/
Tawakal Kepada Allah (Kitab Tauhid)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Tauhid - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-28 dalam seri Kitab Tauhid yang membahas tentang tawakal kepada allah (kitab tauhid)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
perintahkan kepada Maryam yang posisinya sangat lemah ini kita tahu pohon kurma Siapa yang pernah lihat pohon kurma
pohon kurma itu Sangat kokoh Ya seperti pohon sawit pernah lihat pohon sawit
kokohnya luar biasa lihat pohon kurma kokoh Maryam sangat lemah tapi Allah
masih perintahkan Maryam goyang pohon kurma itu supaya jatuh buahnya nanti apa hikmahnya di sana Pak
Allah mengajarkan tetap berupaya Allah mengajarkan kepada kita
yang namanya tawakal itu tetap harus berupaya ada usaha yang
ditempuh itulah hikmahnya selain pelajaran lainnya coba perhatikan
Pak Maryam mau melahirkan tersedia buah kurma perlu
diketahui buah kurma itu hanya mau berbuah di musim apa
di musim panas saya baru umrah bulan Agustus lalu pertama kali saya umrah
musim panas selama ini tidak pernah saya umrah musim panas ternyata
betul pohon kurma semuanya berbuah kalau kita umrah desembar musim dingin sudah
tidak ada buahnya maka pohon kurma itu hanya mau berbuah di musim panas lihat
Maryam melahirkan Isa ketika ada pohon kurma k ada buah kurma Maaf berarti Isa
lahirnya musim dingin musim panasan Isa lahirnya musim panas kalau berdasarkan al-qur'an kalau menurut ceritanya
orang-orang Nasrani Sekarang musim apa lahhirnya salju SIM salju 25 Desember
maka ini jelas karangan mereka dan kita tidak kaget sebetulnya ini memang demikianlah perbuatan mereka suka
mengubah-ubah ya tentu ada kepentingan tertentu itu ada keuntungan duniawi yang ingin mereka dapatkan Kenapa diubah kok
ceritanya jadi musim dingin seperti itu baik tapi pelajarannya tadi Allah
mengajarkan kepada kita yang namanya tawakal Maryam Yang Lemah pun diperintahkan untuk menggoyangkan pohon
kurma yang kuat itu contoh lainnya bahwasanya yang namanya tawakal itu adalah harus
berupaya contoh dari nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam banyak dalam episode kehidupan
beliau contoh nabi itu berusaha melakukan usaha meskipun beliau adalah orang yang paling pandai bertawakal
salah satu contohnya adalah ketika nabi hijrah Nabi hijrah ke Kota
Madinah
lihat Bagaimana banyak siasat yang dilakukan oleh Nabi upaya yang dilakukan oleh Nabi Apa upaya yang
dilakukan oleh nabi nomor satu
apa keluarnya di waktu yang tidak umum ketika orang sedang beristirahat
nabi keluar yang kedua apa nabi bermanuver Pak ya jadi Makkah
kan di bawah di selatan Madinah di utara orang normal kalau keluar dari Makkah menuju Madinah langsung ke utara tapi
nabi tidak nabi bermanuver nabi ke selatan terlebih dahulu Jabal Sur itu Pak gua Sur Itu posisinya di selatan
Makkah jadi Nabi ke selatan terlebih dahulu menginap di gua tersebut selama beberapa hari bersama Abu Bakar baru
keluar menuju Utara ini strategi nabi usaha nabi nomor tiga Apa usaha nabi
yang lain nya menewa pen Jalan haah menyewa penuntun Jalan minta penuntun jalan memilihkan
jalan yang aman dan kalau kita lihat di peta buku-buku sirah jalan yang ditempuh
oleh nabi itu seperti ini ya ini jalur normal orang ini jalur nabi seperti
angka delan seperti itu tidak ada yang bertemu dengan jalur umum selalu memilih jalan yang
berbeda lihat kita beriman nabi adalah orang yang paling sempurna tawakal ya
Tapi beliau Meskipun orang yang paling sempurna tawakalnya usahanya juga nomor
