/
Bersabar atas Takdir Allah (Kitab Tauhid)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Tauhid - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-30 dalam seri Kitab Tauhid yang membahas tentang bersabar atas takdir allah (kitab tauhid)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
wassalatu wassalamu ala asrofil anbiya-i wal mursalin nabiyina muhammadin waala alihi washahbihi ajmain waman tabiahum biihsanin Il yaumiddin, amma ba'dhu. Allahumma 'allimna ma yanfa 'una, wa anfa 'na bima 'allamtana wa zidna 'ilma. Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
Bapak Ibu ikhwan dan akhwat para hadirin dan hadirat dan pemirsa
rahimani warahimakumullahu Jamian waq allahakum
januhibbuhuard kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala tanpa henti-hentinya atas berbagai nikmat yang
telah Allah berikan kepada kita yang salah satu nikmat tersebut adalah di malam hari ini kembali kita
diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk mengerjakan Salah satu ibadah Mulia
dalam agama kita setelah kita mengerjakan salat kemudian kita melanjutkan dengan mempelajari
tentang agama Allah lebih spesifiknya kita akan mempelajari di antara
Bagaimana cara kita untuk mentauhidkan Allah subhanahu wa taala di malam hari ini dengan
mengharapkan pertolongan dari allah subhanahu wa taala kita akan melanjutkan pelajaran kita membaca bab yang baru
dari kitabut tauhid langsung saja di bab KE30
sekarang silakan dibuka bukunya bagi yang memegang buku panduan di halaman
19 kata penulis Syekh Muhammad atamimi rahimahullahu taala Minal Imani
billahiillah termasuk di antara iman kepada Allah subhanahu wa taala adalah
bersabar atas takdir Allah subanahu wa
taala maka ini bab yang ke-35 yang akan kita baca pada malam
hari ini apa hubungannya dengan tauhid maka
bersabar atas takdir Allah adalah di antara bentuk kesempurnaan tauhid. Ini
hubungannya seorang yang dia mengaku sebagai hamba Allah yang bertauhid dia
mengaku hamba Allah yang mengharapkan bisa masuk surga tanpa hisab dan tanpa
azab karena itulah di antara ganjaran yang allahj Allah janjikan kepada
orang-orang yang mengamalkan tauhid maka Barang siapa yang menginginkan hal-hal
tersebut di antara hal yang harus dia tempuh adalah dia harus bersabar atas
takdir-takdir Allah subhanahu wa taala
kita akan lihat
pada malam hari ini apa yang disampaikan oleh penulis di dalam bab ini dari
beberapa ayat dan hadis yang beliau bawakan namun sebagaimana biasanya ada
pengantar yang ingin saya sampaikan inti dari ibadah yang kita
pelajari pada malam hari ini adalah masalah sabar maka saya sampaikan
pengantar terkait sabar terlebih dahulu
Sabar adalah satu-satunya ibadah yang Allah sebutkan dalam
al-qur'an yang ganjarannya tidak
terbatas kata Allah subhanahu wa taala innama yiruna ajrahum bhairi
hisab sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu diberi ganjaran yang tidak
terhingga oleh Allah subhanahu wa taala maka
inilah Dia ibadah yang tidak ada batasannya kita tahu kalau ibadah-ibadah
yang lain kisarannya batasan pahalanya dari 10 kali lipat sampai 700 kali lipat
semua ibadah yang lain kecuali
puasa kecuali sabar maka sabar tidak ada
batasannya sehingga Betul tidak ungkapan di tempat kita ya Sabar sih sabar tapi
sabar juga ada batasnya Betul tidak ungkapan ini Iya engak salah tidak betul sebagaimana
Allah menjanjikan pahala sabar itu tidak ada batasannya pahalanya maka demikian juga
dengan sabar yang dipraktikkan seorang hamba semakin besar kesabarannya maka
semakin besar pula pahalanya tanpa ada
batasannya maka itu di antara perkara yang menunjukkan tentang sabar keutamaan sabar ganjarannya yang tidak terbatas
lalu orang-orang Bersabarlah yang juga dicintai oleh Allah subhanahu wa taala innallah wallahu
yuhibbusobirin orang-orang yang bersabar akan mendapatkan cinta dari Allah subhanahu wa taala apa yang lebih kita
harapkan Pak dari cinta Allah subhanahu wa taala ketika Allah sudah mencintai hambanya apaagi yang lebih diharapkan
oleh seorang hamba tersebut maka ini dia caranya untuk mendapatkan cinta dari
