/
Kesyirikan pada Jimat (Kitab Tauhid)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Tauhid - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-6 dalam seri Kitab Tauhid yang membahas tentang kesyirikan pada jimat (kitab tauhid)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
hadiratillah usannya memanjatkan rasa syukur kita dan memuji Allah subhanahu
wa taala atas berbagai nikmat yang Allah berikan kepada kita yang mana pada malam
hari ini salah satu nikmat tersebut adalah kita kembali diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk bisa berkumpul
dalam rangka melanjutkan pelajaran kita membaca kitabut tauhid karya Syekh
Muhammad atamimi rahimahullahu taala rahmatan wasiatan
langsung saja kita akan melanjutkan pelajaran kita dari mana kita berhenti di pekan yang lalu maka sebagaimana sudah saya Sebutkan dimulai
dari bab ini dimulai dari pertemuan ini Bapak Ibu sekalian kita
akan membahas tentang berbagai jenis kesyirikan baik itu nanti Syirik besar
ataupun Syirik kecil dan sekali lagi sebagaimana sudah pernah saya
singgung prinsipnya kita agar semakin komplit pemahaman kita terhadap sebuah
topik kita harus mempelajari kedua sisi kita harus tahu kebaikan itu seperti apa
dan kita juga harus tahu kejelekan itu seperti apa. Kita tahu cara mentauhidkan
Allah Seperti apa maka kita juga harus tahu bentuk kesyirikan seperti apa
sebagaimana perkataan sahabat huzaifah IBN yamanu yalu rasulullahallahu Alaihi
wasallamir, kata sahabat haifah in Yaman dulu para sahabat mereka biasa bertanya kepada
Rasulullah su wasallam tentang kebaikan kebaikan itu seperti apa, apa saja
jenisnya, dan seterusnya. Namun kata huzzaifah Adapun aku terbiasa dulu
bertanya kepada Rasulullah tentang kejelekan orang, tanya tentang kebaikan aku, bertanya tentang kejelekan kejelekan
itu seperti apa ya makatan Audri karena aku khawatir kejelekan tersebut bisa
menimpa diriku. orang kalau tidak tahu yang mana yang jelek dikhawatirkan bisa
dia terjerumus kepada kejelekan tersebut. makanya ini salah satu motivasi kita
untuk mempelajari jenis-jenis kesyirikan pada praktiknya di lapangan Seperti apa
dalam rangka kita berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalamnya. yang salah satu jenis kesyirikan adalah apa yang
akan kita baca pada kesempatan malam hari ini.
baik kita baca bab yang berikutnya, babun minasirki Halaman 33, kita masuk tes masuk kepada halaman
ke-33 akan kami bacakan bab termasuk Syirik adalah memakai gelang dan benang
dan sejenisnya untuk menangkap baha dan atau menolaknya baik lanjut baca ayatnya dan FirmanNya katakanlah bahasa Arabnya dulu
bahasa Arabnya dulu qulum qulitumunahiah alayah dan firman... ..
Muhammad kepada orangorangangkanlah kep t
yang orang yang berserah diri bertawakal Quran surah azzumar ayat 38 baik ini dia
jenis kesyirikan yang pertama yang disampaikan oleh penulis Yang hendaknya kita sangat berhati-hati dari jenis
kesyirikan ini yaitu beliau Tuliskan babun minasirki penjelasan tentang di
antara jenis kesyirikan lubsul halaqah walhaid yaitu memakai gelang dan benang
ya memakai gelang dan benangahwihima atau memakai yang sejenis
dengan hal tersebut Lil bala untuk mengangkat bahaya menolak bala au dafiha
ya atau untuk menolaknya ya. Sehingga sebelum kita baca
Saya ingin Jelaskan beberapa poin terkait judul ini terlebih dahulu.