satu nabi itu kalau B berusaha itu sungguh-sungguh sehingga kembali lagi ke
pelajarannya rukun tawakal yang kedua setelah kita menyerahkan urusan kepada Allah kita harus berupaya yang
terbaik sehingga ee kemudian yang terakhir tadi sudah kita singgung juga
ee di antara keutamaan ibadah Tawakal adalah [Musik]
bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga barangkali ada ikhwan dan akhwat
yang sudah pernah mendengar hadis kata nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yadkulul jannata aqwamun
afidatuhum mlu afidati thirir akan masuk ke dalam surga sekelompok orang yang
hati mereka itu seperti hati burung akan masuk sekelompok orang ke
dalam surga yang hati mereka itu adalah hati seperti hati burung Apa maksud hatinya seperti
hati burung? ada dua penafsiran para ulama
tafsiran yang pertama adalah orang-orang yang hatinya lembut dalam sebuah hadis nabi memuji
para penduduk Yaman, penduduk Yaman ini terkenal hati mereka itu adalah hatinya
hati-hati orang yang lembut
maka Sebagian ulama menafsirkan hati seperti Burung masuk ke
dalam surga disebabkan hati burung ini orang yang memiliki hati yang lembut lalu tafsiran kedua hati seperti
hati burung adalah yaitu hati yang senantiasa bertawakal kepada Allah subhanahu wa
taala karena burung mereka senantiasa bertawakal kepada Allah dalam sebuah
hadis nabi menyebutkanum [Tertawa]
kata nabi Seandainya kalian itu bertawakal kepada Allah subhanahu wa
taala dengan sebenar-sebenar tawakal pasti Allah akan memberikan
kalian rezeki seperti Allah memberikan rezeki kepada
burung Bagaimana Allah memberikan rezeki kepada burung berangkat dalam posisi
perut kosong pulang dalam posisi perut sudah penuh ini tawakalnya
burung maka kata para ulama hati seperti hati burung itu adalah hati yang
senantiasa bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala namun paling utamanya kembali lagi di antara keutamaan
bertawakal kepada Allah adalah bisa menjadi sebab Allah masukkan seorang
hamba ke dalam surga dan Sekali lagi saya sampaikan kita harus betul-betul berlatih Pak
kalau kita lihat generasi awal Islam mereka bagaimana tawakalnya kepada Allah itu dalam segala
hal nanti akan kita singgung di antara bentuk tawakal itu penyimpangan dalam bentuk tawakal adalah tawakal yang tidak
sempurna sebagian orang itu hanya bertawakal kepada Allah kalau sudah urusannya besar
besar mau melahirkan tawakal kepada Allah mau ini mau CPNS Wah bertawakal
kepada Allah kalau sudah urusan besar-besar mau ujian nasional tapi
kalau dalam perkara-perkara kecil hatinya tidak bergantung sama sekali sama kepada Allah subhanahu wa taala
tidak demikian kita Bahkan dalam perkara-perkara kecil pun jangan kita
menganggap kita bakal merepotkan Allah gak enak sama Allah masa perkara kecil seperti ini juga bertawakal kepada Allah
tidak seperti itu Allah bahkan Semakin Cinta sering kita sebutkan contohnya
Bagaimana orang-orang Saleh terdahulu perkara sandal yang putus pun ini
bertawakal kepada Allah minta tolong ya Allah Bagaimana nih caranya sandal saya putus dalam masalah bumbu dapur pun
ibu-ibu sekalian Sebagian ulama sebagian orang Saleh terdahulu
perempuan-perempuan zaman dulu muslimah di zaman dulu kehabisan bumbu dapur kehabisan garam bertawakal kepada Allah
subhanahu wa taala minta kepada Allah subhanahu wa taala menunjukkan Bagaimana tawakal itu dalam segala
hal baik kita lihat hadis yang atau ayat yang pertama yang dibawakan oleh penulis di dalam bab ini yaitu ayat dari surat
