Penggunaan Gelar Pengagungan Bagi Manusia (Kitab Tauhid)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Tauhid - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-40 dalam seri Kitab Tauhid yang membahas tentang penggunaan gelar pengagungan bagi manusia (kitab tauhid)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Bismillahirrahmanirrahim, asalamualaikum warahmatullahi wabarakuh
Inalhamdalillah, nahmaduhu
wasastainuhuagfir wa naillahi minuri anfusina
watiinaahah uaahaillallahu wahdahuarikalah wa asadu Anna muhammadan
abduhuasuluh shallallahu alaihi wa ala alihi wasohbihi
wasallam allahummaimna Ma yanfa wfana bimaamtana waidna Ilma Allahumma ya
Hayyu ya Qayyum birahmatika nastagis aslihlana sana kah Wilna anfusina
Bapak Ibu jemaah masjid Nurrahman ikhwan dan akhwat para peserta program
tafakfiddin dan para hadirin hadirat para pemirsa rahimani
warahimakumullahu Jamian Alhamdulillah kita masih diberikan iman dan Islam oleh Allah
subhanahu wa taala di sore hari ini yang kemudian memotivasi kita untuk
bisa hadir mengerjakan amal di masjid ini kita mengerjakan salat magrib
semata-mata atas bantuan dan Taufik dari Allah dan bersama-sama kita akan
lanjutkan melakukan amal ketaatan yang lainnya yaitu mempelajari agama
Allah bahkan di antara yang paling mulia untuk kita pelajari adalah apa yang
sedang kita bahas yaitu mengenai mengesakan Allah atau mentauhidkan
Allah kita akan lanjut pelajaran kita dari kitab Tauhid membahas berbagai bab
yang ditulis oleh Syekh Muhammad at-tamimi rahimahullahu taala mengenai
berbagai perkara yang berkaitan dengan tauhid dan kesyirikan kita akan lanjutkan bab
berikutnya di buku panduan yang telah dibagikan di halaman 3 dan masih ada di
belakang maksudnya masih ada buku tersisa di belakang bagi bapak bapak yang belum punya baik warga lokal atau
peserta
program cukup Lil untuk peserta di sisi Lil sudah ya
baik di halaman 3 silakan kita buka bersama-sama babu
atasammi bab mengenai men seseorang atau
menggelari seseorang dengan gelar hakimnya para
hakim menggelari seseorang dengan gelaran hakimnya para hakim wahwihi atau
gelar-gelar yang semisal Apa itu contoh gelar yang semisal adalah pemimpinnya para pemimpin
rajanya para raja Apa
hukum membahas atau Apa hukum
menamai gelar ini maka inilah yang akan kita bahas
maka kesimpulannya orang yang dia memutlakkan
gelar tersebut yaitu rajanya segala raja apa istilahnya t pak raja diraja ya
raja-daja itu maksudnya rajanya seluruh Raja Pak Nah raja diraja atau hakimnya
seluruh Hakim atau yang lain-lain semisal dengan itu maka ini adalah salah
satu kalimat yang terlarang gelar yang terlarang dalam agama kita yang ini
salah satu pencoreng tauhid bisa mencoreng tauhid
seseorang sudah pernah kita bahas di awal-awal kitab ini
bahwasanya fokus kitab tauhid yang kita bahas sebenarnya adalah
masalah Tauhid Dalam hal ibadah kita sudah pernah singgung tauhid ada tiga
mentauhidkan Allah dalam hal rububiyahnya Allah sebagai pencipta pemilik dan pengatur alam semesta Lalu
mengesakan Allah dalam hal uluhiyahnya dalam hal ibadah Lalu mengesakan Allah
dalam bab nama-nama dan sifat-sifat Allah Fokus dari kitab Tauhid itu adalah
sebenarnya masalah ibadah namun terdapat beberapa bab di dalam kitab ini
