Kajian ini membahas tentang bahaya beranggapan negatif (su'udzon) terhadap orang lain, sebagaimana dijelaskan dalam Syarah Kitabul Jami'. Berburuk sangka merupakan seburuk-buruknya perkataan hati yang dapat merusak ukhuwah dan mendatangkan dosa. Islam mengajarkan kita untuk senantiasa mengedepankan prasangka baik (husnudzon) kepada sesama muslim.
Beranggapan Negatif (Syarah Kitabul Jami')
Syarah Kitabul Jami - Ustadz Zulkarnaen Nurhasan, Mudir Pesantren YAUMI Yogyakarta Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Syarah Kitabul Jami yang membahas tentang beranggapan negatif (syarah kitabul jami'). Ustadz Zulkarnaen Nurhasan, Mudir Pesantren YAUMI Yogyakarta memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
wa naudubillahi Min syururi anfusina Wamin sayiati Amalina yahdihillahu Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadialah wa Ashadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasul Allahumma Shi wasall nabi Muhammadin waa alihi waashhabihi AJM Amma Badu bapak-bapak ibu-ibu dan jemaah sekalian rahimakumullah terlebih dahulu Mari kita hadapkan hati kita kepada Allah subhanahu wa taala Allah subhanahu wa taala yang maha pengasih maha penyayang yang masih senantiasa mencurahkan nikmat dan karunianya kepada kita walaupun sebenarnya kita tidak pantas tidak layak untuk menerima nikmat dan
karunianya itu maka hanya kepadaNya kita menyembah dan hanya kepadaNya kita Mohon pertolongan agar segala nikmat dan karunia yang ia berikan kepada kita bisa menjadi pengantar kita menuju nikmat dan karunia yang lebih besar lebih agung dan lebih baik di negeri akhirat kelak allahum Amin kemudian selawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam juga kepada keluarga beliau para sahabat beliau dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau dengan baik hingga hari kiamat nanti Bapak Ibu enggak mudik ya baru ini kemarin di sebuah tempat kajian
Ustaz kajiannya sekarang diliburkan pada mudik Bapak Ibu jemah sekalian rahimakumullah pada pagi hari ini kita akan masuk membahas hadis yang ke-32 mengenai sikap atau Peril aku beranggapan negatif dari Aisyah radhiallahu anha Beliau berkata Rasulullah sallallah alaihi wasallam bersabda asuuli asuul asmu Artinya beranggapan negatif beranggapan buruk beranggapan negatif atau beranggapan buruk itu adalah merupakan akhlak yang buruk akhlak yang tercela Ah ini jamaah sekalian rahimakumullah kita di sini membaca mendapatkan ada istilah asyukmu asyukmu beranggapan negatif dan anggapan ini adalah pandangan Ya pikiran pikiran
negatif tapi asyukmu di sini adalah pikiran negatif yang berkaitan dengan masa depan sesuatu yang akan terjadi Ya beda dengan suuzzan nah ini ada ada dua hal yang perlu kita bedakan nih jemaah ya Jadi kalau pikiran negatif itu ada dua berkenaan dengan sesuatu yang terjadi sudah terjadi di masa lalu ini namanya suuzzan ya suuzzan buruk sangka mati hidup ya sensitif ini jadi berburuk sangka berkaitan dengan sesuatu atau seseorang ya di masa lalu sedangkan asyukmu Ini pikiran negatif ya tentang sesuatu atau seseorang di masa mendatang nah jemaah sekalian rahimakumullah berkaitan dengan pikiran ya
ini ada beberapa hal yang perlu kita bedakan tentang pikiran-pikiran yang masuk di dalam benak kita ini kemarin saya berhadapan dengan Santri ini harus apa ada yang suuzan ya atau suum jadi ada santri yang minta waktu ketemu sama saya terus bilang Ustaz Saya mau pulang aja L gitu belajar di rumah Hom schchooling Kenapa Mas karena saya enggak betah di sini Kenapa enggak betahnya ya teman-teman saya ni suka menghindar dari saya jadi dia ada problem dengan teman-temannya gu dan qarullah ya ini sempat kondisinya memang anak ini ya Pertama anak introvert ya sulit Atau Dia memiliki kendala dalam bersosial bergaul dengan
teman-tannya kemudian juga tampaknya Dia anak yang overing jadi terlalu banyak khawatir ya terlalu banyak khawatir jadi saya ngelihat wajahnya itu selalu cemas gitu pendiam cemas dan pada suatu ketika memang keadaannya itu karena temannya itu bercanda berlebihan dan dia merasa tertekan sekali itu sampai mau lompat jemaah dari lantai dua seperti itu Jadi ini anak-anak seperti ini yang Akhirnya saya memberikan konseling ya Ada ada tiga hal ini mungkin saya perlu share juga nih karena faedahnya mungkin juga penting buat buat saya ya buat jemah sekalian jadi pikiran-pikiran negatif ini sebelum ke masalah syuum ya