yang pertama yang akan kita bahas adalah masalah sesuatu entah itu dia bentuknya dipakai
dikalungkan atau digantungkan apapun bentuknya dipasang maka itu semua akan
termasuk dalam pembahasan kita Pada kesempatan kali ini karena penulis tadi menyebutkan ee lubsu ya memakai gelang
dan benang bukanlah yang dimaksudkan oleh penulis terbatas pada sesuatu yang digantungkan di tangan tapi jimat-jimat
yang dimaksudkan di sini tidak terbatas pada yang digantungkan di tangan entah
itu dia dikalungkan ditempelkan Dit temembok apapun bentuk jimatnya maka itu
termasuk kesyirikan ini poin yang pertama, jadi nanti bentuk pemakaiannya
itu umum.
yang kedua jimat yang dimaksudkan oleh penulis di sini sebagai bentuk kesyirikan yaitu kalau disebutkan di
dalam judul Hanya dua yaitu gelang atau benang ya gelang atau
benang namun tidak terbatas pada gelang atau benang yang terlarang jimat-jimat
yang terlarang namun Apun itu bentuknya ya Apun bentuk jimatnya dan Apun bentuk
pemakaiannya kalau itu jimat maka terlarang di sini beliau hanya menyebutkan dua contoh yaitu gelang dan
benang pada judul ini maka semua yangemisal dengan hal tersebut termasuk
dalam larangan kalau itu adalah statusnya sebagai jimat ada yang bisa Sebutkan Pak kalau saya dulu dulu di
satu daerah saya tahu yang digantungkan itu cermin Pak, cermin,
gunting ya ini untuk bayi biasanya untuk menolak
Bahaya atau di sebagian daerah itu dia sama seperti disebutkan di sini benang
ya benang digelangkan sama juga untuk menolak bahaya sehingga apapun itu
bentuknya ada juga nanti kerang kita baca orang Arab dulu dia kerang-kerangan
dia Gantungkan kerang ini cangkang kerang dia Gantungkan dianggap ini sebagai jimat maka ini juga termasuk
yang terlarang sehingga Apun itu bentuk jimatnya dan bagaimanapun cara
pemakaiannya termasuk yang
terlarang dan coba kita perhatikan pada judul yang disampaikan oleh penulis tadi
ada dua untuk mengangkat bala atau untuk menolak bala
Apa perbedaannya dua istilah ini mengangkat bala dan untuk
menolak bala, perbedaannya mengangkat bala mengangkat Bahaya atau mengangkat
cobaan itu sudah jatuh cobaan itu sudah terjadi sudah menimpa seseorang bala itu
sudah menimpa seseorang misalnya dia ditimpa sakit lalu kemudian sebagian
orang dia memakai jimat dalam rangka menyembuhkan penyakit itu misalnya ini
yang disebut disebut sebagai rf'ul bala mengangkat Bahaya atau mengangkat
cobaan Adapun daf'ul bala belum terjadi dalam rangka pencegahan kalau tadi
pengobatan kalau yang kedua ini adalah dalam rangka pencegahan maka seperti ini juga
terlarang jadi yang namanya jimat apapun bentuknya bagaimanapun
caranya entah itu tujuannya untuk mengobati atau untuk mencegah termasuk
juga tujuannya adalah dalam rangka mendatangkan kebaikan Pak Ya sebagian jimat
itu digunakan niatnya untuk mendatangkan kebaikan supaya lebih laris supaya lebih
memikat supaya lebih yang lain-lainnya untuk mendatangkan kebaikan maka ini juga
termasuk terlarang. itulah yang akan kita bahas Pada kesempatan kali ini, intinya penulis
ingin menunjukkan Apapun bentuk jimatnya, bagaimanapun metodenya, jimat tersebut digunakan maka itu semua termasuk dalam
kesyirikan dan sudah pernah kita singgung masalah kesyirikan
Syirik itu ada dua pak, ada Syirik Akbar Syirik asghar Syirik besar dan Syirik kecil. maka Apa hukum menggunakan jimaat, Apakah
dia termasuk Syirik besar ataukah Syirik kecil tergantung daripada kondisi hati
seseorang. pada asalnya seseorang itu dia menggunakan jimat itu termasuk Syirik
kecil Kalau dia berkeyakinan yang namanya jimat itu hanya
sebab dia yakin yang mendatangkan perlindungan itu Allah yang menolak
bahaya itu Allah yang mendatangkan kebermanfaatan itu Allah jimat ini cuma
perentara untuk mendatangkan Pertolongan Allah jimat ini hanya perentara misalnya
maka orang-orang yang melakukan demikian dia terjerumus kepada Syirik kecil.
