Nama yang Penghambaan kepada Selain Allah ﷻ (Kitab Tauhid) | Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Tauhid - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-44 dalam seri Kitab Tauhid yang membahas tentang nama yang penghambaan kepada selain allah ﷻ (kitab tauhid) | ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikummullah alhamdulillah Alhamdulillahi rabbil alamin wabihi nastainu ala umurid Dunya waddin wasalatu wasalamu ala asrofil iya wal mursalin nabiina wa habibina wa qudwatina Muhammadin.
Yaum Bapak Ibu jemaah ak di mana pun berada aani Allah waakum Jamian. Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memuliakan kita semua.
Alhamdulillah kita sampai di pertemuan kita yang terakhir, Insyaallah di malam hari ini sebelum kita libur berjumpa dengan bulan Ramadan, ini adalah pertemuan kita yang terakhir sebelum Ramadan pekan depan kita sudah libur, Insyaallah kita akan berjumpa lagi nanti di akhir Syawal mungkin wallahuam nanti tunggu pengumuman lebih lanjut maka kita akan membaca bab yang terakhir yang ada di buku panduan yang dibagikan di halaman berapa Pak?
Halaman 21 masih dari lanjutan bab di dalam kitab id membahas tentang berbagai hal yang berkaitan dengan mengesakan dan mentauhidkan Allah subhanahu wa taala.
Di malam hari ini kita akan membahas mengenai tabid Apa itu tabid tabid adalah
ee penisbatan kata abdun ya menisbatkan kata abdun
kepada sebuah nama jadi
misalnya Abdu siapa ini namanya tabid istilahnya dalam agama
kita ini yang akan kita bahas hukum menisbatkan nama hamba abdun artinya
hamba kepada sesuatu maka ini berkaitan dengan
Tauhid karena masalah nama n itu ada unsur ibadahnya Pak masalah nama itu ada
unsur ibadahnya tidak betul kalau orang punya istilah Apalah artinya sebuah nama ini
ungkapan yang tidak benar nama itu sangat penting dalam
agama kita menamai seorang anak ini ada banyak kaidahnya dalam agama kita ini di
antara harus hal yang harus diperhatikan oleh para orang tua dalam pemberian nama anaknya dia harus betul-betul
berhati-hati ada kaidah-kaedahnya ada aturan-aturannya bahkan ini termasuk hak dari anak yang harus
dipenuhi makanya pernah ada seorang anak di zaman Umar Bin
Khattab dia menuntut bapaknya ya awalnya Bapaknya yang
menuntut anaknya anak ini durhaka dikadukan kepada Umar tapi kata anaknya bukan yang durhaka adalah Bapak saya
Apa bentuk durhakanya ada beberapa dia Sebutkan salah satunya kata anak tersebut karena Bapak saya ini tidak
memberikan hak saya berupa penamaan yang baik Siapa namamu namanya
Jual apa jual Pak jual itu istilahnya kalau dalam
bahasa Arab lalat yang menempel di kotoran sapi itu Pak Nah nah ini dikadukan kepada
Umar Bin Khattab sebagai khalifah dimenangkan anaknya ini oleh Umar Bin Khattab itu salah Bu jadi orang tua pun
bisa durhaka bukan bukan anak saja yang durhaka memang ini salah orang tuanya memilihkan nama seperti itu maka masalah
pemberian nama ini juga masalah Ibadah dalam agama kita Buktinya adalah kata nabi k wasam
Inal asma ahuallah abdull wa
Abdurahman sesungguhnya nama yang paling dicintai oleh Allah subhanahu wa taala adalah apa Abdullah dan Abdurrahman ini
nama yang paling dicintai oleh Allah subhanahu wa taala Abdullah dan
Abdurrahman artinya ada unsur ibadah di situ Pak ketika Allah cinta sesuatu artinya itu
ibadah ya maka nama yang paling dicintai adalah Abdullah
