/
Merasa Aman dari Makar Allah (Kitab Tauhid)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Tauhid - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-29 dalam seri Kitab Tauhid yang membahas tentang merasa aman dari makar allah (kitab tauhid)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
warahimakumullahu Jamian tidak bosannya kita memanjatkan rasa syukur kita kepada Allah subhanahu
wa taala atas berbagai nikmat yang Allah berikan kepada kita pada hari ini kita
diberikan kesehatan oleh Allah kemampuan kesempatan untuk bisa berkumpul kembali
di majelis yang mulia ini di tempat yang semoga senantiasa diberkahi oleh Allah
ini bersama-sama kita dengan mengharapkan pertolongan dari allah subhanahu wa taala akan melanjutkan
pelajaran kita membaca kitab at-tauhid karya Syekh Muhammad bin Abdul Wahab
rahimahullahu taala. kita akan lanjutkan bab yang
ke-34 langsung saja silakan dibuka di halaman 16 bagi yang
ee membawa buku
panduan mundurkan sudah cek cek
baik baik kita akan e lanjutkan bab
ke-34 di halaman 19 sebagai pengantar untuk konteks
pembahasan BAB ke-34
ini sudah membahas beberapa amal hati di antaranya yang kita bahas adalah
bab mengenai takut kepada Allah dan
juga kita singgung masalah berharap kepada Allah subhanahu wa
taala maka Bapak Ibu sekalian ikhwan dan akhwat rahimani umullahu jaman
sebagaimana sudah sering disampaikan di berbagai pembahasan kita dalam beribadah kepada
Allah harus berupaya menyeimbangkan antara dua hal ini yaitu
antara rasa takut kita dan rasa harap kita para ulama mereka memberikan
permisalan kita dalam perjalanan kita menuju Allah subhanahu wa taala itu
ibarat burung ada kepalanya ada dua
sayapnya maka kepala burung inilah kata para ulama ibaratnya rasa cinta yang
menggiring kita menuju arah mana itulah dia rasa cinta kepada Allah subhanahu wa
taala lalu dua sayap itulah dia rasa takut dan rasa harap kepada Allah
subhanahu wa taala harus seseorang dia berupaya
menyeimbangkan antara takut dan harap. kalau hanya ada salah satunya maka tidak
akan sampai dia kepada Allah dalam perjalanan Dia menuju Allah Bahkan dia akan tumbang dia akan jatuh kalau hanya
menggunakan salah satu sayap saja apa tadi sayapnya takut dan harap
maka kita
harus berupaya satu sisi kita takut kepada Allah namun di Sisi Lainnya Kita
juga harus berharap kepada Allah subhanahu wa taala. Nah maka pembahasan kita pada
malam hari ini masih berkaitan dengan dua hal tersebut yaitu berkaitan dengan
rasa takut dan rasa harap yang akan dibahas pada kesempatan
sore hari ini ada dua yang pertama orang-orang yang terlalu besar rasa
takutnya kepada Allah subhanahu wa taala dan Dia tidak memiliki rasa harap kepada Allah apa dampaknya Ketika seseorang
dia begitu besarnya rasa takutnya kepada Allah tanpa dia menyeimbangkan dengan rasa harap dampaknya adalah seseorang
nanti dia akan kita bahas yaitu dia akan berputus asa dari rahmat Allah ini salah
satu dosa besar dalam agama kita yang digandengkan dengan kesyirikan orang-orang yang berputus asa dari kasih
sayang Allah dia menganggap apa tidak ada lagi jalan bagi dirinya untuk bertobat
dia menganggap tidak ada lagi peluang bagi dirinya untuk masuk ke dalam surga ini contoh orang-orang yang berputus asa
dari rahmat allah termasuk salah satu dosa besar atau di sisi lainnya orang-orang
yang sangat besar rasa harapnya kepada Allah tidak punya rasa takut kepada
Allah rasa harapnya lebih mendominasi inilah Dia kemudian orang orang
[Musik] yang melakukan dosa besar yang lainnya yaitu merasa aman dari makar