al-maidah di ayat di halaman 12 ayat 23 Almaidah ayat 23 Allah subhanahu wa
taala berfirman waallahi fatawakalu inkuntum
mukminin dan hanya kepada Allahlah hendaknya kamu bertawakal Jika kamu benar-benar orang
yang
beriman
maka
ikhwani fillah rahimani wa rahimakumullahu Jamian wa akhwati fiddin aanallah waakum
Jamian ayat ini berbicara [Musik]
tentang kejadian yang terjadi di zaman Musa
dulu Allah memerintahkan Musa bersama Bani Israil ketika itu
untuk masuk ke negeri Palestina ketika itu Palestina dikuasai
oleh sekelompok orang yang kuat dan mereka zalim
jahat maka kemudian Bani Israil tidak mau menuuti
perintah Allah dan perintah Nabi Musa untuk masuk ke sana
maka mereka menolak sampai
akhirnya mereka berani berkata Ya
anuk ini lancangnya orang Yahudi itu seperti ini perbuatan mereka p apa kata
orang Yahudi ketika itu kepada Nabi Musa wahai Musa silakan kamu pergi bersama Tuhanmu silakan berperang orang sana
lawan orang-orang yang ada di Palestina itu kami nunggu duduk-duduk di luar sana tap lancangnya sejak zaman dulu Memang
kelakuannya seperti itu silakan engkau pergi bersama Tuhanmu berdua peranglah sana lawan orang-orang
Palestina maka Allah hukum
mereka Allah sesatkan mereka dalam perjalanan mereka di jalan dalam artian
disebutkan oleh sebagian mufasirin selama 40 tahun orang-orang Yahudi itu
tidak bisa masuk ke Palestina setiap kali mereka berupaya untuk menuju ke arah Palestina arah
mereka Allah sesatkan mereka berputar-putar ini di antara bentuk hukuman Allah kepada orang-orang Yahudi
ketika itu nah namun yang menjadi pelajarannya di sini adalah kalimat ini adalah Kalimat yang
dikeluarkan oleh dua orang Saleh ketika itu salah satunya adalah yusya bin Nun pembantunya Musa ada dua orang Saleh
yang mereka membantu Musa untuk meyakinkan orang Yahudi supaya mau masuk
Palestina berperang di Palestina ketika itu di antara kalimat yang mereka ucapkan adalah
waallahiallahi fwakalu inuntum mminin kepada Allahlah hendaknya kalian
bertawakal kalau kalian itu betul-betul orang yang beriman
jadi ini konteksnya
dulu di zaman Nabi Musa orang Saleh dari kalangan mereka menasihatkan kepada orang-orang Yahudi gak apa-apa Ayo kita
maju berperang kita dalam kondisi bertawakal kepada Allah subhanahu wa
taala nah namun meskipun ini terjadi di zaman Nabi Musa ayat ini berlaku bagi
kita semua ya al ibratuumumil lazi la busus sabab
pelajaran yang kita ambil dari sebuah ayat itu berkaitan dengan keumuman yang ada pada lafaz Ayat tersebut tidak
berkaitan dengan khususnya sebab secara sebab memang ini berkaitan dengan kejadian zaman dulu namun hukumnya
berlaku untuk kita semua yaitu kepada Allahlah kita bertawakal jika kita berbenar
beriman baik ayat yang berikutnya dibawakan penulis di sini ayat dari surah alanfal ayat 2 Firman Allah
subhanahu wa taala inamalinaukirah
sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebutkan nama Allah bergetar hati
mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatnya bertambah iman
mereka dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal yaitu hanya kepada Tuhan
merekalah mereka bertawakal maka di sini Allah menyebutkan tentang karakteristik
orang-orang beriman kita ulangi lagi yang pertama karakteristik orang-orang yang beriman adalah ketika disebutkan
nama Allah hati mereka bergetar ketika disebutkan nama Allah
maka hati mereka
bergetar. lalu yang kedua karakteristik orang-orang beriman wa tuliat alaihim ayatu ayatuhu zadatum imana kalau
dibacakan ayat-ayat Allah akan bertambah iman mereka ini karakteristik orang yang beriman yang