allahirin Allah cinta orang-orang yang sabar apaula yang ditakutkan oleh
seorang atas masalah-masalah di dunia ini sebesar Apun kekhawatirannya sebesar
Apun masalah yang dia hadapi ketika dia mengetahui Allah bersamanya tidak ada yang dia takutkan
ketika dia mengetahui Allah sedang bersama dirinya dan Allah menjanjikan
Allah bersama orang-orang yang sabar ketika kita tahu Allah membersamai kita
tidak ada yang kita takutkan tidak ada yang kita khawatirkan yang kebersamaan Allah tersebut adalah kebersamaan yang
khusus di antara yang cara di antara carara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kebersamaan Allah tersebut
adalah dengan bersabar
maka Betapa beruntungnya hamba-hamba
yang telah Allah berikan dia kesabar makanya kata nabi kita Muhammad Sallahu
Alaihi
Wasallam tidaklah seorang hamba itu dia
diberikan oleh Allah subhanahu wa taala dengan sebuah pemberian yang lebih baik dan lebih
besar daripada sabar tidak ada pemberian dari Allah yang lebih baik dan lebih besar lebihi
kesabaran maka Betapa beruntungnya seorang hamba ketika dia diberikan
kesabaran tersebut oleh Allah subhanahu wa taala dan juga
sabar di antara pelajaran yang saya dapati dari guru-guru saya adalah sabar itu merupakan kunci
sukses apapun urusannya ibaratnya kunci inggris bisa masuk di
manapun ini kunci Inggrisnya bagi seorang muslim dalam dia menjalani
kehidupannya sabar urusan jodoh urusan karir urusan menuntut ilmu
urusan rumah tangga urusan pertemanan urusan bisnis semuanya Kunci
keberhasilan itu adalah sabar orang-orang yang sabarlah yang Allah
akan berikan kesuksesan tersebut dalam berbagai Lini dalam berbagai aspek kehidupannya maka itu di antara motivasi
bagi kita untuk mempelajari tentang sabar sehingga definisi sabar secara
bahasa berasal dari kata AL hababsu yaitu menahan sabar secara bahasa maksudnya
adalah menahan sesuatu sehingga secara istilah Sabar
adalah menahan lisan dan anggota tubuh dari hal-hal yang menandakan rasa tidak
terima terhadap takdir Allah lisan atau anggota tubuhnya dia Tahan agar jangan
sampai mengerjakan sesuatu yang itu merupakan tanda dia
tidak terima atas takdir Allah serta ya ada tambahannya lagi
menahan hati untuk tidak suuz dan marah sebagian orang mungkin ya bisa dia
diam ketika dia tidak sabar tubuhnya tidak bergerak ketika dia tidak sabar
tapi hatinya dia marah hatinya dia tidak Rida hatinya maka ini bertolak belakang
dengan sabar sabar itu terwujud pada lisan pada anggota badan dan juga pada
hati. tidak ada suuzon dia kepada Allah tidak ada unsur marah dia kepada Allah subhanahu wa taala tidak ada sama sekali
maka itulah yang namanya sabar
sehingga bertitik tolak dari hal
tersebut sabar kata para ulama ada tiga jenis sabar ada tiga
jenis yang pertama adalah sabar melakukan ketaatan kita dalam melakukan ketaatan
itu perlu Sabar Pak betul-betul kita perlu
sabar sabar siap-siap berangkat ke masjid perlu kesabaran berwudu apalagi kalau
sudah musim dingin sabar untuk menuntut ilmu hadir di pengajian itu perlu kesabaran apalagi
kalau sudah musim hujan seperti sekarang maka untuk melakukan ketaatan itu perlu kesabaran ini yang paling
sering saya sampaikan ini yang sering saya sampaikan kepada jemaah umrah kalau saya bimbing umrah saya katakan ke jemah
umrah Bapak Ibu jangan mau pulang umrah itu cuma bawa pahala
umrah tapi pulang umrah itu bawalah pahala sabar bisa Jadi Pahala sabarnya
itu lebih besar daripada pahala umrahnya karena ketika kita perjalanan umrah itu
betul-betul kesabaran itu diuji karena memang untuk melakukan ketaatan itu kita perlu
kesabaran yang kedua untuk meninggalkan kemaksiatan juga perlu
kesabaran meninggalkan maksiat itu juga perlu sabar anak-anak muda zaman
sekarang internet bebasnya sekarang begitu mudahnya HP canggih-canggih melihat gambar-gambar
atau video-video yang hawa nafsu kita menggoda kita untuk membukanya
melihatnya ini ada gambar apa ada video apa hawa nafsu kita memanggil
untuk melihat hal tersebut maka kemudian perlu kesabaran
untuk menahan diri supaya tidak memenuhi seruan dari hawa nafsu tersebut
sehingga untuk meninggalkan kemaksiatan juga perlu kesabar
