/
Makna Laa Ilaha Illallah (Kitab Tauhid)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Tauhid - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-5 dalam seri Kitab Tauhid yang membahas tentang makna laa ilaha illallah (kitab tauhid)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
bapak-bapak ibu-ibu ikhwan akhwat para hadirin dan hadirat para pemirsa di mana
pun anda berada rahimani warahimakumullahu jaman Alhamdulillah kita kembali
panjatkan syukur kita kepada Allah subhanahu wa taala karena pada malam hari ini kita dipertemukan oleh Allah
subhanahu wa taala berkumpul di majelis ini di masjid ini dalam rangka kita
melanjutkan pelajaran kita mempelajari kitabut tauhid dan kita sudah membahas dari
kitab Tauhid beberapa bab yang pertama tentang keutamaan
tauhid lalu kita bahas mengenai ee di antara ganjaran tauhid adalah seseorang
itu dia bisa masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab kalau dia menerapkan tauhid
kemudian kita membahas tentang lawan dari tauhid yaitu kesyirikan, bagaimana kita diperintahkan untuk takut memiliki
rasa khawatir agar tidak terjerumus kepada kesyirikan lalu yang terakhir kita bahas mengenai keutamaan
mendakwahkan ee kalimat tauhid yaitu Lailahaillallah. maka pada pertemuan kali
ini penulis akan ee membawakan bab yang lainnya yaitu
beliau ingin menekankan kembali tentang definisi dari tauhid. apa esensi, apa
hakikat dari tauhid. makanya judul bab yang berikutnya yaitu tentang Tafsir
tauhid dan Syahadat Lailahaillallah. maka sebelum kita baca
bab ini, ada dua catatan yang pertama Mari kita perhatikan judulnya yaitu tafsir tauhid dan Syahadat
Lailahaillallah dan di sanaunjuk menunjukkan kesetaraan
ya. Jadi maksudnya penulis ingin menunjukkan esensi dari tauhid itu adalah Lailahaillallah atau Lailahaillallah
itulah dia yang disebut sebagai tauhid sehingga nama lain dari Lailahaillallah
adalah kalimat tauhid kalau ada yang mendengar istilah kalimat tauhid maka
itulah dia kalimat Lailahaillallah.
makanya penulis menyebutkan istilahnya di sana tafsir tauhid dan
Lailahaillalla,h ini menunjukkan kesetaraan d yaitu itulah dia Lailahaillallah. Kemudian yang kedua
catatan sebelum kita membaca bab ini ee Ini adalah bab yang terakhir yang akan dibawakan oleh penulis yang sifatnya umum kita bahas pada bab-bab
sebelumnya ini masih berupa ee landasan ya istilahnya seperti landasan teorinya,
landasan konsepnya. nah dimulai dari bab berikutnya nanti akan sudah membahas
bab-bab yang sangat terperinci, bab-bab yang sifatnya Amaliah akan melihat kita
akan melihat praktik-praktik kesyirikan itu seperti apa. mungkin Bapak Ibu merasa
beberapa pertemuan di awal ini masih seperti mengawang-ngawang, masih seperti tatarannya konsep ya masih seperti teori.
memang demikian kita dalam belajar termasuk dalam Bab tauhid ini di kitabut tauhid disampaikan oleh penulis terlebih
dahulu landasan teorinya. Apa itu Tauhid? Apa keutamaan tauhid? Apa itu Syirik?
bahaya Syirik. Seperti apa kita mulai dari hal seperti itu baru dimulai pertemuan berikutnya nanti Insyaallah
kalau Allah berikan kesempatan kita akan membahas yang lebih terperinci maka ini dia BAB yang terakhir yang berupa
pembahasan yang umum kita baca bab tafsir tauhid dan seterusnya.
baik silakan dan FirmanNya orang-orang yang mereka seruh itu mereka sendiri mencari
jalan kepada Tuhan mereka. Siapa di antara mereka yang lebih dekat kepada Allah dan mereka mengharapkan rahmat-nya
serta takut akan siksanya sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang harus
ditakuti Quran surat al-isra ayat 57 baik ini dia ayat yang pertama yang
dibawakan oleh penulis di dalam bab ini yaitu surah al-isra ayat
57 namun kalau di buku yang kita pegang itu ee ayatnya kurang lengkap dibawakan
di sana namun terjemahnya sudah lengkap akan saya bawakan nanti ee versi
lengkapnya akan saya bacakan ee teks Arabnya yang lebih lengkap kutipan ayatnya yang lebih lengkap namun sebelum
kita membahas Ayat tersebut baik sebelum kita membahas Ayat
tersebut tentang pentingnya bab ini dan apa yang ingin disampaikan oleh penulis
di dalam bab ini beliau akan membawakan beberapa buah Ayat apa yang diinginkan oleh penulis dari beberapa ayat tersebut
yaitu beliau ingin menekankan tentang pemahaman tauhid yang benar itu seperti
apa apa esensi dari tauhid kita belajar Kitab Tauhid kita
belajar selama beberapa pertemuan tentang Tauhid apa yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa taala dengan Tauhid
itu sehingga ada
beberapa pemahaman yang keliru terkait tauhid yang perlu kita ketahui.
