/
Mengagungkan Sumpah Atas Nama Allah (Kitab Tauhid)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Tauhid - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-38 dalam seri Kitab Tauhid yang membahas tentang mengagungkan sumpah atas nama allah (kitab tauhid)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah Alhamdulillahi wa
kafaatu wasalamu ala rasulil
musti
Allah Bapak Ibu jemah masjid Nurahman dan para
ikhwan akhwat peserta program tafak fiddin hadirin hadirat para pemirsa
rahimani warahimakumullah Jamian kita bersyukur kepada Allah
subhanahu wa taala malam hari ini kembali kita bisa berkumpul duduk di majelis rutin
kita setiap Jumat malam meskipun dalam kondisi hujan Bapak
Ibu harus berangkat namun
sudah sering saya sampaikan di beberapa majelis tidak ada apa-apanya Pak
kesulitan yang kita alami zaman sekarang untuk mendapatkan ilmu
dibandingkan generasi awal Islam bagaimana mereka berjuang untuk
mengumpulkan ilmu mereka keluar upaya yang sangat
besar contoh yang sering dibawakan oleh para ulama [Musik]
Bagaimana Jabir bin Abdillah Jabir bin Abdillah tinggal di
kota Madinah dia ingin mendengar satu Hadis dari Abdullah bin unais yang tinggal di
Syam di damaskus Abdullah bin unais cuma ingin mendengarkan satu hadis secara
langsung dari Abdullah bin unais maka Jabir mengumpulkan
bekal membeli hewan tunggangan pergi dia dari Madinah menuju Syam 1
bulan perjalanan sampai ke Syam dari Madinah sampai ke Syam 1 bulan
perjalanan sampai dia di rumah Abdullah bin unais
diemuinya pembantunya Abdullah bin unais di di muka rumahnya di pintu rumah kata
Jabir sampaikan kepada tuanmu bahwasanya Jabir menunggu di depan
masuk pembantu Abdullah binis ke dalam rumah disampaikannya kepada Abdullah binis dari dalam Abdullah Bin Langsung
berteriakbir bin Abdillah yang ada di muka pintu itu Jabir bin Abdillah dari
kota Madinah Betul kata Jabir langsung diriwayatkan dalam riwayat
tersebut Abdullah binis langsung panik langsung meng snyas dia ku di bin
Abdillah dia apa Jabir datang ke damaskus jauh-jauh dari kota Madinah S bulan
perjalanan maka kata Jabir bin Abdillah saya mendengar bahwasanya engkau
mendengar sebuah hadis dari Rasul wasam Saya ingin mendengarnya langsung dari dirimu disampaikan hadisnya oleh
Abdullah binis sudah selesai mendengarkan satu hadis secara langsung pulang dia kota Madinah bulan perjalan
lagi toal bulan perjalananya satu
Hadis maka ini yang saya katakan kita hanya menerjang hujan
rintik-rintik tidak ada apa-apanya Pak dibanding orang zaman dulu Imam Bukhari itu menempuh jalan puluhan ribu kilmer
untuk bisa menyusun kitab sahih Bukhari itu mendatangi ribuan guru menempuh jalan puluhan kilometer
bisa mengumpulkan hadis kita tinggal menikmatinya dengan mudah di zaman sekarang Maka mudah-mudahan berbagai
kemudahan yang kita dapati di zaman ini tidak melenakan kita tidak membuat kita
kemudian tertipu ya Bahkan sebagian orang Saya dengar mengatakan
ada benarnya ini bentuk istidraj kepada kita pak
merasa majelis ilmu itu semakin banyak hadis itu semakin mudah untuk
didengar sekarang tapi amal kita tidak bertambah semangat kita tidak bertambah
ini diantara bentukdra menurut sebagian orang maka kita bersyukur kepada Allah
subhanahu wa taala atas berbagai kemudahan yang Allah berikan kepada kita dan kita juga bermohon kepada Allah
subhanahu wa taala semoga kemudahan tersebut semakin mendekatkan kita kepada
Allah subhanahu wa taala baik kita akan lanjutkan di buku panduan ini bab yang terakhir bab ke-44
sepertinya salah dalam pencetakan buku harusnya masih ada bab-bab yang berikutnya karena kita masih
ee menyisakan dua pertemuan Insyaallah sebelum berakhir program semester ini
jadi pekan terakhir Desember kita akan berakhir kita akan libur selama beberapa pekan Insyaallah
tapi di buku Bab yang terakhir yaitu bab ke-44 silakan dibuka di halaman
56 bab ini masih sama dengan bab-bab sebelumnya yaitu
masalah perkataan Bagaimana ses seorang dia bisa terjerumus P perbuatan
kesyirikan karena perkataan yang dia
ucapkan Maka sebagai pengantar saya sampaikan pengantar kembali karena kita sudah beberapa bab membahas tentang
Syirik yang berkaitan dengan perkataan nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam pernah bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al Imam
atabarani kata nabi kita alaihiatu