kedua. maka dari sini Kita juga bisa mengambil pelajaran akidah ahlusunah Wal Jamaah yang namanya Iman bertambah dan
berkurang iman itu tidak tetap ya I akidahnya orang-orang
muktazilah iman itu tetap bagaimanapun kondisinya Iman selalu
konstan akidah ahlusunah Wal Jamaah Iman Bisa bertambah Bisa berkurang dalilnya
ayat tadi di mana Allah mengatakan zadatum imana bertambah iman mereka
lalu
yang menjadi pelajaran kita ciri khas orang beriman yang ketiga adalah
mereka hanya bertawakal kepada Tuhan mereka yaitu Allah subhanahu wa
taala ayat berikutnya dalam firman Allah dalam surah alanfal ayat
64 Allah berfirman ya ayyuhan nabi
hasbukallahalminin wahai nabi cukuplah Allah menjadi pelindung bagimu dan bagi
orang-orang yang mengikutimu cukup Allah itu
sebagai pemberi pelindung kepada kita sehingga hendaknya kita bertawakal kepada Allah karena kita sudah punya
Allah subhanahu wa taala itu intinya kemudian langsung saja dalam
surat atalaq ayat 3 firman Allah subhanahu wa taala
W Barang siapa yang dia bertawakal kepada Allah pasti Allah akan cukupkan
keperluannya ini janji Allah
Pak janji allah allah tidak akan mengingkari janjinya sehingga kalau kita
itu betul-betul bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala pasti Allah akan
cukupkan hajat-hajat kita pasti Allah akan cukupkan
hajat-hajat kita namun terkadang memang tawakal Kita
itu yang tidak sempurna ya tawakal Kita yang tidak
murni kepada Allah subhanahu wa taala tidak percaya kepada Allah subhanahu wa taala tidak ada sikah tadi bahkan
sebagian orang terkadang suuzon apa ya betul Allah akan kemudian mengabulkan hajat-hajat saya
ini menunjukkan ketidaksempurnaan tawakal seseorang maka Barang siapa yang dia bertawakal kepada Allah pasti Allah
akan cukupkan berbagai kebutuhannya dan sekali lagi ini adalah amal hati Pak
Ya ini adalah amal hati tidak bisa kita melihat orang itu dia bertawakal atau tidak kepada orang kepada Allah
subhanahu wa taala maaf tidak bisa kita melihat orang itu dia betul-betul bertawakal atau tidak karena ini urusannya adalah urusan hati
seseorang.
kemudian yang terakhir Nas yang terakhir yang dibawakan oleh penulis di sini yaitu dari sebuah
hadis di mana diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas Radiallahu an kata bin Abbas
Hasbunallah wikmal wakil kalimat Hasbunallah waikmal wakil
cukuplah Allah bagi kami dan dia adalah sebaik-baik pelindung qa ibrahimu
shallallallahu Alaihi Wasallam hina ulqi
Fin ini adalah Kalimat yang diucapkan oleh Ibrahim ketika Ibrahim dilemparkan
ke dalam api maka di antara cobaan yang dialami oleh
Ibrahim
Ibrahim diuji oleh kaumnya ya mendapatkan ujian dari sisi
kaumnya yang pada puncaknya adalah mereka ingin membakar Ibrahim Ya. sudah pernah kita bahas Ibrahim adalah nabi
yang paling banyak cobaannya di antaranya di antara nabi yang paling banyak cobaannya yang paling komplit
cobaannya adalah Ibrahim diuji dari sisi kaumnya diuji dari sisi bapaknya
diuji dari sisi istrinya Apa ujian dari sisi istrinya
ujian dari sisi istrinya apa kecemburuan ya bagaimana cemburunya
Sarah terhadap hajar Kemudian dari sisi
anaknya menunggu lama kemudian setelah diberikan diperintahkan untuk
disembelih banyak cobaan yang dialami oleh Ibrahim dari berbagai sisi dia mendapatkan cobaan dan dia berhasil
makanya kemudian dia berhak untuk mendapatkan puji-pujian yang banyak dari Allah subhanahu wa taala mendapatkan
tempat yang khusus dari Allah subhanahu wa taala nabi Allah Ibrahim maka salah satu ujian yang dialami oleh Ibrahim