Bapak Ibu sekalian, yang pertama sebagian orang memaknai tauhid itu hanya dalam hal rububiyah Allah saja.
jadi seperti ini, sebagian orang memahami makna Lailahaillallah itu cukup mengakui
Allah subhanahu wa taala ah sebagai pencipta, ini pemahamannya Ahlul
kalam para ahli filsafat dan juga beberapa aliran dalam
tubuh umat Islam yang terpengaruh oleh ilmu filsafat seperti ini maka sebagian
orang punya tafsiran terhadap Lailahaillallah itu adalah tidak ada pencipta selain Allah ini tafsir
Lailahaillallah menurut sebagian orang maka tafsir seperti ini bukan tafsir
yang benar Pak yang diinginkan dari Lailahaillallah itu bukan pengakuan Allah sebagai pencipta bukan itu ya
karena sudah berulang-ulang kita bahas terkait hal ini tidak cukup seseorang itu mengakui Allah subhanahu wa taala
sebagai pencipta orang-orang kafir Quraisy yang diperangi oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pun
mereka mengatakan mengakui Allah sebagai pencipta sehingga bukan definisi atau
Terjemah dari Lailahaillallah adalah tidak ada pencipta selain Allah bukan ini yang
diinginkan dan kalau Bapak Ibu sekalian merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah subhanahu wa
taala menggunakan akal sehatnya untuk merenungi ada atau tidak
pencipta maka bapak ibu akan berhasil menemukan, akan berhasil menyimpulkan
bahwasanya pencipta itu ada, pasti akan berhasil menemukan pencipta itu
ada.
namun orang-orang yang mereka hanya merenungi ayat-ayat kauniah, merenungi
alam semesta tanda-tanda kebesaran Allah Bagaimana teraturnya alam semesta ini
teraturnya tata surya dan seterusnya hanya akan menyimpulkan
adanya pencipta. seseorang tidak akan kemudian dia berhasil menyimpulkan berdasarkan kan pengamatan saya Allah adalah satu-satunya sesembahan tidak bisa
seseorang bisa mengetahui Allah adalah satu-satunya sesembahan itu setelah dia membaca al-quran Setelah dia melihat
petunjuk dari nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam makanya contoh yang sering saya bawakan
orang-orang sering Pak dia bertadabur dengan keilmuannya masing-masing ya Saya
punya teman di Inggris orang Indonesia guru besar matemati tika di Inggris
orang Indonesia jadi guru besar di sana dia punya buku di dalam ilmu matematika saya
menemukan Tuhan dia punya judul buku seperti itu Nah maka Tuhan yang dia maksud di sini adalah Tuhan dalam hal
pencipta berdasarkan perenungan dia terhadap ilmu yang dia miliki ilmu terkait matematika tidak mungkin Tuhan
itu tidak ada pasti ada pencipta nah sehingga perunungan seseorang melalui
keilmuan yang dia miliki atau melalui pengamatan dia terhadap alam semesta ini
hanya akan menyimpulkan bahwasanya pencipta itu ada tidak kemudian mendorong dia untuk
mengakui Allah adalah satu-satunya sesembahan.
sehingga yang pertama tafsir yang keliru terkait Lailahaillallah atau tafsir yang keliru terkait tauhid sebagian orang menganggap tauhid itu
adalah yang penting saya mengakui Allah sebagai pencipta, bukan ini. yang kedua di antara bentuk penafsiran
sebagian orang seb tentang kalimat tauhid atau tentang Tauhid adalah
kekeliruan yang dimiliki oleh kelompok yang disebut sebagai kelompok muktazilah Pak, muktazilah ini adalah kelompok yang
sangat ekstrem mereka punya semangat untuk mengesakan Allah subhanahu wa taala,
Allah tidak boleh diserupakan dengan makhlukNya ini definisi tauhid mereka sehingga apa konsekuensinya bagi mereka
orang yang bertauhid itu adalah orang-orang yang menolak seluruh sifat-sifat Allah, Allah tidak mendengar,
Allah tidak melihat, Allah tidak punya tangan, Allah tidak turun, Allah tidak bersemahyam di atas arasy dan
seterusnya. Allah tidak mencintai hamba-hambanya dan seterusnya ini
definisi tauhid menurut kelompok muktazilah. Kenapa spirit mereka adalah
ingin mengesakan Allah? ingin mentauhidkan Allah? kata mereka kalau Allah mendengar sama dengan manusia,
manusia mendengar kalau Allah melihat sama dengan manusia, manusia juga melihat.
makanya kemudian kelompok muktazilah, mereka menolak seluruh sifat-sifat Allah.