am Kebanyakan dosa yang dikerjakan oleh anak keturunan Adam itu berkaitan dengan
lisan dosa kita pak semua kita berbuat dosa Maka kalau kita kategorikan dosa
kita yang paling banyak yang kita kerjakan itu apa adalah dosa-dosa yang berkaitan dengan
lisan makanya betapa banyak penduduk neraka yang dimasukkan ke neraka oleh Allah subhanahu wa taala sebabnya karena
lisan dia sendiri sebabnya adalah karena perkataan
dia makanya Bapak Ibu sekalian kita harus benar-benar
perhatian dengan lisan selain lisan itu bisa
menjerumuskan seseorang ke dalam neraka maka lisan itu juga berkaitan
dengan am perbatan
kita apa maksudnya Mari Kita Renungkan firman
Allah subhanahu wa taala dalam surah alahzab ya
auhinaanlah kata Allah subhanahu wa taala Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kalian kepada Allah
danucapkanlah yang benar maka Allah akan memperbagus amal
kalian coba perhatikan Ucapkanlah kalimat yang benar Allah akan
memperbagus amal kalian maka berdasarkan ayat tersebut kata para ulama ada hubungan antara
perkataan seseorang dengan amal perbuatannya Kalau bagus perkataan
seseorang akan bagus amal dia bagus perkataan itu dalam artian dia bisa menjaga
lisannya tidak gampang berkata-kata kotor tidak gampang mengumpat tidak
gampang mencela orang lain dengan kalimat-kalimat kasar kalau seseorang dia mampu menjaga
hal tersebut akan baik amalnya dan sebaliknya kalau tidak baik
perkataan kita akan bisa melihat orang tersebut tidak baik amalnya
makanya kata Yahya Bin Abi Katsir saya bisa melihat orang itu dia bagus atau tidak
amalnya dari perkataannya Kalau bagus perkataannya akan bagus amalnya kalau tidak bagus
perkataannya tidak akan bagus amalnya makanya ini juga menjadi
introspeksi untuk kita kalau kita merasa amal kita segitu-segitu saja Pak kok saya ini dari dulu sulit untuk
meningkatkan Amal mau bangun malam untuk tahajudnya sulit membaca al-qur'an baruberapa halaman
sudah ngantuk mau datang ke majelis pengajian kok rasanya berat sekali mau
bersedekah rasanya kok berat mengangkat tangan untuk bersedekah berat kalau kita
mendapati gejala-gejala seperti itu salah satu yang patut untuk kita curigai coba cek lisan kita ini Pak
jangan-jangan lisan kita ini terjerumus kepada perbuatan-perbuatan dosa sehingga
memasung kita menahan amal kita itu karena sekali lagi Barang siapa yang dia bagus kalimatnya lurus kalimatnya tidak
ada kalimat-kalimat yang mengandung unsur dosa di situ maka Allah akan
memperbagus amal seseorang ini bisa ee ini sangat-sangat berhubungan antara
amal dengan perkataan seseorang itu sangat berhubungan Nah makanya ini salah
satu konteks pembahasan kita pada bab-bab sebelumnya dan bab-bab malam hari ini di antara sebaik-baik maaf Di
antara seburuk-buruk dosa yang berkaitan dengan lisan adalah dosa-dosa berkaitan dengan lisan
yang di sana terdapat unsur kesyirikannya seseorang dia mengucapkan kalimat-kalimat yang di sana terdapat
unsur menyekutukan Allah sudah kita bahas sebelumnya sebagiannya di
antaranya Ketika seseorang dia bersumpah atas nama selain Allah ini dia contoh
kekeliruan terkait lisan tidak akan bagus amal seseorang kalau dia kemudian punya kebiasaan bersumpah atas nama
selain Allah maka kita baca BAB pada malam hari ini bab ke-44 bab quli Masyaallah was
ini penjabaran dari bab sebelumnya yaitu bab mengenai
ucapan ini atas kehendak Allah dan atas
kehendakMu maka ini di antara kalimat terlarang dalam agama kita bahkan di anara untuk menyekutukan Allah
menjadikan tandingan bagi Allah subhanahu wa taala Ketika seseorang dia mengatakan ini atas kehendak Allah dan
atas kehendakMu ya kita tidak bahas bab yang sama maaf tidak bahas bab yang diumumkan
tadi karena itu sudah kita bahas pada pertemuan sebelumnya bab mengenai kewajiban bagi kita untuk mengagungkan
sumpah atas nama Allah ini sudah kita bahas Bagaimana di antara bentuk
kesempurnaan tauhid seorang kalau dia mendengar ada orang bersumpah atas nama
Allah maka dia harus mengagungkan isi Sumpah tersebut Ketika seseorang
mengatakan demi Allah saya tidak menipu demi Allah saya tidak mencuri kalau masih ada peluang Demikian
Ya sudah Pak kita tinggalkan kita terima sumpahnya perkara dia berdusta atau
tidak itu urusan dia maka ini bab sebelumnya sudah kita bahas Intinya kalau ada orang bersumpah atas nama
Allah di antara kewajiban kita adalah mengagungkan isi Sumpah tersebut orang meminta kepada kita atas nama Allah demi