yang membahas tentang tauhid asma wa sifat yaitu tauhid tentang nama-nama dan
sifat-sifat Allah maka sebenarnya bab ini adalah bab yang
berkaitan dengan nama dan sifat Allah subhanahu wa
taala yang berhak untuk mendapatkan gelar Malikul Malik Raja diraja itu
adalah Allah subhanahu wa taala ini di antara sifat Allah subhanahu wa taala
sehingga Bapak Ibu sekalian rahimani warahimakumullahu Jamian inilah hubungannya bab ini dengan
tauhid yaitu di antara kesempurnaan tauhid
seseorang seseorang dia harus menghindari gelar-gelar tadi Raja
seluruh Raja pemimpin dari seluruh pemimpin Hakim dari seluruh Hakim
harus menghindari gelar-gelar seperti ini dan dihindari yang pertama jelas untuk diri
sendiri ketika seseorang dia menggelari dirinya dengan gelar-gelar tersebut ini jelas terlarangnya termasuk juga
terlarang dalam bab ini adalah ketika seseorang memberikan gelar tersebut kepada orang lain tidak
diperbolehkan ya Raja diraja Hakim seluruh Hakim pemimpin atas seluruh
mimpin diberikan kepada gelar orang lain tidak diperbolehkan Kenapa tidak
diperbolehkan ada tiga alasan alasan yang pertama
adalah ada unsur tasybih di sana bagi yang sudah
belajar tauhid asma wa sifat ada yang disebut sebagai sebagai
tasybih salah satu larangan dalam Bab tauhid asma wa sifat adalah tasybih Apa tasybih
Nin menyerupakan apa yang diserupakan entah menyerupakan Allah dengan makhluk atau
menyerupakan makhluk dengan Allah ini terlarang hukumnya haram menyerupakan Allah dengan makhluk
mengatakan Allah memiliki tangan seperti tangan manusia misalnya Allah memiliki
mata seperti mata manusia misalnya mengatakan kalimat seperti ini termasuk terlarang mencoreng tauhid
seseorang menyamakan Allah dengan makhlukNya
atau sebaliknya menyamakan makhluk dengan sifat-sifat yang itu sebenarnya
adalah milik Allah subhanahu wa taala ini termasuk dalam Bab tasybih larangan tasybih itu menyerupakan
penyerupaan maka di sinilah letaknya Ketika seseorang yang menggelari manusia
Kamu adalah raja diraja kamu adalah pemimpin dari seluruh pemimpin manusia ketika dia memberikan gelar
seperti itu dia menyerupakan makhluk tersebut dengan Allah subhanahu wa taala karena gelar-gelar seperti itu adalah
milik Allah subhanahu wa taala Ini alasan yang pertama kenapa gelar-gelar
seperti itu terlarang dalam agama kita ada unsur penyerupaan yang ini mencoreng
tauhid seseorang yang kedua alasannya
adalah karena adanya unsur kesombongan di
sana orang entah dia menggunakan gelar tersebut untuk dirinya atau dia menggunakan gelar
tersebut untuk orang lain dan orang orang lain tersebut dia Rida ada unsur kesombongan di
sana ya maka perlu diketahui Bapak Ibu sekalian rahim ullah
jam orang itu sangat-sangat berpotensi sombong terjerumus dalam
kesombongan adalah dalam Bab gelar ya
sangat besar potensinya seorang itu terjerumus dalam kesombongan itu dalam
perkara gelar dia punya gelar tertentu kehormatan lalu dia jatuh kepada
kesombongan dan kita tahu dalam agama kita yang
namanya kesombongan itu terlarang
keras nabi kita Muhammad wasam bersabda kita akan bahas mengenai kesombongan
terlebih dahulu kata nabi [Musik]
makan orang-orang yang mereka sombong di dunia akan dikumpulkan pada
hari kiamat seperti semut bermuka manusia mereka akan diliputi kehinaan
dari segala penjuru
jahanam bulas mereka akan digiring menuju
