/
Mencela Waktu (Kitab Tauhid)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Tauhid - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-39 dalam seri Kitab Tauhid yang membahas tentang mencela waktu (kitab tauhid)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Nanti kalau ada sisa kita berikan kepada bapak-bapak warga lokal karena buku yang terakhir sudah habis
Panduannya buku yang lainnya cetakan yang lain kita akan mulai pada malam hari ini sebagaimana tadi diumumkan yaitu bab mengenai hukum mencela waktu
44 barangsiapa yang dia 6 selang waktu berarti dia menyakiti Allah subhanahu wa ta'ala
Kita akan lanjutkan bab ini masih berkaitan dengan bab-bab sebelumnya di babak sebelumnya kita membahas sudah beberapa bab mengenai kesyirikan yang berkaitan dengan perkataan kesyirikan yang berkaitan dengan perkataan ada yang ingat contohnya yang sudah kita bahas contoh syirik dalam perkataan apa
Bersumpah atas nama selain Allah lalu menisbatkan syukur nikmat kepada selain Allah menggantikan kehendak Allah dengan kehendak manusia dengan kehendak makhluk ini di antara contohnya yang sudah kita bahas mengenai kesyirikan berkaitan dengan perkataan maka kita akan lanjutkan dan sebagai pengantar terlebih dahulu untuk kita konteks pembahasan kita saya sering sampaikan Bapak Ibu sekalian kita di dalam Islam tidak hanya belajar yang namanya perbaikan itu seperti apa amal saleh itu seperti apa tidak hanya kita fokus pada hal tersebut tapi kita juga harus tahu yang namanya kejelekan itu seperti apa maksiat itu seperti apa kesyirikan itu seperti apa aku mengenal kejelekan itu bukan dalam rangka untuk mengerjakannya
Barang siapa yang tidak bisa membedakan yang mana yang baik mana yang jelek tidak bisa mengenal kejelekan itu seperti apa maka jadi khawatirkan akan terjun maka kita selain belajar tentang kebaikan seperti apa juga harus tahu tentang kejelekan seperti apa dalam rangka kita berhati-hati jangan sampai terjadi yang namanya kesyirikan ada yang berkaitan dengan nisan seseorang menyembelih kepada selain Allah berupa perbuatan-perbuatan seperti itu tapi bahkan inilah yang orang banyak tidak makanya dalam sebuah hadis imam muslim nabi kita mengatakan
Dia mengucapkan sebuah kalimat berbicara dengan sebuah perkataan yang Allah murka dengan perkataan tersebut orang tersebut ya tidak peduli dia tidak terlalu memperhatikan apa yang diucapkan dia menganggap ini kalimatnya ringan kalimat yang biasa-biasa saja saya cuma bercanda akan tetapi ia membina dengan sebab kalimat yang dia tidak serius itu orang tersebut dilemparkan dengan harganya sehingga masalah perkataan ini bukan main-main bagi kita semua makanya dalam hadis lainnya ketika Nabi ditanya tentang apa yang paling banyak menyebabkan orang masuk ke neraka surat kecil yang paling banyak menjerumuskan seseorang ke dalam apa maka kita harus berhati-hati terkait dengan kita salah satu peluang besar orang terjerumus dalam bahasa kesalahan lisannya itulah dia berkaitan dengan kesyirikan yang berbeda dengan ucapan maka salah satu bentuk kesyirikan adalah sebagaimana kita baca yang akan kita bahas pada malam hari ini sebab manusia apa yang dia mencela waktu maka orang tersebut dia telah menyakiti Allah
Akan kita bahas apa maksudnya mencela waktu apa contohnya dan apa maksud menyakiti Allah bagaimana mungkin Allah tersakiti dengan perkataan seseorang namun kesimpulan yang terlebih dahulu mencaci maki masa ada mencaci maki waktu maka dia telah berbuat syirik Aswad sudah pernah saya sampaikan semua kesyirikan yang berkaitan dengan lisan pada asalnya Dia tergolong sebagai syirik kecil syirikan satu orang bersumpah atas nama Allah
Dia mengatakan ini atas kehendak Allah dan atas kehendakMu sama juga ketika seseorang dia mencela waktu ini bisa tergolong sebagai perbuatan syirik kecil menyebutkan Allah namun terangkat sebagai barang siapa dia mencela adalah bahasa Arab secara umum ada dua makna dalam bahasa mana yang pertama itulah dia tahun 1 tahun bisa disebut sebagai tahun adalah hadis yang terkenal tentang keutamaan puasa Syawal