baru yang ketigaah inilah yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini
yaitu sat dua apa t Kenapa yang
ketiga karena mencakup satu dua
Baik, saya jelaskan sebuah prinsip terlebih dahulu di dalam agama
kita ketika seseorang itu dia dihadapkan dengan dua
pilihan memang dia punya pilihan bebas bagi dia untuk memilih maka ketika dia
memilih Kebaikan dia memilih untuk taat kepada Allah dalam kondisi dia sebenarnya bebas
mau bermaksiat ya mudah melanggar aturan Allah mudah tapi dalam kondisi dia bebas
memilih seperti itu dia malah milh Kebaikan dia malah memilih Jalan ketakwaan ini pahalanya lebih besar Pak
pahalanya lebih besar dibandingkan orang dia melakukan ketakwaan itu memang dia tidak punya pilihan pilihannya cuma satu
ya sudah taat gak ada opsi bagi dia untuk bermaksiat maka orang yang pertama ini lebih besar
pahalanya saya berikan contoh kata nabi kita Muhammad
sallahuaih wasallam in
saya menjamin sebuah rumah di tepian
surga bagi orang-orang yang dia meninggalkan
debat dalam posisi dia yang benar pak ini dia orang yang kuat itu
dia betul kalau dia debat dia menang tapi dia memilih untuk
meninggalkan dia punya pilihan mau pilih yang mana bisa dia melakukan dua-duanya
tapi dia lebih memilih untuk meninggalkan maka orang ini pahalanya
lebih besar ganjarannya diberikan rumah di tepian surga contoh
lainnya kata nabi kita Muhammad sallallahu alhi wasallam sabatun yudilluhumullahu fiillih yaumilla
illilluh tentang Tujuh golongan yang akan Allah berikan naungan pada hari kiamat di mana tidak ada naungan kecuali
naungan Allah saja tiga di antara tujuh tersebut adalah contoh yang saya Sebutkan ini dia punya pilihan tapi dia
memilih yang baik pahalanya lebih besar Allah berikan naungan yang pertama adalah imamun adil imam yang adil
Pak pemimpin yang adil kita tahu pak pemimpin itu dia punya pilihan bebas dia
punya kekuasaan dia punya sumber daya punya uang punya banyak pengikut
Seandainya dia mau berbuat zalim begitu mudahnya Kalau dia mau berbuat zalim
apalagi kalau dalam konteks di zaman kita sekarang didukung oleh semua partai
misalnya oposisi cuma satu partai kalauok dia mau berburat zalim mudah
tapi dia ada seorang pemimpin yang dia malah memilih untuk adil pahalanya lebih besar Allah berikan
naungan
contoh kedua dalam hadis tadi juga rjulun daat imraatun seorang
laki-laki yang diajak berzina oleh seorang perempuan yang
cantik sudah dalam posisi siap berzina namun dia mengatakan aku takut
kepada Allah dia punya pilihan untuk berzina mudah bagi dia untuk berzina tapi dia memilih kebalikannya
ganjarannya lebih besar yang ketiga adalah ee para pemuda yang tumbuh dalam
syabun Nasya Fi taatillah para pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah
ya pemuda ini Pak contohnya beda pemuda dengan orang tua itu apa banyak orang
tua itu ya gak punya pilihan lagi mau bermaksiat itu sudah tidak punya pilihan pilihannya cuma ya ke masjid usia sudah
segini ya masa masih mau main keelid seperti itu
Nah banyak orang tua tuh seperti itu memang itu pilihan dia maksud-maksudnya
itu memang kondisi dia menuntut tapi kalau Pemuda dia punya pilihan mau bermaksiat mudah punya waktu punya
tenaga punya sumber daya punya duit dan seterusnya tapi dia memilih untuk taat kepada Allah pahalanya lebih
besar sehingga prinsipnya dalam agama kita
ketika seseorang itu dia punya pilihan dan dia memilih yang baik ganjarannya
lebih besar kita kembalikan ke tiga jenis sabar tadi Pak dengan penjelasan saya tadi Berarti yang mana yang lebih
besar satu dan dua terlebih dahulu kita bahas s dan du itu lebih besar daripada
tig karena orang taat itu dia punya pilihan mau taat atau
tidak Allah perintahkan sesuatu dia punya pilihan mau taat terhadap perintah
Allah tersebut atau tidak Tapi ketika dia memilih untuk taat inilah Dia contohnya tadi atau ketika orang dia
dilarang oleh Allah tidak usah melakukan sesuatu dia memilih untuk tidak melakukan hal tersebut Padahal dia punya
pilihan untuk mengerjakannya maka dia bersabar untuk mengerjakan untuk menjauhi larangan Allah tersebut inilah Dia