pikiran-pikiran yang muncul dalam anak kita ini ada tiga hal yang perlu kita bedakan dalam yang poin pertama kita perlu membedakan antara fakta dan kesimpulan ini mungkin pernah saya samp kan fakta dan kesimpulan Jadi saya tanya Mas Kenapa kok ee kamu berpandangan Dari mana kamu tahu teman-teman kamu menghindar Jadi kalau lagi salat gitu ya temannya ada di belakang kan yang kosong di depan yang belakang maju gitu kan Nah dia merasa teman-temannya yang di belakang itu enggak mau maju karena ada dia gitu dia merasa tidak disukai oleh teman-temannya Nah ini kan langsung saya ngajarin dia untuk membedakan antara
fakta dan kesimpulan Fakta adalah apa yang kamu lihat apa yang kamu dengar apa yang kamu rasakan yang kamu lihat apa mas ya yang saya lihat mereka menghindari saya gak entar dulu itu kesimpulan dia mengatakan teman-temannya menghindari saya teman-teman saya menghindari saya itu kesimpulan yang kamu lihat benar-benar apa kan menghindari itu enggak kecuali kalau memang jelas ya ketemu Terus dia menghindar gitu Ini kan dia cuman melihat teman-temannya enggak mau maju yang kamu lihat adalah teman-teman kamu enggak mau maju gu diam aja G ya kan nah ketika kamu berpandangan bahwa mereka menghindari kamu itu kamu
menyimpulkan ya Jadi apa yang kamu lihat mereka enggak mau maju itu fakta yang jelas enggak akan ada yang bers i kalau misalnya saya ngelihat ada santri yang enggak mau maju padahal ada yang kosong ya itu sesuatu yang tidak bisa di apa istilnya ee itu pasti jelas pasti benar gitu fakta tapi kalau misalkan kamu berkesimpulan bahwa mereka menghindari Kamu enggak suka sama kamu ya mereka enggak maju karena ee takut apa dengan kamu enggak suka sama itu namanya kesimpulan nah jamaah sekalian rahimakumullah ini kesimpulan jelas bisa benar bisa salah gitu kadang kala kita menjadi susah menjadi menderita akibat
kesimpulan-kesimpulan kita sendiri yang belum tentu benar yang kayak tadi ini kalau kasusnya dia merasa enggak disukai sama temannya padahal apa belum tentu teman-temannya itu enggak mau maju karena apa Karena enggak suka sama dia mungkin jadi karena saya langsung bilang loh kamu lihat enggak yang di sebelah sana sebelah sebelah utara sebelah selatan itu kan ada juga yang enggak mau maju apa mereka sama keadaanya kan enggak enggak mesti gitu Jadi ini pertama hal yang perlu kita bedakan antara fakta dan kesimpulan GU dan orang-orang yang overthinking ya yang bikinannya berlebihan ini seringkiali
kurang mampu untuk membedakan dua hal ini Kemudian yang kedua jamaah seali rahimumullah perlu Kita bedakan antara kebutuhan dan keinginan Nah ini Ini pikiran ketika kita mau melakukan sesuatu tu ya ada keinginan misalnya maka kita perlu membedakan antara apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan karena Ya jelas yang namanya apa kalau kebutuhan apa kalau kebutuhan itu sesuatu yang memang betul-betul penting ya mendesak kita butuh dan memang kebutuhan itu sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut kita yakini benar baik itu namanya kebutuhan tapi kalau keinginan ya
keinginan itu bisa lebih luas lagi dan tidak Mesti kalau tadi kesimpulan itu tidak mesti benar sesuai dengan faktanya maka keinginan itu tidak mesti sesuai dengan apa yang kita butuhkan kan begitu ya Jadi ini ada Ada kemiripan misalnya apa orang butuh makan jelas ya kan Butuh makan dia butuh karena apa Karena kalau misalnya dia enggak makan bisa sakit ya maka secara akal saja kita bisa bisa apa namanya menetapkan bahwa manusia butuh makan tapi kebutuhan ini ya punya banyak cara pemenuhannya ada orang yang ya kalau makan cukup nasi apa apa namanya ee pcelele sudah cukup Gitu ya Atau mungkin Bapak Ibu mungkin yang sudah kayaknya
butuh menjaga kesehatan gitu ya ya berarti harus jaga makanan nih ya Ada mungkin sebagian mungkin enggak menghindari teh menghindari apa namanya ee kolesterol yang tinggi gitu ya Ini karena memang apa Dia ee Ini namanya kebutuhan sesuai dengan kondisi dirinya gitu Tapi kalau keinginan wah ini bisa lebih lebih luas lagi ya yang tadinya cuman kebutuhan makan ya cukup untuk ee biar kita punya energi melakukan aktivitas kalau keinginan macam-macam nanti ingin ya kalau orang sudah ingin misalnya pengin makanan yang mewah karena dia apa Ah enggak mau cuman sekedar masuk ee warung pecelele dia harus ke McD ke kentaki misalnya yang
