa bahasanya kalau ee apa ya teknik ee ada istilahnya teknik hamburger apa saya enggak tahu ya kalau hamburger itu kan roti ya terus ada apanya saladnya segala macam terus ditutup dengan roti Jadi kalau misalkan kita punya satu poin keburukan nih yang mau kita sampaikan maka teknik hamburger itu apa kita buka ini enggak ada enggak ada tuntunan syariatnya enggak ada
hadisnya enggak ada Quran nya ya tapi siapapun ya kalau memang itu baik ya kita bisa terapkan Artinya kita buka dulu dengan menyebutkan hal-hal baik tentang dirinya kemudian baru kita masukkan ya hal buruk yang mau kita perbaiki dari orang ini kemudian kita tutup juga dengan kebaikan yang pada yang ada pada dirinya harapan-harapan bahwa dia misalnya apa tentunya Anda orang yang semangat untuk apa apa namanya menerima kebenaran dari siapapun entah itu dari anak kecil ataupun dari orang dewasa Entah dari orang yang bodoh kurang kurang ilmunya ataupun dari orang yang berilmu Nah kita tutup dengan
hal-hal seperti itu ini teknik saja ya juga diperhatikan apa pilihan-pilihan katanya ini jmaah Se rahimumullah seringkiali ya kalau misalkan lagi di grup WA gitu ya ada yang negur Apa itu padahal di grup ini ya toh kadang-kadang Kita kurang kurang sensitif ketika ngetik pesan Ya kan Padahal di grup ini ya kan di grup itu kan dibaca banyak orang ya kita kurang sensitif untuk apa menimbang Apa respon orang yang menerima teguran kita ini ketika dia tahu bahwa ya hal ini di diungkap di dibicarakan di grup jadi pilihan kata ya pilihan kata ini harus kita perhatikan ya dan yang paling penting jemaah sekalian
rahimakumullah ya tadi ee dibalik Ya teknik-teknik ini yang paling penting adalah sikap empati kita ini paling penting ini ini rumus rumus yang ee apa namanya ya harus selalu kita hafal itu apa jamaah empat itu kemampuan kita untuk apa merasakan apa yang dirasakan orang lain pada saat dia menerima teguran kita pada saat dia menerima koreksi kita kalau saya pilih kata seperti ini bagaimana ya nanti perasaan dia nah kita bisa ikut merasakan juga merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain sehingga kalau misalkan kita apa namanya punya apa namanya sudah otomatis ya kita terbiasa untuk empati dengan
orang lain maka ketika mau ngomong begini oh nanti dia enggak enak maka kita cari pilih pilih apa namanya mencari pilihan kata yang lain ya atau pilihan sikap yang lain seperti itu ini empat ini sangat penting sekali ya karena ya sesuatu yang perlu dilatih Ya enggak semua orang bisa apa Bisa punya bahasanya kalau sekarang itu kecerdasan emosi Ya enggak semua orang punya kecerdasan emosi bisa ngerasain apa yang orang lain rasakan gitu gu maka jemah seali rahimullah ini penting ya jadi perbedaan anti ya kalau akibatnya seperti ini jamaah se maka kita harus hati-hati nah jamaah se rahimumullah ya kata-kata
lut dia tidak meninggal dunia sampai dia melakukannya maka jemahullah hikmahnya apa Kenapa atau dalam riwayat lain yaam maka Allah maka dia tidak akan meninggal dunia sampai Allah memberikan bala ujian dengan dosa yang semisal kira-kira Kenapa jamaah kenapa sampai akibatnya seperti ini misalnya ada orang yang apa Katakanlah ya ijamaah misalnya wallahuam ya misalkan melihat ada orang yang ya Ee Katakanlah ya tatoan Nah ini mungkin sering mungkin kita yang paling yang yang yang sekarang hadir ya dalam ingatan saya ini misalkan ya kita ngihat ada orang laki-laki tatoan gitu Tapi salat jemah salat mungkin dalam benak kita ketika
