/
Riya (Kitab Tauhid)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Tauhid - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-31 dalam seri Kitab Tauhid yang membahas tentang riya (kitab tauhid)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
nikmat Allah yang tidak pernah hentinya pula kepada kita
semua nikmat-nikmat yang tidak akan pernah kita mampu untuk menghitungnya
namun syukur kita yang sedikit tersebut tetap kita harapkan bisa menjadi Sebab
bagi Allah subhanahu wa taala untuk menjaga nikmat tersebut tetap adanya pada diri kita atau bahkan kita berharap
kepada Allah dengan syukur tersebut Allah menambahkan berbagai nikmatnya kepada kita
semua selawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada nabi besar kita Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam
beserta para istri beliau anak keturunan beliau para sahabat beliau dan umat beliau yang
menjalankan sunah beliau dengan baik sampai hari kiamat Kel
baik Bapak Ibu rahimani waahimakumullahu Jamian ikhwan akhwat aah waakum Jamian
kita akan masuk ke bab yang baru di malam hari ini dari pelajaran kita membaca kitab tauhid yaitu bab ke-36 di
halaman 23 bagi yang memegang buku panduan bab 36 diberi judul oleh penulis
rahimahullahu taala babu...
bab mengenai Riya penjelasan tentang
Riya. Apa itu riya? Riya berasal dari kata roa yuroi
riyaan yaitu memperlihatkan. secara bahasa riya
bermakna memperlihatkan sesuatu apa yang diperlihatkan dalam konteks
pembahasan kita itulah dia amal saleh maka yang namanya
R definisi secara syariat definisi R adalah ketika seseorang memperlihatkan
amal saleh kepada orang lain agar mendapatkan pujian atau pengakuan dari
orang lain R adalah ketika seseorang memperlihatkan amal kepada orang lain
agar mendapatkan pujian atau pengakuan dari orang lain
tersebut.
maka inilah yang namanya riya, kita akan membahas berbagai hal
tentang Riya pada malam hari ini. ada tiga Nas yang dibawakan oleh penulis di sini, namun sebagai
pengantar Percayalah Bapak Ibu ikhwan dan akhwat para pemirsa rahimani warahimakumullahu
Jamian. Salah satu dampak tauhid yang bisa mengantarkan kita
kepada Kebahagiaan adalah pada pembahasan ini ya salah
satu realisasi tauhid bahwasanya tauhid itu bisa mengantarkan seseorang kepada
Kebahagiaan adalah ketika kita sudah mempelajari masalah riay ini apa
maksudnya sebagaimana sudah disampaikan oleh banyak
para ahli hikmah bahwasanya yang namanya kesedihan
dan kekecewaan itu seringnya bermula dari harapan seorang hamba kepada
makhluk ketika kita mulai berharap kepada makhluk mulai berharap kepada
manusia Maka itulah titik awal seseorang itu bisa
kecewa itulah titik awal ketika seorang itu dia mendapatkan kekecewaan ketika dia berharap kepada makhluk bergantung
kepada makhluk berbeda ketika seorang hamba Dia kemudian betul-betul bertawakal berharap
kepada Allah subhanahu wa taala tidak ada yang dia
kecewakan makanya di antara perkataan nabi sallahuaii wasallam yang sangat menyentuh adalah ketika beliau berdakwah
di kota Thaif diusir oleh penduduk kota Thaif dilempari oleh penduduk kota Thaif apa
kata nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam menunjukkan ikhlasnya beliau dalam berdakwah illam takun Bika gabun alaiya Fala
ubali kata nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Ya Allah selama yang bukan selama yang marah itu bukan engkau
aku tidak peduli selama yang murka itu bukan engkau aku tidak peduli ini
perkataan nabi kita Muhammad sallallahu alhi wasallam pasja beliau dilempari oleh penduduk kota Thaif tidak masalah manusia marah kepada kita
manusia tidak Rida kepada kita selama yang marah dan tidak Rida tersebut bukan Allah Subhanahu Wa
taalaam takun Bika Gun Al Fala ubali selama bukan engkau ya Allah yang marah
kepadaku Aku tidak peduli tidak peduli apa yang dikatakan oleh manusia apa yang
di keluarkan kata-katanya oleh manusia kita tidak peduli maka
itulah kaitannya dengan pembahasan kita pada malam hari ini yang namanya RI Bapak Ibu sekalian Orang yang dia
terjangkit dosa Ria perlu diketahui adalah orang yang paling tidak berbahagia di dunia
ini orang yang terjangkit penyakit Riya.