makanya berapa nama sahabat nabi yang bernama Abdullah berapa banyaknya
berapa berapa nama sahabat nabi yang bernama
Abdullah ada sekitar 300 atau 400 ini yang statusnya sahabat Pak
sahabat itu kan berarti yang pernah berjumpa dengan nabi melihat nabi secara langsung berkumpul bersama nabi namanya
Abdullah 300 orang menunjukkan memang ini generasi terbaik ya di antara faedahnya ad memang generasi terbaik
mereka mencari Rida Allah subhanahu wa taala mereka mencari Rida Allah subhanahu wa taala Adapun orang zaman
sekarang langka ya Pak ya Pak Abdullah Masyaallah ini langka
orang sekarang memberi nama anaknya Abdullah Abdurrahman langka tapi yang menjadi
pelajarannya adalah ee ada unsur Ibadah dalam pemberian nama itu dan EE ee
secara tahapan secara tingkatan nama yang paling Afdal ada empat tingkatan
yang pertama adalah Abdullah dan Abdurrahman tadi ini nama yang paling utama paling dicintai oleh Allah yang
kedua adalah nama-nama tabid yang lainnya selain Abdullah dan
Abdurrahman Abdul Malik Abdul Qadir Abdul Basit apa lagi Abdul Manaf dan
seterusnya Abdur roazq Abdul Muhsin Abdul Jabbar dan seterussterusnya yang abdun
abdun itu yang disandarkan kepada nama Allah disandarkan kepada nama Allah hambanya siapa
hambanya nama yang paling baik yang nomor dua barulah nama ketiga nama-nama
para nabi ya dianjurkan untuk menggunakan para nama para nabi
nabi Sallahu alaih wasallam yang melakukan hal tersebut nabi memberi nama anaknya siapa nama
Ibrahim ya diberi nama Ibrahim barulah tingkatan yang keempat
nama yang paling baik Itulah nama-nama orang saleh dan sesaleh Saleh orang
adalah para sahabat maka dianjurkan untuk memberi nama dengan nama-nama
orang Saleh termasuk para sahabat sudah saya ceritakan di sini Bu
ya yang nama mahasiswa Libia itu belum Pak ya Jadi ada mahasiswa Libya kita tahu
Libya kan dosen-dosen itu orang-orang Saudi namanya ayatullah khamaini Pak Ya
sudah saya ceritakan di sini kan saya cerita ya namanya ayatullah khamaini ini sangat-sangat tidak
dianjurkan ini tokoh kesesatan ini Pak tokoh kesesatan gak boleh makanya
kata Syekh Ganti namamu saya tanggung semua biayanya yaall apalagi yang apalagi syekhnya
Syekh Saudi ya sangat anti sama Iran sama Syiah ya maka Ee tidak dianjurkan
untuk memberi nama kalau itu adalah namanya tokoh-tokoh kesesatan tapi kita kembali lagi ke
pelajaran kita tadi ee memberi nama itu adalah salah satu bentuk ibadah ada unsur ibadah di situ
makanya kita akan bahas dalam hal ini penyimpangan dalam hal ini yaitu itu
orang-orang yang mereka menyandarkan nama abdun kepada selain Allah
menyandarkan nama abdun selain kepada selain Allah contohnya yang paling
banyak di zaman dulu Abdul Ka'bah Apa arti Abdul Ka'bah
Pak hambanya Ka'bah ini ini banyak di zaman zahiliah orang bernama Abdul
Ka'bah itu banyak kalau orang-orang Syiah Abdul Husein ABD Ali Ali hambanya Al Husin
hambanya Ali ini
terlarang mencoreng tauhid di situ Ee Kita akan lihat nanti rincian terkait
hal tersebut kita baca terlebih dahulu beberapa riwayat dan ayat yang dibawakan
oleh penulis dalam bab ini dimulai dari surah ala'raf ayat 100
jadi itu potongan
ayatmaih ketika Allah subhanahu wa taala memberikan keduanya seorang anak yang baik anak yang Saleh Mereka kemudian
menyekutukan menjadikan anak tersebut sebagai sekutu bagi Allah ya menjadikan anak tersebut
sebagai sekutu bagi Allah Allah diberikan anak malah kemudian anak tersebut dijadikan sekutu bagi Allah