Allah saya mau minta duit sama anda makanya ada Ulama di zaman silam datang seorang
wanita kepada dia Pak dia bersumpah atas nama Allah Anda harus menikahi
saya perempuan Pak datang seperti itu ini ulama Pak dikabulkan oleh ulama
tersebut Ternyata apa yang terjadi perempuannya cacat secara fisik kakinya
pincang Kalau saya tidak salah matanya juga cuma sebelah Kalau saya tidak salah
seperti itu ya matanya picak sebelah intinya banyak cacatnya tapi kemudian
ulama ini dia Bersabar ya karena datang orang meminta atas nama Allah dia
kabulkan dia berharap pahala di situ dan ternyata banyak cacatnya wanitanya dan dia bersabar sampai kemudian istrinya
tersebut meninggal namun Allah membukakan bagi dirinya banyak pintu-pintu keberkahan pada diri ulama
ini nah ini contohnya saja adalah bagaimana kalau orang meminta ya
hati-hatiin kalau ada orang meminta atas nama Allah tidak main-main ini kita harus berupaya untuk mengabulkannya nah
ini sudah kita bahas pada malam hari ini akan kita perdalam mengenai ucapan Masyaallah
wasy baik riwayat yang pertama yang dibaakan oleh penulis
rahimahullah riwayat Dariah
[Musik]
kataahahahuaihi was ada seorang Yahudi dia datang kepada nabi kita
muhammadallallahu Alaihi was maka dia
Kalian orang-orang Islam itu telah menjadikan tandingan untuk Allah dan
kalian telah berbuat kesyirikan kalian telah menyekutukan
Allah Masyaallah apa kata orang Yahudi
tersebut kalian itu telah berkata Ya bent kesyirikan itu kata orang Yahudi
ini kalian Berk ya ini atas kehendak Allah dan ini atas
kehendakMu dan Kalian juga telah berkata demi
Ka'bah kalian telah berkata demi Ka'bah ini orang Yahudi datang kepada
Nabi dia mengatakan seperti itu
[Musik]
maka ketika datang orang Yahudi tersebut setelah kejadian itu Nabi memerintahkan kepada para
sahabat kalau mau bersumpah kalau kalian mau bersumpah hendaknya mengatakan demi
rabnya Ka'bah ya demi rabnya Ka'bah bukan demi Ka'bah
lagi demi rabnya Ka'bah bukan demi Kabah pada awalnya masih diizinkan ya nabi tidak
menegur sebagian orang untuk mengucapkan demi Ka'bah tapi kemudian ditegur oleh Nabi tidak boleh lagi mengucapkan demi
Ka'bah Tapi demi rabnya Ka'bah lalu yang kedua nabi juga
memerintahkan waquu Masyaallah Katakanlah ini atas kehendak
Allah kemudian ini atas kehendakMu Run
hadis ini diriwayatkan oleh Al imam an-nasai dan dinilai sahih oleh Al Imam
an-nasa maka Bapak Ibu ikhwan dan akhwat rahimani warahimakumullahu Jamian ini
dia hadis yang pertama yang ada di dalam bab ini jelas kandungannya Insyaallah konteksnya sekali lagi ada
orang Yahudi mengatakan kepada nabi Kalian orang-orang Islam Itu
Masih berbuat kesyirikan Buktinya apa ada dua kalian
masih bersumpah atas nama selain Allah dan kalian masih mengatakan Masyaallah wasy ini atas kehendak Allah dan ini
atas kehendakMu maka ini yang dikritik oleh orang-orang Yahudi datang dia kepada nabi dan
dibenarkan oleh Nabi dibenarkan oleh Nabi Nah maka di
situ ada pelajaran lainnya Bapak Ibu sekalian rahimani warahimakumullahu Jamian Inilah dia contohnya prinsip yang
namanya kebenaran itu harus kita terima dari
siapapun ya kebenaran itu harus kita terima dari siapapun itu Meskipun orang
yang mengatakan kebenaran tersebut adalah orang yang kita benci bahkan setan
sekalipun dalam hadis ini Yahudi datang kepada nabi dan dia mengucapkan sesuatu
yang benar ya maka nabi benar kan lalu Nabi kemudian meluruskan para sahabat agar
tidak berbuat seperti itu lagi artinya nabi tidak membantah ini mentang-mentang yang mengatakan Yahudi kamu salah yang
penting berbeda dengan orang Yahudi tidak seperti itu ini kebenaran nabi
terima bahkan hadis yang terkenal Bagaimana Abu Hurairah ketika
dia ditugasi oleh Nabi Sallahu wasallam untuk menjaga harta zakat kisah yang terkenal datang maling tiga malam
berturut-turut mengambil harta zakat yang ternyata maling tersebut adalah setan dia menyamar jadi bentuk manusia
maka kemudian nabi alaihiatu wasalam atau setan mengajarkan kepada Abu Hurairah
kata setan kalau kamu mau tidur Baca ayat Kursi supaya kamu tidak diganggu oleh
setan sampai pagi hari kalau baca sebelum tidur sampai pagi hari gak akan diganggu oleh
setan diceritakan oleh Abu Hurairah dibenarkan oleh Nabi Sallallahu alaii wasallam shodqoka kata nabi Dia berkata
jujur dalam hal tersebut itu itu kebenaran wahua kazub namun dia itu seorang Pendusta Zaka setan itu adalah