Percayalah adalah orang yang paling tidak berbahagia di dunia ini kenapa
tadi kita sudah sampaikan awal kesengsaraan itu Ketika kita berharap dari manusia termasuk berharap pujian
itu dari manusia orang yang Ria dia mengharapkan pujian dari orang lain
apa-apa yang dia lakukan itu adalah pengakuan orang pujian orang maka hidupnya dipenuhi dengan
kesengsaraan ketika dia atau sebaliknya ya saya sering sampaikan di
mana-mana kita itu berurusan dengan orang Ikhlas itu Pak serba menyejukkan
serba mengenakkan ketika kita berurusan dengan orang-orang yang ikhlas
Kenapa orang-orang yang Ikhlas itu mereka ketika pekerjaannya diapresiasi
atau tidak dia tidak peduli tidak pernah dia menuntut untuk diapresiasi Kenapa
ikhlas karena Allah subhanahu wa taala ketika dia kemudian membuat sesuatu tidak dipuji oleh orang ketika dia
kemudian ketika dia kemudian menyampaikan nasihat tidak diterima oleh seseorang dia tidak marah kenapa Karena
saya menyampaikan nasihat saya membuat sesuatu saya berkarya dengan sebuah karya ikhlaskan Allah subhanahu wa taala
tidak mengharapkan pujian manusia kemudian tenang hatinya ya tidak Dia
kemudian kecewa tidak mendapatkan ketika tidak mendapatkan pujian ketika nasihatnya tidak diterima oleh seseorang
ketika pekerjaannya tidak tidak diapresiasi tenang hatinya Maka sekali
lagi inilah di antara bentuk nyata Ketika seseorang itu dia belajar tauhid bisa
mengantarkan dia kepada Kebahagiaan adalah ketika dia berbuat ikhlas karena Allah bahagia jiwa seseorang itu dan
sebaliknya ketika seorang hamba sudah terbiasa mengharapkan pujian orang lain di situlah akan mulai banyak kekecewaan
dia alami maka kita mulai bahas mengenai Riya Riya merupakan salah satu dosa
besar dalam agama kita. Kenapa Riya termasuk dalam salah satu
dosa besar yang pertama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sendiri yang menyebut
Riya itu sebagai kesyirikan jadi salah satu bentuk kesyirikan adalah salah satu
bentuk menyekutukan Allah adalah ketika seseorang itu dia mengharapkan pujian dari orang lain dalam hal amal
salehnya amal saleh yang pada awal pada asalnya harus ditujukan kepada Allah ketika kemudian amal saleh
tersebut ditujukan untuk untuk mendapatkan pujian Orang. itulah letak kesyirikannya itulah letak menyekutukan
Allah maka yang namanya amal saleh harus ikhlas di antara bentuk keikhlasan tidak
mengharapkan pujian orang sama sekali.
sehingga Ini bukti bahwasanya
Riya merupakan salah satu dosa besar bahwasanya dia disebut oleh Nabi sebagai
kesyirikan meskipun nanti kita akan lihat hadisnya nabi menyebut sebagai Syirik asghar Syirik
kecil Namun kita jangan tertipu dengan istilah kecil di sini yang namanya
Syirik yang namanya menyekutukan Allah meskipun dia disebut dengan istilah kecil tetap dia dosa besar ya penggunaan
Syirik Akbar Syirik asghar Syirik besar Syirik kecil itu hanya untuk membedakan orang yang membuat perbuatan ini orang
yang berbuat Syirik ini Batal Islamnya atau tidak kalau dia berbuat Syirik Akbar batal Islamnya kalau dia berbuat
Syirik asghar tidak batal Islamnya tapi sama-sama dosa
besar maka ini yang pertama yang menunjukkan eh bahwasanya Syirik atau Riya merupakan
dosa besar Nabi menyebutnya sebagai sebuah kesyirikan nanti akan kita lihat hadisnya yang kedua yang menunjukkan
tentang riia merupakan dosa besar adalah sangat jelas ancaman neraka bagi
orang-orang yang mereka ber beramal tidak ikhlas orang-orang yang beramal karena riayya hadis yang terkenal pernah kita
bahas di sini ketika kita membahas adab menuntut ilmu ya
bahwasanya kita dalam beramal termasuk dalam menuntut ilmu semuanya harus
ikhlas ketika amal tersebut ditujukan untuk mendapatkan gelaran-gelaran
tertentu pengakuan-pengakuan tertentu pujian-pujian tertentu itulah dia orang-orang yang diancam neraka oleh
Allah subhanahu wa taala hadis tersebut sudah pernah kita sampaikan kita baca kembali di sini dari
sahabat Abu Hurairah radhiallahu Anhu Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
bersabda Inna awalanas yq yaumalqiamah alaih
rulunusida manusia yang pertama kali akan diputuskan oleh Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti adalah