Adapun kalau seseorang dia berkeyakinan jimat tersebutlah yang
secara langsung mendatangkan kebermanfaatan, jimat tersebutlah yang secara langsung menolak bahaya, maka
dalam kondisi seperti ini dia terjerumus kepada Syirik besar. sehingga letaknya
adalah letak perbedaannya adalah bagaimana kondisi hatinya, kondisi hati
si pelaku yang menggunakan jimat ini dia berkeyakinan jimat tersebut hanya
perantara sedangkan Allah Yang intinya yang memberikan manfaat dan mudarat
ataukah dia berkeyakinan jimat sendiri yang mendatangkan manfaat dan mudarat
titik perbedaannya di sana kemudian tadi penulis membawakan dalil yang pertama untuk menunjukkan
tentang terlarangnya dalam Islam menggunakan jimat dan bahwasanya Barang
siapa yang dia menggunakan jimat sungguh dia telah melakukan salah satu jenis
kesyirikan. beliau membawakan di sana dalam surat azzumar ayat 38 kata Allah subhanahu wa taala Qul afaritum Ma
taduna min dunillahi in Ar in in arani Allahu bidurin halhun halhunna
kasifaturihi-Katakanlah wahai Muhammad kepada orang-orang musyrik itu
Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah itu yaitu tentang
sesembahan-sesembahan mereka selain Allah tentang berhala-berhala mereka itu jika Allah hendak mendatangkan
kemudaratan kepadaku Apakah berhala itu dapat menghilangkan kemudratan itu dan
sebaliknya jika Allah menghendaki untuk melimpahkan suatu Rahmat kepadaku Apakah
mu mereka itu menahan Rahmat dari Allah subhanahu wa taala itu Katakanlah
cukuplah Allah Bagiku hanya kepadanyaal hanya kepada Allahlah orang-orang yang
berserah diri itu mereka bertawakal
maka pada ayat ini Allah
subhanahu wa taala menjelaskan tentang kondisi para pelaku kesyirikan yaitu
para pelaku kesyirikan Syirik Akbar ya ayat ini membicarakan tentang para
pelaku Syirik Akbar orang-orang yang mereka menyembah berhala Allah sebutkan tentang di
antara titik kesyirikan mereka itu adalah mereka berharap dan bergantung
kepada para sesembahan-sesembahan selain Allah itu kepada para berhala-berhala
itu mereka bergantung dalam hal menolak mudarat dan mendatangkan
manfaat mereka berkeyakinan Ya sebagian mereka
berkeyakinan yang namanya berhala-berhala ini sebagai mereka tentunya mereka berkeyakinan di antara
berhala-berhala ini mereka bisa mendatangkan kemudaratan dan bisa menolak ee Maaf menolak kemudaratan dan
bisa mendatangkan
kebermanfaatan maka di sini meskipun ini konteksnya Allah Sedang menyinggung dan
sedang mengkritik orang-orang yang mempraktikkan kesyirikan yaitu Syirik Akbar maka penulis menggunakan ayat ini
untuk membantah orang orang-orang yang juga ee orang-orang yang terjerumus
dalam Syirik kecil Apa itu Syirik kecil yang beliau bahas dalam konteks ini yaitu orang-orang yang menggunakan jimat
ya orang-orang yang mereka menggunakan jimat Meskipun mereka berkeyakinan
bahwasanya yang mendatangkan mudarat yang menolak mudarat dan mendatangkan manfaat itu adalah Allah
subhanahu wa taala. namun pada hakikatnya mereka juga sudah terjerumus kepada
perbuatan kesyirikan karena ada unsur ketergantungan
terhadap jimat tersebut
baik ini dalil yang pertama
yang dibawakan oleh penulis intinya dari ayat ini Allah subhanahu wa taala ingin
menunjukkan kepada kita dan ini adalah keyakinan kita orang-orang yang beriman orang-orang yang bertauhid bahwasanya
