/
Bercanda dengan Agama (Kitab Tauhid)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Tauhid - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-42 dalam seri Kitab Tauhid yang membahas tentang bercanda dengan agama (kitab tauhid)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Innalhamdalillah, nahmaduhu wasastainuhu wasastagfiruh, wa naudubillahi min syururi anfusina, waiati aalinaahdihillahu Fala mudillalahu Wam yudlilu Fala hadialahu, wa Ashadu Alla ilahaillallah, wa asyhadu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu Rasul shawatullahi Alaihi waa alihi wasohbihi wasallam Allahumma alimna ma yanfauna wfana Bima alamtana waidna Ilma Allahumma ya Hayyu ya Qayyum birahmatika nastagis aslihlana snana kullah wala takilna Ila anfusinaf
Bapak Ibu jamaah masjid Nurrahman Ikhwan dan akhwat peserta program tafahquu fiddin dan para pemirsa di mana pun anda berada wafaqani Allah waiyakum jamian Alhamdulillah kita bisa kembali bertemu di majelis rutin kita setiap Jumat malam di masjid ini kita akan kembali melanjutkan pembahasan dari kitab Tauhid karya Syekh Muhamad mammad atamimi rahimahullahu taala dan kita akan masuk ke bab yang baru di malam hari i ni itulah dia bab ke-47.
Alhamdulillah artinya sudah kurang lebih 47 pekan kita membahas ini dengan terpotong-potong libur maka di bab 47 ini diberi judul oleh Man hazala bin fiikrullah Ail Quran a Rasul bab mengenai menjadikan candaan ya menjadikan candaan sesuatu yang di situ disebutkan tentang Allah atau tentang al-qur'an atau tentang Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu pembahasan tentang seseorang yang dia melakukan apa yang dikenal dengan istilah istihza biddin menjadikan agama sebagai bahan candaan candaan pun nanti perlu kita rinci candaan itu masih umum ada yang diperbolehkan bercanda dalam Bab agama ada yang diperbolehkan yang terlarang di sini yang diharamkan adalah lebih tepatnya istihza yaitu berolok-olok menjadikan agama berbagai hal yang berkaitan dengan agama entah itu nama Allah sifat Allah berkaitan dengan Rasulullah al-qur'an ajaran Islam syariat Islam dijadikan sebagai bahan olok-olok maka ini hukumnya haram dan bertolak belakang dengan Tauhid saya sampaikan contohnya terlebih dahulu pak supaya kita semakin Satu Frekuensi nanti membahas tentang ini pembahasannya sebenarnya Contohnya apa ada perkataan seorang tokoh terkenal di Indonesia Kalau saya Sebutkan pasti Bapak Ibu tahu dia mengatakan semakin panjang jenggot semakin tolol semakin panjang jenggot orang semakin tolol katanya
Maka ini salah satu contoh seorang dia berolok-olok dengan agama yang di antara konsekuensinya bisa batal imannya.
Kita akan lihat nanti pembahasan rinciannya tentang hal ini Namun sebagai pengantar terlebih dahulu sebagaimana biasanya pembahasan inilah salah satu contoh utama tentang Sabda nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang dulu sudah pernah saya bawakan juga di sini karena di bab-bab sebelumnya kita sudah membahas tentang kalimat-kalimat yang haram diucapkan termasuk kalimat-kalimat yang dia mengandung kesyirikan atau bahkan kekufuran nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
Innal Abda la yatakallamu Bil kalimah betul-betul ada seorang hamba yang dia itu berbicara dengan sebuah kalimat ma yatabayyanu fiha dia tidak terlalu paham tentang Apa konsekuensi dari kalimat yang diaucapkan tersebut.
yazillu biha finar ab'adu mimma bainal masyriq yang disebabkan oleh kalimat yang dia ucapkan yang diaanggap tidak serius ini dia menganggap kalimatnya ini ringan tapi ternyata kata nabi kita sah alai wasallam disebabkan oleh kalimatnya tersebut dia terlempar ke neraka sejauh antara jarak ke Timur.