seorang laki-laki yang mati syahid ya amalnya tidak main-main Pak,
jihad lalu gugur di medan jihad ini bukan amal yang main-main amal
besar fauti bihi faahu niamahu faaha
qilta fiha pada hari kiamat nanti Allah akan tampakkan kepada orang ini berbagai
nikmat yang telah Allah berikan kepada dia lalu dia mengakuinya
Iya itu semua dari nikmat darimu Ya Allah lalu
ditanyakan kepada orang tersebut terkait nikmat Allah ini apa yang telah engkau
perbuat orang ini mengatakan aku berperang di jalanMu ya
Allah sampai aku mati syahid di medan perang tapi kemudian Allah bongkar kata
Allah subhahu wa taal engkau
berdusta engkau berperang di medan perang niatmual supau disebut sebagai
seorang pemberani seorang Kesatria dan engkau mendapatkan gelar
tersebutma umiriq Allah memerintahkan malaikat
untuk menggeret orang ini di atas wajahnya terbalik kakinya di atas wajahnya di bawah
digeret dilemparkan ke neraka ini contoh R beramal untuk mendapatkan
gelaran-gelaran pujian-pujian tertentu contoh yang kedua kata nabi kita S
wasallamul wa seorang yang dia belajar ini nasihat
untuk kita semua kita sedang belajar agama jangan sampai kemudian niat kita seperti ini seseorang yang dia belajar
ilmu lalu dia dan dia juga mengajarkan ilmu waq Alquran dia membaca Alquran
maka Allah sebutkan nikmat-nikmat Allah
b
nikakiak akuari mengajarkannya membaquran
sem ya Allah dibk
engkau dulu di dunia belajar ilmu supaya disebut sebagai orang alim engkau
membaca Alquran supaya disebut sebagai seorang qari ingin dapat gelar qari
ingin dapat gelar Ali itu niat utama dia bukan untuk mencari Rida Allah subhanahu wa taala maka sama Allah perintahkan
malaikat untuk menggeret orang ini dilemparkan ke dalam neraka yang ketiga kasusnya secara singkat saja adalah
orang yang dia bersedekah tidak dia dapati satu kesempatan pun
bersedekah kecuali dia pasti akan bersedekah ada info donasi ini ada poster donasi ini sedekah sedekah
sedekah sedekah ternyata Allah bongkar pada hari
kiamat Karena betul-betul pada hari kiamat itu kata Allah subhanahu wa taala yair Di mana hati itu akan dibongkar ya
hati kita apa yang kita sembunyikan di hati itu pada hari kiamat akan dibongkar oleh Allah subhanahu wa taala maka kata Allah subhanahu wa taala
kabta niat dia ternyata dibongkar oleh Allah adalah supaya disebut sebagai seorang
dermawanq Jawad ya agar dia disebut sebagai seorang
Dermawan sama Allah perintahkan malaikat untuk menggeret orang ini dilemparkan ke dalam neraka ini tiga contoh amal R
ketika seorang itu dia beramal untuk mendapatkan gelaran tert untuk mendapatkan pengakuan tertentu
waliadubillah Namun yang menjadi pelajaran utama kita adalah
inilah Dia dalil lainnya yang menunjukkan
bahwasanya Riya ini dosanya tidak main-main termasuk salah satu dosa besar
yang diancam dengan neraka oleh Allah subhanahu wa taala nah
namun kalau kita berbicara tentang
riya kita perlu merinci karena yang namanya riya itu bisa
menyerang seseorang di awal ketika dia beramal di
tengah-tengah ketika dia beramal atau terakhir sudah selesai amalnya baru pamer ini runcian hukumnya
berbeda-beda kita lihat satu persatu rinciannya yang
pertama ketika seseorang dia beramal sejak awal niatnya sudah
Ria sejak awal niatnya sudah riya maka para ulama untuk kasus seperti ini
ulama sepakat yang pertama amalnya tidak tertolak maaf yang pertama amalnya
tertolak tidak diterima yang kedua dia tidak mendapatkan pahala sama sekali
yang ketiga dia mendapatkan dosa dosa berbuat
kesyirikan sejak awal niat itu sudah tidak
ikhlas sejak awal niatnya ingin dipuji maka lihat amalnya tidak ditolak tidak
diterima amalnya tertolak tidak dapat pahala dari amalnya tersebut sudah capek-capek dan tidak hanya berhenti
mending Pak ya orang capek-capek tidak dapat pahala sampai situ saja titik
mending gak dapat apa-apa pada hari kiamat nanti tapi ternyata masih ditambahi dapat dosa beramal tapi malah
dapat dosa itulah dia kesengsaraan yang dialami oleh orang-orang yang berbuat RI
maka ini jelas kalau dia sejak awal niatnya itu sudah tidak ikhlas riya ini
para ulama sepakat tadi konsekuensinya.