yang berhak yang mampu untuk mendatangkan manfaat dan yang mampu untuk menolak
mudarat berbagai mara bahaya itu adalah Allah subhanahu wa taala ini bukan urusan jimat jimat itu tidak ada
apa-apanya ya yang mampu mendatangkan manfaat yang mampu menolak mudarat
itulah dia Allah subhanahu wa taala semata inilah di antara konsekuensi
tauhid ya di antara konsekuensi tauhid Barang siapa yang dia mengaku sebagai
orang yang bertauhid maka bagi dia untuk beriman yang mampu mendatangkan manfaat
berbagai kebaikan kepada saya hanya Allah yang mampu menolak mudarat dari
saya menolak berbagai marab bahaya hanya Allah subhanahu wa taala tidak ada yang lain selain
Allah baik kita baca hadis yang
berikutnya hadis yang berikutnya t hadis yang berikutnya
ah
was
Arya imr bin Hah
menutkanahasahaii was maki-akiak gelang yang
kuninganak
nya dari sahabat yang mulia Imran bin Husin radhiallahu
anhuma Imran adalah sahabat Husin adalah sahabat nabi jadi anaknya dan bapaknya
kedua-duanya adalah sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam makanya di sana kita sebutkan radhiallahu anhuma
Semoga Allah meridai keduanya kata Imran bin Husain Anna Nabi Shallallahu Alaihi
wasallama rulan fiadihi halqatun minfrin
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah melihat seorang laki-laki memakai gelang
yang terbuat dari
Kuningan kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bertanya Ma Hadi apa gelang
Kuningan yang kamu pakai ini kata orang tersebut Minal wahina ini di antara
gelang ini adalah gelang untuk menangkal penyakit gelang ini untuk menangkal
penyakit lu nabiaraegas
mengatakan
lepaskan akhirat termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi
maka Bapak Ibu sekalian rahimani wa rahimakumullahu Jamian kita lihat lagi
dari awal tadi ada pelajaran yang menarik dari hadis ini Imran bin huseain mengatakan bahwasanya Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam melihat seorang laki-laki memakai gelang yang
terbuat dari Kuningan yang menarik di sana dalam
riwayat ini dalam riwayat Imam Ahmad ini Imran Bin Husein tidak menyebutkan siapa
laki-laki tersebut tidak disebutkan namanya Padahal kalau Imran bin Husain mau ya Bisa saja dia sebbutkan ya nabi
pernah melihat Si Fulan menggunakan gelang dari Kuningan yang itu adalah
Jiman yang menarik dari kisah tersebut adalah terdapat riwayat lainnya yang
menjelaskan bahwasanya laki-laki tersebut adalah Imran bin Husain
sendiri dirinya sendiri tapi dia tidak menyebutkan bahwasanya itu adalah
dirinya. maka Bapak Ibu ikhwan akhwat rahimani warahimakumullahu Jamian dari
sini kita bisa mengambil pelajaran bahwasanya Kalau tidak ada kebutuhan seseorang itu dia menyebutkan bahwasanya
dulu dia pernah terjerumus kepada sebuah perbuatan dosa maka pada asalnya tidak
boleh seseorang itu menyebutkan dirinya pernah terjerumus pada perbuatan dosa
termasuk dalam hal pertanyaan Pak, sudah sering kita singgung sudah sering saya
sampaikan terkait hal ini ya sering kasusnya dalam tanya jawab seseorang dia
ingin tahu cara bertaubat dari sebuah perbuatan dosa dia sampaikan Ustaz saya
melakukan dosa demikian dan dosa demikian
Bagaimana cara bertobatnya bagaimana cara berhentinya maka tidak
usah disebutkan bahwa diri Anda melakukan dosa pada asalnya dosa itu