setan kata nabi kita Muhammad sallallah was wasam lihat Bagaimana Nabi membenarkan apa yang diajarkan oleh
setan tersebut ya dibenarkan oleh Nabi karena memang sesuai dengan syariat Islam tidak kemudian karena ini yang
mengucapkan adalah setan Nabi kemudian mengatakan tidak usah diamalkan Tidak usah didengarkan tidak maka yang namanya
ee kebenaran dari mana pun dia berada kita wajib untuk menerimanya makanya
disebutkan oleh para ulama eh alhikmatu dlatul mukmin yang namanya hikmah
pelajaran itu adalah barang yang hilang bagi orang
yang beriman alhikmah pelajaran itu merupakan barang yang
hilang bagi orang yang beriman Apa maksudnya barang yang hilang Fit Ma
wajadaha fahua ahqu biha di manaun dia
menemukannya maka dia akan mengambilnya Dia paling berhak untuk mengambilnya jadi bayangkan kalau HP
kita hilang tercecer di jalan kita kemudian berupaya menyusuli
jalan yang kita lewati tadi ketemu maka kita yang paling berhak untuk mengambil hp kita tersebut ini HP kita terjatuh di
situ HP saya saya yang paling berhak untuk mengambilnya Maka itulah permisalan ini hadisnya hadis Daf
sebenarnya namun maknanya benar disebutkan oleh para ulama Maka itulah contohnya Hikmah itu Pak dari mana pun
kita mendapatkan hikmah itu entah itu yang menyampaikannya anak kecil orang
yang jauh lebih muda dari kita orang yang paling kita benci musuh kita dan
seterusnya siapapun itu asalkan di situ mengandung hikmah mengandung pelajaran maka kita yang paling berhak untuk mengambil pelajaran
tersebut jangan menolak kebenaran karena kita benci dengan orang tersebut jangan
menolak kebenaran karena Ee kita merasa lebih tinggi secara umur
secara status sosial dari seseorang maka kita wajib untuk menerima kebenaran dari
manaun kebenaran tersebut berasal ya Meskipun kita harus bedakan
antara kaidah memilih guru ya menerima kebenaran itu berbeda dengan kaidah
memilih guru yang namanya guru tetap harus dipilih-pilih tidak kemudian
dengan alasan kan yang namanya kebenaran harus diterima dari Mal siapun ya pokoknya ngaji di mana saja masuk
gurunya siapa saja Nak peduli kan yang namanya kebenaran diterima ini berbeda Pak menerima kebenaran dengan memilih
guru itu dua hal yang berbeda dalam hal mengangkat guru memilih guru tetap harus pilih
[Musik]
sesungguhnya ilmu ituah AG hendaknya kalian memperhatikan dari siapa kalian
mengambil agama kalian artinya hendnya diperhatikan dari siapa kita mengambil
ilmu itu gurunya siapa masalah guru kita harus tap pili-pili tapi kalau dalam
masalah menerima kebenaran siapun yang Menan kearan kita tet maka Diar pelajarannya tadi dari
kisahnya orang Yahudi tadi agama bahwasanya nabi Alaihi salatu Wasalam
menerima ya Ee kebenaran yang disampaikan oleh
orang-orang Yahudi makanya Nabi kemudian langsung merevisi menegur para sahabat nah di antara pelajaran yang
lainnya dari hadis tadi ini
menunjukkan akidah yang benar akidah ahlusunah Wal Jamaah
terkait masyiah terkait
keinginan jadi ada dua kelompok ekstrem kanan dan ekstrem kiri dalam hal ini
berkaitan dengan ee takdir dan
kehendak jadi ada kelompok yang pertama yang bernama kelompok
qadariah siapa itu kelompok qadariyah qadariah adalah orang-orang yang
Menolak adanya takdir mereka Menolak adanya
takdir dan makanya mereka punya prinsip segala sesuatu yang terjadi di
dunia ini adalah atas kehendak makhluk kita semua
bebas berkehendak tidak ada campur tangan Allah subhanahu wa taala tidak
ada ada campur tangan kehendak Allah semua yang terjadi itu murni atas
kehendak makhluk saja ini pemahaman qadariah ini pemahaman yang keliru
jelas segala sesuatu yang terjadi di dunia ini itu semua atas kehendak Allah subhanahu wa taala ini salah satu kutub
ekstrem dalam masalah takdir dan dalam masalah kehendak kutub ekstrem yang lainnya adalah kelompok apa lawan dari qadariah
apa Jabariah Apa arti Jabariah itu Pak ajbar yujbiru
yujbir Itu apa memaksa yujbir itu bermakna memaksa jadi
Jabariah itu punya anggapan manusia ini semuanya terpaksa
dipaksa oleh takdir Allah dan kehendak Allah kita tidak punya kehendak saya berbicara seperti ini adalah kehendak
Allah saya menggerakkan tangan ini terpaksa saya gak punya Kehendak di situ itu Tapi itu semua adalah kehenda Allah
subhanahu wa taala ini pemahaman Jabariah semua itu
dipaksa maka ini tidak sesuai dengan dalil Syari kalau kita lihat ayat