Dalam hadis lainnya ya Ada beberapa riwayat seperti ini dalam sebagian lafaz disebutkan dia tidak memikirkan apa yang dia ucapkan tersebut dianggap remeh ini kalimatnya maka banyak contoh-contoh seperti ini.
Salah satunya adalah ketika seseorang dia mengeluarkan kalimat yang dia anggap kalimat itu sebenarnya hanya bercanda saja tapi ternyata meskipun niat dia bercanda ketika dia ada unsur mengoloh-oloh agama di sana bisa membatalkan Islam seseorang batal imannya dan bisa menjadi Sebab Dia dilemparkan ke dalam neraka disebabkan oleh kalimat yang diucapkan.
Makanya dalam agama kita bukan tidak boleh bercanda boleh dalam agama bercanda. Nabi sallahuaihi wasallam dalam ya kesempatan beliau bercanda bahkan saya pernah punya pengajian di Masjid Pogung dalangan arbaun hadis fidah nabi Sallahu Alaihi Wasallam 40 hadis yang menjelaskan tentang tawa Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam dalam banyak kesbatan Rasulullah tertawa yang sebabnya kebanyakannya adalah bercanda boleh dalam agama kita bercanda boleh.
Namun banyak syaratnya salah satu syaratnyaahuilahu neraka bagi orang yang dia berbicara lalu dia berdusta dalam rangka membuat orang lain tertawa sengaja berdusta tujuannya melawa supaya orang terhibur betul bagus membuat orang terhibur membuat orang bahagia itu bagus tapi tidak dengan dengan cara berdusta maka orang yang dia berdusta dalam rangka bercanda kata nabi kita sahualaii wasallam wailul lahu Apa maksud wail menurut Sebagian ulama wail adalah lembah di neraka maka sesuatu yang diancam dengan neraka itu termasuk dosa besar,
Orang yang dia bercanda dan candaannya itu bohong ini diancam dengan sebuah lembah di neraka maka bagaimana lagi pak bayangkan kalau kebohongannya itu adalah berkaitan dengan agama.
Ada yang melihat video viral akhir-akhir ini tapi sudah lama sebetulnya tapi muncul lagi saya tidak tahu ini niatnya bercanda atau memang dia percaya itu sebagai sebuah hadis hadis tentang kopi itu Pak yang mar gimana hadisnya Barang siapa apa minum kopi minum kopi masuk surga Barang siapa apaagi di perutnya ada kopi mati masuk surga apaagi pokoknya segala sesuatu yang berkaitan dengan kopi dia jadikan sebagai sebab masuk surga Wah niatnya bercanda atau memang dia mempercaya itu sebagai sebuah hadis iya ya barangkali ini hadis yang dibuat oleh para penjual kopi ini Pak Tapi ini kalau dia Jadikan itu sebagai bahan candaan Pak ini berbahaya kalimat seperti ini.
Termasuk juga seorang ya yang paling banyak kanjadikan bahan-bahan candaan itu di alam kubur
katanya kalau ditanya oleh munkar dan Nakir Sebutkan nama saya katanya Fast Track masuk surga jalur
jalur cepat masuk surga kalau ditanya anyya Apa maksudnya bercanda sesuatu yang diharamkan
bercanda dalam Bab agama seperti ini orang berdusta dalam Bab orang berdusta
untuk bercanda bukan dalam perkara agama sudah haram dosa besar bagaimana lagi kalau yang dia dustakan itu adalah dalam
perkara agama maka hal seperti ini jelas haramnya dalam agama kita kita
harus berhati-hati termasuk kita mau bulan Ramadan ini Pak ya biasanya yang sering di bulan Ramadan itu meskipun ini
perlu kita rinci lagi tapi dalam rangka kehati-hatian saja ee ini saya tidak pastikan ini adalah termasuk dalam
ancaman keras bercanda dengan agama tapi hendaknya kita berhati-hati saja misalnya nanti bulan Ramadan itu muncul
biasanya Pak bercanda kecoa dimirip-miripkan dengan kurma ya
katanya kalau sudah puasa kecoa pun seperti kurma yang semisal semisal itu kita