mewah-mewah atau restoran apa gitu kalau makanan-makanan warung-warungnya sederhana Dia merasa apa namanya enggak kelas saya ini gitu nah ini ini sudah sudah beda bukan bukan lagi bahas soal kebutuhan nah yang menyiksa orang yang bikin orang sengsara apa ketika pikirannya disibukkan dengan apa keinginan-keinginan Padahal Apa itu bukan sesuatu yang dia butuhkan secara apa esensial yang sejatinya nah ini jemah sear Allah ya kemudian yang ketiga antara sesuatu yang bisa kita kendalikan bisa kita atur dengan sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan tidak bisa kita atur Nah itu ini ee apa namanya sering ya kayak tadi kasus
santri tadi ya Dia bilang saya tanya Mas ya kalau kamu merasa tidak disukai oleh teman-teman kamu saya langsung khawatir aja dia sering dibully sama teman-temannya ada enggak teman-teman kamu yang ngejek kamu ada Ustaz gimana perasaan kamu ya enggak suka sedih tertekan ya dengan sebenarnya apa ya dia Enggak banyak ngomong enggak terlalu banyak ngomong saya sulit saya dapat mendapati kesulitan kendala menghadapi anak ini ya karena memang kata-katanya sedikit sekali kurang terbuka Anaknya ya walaupun sebenarnya pintar ya tapi dia kurang kurang terbuka maka saya ya ingatkan dia kalau hal-hal yang tidak
bisa kamu kendalikan ya jangan Pak terlalu banyak dipikirkan tidak bisa dikendalikan gimana maksudnya Ya sikap teman-teman kamu ucapan teman-teman kamu kamu enggak bisa mengendalikan misalnya mulut mereka ya orangnya enggak bisa kamu kendalikan enggak bisa kamu apa remote off gitu tuh dia enggak ngomong enggak bisa ya yang bisa kamu kendalikan adalah apa pikiran kamu sendiri kalau misalnya ada yang ngejek ya toh kemudian masuk masuk ke telinga masuk ke pikiran kamu kemudian kamu merasa sedih karena pikiran itu apa membuat kamu sedih ya sudah ganti pikiran itu dengan hal-hal yang bikin kamu senang bikin kamu gembira bikin
kamu apa bersemangat Jadi apa yang kita kendalikan adalah pikiran kita sendiri ini jamaah sekahullah sebab apa kalau kita mikirin hal-hal yang orang lain yang begini orang lain begitu kondisi di luar diri kita yang beginibitu ya tanpa bisa ada yang bisa kita rubah ya kita akan menjadi apa merasa tidak berdaya karena enggak bisa kita rubah tapi kalau kita fokus pada hal-hal yang bisa kita rubah bisa kita kendalikan maka kita akan apa akan lebih punya punya semangat nah ini jamaaah Se rahimullah di sini Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya menerangkan bahwa asyukmu anggapan negatif tentang sesuatu
di masa mendatang adalah perilaku yang tercela akhlak yang buruk dan jemaah sekalian rahimakumullah ya di sini tentunya anggapan negatif ya itu ee tentunya ketika memang tidak didasari oleh bukti-bukti nah ini lagi ni yang perlu kita bedakan ya Jadi tidak saja ee kalau tadi kita bedakan antara buruk sangka ya buruk sangka tentang sesuatu di masa lalu dengan anggapan buruk atau apa ya pesimis ya mungkin bahasanya syukun ini apa Eh istilahnya apa pesimis tentang di masa mendatang harus Kita bedakan harus kita perhatikan juga bahwa pesimis ini memang tidak didasari oleh bukti-bukti yang kuat ya bukti-bukti yang kuat kalau
misalkan saja Misalnya ya kita punya pandangan pesimis Tentang Seseorang misalnya gimana Jah Katakanlah ya misalnya nih kalau saya terusang sebagai seorang guru biasanya melihat santri yang dari pengalam pengalaman di masa lalu dia nakalnya Masyaallah Subhanallah ya ya perilakunya enggak bisa diarahkan selalu melanggar peraturan ya berdasarkan apa bukti-bukti Yang jelas nih maka kadang kala Ya jelas dalam hati saya ada pandangan yang Wah ini anak susah ini Nah itu kan ya ini kan anggapan negatif ini anak susah untuk diperbaiki berkaitan dengan apa masa masa depannya karena memang apa ada bukti-bukti yang mendukung hal
itu ya ada bukti-bukti yang mendukung hal itu maka jemah sekalian rahimumullah walaupun sebenarnya kalau dalam hal pendidikan ya Kita sebenarnya harus selalu punya stok optimisme seorang Dai apalagi ya orang tua juga begitu kalau misalnya pas anaknya ya qadarullah ya Misalnya kondisinya memang tidak menggembirakan kita harus selalu punya stok optimisme harapan bahwa anak ini suatu saat akan berubah sebab Kalau bawaannya pesimis jemaah sekullah tentunya apa ya sudah kita akan angkat tangan gitu tidak lagi punya kreasi punya semangat untuk mencari cara lain bagaimana untuk memperbaiki anak ini maka jamaah sekarang Allah di sini