Tersebut dengan puasa 6 hari di bulan Syawal maka dia seperti berpuasa adab apa itu Azhar di sana maknanya adalah satu tahun siapa dia berpuasa Ramadan ditambahnya dengan nama 6 hari di bulan Syawal seperti dia berkuasa satu tahun 30 Insya Allah jadi 30 6 9 yang menjadi pelajarannya di situ nabi menyebutkan bahwa dalam pasal yang pertama adalah mana anda yang kedua adalah waktu masa ini yang banyak disebutkan dalam Alquran ataupun hadis istrinya adalah surat pertama dalam ayat pertama dalam surat
Bukankah telah datang kepada manusia suatu waktu yang ketiga itu mereka belum merupakan sesuatu yang dapat disebut ada satu waktu di mana manusia itu tidak punya nama sama sekali adalah Allah sebutkan ketika Nabi sallallahu wasallam menyebutkan tentang diantara kekurangan kaum wanita
Seandainya kalian para suami telah berbuat baik kepada mereka lalu dia melihat satu saja kejelekan pada diri kalian maka sang istri akan mengatakan aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun pada dirimu lupa dengan berbagai kebaikan yang pernah dikerjakan oleh diberikan oleh suaminya nah namun yang menjadi pelajaran di situ kepada nabi seandainya kamu telah lama setelah beberapa waktu berbuat baik kepada para istri agar kalian berbuat jelek satu yang lupa yang mengatakan Kamu belum pernah berbuat baik kepada nabi menyebutkan bahwa sehingga yang dimaksudkan di dalam bab ini yang dicela barang siapa dia mencela dia menyakiti Allah maka maksudnya adalah mencela Allah bukan mencela tahun tapi mencela ini kita bahas dalam bab ini pengantar yang pertama yang kedua terkait perkataan penulis kepada Allah barang siapa mencela waktu dia menyakiti Allah apa maksudnya penyakit ya Allah bisa kita menyakiti Allah
Jelas maksud menyakiti disitu bukanlah menzalimi Allah bukan pulangan bagi Allah merugikan Allah bukan bukan itu maksud menyakiti Allah kenapa Allah sendiri yang menyebutkan sesungguhnya mereka itu tidak akan mampu untuk mendatangkan mudarat kepada Allah sedikitpun tidak lemah dalam sebuah diskusi Allah juga menyebutkan sekalian tidak akan mampu untuk menimpakan marabahaya kepadamu Allah sebutkan tidak akan ada hamba yang mampu mendatangkan kerugian kepada Allah dalam hadis yang terkenal seluruhnya dari awal sampai akhir mereka meminta kepada Allah subhanahu wa ta'ala sehingga maksud menyakiti Allah di sini bukan memudahkan Allah bukan mendatangkan kerugian dari Allah tapi maksudnya adalah menunjukkan sesuatu yang tidak disukai oleh Allah subhanahu wa ta'ala menyakiti Allah maksudnya Allah tidak suka dengan hal tersebut menyakiti Allah maksudnya adalah menunjukkan Allah tidak suka dengan perbuatan tersebut maka inilah cara kita Bapak Ibu sekalian para hadirin hadirat cara kita untuk memahami berbagai ayat atau hadis yang menyebutkan bahwasanya para hamba menyakiti Allah kalau kita baca Alquran hadis Pak banyak kalimat yang menyebutkan menyakiti Allah saya sebutkan sebagiannya dalam surat al-ahzab innalladzina itulah Allah ada bagi kita dalam surah al-azhar dalam Alquran sesungguhnya orang-orang yang mereka menyakiti Allah dan rasulnya Allah menghilangkan mereka di dunia di akhirat dan Allah menyediakan azab yang indah bagi mereka
Mengerjakan sesuatu yang tidak disukai oleh Allah tapi Allah hanya ingin menunjukkan Allah dan rasulnya berdiri dia mengatakan Ya Rasulullah apakah engkau mau aku untuk membunuhnya yang menjadi pelajaran telah menyakiti Allah dan Rasul maksudnya saat ini telah membuat sebuah perbuatan apa semua perbuatan yang tidak diridhoi oleh Allah
Tidak ada
Yang didengarnya melebihi Allah kita semua akan mendengar kalimat-kalimat yang tidak kita sukai atau baca judul-judul berita atau melihat hal-hal yang sedang viral terkadang sakit hati kita