adalah ketika kaumnya sudah memuncak kemarahannya kepada Nabi Ibrahim mereka
mengumpulkan kayu bakar yang sangat banyak tidak main-main mengumpulkan kayu bakar
ini dibutuhkan waktu yang lama tidak hanya sebentar Satu kali dikumpulkan langsung dinyalakan tidak tapi
membutuhkan waktu yang lama sampai kemudian saking banyaknya kayu bakar dinyalakan api saking besarnya apinya
Mereka pun tidak mampu Untuk mengantarkan Ibrahim secara langsung ke api tersebut saking panasnya dan saking
besarnya apa yang mereka lakukan kemudian mereka melemparkan Ibrahim menggunakan seperti manjanik seperti itu
ya seperti seperti ketapel raksasa Ya seperti ketapel raksasa Ibrahim dibuka
pakaiannya oleh mereka diikatkan di situ lalu dilemparkan ke kobaran api.
Bahkan mereka sendiri tidak mampu untuk
mendekatkan mengantarkan Ibrahim ke apinya saking besarnya api makanya
kemudian ketika Ibrahim mengucapkan Hasbunallah wikmal wakil dengan
sesempurna sesempurna tawakal yang dimiliki oleh Ibrahim Allah buat
api tersebut terasa dingin pada diri Ibrahim dan tidak memberikan mudarat pada diri
Ibrahim maka inilah yang dimaksudkan oleh Ibnu Abbas dalam hadis ini Hasbunallah wikmal wakil adalah Kalimat
yang diucapkan oleh Ibrahim ketika dia dilemparkan ke dalam api tersebut waqa
Muhammadun shallallallahu Alaihi Wasallam kalimat ini jugalah yang disebutkan oleh Nabi Muhammad Sallallahu
Alaihi Wasallam hahu ketika ada yang berkata kepada nabi
muhammallah ketika ada orang yang berkata sesungguhnya manusia telah berkumpul untuk menyerang kalian maka
takutlah kalian kepada mereka ada yang ingat ayat ini konteksnya pada perang apa pasca perang apa pasca Perang Uhud
Ya sudah selesai Perang Uhud nabi memutuskan untuk mengejar pasukan Mekah
kafir Quraisy dari Mekah dikejar oleh Nabi kemudian ada yang mengabarkan kepada
nabi jangan kejar mereka mereka sudah membangun pasukan yang sangat berat takutlah kalian tapi Nabi kemudian malah
tidak takut nabi malah mengatakan Hasbunallah wmal wakil cukuplah Allah
bagi kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung jadi kalimat ini yang juga
diucapkan oleh Nabi Sallahu wasallam untuk melawan ketakutan tersebut ya melawan ketakutan diancam dengan pasukan
yang besar sama dengan yang diucapkan oleh Bapak beliau yaitu Ibrahim ketika dileparkan ke dalam
api hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan juga Imam an-nasai statusnya
sahih maka itu dia berbagai ayat dan hadis sebuah hadis yang dibawakan oleh
penulis terkait tawakal
maka kalau kita
simpulkan di antara kekeliruan terkait tawakal ada dua jenis kekeliruan sebagaimana
kita sudah membahas kekeliruan terkait rasa takut penyimpangan terkait tawakal bisa
kita bagi menjadi dua yang pertama penyimpangan dalam hal tawakal yang
tergolong sebagai kesyirikan penyimpangan dalam hal tawakal yang tergolong sebagai
kesyirikan maka penyimpangan dalam hal tawakal yang berkaitan dengan kesyirikan terbagi dua
lagi yang pertama yang tergolong sebagai Syirik Akbar yang kedua tergolong
sebagai Syirik asghar Syirik besar dan Syirik kecil Apa contoh kekeliruan dalam hal
tawakal yang tergolong sebagai Syirik Akbar adalah ketika seseorang dia hatinya bertawakal kepada orang yang
sudah mati misalnya bertawakal kepada orang yang sudah mati meminta kepada orang yang
sudah mati atau meminta kepada
Jin hatinya bertawakal kepada Jin ini termasuk Syirik Akbar Syirik
besar atau dia bertawakal kepada
manusia Apakah itu orang Saleh atau yang lainnya