Allah tidak mendengar, Allah tidak melihat, Allah tidak menyayangi, Allah
tidak mencintai, Allah tidak Rida, Allah tidak marah, mereka tolak semua sifat-sifat allah. spirit mereka adalah
ingin mentauhidkan Allah subhanahu wa taala namun ini adalah spirit yang
diwujudkan dengan cara yang salah ya. Sehingga ini tafsir tauhid yang kedua yang keliru. Dan tafsir tauhid yang
ketiga yang keliru yaitu pemahaman yang disebut sebagai ittihadiah, apa itu itihadiah? yaitu
bersatunya makhluk dengan Allah pak! ini ada Pak! Isah itui ada sebagan orang diaikiemahaman namanya tauhid itu kita
mengesakan Allah kesimpulannya Allah itu bersatu dengan makhluk. Barang siapa menganggap
Allah itu terpisah dari makhlukNya artinya dia telah menyekutukan Allah.
bukan ini definisi tauhid, bukan tiga definisi ini dari definisi tauhid.
definisi tauhid yang benar adalah Lailahaillallah, Apa itu
Lailahaillallah? tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali
Allah. jadi Lailahaillallah itu adalah terkait uluhiyah, Lailahaillallah itu
adalah terkait peribadatan mengesakan Allah dalam hal
peribadatan. Bagaimana caranya seluruh peribadatan itu hanya tertuju kepada
Allah subhanahu wa taala. ini yang tidak ada pada diri orang-orang kafir Quraisy
orang-orang kafir Quraisy mengakui Allah sebagai pencipta namun tidak menjadikan mereka menyembah Allah semata mereka
mengakui Allah sebagai pencipta namun mereka masih memiliki ratusan-ratusan berhala mereka menyembah berhala-berhala
tersebut baik kita lihat ayat yang pertama kata Allah subhanahu wa
taala kita buka ayatnya yang lebih lebih lengkap dalam surat al-isra ayat
57 baik kata Allah subhanahu wa taala ulaikalladina yaduna yabtaguna
ilabihimul wasilata ayyuhum aqrobu waarjuna rahmatahu wakhofuna
adabahu innaaba rbika kaana mahur yang artinya orang-orang yang
mereka seru itu yang mereka beribadah kepada mereka itu mereka sendiri mencari
jalan kepada Tuhan mereka. Siapa di antara mereka yang lebih dekat kepada Allah dan mereka mengharapkan rahmatnya
serta mereka takut atas siksa Allah Sesungguhnya siksa Tuhanmu itu adalah
sesuatu yang harus
ditakuti
sehingga Bapak Ibu sekalian ikhwan akhwat rahimani wa rahimakumullahu Jamian apa hubungannya
ayat yang telah dibawakan oleh penulis tadi tentang Tafsir
Lailahaillallah baik hubungan ayat ini dengan bab ini
coba diperhatikan dalam ayat ini Allah subhanahu wa taala sedang menceritakan
kelakuan orang-orang musyrik orang-orang yang menyekutukan Allah Allah ceritakan kondisi mereka
bagaimana kondisi mereka kata Allah subhanahu wa taala mereka itu
menyeru sesembahan-sesembahan selain Allah ya mereka menyeru sesembahan-sesembahan selain Allah
mereka beribadah kepada sesembahan-sesembahan selain Allah yang pada hakikatnya sesembahan-sesembahan selain Allah ini mereka sendiri mencari
jalan kepada Tuhan mereka supaya mereka itu bisa mendekat kepada Allah subhanahu wa
taala dan mereka mengharapkan rahmatnya yaitu orang-orang yang mereka sembah ini
mereka sendiri mengharapkan rahmat Allah Mereka takut terhadap siksa Allah dan sesungguhnya siksa Allah adalah sesuatu
yang harus ditakuti. jadi Maksudnya seperti ini Pak, orang-orang Nasrani menyembah Isa
padahal kata Allah subhanahu wa taala Isa sendiri itu berupaya mendekat kepada Allah subhanahu wa taala, Isa sendiri itu
dia mengharapkan kasih sayang Allah, Isa sendiri takut terhadap azab Allah, ini
maksudnya orang-orang musyrik sebagiannya mereka menyembah malaikat padahal malaikat itu berupaya Bagaimana
caranya bisa mendekat kepada Allah, malaikat itu mengharapkan rahmat Allah dan takut atas azab Allah
sebagian orang menyembah orang-orang Saleh padahal orang-orang Saleh itu mereka juga berupaya untuk mendekat kepada Allah,
Mereka takut kepada Allah dan mengharapkan rahmat Allah. jadi maksudnya pada ayat ini Allah ingin menunjukkan bent kesyirikan itu adalah ketika orang-orang mereka itu beribadah kepada orang-orang Saleh seperti ini ya bentuk kesyirikan di antara bentuk kesyirikan adalah ketika para Manusia