ya ee apa namanya kalau memang tidak ada bukti-bukti Ya jelas itu jelas-jelas merupakan akhlak yang akhlak yang tercela Ya misalnya ya apa apa contoh simis nah ini ini terutama ya kaitannya aplikasinya berkaitan sangat erat kaitannya dengan tiarah tatayur ya atayyur itu apa Jamaah atayyur itu dari kata thirir thirir artinya burung ya burung dulu di zaman apa namanya di masa-masa jahiliah orang-orang jahiliah ini orang-orang Arab jahiliah itu kalau misalnya pergi ya pergi kemudian apa kemudian ada sekumpulan burung itu itu digusah digusah itu apa di ya diusir gitu ya ni nah kalau burung nya terbang
ke kanan mereka berpikir Bah kepergian saya Safar saya ini akan apa menguntungkan tapi kalau terbang ke kiri dia berpandangan Safar saya kepergian saya ini akan merugikan sehingga apa Oh di misalnya terbangnya ke kanan dia Ayo lanjut kemudian kalau terbang ke kiri dia berhenti enggak jadi pergi ini namanya tathayur dan ini merupakan apa kesyirikan ya merupakan kesyirikan yang yang apa namanya yang yang membuat seseorang jatuh dalam kesyirikan adalah ketika dia melakukan sesuatu berdasarkan apa berdasarkan hal-hal seperti ini melakukan sesuatu Atau meninggalkan sesuatu berdasarkan hal-hal ini jadi bukan semata-mata ada ada
pikiran buruk ya anggapan negatif enggak semata sebab apa namanya pikiran kan kadang kala apa muncul dalam anak kita kan gitu itu ya misalkan apa jemah misalkan nih misalkan saja ee orang naik Lif tinggal apa di hotel naik Lif di tingkat atau di lantai 13 atau nomor kamarnya 13 ya toh biasanya kan apa ada orang yang apa menganggap Nih nomor nomor siang gitu ya mungkin kalau misalnya Bapak Ibu tinggal di sebuah buah masyarakat yang cukup apa ya cukup kuat nih ya Ee tradisi-tradisi anggapan sial seperti ini kemudian ee ketika masuk Wah kok nomor 13 nih kamarnya masuk pikiran ya Nah kalau misalkan apa diikutin pikiran
itu ya atau misalnya pas pesan Kok nomor berapa Mas kamarnya 13 Oh enggak jadilah nah gitu kalau diikutin pikiran itu maka sudah Mas masuk tayur ini enggak apa-apa ya karena jelas namanya pikiran itu ada hal ada lama kita tidak membenarkannya selama kita tidak menurutinya maka Insyaallah tidak tidak berbahaya bagi kita tapi kalau kita benarkan ini yang yang berbahaya ya yang berbahaya maka jamaah se rahimumullah di sini ya berkaitan dengan tadir ini mungkin sudah ee Sudah Bapak Ibu ikuti ya banyak kajiannya ya jadi ee apa namanya banyak contoh atau ee praktik-praktik tatayur Ini yang masih
kita dapati di tengah-tengah masyarakat kita ya dari mulai nomor ya kemudian apagi ee hari-hari tertentu ya toh kemudian tempat-tempat tertentu mungkin ya Bahkan kemarin ini Kalau enggak salah di saya dikasih tahu ada daerah Kampung mana itu kalau allahallahuam ya katanya nih Katanya saya belum mungkin Bapak Ibu tahu kalau gelar kasur Itu nanti datang ular kalau pakai kasur wallahuam ya ini di daerah mana kemarin itu saya itu ada yang memang tahu jadi daerah manaya gitu Pak ya wallahuam Apakah memang ya tapi kenapa ini menjerumuskan orang dalam kesyirikan karena perilaku ini atau sikap ini
menjadikan sesuatu yang bukan sebab ya menjadikan sesuatu yang memang bukan merupakan sebab dianggap sebagai sebab gitu Kalau misalnya kasur Apa hubungan kausalitas hubungan sebab akibat antara kasur dengan apa datangnya ular kan secara akal enggak ada secara eksperimen pun enggak ada kan begitu secara eksperimen maksudnya percobaan misalnya ada enggak ada hubungannya nah ketika orang menjadikan sesuatu yang enggak ada hubungan sebab akibatnya kemudian dianggap memiliki hubungan sebab akibat Ya baik berdasarkan maksudnya berdasarkan syariat berdasarkan akal ataupun berdasarkan percobaan ya maka itu bisa apa