contohnya tadi memilih dalam dua pilihan dia pilih yang baik pahalanya lebih
besar Adapun orang bersabar dalam musibah itu Pak dalam banyak kasus Ya
gimana lagi sudah terjadi ya sabar Ma mau gak mau ya pilihannya ya sabar ini
sabar dalam musibah sepertinya dalam banyak kasus seperti itu sabar kehilangan motor
sudah kehilangan Ya sudah kehilangan nyari seperti apapun di CCTV yo peluang
kembalinya kecil sehingga mau tidak mau dia memang sabar
Nah itulah Kenapa sabar
nomor satu dan nomor dua lebih besar daripada sabar nomor tig tapi kalau kita bandingkan sekarang
nomor satu dan nomor dua sabar dalam mengerjakan ketaatan dan sabar dalam meninggalkan maksiat mana yang lebih
besar pahalanya sabar meninggalkan larangan sama sabar
mengerjakan perintah mana yang lebih besar
pahalanya maka jawabannya ada dua pendapat wallahuam
saya pribadi menilai yang lebih besar pahalanya adalah sabar mengerjakan
ketaatan Apa alasannya karena dalam dalam mengerjakan ketaatan itu kita perlu mengeluarkan
usaha ada modal yang kita
keluarkan adapun dalam meninggalkan larangan itu cukup abstain cukup
berhenti sudah bisa dipahami untuk mengerjakan
ketaatan itu kita perlu keluar modal sesuatu Adapun untuk meninggalkan
larangan cukup absen tahan diri sudah makanya ketika Allah subhanahu wa
taala mengatakan fahum bertakwalah kepada Allah semampu
kalian maka di sini pak perlu dirinci ya bertakwa kepada Allah sesuai dengan
kadar kemampuan itu adalah dalam hal mengerjakan perintah mengerjakan perintah itu sesuai
dengan kemampuan kalau tidak mampu Ya sudah di bawahnya contohnya salat wajib untuk kalau tidak
mampu Duduk kalau tidak mampu duduk
berbaring mengerjakan perintah itu sesuai dengan kadar kemampuan karena kita memang perlu keluar tenaga keluar
modal keluar effort di sana usaha Adapun meninggalkan larangan cukup
abstain makanya tidak ada cerita meninggalkan larangan sesuai kadar kemampuan tidak ada karena orang itu
pasti mampu meninggalkan larangan itu pasti mampu gak ada orang yang tidak mampu meninggalkan larangan tidak ada
pasti mampu ya
Sehingga gak ada cerita disuruh berhenti minum khamar Bukankah
bertakwa kepada Allah itu semampunya saya gak mampu meninggalkan khamar ini dusta meninggalkan larangan itu pasti
mampu yang sesuai dengan kadar kemampuan itu adalah mengerjakan perintah sehingga dari penjelasan tersebut bersabar
atas mengerjakan perintah pahalanya lebih besar daripada sabar atas
meninggalkan larangan baik kita mulai masuk ke ayat
yang pertama yang dibawakan oleh penulis Di Sini dari surah Tabun ayat 11 Allah
subhanahu wa taala berfirman
billahangapa yang dia beriman kepada Allah Allah akan memberikan petunjuk kepada
hatinya Allah atas segala sesuatu Maha
Mengetahui apa maksud ayat ini kita akan paham lebih baik tentang ayat ini kalau
kita melihat potongan ayat sebelumnya di mana Allah subhanahu wa taala
menyebutkan musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin
Allah kecuali dengan izin Allah subhanahu wa taala baru Allah
katakan Barang siapa yang dia beriman kepada
Allah Allah akan berikan Hidayah Allah akan berikan petunjuk kepada hatinya
sehingga maksudnya ayat ini berbicara tentang orang yang beriman kepada Allah maksudnya adalah beriman kepada takdir
Allah ketika orang mendapatkan
musibah dan dia mengimani bahwasanya musibah itu dari Allah subhanahu wa taala maka orang-orang seperti inilah
yang kemudian Allah akan tambahkan Hidayah kepada hatinya ya inilah Dia contohnya
bahwasanya yang namanya kebaikan itu akan mendatangkan kebaikan setelahnya
Pak yang namanya kebaikan akan mendatangkan kebaikan setelahnya Ketika
seseorang dia beriman dengan takdir Allah lalu dia bersabar atas takdir Allah tersebut Allah akan
tambahkan Hidayah kepada dirinya ini di antara ganjarannya ya ketika seorang mampu bersabar atas takdir Allah
ganjaran yang akan didapatkan Allah tambahkan Hidayah kepada hatinya karena
di antara balasan dari amal kebaikan adalah akan datang amal kebaikan yang
lainnya sehingga ini sudah pernah kita bahas dulu ketika program liburan di