khawatir ini termasuk bercanda dalam Bab agama maka sebaiknya ditinggalkan
lebih-lebih kurma itu kerat erat kaitannya dengan sunah Nabi kita m wasallam banyak sunahnya terkait kurma
dipuji oleh nabi kita m wasam dalam beberapa hadis kurma itu maka sebaiknya seseorang itu dia menghindari
perkara-perkara seperti itu maka Apa hubungannya dengan tauhid
pembahasan dalam bab ini itulah dia tadi sudah kita sebutkan bahwasanya orang
yang dia mentauhidkan Allah subhanahu wa taala dia akan mengagungkan Allah
Subhanahu waala mengagungkan agama Allah mengagungkan Rasul Allah mengagungkan
syariat Allah dan berbagai
syiar orang yang betul imannya betul tauhidnya dia akan mengagungkan hal
tersebut makanya ketika Allah subhanahu wa taala mencela orang-orang musyrik dalam surat azzumar kata allahala Wah
mereka itu tidaklah mengagungkan Allah sebagaimana mestinya tidak mengagungkan Allah sebagaimana semestinya kalau orang betul
dia mentauhidkan Allah mengucapkan Lailahaillallah hendaknya mereka mengagungkan Allah subhanahu wa taala
sebagaimana
mestinya banyak Sudah kita lihat Bagaimana contoh-contoh kalimat yang termasuk
dalam Bab kesyirikan yang itu pada hak tidak mengagungkan Allah Ketika seseorang di zaman Nabi mengatakan ini
atas kehendak Allah dan atas kehendakMu wahai Nabi dia menggandingkan kehendak
Allah dengan kehendak nabi apa kata nabi kita S wasamal allahidan Apakah engkau
ingin menjadikan aku ini sebagai tandingan bagi Allah bentuk tidak mengagungkan Allah subhanahu wa taala
sehingga orang-orang yang mereka mengaku bertauhid harus mengagungkan Allah dan
syariat Allah dan memang inilah kebiasaan orang-orang musyrik zaman dulu makanya
kita dapati dalam al-qur'an banyak cerita Allah menceritakan Bagaimana orang-orang musyrik itu berolok-olok
dengan agama Islam terkadang Nabi Muhammad yang mereka olok-olok Terkadang ayat-ayat Allah ya Saya sudah pernah
sebutkan contohnya apa ee ketika orang-orang kafir Quraisy
mendengar tentang jumlah malaikat penjaga neraka sudah sering saya sampaikan ada orang Yahudi bertanya
kepada salah seorang sahabat dia bertanya Berapa jumlah penjaga
neraka ditanyakan oleh sahabat ini kepada rasul sahu alh wasallam eh akhirnya Allah turunkan FirmanNya
adata as di atas neraka tersebut terdapat 19 apa kata penduduk kafir
Quraisy penduduk Makkah kafir Quraisy dijadikan bahan candaan bahan olok-olokan oleh mereka kata mereka
sedikit sekali penjaga neraka kita kumpulkan 190 orang
masing-masing kita berkelahi dengan satu penduduk neraka aman bisa keluar kita dari nerakaak masalah kita masuk neraka
kan kata Muhammad kita ini masuk neraka tidak ada masalah kita kumpulkan 10 orang masing-masing kita berkelahi
dengan satu penjaga neraka pasti kita menang keluar dari neraka ini contoh
berolok-ol dengan perkara agama inilah kebiasaan orang-orang musyrik yang Allah
seb fqirumun dan sungguh rasul-rasul sebelum
engkau wahai Muhammad para rasul itu mereka telah diperolok-olokkan oleh umat-umat terdahulu sehingga turunlah
azab kepada mereka disebabkan mereka telah melakukan olok-olok tersebut telah
menjadikan agama Allah sebagai bahan candaan sebagai
olok-olokan Makanya juga Allah Ceritakan tentang kondisi penduduk surga nanti ya yang
berkebalikan dengan penduduk dunia dengan orang-orang musyrik ketika di
dunia orang-orang musyrik mereka senantiasa mentertawakan orang-orang yang beriman sebagaimana Allah sebutkan dalam