Allah salah satu dosa besar dalam agama kita ketika seseorang itu merasa aman aman pokoknya mandali aman
terkendali ini Ketika seseorang dia lebih mengedepankan rasa
harap sehingga itu konteksnya ini masih berkaitan dengan ee bab-bab sebelumnya
mengenai amal hati, rasa takut dan rasa harap kepada Allah. nah sehingga sebenarnya ini
semacam bab tambahan saja, bab ekstra yang ini tidak ada kaitannya dengan
kesyirikan ya orang yang dia tadi putus asa Dari kasih sayang Allah dan juga
orang yang merasa aman dari makar Allah tidak teranggap dia melakukan kesyirikan
tidak tapi ini mumpung berkaitan dengan bab sebelumnya makanya penulis membawakan bab ini ini tidak berkaitan
dengan kesyirikan namun ini bicara tentang dua di antara dosa
besar
maka yang pertama nanti akan kita lihat orang-orang yang merasa aman dari
makar Allah Apa yang dimaksudkan dengan makar di sana ya itulah makar yang kita
pahami dalam bahasa kita makar dalam bahasa kita secara bahasa seperti itu namun lebih
spesifiknya yang kita maksudkan dalam konteks sebab ini yang dimaksudkan makar adalah hukuman yang Allah berikan tanpa
disadari oleh orang yang diberi hukuman tersebut hukuman yang Allah
berikan tanpa sadar atau tanpa disadari oleh orang-orang yang menerima hukuman
tersebut inilah yang kita maksudkan makar dalam pembahasan ini nanti akan
kita lihat beberapa ayat dan hadis yang menyebutkan tentang makar Allah Maka
itulah dia ketika Allah memberikan hukuman kepada suatu kaum suatu kaum tersebut dia tidak merasa ini
adalah hukuman itulah dia makar Allah mereka tertipu dengan makar tersebut dikiranya ini bukan
hukuman maka salah satu jenis makar supaya kita lebih mudah untuk
memahaminya salah satu contoh makar Allah adalah
istidraj apa istidraj pernah mendengar istilah
istidraj kalau di Jawa itu dilulu nah
dilulu dilulu pak Hm itulah dia istidraj
yaitu ketika Allah mengulur atau membiarkan pelaku
maksiat agar mereka semakin parah ya agar tambah tambah parah
hukuman mereka agar tambah tambah parah perbuatan mereka dan tambah parah nanti siksaan yang akan mereka dapatkan ini
namanya istidraj ketika Allah membiarkan seseorang nah ini contoh makar Pak orang
dia tidak merasa ada yang salah ini gak ada yang salah biasa saja saya maksiat rezeki
saya lancar-lancar saja saya gak salat tetap kaya raya nah ini contoh
istidraj dalam Alqur'an Allah sebutkan di beberapa tempat tentang istidraj dan dalam hadis pun nabi Sebutkan kita lihat
di antaranya dalam surah al'raf ayat 182 Al 82 tentang istidraj kita belum masuk
ke dalam babnya Allah sebutkan wallinazabu
biayatinajum yalamun kata Allah subhanahu wa taala orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami mendustakan
ayat al-qur'an akan kami biarkan mereka ber berangsur-angsur menuju
kebinasaan Min haitu la yalamun dalam kondisi mereka tidak menyadarinya ini
istidraj
contoh lebih jelas lagi disebutkan oleh Rasulullah tentang istidraj itu apa kata nabi kita Muhammad
shallahu allaihi wasalam
wasamunuhuuad ini contohnyaata istidraj yang diberikan oleh Rasulullah jika kalian melihat Allah
memberikan dunia kepada seorang hamba pelaku maksiat dengan sesuatu yang dia
[Musik] maka sesungguhnya ketahuilah itu adalah
istidraj ketika engkau melihat Allah memberikan dunia kepada seorang pelaku
maksiat dengan sesuatu yang dia sukai disukai oleh hamba ini maka ketahuilah itu dia
istidraj tadi kita sebutkan ketika orang yang jauh dari agama tidak salat tidak
puasa tidak bayar zakat mengakunya memang muslim tapi tidak tahu apa-apa