mereka beribadah kepada orang-orang Saleh yang pada hakikatnya orang-orang Saleh ini pun berupaya untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa taala nah sehingga poinnya adalah lihat Allah menyebutkan ini dia bentuk kesyirikan itu dan Allah tidak menyebutkan yang namanya kesyirikan
ketika orang ketika manusia mengakui adanya pencipta selain Allah bukan ini yang Allah sebutkan sebagai kesyirikan ya tadi kita sebutkan sebagian orang menafsirkan tauhid itu cukup mengakui Allah sebagai pencipta ini pemahaman sebagian orang mengakui Allah sebagai pencipta sudah cukup tidak cukup sampai
situ Pak Bukan itu esensi dari tauhid esensi dari tauhid adalah mengakui Allah sebagai satu-satunya sesembahan makanya di sini Allah sebutkan contohnya orang-orang yang tidak melaksanakan tauhid yaitu orang-orang yang mempraktikkan kesyirikan apa yang mereka lakukan mereka beribadah kepada
orang-orang Saleh sehingga itulah dia relevansi Kenapa penulis membawakan ayat ini di dalam bab ini saya ulangi lagi Allah tidak menyebutkan kesyirikan di dalam di dalam di ayat ini bentuk kesyirikan itu adalah ketika seseorang mengakui adanya pencipta selain Allah tapi yang Allah tekankan adalah kesyirikan itu adalah ketika seseorang itu dia menyembah orang Saleh ini dia ya
Sehingga Ee kita itu itu dia pelajaran utama dari ayat
ini dan kita bisa mengambil faedah lainnya Bapak Ibu sekalian rahimani wa rahimakumullahu
Jamian di antara pelajaran lainnya dari ayat ini sudah beberapa kali saya sampaikan
terkait hal ini kata para ulama Pak kesyirikan di
zaman dulu Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam diutus itu di kota Makkah itu
lebih mending dibandingkan dengan kesyirikan di zaman sekarang kesyirikan
sekarang itu jauh lebih parah daripada kesyirikan di zaman dulu
Apa maksudnya kita bisa melihat dari tiga hal Salah satu dari tiga hal tersebut
kita lihat pada ayat ini coba perhatikan Pak Allah dalam ayat
ini sedang mengkritik praktik kesyirikan di zaman dulu ketika orang dulu mereka
beribadah kepada orang-orang Saleh Pak sehingga mereka menjadikan orang-orang Saleh itu sebagai
sesembahan ini yang Allah kritik dalam ayat ini sehingga Pak, di zaman dulu kesyirikan
itu terjadi mereka menyembah orang Saleh Pak. memang orang Saleh yang disembah Pak,
yang disembah itu memang orang Saleh. Adapun di zaman sekarang objek
dari kesyirikan itu yang disembah itu adalah orang-orang fajir Pak, Para Pendosa yang disembah
itu yang disembah itu adalah Para Pendosa ya
kita tahu Bagaimana praktik sebagian orang ngalap berkah di sebuah tempat yang di mana Di sana dianggap tempat keramat, makam keramat, yang makam
tersebut pada hakikatnya berdasarkan cerita adalah seseorang yang dia berzina dengan ibunya sendiri apa nama daerahnya
Pak? seorang dia berzina dengan ibunya di sebuah bukit mati dimakamkan di situ
lalu orang kemudian berbondong-bondong ke sana ngalap berkah beribadah kepada kubur tersebut. lihat yang diibadahi
adalah pelaku maksiat berzina dengan ibunya, sendiri mending zaman dulu yang diibadah itu betul-betul orang
Saleh. belum lagi zaman sekarang yang viral akhir-akhir ini membagikan foto katanya foto-foto orang-orang tertentu supaya
dilapangkan rezeki Pak, ya Wali Wali Majdub itu Pak yang dianggap sebagai wali Majdub.
yang punya karamah-karamah itu Pak, yang oleh sebagian orang disembah, oleh sebagian orang disembah dan kita lihat
kelakuannya Pak, kita lihat kelakuannya ke mana-mana itu hanya pakai celana pendek tidak pakai baju, tidak pakai
celana. Bagaimana seorang menyembah pelaku maksiat seperti ini minimal maksiat dia adalah tidak menutup aurat,
ini minimal maksiat dia dan banyak maksiat-maksiat dia yang lainnya ya, banyak maksiat-maksiat ya yang lainnya
tapi sekali lagi poinnya adalah bagaimana Allah sebutkan tadi orang-orang dulu kelakuan kesyirikan
mereka itu adalah menyembah orang-orang Saleh betul-betul orang Saleh Pak, yang
kedua mending kesyirikan orang-orang dulu Pak, orang-orang dulu itu hanya menyekutukan Allah dalam hal
peribadatan dalam hal penciptaan mereka mengakui Allah yang menciptakan kami,
Allah yang memberikan kami rezeki, namun mereka tetap beribadah kepada selain Allah jadi hanya dalam hal uluhiah dalam
rububiah mereka mengimani Allah.