sini kita memang tidak bisa memastikan bahwasanya amal kita itu diterima atau tidak oleh Allah subhanahu wa taala
tidak ada yang bisa memastikan kita salat Tadi salat magrib diterima tidak oleh oleh Allah gak bisa kita pastikan
tapi ada tanda-tandanya apa tanda-tandanya di antara tanda sebuah amal kebaikan itu
diterima oleh Allah subhanahu wa taala dia akan memanggil dan mendatangkan kebaikan yang lainnya itu
tanda ya makanya ini warning juga untuk kita peringatan juga
kalau sulit untuk istikamah melakukan sebuah amal itu jangan-jangan tanda amal
tersebut tidak diterima kok gampang berhenti gampang bosanan melakukan sebuah amal itu di antara tanda amal
tersebut tidak diterima ini baru dicari tahu sebabnya apa caranya yang salah tidak mengikuti sunah Rasulullah atau
niatnya yang tidak ikhlas sehingga tidak diterima oleh Allah atau apa.
namun yang menjadi pelajaran kita tadi
kata Allah subhahu wa taala Barang siapa yang dia beriman dengan takdir Allah Allah akan tambahkan Hidayah kepada
hatinya alqamah berkata kata
alqamah ayat ini berbicara tentang seseorang yang dia mendapatkan musibah
dia tertimpa musibah lalu dia mengetahui bahwasanya itu dari Allah subhanahu wa taala dia ingat segala
sesuatu sumber dari Allah Allah almudabbir segala sesuatu ini diatur oleh Allah subhanahu wa taala ketika dia
mengingat hal tersebut fayard wausallim maka dia kemudian Rida dan dia
pasrah inilah yang Allah bicarakan dalam surat at-tagabun ayat 11 ini yaitu ketika
seseorang dia mendapatkan musibah dia ingat ini bersumber dari Allah subhanahu wa taala kemudian hal tersebut membuat
dia Rida maka
terkait kondisi seorang hamba ketika dia mendapatkan musibah ada dua tingkatan
ada tingkatan sabar ada tingkatan Rida mana yang lebih tinggi sabar atau
Rida yang lebih tinggi sbar sabar apa Rida
sabar Hm saya tanya yang yang wajib
sabar atau Rid ha yang wajib adalah
sabar Adapun Rida tidak wajib berarti yang lebih tinggi statusnya
mana yang lebih tinggi statusnya Rida Pak Rida itu sabar plus
plus ya sabar plus plus ini tidak Allah wajibkan yang wajib bagi kita semua
ketika mendapatkan musibah adalah sabar itu lebih tinggi tingkatannya tapi
tidak wajib bagi kita Apa perbedaan antara sabar dan Rida tadi sabar sudah kita bahas dia tidak mengerjakan sesuatu
yang menunjukkan dia itu tidak sabar dia tidak mencela dia tidak berbuat yang
aneh-aneh hatinya tidak marah hatinya tidak suuzon ini sabar sudah Pokoknya
sampai situ sudah tergolong sebagai orang yang sabar dapat pahala sabar sudah Adapun orang Rida perbedaannya apa
ketika terjadi musibah pada dirinya dia yakin sepenuhnya bahwasanya di balik musibah tersebut terdapat kebaikan
sehingga dia akhirnya merasa senang Bahkan dia memuji Allah subhanahu wa taala jadi sudah level Rida seperti itu
orang sabar dia sudah berhenti Pokoknya saya gak ngapa-ngapain ya sudah dia Diam
tidak berkata apa-apa tidak berbuat apa-apa hatinya bisa dia kondisikan ini orang sabar
Adapun orang yang Rida lebih
tinggi setelah itu masih dia mengatakan ini ada kebaikan setelah ini
Alhamdulillah ala kli ini pak di antara amal ketika
mendapatkan musibah disebutkan dalam sebuah hadis dari ibunda Aisyah Kana
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yuhib Q alhamdulillahilladzi
binmatihitimihat adalah kebiasaan rasulull sahu alai wasallam apabila beliau melihat sesuatu yang beliau sukai
beliau akan mengucapkan alhamdulillahilladzi binikmati segala puji bagi Allah yang dengan
nikmatnya sempurna setiap kebaikan wa yakrah nah Ketika Nabi
mendapati sesuatu yang tidak beliau suka Alhamdulillah Al kulal segala puji
bagi Allah atas segala keadaan jadi ini
sunahnya kalau kita mendapati sesuatu yang tidak baik Baru mengucapkan Alhamdulillah alaullial
Ya sebagian orang zaman sekarang terbalik Memang secara makna cocok
Alhamdulillah itu atas berbagai nikmat entah itu atas berbagai kondisi entah
itu Nikmat atau tidak nikmat secara makna memang cocok tapi sunahnya alhamdulillah itu diucapkan ketika
mendapati sesuatu yang tidak mengenakkan ya
nabrak motor orangamdulillah
contoh praktik sikap Rida ya maka Rida itu lebih tinggi tingkatannya daripada