menjerumuskannya ke dalam dalam kesyirikan tadi Ya kayak burung tadi kan enggak ada hubungan sebab akibat ya antara burung terbang ke kanan sama apa keberuntungan orang enggak ada maka ee di sini ya kita ee diajarkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk berhati hati dengan anggapan-anggapan yang masuk dalam Bena kita kalau anggapan negatif tadi ya berdasarkan bukti-bukti yang ada maka ada uzurnya tapi kalau sama sekali tidak ada bukti ya maka ini termasuk apa suul khuluk ya suul khuluk ya maka kita harus meatih diri kita untuk selalu apa optimis ya selalu selalu optimis Terus terang saya sendiri
kemarin yang kejadian sama saya waktu ngisi kajian jadi kajiannya bakda subuh di daerah bolu ya di utara Pesantren yaumi itu J jalannya kan sawah-sawah ya gelap ya sawah-sawah agak jauh gu nah terus terang waktu saya mauembahas masalah tathayyur itu ya malamnya Saya mimpi jamaaah mimpi buruklah mimpi buruk bangun-bangun saya langsung ada apa ada pikiran Wah jangan-jangan Saya ada apa-apa di jalan nih gelap-gelap gitu kan Ya mungkin ada keliti atau apa terusang J Waktu itu saya sempat agak khawatir ini ya tapi ya tadi kalau kita menghadapi situasi seperti itu harus kita lawan dengan berdoa Allahumma la kir
illa kiruk Ya Allah tidak ada kebaikan kecuali kebaikan darimu W tidak ada kondisi buruk kecuali apa yang engkau sudah takdirkan W ilahairuk dan tidak ada sembahan Kecuali Kecuali engkau tidak ada sembahan yang benar kecuali engkau ini doanya nih salah satunya ya jadi jangan apa kita punya pandangan negatif ya tentang sesuatu ya sudah kita kita halau kita cegah jangan sampai seperti itu ya akhirnya udah bismillah saya ya jalan aja ah walaupun gelap-gelap nah jemah sekalian rahimakumullah ya ee dan apa namanya ya istilahnya sekarang nih ada masalah ya ada masalah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya ini pernah bersabda jadi
kalau di sini dikatakan asyummu suul khuluk anggapan negatif itu ya itu merupakan akhlak yang tercela nah dalam hadis lain jemaah sekalian rahimakumullah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda ya anggapan negatif itu ada pada tiga perkara ini nanti kita bahas sedikit ada tiga pertama ada pada tiga perkara yang pertama ada pada almarah istri Kemudian pada albait rumah yang ketiga pada hewan tunggangan kendaraan ini mungkin pernah Bapak Ibu dengar ya Jadi ada ada Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya bersabda asummu Fi Salas ya anggapan negatif itu ada pada tiga perkara pada istri rumah
dan kendaraan hewan tunggangan ya nah kita lihat ya bagaimana ini kan secara Zahir ini tampaknya bertentangan ya kan tampaknya bertentangan Kenapa karena Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan apa Asy itu boleh pada tiga perkara ini beliau menetapkan bahwa orang boleh beranggapan negatif bisa beranggapan negatif pada tiga perkara ini sementara ya dalam hadis ini Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menerangkan apa asu ituul khul akhlak yang tercela Bagaimana cara kita menggabungkan dua hadis ini maka jemah se rahimahullah Imam Ibnu Baz ya Syekh Ibnu bas menerangkan bahwa ya kalau misalkan nih ini saya jadi ingat pernah
saya ditanya sama sama salah satu kerabat saya ya karena Mungkin kondisi hidupnya itu ya pada saat itu ya bertambah buruk ya kondisi ekonomi kondisi kesehatan ya juga masalah anak-anak gitu tambah buruk kemudian saya tanya dia dia tanya sama saya Zul Kalau benar enggak sih kalau bikin sial gitu saya pertanyaan saya jadi kok ada pandangan seperti itu ya istri bikin Sial ya Nah ternyata ketika saya apa namanya kaji lagi ya ternyata boleh jadi yang dimaksud adalah hadis ini ya asyu fias ya anggapan negatif itu pada tiga perkara ini pertama apa pada istri kemudian rumah dan kendaraan dan Syekh Ibnu bas menjelaskan bahwa jmaah
sekalian rahah maksud hadis ini Apa maksud hadis ini kalau seseorang ya mendapatkan hal-hal buruk yang sampai apa di luar kebiasaan ya di luar kebiasaan jadi misalkan apa misalkan ketika dia beli rumah misalnya nih beli rumah kemudian apa masuk rumah itu natnya rumah itu tahu-tahu apa keluarganya sakit kemudian apa namanya kondisi mungkin bisnisnya hancur pokoknya kejadian-kejadian yang di luar Nalar jadi sangat buruk sekali bertubi-tubi dan ini terjadi nih ada sebagian apa namanya kenalan saya bertubi-tubi ya Sampai akhirnya betul-betul apa bangkrut orang ini ya wallahuam ya Nah kalau memang keadaannya seperti ini