surahm sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang Dahulu ketika di dunia ban orang-orang yang beriman
Apabila mereka melihat orang-orang beriman lewat di hadapan mereka mereka saling mengedipkan mata sebagai bentuk
olok-olokan ya saling kode-kodean ini lewat nih orang-orang beriman
ini Wa ahuihin kalau mereka kembali kepada
e kaumnya seri yang gembira
wa Apabila mereka melihat orang-orang beriman mereka mengatakan mereka benar-benar orang
yang sesat ya ini kebiasaan orang-orang musyrik sejak zaman dahulu menjadikan
agama itu sebagai bahan olok-olokan jadikan candaan dan termasuk juga pengantar yang
terakhir ingin saya sampaikan ini kebiasaan orang kalau orang Yahudi itu
Pak Ini juga saya mulai melihat ada tren seperti ini di Indonesia orang Yahudi itu senang mempeleset-plelesetkan
ini istilah ee bukan istilah ya Ee sesuatu yang berkaitan dengan agama atau berkaitan
dengan orang-orang beriman dipeleset-pelesetkan untuk dijadikan bahan olok-olokan
misal Rina ya ini ceritanya dalam surah
Albaqarah ketika Allah subhahu wa taala mengatakan ya ayyuhalladina amanu
laquina Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian mengatakan Rina
akan tapi katakanlah unzurn apa itu Rina Rina itu tolong
lihat kami sama unzurna dan Rina itu sama maknanya secara bahasa Lihatlah
kami namun kemudian orang Yahudi punya kebiasaan ketika mendengar orang beriman mengatakanina mereka pelesetkan menjadi
ruunah ruunah itu bermakna orang yang dungu ya lihat tuh orang beriman
mengatakan Rina orang-orang yang dungu orang-orang yang tolol Ini kebiasaan orang-orang
Yahudi mempelesetkan-pelesetkan seperti itu termasuk Asalamualaikum mereka pelesetkan menjadi
Asalamualaikum dari keselamatan menjadi kematian untukmu kecelakaan
untukmu Asalamualaikum dipeleskan jadi Asalamualaikum sehingga hati-hati ya
saya ingat dulu waktu SMA ada penceramah yang set kan doa iftitah itu Pak
innati wausuki Wa mahyaya waamati lillahiabbil alamin Gimana pelesetannya
pak inati wasuzuki waamaha katanya
wamati matinya saya tidak ingat tidak boleh ini lafaz yang suci yang kita baca
dalam ee Salat kita bagaimana mungkin dipelesetkan seperti itu kebiasaan orang
Yahudi mempeleset-pelesetkan istilah-istilah syariat baik kita akan lihat apa yang
dibawakan oleh penulis di dalam bab ini ada satu ayat dan satu Hadis yang
beliau bawakan ee yang hadis ini sebenarnya penerjemah atau tafsiran tentang asbabun nuzul ayat yang akan
kita baca kita baca Allah Taala berfirman dalam surah Attaubah ayat 65 di halaman keet7 bagi yang memegang buku
panduan Allah wa taala berfirman
in Ketika engkau tanya kepada mereka Apa penjelasan untuk perbuatan kalian
tersebut orang-orang munafik tersebut akan mengatakan Sesungguhnya kami ini
hanya bersenda gurau dan bermain-main saja Qul Katakanlah kata Allah subhanahu
wa taala abillahi wa ayatihi wa rasulihi
kuntum tastahziun kata Allah katakanlah kepada mereka Apakah dengan Allah
ayat-ayatnya dan rasulnya kalian itu mau berolok-olok Apakah dengan Allah
rasulnya dan dengan Eh ayat-ayatnya kalian rela untuk
menjadikan hal-hal tersebut sebagai bahan olok-olokan Bahkan dalam lanjutan ayat
Allah subhanahu wa taala mengatakan tidak perlu lagi kalian
memberikan alasan karena sungguh kalian telah kafir setelah sebelumnya kalian
beriman Allah yang mengatakan Q kalian telah kafir setelah sebelum
kalian itu sebelumnya kalian beriman apa konteksnya ayat ini kita akan baca itulah dia hadis berikutnya diriwayatkan
dari Abdullah bin Umar Muhammad bin ka'ab dan Zaid bin Aslam dan qatadah ya