dengan ibadah kaya raya bisnisnya berkembang banyak
karyawannya maka inilah Dia contoh istidraj itu Pak. karena dia membangkang kepada Allah
Allah berikan makar kepada dia tanpa dia menyadari bahwasanya ini sengaja Allah mengulur dia seperti
itu maka itulah dia di antara contoh makar Allah kita harus takut terhadap
makar dari Allah subhanahu wa taala nabi sangat takut terhadap makar
Allah subhanahu wa taala makanya di antara doa yang Nabi baca adalah Allahumma allahummamkurli wala tamkur
alaiya Ya Allah bantu aku untuk membuat makar terhadap musuh-musuhku dan jangan
buat makar untuk diriku ya jangan
sampai nabi itu terkena makar nabi berdoa seperti itu jangan engkau buatkan makar untuk aku tapi bantu aku bermakar
untuk menghadapi musuh-musuhku maka lihat nabi pun berlindung dari makar
Allah contohnya ya bagaimana nabi itu takut dari makar allahah diriwayatkan oleh ibunda
aisyahallahuha kata iba Aisyah
kata nabi kita kata ibunda aisyah dalam hadis riwayat Imam muslim adalah kebiasaan Rasulullah su wasallam apabila
beliau melihat ada awan hitam mendung datang nabi itu gelisah nabi
gelisah beliau mundar-mandir keluar rumah masuk rumah maju mundur terlihat
kegelisahan pada tubuh beliau dan juga wajah beliau ekspresinya berubahet takutan kalau melihat ada awan di langit
Awan Gelap kalau sudah turun hujan sury Bih
wajah Nabi kemudian menjadi ceria ada yang tahu alasannya kenapa Nabi muka
beliau berubah gelisah ketika ada
mendung Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam khawatir kalau mendung tersebut membawa
azab Karena itulah yang Allah lakukan pada umat-umat terdahulu ketika kaum tsamud
dan a Mereka melihat datang kaum tamud ya ketika mereka melihat datang awan hitam
itu azab Allah mereka mengatakan gak apa-apa turun hujan hujan yang bermanfaat bagi kita tumbuh-tumbuhan
kita jadi subur tanah kita jadi subur gak masalah itu contoh makar Pak mereka
merasa aman gak ada apa-apa ini Aman padahal nabi Ketika Nabi ditanya
kenapa engkau gelisah seperti itu kata nabi Saya khawatir e bukan samud bertiat
ya Saya khawatir ini terjadi sebagaimana yang telah terjadi kepada kaum adad ya
sebagaimana yang terjadi kepada kaum adad kata nabi kita Muhammad Sallahu alhi wasallam
Dulu mereka ketika melihat awan seperti itu mereka merasa senang
Wah datang hujan nanti subur ternyata itu adalah awan yang membawa azab untuk mereka sehingga pelajarannya nabi kita
Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kepada kita yang namanya seorang mukmin tidak pernah dia
merasa aman dari makar Allah subhanahu wa taala kita lihat ayat yang pertama yang
dibawakan oleh Syekh oleh penulis dalam surah al-a'raf ayat
99 kata Allah Subhanahu Wa taalaainu makrallah Maka apakah mereka itu merasa
aman dari makar Allah Makah
tidaklah yang merasa aman dari makar Allah tersebut kecuali orang-orang yang
merugi saja tidaklah yang merasa dari makar Allah
merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi
saja maka di sini kata para ulama Kenapa ada sebagian orang
mereka merasa aman dari makar Allah seperti yang di yang dibicarakan dalam surat al-a'raf ayat 99 ini karena pada
diri mereka rasa harapnya sangat mendominasi ya Ini alasan pertama ketika
seseorang dia rasa harap pada dirinya itu sangat mendominasi maka dia akan merasa aman
dia ingat Oh Allah itu kan maha pengampun Allah itu
kan mengatakan apa apa inallahfirunuba Jamian Allah mengampuni
dosa seluruhnya sehingga dia merasa aman inilah yang Allah bicarakan orang-orang yang sangat besar rasa harapnya tadi