subhanahu wa taala Apa maksudnya Ayat tersebut kita akan lihat nanti tafsiran
Sebagian ulama meskipun nanti ada perbedaan pendapat ayat ini sebetulnya berbicara tentang apa tapi nanti salah
satu tafsirnya adalah ini berkaitan dengan nama ya berkaitan dengan nama
disebutkan nanti kita baca riwayatnya Adam dan Hawa memberikan nama menurut
Sebagian ulama nama ini disandarkan kepada setan ya namanya disandarkan kepada
setan tapi nanti di situ banyak catatannya kita akan baca namun untuk memperjelas
ee konteks ayat ini kita akan baca dari al-a'raf 189 karena itu hanya potongan
sedikit saja dari surah al-a'raf 190 kita lihat konteks lebih lengkapnya kata Allah subhanahu wa taala dalam surah
ala'raf 189 hualladzi khalaqokum Min nafsin Wahidah Allahlah yang telah menciptakan
kalian dari jiwa yang satu ada dua tafsiran ulama maksud dari jiwa yang
satu ini apa dari jiwa yang satu dalam hal takyin maksudnya adalah Adam kita
semua diciptakan dari keturunan Adam maksudnya ini tafsiran pertama tafsiran
kedua dari jiwa yang satu itu maksudnya adalah dari jenis yang satu yaitu sesama manusia Adam menikah dengan Hawa
kemudian beranak-pinaak Allah tidak menjadikan pasangan bagi manusia itu
dari jenis yang lainnya menikah dengan hewan misalnya kemudian punya keturunan
tidak tapi Allah jadikan pasangannya itu adalah dari satu
jenis waa'ala minha zaujaha Lalu Allah subhanah wa taala menciptakan
pasangannya Allah menciptakan
pasangannya liyaskuna ilaiha ya jadi
Allah menciptakan pasangan itu pak ini bukan dalil semua orang itu pasti ada
jodohnya Ya saya sering ditanya ini sama mahasiswa-mahasiswa Pak biasanya Ustaz
Bukankah Allah mengatakan Allah menciptakan makhlukNya itu berpasang-pasangan tapi kenapa kok ada
orang sampai meninggal tidak pernah menikah tidak ketemu jodohnya nah gimana
jelaskannya Pak pasangan
pasangan itu maksudnya bukan jodoh Tapi maksudnya ada laki-laki ada perempuan
ada siang ada malam ada kehidupan ada kematian ada kanan ada kiri maksudnya
berpasang-pasangan seperti itu termasuk juga manusia berpasang-pasangan ada laki-laki ada perempuan ada suami ada
istri Demikian Ya maksudnya berpasang-pasangan seperti itu ini tidak ber bicara tentang jodoh Nah makanya
kata Allah subhanahu wa taala wajaha Allah jadikan pasangan kalian itu dari
jenis kalian sendiri liaskuna ilaiha Agar kalian itu merasakan Sakinah Apa
maksud Sakinah di sana kata para ulama ada dua Sakinah dalam hal ee jiwanya orang kalau dia sudah
berpasangan akan lebih tentram jiwanya lalu yang kedua lebih tenang
syahwatnya ya ketika seorang itu dia sudah memiliki pasangan yang sah akan lebih tentam syahwatnya lebih ee teredam
seperti itu falamma tagasyaha hamalat hamlan
khofifan maka setelah dicampurinya mereka sudah melakukan hubungan badan maka istrinya mengandung kandungan yang
ringan bihi dan teruslah dia merasa ringan selama beberapa waktu
kemudian ketika dia sudah mulai merasa ber mendapatkanobaanobaan hal
kehamilaners k suami istri ini sepasang ini kemudmohon kepada Allah
ta nanti akan bersyukur jadi ini pada hakikatnya Nazar
Pak ini pada hakikatnya Nazar
falammaahuma shihan lalu kata Allah subhanahu wa taala ketika kemudian Allah
mengabulkan permintaan mereka itu Allah berikan mereka anak yang Saleh ja'ala lahuaka
fimaahuma mereka malah menjadikan anaknya tersebut sebagai tandingan bagi
Allah subhanahu wa taala jadi ini dia konteksnya ada dua orang tua yang dia bernazar Ya