lihat orang tatoan seperti ini oh ini orang kok tatoan sih gitu ya dia apa enggak ngerti apa kita langsung apa punya rasa apa ee ya tidak suka gitu dengan dengan dengan kondisi badannya yang tatoan atau bahkan mungkin enggak kalau salat mungkin kita masih ada mungkin ketemu orang lah ya di jalan apa tatoan G padahal boleh jadi dia Apa dia sudah tobat nih dia sudah menerima hukum bahwa tatwaan itu haram ya bahwa itu sesuatu yang tidak dibenarkan di dalam ajaran ajaran islam dia sudah tobat Nah sekarang Kan masalahnya Soalnya pernah dulu juga pernah saya punya santri ya tatoan gitu dia ngaku Ustaz Afan saya
Kayak Kayak gini saya benarnya apa namanya sudah tobat tapi sulit dan itu pun enggak bisa hilang 100% masih ada bekasbekasnya ya maka jemah se rahimumullah ya kalau misalkan ada orang yang seperti ini kemudian diejek ini sebagai contoh saja ya dicela ya Padahal dia tahu misalnya sudah bertobbat maka boleh jadi Allah subhanahu wa taala akan apa beri dia Ujian sampai apa dia tidak meninggal dunia sampai dia bikin tato sendiri pada pada tubuhnya Kenapa jemaah sekalian rahimakumullah terjadi seperti itu karena ada rasa ujub nah ini ada rasa ujub ketika dia mencela orang orang ini dengan dosanya rasa ujub
apa lihat nih Saya enggak tatoan lihat nih Saya orang Saleh lihat nih Saya orang taat saya enggak melakukan apa yang kamu lakukan Kamu orang buruk nah ini ini jemaah Sek ada ada ujub maka Ya Allah subhanahu wa taala karena hamba ini memiliki keimanan Allah ingin hancurkan Allah ingin kikis rasa ujub itu sehingga apa Dengan cara bagaimana dengan cara memberi dia ujian bala dengan perbuatan dosa yang sama ini yang harus hati-hati nih kita ya supaya apa tidak ujub ya tidak ujub tidak merasa apa ya tidak merasa bahwa dia sudah sudah Saleh maka jemah rahimahullah ada ucapan yang penjelasan yang sangat indah sekali dari
Imam Ibnu qayyim rahimahullah ya Beliau mengatakan ya bahwasanya hadis ini mengandung kemungkinan makna ya bahwasanya celaan engkau celaan Anda ini pakai kata-kata Anda ya walaupun kita kalau saya terus terang Kalau misalnya ee menyebut saya sebagai contoh buruk atau misalnya jemah sebagai contoh buruk ini ini waliyadubillah ya jangan sampai tapi apa di sini kata Imam Ibnu qayyim bahwasanya celaanmu atas saudaramu dengan dosa yang dia lakukan itu dosanya lebih besar daripada dosa yang dengan perbuatan dosa yang dia lakukan mencel itu jauh lebih buruk daripada dosa yang sedang dilakukan oleh orang
ini maka ya Kenapa itu jauh lebih buruk jauh lebih besar dosanya karena ketika menc orang ini punyaas terhadap dirinya bahwa dia apa terhindar dari dosa itu ada rasa bangga rasa ujub tadi saulah saah itu merasa apa merasa bangga merasa takjub dengan diri sendiri ini jauh lebih buruk ya daripada dosa yang dilakukan oleh orang lain ya boleh jadi orang yang dicela ini jamaaah seali rahimullah ya ketika dia melakukan dosa katakan misalnya ngerokok misalnya ngerokok saja ya boleh jadi perbuatan Dia ngerokok sebenarnya apa Saya tahu pak ya ini buruk tapi saya belum bisa berhenti nih ya ketika ditegur dia merasa langsung merasa apa
merasa rendah gitu Iya Pak saya tahu ini ini enggak benar nih gitu ini enggak benar dia merasa bersalah sedangkan orang yang mencela apa dia merasa bangga lebih tinggi daripada orang lain ini yang membuat celaan itu lebih buruk daripada perbuatan dosa merokok ini karena ada diiringi dengan rasa rasa takjub tadi maka kita jamaah sek ini ini yang harus Kita waspadai dari diri kita ya maka jmaah Se rahimullah Ada sebuah eh apa namanya ada sebuah maka kata Imam IBN qayimah Wah tadi ya ada orang yang berbuat dosa kemudian ada orang yang mencela orang yang berbuat dosa ini kata Imam Ibnu qayyim betapa dekatnya dia dari rahmat