sehingga dia merasa aman dari makar Allah nah sehingga Itu sebab sebab ee
yang pertama Ya sebab ketika Kenapa orang merasa aman dari makar Allah adalah Karena rasa harap dia yang
mendominasi oleh karena itulah sekali lagi sudah sering kita sampaikan
kita dalam belajar memilih pengajian membaca buku harus berupaya
menyeimbangkan berupaya menyeimbangkan baca buku tentang
deskripsi surga misalnya jangan lupa dibarengi dengan deskripsi
neraka Ketika seseorang dia membahas tentang amal-amal kebaikan itu seperti
apa ibadah itu seperti apaang l juga dia membahas tentang dosa-dosa itu seperti apa supaya berimbang dalam memilih
majelis juga seperti itu dalam menyampaikan pengajian seperti itu ya perlu ketahui bahwa ada sebagian orang
seperti ini ya panitia pengajian kalau kita bahas masalah
surga senang kalau sudah bahas masalah neraka azab kubur sampai ditegur katanya
jangan ngeri-ngeri seperti itu pembahasannya maka kita khawatirkan kalau pilih-pilih seperti itu itu cuma
maunya bahas yang enak-enak dalam artian yang indah-indah lebih mendominasi rasa harapnya tanpa dia ada rasa takutnya
Bukankah itu metode dalam al-qur'an ketika Allah subhanahu wa taala menyebutkan tentang nikmat surga mesti Allah bawakan tentang siksa neraka atau
sebaliknya ketika Allah awali dengan pembahasan neraka berikutnya Allah berikan harapan berkaitan dengan
surga Allah maha pengasih maha penyayang namun Allah juga Maha berat siksanya
Maha keras siksanya sehingga seorang musl dia harus berupaya menyeimbangkan ketika rasa harapnya lebih mendominasi
Maka itulah dia nanti orang itu akan merasa aman dari makar Allah subhanahu wa taala itu alasan yang pertama alasan
Yang kedua Kenapa sebagian orang dia merasa aman dari makar Allah adalah ketika dia berani mencoba cicip-cicip
maksiat lalu dia dapati gak ada masalah tuh ya dia merasa tidak
ada yang terjadi pada kehidupannya tidak ada dampak negatif yang dia
rasakan maka kemudian dia keterusan ya dia keterusan pada akhirnya dia merasa
aman dari makar Allah sudah saya buktikan salat gak salat sama saja Bahkan semakin saya gak salat
semakin sukses semakin lancar katanya karirnya maka itu dia dia makar Allah
pada hakikatnya sehingga tidak boleh seorang dia merasa
aman dari makar Allah subhanahu wa taala kita harus senantiasa khawatir jangan-jangan ini adalah makar dari
Allah subhanahu wa taala nah kemudian
pembahasannya yang berkaitan dengan makar juga perlu diketahui di antara
sifat-sifat Allah ada yang disebut dengan sifat muqabalah Apa itu sifat muqabalah adalah
sifat yang merupakan respon ya Ada banyak sifat Allah dalam
al-qur'an yang sifat termasuk dalam kategori sifat
muqabalah sifat ini muncul dari Allah sifat ini ada sebagai respon Ya sifat
ini ada sebagai respon dari perbuatan para
hamba bukan sifat yang istilahnya kata para ulama ibtidaan ibtidaan itu Allah
yang memulai contohnya yang pertama adalah
makar ini Allah tidak pernah memulai untuk membuat
makar tapi Allah membuat makar ketika hamba-hamba tersebutlah
yang memulai untuk membuat makar kita
lihat ya beberapa ayat atau beberapa sifat Allah Yang
lainnya selain makar ya makar itu ada adalah sifat yang muukabalah yaitu
sebagai respon makanya bukan Allah yang memulai
makar
makanya tidak bisa disebutkan salah satu nama Allah misalnya kata seseorang almakir zat yang membuat makar
Bukan ini bukan nama Allah karena Allah tidak pernah memulai untuk membuat makar
kita lihat contoh-contoh mukabalah lainnya contoh-contoh yang lahir sebagai bentuk respon Ya yang muncul sebagai