sabar Rida Dia kemudian sampai pada level dia berterima kasih kepada Allah atas hal
tersebut Apa yang mendorong kita pak bisa sampai pada level Rida seperti itu
orang kena musibah kalau dia malah memuji Allah itu apa apa alasannya dia memuji
Allah Apa alasan memuji Allah ketika kita dapat musibah Kenapa kita
kok malah memuji Allah karena semua ketetapan Allah semua ketetapan dari
Allah Apa maksudnya kok malah memuji
Allah karena berbagai alasan banyak alasannya Pak, di antaranya Alasannya
karena yang pertama setiap musibah itu pasti menjadi penggugur dosa sampai Duri
yang tertancap di kulit kita kata nabi kita Muh Sallahu Alaihi Wasallam itu menjadi penggugur dosa apapun itu
musibah apapun itu musibah menjadi penggugur dosa
Pak ya Sehingga itu kita syukuri pertama
bersyukur kepada Allah dapat musibah seperti ini Allah ingin menghapuskan dosa-dosa saya yang kedua ketika kita mendapatkan
musibah Artinya kita mau naik level di anara naik level tersebut adalah naik
level dalam hal Cinta dari Allah subhanahu wa taala kita tahu Allah mencintai hambanya
bertingkat-tingkat tidak sama level cinta Allah terhadap hambanya hambanya tidak sama maka ketika Allah ingin
menaikkan cintanya menambah cintanya kepada seorang hamba Allah pasti memberikan cobaan terlebih dahulu kepada
dirinya di antaranya dalam bentuk musibah
itulah nanti hadisnya yang akan kita baca kata nabi kita mu Ali wasallam
Innallaha idza ahabba quman ibtalahum Allah itu kalau sudah cinta
kepada sekelompok orang Allah akan uji mereka Allah akan uji di antara tanda
cinta kepada Allah maka Allah berikan kita musibah artinya Allah masih cinta kepada kita tidak seperti pertemuan
sebelumnya kita bahas apa istidraj kalau istidraj ini jelas bukan
tanda cinta dari Allah Allah biarkan Allah tambah kenikmatan-kenikmatan duniawi supaya tambah jauh Allah
menginginkan kita dengan musibah tersebut agar kita kembali kepada Allah subhanahu wa taala menjadi ingat lagi
kepada Allah subhanahu wa taala maka ini di antara hikmah musibah yang Allah berikan kepada
kita maka banyak alasan sebetulnya ketika kita mendapatkan musibah kita
malah memuji Allah subhanahu wa taala kita lanjutkan Nas yang berikutnya
dalam Sahih Muslim diriwayatkan dari Abu Hurairah nabi kita Muhammad Sallallahu
Alaihi Wasallam bersabda isnatani finas Huma bihim
kufron ada dua perkara pada manusia yang merupakan bentuk kekufuran Apa maksud kekufuran di sini
kufur itu ada dua jenis kafir ya bahasa salainnya kufur kafir itu ada dua jenis
ada kafir Akbar ada kafir asghar kufur Akbar atau kufur asghar ya kufur Akbar
itulah dia kufur yang membatalkan keislaman seseorang. Adapun kufur asghar dinamakan sebagai kufur karena saking
besarnya dosanya namun tidak sampai pada level membatalkan Islam namun dalam
banyak hadis nabi menyebutkan kufrun para ulama mengatakan yang
dimaksudkan oleh Nabi nabi bukan kafir dalam hal batal agamanya batal Islamnya
Bukan tapi ini menunjukkan dosa besar Nabi menggunakan istilah kufur itu untuk dosa
besar ya sebagaimana Syirik juga ada dua ya Syirik Akbar dan Syirik asghar
kemunafikan juga ada dua nifak Akbar nifak asghar maka Begitu juga dengan kufur Nah maka yang Nabi maksudkan di
sini adalah kufur asghar kufur yang kecil namun dia tetap dosa besar yang
pertama apau Fin nasab mencela nasab Ya. sudah pernah kita singgung
maksud mencela nasab seperti apa yang pertama adalah mencela suku atau nasab orang lain dalam konteks merendahkan ini
termasuk dalam hadis ini termasuk juga mencela seseorang yang diragukan
nasabnya orang kayak kamu ngaku keturunan Arab seperti itu Arab
maklum ya ini gak boleh Pak kalau orang itu ngaku nasab tertentu pada asalnya
kita terima Pak ya pada asalnya kita terima masalah dia berdusta at tidak terusan dia tugas kita
adalah mengakui kata nabi kita Muhamad su Al wasallam
anasuamanuna ala ansabihim seseorang itu dia dipercaya atas nasab yang dia klaim dia
mengaku keturunan ini keturunan ini sudah kita terima perkara dia berdusta itu urusan
dia dengan Allah subhanahu wa taala maka di antara bentuk mencela nasab adalah meragukan nasab orang
lain.