Entah misalnya orang itu baru masuk rumah atau baru misalnya beli kendaraan atau misalnya baru menikah misalnya begitu ya baru menikah ternyata Apa Baru aja menikahnya tah-tahu langsung apa Ada kejadian-kejadian buruk yang bertubi-tubi di luar Nalar maka ya maka dibolehkan untuk apa untuk di ditinggalkan misalnya rumahnya itu sudah pindah ya berdasarkan apa tadi Pengalaman apa ee keburukan yang bertubi-tubi datang di luar Nalar maka boleh ditinggalkan Jadi kalau istri misalnya baru nikah kok tah-tahu langsung begini bertii ya maka boleh di boleh dicerai rumah juga boleh di dijual lagi ditinggalkan kendaraan
juga begitu boleh di ditinggalkan selama memang tadi ya bertubi-tubi di luar Nal nah ini maksudnya asu fi fi Salas tadi ya tentunya ini berarti apa kalau misalkan apa Nikah terus tahu-tahu ee sakit ya sakit mungkin yang masih wajar ya Yang kondisi-kondisi yang masih wajar gitu kan ya Atau mungkin ada kejadian apa kecelakaan apa baru sekali misalkan jangan langsung apa jangan langsung wah ini istri saya bikin Sial nih langsung diceraikan enggak ya enggak begitu tapi kalau memang kondisinya kok di luar ee Nalar ya maka tidak apa-apa di diceraikan atau dijual lagi rumahnya atau kendaraannya Nah itu maksudnya Nah
sekarang jemah Nah sekarang ini ada ada problem nih dalam agama kita ada enggak istilah keberatan nama Hah Ada Bapak Ibu enggak ada ya Iya so ini kan kejadian nih ya misalkan anak baru lahir dikasih nama apa wah yang apa Istilahnya ya mungkin nama nama raja apa gitu ya keberatan ya tahu-tahu apa sakit sering sakit-sakitan Terus apa wah ini gara-gara keberatan nama nih gitu ya ini enggak ada jamaah sekalian rahimakumullah ya merubah nama memang ada tuntunannya nya ya merubah nama itu ada ada tuntunannya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah merubah nama Ya sebagian sahabat atau sahabiat sahabiah tapi
alasannya Bukan karena apa Karena tadi kesialan-kesialan tadi tidak merubah nama karena apa pertama alasannya ee ketika nama itu mengandung apa pujian terhadap dirinya sendiri Ini salah satunya mengandung pujian terlalu berlebihan misalnya kayak ada sahabi yang namanya barrah ya barrah artinya apa yang yang apa namanya ee sangat taat ya sangat taat sekali maka kemudian diganti namanya kemudian ee alasan lain adalah ketika nama-nama itu memang apa ee mengandung makna-makna buruk makna-makna buruk terlalu keras misal nya nama harb perang ini diganti ya ya jadi ee apa namanya diganti oleh Rasulullah Sallallahu
Alaihi Wasallam ya supaya apa namanya ya memiliki makna yang baik ya karena nama Itu termasuk apa termasuk doa tapi kalau orang merubah ya nama dengan anggapan apa dari pengalamannya Mungkin sering sakit-sakitan atau membawa kondisi-kondisi buruk ini tidak tidak boleh jadi anggapan seperti ini ya jangan sampai kemudian membuat kita apa ya merubah nama anak enggak boleh termasuk apa tatayyur ya Nah ini jemaah sekarang sekarang jadi makna hadis ini ya asmu suul khul beranggapan negatif adalah akhlak yang buruk ada makna lain dari hadis ini ya makna lain dari hadis ini adalah bahwasanya asyukmu di situ adalah
maknanya kondisi tidak berkah ya kondisi tidak berkah Nah jadi maksudnya gimana asyu musuul khuluk maksudnya adalah kondisi seseorang yang buruk ya kondisi tidak diberkahi ya itu sebenarnya merupakan Apa akibat dari perilaku buruknya i ya jadi ee makna hadis ini kalau tadi kan apa ee beranggapan negatif itu akhlak yang buruk ya tapi kalau di sini kondisi orang ya yang buruk itu merupakan akibat dari perbuatan buruknya akhlak buruk akhlak buruknya nah ini tentunya kita di sini bisa bisa apa ee memahami ada hubungan sebab akibat antara kondisi buruk seseorang ya dengan perilaku perilakunya maka jelas kalau orang
berperilaku buruk ya ini membuat dirinya sendiri rugi dan membuat orang lain juga apa merasa tidak merasa tidak nyaman ya kalau misalkan k ya Misalnya kalau santri ada yang banyak Ar ya sering bikin masalah itu biasanya apa jelas dia membuat orang lain ee memberikan label negatif pada dirinya sendiri G Makanya kalau pernah ada suatu ketika ya Ada santri Ustaz saya sudah berubah Ustaz sudahah berusaha untuk apa memperbaiki di tapi kalau teman-teman misalnya dia sering Katakanlah ya sering telat ya ke masjid gitu tiba-tiba tahu-tahu ada disf pertama gitu ya itu teman-teman dia bilang Ustaz Masa saya