bentuk respon ketika Allah subhanahu wa taala kisahkan dalam surat dalam ayat yang sering kita baca Waina amanu Q
amanna wa inna maakum inamaahnu mustahziun
allahuahzi nah Allah balas Allah respon ketika orang-orang munafik mereka
berjumpa dengan orang-orang beriman mereka katakan kami beriman tapi apabila mereka kembali kepada pemimpin-pemimpin
mereka mereka mengatakan kami bersama kalian bersama para gembong-gembong
munafik tersebut Sesungguhnya kami hanya mengolok-olok mereka mengatakan innama
nahnu mustahziun kami hanya mengolok-olok mereka lalu Allah respon
kata Allah Allahu yastahziu Allah yang sebenarnya mengolok-olok mereka ya ini contoh sifat
muqabalah karena orang-orang munafik mengolok-olok kaum muslimin mengolok-olok Rasulullah allaholok-olok
mereka tapi tidak bisa kita sebutkan Allah adalah zat yang maha mengolok-olok seperti itu tidak ini adalah sifat yang
ada sebagai respon contoh pertama contoh kedua ya yang pertama makar yang kedua
adalah Allah mengolok-olok
kemudian ada yang bisa Sebutkan contoh lainnya sebagai bentuk respon
menipu ya dalam surah Annisa tentang orang-orang munafik
inalunah W kata Allah subhahu wa taala yang artinya sesungguhnya orang-orang munafik
itu hendak menipu Allah padahal Allah yang menipu mereka contoh sebagai bentuk respon
tidak pernah Allah memulai untuk menipu hambah-ambnya tidak akan pernah bukan sifat ibtian Allah Yang memulai bukan
sehingga tidak berhak untuk kita katakan Allah adalah zat yang maha menipu jelas ya di antara
kaedah boleh seseorang itu ee di antara kaidah terkait nama-nama Allah yang
ditetapkan sebagai nama-nama Allah itu adalah nama yang 100% sempurna yang 100%
mengandung Kebaikan tidak bisa ini nama yang bisa baik bisa jelek tidak bisa ya makanya
tidak bisa kita tetapkan nama Allah alir Yang Maha membuat makar zat yang maha
menipu zat yang maha mengolok-ol tidak diperbolehkan menetapkan nama Allah
yangikian contohinnya dalam
Sur orang-orang kafir mereka merencanakan tipu daya yang jahat akan
tetapi ak ak Day untuk mereka kata Allah subhanahu
wa taala ya Sehingga orang-orang ee kafir membuat tipu daya Allah balas
dengan membuat tipu daya untuk mereka inilah Dia contoh sifat-sifat Allah yang disebut sebagai sifat muqabalah sesuatu
yang ee sebagai bentuk respon terhadap perbuatan
hamba-hambanya.
Namun kita kembali lagi ke ayatnya tadi Allah katakan
orang-orang yang mereka merasa aman dari makar Allah Itulah dia orang orang yang merugi sehingga terlarang bagi seorang
muslim merasa aman dari makar Allah ayat yang kedua dalam surat alhijr
waqui taala firman Allah subhanahu wa taala wqnat
waknutahmatibihiun ya yang Saya hafal yaaknut bukan yaaknat ya kita
cek surat al-hijr
Iya betul Wn sebagaimana yang tertulis di
sanaahti dan siapakah yang berputusasa dari Rahmat
Tuhannya selain orang-orang yang sesat maka ini dia sifat yang kedua dosa
besar yang kedua yang dibahas dalam bab ini yang pertama tadi berputus asa dari
kasih sayang Allah karena saking besarnya rasa harapnya kepada Allah maaf
yang pertama tadi adalah merasa aman dari makar Allah karena saking besarnya rasa harap dia kepada Allah yang kedua
ini adalah orang yang dia kebalikannya berputus asa Kalau tadi
terlalu percaya diri ini istilahnya kita minder lah minder dari mendapatkan kasih
sayang Allah subhanahu wa taala dia menganggap tidak ada peluang bagi
dirinya untuk diampuni oleh Allah subhanahu wa taala tidak ada peluang bagi dirinya untuk masuk ke dalam surga maka inilah Dia sekelompok orang
yang karena saking besarnya rasa takutnya kepada Allah subhanahu wa taala begitu