Allah Kalau engkau berikan aku anak keturunan Saleh di sini maksudnya kata para ulamaaliman yaitu selamat sehat
kalau anak saya lahir sehat nanti normal tidak ada cacat apapun nanti kami pasti Bersyukur ya Allah Allah berikan
kabulkan permintaan Mereka ternyata mereka malah ingkar bahkan malah terjadi J
kesyirikan di sana Nah makanya inilah Dia
dalilnya kata para ulama
tentang tercelanya Nazar ya mengenai hukum Nazar
sudah pernah kita bahas ee Sebagian ulama berpendapat Nazar hukumnya
terlarang Kenapa karena Nazar itu kata nabi kita
orang yang bernazar itu tidaklah keluar kecuali dari orang-orang yang
pelit kalau diberikan nikmat-nikmat tertentu baru mau beribadah kepada Allah sub wa taala makanyabi sebut sebagai dan
dalam banyak kondisi orang kemudian diaupa
denganzarnyatohnya dia sudah berar ya Allah kalau saya punya anak an seperti ini seperti ini saya akan demikian dan
demikian ternyata Allah berikan mereka lupa ya demikian juga kondisinya eh
orang-orang munafik ya wum
ahallahqin ini perkataan orang-orang munafik Allah tegur di zaman Nabi ini kejadiannya pada Perang Tabuk kata
orang-orang munafik kata Allah subhahu wa taala di anara orang munafik itu ada yang mereka
berjanji kepada Allah Seandainya Allah memberikan kepadaku keutamaan memberikan harta Pasti Kami akan bersedekah Pasti
Kami akan menjadi orang-orang yang Saleh falamma watwall wahum muun dua orang tua
Dia bernazar tentang Anaknya ya Ee kalau anaknya selamat kami akan
bersyukur nah Apa hubungan ayat ini
dengan tadi konteks atbid tadi memberikan nama
dengan hamba Allah atau hamba siapa kita baca
tafsirannya Ibnu hazam berkata kita baca terlebih dahulu di situ riwayat kedua
itahi Ismin muadinirillah ka
Amr atau kita lewat kita lewati riwayat ini terlebih dahulu karena ini tidak berhubungan dengan tafsirannya
tafsirannya kita baca riwayat Ibnu Abbas terlebih dahulu dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma Ibnu Abbas berkata ketika dia
menafsirkan ayat di atas ini dia ceritanya Adam Pak silakan disimak lamma tagasaha Adam hamalat
faahuma iblis ketika Adam menggauli
hawa hawa pun akhirnya
hamil faatahuma Iblis Iblis kemudian datang lagi mendatangi Adam dan
Hawa dia menyapa Adam dan Hawa dia mengatakan inni shohibukumadzi ak
akhrajtukuma Minal Jannah Aku adalah kenalan kalian berdua Aku adalah kawan
kalian berdua yang pernah mengeluarkan kalian berdua dari surga jadi ini
ceritanya Adam dan Hawa sudah di permukaan bumi Allah turunkan dari surga Allah keluarkan sudah berjumpa kembali
sudah berhubungan badan didatangi oleh iblis
apa kata Iblis kemudian LTI a
aahu Ibil hendaknya kalian berdua taat kepadaku
atau kata iblis anak kalian itu nanti akan memiliki dua
tanduk ya anak anak anak kalian nanti akan memiliki dua tanduk fayakuju
kemudian janin tersebut akan keluar dari perutmu dan akan merobek-robek perutmu
ini masih perkataan iblis ya kalau kamu tidak taat kepaku kalau kan tidak taat kepadaku nanti dia akan ada tanduknya
janin itu nanti akan merobekrobek perutnya
Hawa lalu kata iblis dia menakutnakuti mereka berdua
ditakut-takuti oleh iblis kalau tidak kalian lakukan seperti ini nanti dampaknya akan demikian dan
Demikian Ya memang demikian Pak fitrahnya innama amwalakum wauladakum
itu wauladakum fitnah sesungguhnya harta kalian dan anak-anak kalian itu