dia bilang Kok tumben sih gitu tumben gitu jadi dia merasa tertekan dengan teman-temannya yang apa ketika dia sudah berubah ya itu ada malah apa ya candaan-candaan begitu ejekan-ejekan begitu ya saya bilang ya kamu berubahnya baru berapa lama gitu kum 3 hari ya seminggu ya ya saya saya juga menjelaskan Bapak sudah enggak usah apa enggak usah digubris ya kamu berbuat baik bukan karena apa ingin dapat penilaian orang lain kan gitu pengin dapat keridaan Allah kamu bertahan istikamah sudah nanti juga omongan-omongan itu akan akan akan hilang dengan sendirinya nah ini salah satu apa Salah satu bentuk ya syum
kondisi buruk itu diakibatkan oleh apa perilaku buruk ya seseorang ya dan ada sebuah apa namanya di ini ada ucapan yang sangat eh apa namanya baik sekali Untuk Kita Renungkan Al hasanulam orang yang berakhlak mulia adalah orang yang jiwanya tentam dia merasa tenang ya dan orang-orang juga orang-orang lain itu juga aman dari gangguannya ini orang yang baik perilakunya baik akhlaknya dia sendiri nyaman ya tenang dan orang orang-orang di sekelilingnya juga apa merasa merasa nyaman karena apa enggak enggak terganggu dia bisa menjaga dirinya bisa membawa membawa dirinya Adapun wasuliui bala wahua Min
nafsii sementara orang yang berakhlak buruk ya orang-orang di sekelilingnya itu malah terkena apa terkena bala Ya sementara dirinya sendiri itu merasa tidak tentram Ya jelas kalau orang berakhlak buruk Sebenarnya dia bertentangan dengan apa dengan nuraninya sendiri dengan fitrahnya sendiri dia engak merasa gak merasa aman ya orang-orang dikelilingnya juga dibikin Repot ya terus terang Bapak Ibu sebelum tadi malam ini ya pengalaman ada ada santri-santri ini saya sempat agak telat tadi bangunnya ya tadi Kara tadi malam itu ada beberririab Sri kabur ada warga Kampung lapor ke security security nelepon saya
Ustaz ini ada informasi ada santri-santri kaburelihat orang kampung Akhirnya saya kumpulkan semua Santri bagian kesantrian ngabsen saya jagain itu di titik-titik apa Jalan kabur jangan sampai kalau mereka ini balik ketahuan agakurus ini AG agak AG Apa agak malam sampai malam bikin repot ya bikin repot wallahuam ini apa mereka sudah sudah datang atau belum ya Jadi ya orang yang akhlaknya buruk tidak saja bikin orang lain susah tapi dirinya sendiri itu bikin enggak tenang karena apa bertentangan dengan apa dengan fitrahnya ini makanya jamaahullah ini ini orang perlu ketika apa namanya kita
berada dalam situasi seperti ini ya misalnya mau melakukan sesuatu ya maka kita perlu timbang ini keinginan atau kebutuhan keinginan atau atau kebutuhan kalau kebutuhan berarti apa sesuatu yang mendesak penting dan sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut tapi kalau bertentangan dengan nilai-nilai yang kita anut maka ini sudah apa sudah keinginan ya enggak MTI buruk enggak Tapi apa kita harus menger ya mengendalikan ya ya jadi seperti itu maka ya kalau kalau orang bertentangan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai dirinya yang dia yakini maka jelas dia akan tidak tidak tenang demikian nah jemaah
rahullah mungkin sampai sini ada yang ingin ditanyakan Monggo silakan kalau tidak ya Ini karena masih ada waktu ya Mas ada waktu saya lanjutkan dengan satu Hadis yang sebenarnya masih saya pandang masih berkaitan ya Dengan hadis yang kita pelajari ini yaitu dari Abu Darda radhiallahu Anhu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda innalanina la yakununa Syuhada wala syfaa yaumalqiamah Ya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda suesungguhnya orang-orang yang suka melaknat tidak akan menjadi apa namanya saksi juga tidak akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat kelak orang-orang yang suka melaknat ini
pernah kita bahas ya perilaku atau sikap melaknat ini merupakan akhlak tercela tapi di sini ya keterangan yang bisa kita ambil ya sebagai pelajaran tambahan adalah bahwa orang-orang yang suka melaknat ya di dunia mereka tidak akan bisa memberikan Syafaat at ya kepada keluarganya atau kepada orang lain pada hari kiamat juga tidak menjadi saksi Syuhada menjadi saksi ya tentang apa misalnya tentang salah satunya adalah persaksian bahwa Rasul atau rasul yang diutus oleh Allah telah menyampaikan apa pesan-pesan atau ajaran-ajaran Allah subhanahu wa taala ya Apa kaitannya Dengan hadis yang sebelumnya orang yang banyak beranggapan