Adapun pelaku kesyirikan di zaman sekarang tidak beriman kepada Allah, menyekutukan
Allah dalam kedua hal ini Pak .dia tidak menyembah Allah subhanahu wa taala dan dia juga tidak mengakui Allah subhanahu
wa taala sebagai penciptanya. dia mengakui ada yang lain selain Allah yang
menguasai daerah daerah tertentu, ada yang lain yang bisa mendatangkan rezeki kepada saya dan seterusnya. sehingga
mereka mencoreng rububiah dan uluhiyah sekaligus yang ini tidak terjadi di
zaman dulu. zaman dulu mereka mencoreng utamanya dalam hal uluhiyah ya kemudian yang ketiga yang
menunjukkan parahnya kesyirikan di zaman sekarang dibandingkan dengan zaman dulu orang-orang zaman dulu mereka ketika
mereka dalam keadaan sempit mereka akan mentauhidkan Allah subhanahu wa taala
sebagaimana Allah sebutkan dalam Alquran ketika mereka terombang-ambing di lautan
termakan ombak yang besar kemudian mereka mentauhidkan Allah mengikhlaskan doa mereka kepada Allah subhanahu wa
taala tapi ketika Allah sudah selamatkan mereka dalam kondisi lapang kemudian
mereka menyekutukan Allah kembali. yang ini lebih parah kondisinya di zaman sekarang sempit lapang sama-sama menyekutukan
Allah subhanahu wa taala. sehingga inilah Kenapa kata para ulama kesyirikan di zaman kita sekarang itu jauh lebih parah
daripada kesyirikan di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dulu
baik, kita baca ayat berikutnya dan FirmanNya dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada Bapak dan kaumnya,
Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah kecuali Allah DDzat
yang telah menciptakan aku karena hanya Dia yang akan menunjukkan kepada jalan kebenaran Quran Surah Az Zumar ayat 26 Sai
27 baik ayat ini adalah ayat yang berikutnya yang dibawakan oleh penulis untuk menunjukkan bahwasanya esensi dari
tauhid, hakikat dari tauhid itu adalah mengesakan Allah subhanahu wa taala dalam hal
peribadatan di sini Allah subhanahu wa taala mengisahkan tentang perkataan nabi
Ibrahim ketika Nabi Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kepada kaumnya maka
Ibrahim itu diuji dengan bapaknya ya Ibrahim diuji dengan
bapaknya yang tidak mau beriman. para Nabi mereka diuji dengan
berbagai bentuk ujian ada yang diuji dengan bapaknya ada yang diuji dengan bapaknya
tidak mau beriman bapaknya kafir ada yang diuji dengan anaknya anaknya yang kafir ada yang diuji dengan istrinya
Istrinya yang kafir sehingga ujian para nabi itu berbeda-beda.
Ibrahim termasuk nabi yang diuji dengan bapaknya sendiri, bapaknya kafir tidak mau beriman apa yang dikatakan oleh Ibrahim kepada
bapaknya dan kepada kaumnya in .Sesungguhnya aku berlepasi dari apa
yang kalian sembah illalladzi ftharani kecuali Allah Dzat yang telah
menciptakan aku lihat yang menjadi pelajaran utamanya adalah perkataan
Ibrahim mimma tabudun ya aku berlepas diri kata Ibrahim dari apa yang kalian
ibadahi itu dari apa yang kalian sembah itu. sehingga ini menunjukkan inilah Dia
esensi dari tauhid itu Pak, menetapkan berbagai jenis peribadatan itu hanya
untuk Allah subhanahu wa taala dan menafikan menolak semua bentuk
peribadatan kepada selain Allah. lagi-lagi di sini kalimatnya adalah beribadah atau menyembah sehingga
hakikat dari tauhid itu adalah masalah mengesakan sesembahan atau mengesakan
peribadatan kita kepada Allah subhanahu wa
taala. nah sehingga pelajaran lainnya dari ayat ini juga menunjukkan kepada kita pak ya,
tidak cukup seseorang itu kalau dia ingin menjalankan tauhid yang sempurna tidak cukup bagi dia kalau
dia hanya beribadah kepada Allah kemudian dia tidak menolak
sesembahan-sesembahan selain Allah karena ada sebagian orang Pak dia
mengaku kami ini orang Islam orang-orang yang Bert adapun orang-orang kelompok-kelompok
yang lain tidak sejalan dengan kami misalnya kelompok syiah mereka menyembah
Husein dan kelompok-kelompok yang lainnya yang mereka menyembah kuburan mereka itu adalah saudara-saudara kami
ya mereka adalah saudara-saudara kami kata mereka dalam nada mereka tidak ada
berlepas diri dari hal-hal tersebut dalam nada mereka membiarkan hal-hal tersebut maka seperti ini tidak cukup
pak