al-quran dan hadis tidak seperti itu dan tidak sesuai juga dengan akal kita akal
kita membuktikan kita itu punya kehendak Anda mau duduk di mau hadir di pengajian
di sini atau tidak Itu kendak Anda ya Anda mau pakai pakaian Apa anda punya
kebebasan untuk memilih kita merasakan kita ini punya kebebasan untuk memilih nah sehingga Bagaimana jalan tengahnya
akidah kita ahlusunah Wal Jamaah ya sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala dalam
surahakwir kata Allah subhanahu wa taala wya allahah kalian tidak akan bisa untuk
berkehendak kecuali kalau Allah juga berkehendak jadi rumusnya sesuatu di
dunia ini bisa terjadi kehendak manusia sejalan dengan kehendak Allah ya kita
berkehendak Ana UD antarid wallahu
Fa saya berkehendak Anda berkehendak namun Allahlah yang maha melakukan apa
yang dia kehendaki kalau kita berkehendak tidak sesuai dengan kehendak Allah tidak akan terjadi Pak seberapun
kita berkehendak seberapun besarnya Keinginan kita kalau Allah subhanahu wa taala tidak berkehendak tidak akan
terwujud makanya inilah akidah yang benar kita semua punya pilihan kita
tidak ada yang dipaksa oleh Allah subhanahu wa taala tidak ada kita semua punya pilihan alam naj'alahu ainain
waisana wayafatain W hadainahun najnain kata Allah subhanahu wa taala Bukankah
kami telah jadikan bagi kalian itu dua mata satu lidah dan dua bibir
dan telah kami berikan petunjuk kepada manusia itu dua jalan jalan kesesatan
jalan kebenaran itu sudah diberikan oleh Allah subhanahu wa taala petunjuknya ini yang baik ini yang buruk ini jalan yang
lurus Ini jalan kesesatan Allah sudah menjelaskan manusia tinggal diberikan
pilihan silakan mau pilih yang mana itu pilihan kita mau memilih Jalan
kesesatan mau memilih jalan petunjuk kita punya kehendak namun kehendak
tersebut tidak akan terwujud seandainya Allah tidak
berkehendak seberapap pun orang itu kalau dia ingin menjadi manusia yang sesat ini kehak kehendak dia Pak ingin
menjadi manusia yang sesat tapi kalau Allah ingin memberikan petunjuk kepada
dia tidak akan sesat orang tersebut dan seberapapun seseorang itu dia berupaya
untuk mendapatkan petunjuk menjadi orang Saleh Dia berupaya sedemikian rupa seandainya Allah tidak berkehendak Allah
ingin menyesatkan orang tersebut tetap dia akan tersesat maka inilah Dia akidah
kita yang ini sejalan dengan Sabda nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tadi kata nabi ucapkan Masyaallah sum
ini atas kehendak Allah lalu ini atas kehendakMu artinya diakui dalam sabda
Nabi kam tadi manusia itu punya kehendak ya namun itu di bawah kehendak Allah subhanahu wa taala taala maka itu dia
hadis yang pertama dari qutailah kita berpindah kemudian ke
hadis yang
kedua diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma dari Imam Ahmad
di dalam musnadnya bahwasanya
ada seor laki-laki yang dia datang kepadabi
[Musik] muhamm iniend Allah dan
[Musik]
inienda sebagai tandingan bagi Allah ini kalimat tanya yang merupakan
pengingkaran Apakah engkau berkeinginan untuk menjadikanku sebagai tandingan bagi Allah Tidak boleh kalimat seperti
itu bal Masyaallah Wahdah tapi kata nabi kita Sallahu alaii wasallam Ucapkanlah
Masyaallah saja Nah jadi ada dua kalimat yang diperbolehkan Masyaallah saja Masyaallah
Wahdah boleh juga kita mengucapkan seperti itu ini atas kehendak Allah semata atau kalau kita mau menyebutkan
jasa orang tersebut kita tambahkan dan eh maaf kemudian ya ini atas kehendak
Allah dan ini atas kehendakMu kemudian ini atas kehendakMu ya ditambahkan Summa ditambahkan
kemudiannya maka ini jelas sekali juga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam melarang Ketika seseorang menggandingkan kehendak
Allah dengan kehendak beliau jadi ada dua pilihan atas kehendak Allah saja atau atas kehendak
Allah kemudian atas kehendakMu Lalu pelajaran yang lainnya dari hadis ini Bapak Ibu sekalian
rahimani warahimakumullahu Jamian lihat Bagaimana Nabi alaihiatu wasalam itu
tidak senang ketika ada orang-orang yang terlalu berlebihan dalam menghormati
beliau kalau kita melihat berbagai hadis Bagaimana Nabi menanggapi
pujian-pujian terhadap beliau kita akan bisa menyimpulkan nabi tidak senang dipuji
berlebih-lebihan makanya disebutkan oleh Anas bin Malik dalam hadis yang dibawakan oleh Imam Bukhari dalam adabul
Mufrad kata Anas bin Malik Maa saksun