merupakan fitnah merupakan cobaan Pak betapa banyak orang tua yang dia diuji dengan anaknya sendiri ya
dan iblis datang di sana ee dia tahu begitu besarnya kecintaan
orang tua ini kepada anaknya ya sebagian orang itu anak itu adalah segala-galanya
sampai dia rela menerjang larangan-larangan Allah demi
anak panik anaknya sudah sedemikian parah Sakitnya rela datang ke dukun rela
melakukan hal-hal kesyirikan demi yang penting anak saya sembuh Ini contohnya Inama amwalakum wauladakum fitnah harta
dan anak kalian itu adalah fitnah kata Allah subhanahu wa taala fitnah yaitu cobaan cobaan bagi para orang tua Ini
contohnya Adam dan Hawa kemudian singkat cerita
em Iblis kemudian dia menambahkan syaratnya apa yang harus ditaati oleh
Adam dan Hawa yaitu u Abdul Haris Nah ini dia yang
menjadi pelajarannya namakan anak kalian itu dengan nama Abdul
Haris namakan anak kalian itu dengan nama Abdul harit nah para ulama berbeda pendapat
Apa masalahnya di sini Kenapa kok iblis
itu meminta nama Abdul hadis kepada Adam dan Hawa Sebagian ulama berpendapat
Abdullah al-hit itu adalah namanya nama lain dari iblis nama iblis ketika dia
belum membangkang kepada Allah ketika dia masih berkumpul dengan para malaikat yang lainnya iblis itu punya nama
alhis maka kemudian dia minta namakan anak kalian berdua dengan nama Abdul
harit letak masalahnya di sini menurut Sebagian ulama tapi Sebagian ulama
mengatakan bukan al-haris itu bukan nama iblis alhis adalah nama
Allah namun yang menjadi masalah adalah taatnya Adam dan Hawa terhadap
permintaan iblis meskipun secara nama tidak ada masalah tapi ditaati seperti
itu ini request-nya atau ancamannya dari
iblis kita lihat apakah Adam dan Hawa kemudian mentaatinya Adam dan Hawa tidak
mau mentaati perintah iblis dan ternyata janin yang keluar dari perut Hawa mati
tidak selamat gagal ini kandungan pertama
Hawa kemudian hamil lagi Hawa untuk kedua kalinya maka iblis kembali mendatangi
mereka berdua dengan mengatakan perintah yang sama ya nanti akan aku lakukan demikian
dan demikian diancam ditakut-takuti oleh iblis dan iblis tahu ini titiktitik lemahnya orang tua adalah masalah
anaknya kemudian kembali tidak mau ditaati oleh EE Adam dan Hawa kembali
ketika janin ini keluar dari perut Hawa tidak selamat lagi
mati baru kemudian hamil lagi yang ketiga Hawa
iblis kembali datang menakut-nakuti Mereka kemudian cenderung untuk Bagaimana cara anak yang
ketiga ini bisa selamat akhirnya diturutilah oleh Adam
dan Hawa diberikan nama anak tersebut sebagai Abdul
Haris inilah tafsiran menurut Sebagian ulama tentang firman Allah yang sudah
kita baca
tadi ketika Allah sudah memberikan anak yang salehseh di situ Maksudnya adalah saliman anak yang selamat hidup tidak
ada cacatnya ketika Allah berikan nikmat tersebut malah Mereka kemudian
menyekutukan Allah subhanahu wa taala dalam hal ini adalah mentaati
setan ini riwayat yang dibawakan oleh penulis di sini disebutkan ini riwayat
Ibnu Abi Hatim Ibnu Abi Hatim meriwayatkan pula dengan sanad yang sahih dari
qotadah dengan eh perkataan qotadah yakni suraka Fi taatihi walam Yakun Fi
ibadatihi itu menyekutukan Allah dengan taat kepada iblis bukan dengan beribadah
kepadanya maka ini dia tafsiran menurut Sebagian ulama menurut riwayat Ibnu Abi
Hatim maksud dari surah al-a'raf itu adalah tentang kejadian antara Adam dan Hawa dengan iblis Tadi masalah penamaan
anak Adam dan Hawa namun wallahuam memang ada ulama