Itu semua belum ada apa-apanya yang paling bersabar atas berbagai kalimat-kalimat lancang seperti itu dan Allah subhanahu wa ta'ala
Allah sabar ketika orang-orang atau ketika hamba-hambanya sebagiannya menganggap Allah punya anak ini kalimat yang tidak main-main sudah pernah tersinggung badan betapa beratnya kalimat ini Allah subhanahu wa ta'ala ketika mendengarkan kalimat-kalimat yang lancar Allah tetap memaafkan dan memberi mereka tetapi memberikan nah jika kita kembali lagi pelajarannya 75 tadi barang siapa yang dia mencela waktu itu maka dia menyakiti Allah maksud menyakiti Allah adalah Allah tidak suka dengan orang yang suka mencela orang kenapa Allah tidak suka dengan orang yang menjawab waktu nanti akan kita baca hadisnya namun saya sampaikan kesimpulan dari Allah karena pada hakikatnya yang mengatur waktu adalah Allah subhanahu wa ta'ala Anda jawab kata Allah subhanahu wa ta'ala maksud aku adalah waktu itu adalah aku yang mengatur waktu itu maka ibaratnya cocok untuk memberikan permintaan berkaitan ini ketika seorang karyawan di sana ada kebijakan perusahaan diambil oleh para direksi misalnya untuk menyederhanakan karyawan pengurangan jumlah karyawan apa yang menyampaikan misalnya adalah sebuah HRD berbicara dengan karyawan ada kebijakan Pak kita harus memakan bapak Karena orang yang membeli kebijakan ini dia marah-marah dia mencela tersebut ketika dia menjelaskan hal yang tersebut pada hakekatnya dia menjelang keputusan direksi yang jelas keputusan atasannya yang dia kan ada alasannya semakin bagaimana keadaan ini tidak konsisten misalnya tidak bertanggung jawab tidak memperhatikan kondisi orang lain yang marah-marah biasanya kepada sesama RT yang pada akhirnya maka demikianlah ketika seseorang dia mencela waktu karena Allah subhanahu wa ta'ala yang mencela Allah subhanahu wa ta'ala apa yang diatur oleh Allah subhanahu wa ta'ala itulah alasannya kenapa Allah tidak mengerikan perbuatan apa contoh kalimat rencana waktu paling banyak tahun 2020 katanya telah berbuat sangat kejam kepada kita banyak orang di PHK banyak orang kerja tahun ini contoh diantara contoh meskipun berbeda-beda waktu dengan menceritakan kondisi orang yang mengatakan hari ini subuh ini menjawab tergantung dia adalah hanya untuk menceritakan untuk menceritakan tentang anak kecil biasanya nanti akan kita lihat contohnya jika memungkinkan bagaimana Alquran pun disebutkan
Yang pertama adalah firman Allah subhanahu wa ta'ala dalam surat al-ghasiyah namun yang artinya mereka berkata kehidupan kita di dunia ini tidak haid tidak lain hanyalah kehidupan di dunia ini saja kita mati dan hidup tidak ada yang tidak ada yang membinasakan kita kecuali waktu tidak ada yang membinasakan kita tidak ada yang membuat kita mati kecuali orang-orang musyrik di zaman jahiliyah perlu diketahui secara umum orang kafir bagaimana kondisi orang kafir di zaman jahiliyah dulu berkaitan dengan kepercayaan mereka dengan Allah subhanahu wa ta'ala terbagi menjadi dua kelompok yang pertama adalah orang-orang kafir jadi dia yang mereka beriman dengan keberadaan Allah mereka ketawa beriman Allah itu ada Allah yang menciptakan dan mematikan kita namun mereka tidak beriman dengan adanya kehidupan setelah kematian tidak ada hari berbakti itulah yang mereka katakan mana dia indah ayah sudah punya anak umur kehidupan ini cuma kehidupan dunia kita hidup kita tapi sudah selesai tidak ada yang lain lagi ini kondisi pertama orang-orang ketika beriman kepada Allah beriman tapi tidak beriman dengan adanya hari berbangkit dan seterusnya tapi kondisi yang kedua yaitu orang-orang jadi dia yang bahkan mereka tidak percaya dengan kepada Allah subhanahu wa ta'ala tidak beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala sehingga siapa yang menghidupkan siapa yang mematikan itu hanya Allah sebutkan dan jelaskan tidaklah yang mematikan kita kecuali waktu