kita sembunyikan pak tidak boleh hukumnya haram hukumnya seseorang itu menceritakan bahwasanya dia telah
melakukan dosa demikian dan dosa demikian makanya tadi Imran bin Husain dia menyembunyikan dia tidak Sebutkan
bahwasanya dirinya yang melakukan perbuatan tersebut Tapi terdapat riwayat lain dari para prawi
yang berbeda yang menyebutkan bahwasanya laki-laki itu adalah Imran Bin Husein sendiri tapi yang meriwayatkan adalah
orang lain bukan dirinya sendiri ya termasuk juga Bapak Ibu sekalian ya tadi
Imran Bin Husein dia menyebutkan ada laki-laki dia menggunakan jimat dalam banyak hadis kita dapati
para sahabat Terkadang mereka tidak menyebutkan nama pelaku dalam sebuah
kejadian bukan diri mereka sendiri ya bukan diri mereka sendiri misalnya
mereka menyebutkan datang laki-laki kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lalu dia berkata demikian demikian wahai W Rasulullah Saya telah
berzina Misalnya ini oleh para sahabat terkadang
tidak disebutkan namanya karena memang pada asalnya aib seseorang itu ya atau
pelaku maksiat itu kalau tidak ada kebutuhan maka tidak usah diekspos ya
tidak usah diekspos siapa pelakunya termasuk para sahabat Dulu ketika ada
seeorang dia terjerungus pada kesalahan namun ada kebutuhan untuk meriwayatkan hal
tersebut dalam rangka orang-orang mengambil pelajaran mereka tetap tidak menyebutkannya kecuali memang ada
maslahat yang besar di sana disebutkan siapa pelakunya barulah kemudian mereka menyebutkan pelakunya siapa namun kalau
Pelajaran utamanya adalah Bagaimana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam misalnya Contohnya bagaimana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menanggapi
pelaku zina ya tidak ada kebutuhan mengetahui siapa pelaku zina ini di
zaman Nabi ada orang yang berzina tidak ada kebutuhan disebutkan siapa pelaku zinanya maka tidak disebutkan oleh
periwayat hadis tersebut siapa yang berzina
Nah demikian juga yang dilakukan oleh Imran bin huseain dia tidak Sebutkan siapa pelaku dosa tersebut
kemudian disebutkan laki-laki tersebut dia memakai gelang dari Kuningan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian
bertanya apa ini apakah ini baru dijawab oleh si
laki-laki tersebut gelang ini adalah untuk menangkal penyakit untuk menolak
bala menolak marah bahaya sehingga dari sana kita bisa
mengambil pelajaran yang lainnya di antara fikih Amar Makruf nahi
mungkar kalau masih ada peluang lain ini
bukan kemaksiatan ini mungkin ditahmil mungkin
Adanya kemungkinan lainnya ya masih ada kemungkinan lainnya dari perbuatan ini
ya masih mungkin digolongkan bukan perbuatan maksiat maka masih Ee Kita
dituntut untuk melakukan tabayun terlebih dahulu kita konfirmasi terlebih
dahulu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika melihat Imran bin Husain menggunakan
gelang Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam melihat Imran menggunakan gelang nabi tabayun terlebih dahulu ini
apa setelah jelas ternyata niat menggunakan gelang tersebut adalah untuk
jimat baru Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengingkarinya baru adanya nahi mungkar
di sana sehingga karena di sana masih ada peluang ya di sana masih ada peluang Imran Bin Husein menggunakan gelang
tersebut bukan untuk jimat ya.