Sebagian ulama yang berpendapat seperti itu namun pendapat yang lebih kuat adalah tafsiran ini bukanlah tafsiran
yang benar ini tafsiran yang lemah banyak musykilahnya dalam cerita
tersebut banyak sekali muskilahnya apa muskilahnya yang pertama secara sanad
dia lemah Ya ada
tadlis Ada p t di itu semacam penyelewengan dalam
sanadnya kemudian
em yang menjadi ya yang pertama Alasannya kenapa
ee kisah tadi adalah kisah yang lemah tidak bisa kita pakai Untuk menafsirkan surat al-a'raf tadi secara sanad ya
lemah tidak sahih dari Nabi kemudian yang kedua yang menjadi musykilahnya adalah para nabi para ulama bersepakat
seluruh para nabi itu mereka maksumun minas syirk seluruh nabi itu terjaga
dari dosa kesyirikan tidak ada nabi yang terjerumus pada perbuatan
kesyirikan Adam termasuk nabi dan Adam termasuk yang dijaga oleh Allah
subhanahu wa taala dari berbuat kesyirikan sehingga ini juga musykilahnya Bagaimana mungkin Adam dan
Hawa berbuat dosa seperti itu taat kepada
iblis Salah satu bentuk kesyirikan dalam hal ini apalagi secara jelas dalam surat
al-a'raf Allah sebutkan kemudian mereka berbuat kesyirikan Bagaimana mungkin Adam
berbuat kesyirikan dalam hal ini lalu juga di antara dalilnya yang
menunjukkan anehnya em kisah ini adalah kita tahu sudah kita
baca dulu tentang hadis syafaat Bagaimana orang-orang mendatangi
para nabi ulul azmi termasuk juga yang didatangi Adah ee Para manusia di padang
mahsyar nanti adalah Adam mereka meminta syafaat kepada Adam Adam kemudian menyebutkan dosanya
lihat yang disebutkan oleh Adam dosanya adalah dia memakan buah yang dilarang
oleh Allah tersebut di dalam surga ini dosanya Adam tidak ada menyebutkan dosa dia terkait taatnya dia kepada iblis
dalam hal penamaan nama anaknya ini sehingga kesimpulannya riwayat ini tidak
sahih ya tidak bisa kita jadikan sebagai tafsiran tadi dan Sebagian ulama
menyebutkan ya kisah ini adalah kisah israiliat sebetulnya kisah-kisah yang apa tafsirannya ada tiga tafsiran dalam
hal ini yang pertama adalah ketika orang tuanya ini dia
berkeyakinan bahwasanya yang memberikan anak tersebut
bukan Allah subhanahu wa taala ya Misalnya ada sebagian
orang itu meminta kehamilan itu kepada Wali
Fulan ya wali-wali fiktif kebanyakannya datang ke kuburan ini datang ke wali-wali Fulan minta langsung sudah
lama saya tidak berketurunan wahai Syekh Tolong berikan saya keturunan wahai
Syekh Abdul Qadir aljailani ini tafsiran yang pertama lalu
tafsiran yang kedua Apa maksudnya ketika Allah telah memberikan mereka anak mereka kemudian menyekutukan Allah yaitu
ketika orang tua tersebut dia menyandarkan nikmat tersebut kepada
selain Allah Ya sudah kita bahas ini masalah hukum penyandaran nikmat kepada selain Allah ini bisa termasuk kepada
selain Allah bisa termasuk salah satu bentuk kesyirikan ya dia tahu yang membuat dia hamil itu adalah Allah
Subhanahu taala atas izin Allah tapi dia menyandarkan nikmat kepada
dokter ya yang pertama dia sebut yang selalu dia sebut-sebut ini karena jasah
dokter Fulan dokter Fulan saya sudah bertahun-tahun tidak hamil-hamil kemudian diberikan kehamilan oleh dokter
Fulan misalnya seperti itu ini bagaimana e ini tafsiran yang kedua atau tafsiran
yang ketiga kata Syekh Muhammad bin SH alimin yaitu ketika anaknya itu lahir kemudian dia sangat mencintainya
melebihi cintanya kepada Allah subhanahu wa taala ini bentuknya yaitu orang yang