penjara di neraka jahanam yang penjara tersebut bernama penjara bulas ada
namanya tauhum Nar alanar yusquna Min asrati ahlin nari tinatal khabal lalu
kata nabi kita sahuhi wasallam mereka akan diberikan minuman muntahan dan
darah penduduk neraka yang namanya adalah tinatul
khabal ini hukuman bagi orang-orang yang sombong ya Sehingga sombong itu adalah salah
satu dosa besar dalam agama kita ketika seseorang dia terjerumus dalam perbuatan
kesombongan
maka kesombongan adalah sesuatu yang bisa menghalangi seseorang dari masuk
surgaahana
tidak akan masuk surga orang-orang yang di dalam
dadanya masih ada kesombongan meskipun hanya sebesar biji
sawi sebesar Zarah kesombongan itu sangat kecil Kalau masih ada kesombongan
di dalam dadanya sebesar itu tidak akan dimasukkan oleh Allah subhanahu wa taala ke dalam
surga maka kita kembali lagi apa Alasannya kenapa perbuatan
tadi yakni memberikan gelar pada diri sendiri
atau kepada orang lain dengan gelar qadil qudat hakimnya para hakim Malikul
amlak Raja diraja tidak boleh diberikan kepada manusia ada unsur kesombongan dan juga ya kenapa
ini mencoreng tauhid Karena yang namanya sombong itu hanya hanya hak Allah subhanahu wa taala
satu-satunya yang berhak sombong adalah Allah subhanahu wa taala makanya dalam sebuah Hadis
Qudsi Allah subhanahu wa taala mengatakan alkiibriya ridai kesombongan itu adalah ridaku
adalah selendangku walatu iari kebesaran
adalah izarku sarungku ini bahasa ba
ee bukan Izar sungguhan bukan sendang sungguhan namun yang menjadi pelajaran
di situ adalah Allah mengatakan alkiibriya ridai kesombongan adalah selendangku
maka Allah subhanahu wa taala yang berhak untuk sombong Kita sebagai
makhluk-makhluk dan hamba-hamba yang diciptakan oleh Allah subhanahu wa taala tidak berhak untuk sombong Tidakkah kita
mengambil pelajaran bagaimana sejarahnya orang-orang yang menyombong kan di muka bumi Allah ini Firaun dengan gelar yang
dia sukai sebagai seorang raja Bahkan dia mengklaim dirinya punya gelar apa
rbukumul ala Akulah Tuhan kalian yang paling tinggi sombong dengan gelar Firaun Allah
celakakan sehingga kembali lagi Kenapa hal seperti ini dilarang dalam agama
kita adalah sebabnya karena ada unsur kesombongan kita baca bab ini tidak
banyak sebenarnya nya ee hanya ada satu Nas yang dibawakan oleh penulis di sini
fisahih kita baca di halaman 3 di dalam Kitab sahih yaitu sahih Bukhari dan
Sahih Muslim Jadi kalau Syekh Muhammad bin Abdul Wahab menyebutkan F sahih maksudnya adalah sahih Bukhari dan Sahih
Muslim diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Sahih Muslim an Abi hurairat
diriwayatkan dari Abu Hurairah an nabi shallallallahu Alaihi Wasallam
diriwayatkan dari nabi was nabi
bersabda Sesungguhnya gelar yang paling
hina di sisi allah subhanahu wa taala adalah gelar malakal
amlaja rajajaja ini g yang di sisi allah
subhanahu wa taala yaitu gelar yang dimiliki oleh
manusiaikaallah karena tidak ada raja selain Allah subhanahu wa taala
maksudnya raja yang mutlak berkuasa maksudnya adalah raja yang
mutlak berkuasa maka tadi dia Sabda nabi kita
wasallam dalam riwayat yang sahih maka kemudian ada riwayat di situ
juga ditambahkan Sufyan assri berkata mlu syahan
Syah ya gelar yang semisal dengan Malikul amlak adalah