ahabba ilaihim ryatan Minan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tidak ada orang yang lebih
dicintai oleh para sahabat melebihi Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam nabi itu adalah orang yang paling dicintai oleh para sahabat melebihi orang tua mereka sendiri
pasangan mereka melebihi anaknya sendiri ya Bahkan ada
seorang sahabiah anaknya dan ya anaknya ya anak
dan suaminya Kalau salah anak dan suaminya terbunuh Pak di uhud di Medan uhud anak dan suaminya
terbunuh Ketika pulang pasukan dari uhud menuju kota Madinah yang dia pedulikan
terlebih dahulu adalah Bagaimana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu selamat atau tidak anak dan suaminya
nanti dulu yang dia pastikan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam selamat atau tidak Ternyata Rasulullah sah wasallam
selamat dan dia dapati anaknya laki-lakinya tersebut meninggal dan suaminya juga
meninggal masih ringan bagi dia musibahnya tersebut asalkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu masih
selamat maka demikian besarnya cinta para sahabat kepada rasul wasallam tapi apa
kata B Malik para sahabat dulu kalau melihat
nabi sallallahu alhi wasallam itu datang mereka tidak berdiri dalam rangka menyambut Rasulullah tidak berdiri dalam
rangka menyambat Rasulullah [Musik] Kenapa karena para sahabat tahu nabi itu
ndak suka disambut dengan cara berdiri nabi tidak suka Pak
ya apalagi yang baru-baru ini viral seorang yang katanya
Habib mengajarkan kepada jemaahnya gini loh kalau pulang dari saya itu caranya
seperti ini gimana caranya pak mundur pak harus mundur tidak boleh membelakangi
katanya mengaku keturunan nabi seperti ini sangat jauh dari karakteristik nabi
mengaku anak keturunan nabi sebagai cucunya nabi zuriat Nabi saya ini zuriat nabi katanya dia mengan mengaku
sendiri cara pulangnya gimana mundur lihat sangat jauh nabi dari sifat
seperti ini bahkan nabi ada yang berdiri pun menyambut beliau beliau tidak
suka Nabi tidak suka disambut dengan sesuatu yang berlebih-lebihan seperti
itu ya makanya standar kita mencintai na nabi
kita Muhammad sall wasam itu P standarnya adalah Islam Bagaimana Islam mengajarkan
makanya ini perkataan e salah seorang cucu
nabi mereka mengatakan dia mengatakan kepada orang-orang Syiah karena di situ
di zaman dulu Sudah mulai tersebar Syiah orang-orang Syiah sudah mulai menampakkan diri mencintai Ahlul Bait
secara berlebih-lebihan apa kata cucu nabi cilah kami ini cinta Islam Bagaimana Islam mengajarkan cintalah
kami seperti itu tidak usah berlebih-lebihan makanya standarnya adalah Islam standar mencintai dan
mengagungkan nabi itu bukan perasaan saya berikan contoh ya Pak ya
ya kita apresiasi Mereka ingin mencintai nabi namun standarnya itu perasaan ini
yang repot jadinya masalah apakah orang tua Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam itu di neraka ataukah tidak
kalau kita lihat hadis jelas sekali hadisnya riwayat Bukhari hadis paling sahih tidak ada hadis yang lebih sahih
daripada hadis Bukhari disebutkan salah seorang sahabat bertanya kepada nabi S wasam wahai Rasulullah bapakku di mana
kata nabi wasam bapaku di neraka lalu nabi juga mengatakan sama seperti
bapakku juga di neraka nabi yang mengatakan orang tua beliau di neraka hadis sahih
Pak hadis sahih yang lainnya Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berkeinginan untuk menziarahi makam Ibu beliau
diizinkan oleh Allah untuk berziarah ke makam ibunya tapi Nabi kemudian minta izin untuk memohonkan ampunan memohonkan
Rahmat untuk ibu beliau dilarang oleh Allah subhanahu wa taala tidak boleh maka kemudian sebagian orang
terbawa perasaan Masa orang tua Nabi di neraka rasanya kok tidak pantas Silakan
baca perdebatannya Pak ya ya memang ada sebagian yang berpendapat orang tua Nabi itu tidak di neraka tapi di antara
dalilnya itu adalah dalil perasaan katanya ini sebagai bentuk adab kita
kepada Rasulullah kita katakan orang tua Rasulullah tidak di neraka Adapun
bagaimana mereka menanggapi hadis sahih riwayat Bukhari Tadi katanya ini mansuk
dihapus hukum ini katanya sudah terhapus tidak ada dalil sama sekali yang mengatakan hukum tersebut mansuk tidak
ada dalilnya dalilnya hanya merasa tidak beradab kepada Rasulullah bagaimana Kok bisa orang tua Rasulullah
itu di neraka maka yang menjadi pelajaran yang ingin saya sampaikan adalah mencintai Rasulullah beradab