mereka sebagai orang-orang yang mengartikan manusia itu adalah bahwa mereka adalah yang mematikan hanyalah makanya kebiasaan di antara kebiasaan banyak orang Arab jahiliyah di sana tadi adalah mereka mudah sekali untuk mencela waktu kalau mereka ditimpal sesuatu yang tidak mengenakkan mereka mereka dapat musibah berbisnis mereka rugi mereka bercelakaan kalah dalam perang dan yang lain-lainnya yang dijadikan kambing berkaitan dengan tanggapan siang dijadikan kambing hitam ketika mereka tertimpa satu tim tidak mengenakkan badan mereka makanya sekali lagi bahwa tidak ada yang mencerahkan kita kecuali waktu saja beriman kepada Allah dan mereka menyalahkan maka kelompok ini disebut sebagai kelompok yang sudah ada sejak zaman Nabi dan zaman ke zaman ada zamannya juga ada dalam sejarah banyak agama mereka dengan orang-orang yang memerlukan waktu orang-orang yang menghangatkan waktu mereka memiliki anggapan yang punya kuasa itu adalah sehingga ada dua atasan tersebut kenapa mencetak waktu bagi orang-orang yang beriman itu terlarang alasan pertama tadi sudah kita sebutkan karena pada hakikatnya Dia sedang mengejar Allah yang
Kelompok yang disebut sebagai kelompok dahriyah yang menerangkan waktu mereka senantiasa mengatakan atau mengaitkan sesuatu ketika mendapatkan sesuatu yang tidak menyenangkan bagi mereka maka barang siapa dia mencela waktu ada perserupaan dengan kelompok jariyah yang ini merupakan kelompok yang bisa kita petik dari ayat yang dibawakan oleh penulis di dalam kedua yang dibawakan di sini sebuah hadis yang dibawakan di dalam kitab Syafi'i yaitu ustaz ini
Katanya Allah subhanahu wa ta'ala berfirman jadi ini hadis si Bapak Ibu sekalian Alhamdulillah berfirman disampaikan kepada Rasulullah dan Rasulullah menyampaikan Allah tersebut namun ini bukan bagian depan maka dalam hadis ini disebutkan Allah ta'ala berfirman telah menyakitiku anak sederhana telah menyakitiku apa sebabnya Ya sukun ia telah mencela waktu apa maksudnya yang mengatur hadis Allah langsung menjelaskan antara siang dan malam yang menjadikan malam dan siang Allah subhanahu wa ta'ala mengatakan aku adalah waktu waktunya Abdullah yang mengatur siang dan malam bahwasanya orang yang dianggap waktu dia telah menyakiti Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan dan maksud menyakiti Allah adalah mengerjakan sesuatu yang tidak diridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dalam riwayat yang lainnya nanti juga bersabda dan Subuh janganlah kalian mencela waktu janganlah kalian sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala
Dua hadis ini adanya larangan untuk mencegah waktu dan yang sebesar dengan hal tersebut ya contoh hal yang semisal dengan hal ini adalah ketika para ulama menjelaskan tentang hujan hujan tidak boleh dicela menyalahkan hujan kesal dengan turunnya hujan ada kesamaan dengan dia mencela tersebut Allah yang mengirimkan hujan tersebut sebagaimana waktu adalah Allah yang mengatur suasana dia telah mengerjakan sesuatu yang tidak dihindari oleh Allah subhanahu wa ta'ala kemudian sedikit kaidah tambahan tentang sabda nabi kita Muhammad dari dalam hadis riwayat Muslim Fadillah Allah subhanahu wa ta'ala adalah azan Allah subhanahu wa ta'ala maka perlu diketahui para ulama berbeda pendapat tentang apakah Azhar adalah salah satu nama Allah subhanahu wa ta'ala itu termasuk Asmaul Husna atau tidak ya saya dapat diperhatikan hadisnya kata Allah selesai kata nabi kita muslim Allah adalah berbeda sebagian ulama berpendapat di antara nama Allah Asmaul Husna adalah pendapat yang lebih kuat adalah tidak ada orang itu bukan nama Allah subhanahu wa ta'ala karena prinsip dalam daftar nama-nama Allah itu semuanya adalah ustaz tidak ada yang menjadi itu adalah nama dari kata yang lainnya bisa Allah
Ar Rahman arrahim berasal dari kata rahima yaitu nama yang katanya Ya karena dalam bahasa Arab ada kata-kata yang tidak punya asal-usul contohnya adalah