seseorang itu dia baru sempurna tauhidnya ketika dia menetapkan Saya
hanya mau beribadah kepada Allah dan sesembahan-sesembahan selain Allah itu tidak benar itu semua tidak benar dan
itu semua adalah batil barulah kemudian tauhid seseorang itu baru sempurna
sebagaimana tadi perkataan Ibrahim aku berlepas diri dari semua yang kalian sembah itu aku berlepas diri itu semua
tidak benar itu semua adalah keliru yang benar adalah hanya menyembah Allah subhanahu wa taala
semata sehingga tauhid yang benar kita menetapkan dan kita juga harus menolak
sesembahan-sesembahan selain Allah subhanahu wa taala baik ayat yang
ketig dan FirmanNya mereka menjadikan orang-orang Alim dan pendeta-pendeta
mereka sebagai tu-tuan Allah dan mereka mempertuhankan pula Almasih putra Maryam
Padahal mereka itu tiada lain hanyalah diperintahkan untuk beribadah kepada satu sembahan Ti ada sembahan yang hak
selain Dia Maha Suci Allah dari perbuatan Syirik mereka Sur surat ataubah ayat 31 baik sama ayat ini dalam
surah at-taubah ayat 31 hakikatnya sama yaitu penulis ingin menunjukkan bahwasanya esensi dari tauhid itu adalah
mempersembahkan seluruh peribadatan kepada Allah subhanahu wa taala kalau
mau digaris bawahi kita lihat pada terjemahnya di situ perkataan ee Allah
subhanahu wa taala Padahal mereka itu tiada lain hanyalah diperintahkan untuk
beribadah kepada satu sesembahan saja.
lihat yang dibicarakan adalah masalah peribadatan masalah uluhiyah masalah ibadah bukan yang Allah tekankan adalah
pengakuan bagaimana mereka mengakui Allah sebagai pencipta tidak berhenti di situ tapi yang Allah inginkan adalah
bagaimana mereka itu mengakui Bahwasanya Allah subhanahu wa taala adalah satu-satunya sesembahan yang berhak
untuk ditujukan kepadanya seluruh jenis peribadatan kemudian pelajaran yang lainnya dari ayat ini Bapak Ibu sekalian perlu kita
perhatikan Bagaimana Allah mengatakan tentang perbuatan kesyirikan orang
orang-orang di zaman dulu Pak apa yang mereka lakukan mereka menjadikan orang-orang saleh ya mereka menjadikan
orang-orang Alim dan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah
Artinya mereka menyembah para pendeta mereka menyembah orang-orang saleh dan
juga di sini Allah sebutkan mereka juga menjadikan Almasih putra Maryam sebagai
sesembahan selain Allah sehingga berdasarkan ayat ini ini
dan juga ayat yang pertama tadi yang sudah kita baca dan kita pelajari juga dari dua ayat ini menunjukkan kepada
kita Pak bagaimana keberadaan orang Saleh itu bisa menjadi fitnah bagi
sebagian orang pak bisa menjadi ujian bagi sebagian orang fitnah maksudnya adalah
ujian oleh karena itulah syariat kita Syariat agama Islam
Pak, melarang keras dan menutup celah-celah Bagaimana dicegah seseorang
itu jangan sampai dia bersikap berlebih-lebihan kepada orang Saleh.
ditutup berbagai celah Pak, supaya tidak terjerumus kepada perbuatan mengangkat
orang-orang Saleh sebagai sesembahan selain Allah. banyak sekali syariat-syariat yang menunjukkan hal
tersebut misal Apa tujuan tidak boleh membuat
patuh tidak boleh menggambar makhluk hidup Apa tujuannya
pak untuk menutup celah terjadinya kesyirikan dalam hal orang Saleh ini
karena ini dulu kejadian nyata di zaman Nabi Nuh ya perlu kita ketahui
kesyirikan itu pertama kali terjadi di zaman Nabi Nuh Apa sebabnya disebabkan
oleh orang-orang di zaman itu mereka membuat patung orang-orang
Saleh ada Li orang Saleh di zaman dulu betulan orang Saleh Pak mereka Ahlul
ibadah banyak bersedekah dan seterusnya sehingga ketika mereka wafat setan
datang membisiki umat manusia ketika itu kata setan ayo kita bikin patung untuk
mengingat mereka mengingat orang-orangeh ini tujuan baik k setan kalau kalian
melihat pat tersebutalian akan teringat dengan kebaikan-kebaikan orang Saleh tersebut kemudian kalian akan
termotivasi untuk beribadah awalnya dan ini tercapai pada
generasi awal bagaimana sabarnya setan itu Pak untuk menjerumuskan manusia dia
bersabar sampai akhirnya generasi itu habis datang generasi berikutnya mereka
tidak tahu Apa sejarahnya dibuat patung ini, mereka tidak tahu Apa sejarahnya patung ini, sampai akhirnya berubah
Mereka kemudian menyembah patung orang Saleh tersebut.