dia ketika sudah diberikan anak kemudian dia menjadikan anak tersebut sebagai tandingan bagi Allah yaitu dia lebih
mencintai anaknya lebih besar daripada kecintaannya kepada Allah subhanahu wa
taala baik sekarang baru kita bahas riwayat Ibnu hazam tadi riwayat yang kedua yaitu
em kata Ibnu hazam itquahrimi Ismin
muabbadinirillah para ulama sepakat mengenai haramnya seluruh nama yang
ditbid yaitu diperhambakan kepada selain Allah
contohnya Abdu Amr hambanya Amr kemudian Abdul Ka'bah
hambanya Ka'bah Abdus Syams ya hambanya
matahari Abdul uzza di zaman dulu banyak sebagian sahabat itu punya nama Abdul uzza di antaranya adalah Abdurrahman Bin
aufat Abdurrahman bin Auf nama aslinya adalah Abdul uzza hamba Al uzza berhala ketika itu diganti oleh Nabi menjadi
Abdurrahman W asbahalika dan yang serupa dengan hal
tersebut namun di sini yang pembahasan yang menarik kata Ibnu hazam Hasya Abdul Muthalib kecuali nama
Abdul Muthalib diperbolehkan nama Abdul Muthalib
hambanya almutalib kata para ulama sebagiannya
membolehkan
namun perlu diketahui kalau untuk nama Abdul Muthalib itu ada perbedaan pendapat di
kalangan para ulama kalau ittifaqu ulama ya ittafaqul ulama para ulama bersepakat
tadi tentang keharaman nama-nama selain Abdul Muthalib ini jelas ini benar Kim
Ibnu hazam ulama sepakat nama Abdul Ka'bah Abdul Husein Abdus Syams Abdul
uzza Abdul Lata ini semuanya haram dalam agama kita para ulama sepakat tapi untuk
pengecualian Sebagian ulama mengatakan dikecualikan untuk nama Abdul Muthalib ini boleh hambanya almutalib Al mutalib
bukan nama Allah subhanahu wa taala nah terkait ini ada perbedaan pendapat
Sebagian ulama memang mengatakan hukumnya diperbolehkan ini pengecualian khusus untuk Nabi maksudnya garis
keturunan nabi Kenapa alasan mereka karena nabi yang di dalam beberapa
kesempatan menyebutkan nama Abdul kata nabi kita ya
An Aku adalah seorang Nabi Aku tidak berdusta Ana Ibnu Abdul mthalib Aku
adalah keturunan dari Abdul Muthalib nabi mengatakan Aku adalah keturunan
dari Abdul mthalib lihat nabi menyebutkan nama Abdul mthalib kata para ulama artinya
boleh dalam hadis nabi juga mengatakan
sesungguhnya Bani Hasyim dan Bani Abdu Manaf hambanya
Manaf itu semuanya satu kesatuan kata nabi nabi di situ menyebutkan nama Abdu
Manaf sehingga kata para ulama ini pengecualian untuk garis keturunan nabi
Ini dikecualikan ini boleh Sebagian ulama berpendapat seperti itu
namunahu pendat yang lebih kuatet perbolehkan nama Abdul Muthalib
termasuk juga Abdu Manaf Lalu bagaimana kita menjelaskan sabda Nabi
tadi nabi Tadi hanya Min babi alikhbar nabi hanya mengabarkan nabi tidak bisa
ngapa-ngapain juga orangnya sudah mati sudah berlalu masanya Abdul Manaf ya masa nabi mau mengganti nama Abdul Manaf
orang yang sudah mati sudah hidup berpuluh-puluh atau bahkan beratus-ratus tahun sebelum Nabi jadi nabi hanya
mengabarkan aku ini keturunannya Abdul Manaf aku ini keturunannya Maaf aku ini
keturunannya dari Abdul Muthalib nabi hanya menggambarkan dan ini bukan
berarti penyetujuan bukan berarti nabi setuju dengan nama Abdul Muthalib
sehingga tetap kesimpulannya nama-nama tabid nama-nama abdun yang disandarkan
kepada selain Allah seluruhnya haram ya Seluruhnya diharamkan di dalam agama
kita
nah sehingga kita kembali lagi ke e al-a'raf ayat 190 para ulama kemudian
ee berbeda pendapat sebenarnya siapa yang Allah kisahkan itu
tentang dua orang tua yang dia bernazar Ya Allah