riwayat masing-masing dari mereka dirangkai kemudian disajikan dalam kisah ber berikut jadi ada beberapa riwayat
karena ini memang ee riwayat yang EE penting maka banyak yang meriwayatkan
cerita ini ketika itu disebutkan annahu qala rjulun Fi gazwati
yang dia mengatakan pada kejadian Perang
Tabuk jadi Perang Tabuk ini banyak sekali hikmahnya yang di antara hikmah
utama Perang Tabuk itu adalah membongkar orang-orang munafik Siapa sesungguhnya
orang-orang munafik itu yang pertama terlihat orang-orang munafik ini adalah yang mereka tinggal
di kota Madinah tidak mau ikut berangkat ke Tabuk kita tahu Perang Tabuk ini sangat
berat apa beratnya yang pertama ketika itu musim pceklik Madinah sedang sulit
perekonomian sedang sulit lalu yang kedua sulitnya adalah Tabuk ini sangat jauh dari kota Madinah harus naik ke
utara perbatasan dengan Syams lalu yang ketiga alasannya adalah
karena inilah pertama kali kaum muslimin akan berhadapan dengan Imperium besar ketika itu yaitu Romawi berhadapan
dengan Romawi berat orang berangkat maka orang-orang munafik
mengungkapkan berbagai alasan kepada nabi kita sahu Alaihi Wasallam ya mereka mengatakan ini musim
panas wahai nabi jangan berangkat di musim panas apa
kata Allah sub wa taalalaru jahanam asadu Katakanlah neraka jahanam itu jauh
lebih panas bagi mereka lalu mereka mengatakan wtin Ya wahai nabi tolong
izinkan aku untuk tidak ikut Jangan engkau memfitnah aku dengan wanita-wanita Romawi itu yang
cantik-cantik itu kalau saya berangkat Saya khawatir terfitnah dengan wanita-wanita tersebut ini alasan-alasan
banyak sekali alasan yang mereka Kemukakan akhirnya orang-orang munafik tertinggal di kota Madinah tidak
berangkat ini yang pertama menyiba tentang orang-orang munafik lalu yang
kedua sepanjang perjalanan pun mereka merasa berat termasuk salah satunya Kejadian ini menunjukkan tentang siapa
sebenarnya sosok-sosok munafik yang berada di tengah-tengah para sahabat ketika
itu baik ada seorang laki-laki yang dia mengatakan
kata orang munafik ini dia berkata belum pernah kami melihat ada sekelompok orang
yang lebih buncit perutnya maksudnya lebih banyak makannya lebih dusta
perkataannya dan lebih pengecut dalam peperangan melebihi para ahli al-quran tersebut melebihi para penghafal
al-quran tersebut itu para penghafal al-qur'an Siapa yang dimaksudkan di situ yakni Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam wa ashabu alqura yang dia maksudkan yang paling
buncit perutnya paling pengecut di medan perang dan paling Pendusta itu adalah yang dia maksudkan adalah Rasulullah dan
para penghafal al-qur'an ketika itu dia olok-olok dengan katakan ini orang-orang
buncit banyak makan tapi kalau sudah perang
pengecut maka kemudian Mendengar hal tersebut ada seorang sahabat yang bernama Auf bin Malik kata Auf bin Malik
langsung diingkari di majelis itu ini majelisnya terpisah ya yang namanya perang itu Pak apalagi nabi membawa
pasukan yang sangat banyak ketika itu tidak mesti mereka itu berkumpul di satu satu tenda berdekatan tidak kalau sudah
menginap membuat kemah itu terkadang berjauh-jauhan Nah maka ini majelis yang terpisah dari Rasulullah S Al wasallam
ya majelis yang terpisah dari Rasulullah Rasulullah tidak ada ketika itu tapi didengar oleh sahabat bin Malik
diingkari oleh Auf bin Malik langsung kazzabta engkau telah berdusta wakinaka
munafik akan tetapi engkau adalah seorang munafik karena berkata seperti itu mengoloh-oloh