namun perkara yang dia tawakalkan tersebut adalah berada di luar kemampuan orang tersebut
misalnya bertawakal
kepada orang Saleh Dalam hal pemberian keturunan
Misalnya ini di luar kemampuan dia ya bertawakal kepada orang Saleh Dalam hal
pemberian keturunan dalam hal memberikan rezeki menurunkan hujan
misalnya maka Barang siapa yang dia melakukan tawakal
seperti itu dia teranggap melakukan Syirik besar baru yang kedua tadi Syirik Asgar
Syirik yang kecil kekeliruan dalam hal tawakal tergolong sebagai kesyirikan namun Syirik kecil yaitu tawakalnya
seseorang kepada orang lain dalam perkara yang dia memang mampu
sebetulnya namun hati dia bergantung kepada orang bukan bergantung kepada Allah ini termasuk dalam Siri kecil
misal dalam hal
penyakit seseorang diperbolehkan. Bahkan dia diperintahkan untuk berobat namun tidak boleh orang itu
hatinya bergantung kepada obat tidak boleh hatinya bergantung kepada
dokter wajib dia meyakini dokter obat itu hanya
sarana bukan itu Sebab kesembuhannya di bukan maka Barang siapa yang meyakini dokter
yang menyembuhkan saya maka ini orang tersebut bisa
tergolong sebagai melakukan Syirik kecil Barang siapa dia meyakini uang ini
berasal dari bos saya maka tergolong dia sebagai Syirik
kecil dokter Bos orang yang mencairkan gaji ini hanya
perantara ya
makanya istilahnya dokter itu kata para ulama dokterlah yang mengobati namun Allah yang
menyembuhkan, dokter yang mengobati pengobatan itu hanya sarana ya tujuannya
adalah penyembuhan yang penyembuhan itu adalah berasal dari Allah subhanahu wa
taala sehingga sekali lagi yang tergolong sebagai Syirik Asgar dalam hal Tawakal adalah orang itu dia bertawakal
kepada orang lain dalam perkara-perkara yang mampu dikerjakan oleh orang lain
tersebut dia mampu tapi hati dia bertawakal bergantung kepada manusia ini yang tidak boleh harusnya hatinya
bergantung kepada Allah subhanahu wa taala dia meyakini orang ini hanya perantaranya saja hanya usaha yang perlu dia
tempuh kemudian kategori yang kedua kekeliruan terkait tawakal yaitu tidak
termasuk dalam kesyirikan namun dia tergolong sebagai maksiat Dia tergolong sebagai maksiat
ada dua ada dua bagian juga dalam kategori yang kedua ini yang
pertama tergolong maksiat yaitu ketika seseorang tidak bertawakal kepada Allah
dalam semua perkara tadi sudah saya Sebutkan sebagian orang hanya bertawakal kepada
Allah dalam perkara-perkara besar dalam perkara-perkara
duniawi tidak dalam seluruh perkara maka orang seperti ini dia teranggap sebagai
atau dia teranggap telah bermaksiat kepada Allah subhanahu wa taala tidak sampai pada level
kesyirikan ya semestinya kita semua bertawakal kepada Allah dalam berbagai
perkara bahkan perhatikan kata nabi kita Muhammad sallallahu wasallam
wallahiahu kata nabi kita Muhamad wasallam. seandainya bukan karena Allah subhanahu wa taala kita ini tidak akan
mendapatkan hidayah kita tidak akan mampu berpuasa tidak mampu kita melakukan salat seandainya bukan karena
Allah subhanahu wa taala Sehingga dalam berbagai ibadah pun kita harus bertawakal kepada Allah sub
ketika kita mampu untuk ketika kita ingin mengerjakan salat bertawakal kepada Allah minta tolong kepada Allah
supaya dimudahkan mengerjakan salat hendak berpuasa meminta tolong kepada Allah subhanahu wa taala supaya
dimudahkan untuk berpuasa maka bertawakal kepada Allah dalam semua perkara besar kecil Barang siapa yang
dia hanya bertawakal kepada Allah dalam sebagian perkara saja maka dia bermaksiat kepada Allah subhanahu wa
taala.