syahunyah ya ini gelar orang dulu Syah itu adalah raja Pak sama syahansyah itu raja diraja terjemahannya Kalau bahasa
Arabnya Malikul amlak dalam riwayat lain disebutkan Wai
riwayatinulinahi yaumalqiamah wa akbatuhu dalam riwayat lain disebutkan Dia adalah orang yang paling
dimurkai dan paling jahat di sisi Allah pada hari kiamat nanti orang-orang yang punya gelar Raja diraja tadi orang yang
paling dimurkai dan paling jahat di sisi Allah adalah orang-orang yang punya
gelar raja diraja atau qadil qudat atau yang semisal dengan hal tersebut
maka kita lihat hadis tadi kita kembali lagi hadis di halaman 3 Bapak Ibu ikhwan dan akhwat
rahimaniahimakumullah Bukankah betul Bahwasanya Allah subhanahu wa taala adalah raja di atas segala
raja Bukankah Allah subhanahu wa taala adalah raja yang berkuasa secara mlak
dan raja-raja yang ada di dunia ini raja-raja yang bukan Raja sungguhan
Allah yang memberikan kerajaan itu kepada mereka dan mereka berkuasanya hanya
sebentar tidak ada yang kekal raja tersebut dalam dia
berkuasa Siapa raja paling besar sepanjang sejarah
P Firaun yakin Firaun apa Sulaiman suim
dia yang berdoa kepada Allah subhanahu wa taala agar jangan ada kerajaan yang lebih besar melebihi kerajaannya
dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala Tidak ada yang lebih besar Raja daripada Raja Sulaiman yang sudah pernah kita
singgung menurut sebagian orang Sulaiman itu tinggalnya di Sleman Sleman itu dari Sulaiman katanya
Pak gimana ceritanya dari Baitul Maqdis Palestin sana sampai ke
Sulaiman Ini raja yang paling besar Siapa yang memberikan kerajaan tersebut kepada Sulaiman Allah subhanahu wa
taala makanya berbagai kisah yang terjadi di masa Sulaiman yang sampai kepada kita adalah Allah ingin
menunjukkan Bahwasanya Allah yang berkuasa Sulaiman memiliki kerajaan
sebesar itu tetap ini adalah pemberian dari Allah subhanahu wa taala makanya Allah
sebutkan dalam surah Ali Imran
Katakanlah wahai Muhammad Allah yang memiliki kerajaan dan kekuasaan itu Allah subhanahu wa taala Allah yang
memberikannya kepada siapa saja yang dikehendakinya dan Allah juga yang
mencabut kerajaan itu dari siapa saja yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa taala mudah bagi Allah secara
serta-merta mencabut kerajaan itu mudah Tidakkah Kita Renungkan Pak
raja-raja itu P bahkan ya raja-raja Saudi banyak sejarah raja itu ya ditikam
oleh saudaranya sendiri ya saling tikam adik-beradik untuk mendapatkan tampuk
kerajaan maka mudah bagi Allah subhanahu wa taala dengan berbagai cara untuk mencabut kerajaan itu dari para Manusia
tidak ada yang mutlak dalam hal berkuasa hanya Allah subhanahu wa taala yang mutlak dalam
hal kekuasaan itulah yang Allah sebutkan qulillahumma maikal Mulki tutil mulka
Man Tasya watanzi mulka mimman Tasya Ya Allah engkau berikan kerajaan itu kepada
siapa saja yang Engkau kehendaki dan engkau cabut kerajaan tersebut dari siapa saja yang kau
kehendaki makanya pada hari kiamat nanti di padang
mahsyar Allah akan mengajak berbicara pada
seluruh raja disebutkan dalam surat Ghafir kata Allah
subhanahu wa taala Yaum barizun la
yakfaahum limanil mulkulum lillahi
wahidilqahar pada hari itu mereka akan keluar dari kubur mereka lalu menuju
padang mahsyar tidak ada sesuatuun Keadaan mereka yang tersembunyi dari