Menceritakan seseorang ini diperbolehkan kalau dia sekedar menjelaskan kondisi waktu kondisi jalan misalnya kita sekarang tidak berjalan banyak orang di PHK kita di dalam bab menceritakan dalam Alquran Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan banyak terkait waktu-waktu yang tidak mengenakkan ini adalah surat al-qarah menceritakan kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari yang sial secara terus-menerus sedang menceritakan kondisi di hari ini sebagaimana juga Allah kisahkan perkataan itu ketika lu mengatakan hari ini adalah waktu yang diatur oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan beberapa ayat-ayat yang lainnya yang menunjukkan diperbolehkan seseorang itu seperti dia untuk sekedar dengan menceritakan tanpa ada maksud untuk mencela atau pergi ke desa terbaik waktu yang pada tingkatnya waktu tersebut diatur oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Bapak Ibu sekalian Rohim pembahasan kita tentang tidak diperbolehkannya seseorang itu dia mencela waktu ia termasuk salah satu maksiat bahkan tergolong sebagai syirik berdampak kepada kondisi kejiwaan yang perlu diketahui orang yang dia suka mengeluarkan kalimat-kalimat negatif berupa celaan-celakaan berkulit besar itu akan berdampak pada kondisi kejiwaan jiwanya akan senantiasa kalau kita perhatikan nabi kita sangat jauh dari karakter orang yang suka berbuat dosa mengeluarkan kalimat-kalimat negatif suka mencela bagaimana Nabi seorang yang sangat penting peristiwanya sangat positif tidak pernah makan satu kali pun akhirnya bertanggung jawab mengatakan tidak enak tapi itu kalau tidak suka ya sudah nanti tinggalkan sehingga berpengaruh kepada kondisi kejiwaan senantiasa positif jiwa kita senantiasa penting tapi tidak pernah mencetak anak kecil kembali sekian tahun anak sering maling mau bersama nabi sebagai pembantunya tidak pernah dimarahi oleh Nabi tidak pernah diproses oleh Nabi kenapa engkau berbuat seperti itu kenapa engkau tidak benar kenapa kau tidak berubah demikian saja tidak ada kalimat negatif yang di luar mata negatif
Sekali lagi mengajarkan kepada orang-orang yang beriman dan tidak ikut memiliki mengeluarkan kalimat-kalimat yang positif mengatakan
Beliau tidak mau membaca sebagian ulama kita khawatir hatinya akan menjadi keras karena kalimat-kalimatnya dalam kalimat-kalimat yang keras cuma hanya saja cara penyampaiannya yang keras sampai seperti itu untuk menjaga mereka supaya jiwa itu tetap positif
Suatu waktu ketika mereka itu bahkan tidak bisa disebut dengan sesuatu apapun sekarang manusia bahkan berlomba-lomba untuk mengejar gelar agar bisa disebut dengan Allah sebutkan dalam konteks untuk mengingatkan sombong untuk menerima kebenaran kenapa manusia itu sombong kenapa mereka itu menolak kebenaran yang dibawakan oleh Allah melalui rasulnya padahal dulu pada Allah SWT tidak bisa disebut dengan apapun air mani itu ada kita berasal dari air namanya bahkan sebelum fase air mani kita tidak bisa disebut dengan apapun menunjukan apa maksudnya tidak disebut dengan Allah kita berasal dari kegiatan duduk kita ini tidak ada lalu diadakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala Allah yang mengadakan kita maka Masya Allah menyebutkan hal tersebut adalah kenapa kamu itu sombong Allah yang membuat kalian dari tidak ada menjadi ada lalu Allah menyampaikan sesuatu kepada kalian tentang kebenaran ada tempat salat anda akan mengingat bahwasanya dulu ada pada satu pasang kalian tidak ada karena itu merupakan sesuatu yang bahkan tidak bisa disebut dengan apapun karena memang tidak ada ya karena tidak ada zatnya tidak berwujudnya apa istilah maksud dari surah al-insan ayat 1-3 sampaikan tidak cukup dengan demikian sahabat berikutnya mudah-mudahan ada manfaatnya wallahu alaihi wasallam assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."