mendominasi maka dia berputus asa dari rahmat Allah inilah yang terjadi pada
orang-orang khawarij Bagaimana orang-orang khawarij punya pemikiran para pelaku dosa besar kekal di neraka
zina kekal di neraka bahkan kafir berlaku dosa besar kafir dan kekal di neraka saking besarnya rasa takut kepada
Allah takut mereka dari perbuatan dosa ya sebagai saking Takut saking takutnya sampai pada level seperti itu
anggapan orang khawarij ada orang berzina kafir kekal di neraka ada orang minum khamar kafir kekal di neraka dan
seterusnya tidak demikian akidah kita ahlusunah Wal Jamaah para pelaku dosa besar mereka
tidak kafir dan tidak kekal di neraka. sehingga Ee tidak boleh seorang
muslim dia merasa putus asa Dari kasih sayang Allah subhanahu wa taala makanya inilah di antara ayat yang
perlu kita sampaikan kepada generasi muda zaman sekarang ya bagaimana banyak
di antara anak-anak muda di zaman sekarang yang memiliki kecenderungan untuk bunuh diri kalau menghadapi
berbagai problem seakan-akan tidak ada lagi jalan dari Allah seakan Allah tidak akan memberikan kemudahan dan jalan
keluar bagi dia itulah dia orang-orang yang mereka berputus asa dari kasih
sayang Allah subhanahu wa taala ya
maka bagi orang-orang
yang lebih besar rasa takutnya kepada Allah subhanahu wa taala sehingga sampai
pada level ee dia berputus asa dari kasih sayang Allah kita bawakan ayat ayat-ayat hadis-hadis yang menjelaskan
tentang betapa pengampunnya Allah subhanahu wa taala Tidakkah kita ingat di awal-awal bab kita mempelajari
kitabut tauhid Bukankah nabi kita yang mengatakan Dalam Hadis Qudsi Allah berfirman seandainya hambaku mati dalam
keadaan membawa dosa sebesar bumi seisi bumi ya sebesar dunia
ini Maaf Sebesar duniaun sebesar dunia namun dengan syarat dia tidak menyekutukan Allah
pasti akan Allah ampuni bayangkan membawa dosa sebesar dunia ini Pak semua
dosa dia lakukan Anggaplah semua dosa dia lakukan namun dia tidak pernah menyekutukan Allah Allah ampuni maka
Bagaimana mungkin seorang hamba dia berputus asa dari kasih sayang Allah subhanahu wa
taala sehingga ini di anara hal yang harus kita ee hindari yaitu berputus asa
dari kasih sayang Allah subhanahu wa taala kemudian penulis membawakan dua
hadis di sini hadis yang pertama hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin
Abbas bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah ditanya tentang
dosa besar maka istilah dosa besar alkabair
dan assaghair itu sudah ada sejak zaman nabi maka ini istilah syariat dosa besar itu istilah syariat
maka nabi ditanya tentang dosa besar Nabi Sebutkan tiga di sini yang pertama kata nabi kita
Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam asyirku Billah menyekutukan Allah ini jelas dosa besar yang paling besar
kezaliman yang paling zalim kejahatan yang paling jahat itulah dia
kesyirikan lalu yang kedua dan yang ketiga yang berhubungan dengan bab ini itulah dia kata Allah subhanahu wa taala
maaf kata Rasulullah Sallallahu Alaihi
wasallamahillah dosa besar yang kedua adalah ketika seseorang itu dia berputus asa dari rahmat Allah subhanahu wa taala
menganggap Allah tidak akan memberikan kemudahan bagi dia Allah tidak akan membukakan pintu hidayah bagi dia Allah
tidak akan mengampuni bag mengampuni dosa-dosanya itulah contoh-contoh orang-orang yang berputus asa dari
Rahmat Allah subhanahu wa taala ya Ibarat orang yang
em melamar kerja Sudah datang ke sana kemari ngirim
CV ke sana kemari melamar ke sana keemari ujung-ujungnya dia berputus asa