Rasulullah laukhbiranna Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pasti akan aku sampaikan perkara ini kepada
Rasulullah Sallahu Alaihi wasallamahabaun Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam libirahu Auf kemudian
pergi mendatangi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk mengabarkan perkara ini tadi ada sekelompok orang
ada satu orang berkata seperti itu orang di sekitarnya dia
mendengarkan dikabarkan ingin dikabarkan oleh Auf bin Malik tapi ternyata fawajal
qurana qu akhirnya didapati oleh Auf bin Malik ternyata Allah telah menurunkan
ayat al-qur'an berkenaan dengan hal tersebut Rasulullah sudah tahu duluan ya
dalam banyak kasus seperti ini dalam banyak kasus seperti ini Rasulullah ingin dikabarkan oleh para
sahabat ternyata Rasulullah sudah dapat Wahyu duluan dari Allah subhanahu wa
taala maka orang yang mengatakan kalimat tadi dia langsung bersegera berupaya
mendatangi Rasulullah Sallallahu Alaihi wasam untuk menyampaikan uzur-uzurnya
berjalan meninggalkan dia menggunakan unta
beliau laki-laki tersebut mengatakan
ya wahah kami
ituyaand bercanda kami berbincang-bincang namanya orang di atas
kendaraan sambil ngobrol di atas kendaraan supaya tidak terasa jarak
perjalanan itu ya sambil ngobrol naik unta seperti itu supaya tidak terasa
perjalanan buat candaan-candaan
maksudnya qala Ibnu Umar maka kata Ibnu Umar kaanni anzuru
ilaihi mutaallqan asahahu Alaihi Wasallam kata Abdullah
bin Umar yang menyaksikan kejadian hal tersebut seakan-akan saat ini aku sedang melihat kejadian itu lagi kata Ibnu Umar
ketika dia menyampaikan hadis ini dia menceritakan kepada orang lain kata Ibnu Umar seakan-akan saya terbayang di depan
saya masih terjadi ketika itu yaitu ketika seorang laki-laki tadi dia
memegangi tali kekang unta Rasulullah merengek-rengek meminta kepada Rasulullah tali unta Rasulullah ditarik-tarik sama dia supaya Rasulullah
berkenan untuk melihat dia memperhatikan dia dan memaafkan dia namun kata Abdullah bin
Umar ya Wa Inal hijar tankubu rijlaih dan ketika itu kakinya itu
terantuk-antuk dengan batu ya dia berjalan mengikuti Rasulullah sambil dia berupaya menarik tali kekang Rasulullah
dia tidak pedulikan kakinya itu bertabrakan dengan bebatuan ketika itu saking bisa dibayangkan Bagaimana
kondisinya ya saking takutnya dia saking berharap nya dia Rasulullah akan memaafkannya
wahua in terus dia mengatakan wahai Rasulullah
Kami cuma bermain-main Kami cuma bercanda-canda saja mengucapkan kalimat seperti
ituahu Rasulullah sallahuaii Wasallam maka Rasulullah sahu Ali wasallam hanya
menjawab uzur yang disampaikan oleh orang tersebut dengan ayat yang tadi
sudah kita baca dalam
kalauau bertanya kepada mereka Apa alasan kalian seperti ituu menjadikan Allah dan rasulnya sebagai ol-olan Apa
alasannya pasti mereka akan mengatakan Sesungguhnya kami hanya bercanda
bermain-mainakah allahyatayatnyaasnya
berolok-olok tidak perlu lagi kalian meminta maaf meminta uzur meminta pemakluman tidak perlu lagi kata Allah
subahu wa taala kalian telah kafir Setelah kalian
sebelumnya berimanaii Wu alai nabi S wasallam tidak
melihat orang ini sama sekali dan beliau tidak menambah kalimat-kalimat yang
lainnya beliau hanya mengulang-ulang firman Allah subhanahu wa taala tadi lairum
tidak perlu lagi kalian meminta maaf Q kafartum baanikum kata Rasulullah Sallahu alaii wasallam membacakan ayat
Allah subhanahu wa taala sungguh telah kafir kalian setelah sebelumnya kalian