Allah subhanahu wa taala Lalu Allah akan berfirman kepada seluruh manusia Milik siapakah kerajaan pada
hari ini milik siapa kerajaan pada hari ini di mana raja-raja yang yang besar hidup
di dunia para diktatordiktator yang hidup di dunia para pembangun-pembangun
dinasti Allah tanya kepada mereka Siapa yang memiliki kerajaan pada
hari ini mahsyar nanti maka kata Allah subhanahu wa taala alyaum lillahil wahidil qahar milik
milik Allahlah Al Wahid alqahar yang maha esa dan maha
perkasa makanya Allah kemudian akan menyombongkan dirinya di hadapan para hamba anal Malik Aina mulukul ARD Allah
berkata akulah sang raja di mana raja-raja yang ada di muka bumi itu Yang
Dulu ketika hidup dunia menjabat sebagai raja itu di mana mereka sekarang Akulah raja yang sesungguhnya pada hari kiamat
Allah subhanahu wa taala akan berfirman demikian sehingga itulah yang disebutkan
oleh nabi kita Muhammad alaihiatu wasalam
Bahwasanya Allah adalah raja yang sesungguhnya la Malika
illallah tidak ada raja selain Allah subhanahu wa taala maksudnya adalah raja yang
mutlak lalu kita akan
bahas [Musik] mengenai rincian hukum menggunakan
gelar Hakim para hakim pemimpin para pemimpin
raja dari para
raja ada rincian hukumnya di sana saya kutipkan
baik ada perbedaan pendapat ya bukan bukan tapi ada perbedaan pendapat di
kalangan para ulama tentang Apa hukum mengenakan gelar qadil qudat apakah
hukumnya haram ataukah makruh ataukah sebenarnya
diperbolehkan gelar tadi seperti gelar-gelar hakimnya para hakim raja para raja Sebagian ulama mengatakan
hukumnya haram secara mutlak inilah pendapat yang dimiliki oleh yang
dipegang oleh penulis buku yaitu Syekh Muhammad bin Abdul Wahab beliau menilai penggunaan Gelar Raja diraja itu mutlak
Har haram bagi
manusia Sebagian ulama mengatakan hukumnya adalah mubah
diperbolehkan ya mereka berdalil dengan sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam bersabda bahwasanya waqdohum Ali Bin Abi Thalib Ketika Nabi
menyebutkan keunggulan-keunggulan sahabat beliau satu persatu disebutkan oleh Nabi ya Misalnya yang paling
penyayang di antara umatku adalah Abu Bakar yang paling tegas di antara umatku adalah Umar yang paling pemalu di antara
umatku adalah Utsman lalu nabi menyebutkan tentang Ali Bin Abi Thalib waqum yang paling
Hakim yang paling pandai dalam berhukum kata nabi kita Muhammad Sallahu wasallam adalah Ali bin Abi Thalib Mak Kara Nabi
di situ memberikan gelar kepada Ali adalah dia yang paling pandai dalam memberikan
keputusan maka berdasarkan hadis ini menurut sebagian hukumnya adalah
boleh lalu Sebagian ulama mengatakan hukumnya adalah makruh ya Sebagian ulama
mengatakan hukumnya adalah makruh namun wallahuam dari tiga pendapat ini adalah pendapat yang paling kuat adalah
hukumnya tetap diharamkan ya hukumnya adalah diharamkan kalau
dimutlakkan maksudnya dia adalah pemimpin di atas seluruh pemimpin dia adalah raja di atas seluruh Raja mutlak
di atas semua raja ini hukumnya haram ya kecuali kata para ulama hukumnya diperbolehkan kalau tidak mutlak dalam
artian misalnya dibatasi di instansi tertentu atau di tempat
tertentu misalnya dia adalah pemimpin para pemimpin yang ada di Asia dia
adalah pemimpin para pemimpin yang ada di Indonesia dibatasi tidak secara mutlak seluruh Raja pemimpinnya adalah