,p>lalu yang keduaak yang tidak sempurna namun tergolong
sebagai maksiat adalah tadi sudah kita singgung orang-orang yang tidak mau
berusaha dia mengatakan saya bergantung kepada Allah saya bertawakal kepada Allah namun dia tidak mau menempuh
usahanya tidak mau mengambil sebab inilah yang
Allah Sindir sebagian orang datang ke kota
Makkah di zaman dulu melaksanakan haji tidak membawa bekal
ka berd kamiah orang-orang yang bertawakal
kepada Allah subhahu wa taal akhirnyaka mampahj pengemis
diakahal apa tidakal
makahakunt itu tapi berbekallah berbekallah kalian dan sebaik-baik bekal
adalah ketakwaan namun kembali lagi ke pelajarannya di antara kekeliruan terkait Tawakal adalah ketika seseorang
dia tidak mau berupaya demikian pembahasan kita dalam
Bab 33 mengenai bab tawakal masih ada waktu sedikit ada
pertanyaan silakan Pak kalau di salat itu membaca Atah itu menyebut
Kanjeng Nabi Ibrahim itu besok di kalau dimasukkan neraka
itu neraka itu dingin ada yang mengatakan itu betul apa tidak kalau
membaca selawat kepada nabi di dalam salat Maka nanti masuk neraka nerakanya menjadi dingin seperti
itubrah ha pribun karena mungkin kaitannya Oh jadi kalau
membaca selawat ibrahimiyah membaca selawat ibrahimiyah kalau dimasukkan ke dalam neraka
nerakanya jadi [Musik] dingin selawat
ibrahimnya ya ini tidak benar pak ya tidak benar tidak ada keterangan seperti itu betul neraka itu ada yang dingin ya
neraka itu ada siksa yang dingin Pak neraka itu tidak cuma panas namun dinginnya juga menyiksa ya untuk siksaan
Di neraka itu adalah berupa dingin yang sangat dingin membeku namun tapi tidak benar tadi Barang siapa yang dia membaca
selawat ibrahimiah maka akan menyebabkan api neraka menjadi dingin
Ee wallahuam tidak ada penjelasan seperti itu yang pernah saya dapati
sehingga ya tidak bisa dijadikan kepercayaan wallahuam ada lagi
pertanyaan bagaimana unentuk implementasi kita terhadap hasil Dar
Usan yang kita kepada Allah baik Bagaimana bentuk implementasi kita
terhadap hasil yang kita sudah berupaya bertawakal namun kemudian nanti
hasilnya terkadang tidak sesuai yang dengan kita harapkan maka ini nanti pembahasannya berbeda ini nanti
pembahasannya berkaitan dengan takdir ya ini nanti berkaitan keimanan terkait takdir Insyaallah akan kita sampai pada
pada waktunya kita akan bahas nanti di antara konsekuensi tauhid adalah ad juga berkaitan dengan
takdir baik kita cukupkan demikian untuk pertemuan kali ini mudah-mudahan ada
manfaatnya lebih kurangnya mohon maaf
Washalalahu 'ala Nabiyina Muhammad wa alihi wasahbihi wasallam, subhanakallahumma wabihamdika ashadualahaa illa Anta
astaghfiruka waatubu ilaik. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."