beriman maka Bapak Ibu sekalian ikhwan dan akhwat rahimani warahimakumullahu
Jamian inilah Dia
ee inti pembahasan kita tadi bahwasanya di antara kalimat
kekufuran yang ini bertolak belakang dengan tauhid adalah ketika seseorang dia mengolok-olok agama Allah subhanahu
wa taala dan para ulama mereka
mengatakan batalnya keimanan seseorang dalam h dalam bab ini
adalah tidak mempedulikan niat
ya tidak mempedulikan niat Apakah orang ini niatnya bercanda atau memang niatnya
ingin merendahkan ayat-ayat Allah ingin merendahkan syariat-syariat
Allah tidak dilihat niatnya bercanda atau tidak bercanda dalam hal ini tidak
teranggap yang dilihat adalah kalimatnya Apakah kalimat ini teranggap sebagai kalimat olokan atau tidak maka
Seandainya dia pun berniat bercanda sudah teranggap batal keimanannya inilah yang disebutkan oleh
Imam Nawawi kata Imam Nawawi perbuatan ini adalah memutus
keislaman baik dengan dia meniatkan dirinya untuk kafir ataukah tidak dia
ingin membatalkan keislamannya atau ataupun melakukannya dengan anggota badan baik itu didasari niat bercanda
membangkang ataupun dilandasi keyakinan Jadi intinya menurut imam nawawi niat
dalam bab ini tidak teranggap Apakah niatnya betul hanya untuk membuat orang lain tertawa ataukah niatnya hanya ingin
merendahkan maka tidak dilihat niat
tersebut ya sehingga kita harus berhati-hati Bapak Ibu sekalian terhadap syiar-siar Allah subhanahu wa taala ya
yang paling dekat dengan keseharian kita ini sangat hati-hati Pak mengatakan
ee apa orang yang menjalankan sunah Nabi untuk memakai pakaian di atas mata kaki
bagi laki-laki ini orang-orang kebanjiran ibu-ibu Yang bercadar
disebutkan ini Ninja atau apa istilahnya bukan Ninja
yang lain itu apa Seperti apa katanya bukan teroris tenda seperti tenda ya tenda Ya seperti
tenda katanya jilbabnya seperti tenda ada yang ah yang yang yang dulu ini Ulil
absar ini saya sebutkan namanya ya Ulil absar pernah mting ibu-ibu pakai jilbab
hitam berdiri di samping apa trashbag ya dia bilang ini
yang mana thrashbagnya yang mana trashback itu tong sampah e plastik sampah hitam yang besar itu dia bilang
ini yang mana tong sampahnya bisa tidak membedakan ini contoh mengolok-olok
syariat Allah subhanahu wa taala yang mengolok-olok jenggot tadi maka berhati-hati orang-orang yang
mengolok-olok syariat Allah subhanahu wa taala kalau itu bagian dari syariat Allah maka dikhawatirkan termasuk dalam
bab ini lalu pembahasan ee tambahan yang berkaitan dengan hal ini tadi saya sudah
saya sampaikan Em tidak semua bercanda terkait agama itu terlarang yang terlarang itu adalah
kalau ada unsur perendahan unsur merendahkan tidak semua bercanda dalam
bab ini terlarang karena juga pernah bercanda dalam Bab
agama ingat kisah nabi wasam ketika didatangi oleh
seorang nenek-nenek ya apa ceritanya
datang nenek-nenek kepada Nabi kata nenek-nenek tersebut wahai Rasulullah tolong Doakan saya mintakan kepada Allah supaya Allah
Masukkan saya ke dalam surga apa kata Rasul wasam Rasulullah
Bercanda ya umulan Inal wahai nenek di surga itu gak ada
nenek-nenek tidak ada nenek-neneknya
makaw berpaling nenek ini dalam kondisi menangis sedih dia Rasulullah mengatakan nenek-nenek tidak bisa masuk surga dia
menganggap dirinya gak bisa masuk surga karena dia memang nenek-nenek dia merasa dirinya gak bisa masuk surga tapi ternyata Apa
yang dimaksudkan oleh nabi kita S wasallam ya nabi memanggil seseorang
untuk mengabarkan kepada nenek tersebut kabarkanlah kepada dia tentang firman