Allah betapa dekatnya dia dari rahmat Allah kenapa karena dia merasa rendah dengan perbuatan dosa perbuatan dosanya dan betapa dekatnya orang yang mencela ini dari kemurkaan Allah kenapa karena ketika dia mencela dia apa merasa merasa takjub jemaah bandingkan ini yang berbuat dosa dia merasa rendah dengan dosanya sedangkan yang mengejek dia merasa tinggi dengan apa dengan perbuat ini mengejek ini jangan sampai kita jadi jadi apa namanya jadi korban ya perbuatan kita sendiri maka jmaahahullah ada sebuah ada kata-kata ya Eh seorang yang begini seorang yang tidak salat malam ya tapi di Pagi harinya
menyesal ya itu lebih baik daripada orang yang salat semalam suntuk tapi di Pagi harinya dia takjub dengan salatnya itu ini Subhanallah ini jemaah sekalian rahimakumullah Ini ini kembali ke amalan hati ya kembali ke amalan hati dan sangat sulit sekali Memang ya kalau salat itu kan amalan Zahir ya kan amalan Zahir tapi bagaimana kita mengolah kalau misalnya orang enggak Salat malam kemudian ada rasa nyesal rasa nyesalnya itu Masyaallah ya memiliki nilai tinggi di sisi Allah ada rasa penyesalan Wah kok semalam ya Witir aja kelewat nih satu rakaat aja kelewat gitu misalnya ada rasa menyesal maka penyesalan itu
menjadi amalan yang ya memiliki nilai di sisi allah subhanahu wa taala tapi kalau orang bahkan misalnya sampai berpuluh-puluh rakaat misalnya tapi di Pagi harinya dia merasa takjub ahah sudah enggak ada nilainya salatnya itu maka ini sesuatu yang harus kita perhatikan bersama maka jamaahahimumullah ya di sini eh bahkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya pernah pernah bersabda at ahadikumimai w kalau ada budak perempuan salah seorang dari kalian misalnya kalau ini dulu ya masih ada budak kalau budak budak perempuan salah seorang dari kalian melakukan perbuatan zina ya namanya budak ya Jadi ya maka apa
falyuqim alaial had maka hendaknya dia menegakkan had atas budak ini ya hadnya apa setengah daripada wanita yang merdeka ya wala yutarrib dan jangan dia hina jangan dia ejek ya Jadi cukup dikasih hukuman ya hukuman apa namanya fisik misalnya apa di dicambuk kan begitu ya kan dicambuk kalau yang wanita Merdeka berapa wanita Merdeka yang yang belum menikah ya berapa 100 100 kali berarti kalau budak setengahnya berapa 50 kali dicambuk 50 kali tapi tidak diejek sudah cukup hukuman fisiknya begitu tapi jangan ditambah dengan apa diejek karena hukuman hukuman ini sudah cukup menjadi apa penggugur dosa-dosanya
enggak perlu lagi ditambah dengan dengan mengejek ini jemaah sekali betapa Rasulullah Ya Sallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kita untuk menjadi orang yang hati-hati membedakan kalau sudah dihukum sudah ini makanya kita sebagai orang tua sebagai pendidik sebagai guru ya kalau memang sudah ada hukuman apa anak ya disuruh apa sudah enggak usah Ditambah lagi dengan apa ee dimarah-marahin di Ya sudah jadi jadi doble hukumannya ya maka ini ini yang harus kita perhatikan kemudian jemah sekalian rahimumullah ya Dari dari hal-hal ini ee apa namanya kita perlu Mengingat bahwa Ya Allah subhanahu wa taala ya dialah yang
membolak-balikkan hati hati kita membolak-balikkan hati kita jadi kalau misalkan kita melihat ya ada orang melakukan perbuatan dosa maka pertama kita harus bersyukur dari kemarin kan kita sudah pernah bahas nih ketika ada video viral itu ya pertama kita bersyukur kepada Allah bahwa Allah tidak memberi kita ujian seperti yang dialami oleh orang ini maka ketika melihat orang diuji oleh Allah ada sebuah ucapan doa apa jemaah alhamdulillahilladziani mimtal bihi segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku Ya Allah yang menyelamatkanku bukan aku sendiri yang menghindarkan diriku dari perbuatan-perbuatan yang tercelah tapi