Sehingga Bapak Ibu sekalian terkait jimat yang digantungkan atau sesuatu yang digantungkan gelang yang digunakan di tangan maka di sana ada tiga peluang
peluang yang pertama seseorang menggunakan jimat tersebut dalam kondisi
dia tidak tahu apa-apa ya dia tidak tahu apa-apa dan dia tidak menggunakan jimat
tersebut sebagai tujuannya jimat maka hal seperti ini tidak termasuk dalam
kesyirikan ya Orang dia tidak tahu niat dia cuma mau pakai gelang dia nilai ini sebagai sesuatu yang baik Misalnya
sesuatu yang indah sesuatu yang artistik ya terlepas dari hukum membahas atau
memakai gelang bagi laki-laki Apa hukumnya ini pembahasan yang terpisah namun kalau dia memakai gelang-gelang
tertentu atau memakai kalung-kalung tertentu Tidak ada niat dia Jadikan ini sebagai jimat ya maka ini tidak
teranggap sebagai kesyirikan yang banyak Bapak Ibu sekalian perlu
diketahui di Turki orang Turki itu punya jimat yang
ini sudah mengakar kuat dalam tradisi mereka jimatnya itulah yang disebut sebagai Blue Eyes itu mata biru ya
lingkaran-lingkaran berwarna biru di tengahnya ada titiknya lalu melingkarmmelingkar ini adalah jimat
dalam kepercayaan orang-orang Turki yang ini tersebar di mana-mana mereka gunakan ini di kesarian
mereka ya bantal kasur souvenir-suvenir itu dibuat dalam
bentuk seperti itu ada simbol-simbol seperti itu simbol Blue Ice
Nah maka contohnya kalau orang-orang yang kemudian mereka berwisata di sana tidak tahu menahu bahwasanya ini jimat lalu
dia beli misalnya terpampang jimat tersebut di tas dia pakai tas tersebut
dia tidak ada niat menggunakan tas tersebut sebagai jimat maka ini tidak termasuk dalam kesyirikan ya Tergantung
daripada niat dia sehingga ada tiga peluang peluang yang pertama ini bukan kesyirikan peluang yang
kedua bisa jadi dia Syirik kecil seseorang dia menggunakan Jim
kita tanya niat Anda menggunakan jimat ini seperti Apa keyakinan Anda terkait
jimat ini seperti apa kalau dia mengatakan ini hanya sebab supaya Allah melindungi saya supay Allah menjaga saya
maka itu termasuk dalamirik kecil ataupun kalau dia beranggapan jimat inilah yang bisa
melindungi saya maka itu kemudian termasuk dalam Syirik besar namun
kembali lagi ke pembahasannya poinnya ketika kita mendapa suatu kasus ada
kemaksiatan ini masih ada kemungkinan peluang yang lainnya ini bisa jadi Bukan
maksiat bisa jadi bukan kesyirikan tergantung niat dia maka di sana Kita perlu untuk mengkonfirmasi terlebih
dahulu Apa maksudnya Apa tujuannya ternyata tujuannya memang oleh laki-laki
ini eh gelang tersebut digunakan sebagai jimat baru nabi mengatakan inziha cabut jimat
tersebut karena sesungguhnya Kamu tidak akan mendapatkan kan dari jimat tersebut
melainkan kelemahan Ya.
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di sana menjelaskan tentang realita Pak
orang-orang yang mereka menggunakan jimat tidak lain yang mereka akan
dapatkan itu adalah kelemahan lemah hatinya lemah jiwanya
Pak orang-orang yang terbiasa menggunakan jimat-jimat apapun itu bentuknya Pak
kita dapati jiwa mereka itu sangat rapuh Pak sangat mudah dihinggapi waswas
sangat mudah dihinggapi kekhawatiran dan kegelisahan ini sebagai hukuman yang
Allah berikan kepada orang-orang yang mereka menggunakan jimat silakan diamati Pak orang-orang
yang mereka menggunakan jimat-jimat seperti seperti itu apapun bentuknya jiwa mereka itu adalah jiwa yang
rapuh berbeda dengan orang-orang yang bertauhid yang senantiasa bergantung
kepada Allah subhanahu wa taala maka jiwa-jiwa mereka itu adalah jiwa-jiwa yang kokoh jiwa-jiwa yang
tegak tidak gampang gelisah tidak gampang waswas tidak gampang khawatir jiwa-jiwa mereka adalah jiwa-jiwa yang
tenang Pak orang-orang yang mereka bertauhid dan bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala
ya makanya mudah bagi para sahabat dulu ya
untuk menang di dalam peperangan melawan kaum
musyrikin itu Pak, mudah Pak, karena mereka yang pertama secara mental itu
sudah kalah duluan mental kaum musyrikin itu adalah mental-mental yang lemah banyak takutnya
banyak khawatirnya yang menguatkan mereka untuk melakukan peperangan itu adalah terkadang hanya semangat fanatisme
semangat kesukuan ya hanya ingin mendapat gelar sebagai orang yang pemberani ini yang mendorong mereka
untuk maju ke medan perang Pak.