maka itu dia Contohnya bagaimana Agama kita datang untuk memberikan peringatan kepada kita Jangan
bersikap berlebihan kepada orang Saleh sampai-sampai nanti jangan sampai terjerumus kepada perbuatan menyekutukan
Allah dengan mengangkat mereka ini sebagai sembahan-sembahan selain Allah Makanya juga dalam hal ini banyak
sekali aturan-aturan terkait kuburan Pak Apa tujuan Pak dalam hal kuburan ini
Islam adalah agama yang sangat ketat dalam hal kuburan tidak boleh
diemen tidak boleh ditinggikan ya tidak boleh seseorang itu salat di
kuburan tidak boleh salat di kawasan pekuburan hukumnya haram tidak sah Salatnya ya ini pak contoh Pak ya
samping kita ini misal pak misal salat Jumat Mudak Pak atau salat ID misalnya
Mudak lalu orang inisiatif lompat ke pagar sana Pak tidak ada tempat lagi maka
orang-orang yang salat di sana hukumnya tidak sah pak karena salat di dalam kawasan pekuburan hukumnya tidak sah ya
di kawasan pekuburan hukumnya salatnya tidak sah kecuali untuk salat jenazah ya kalau
untuk salat jenazah diperbolehkan. Nah maka maka ini salah satu contohnya Bagaimana
Islam berhati-hati ya memberikan peringatan-peringatan jangan sampai
berlebih-lebihan terhadap orang Saleh karena kalau Islam tidak ketat dalam hal kuburan Ya sudah ketat saja kita sudah
melihat banyak praktik Bagaimana kesyirikan banyak terjadi di sekitar kuburan orang-orang mendatangi
kuburan-kuburan orang Saleh berdoa di sana meminta kepada orang yang ada dalam kubur itu ini Demikian sudah ketatnya
masih di zaman ini orang-orang melanggar hal tersebut bagaimana lagi kalau tidak ada aturan
yang ketat seperti itu.
sehingga tadi saya katakan ya bagaimana dari zaman ke zaman banyak praktik kesyirikan itu sebabnya adalah mereka
terfitnah dengan keberadaan orang Saleh ini sehingga Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam pun mengatakan jangan kalian itu bersifat E apa itra ya yaitu jangan kalian berlebih-lebihan terhadapku
sebagaimana berlebih-lebihannya orang-orang Nasrani terhadap Isa ya jangan kalian berlebih-lebihan terhadap
diriku sehingga kita terhadap Nabi Muhammad saja tidak boleh berlebihlebihan apalagi kepada
orang-orang yang levelnya di bawah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.
baik, ayat berikutnya dan FirmanNya di antara sebagian manusia ada yang menjadikan tuhan-tuhan tandingan selain Allah mereka menctainya
sebagaimana mereka mencintai Allah adapun orang-orang yang beriman Le bes
kepada ayat berikutnya dari surah Albaqarah 165 ini juga contoh kesyirikan
yang Allah sebutkan prakk kesyirikan yang dikritik oleh Allah subhahu wa ta taala yang terjadi
pada orang-orang di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dulu apa itu bentuk praktiknya kata Allah subhanahu
wa taala waminannas yattakhidu Min dunillah andadan yuhibbunahum
kahubbillah di antara sebagian manusia itu ada yang menjadikan tuhan-tuhan tandingan selain Allah mereka
mencintainya mereka mencintai sesembahan selain Allah itu sebagaimana mereka mencintai Allah Adapun orang-orang yang
beriman maka lebih besar cintanya kepada Allah subhanahu wa taala Apa hubungan
ayat ini dengan tafsir tauhid Lailahaillallah ya di sini Allah subhanahu wa taala menyebutkan Salah
satu bentuk ibadah Salah satu bentuk ibadah adalah
cinta. Mencintai Allah subhanahu wa taala adalah di antara bentuk ibadah maka
orang-orang musyrik di zaman dulu mereka memalingkan cinta kepada Allah ini kepada sesembahan-sesembahan selain
Allah ya mereka memalingkan peribadatan berupa rasa cinta kepada
sesembahan-sesembahan selain Allah
Itulah yang sedang Allah kritik dalam ayat ini praktik mereka mereka lebih mencintai sesembahan-sesembahan atau mereka mencintai sesembahan-sesembahan tersebut sebagaimana mereka mencintai Allah Artinya mereka mencintai mereka menyekutukan Allah dalam hal cinta ya
dan Cinta adalah salah satu bentuk ibadah Sehingga kesyirikan dalam hal cinta itulah dia kesyirikan dalam hal peribadatan sehingga Kenapa penulis