negatif ini biasanya apa suka apa suka melaknat jemah se katakan misalnya orang tua orang tua ya anaknya bandel ya nakal misalnya boleh jadi karena apa Karena cara teknik metode pengasuhan yang salah jadi akhirnya anaknya apa bandel akhirnya Apa karena enggak sesuai dengan harapan mungkin ada orang tua Apa akhirnya Apa melaknat anaknya sendiri melaknat anaknya sendiri jadi karena ada pikiran-pikiran negatif itu akan membuat orang apa tertekan sehingga dia melontarkan ucapan-ucapan yang tidak pantas kan begitu nah ini maka jemahumullah kita harus berhati-hati jangan sampai apa mudah-mudah melontarkan apa
ucapan-ucapan laknat ya ucapan-ucapan laknat ya contohnya Misalkan apa ya tadi e ungkapan kalau kalau anak-anak muda sekarang nih ya terusang nih yang salah satu masalah yang kami hadapi ya di pondok ini ucapan ucapan toik yaoman to bilang temannya sendiri G lok misalnya B saya sering ya kalau manggil temannya itu pintar Kak gitu yaannya yang jelek-jelek ini termas sayaih tahu mereka masuk laknat dan enggak boleh ya Salah satu akibat buruknya kalian nanti tidak akan bisa apa memberikan syafaat kita tahu jemah sekalian rahullah bahwa syafaat itu ya macam-macam bentuknya syafaat dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya
juga syafaat dari kaum kaum muslimin terhadap keluarga-keluarga mereka ya kita misalkan jemaah kita yang hadir di sana Ketika nanti misalkan waliadubillah kita berharap berlindung kepada Allah ya kalau sampai terkena apa siksaan api neraka tapi boleh jadi ada saudara-saudara Kita sesama muslim sesama mukmin yang satu kajian ketika melihat saudaranya misalnya jatuh terjerumus ke dalam neraka maka dia akan diberi kesempatan oleh Allah untuk bisa memberikan syafaat kepada saudara-saudaranya Nah kalau orang suka melaknat maka dia tidak mendapatkan Apa keistimewaan ini bagaimana dia akan diberikan kesempatan orang di dunia saja dia apa
banyak melaknat dan laknat ini tentu menunjukkan bahwa dia tidak memiliki Apa kasih sayang ya tidak memiliki rasa kasih rasa kasih sayang ah jamaah sekalian rahimakumullah ini ini hadis yang ke33 maka eh lagi-lagi ya ini ini soal kebiasaan soal perilaku yang boleh jadi sudah menjadi pola nah jamaah sealian rahimakumullah ini saya kasih faedah saja satu sebagai penutup ya bahwa eh saya kaitkan saja dengan eh apa namanya penemuan-penemuan di bidang e psikologi ya jadi di otak ya neurologi bahwa perilaku kebiasaan kita itu jelas ya itu punya pengaruh pada otak kan karena kan kegiatan aktivitas yang kita
lakukan itu kan sebenarnya sangat erat kaitannya dengan dengan otak kita nah otak kita ini jamaah se kalau dulu berang orang-orang dulu ilmuan-ilmuan dulu punya keyakinan bahwa otak itu Sifatnya tetap apalagi kalau sudah apa namanya sudah dewasa gitu ya mungkin anak-anak masih berkembang tapi kalau sudah dewasa maka tetap artinya apa tidak akan ada perkembangan yang bisa apa dialami oleh orang-orang yang sudah sudah dewasa ini tapi ternyata berdasarkan beberapa penemuan bahwa ternyata otak kita itu punya sifat plastis dia lentur artinya walaupun kita sudah bahkan mungkin sudah tua sudah dewasa seperti ini maka
Sebenarnya masih ada peluang besar kita bisa terus mengembangkan diri karena apa Karena ketika misalkan kita punya ee pola ya Jadi ada apa namanya ee hubungan antara sel-sel di otak apa gitu ya ketika misalkan orang merubah kebiasaannya maka saluran-saluran atau koneksi-koneksi hubungan-hubungan di antara sel-sel di otak ini juga akan bisa berubah ya akan akan berubah jadi dia sifatnya lentur ya jadi Ee kebiasaan-kebiasaan Kita tadi kebiasaan beranggapan negatif kebiasaan berucap yang tidak baik misalkan ini sebenarnya sesuatu yang Ya jelas ya kalau kalau di kita ya tentunya ya bisa masih bisa dirubah ya
kebiasaan-kebiasaan itu masih bisa dirubah demikian jemaah sekalian rahumullah mungkin itu yang ingin atau bisa kita kaji Pada kesempatan kali ini mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala senantiasa menambahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan hidayah untuk beramal dengan ilmu yang kita miliki Barakallah fikum wazakumullah kirallahu Nab muhammadiamdulillahaminhakall asadu allaahailla Anta astagfirukaualamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."