dia misalnya seperti itu ini haram kalau yang tidak seperti itu dibatasi oleh daerah misalnya dibatasi oleh instansi
dia adalah pemimpin para manajer di sini misalnya hal ini masih
diperbolehkan baik itu saja yang kita baca dari bab
ini atau yang terakhir yang belum kita baca di ee paragraf terakhir kata penulis
waquluhu akhnaau yakni Aa perkataan nabi akhna bermakna paling
jelek Jadi maksudnya adalah gelar yang paling jelek di sisi allah subhanahu wa taala tadi adalah Malikul amlak Raja
diraja Nah maka pembahasan yang berhubungan dengan hal ini Bapak Ibu
sekalian tadi kita sudah singgung pembahasan ini berkaitan dengan kesombongan Kenapa dia haram itu
berkaitan dengan larangan untuk
sombong maka di sini saya akan menyinggung sesuatu yang berhubungan yaitu mengenai bagaimana nabi kita
Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kita semua untuk bersikap
tawadu untuk dari kita kita bersikap tawadu lalu yang kedua saya juga akan
bahas bagai mana nabi kita wasallam itu melarang kita untuk bersikap
berlebih-lebihan dalam menghormati orang lain dalam menggelari orang lain tidak
boleh pak ini di antara konsekuensi tauhid gak boleh kita itu terlalu
berlebih-lebihan dalam menghormati orang lain dan menggelari orang lain kita bahas yang pertama adalah
mengenai bagaimana nabi mengajarkan dan mencontohkan kepada kita sikap tawadu
terdapat sebuah riwayat yang dibawakkan oleh Imam Tirmidzi disebutkan kharaja
muawiyah muawiyah pernah
keluar muawiyah ketika itu menjabat sebagai khalifah Pemimpin tertinggi kaum
muslimin ketika itu faqama Abdullah Ibnu Zubair wa Ibnu shfwan
maka Abdullah bin Zubair dana ibnuan berdiri Keti melihat
muawiah sengaja berdiri karena muawiah datang maka kata muawiah duduklah kalian
berdua jangan berdiri untuk menyambutku untuk
menghormatiku akuendeng i wasam
bersabdauanwaadu Min perhatikan ini Pak Barang siapa yang senang untuk
melihat orang lain Berdiri dalam rangka menghormati
dia hendaknya dia mengambil tempat duduknya di neraka
seorang itu Rid senang dihormati dengan cara berdiri orang berdiri menghormati
dia Barang siapa dia senang dengan perbuatan tersebut kata nabi Silakan ambil tempat duduknya di
neraka maka di sini di anara pelajarannya adalah yang
pertama bagaimana kita itu dijarkan dalam agama kita untuk tidak boleh
tidak boleh sombong dan dianjurkan untuk tawadu lihat dalam hadis lain Pak
disebutkan dari Anas bin Malik ini contoh tawadunnya nabi kita m wasam
padahal Siapa yang lebih mulia Nabi Muhammad S wasam ataukah raja-raja yang
ada di dunia ini jelas lebih mulia nabi kita Muhammad S wasam tapi lihat bagaim nabi itu tidak
berharap untuk dihormati Seca berlebih-lebihan kata Anas bin Malik lam
yakunun Ahai rasulillahallahu Alaihi Wasallam tidak
ada seseorang pun yang lebih dicintai oleh para sahabat nabi melebihi Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam Artinya Nabi Muhammad Nabi Muhammad sallahui wasallam adalah orang yang paling dicintai oleh
para sahabat tidak bisa kita
betapa besar cinta kita dengan cintanya para sahabat kepada nabi S wasam jelas kecintaan para sahabat itu mengalahkan
seluruh manusia mereka adalah orang yang paling cinta kepada nabi s wasam dan itu terbukti kecintaan mereka tidak
semata-mataim tapi lihat kata Anas bin