karena jiwa mereka itu pada asalnya adalah jiwa-jiwa yang lemah berbeda
dengan para sahabat dengan kaum muslimin yang mereka mempraktikkan tauhid jiwa-jiwa mereka adalah jiwa-jiwa yang
tenang jiwa-jiwa yang kuat itulah yang disebutkan oleh Nabi Sallallahu alaii Wasallam orang-orang yang memakai jimat
yang mereka Gantungkan itu tidak lain yang mereka dapatkan itu adalah kelemahan lalu kata Nabi Sallallahu
wasallam kalau kamu mati dalam keadaan kamu masih menggunakan jimat tersebut
maka selama-lamanya kamu tidak akan
beruntung sehingga pelajaran utamanya Bapak Ibu sekalian ikhwan dan akhwat rahimani warahimakumullahu Jamian dari
hadis ini sangat jelas tentang Terlarang nya menggunakan jimat bahkan jimat
termasuk salah satu bentuk kesyirikan di dalam agama kita Apun cara pemakaiannya
entah itu dikalungkan digelangkan ditempel ditembok dan Apun itu bentuknya
sekali lagi entah itu benang entah itu gelang entah itu kalung termasuk juga p
yang akhir-akhir ini mulai muncul lagi entah itu bentuknya foto ya Foto siapun
itu fotonya sesaleh apapun itu orangnya setinggi apapun itu derajat
kewaliannya tidak bisa mendatangkan manfaat tidak bisa menolak
mudarat kalau seseorang itu dia berkeyakinan foto ini bisa mendatangkan
mudarat bisa menolak mudarat mendatangkan manfaat maka sungguh dia telah terjerumus kepada
kesyirikan
baik hadis berikutnya hadis berikutnya ...u artinya diriwayatkan oleh Imam Ahmad
Imam ahmul Dar bin am yang syirikan maka Bapak Ibu sekalian rahimani warahimakumullahu Jamian hadis
ini sangat jelas ya kalau hadis yang pertama tadi kita tidak melihat adanya
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan kata-kata yang menggunakan jimat dia telah berbuat Syirik hanya di
sana menunjukkan keharamannya Nabi Sallallahu alaihi wasallam pada hadis yang pertama kita baca tadi hanya
melarang sahabat Imran Bin Husein untuk menggunakan jimat cabut itu nah pada
hadis ini semakin jelas lagi nabi am menyebutkan yang namanya jimat itu adalah Syirik ya diriwayatkan dari ee
Imam Ahmad dari ubah bin Amir dalam hadis yang marfu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Barang siapa
Man taqimatan Fala atamallahu lahu Barang
siapa yang menggantungkan tamimah maka Allah tidak akan mengabulkan
keinginannya Allah tidak akan menyempurnakan hajatnya. Barang siapa yang menggunakan kan tamimah apa itu
tamimah tamimah intinya adalah jimad jimad yang dulu digunakan oleh
orang-orang Arab bentuknya mereka kalungkan di leher anak-anak Pak ya
sehingga tidak jauh beda Pak praktik zaman dulu dengan zaman sekarang di tempat kita saya tahu dalam beberapa
kebudayaan yang marak praktik penggunaan jimat itu adalah untuk anak-anak kecil.