Kalau engkau berikan aku anak yang sehat saliman anak yang selamat nanti kami
akan bersyukur ternyata setelah Allah berikan mereka malah menyekutukan Allah ini sebenarnya siapa tafsiran yang
pertama namun ini tafsiran yang lemah tadi sudah saya Sebutkan ini kejadiannya pada Adam dan Hawa ini tafsiran yang
lemah menurut Sebagian ulama ini anak keturunannya
Adam Ya sepasang suami istri dari anak keturunannya Adam betul-betul terjadi
ini betul-betul kejadian nyata Namun bukan Adam dan Hawa tapi keturunan mereka lalu Sebagian ulama mereka
memilih pendapat untuk abstain Ya gak tahu kita gak tahu ini siapa sebenarnya pelakunya tapi yang menjadi pelajarannya
adalah jangan kemudian bernazar atau meminta sesuatu kepada Allah berjanji kepada Allah ketika Allah
berikan malah lupa atau bahkan malah bermaksiat kepada Allah atau yang paling parahnya adalah malah menjadikan hal
tersebut sebagai objek
kesyirikan kita baca kemudian riwayat yang terakhir
kata penulis dari Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkan
dengan sanad yang sahih dari Mujahid
muahk mengenai tafsir tadi dalam surah ayatika engau atau 18ik engauemberan
Kami anak yangahir secara sempurna sehat maka kemudian Adam dan Hawa khawatir
kalau anaknya lahir tidak dalam wujud manusia ya jadi memang ada Sebagian
ulama di sini Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Mujahid berarti Mujahid juga menafsirkan kisah tadi
adalah kisahnya Adam dan Hawa dalam surah al-'raf tadi meskipun sekali lagi
pendapat yang lebih kuat adalah pendapat Sebagian ulama ini bukan mengenai Adam dan Hawa
demikian yang kita bisa bahas terkait eh bab ini sehingga yang menjadi pelajaran
utamanya adalah terlarang hukumnya seseorang itu Dia ee menyandarkan nama abdun kepada selain
Allah subhanahu wa taala ee kalau kita bahas secara hukum ini ee bisa Syirik Akbar bisa Syirik asghar
ya kapan tergolong sebagai ee Syirik Akbar adalah kalau dia
penghambaan Hakiki dalam hal rububiyah yakni Ketika seseorang meyakini bahwasanya sesuatu tersebut memang
mengatur alam semesta dia namakan Abdus Syams misalnya hamba matahari dalam
kondisi dia memang meyakini matahari yang mengatur alam semesta atau seperti misalnya
Eh tadi Abdul uzza dia punya keyakinan uzza
ini mengatur segala sesuatu ini Sidik Akbar
ketika orang menamakan nama dengan seperti itu bisa tergolong sebagai Siri kecil
Kalau dia hanya menyandarkan nikmat kepada selain Allah ya dia
bukan berkeyakinan ini adalah Tuhan contohnya adalah nama Abdul Ka'bah ya
dia dia tidak berkeyakinan Ka'bah itu adalah Tuhan Bukan tapi dia sebagai bentuk pengagungan terhadap Ka'bah dia
berikan nama anaknya hambanya dari Ka'bah Ya anakku ini adalah hamba dari dari Ka'bah maka seperti ini kata para
ulama hukumnya adalah Syirik asghar ya adapun yang terpuji ketika
seorang itu dia menyandarkan nama abdun tersebut kepada Allah subhanahu wa taala dan nama-nama Allah yang
lainnya demikian yang kita bahas pada malam hari ini mudah-mudahan
ada manfaatnya Insyaallah kita akan lanjutkan pelajaran kita dari kitab
Tauhid setelah kita libur bulan Ramadan dan libur Syawal mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala berikan kita semua Taufik.
Wallahuam, wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasohbihi wasallam.
Subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik.
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."