Allah subhanahu wa taala yang menyelamatkan ya dari apa yang Allah mengujimu dengan dengannya Ini pertama Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala kemudian apa kemudian ya kita lihat ya kalau memang perbuatan dosa yang dia lakukan ini misalkan Katakanlah ya tadi ya Misalnya merokok ya perbuatan dosa Merokok kita lihat dalam diri kita boleh jadi ada dosa-dosa yang sejenis dengan rokok iniah ini ini kemampuan untukeralisir Jah mengil ee jenis dari suatu dosa misalnya merokok orang apa misalnya orang kan merokok karena apa kecanduan ya kan kecanduan kan begitu maka boleh jadi kita sendiri punya kecanduan yang lain
kan Begitu begitu enggak ya kan dia enggak Engak enggak bisa berhenti karena kecanduan boleh jadi kita mencandu sesuatu yang yang lain maka kita lihat kita bercermin dari orang yang melakukan dosa ini ada enggak kecanduan-kecanduan yang buruk yang sejenis dengan yang dia lakukan pada diri kita Nah itu sehingga Dengan begitu kita bisa mengambil Apa pelajaran hikmah ya dari siapapun orang yang di sekitar kita gitu Nah kalau sudah seperti ini maka tentunya ya kita berharap kepada Allah jangan sampai apa jangan sampai ya Sampai Mati terkena dosa dosa yang dosa yang semisal nah ini jemaah sekarah n kira-kira ini ada
enggak yang ingin ditanyakan sampai sini jemaah Ada enggak yang yang ingin ditanya silakan pakih Jadi kapan kita boleh mencela ngih Nah kan dosa itu tercela ter kok terus kita kok enggak boleh mencela ahah gitu ya nah jadi cek mati sik jadi jamaah sekalian rahimumullah jadi ada kata-kata yang memang maknanya itu detail jadi kata kata-kata yang digunakan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di sini ayyaro ayyaro jadi ee di sini kata ayar mencela di sini punya makna Lebih detail lagi lagi yang memang kasar ya kasar caranya itu kasar sedangkan kalau mencela ya Misalnya katakan mencela kalau kalau
mencela itu mesti kasar atau enggak Bapak Ibu misalnya saya tanya nih kalau mencela itu mesti kasar apa enggak mesti ya nah coba kita pilih kata lain menunjukkan keburukan iya gak Kalau menunjukkan keburukan ya kan Artinya kita memberitahu keburukan perbuatan yang orang lain lakukan ini kan lebih apa namanya lebih Netral ya ya kan lebih Netral memberitahu nah memberitahu ini kan ada caranya kasar ada caranya yang memang ya baik-baik Nah begitu nah kalau memberitahu keburukan orang lain yang yang boleh tuu yang bagaimana ya tadi kita pilih cara yang paling baik dengan nada suara yang juga sesuai yang wajar
dan biasanya jemahahullah di sini kalau kalau yang apa namanya ee perlu kita pertimbangkan kita pilih untuk menyebut atau fokus pada perbuatannya bukan pada orangnya gitu Ini pernah mungkin saya kasih contoh ni kalau misalnya ada anak anak-anak main bola atau tahu apa tahu tah tahu nendang bolanya bolanya kena kaca rumah kita gitu kan ada yang bilang ya langsung ada penilaian ini anak nakal gu anak nakal ini kan berarti penilaian tentang apa tentang pribadinya tapi kalau misalnya perbuatannya ini merugikan orang lain perbuatannya Le misalnya kita kasih tahanya nih ini perbuatan kamu ini kan Coba lihat ya
kaca pecah nih ini nah gitu Jadi kita fokus pada perbuatannya seperti itu Jadi kalau kita mau apa namanya ya mau tadi menegur memberi nasihat maka fokus pada pada perbuatan yang dia lakukan kalau fokus pada perbuatan berarti apa kita menyebutkan ucapannya apa apa yang dia lakukan di waktu kapan di tempat di mana ya lebih lebih spesifik ya lebih spesifik lebih khusus sifatnya jadi seperti itu ya Jadi yang dibolehkan ya tadi bahkan ya kan ketika misalkan apa namanya kita memberikan penilaian ya para ulama dulu kan membedakan antara alhukum ya Ee alam Wal hukum almayan Alal muayan memberikan apa namanya hukum
