/
Nikmat Syukur (Kitab Tauhid)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Tauhid - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-43 dalam seri Kitab Tauhid yang membahas tentang nikmat syukur (kitab tauhid)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Peserta tafaku fiddin dan para pemirsa di manapun berada kita bersyukur kepada Allah subhanahu Wa ta'ala tanpa hentinya atas nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita semua semoga kita senantiasa dijadikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala sebagai hamba-hamba yang pandai untuk bersyukur dalam berbagai keadaan bersyukur dengan hati kita bersyukur dengan lisan kita termasuk juga bersyukur dengan amal perbuatan seandainya bukan karena Allah subhanahu wa ta'ala yang menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang bersyukur maka tidak akan mampu kita untuk bersyukur kepada Allah subhanahu Wa ta'ala shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi besar kita junjungan alam Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersama juga ahlulbain istri dan keturunan beliau keluarga beliau dan juga para sahabat beliau dan juga para pengikut sunnah beliau yang menjalankan sunnah tersebut dengan baik sampai hari kiamat nanti dengan mengharapkan pertolongan dari allah subhanahu wa ta'ala kita akan lanjutkan pelajaran kita membaca kita butuhin pada malam hari ini kita akan lanjutkan ke bab yang berikutnya bab ke-48 bagi yang memegang buku panduan ada di halaman 11 48 ada di halaman 11 berarti kita hanya menyisakan dua pertemuan lagi pekan ini dan pekan depan kalau saya tidak salah bahkan depannya lagi kita sudah libur Insya Allah baik di bab ini bab 48 kata penulis judul babnya adalah bab qol lillahita'ala yaitu tentang surat Allah subhanahu Wa ta'ala dalam surat fussilat ayat 50 yang bermakna dan jika kami melimpahkan kepadanya sesuatu Rahmat dari kami sesudah dia ditimpa kesusahan pastilah Dia berkata kemudian ini adalah apa maksud dari bab ini bab ini masih berkaitan tentang syukur nikmat berkaitan dengan penyandaran nikmat kepada Allah subhanahu Wa ta'ala bahwasanya contoh kalimat yang Allah sebutkan di dalam surat fussilat tadi atau kalimat yang Allah sebutkan dalam surat fosil tadi ini adalah perkataan orang kafir sebetulnya ketika dia mengatakan ketika dia mendapat ketika dia mendapatkan nikmat dia mengatakan ini memang hak ini memang hasil kerja kerasku maka dia menyandarkan nikmat kepada dirinya kepada ilmunya kepada kemampuannya kepada skill marketing dia kemampuan manajemen dia dia menyadarkan nikmat kepada hal-hal tersebut maka inilah yang bisa mencoreng tauhid ketika seseorang dia menyandarkan nikmat kepada dirinya bukan kepada Allah subhanahu Wa ta'ala inilah yang bisa mencari tauhid dan itulah hubungan sebab ini dengan pembahasan tauhid dan kalau kita lihat kalau orang dia masih meyakini nikmat itu datangnya dari Allah subhanahu wa ta'ala tapi dia lupa ketika dia teringat dengan berbagai sebab yang ingat Saya sudah capek-capek belajar kalau saya kemudian mendapatkan gaji seperti ini saya sudah capek-capek bekerja sudah bekerja keras beserta kerja keras banting tulang maka wajar kalau saya kemudian mendapatkan konsep sekian maka inilah yang bisa terjerumus kepada ya yaitu seseorang yang dia mencoreng aspek kerububiyah Allah subhanahu Wa ta'ala kita sudah bahas di awal-awal biasanya diantara hal yang perlu kita tahu ini kan dari Allah subhanahu wa ta'ala adalah aspek rububiyah yang kandungan rububiyah adalah Allah yang memberikan rezeki kepada kita maka orang yang dia mengatakan rezeki tersebut datang semata-mata berkat kepandaiannya atau karena kepatasan dan keberkahannya dia memang berhak makalah ini maka inilah dia orang-orang yang dia mencoreng yang mengatakan ini memang
Orang yang dia mengatakan rezeki tersebut datang semata-mata berkat kepandaiannya atau karena kepantasan dan keberhakanya dia memang berhak makalah ini maka inilah dia orang-orang yang dia mencoreng mengatakan ini memang hakku ini memang kepandaian kita akan lihat penjelasannya sambil kita membaca beberapa nose yang dibawakan di dalam ayat ini yaitu Alquran dan hadis kita mulai dari ayat yang pertama tadi kita baca lagi dalam surat fussilat ayat 50 Allah subhanahu wa ta'ala berfirman tentang perkataan orang kafir ini warahmatullahi ketika kami memberikan kepadanya suatu Rahmat apapun itu bentuknya kesembuhan kesehatan atau nikmat berupa uang harta apapun itu setelah dia mendapatkan kesulitan sebelumnya sebelumnya dia miskin sebelumnya dia sakit sebelumnya dia kesulitan tiba-tiba Allah berikan dia kekayaan Allah berikan dia kesembuhan Allah berikan dia kelapangan dia akan mengatakan ini memang hak ini memang hak dan wajar dan pantas aku mendapatkan ini sampai di situ saja ya tidak ya tidak dibawakan oleh penulis ee versi lengkapnya saya bacakan versi lengkapnya surat eh pesilat ayat 50 tadi baca aku tidak menduga adanya hari kiamat nah inilah yang menunjukkan ini sebetulnya perkataan orang kafir dia tidak beriman dengan adanya hari kiamat boleh kalaupun aku memang akan dikembalikan kepada Allah subhanahu Wa ta'ala maka pasti aku akan mendapatkan kebaikan di sisi Allah subhanahu wa taala sesungguhnya kami akan beritahukan kepada orang-orang kafir tentang apa yang telah mereka kerjakan dan sungguh kami akan timpakan kepada mereka azab yang berat nah yang menjadi pelajaran adalah bagian tengahnya tadi ketika dia mengatakan ini memang aku mendapatkan ini ini hak aku telah bekerja keras aku sudah banting tulang dan seterusnya maka kita baca di situ perkataan mujahid ketika mujahid menafsirkan ayat ini mujahid adalah seorang tabiin pakar tafsir dari kalangan tabiin ketemu Zahid hajati wa ana mahfuddin ini adalah hakku yaitu Rahmat ini adalah karena jerih payahku dan aku berhak untuk mendapatkannya aku mendapatkan nikmat ini karena memang sudah bekerja keras dan aku memang pantas untuk mendapatkan hak tersebut inilah dia yang bisa mencoreng tauhid rububiyah seseorang yang menyandarkan nikmat itu kepada dirinya sendiri yang merasa dia memang berhak tanpa dia menyandarkan kepada Allah subhanahu Wa ta'ala ya tanpa dia menyandarkan kepada Allah subhanahu Wa ta'ala sampai juga dengan tafsiran itu Abbas radhiyallahu anhu yaitu ini adalah dari diriku sendiri ini adalah dari diriku sendiri aku yang sudah bekerja keras wajar aku mendapatkan hasil seperti ini sejalan juga hal ini dengan perkataan Qorun dalam surat al-qasas ayat 78 ini sesungguhnya aku diberikan harta ini semata-mata karena ilmu yang aku miliki.
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."