membawakan ayat ini sekali lagi beliau ingin menunjukkan bahwasanya esensi dari tauhid itu adalah
mengesahkan Allah subhanahu wa taala dalam hal peribadatan yang salah satu bentuk peribadatan tadi adalah mencintai
Allah subhanahu wa taala kita baca dalil yang terakhir yang dibawakan oleh oleh
penulis di dalam bab ini di dalam kitabahih dari nabi sallahuaihi wasam bersabda Barang siapa
yang mengucapkan laahaallah dan mengingki sesembahan selain Allah maka dan darahnya teragaun per kepada Allah
baik hadis yang di bawakan oleh penulis ini merupakan dalil yang terakhir yang
beliau bawakan di dalam bab ini yang tujuan utamanya sama beliau ingin menunjukkan bahwasanya esensi dari
tauhid itu bukan semata-mata mengesakan Allah sebagai pencipta namun esensi dari
tauhid adalah mengesakan Allah sebagai satu-satunya yang berhak untuk disembah.
kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Barang siapa yang mengucapkan Lailahaillallah dan mengingkari sesembahan-sesembahan selain Allah
sehingga di sini sangat jelas sekali yang disebutkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam wa kafaro Bima
Yad minunillah dan mengingkari bentuk-bentuk sesembahan selain Allah subhanahu wa taala ini dia dari esensi dari Tauhid Dalam hal peribadatan ya
maka kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Barang siapa yang melakukan hal tersebut maka harta dan darahnya itu
haram terjaga wisabuhuallah Adapun masalah perhitungannya kita serahkan kepada Allah subhanahu wa taala maksudnya Ketika seseorang itu dia sudah
mengatakan Lailahaillallah dia mengatakan saya mengingkari semesembahan selain Allah perkara benar atau tidak
ikrarnya tersebut Perkara apa yang ada dalam hatinya itu benar atau tidak jujur atau tidak dia melakukan hal tersebut
itu urusan Allah Subhanahu Wa Ta Allah yang nanti akan menghisabnya pada hari kiamat ya namun yang menjadi
pelajaran utama kita dalam hadis ini yaitu Bagaimana sekali lagi esensi dari
tauhid itu adalah masalah peribadatan kita harus mempersembahkan seluruh jenis
peribadatan kita kepada Allah subhanahu wa taala.
kemudian yang terakhir penulis mengatakan di sana tentang judul-judul ini terdapat pada bab-bab yang berikutnya jadi di
bab-bab berikutnya kita akan mulai masuk membahas secara terperinci dan secara
lebih jelas secara praktik bentuk-bentuk kesyirikan itu seperti apa bentuk-bentuk
tauhid itu seperti apa misalnya dimulai dari pertemuan berikutnya kita akan melihat praktik kesyirikan berupa
memakai jimat hukum-hukum yang terkait hal ini kemudian nanti akan membahas tentang rukiah
masalah sihir dan seterusnya ya lebih jelas nanti kita akan bahas pada bab-bab
berikutnya mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala memberikan kemudahan. wallahuam
wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam
Masih ada waktu yang tersisa barangkali bisa kita gunakan untuk tanya jawab
baik hukum tawasul nanti kita bahas pada babnya sendiri Pak, ada bab khusus nanti tentang tawasul Insyaallah kita tunda terlebih dahulu jawabannya nanti ada
perinciannya di sana. pelaku Syirik sama dengan murtad Tergantung kesyirikannya kesyirikan apa nanti akan kita bahas juga ada Syirik
besar ada Syirik kecil diantara kekui dariik besaral membatalkan keislaman seseang Yakan isaman seorang namun ini
dari sudut pandang perbuatannya Pak Ya. maksudnya kalau kita melihat ada seseorang Dia berbuat kesyirikan tidak
kemudian kita katakan Dia kafir secara otomatis tidak ya bisa jadi di sana nanti Ada faktor-faktor penghalangnya
bisa jadi dia tidak tahu bisa jadi dia terpaksa dan seterusnya Namun kita lihat dari sudut pandang perbuatannya orang
yang melakukan perbuatan kesyirikan Akbar Syirik besar maka batal Islamnya demikian nanti akan ada pembahasan lebih
Rici terkait hal tersebut baik kita cukupkan karena sudah waktu ee Isya
wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu
alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik tumalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."