Kemudian yang kedua niahatu Alal mayit nah ini yang
menjadi pelajaran yang berhubungan dengan sabar di antara bentuk kekufuran
adalah meratapi mayit meratapi mayit Ini
bertolak belakang dengan sabar orang yang meratapi mayit
ini merupakan di antara contoh atau bukti yang sangat terlihat bukti yang
sangat Zahir dia tidak sabar ketika orang itu dia meratapi
mayit namun meratapi mayit di sini tentunya perlu dirinci bentuk bentuknya
seperti apa ya kalau zaman dulu orang meretapi
mayit sampai menampar-nampar pipi menyobek-nyobek pakaian Kalau di tempat
kita apa mungkin p berguling-guling seperti itu ya sampai
berteriak-teriak ini termasuk meratapi mayit yang menunjukkan ketidaksabaran yang dikatakan sebagai kufrun oleh nabi
kita Muhamad wasam menunjukkan dosa besar namun ada meratapi e tidak semua
ee perkara yang berkaitan dengan kesedihan itu termasuk meratapi mayit ya menangis
tidak termasuk dalam meratapi mayit menangis itu manusiawi nabi S wasam ketika beliau meninggal anak beliau
siapa dirikan nabi menangis Ibrahim ketika Ibrahim meninggal nabi menangis
para sahabat bertanya wahai Rasulullah air mata apa ini dikira oleh para sahabat gak boleh nangis kalau ada yang
meninggal ya tapi itu air mata yang manusiawi boleh k yang meninggal nangis boleh yang tidak boleh sampai
meraung-raung berteriak apalagi yang diucapkan adalah kalimat-kalimat yang menunjukkan dia tidak sabar dia tidak
Rida dengan takdir Allah ini yang tidak boleh tapi sekedar menangis
boleh kemudian bukan juga bentuk ratapan itu menyebutkan kebaikan-kebaikan mayit ini
bukan ya bukan bentuk meratap tapi boleh ketika ada orang yang meninggal Ibu saya
itu Dulu ketika hidup rajin berpuasa dan seterusnya dan seterusnya dia
menyebutkan kebaikan-kebaikan mayit ini diperbolehkan bukan bentuk ratapan dan wallahuam juga termasuk dalam hal ini
yang diperbolehkan adalah mengumumkan kematian pendapat yang lebih kuat yang saya pegang adalah boleh mengumumkan
kematian kalau niatnya hanya untuk memberitahukan orang supaya orang ikut menyalatkan ya sebagian orang bukan
hanya sebagian orang ini pendapat Sebagian ulama memang Sebagian ulama mengatakan tidak boleh diumumkan
kematian itu di masjid-masjid di anara alasannya dikhawatirkan ini termasuk dalam bentuk
merat ya tapi tergantung niatnya memang di zaman dulu apaak orang mengumumkan
kematian itu di zaman Jahiliyah diumumkan tapi tujuan mengumumkan itu
supaya orang meratap orang menjadi sedih jadinya woh Si Fulan sudah meninggal sampai kemudian memukul-mukul kepalaah
ini tujuan mengumumkan yang terlarang.