Malik namun sedemikian besarnya kecintaan para sahabat kepada nabi wasam
para sahabat itu tidak pernah berdiri dalam rangka menyambut Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam
dalam rangka menghormati Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam karena para sahabat itu tahu Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam itu tidak suka ya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak
suka dihormati dengan cara berdiri Sedangkan para sahabat adalah
orang yang paling cinta kepada mereka eh orang yang mencinta
Kepada beliau Sallallahu Alaihi Wasallam maka di sini kita mendapatkan pelajaran
bahwasanya hendaknya kita tawadu yang pertama lalu yang kedua tidak boleh kita berlebih lebihan dalam menghormati
seseorang termasuk di antara bentuk penghormatan yang terlalu berlebihan kalau standarnya agama kita adalah tidak
boleh menghormati seseorang dengan sengaja
berdiri kalau gitu omong tamu Gimana Pak tradisi di Jawa a omong tamu namanya
pak ya banyak orang ini sop-nya kalau ada orang datang
berdiri boleh tidak Hah Boleh
tidak jawabannya diperbolehkan Kenapa
diperbolehkan karena berdiri itu ada dua berdiri untuk menyambut berdiri
untuk menghormati kalau Among kamu itu menyambut atau menghormati Pak Jelas
menyambut Apa beda menyambut dengan menghormati Pak Bagaimana cara kita membedakan ini
orang ini berdiri menyambut atau menghormati menyambut itu adalah
mempersilakan dan mengarahkan Monggo lewat sini Monggo
lanjut itu namanya menyambut diperbolehkan nabi Alaihi Wasalam menyambut Putri
beliau ketika Fatimah datang Nabi duduk nabi berdiri menyambut Fatimah mempersilakan Fatimah duduk dalam banyak
kasus nabi berdiri menyambut orang-orang yang datang kalau dalam rangka menyambut diperbolehkan Tapi kalau dalam rangka
hormat yang tidak boleh nabi tidak suka dihormati dengan cara berdiri sengaja
Berdiri dalam rangka menghormati nabi nabi tidak suka dan para sahabat t disebutkan oleh Anas bin Malik mereka
sangat cinta kepada nabi tapi mereka tidak tak pernah berdiri dalam rangka menghormati nabi alaihialatu
wasalam sehingga kita kembali lagi ke pelajarannya adalah kita dianjurkan
untuk bersikap tawadu makanya nabi kita Muhammad alaihiatu wasalam juga bersabda
W tawada ahadun lillah illa raaahullah kita harus beriman dengan
janji Allah ini kata nabi kita sah alaii wasallam tidaklah seseorang itu dia bersikap
tawadu tawadu itu lawan tawadu itu lawan dari sombong Jah seseorang itu dia
bersikap tawadu karena Allah subhanahu wa taala kecuali Allah akan tinggikan
derajatnya Pak orang yang tawadu itu pasti dicintai oleh orang-orang ya orang
yang tawadu itu pasti dicintai oleh orang-orang makanya Allah menjanjikan
orang yang bersikap tawadu karena Allah Taala maka Allah yang akan meninggikan
dia sehingga tawadu Kenapa kita sampaikan
tawadu tawadu inilah yang bertolak belakang dengan kesombongan tadi gelar-gelar tadi adalah gelar-gelar
kesombongan Adapun kita di dalam agama Islam diperintahkan untuk bersikap
[Musik] tawadu kita lihat contoh
lainnya bagaimana ketawaduan nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi
Wasallam hadis yang terkenal Bagaimana Nabi didatangi oleh
seorang wanita kurang akal
Pak akalnya kurang sempurna Inna