kepada Rasulullah itu sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh Allah dan rasulnya tidak dengan bawa perasaan
kalau kita bawa perasaan Pak sangat jauh Nanti offside-nya Pak bahkan sebagian
orang memuji Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam itu pada level
yang sudah jauh offside-nya ya Bahkan ada sebagian orang dia bahkan membuat
hadis palsu ya hadis palsu Allah berfirman laulaka lama khiu
allak Allah berfirman dalam sebuah Hadis Qudsi seandainya bukan bukan karena
engkau wahai Muhammad Aku tidak akan menciptakan alam semesta ini ya ini maksudnya ingin mengagungkan nabi ingin
memuji nabi memberikan kedudukan yang mulia bagi nabi tapi terlalu jauh tujuan
Allah subhanahu wa taala menciptakan alam semesta ini menciptakan manusia agar manusia menyembah Allah mentauhidkan Allah tapi dalam hadis
palsu tersebut ini karangan orang Allah berfirman seandainya bukan karena engkau wahai Muhammad Aku tidak akan ciptakan
alam semesta Jadi tujuannya adalah Allah menciptakan alam semesta ini karena
tujuan untuk Nabi Muhammad ini contoh berlebih-lebihan
dalam mengagungkan nabi ya maka kita mencintai Nabi Sallallahu alaii wasallam dengan kecintaan
Islam sebagaimana diajarkan oleh Islam demikianlah kita termasuk juga tadi tentang orang tua Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam tidak usah kita pakai logika tidak usah pakai perasaan Pak lihat hadis sahih apa yang dikatakan oleh nabi
nabi Katakan orang tuaku di neraka Apakah kita dalam rangka beradab kepada
Nabi kemudian mendustakan perkataan nabi sendiri tidak hadisnya jelas sahih
silakan dibuka di dalam Kitab sahih Bukhari terdapat riwayatnya di sana riwayat yang terakhir yang kita
baca pada malam hari ini di dalam bab ini yaitu riwayat yang dibawakan dari
Tufail Tufail ini adalah saudara seibunya Aisyah radhiallahu
Anhu kata
tufil di dalam mimpiku aku seolah-olah mendatangi sekelompok orang
Yahudi seakan-akan aku mendatangi sekelompok orang Yahudi faqulu innakum
laantumul Laula annakum taquul uzair
ibnullah kata Tufail sesungguhnya kalian
adalah sebaik-baik kaum jika kalian tidak mengatakan uzair adalah putranya
Allah ya kata Tufail kepada orang Yahudi Seandainya kalian tidak punya prinsip
uzair itu adalah anaknya Allah maka kalian akan menjadi sebaik-baik kaum maka di antara ajaran orang Yahudi
adalah mereka terlalu berlebihan terhadap uzair menganggap uzair uzair Seorang nabi menganggap uzair sebagai
putranya Allah qu lalu dibalas oleh orang Yahudi wa
innakum laantumul laakumlun masyaallahu wasyaa
Muhammad demikian pula Kalian orang-orang Islam kalian itu akan menjadi sebaik-baik kaum Seandainya
kalian tidak mengatakan atas kehendak Allah dan atas kehendak Muhammad jadi dibalas oleh
orang Yahudi
aku melewati sekelomp orang
Nasrani W orangang nasrat allahan akan
menjadibaikbaik Dib orang Nasr se perkan orang Yahudi
juga orang Islam itu kalian akan menjadi sebaik-baik kaum Seandainya kalian tidak
mengatakan ini atas kehendak Allah dan atas kehendak Muhammad as Lalu katail besok harinya di
pagi hari akbu ak aku mengabarkan kepada sebagian orang
sahabat ketika itu
wasam sampai akhirnya aku mendatangi nabi wasam dan aku Kabarkan tentang
mimpiku kepada Nabi Muhammad Sallahu wasallam lalu nabi kita mengatakan AKB
ahadan Apakah engkau sudah mengabarkan mimpi tersebut kepada salah seseorang maka thfil mengatakan Naam aku
sudah mengabarkan kepada orang-orangamallah waai kemudian nabi
wasam memuji Allah dan menyanjung Allah lalu Beliau berkata [Musik]
amuya ak
sesungguhnyail telah melihat di dalam mimpinya sebagaimana dia telah kabarkan kepada
kalian kalian dulu telah mengucapkan kalimat-kalimat yang sebenarnya saya
ingin menghalangi kalian untuk mengucapkan kalimat tersebut untuk aku melarang kalian untuk mengucapkan
kalimat tersebut namun aku terhalangi oleh sesuatu sehingga tidak bisa mencegah kalian
ya La Masyaallah wasya Muhammad jangan lagi kalian mengatakan ini atas kehendak
Allah dan atas kehendak Muhammad akan tetapi Katakanlah masyaallahu Wahdah
akan tetapi Katakanlah Masyaallah saja ini atas kehendak Allah
saja maka yang menjadi pelajaran utamanya di situ adalah bagaimana nabi alaihiatu wasalam melarang seseorang
menggandengkan kehendak Allah dengan kehendak beliau ini atas kehendak Allah dan ini atas kehendak Muhammad tidak
boleh ya pilihannya Hanya dua tadi sekali lagi ini atas kehendak Allah saja atau kemudian atas