terhadap sesuatu secara umum katakan misalnya begini ya Barang siapa yang yang bersujud Ya misalnya apa atau minta ya meminta-minta kepada orang yang sudah meninggal dunia maka dia kafir maka dia kafir ini kan hukum secara umum Barang siapa yang meminta-minta sesuatu kepada orang yang sudah meninggal diia maka dia kafir ini hukum hukum umum tapi ketika hukum ini diterapkan pada orang-orang tertentu ini punya nya ketentuan yang berbeda kalau hukum umum kita enggak apa-apa terserah maksudnya terserah di sini kita bisa mutlakkan sesuatu secara umum tapi ketika Apakah orang yang secara khusus Fulan misalnya ya
meminta-minta kepada orang yang sudah meninggal dunia Apakah dia kafir atau tidak nah ini nanti ada ketentuan yang berbeda ada ketentuan yang berbeda maka di sini pun kita bisa melakukan apa mengambil faedah bahwa ketika kita berkena apa namanya menilai seseorang ya menilai seseorang kita nilai perbuatannya ya kita nilai perbuatannya tidak langsung ke pribadinya ya karena apa Karena kalau kalau pribadinya itu nanti ada butuh proses yang panjang anak ini nakal misalnya tadi ya nendang bola boleh jadi dia baru sekali itu nendang bola sampai mecahin kaca orang kan begitu Ya tapi kalau kita sudah vonis anak ini
nakal ya sudah ya dia sudah ya sudah saya sudah dicap nakal kok sudah nakal aja sekalian atau mungkin boleh jadi dia punya dendam sama kita begitu Jadi ini ini yang perlu kita apa Kita bedakan ada lagi mungkin pertanyaannya cukup Saya ingin menghubungkan jemaah mungkinnya nanti ya Dengan hadis yang berikutnya karena ini masih ada saya lihat Mas masih ada hubungannya yaitu apa berdusta untuk membuat orang lain tertawa Ya berdusta untuk membuat orang lain tertawa jadi ada tujuan untuk bikin lelucon nah ini Jamaah seahullah ya kalupun waupun hadis ini misalkan kita baca saja Misalnya eh dari bahaz bin
Hakim dari ayahnya dari kakeknya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda ya celakala bagi orang yang berbicara lantas berdusta hanya karena ingin membuat suatu kaum tertawa membuat orang lain tertawa maka Celakalah dia Celakalah dia nah saya ingin menghubungkan biasanya Jamaah ya orang mencela orang lain dengan perbuatan buruknya ini ini lebih buruk lagi tambah buruk lagi ketika tujuannya apa bukan mau memperbaiki tapi pengin bikin orang lain apa tertawa lebih buruk lagi Jadi bukan mau biar dia berhenti dari keburukannya tapi apa dibikin jadi bahan lelucon nah ini udah tambah buruk
lagi ya walaupun dia benar maksudnya memang dosanya dia lakukan ya maka ini jemah sek rahimumullah ya sesuatu yang harus kita waspadai ya harus Kita waspadai hati-hati karena Lisan Ini ya kadang-kadang kita enggak tahu ya Ada Setan apa masuk ya kemudian muncul gagasan-gagasan dalam tanda kutip gila ya maksudnya tu ee berlebihan ya sehingga kita mengucapkan hal-hal yang tidak tidak pantas ya seperti itu baik saya kira cukup ng Cukup Sekian dulu ya kita mohon kepada Allah subhanahu wa taala yang maha membolak-balikkan hati kita kita mohon agar Allah subhanahu wa taala senantiasa membimbing hati kita
lisan kita dan perbuatan anggota tubuh kita agar bisa senantiasa mengucapkan melakukan hal-hal yang ia ridai dan ia cintai dan menghindarkan kita dari segala keburukan sampai kita menghadap Allah subhanahu wa taala Barakallah fikum wakumullahirallahu Nabi Muhammad Wa alii ahamdulillahbilaminhanakah wihamda asuaaha an asagfira asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."