atau seorang ikhwan yang sudah tukaran CV berpuluh-puluh berbelas-belas bahkan
berpuluh-puluh kali tidak nyantol juga tidak ketemu juga jodohnya dalam proses
taarufnya
Maka jangan sampai kemudian kegagalanegala gegalan seperti itu bisa
membuat seseorang dia berputus asa dari kasih sayang Allah orang-orang yang dia
berputus asa dari kasih sayang Allah Itulah dia orang-orang yang bersuzon kepada
Allah dia berburuk sangka kepada allah allah tidak akan memberikan kemudahan Allah tidak akan memberikan e jalan
keluar dirinya lalu yang ketiga kata nabi kita Muhammad sallallahu Ali wasallam di antara dosa besar adalah alamnu Min
makrillah yaitu merasa aman dari makar Allah sehingga jelas di sini yang
berhubungan dengan bab ini dua dosa besar berputus asa dari rahmat Allah dan
merasa aman dari makar Allah sedikit catatan terkait hadis ini
hadis ini diperselisihkan oleh para ulama tentang kesahihannya Sebagian ulama menilai hadisnya Hasan semacam
alhaitami al-iraqi dan ulama-ulama yang lainnya Sebagian ulama lagi mengatakan
sahih kalau dia maukuf artinya ini perkataan Abdullah bin Abbas menurut Sebagian ulama ini bukan Sabda Rasulullah sahu alh Wasallam ya kalau
dia maukuf maka dia sahih ya Al kulihal meskipun ini perkataan Ibnu Abbas tidak mungkin Abdullah bin Abbas dia e
mengada-ada maka dia marfu secara hukum secara hukum ini bersumber dari
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam hadis yang terakhir yang kita
baca di dalam bab ini hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu Anhu kata nabi kita atau kata Abdullah
bin Mas'ud ya kata Abdullah bin Mas'ud akbarul kabair Al isr Billah dosa besar
yang paling besar itulah menyekutukan Allah Wal amnu Min makrillah lalu merasa
aman dari makar Allah jelas ini yang berhubungan dengan bab kita yang ketiga yang keempat
disebutkan oleh Abdullah bin Mas'ud di sini juga berhubungan dengan bab kita
alqunut Min rahmatillah merasa putus asa Dari rahmat
Allah walasu Min rauhillah dan juga berputus asa dari pertolongan
Allah ya tidak boleh seseorang dia berputus asa dari pertolongan Allah
berputus asa dari rahmat Allah serendah apapun titik kehidupannya ya dia berada
pada titik terendah tidak boleh seorang itu tidak berpus asa dari rahmat Allah subhanahu wa taala Tidakkah kita lihat
Bagaimana semangatnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam setelah beliau mengalami tahun
kesedihan, meninggal Paman beliau yang banyak menolong beliau yang membesarkan
beliau sejak kecil yang EE menganggap beliau sebagai anaknya sendiri ya Abu
Thalib ee lebih cinta kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam melebihi ee daripada anak-anak
kandungnya sendiri
sangat cinta ABD Abu Thalib kepada Muhammad meninggal Abu Thalib begitu
sedihnya nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam 3 hari setelah itu wafat
istri beliau wanita yang sangat-sangat beliau
cintai yang tidak bisa beliau lupakan ee istri beliau ini yaitu Khadijah binti
khuwailid radhiallahu anha meninggal 3 hari setelah itu makanya disebut sebagai
tahun kesedihan tapi lihat Bagaimana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak berputus asa ya dua orang ini
sangat banyak bantuannya kepada Rasulullah merekalah yang melindungi Rasulullah di antaranya nabi tidak
berputus asa ketika di Mekah sudah semakin besar penindasan yang dilakukan oleh orang-orang
EE kafir Quraisy Apa yang dilakukan oleh Rasulullah di anaranya yang menunjukkan beliau tidak berputus asa strategi nabi
yang baru setelah itu apa H belum hijrah hijrah