kehendakMu pelajaran lainnya dari hadis
ini kenapa Nabi Sallallahu Ali wasallam tadi nabi tahu para sahabat mengucapkan
Masyaallah wasya Muhammad ini atas kehendak Allah dan atas kehendak Muhammad awalnya nabi tahu tapi kemudian
nabi katakan aku ingin melarang kalian mengucapkan kalimat tersebut Tapi aku
terhalangi tersibukkan oleh sesuatu yang lain makanya tidak sempat mencegah kalian untuk mengucapkan kalimat
tersebut Apa maksudnya kata para ulama
nabi belum sempat melarang para sahabat mengucapkan kalimat
tersebut karena Nabi sebelum nya masih tersibukkan dengan perkara-perkara yang
besar ini kan termasuk Syirik kecil ya Pak ya sebelumnya nabi masih fokus
dengan syirik-syirik besar terlebih dahulu ini yang dihindarkan dari para sahabat terlebih dahulu makanya kemudian
nabi terpalingkan gak sempat mengurusi Syirik kecil ini fokus ke syirik-syirik besar terlebih
dahulu maka ini memberikan pelajaran kepada kita tentang prioritas dalam
berdakwah tidak semua kemungkaran itu harus kita ingkari pak
ya di samping waktu kita akan habis ada satu kemungkaran di grup
WhatsApp misalnya diingkari ada satu kemungkaran harus diingkari satu kemungkaran harus diingkari Habis Waktu
kita nanti itu satu alasannya alasan Yang kedua tidak demikian prioritas dakwah ya
yang namanya tidak demikian fikih dakwah yang namanya fikih dakwah itu ada prioritasnya yang paling besar dosanya
ini yang diprioritaskan terlebih dahulu tidak kemudian seseorang itu dia mendiamkan kemaksiatan mendiamkan dosa
bukan berarti dia menyetujuinya dia tunda dalam rangka maslahat Tidakkah
kita sering mengambil pelajaran bagaimana nabi Alaihi salatu
Wasalam nabi sebelumnya tidak pernah menghancurkan berhala-berhala yang ada
di sekitar Ka'bah ada riwayat nabi menghancurkan berhala sebelum fthul Makkah tidak ada satuun
tidak pernah nabi menghancurkan berhala di sekitar Ka'bah padahal ini jelas Syirik
Akbar ini Syirik Akbar Pak membuat tandingan berupa patung-patung bagi
Allah subhanahu wa taala nabi baru kemudian menghancurkan berhala-berhala tersebut ketika Islam sudah kuat Makkah
sudah ditaklukkan nabi dengan tangan Beliau sendiri kemudian baru menghancurkan berhala-berhala tersebut
ini fikih dakwah seperti itu sehingga ini Saran saya kepada Ikhwan sekalian
dan akhwat kita itu jangan sumbuh pendek Ikhwan ya melihat ada kemungkaran sikit
langsung disambar langsung dibantah langsung disikut dan seterusnya orang kalau seperti itu nanti
sudah menjauh duluan perkara-perkara yang lebih asasi dosa-dosa besar kita gak bisa mengingkarinya biar dia
terhubung dengan kita terlebih dahulu dia tidak menjauh sehingga kita punya kesempatan untuk menghilangkan maksiat
yang lebih mendasar ini terlebih dahulu ya ada orang gak salat at ini
dosa besar Pak atau bahkan Dia berbuat kesyirikan ini dosa besar tapi yang Disinggung masalah jenggot masalah
celana cingkrang ini bukan perkara yang lebih asasi kalau kita sudah menyinggung
masalah itu terlebih dahulu dia lari duluan gak bisa kita mengingkari mengajak dia jangan berbuat Syirik
mengajak dia untuk salat tidak bisa karena kita lebih fokus terhadap perkara-perkara yang lebih kecil maka
fikih dakwah fikih nahi mungkar itu tidak ada masalah ketika kita
mengakhirkan bukan kita membiarkan tapi kita akhirkan pengingkaran terhadap dosa-dosa kecil ini diakhirkan terlebih
dahulu supaya kita masih bisa mengingkari perkara-perkara yang lebih mendasar ini ya Sehingga demikian di
antara pelajaran dari hadis tadi nabi tidak mengingkari pada awalnya para sahabat mengatakan
Masyaallah nabi biarkan ini terlebih dahulu karena ada perkara-perkara besar terlebih dahulu yang ingin nabi luruskan
setelah itu sudah settle sudah beres baru kemudian nabi menyinggung masalah
tersebut Haza wallahuam yang sedikit ini mudah-mudahan
ada manfaatnya Insyaallah kita masih ada dua pekan lagi dua pertemuan
ee sebelum kita libur di Pekan ke4 Desember Insyaallah wallahuam untuk
pekan berikutnya Apakah kita akan lanjutkan bab berikutnya ataukah kita akan
ee selingkan pengajian yang lainnya dalam dua pekan tersebut ee mohon ditunggu pengumumannya lebih lanjut
nanti kita akhiri pertemuan kali ini wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala
alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa
atubu ilaikalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."