Allah subhanahu wa taala Inna anahun insyaa fajaalahun abkar UB Asra
bahwasanya sesungguhnya kami menciptakan mereka dengan langsung dan kami jadikan
mereka sebagai gadis-gadis perawan yang penuh cinta lagi sebaya umurnya Jadi maksudnya di dalam surga itu semuanya
itu menjadi muda ya nenek-nenek tadi kalau dia masuk surga dia akan jadi muda
jadi muda maksud Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam seperti itu tapi Rasulullah itu bercanda ya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bercanda
ternyata malah menangis neneknya nah yang menjadi pelajaran kita adalah lihat Bagaimana Rasul S wasam pun bercanda ini
dalam perkara surga ini ya Tapi tentu tidak ada unsur di situ
merendahkan tidak ada unsur berdusta dan tidak ada unsur
merendahkan sehingga ee yang menjadi standarnya sekali lagi adalah merendahkan atau tidak Dan standar
merendahkan Itu kembali kepada huruf kepada adat istiadat ini kalimat atau
perbuatan seperti ini merendahkan tidak saya kasih contoh Pak
Ya bapak-bapak sebagian Ya ibu-ibu saya
sering lihat ini ee tangannya diletakkan air liur kalau dia sulit membuka mushaf
al-qur'an licin apalagi kalau sudah kayak mushaf Madinah itu yang licin-licin itu dia sulit untuk
membukanya diambil air liur ini merendahkan al-qur'an atau tidak Hah kalau dalam budaya kita
merendahkan al-qur'an tidak merendahkan wallahuam Pak kalau budaya kita tidak Pak itu memang dia kesulitan
membolak-balikkan sehingga kalau dalam budaya kita tidak ada masalah tapi kalau dalam sebagian budaya
Pak ini benbetul betul-betul menghinakan al-qur'an ini benar-benar menghinakan al-qur'an dalam sebagian budaya sehingga
kembali kepada kebiasaan tradisi kalimat seperti ini itu mengolok perbuatan seperti ini
mengolok-ol ataukah tidak contoh lain saya Sebutkan di sebagian kebudayaan
Arab meluruskan kaki itu Pak kita meluruskan kaki lalu di depan kaki kita itu ada
al-qur'an atau ada kitab tertentu kitab agama ini perbuatan sangat fatal Bahkan
dalam mazhab Hanafi mazhabnya Imam Abu Hanifah orang yang meluruskan kaki lalu di depannya adalah
Quran kafir batal Islamnya kalau dalam mazhab Abu Hanifah karena sebagian
tradisi ini perbuatan sangat-sangat tidak sopan mengarahkan kaki ke arah al-quran termasuk adab tidak beradab
terhadap ketika seorang itu dia meletakkan kaki ke arah kitab ya
wallahuam kalau di tempat kita tidak terlalu fatal perkara seperti ini capek
ngaji malam malam tadarus bulan Ramadan lelah mundur sedikit luruskan kaki ya
asalkan tidak menimpa al-quran itu jelas kalau tempat kita tidak ada masalah ya C Pak ya sepakat dengan saya Pak apakah
dianggap tidak sopan ketika orang di luruskan kakinya di depannya ad Alquran biasa saja kan Sepertinya kalau
di tempat kita ya memang kalau bisa dihindari tapi apakah ini termasuk kalau dalam mazhab Hanafi bisa membatalkan
keislaman Insyaallah kalau di tempat kita tidak ini bukan termasuk soal adab yang fatal Kalau di tempat kita namun
yang menjadi pelajaran sekali lagi standar bahan candaan yang terlarang itu adalah ada unsur
merendahkan ada unsur merendahkan mengolok-olok Apa standar mengolok-olok dan
merendahkan tersebut kembali kepada kebiasaan kita kalimat ini merendahkan ataukah tidak wallahuam ini saja yang
bisa kita bahas
Washalalahu 'ala Nabiyina Muhammad wa alihi wasahbihi wasallam, subhanakallahumma wabihamdika ashadualahaa illa Anta
astaghfiruka waatubu ilaik. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."