Maka kalau di zaman kita Insyaallah kalau di masjid-masjid
diumumkan itu bukan untuk diratapi tapi untuk ee diinfokan bahwasanya akan
dilaksanakan ee penyelenggaraan jenazahnya hadis yang berikutnya juga
diiwayatkan oleh Imam Bukhari dan imam muslim Dar Abdullah Bin Masud secara Mar
nabiaii
wasersabda Bu bagian darilongan kami orang yang memukul pipinya keka ada yang
meninggal merek bajunya dan menyan seru
jahiliah ya Apa maksudnya menyerukan seruan jahiliah di
sana ya dia mengucapkan sesuatu yang menunjukkan ketidak rdaan
[Tepuk tangan] dia yang menunjukkan ketidakridan dia
atas apa yang terjadi Dia meneriakkannya
kemudian yaitu meratap ya kalimat-kalimat ratapan dia teriakkan kalimat-kalimat ratapan ini ya inilah
yang dilarang oleh Rasulullah Sallallahu Ali wasallam hadis yang berikutnya dari Anas bin Malik radhiallahu Anhu Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda arah
ini pak yang harus kita ingat-ingat terus di antara hadis yang bisa meringankan beban kita apapun itu beban
karir beban keluarga jodoh seterusnya bisnis kata nabi kita
Muhammad sallallahu Ali wasam ketika Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba dia akan menyegerakan hukuman bagi
hamba tersebut di dunia
ini bagi orang-orang beriman seperti itu hukuman itu disegerakan oleh Allah di
dunia ini makanya Terasa seperti penjara dunia ini bagi kita
pakunnul mmin dunia itu seperti penjara bagi orang-orang beriman tidak mengenakkan karena memang Allah
menyegerakan hukuman berbeda dengan orang-orang kafir yang Allah tunda ya
ini yang kita tidak mau Pak ketika seorang hamba itu dia diinginkan
kejelekan oleh Allah subhanahu wa taala Allah tahan hukumannya Allah berikan itu pada hari kiamat nanti
waliazubillah cukup bagi kita sudah di dunia ini
sehingga ketika kita datang ke
negeri akhirat nanti tidak perlu ada hukuman-hukuman lagi Makanya sebagai penutup kita
Abdurrahman bin Auf ketika dia disajikan makanan untuk dia berbuka
dia menangis ya qutila musab bin Umair wahua Khair minni kata Abdurrahman bin
Auf mus'ab bin Umair itu dia sudah terbunuh mati syahid dan dia lebih baik daripada saya adapun kita sekarang
dibentangkan dunia kata Abdullah bin Auf karena dia disajikan makanan enak menjelang dia
berbuka puasa dia katakan kita khawatir kebaikan-kebaikan ini adalah
kebaikan yang Allah segerakan di dunia namun Allah tidak lagi memberikannya di negeri akhirat demikian Pak ya kita
ketika mendapatkan nikmat-nikmat dapat harta yang banyak dan seterusnya di satu sisi
kita bersyukur berupaya Untuk memanfaatkan hal tersebut namun di sisi lainnya ada ada kekhawatiran bagi
orang-orang beriman jangan sampai ini adalah kebaikan yang Allah cukupkan di
dunia saja ganjarannya Allah cukupkan di dunia tapi di akhirat tidak Allah berikan apa-apa
lagi inilah yang diucapkan oleh Abdurrahman bin Auf tersebut sehingga
ee kembali lagi yang menjadi pelajaran kita dari hadis tadi
adalah Allah akan memberikan hukuman bagi orang-orang
beriman di negeri dunia ini sehingga hal tersebut bisa membantu kita untuk lebih
bersabar ketika mendapatkan berbagai kesulitan dan berbagai musibah dari
Allah subhanahu wa taala mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala senantiasa
memberikan nikmat kesabaran kepada kita semua sampai akhirnya kita berjumpa
kepada Allah subhanahu wa taala dalam kondisi tersebut ketahuilah Bapak Ibu sekalian dunia ini adalah tempat kita
berlelah-lelah hanya di surgalah tidak ada rasa lelah ketika Imam
Ahmad ditanya tentang kapan kita beristirahat kata Imam Ahmad ketika
pertama kali kaki kita menjejakkan ketika pertama kali kita
menjejakkan kaki kita di dalam surga itulah saatnya kita beristirahat Adapun
dunia merupakan Negeri cobaan tempatnya kita diuji dengan kesabaran Haza
wallahuam.
kita lanjutkan pada pertemuan berikutnya insyaallah kurangnya mohon maaf
Washalalahu 'ala Nabiyina Muhammad wa alihi wasahbihi wasallam, subhanakallahumma wabihamdika ashadualahaa illa Anta
astaghfiruka waatubu ilaik. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."