anak-anak kecil dipakaikan kalung tertentu dipakaikan gelang tertentu terkadang di ayunannya di ungkan jimat-jimat tertentu dalam rangka
katanya perlindungan untuk anak ini ya orang Arab Dulu mereka punya tiga tujuan
menggantungkan kalung pada anaknya untuk menyembuhkan Anak ini kalau dia sakit
atau untuk mencegah penyakit atau untuk mendatangkan kebaikan untuk anak ini
mereka berharap dengan adanya jimat ini semakin bertambah kebaikan kepada anak
ini maka ini tujuan orang-orang Arab di zaman dulu yang ini berlaku kaidah ini
umum ya apapun bentuk jimatnya tidak terbatas sebagaimana perbuatan orang-orang Arab di zaman dulu dalam
riwayat lainnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga mengatakan atau dalam lanjutan hadis tersebut waman Watan Fala
wallahu lahu ya Apa bedanya yang pertama dengan yang kedua yang pertama tadi tamimah tamimah itu adalah semacam
kalung yang di benang yang dikalungkan kalau wadaah wadaah itu adalah tadi saya
Sebutkan semacam kerang Pak ya semacam kerang ee apa kalau di tempat kita
semacam kerang yang digunakan untuk main congklak itu pak ya Ada bayangan
kerang-kerangan yang digunakan untuk main conklak itu
nah ini untuk orangor Arab dulu menjadikan Hewan seperti ini
sebagai jimat ya wallahuam mungkin di zaman dulu mereka sesuatu yang unik ya
tidak ada laut mungkin di tengah burun ketika mereka mendapatkan Hewan seperti ini ini dianggap Sakti digunakan sebagai
jimat ya maka hal seperti itu kata Nabi Sallallahu wasallam tidak akan
memberikan ketenangan kepada dirinya dalam lafaz yang lainnya sangat jelas
sekali Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan manqimatan FAQ
as Barang siapa yang dia menggantungkan tamimah menggantungkan jimat maka
sungguh dia telah berbuat kesyirikan kita baca hadis yang terakhir
pada bab ini hadis berikutnya an
hudzaifah annahua rulan
fiadihiidun Minal humah
faqahahu taala w w Yu akaruhum Billahi
illa wahum musyrikunahnu Abi
Hatim artinya dari hudzaifah Bah Melat seorang laki-laki yang di
tangannya ada benang untuk menangkal sakit panas maka
dia dan seb bes Dar m ber kepada
allahah di riwayatkan dari sahabat hudzaifah
Ibnu Yaman radhiallahu Anhu ya
Sehingga ini kejadiannya adalah di zaman sahabat
bukan kejadian yang dialami oleh e bukan terjadi antara Rasulullah sallahuaii Wasallam dan para sahabat
namun ini dialami oleh sahabat huzaifah huzaifah melihat seorang laki-laki di tangannya ada Tami ada ada gelang ya
atau ada benangitun ada benang Minal Huma yaitu untuk
menangkal Demam Dia gunakan Gang ini dengan keyakinan ini bisa menangkal
demamqah maka huzaifah sendiri yang memutuskan benang tersebut diputus oleh
huzzaifah Ibnu yamanu sambil dia membacakan firman Allah subhanahu wa taala untuk
menunjukkan bahwasanya perbuatan tersebut adalah perbuatan kesyirikan kata huzaifah Ibnu
Yaman dia mengutipkan firman Allah subhanahu wa taala yang artinya dan sebagian besar
dari mereka tidak beriman kepada Allah melainkan dalam keadaan mereka mempersekutukan Allah subhanahu wa taala
dengan sesembahan yang lainnya sehingga intinya huzzaifah Ibnu Yaman membawakan
ayat ini untuk menunjukkan bahwasanya perbuatan orang tersebut menggunakan gelang untuk menangkal demam itu adalah
di antara perbuatan kesyirikan
sehingga Bapak Ibu sekalian sekali lagi intinya
dari bab ini kita mengetahui di antara contoh perbuatan kesyirikan adalah orang-orang yang menggunakan jimat
apapun tujuannya entah itu untuk menyembuhkan penyakit menolak penyakit
mendatangkan kebermanfaatan apapun bahannya entah itu benang Kuningan foto
kerang atau yang lainnya dan bagaimanapun caranya entah itu
digantungkan dikalungkan ditempel ditembok digelangkan dan seterusnya maka
itu semua kalau dia berkeyakinan itu sebagai jimat maka itu semua termasuk
perbuatan yang terlarang bahkan termasuk ke dalam salah satu jenis kesyirikan
wallahuam mudah-mudahan ada manfaatnya, mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala melindungi kita semua dari perbuatan kesyirikan kita cukupkanah Nabiyina
Muhammad...
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."