belum nabi berdakwah ke Thaif sudah ditolak secara keras di Makkah sudah
tidak ada lagi pelindung beliau di Makkah dari kalangan manusia tidak putus asa pergi ke Thaif dakwah di Thaif
mudah-mudahan diterima di Thaif ternyata di Thaif juga dilempari
dengan batu dan tulang-bulang sampai berdarah-darah tidak berputus asa kata
ketemu Jin berdakwah kepada Jin banyak Jin yang masuk islam jin masuk Islam itu
kejadiannya setelah Nabi pulang dari Thaif dalam nabi posisi sedih sekali berdarah-darah beliau dilempari oleh
penduduk Thaif lihat Bagaimana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak berputus asa dari rahmat Allah subhanahu
wa taala ya saya baru-baru ini dengar beberapa
kasus ada sebagian Ikhwan ya futur sebabnya karena cobaan yang
bertubi-tubi orang tuanya meninggal dalam waktu berdekatan jatuh secara finansial dan
seterusnya membuat dia futur jauh dari majelis ilmu ya namun syukurnya sebagian
kawannya kemudian yang berupaya menarik dia kembali untuk hadir Ayo ngaji lagi Ayo semangat beribadah lagi
maka boleh kita itu down sebagaimana nabi katakan
perumpamaan orang orang beriman seperti ranting yang lentur semacam
pohon yang lentur terkadang dia diterpa oleh angin bengkok ke kiri ke kanan tapi tidak sampai patah tidak sampai tercabut
akarnya Ketika angin itu hilang kata nabi kita Muhammad salluai wasallam berdiri kembali batang pohon tersebut
sehingga ini karakter kita sebagaiorang beriman pengikut Muhammad itulah yang telah dicontohkan oleh Muhammad tidak
boleh kita berputus asa dan dari rahmat Allah Allah pasti akan memberikan
pertolongan kepada hamba-hambanya yang secara tulus meminta tolong kepada Allah subhanahu wa
taala sehingga itulah dia inti dari bab ini tidak boleh seorang dia merasa aman
dari makar Allah dan tidak boleh pula berputus asa dari rahmat Allah sebagai bentuk nyata penyeimbangan antara rasa
harap dan rasa takut kepada Allah subhanahu wa taala
lalu faedah yang terakhir yang ingin saya sampaikan
terkait hadis tadi hadis yang diriwayatkan oleh Abdur razq tadi lihat perhatikan Bagaimana Abdullah
bin Mas'ud menyebutkan ada dua istilah di situ ada rahmat Allah dan ada
rauhullah tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah dan tidak boleh berputus asa dari ruhnya
Allah Apa perbedaannya maka yang namanya Rahmat
itu memiliki makna yang lebih luas yang mencakup sesuatu yang diharapkan datang
dan mencakup kesulitan yang hendak dihilangkan ya jadi Rahmat itu
mengandung harapan terhadap kemudahan dan harapan terhadap dihilangkannya kesulitan dia
maknanya lebih luas Rahmat Adapun rauhun itu berkaitan dengan rahmat Allah untuk
menghilangkan kesulitan rauhullah itu berkaitan dengan kemudahan ee hilangnya
kesulitan ya ketika Allah menghilang kesulitan dari seseorang itu disebut dengan rauhullah ataupun Rahmat dia
lebih luas maknanya dari roh ya itulah yang digunakan istilahnya
oleh Nabi yaakub ya Ketika Nabi yaakub berkata Ya Bani idhabu fahu Min Yusuf wa akihi
wasuillah wahai anak-anakku Pergilah Carilah berita tentang Yusuf yang hilang tersebut dan saudaranya jangan kamu
berputus asa dari rauhullah yaakub sedang kesulitan anaknya hilang
anak kesayangannya maka dalam posisi dia berharap kesulitan ini diangkat oleh
Allah dia menggunakan istilah ruh Ya sekedar faedah tambahan mengenai
perbedaan antara rahmat dan ruh demikian yang kita baca dari
pembahasan bab ke-34 masih ada waktu yang tersisa barangkali ada yang inin
ditanyakan B tanya untuk orang-orang yang di...
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."