imatananaqqat Ya Rasulullah in haah datang seorang wanita yang kurang
akalnya menemui nabi sah wasallam lalu dia berkata kepada rasul wasallam wahai
Rasulullah akuta tolong sesuatu apa jawab nabi kita wasallam ya
Um Fulan unzuri ayusakanti hattaak
hajatik hajatak Ya wahai Ummu Fulan silakan pilih jalan mana yang engkau mau
tempuh aku akan penuhi kebutuhanmu contoh tawaduknya nabi kita Muhamad S wasam padahal beliau adalah
pemimpin tertinggi demikian karakter beliau alaihiatu Wasalam nabi juga di antara
tipikal nabi tidak suka digelari dengan gelar-gelar yang berlebih-lebihan dihormati dengan
penghormatan-penghormatan yang berlebih-lebihan makanya ada kisah yang menarik contoh
tawadu yang lain dari Ali Bin Abi Thalib Ali Bin Abi thb pernah ditanya oleh
anaknya Muhammad bin alhfiah kata Muhammad aku bertanya kepada bapku
wasam Siapakah manusia yang lebih Siapakah manusia yang paling baik setelah Rasulullah sallu alh Wasallam
kata Ali Bin Abi Thalib Abu bakaru anaknya kembali bertanya setelah
Abu Bakar Siapa lagi yang paling mulia nomor dua setelah Nabi Umar yang kedua adalah Umar lalu
kata Muhammad anaknya
Aliman Aku khawatir yang ketiga nanti dia akan mengatakan
Man lalu anaknya bertanya dia mengubah pertanyaannya an yang ketiga Apakah engkau yang paling
mulia apa jawab Ali Bin
Abi saya ini tidak lain hanyalah salah seorang dari kalangan kaum muslimin dia
tidak mengatakan saya yang lebih mulia nomor atau minalnyaiatakan saya yang Mulia nomor empat ya para ulama berbeda
pendapat nomor satu nomor dua sepakat satu Abu Bakar dua Umar nomor tiga ini
siapa Apakah Utsman Apakah Ali Sebagian ulama mengatakan yang lebih mulia adalah Ali daripada Utsman tapi yang lebih kuat
adalah Utsman dulu baru Ali sesuai urutan kekhalifahan tapi lihat Ali Bin
Abi Thalib dia mengatakan Ma Ana A rojulun Minal muslimin aku tidaklah
melainkan hanyalah salah seorang di antara kaum muslimin dan yang terakhir saya ingin
menyampaikan hadis dari nabi kita Muhammad wasam yang menunjukkan Bagaimana Nabi tidak suka untuk
dihormati secara berlebih-lebihan diberikan gelar yang berlebih-lebihan kata
[Musik] nabi janganlah kalian berlebih-lebihan
dalam memuju sebagaimana orang-orang Nasr tah
berbilebian memuji Isa akhirnya terjerumus dalam perbuatan kesyirikan
ini diantara sebabnya kita tidak boleh berlebih-lebihan dalam memuji orang agar tidak terjerumus kepada perbuatan
kesyirikan akan tetapi kata nabi was aku ini hanyalah hamba
Allah maka katakanlah oleh kalian Aku adalah hamba Allah dan juga
Rasulullah kita bersikap pertengahan kepada nabi kita hormat namun tidak berlebih-lebihan jangan sampai juga kita
merendahkan beliau namun bersikap pertengahan makanya kita katakan beliau adalah utusan Allah dan beliau juga
adalah hamba Allah semoga selawat dan salam semoga tercurahkan Kepada beliau
suri tauladan kita semua dan semoga kita dimudahkan untuk menjadikan beliau sebagai suri tauladan kita semua
sehingga itulah pembahasan yang bisa saya sampaikan mengenai gelaran mengenai memberikan gelar Hakim para hakim raja
diraja atau semesal yang tersebut haram hukumnya diberikan kepada seorang
manusia baik itu kepada diri sendiri atau kepada orang lain yang ini mencoreng kesempurnaan tauhid seseorang.
Wallahu a'lam
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."