yang kedua kalau riya itu
muncul di tengah-tengah Takbiratul Ihram sudah ikhlas
Pak, Tapi tiba-tiba lewat siapa misalnya nah calon mertua
ini contoh yang sering saya sampaikan ya ini sering kejadian Pak ya biasa kan
kalau orang mau taaruf itu taaruf proses mau melamar itu kan lama biasa ngobrol
di tempat calon mertuanya itu datang waktu Zuhur a nak salat dulu ke masjid nah ini ini memang sering kasus realita
makanya saya sering apa banyak dalam realitanya makanya saya sering Sebutkan kasus ini nah awal Takbiratul memang
sudah Takbiratul Ihram memang sudah ikhlas tapi ternyata lewat calon mertua atau lewat bosnya lalu di tengah-tengah
muncul riak dia ingin dipuji Wah saya tak perbagus salat saya supaya dipuji-puji nanti dianggap orang yang
baik maka apa hukum RI di tengah-tengah seperti ini ada dua pendapat atau dua
rincian terlebih dahulu yang pertama kata para ulama kalau orang ini dia berupaya untuk mengusir rianya
tersebut maka dia mendapatkan pahala dan dia tidak mendapatkan dosa ada upaya Dari
Dirinya terlepas kata para ulama berhasil atau tidak dia mengusir R tersebut tapi ada kemauan ada tekad dari
dia Saya mau mengusir dia berupaya melawatnya berhasil atau tidak tidak peduli tapi ketika dia berupaya
mengusirnya kata para ulama dia tetap mendapatkan pahala dari salatnya tersebut. Kalau kasusnya contohnya adalah
Salat tapi kalau kemudian kasusnya adalah seseorang dia tidak ada upaya untuk mengusirnya Bahkan dia
menikmati menikmati rianya tersebut ada dua pendapat Sebagian ulama mengatakan
orang ini tetap mendapat dapatkan pahala karena Sebagian ulama mengatakan
yang namanya RI itu cuma di awal di tengah-tengah itu tidak teranggap sebagai Ria Sebagian ulama berpendap
punya kaidah seperti itu dia tidak ee dia tetap mendapatkan
pahala ibadahnya tetap diterima namun dia mendapatkan dosa
ya.
pendapat kedua sebagian ulama merinci tergantung jenis
amalnya kalau amalnya tersebut satu kesatuan maka kata para ulama batal
meskipun RI itu di tengah-tengah batal amal tersebut kalau dia satu kesatuan misalnya tadi
contohnya salat kalau kita pikir kalau kita pilih pendapat ini orang di tengah-tengah salat dia RI
batal salatnya Sebagian ulama kemudian atau
kasusnya yang kedua kalau dia amalnya bukan satu kesatuan maka amal yang
rianya saja yang tidak diterima Contohnya apa orang bersedekah awalnya sedekahnya niat Ikhlas 1 juta ya
tiba-tiba lewat orang banyak Wah pengin sedekah lagi ditambahin nah rianya hanya yang
kedua kata para ulama ya Ri kedua yang kedua inilah yang tidak diterima tapi yang pertama tadi tetap diterima karena
ini amal yang terpisah tapi kalau amal dia satu kesatuan seperti salat batal secara keselur suruhan meskipun rinya di
tengah-tengah ya wallahuam mana yang lebih kuat kita tidak tahu Saya tidak
tahu mana yang lebih kuat dari dua pendapat ini namun tetap kita berharap ya mudah-mudahan yang pertama tadi ya
orang yang dia riak di tengah-tengah tetap mendapatkan pahala ibadahnya tidak batal ya kita
berharap demikian ini yang paling mudah bagi kita lalu yang terakhir pembahasannya adalah kalau Riya itu
muncul di akhir kalau riya itu muncul di
akhir Sebagian ulama mengatakan kalau riya itu muncul di
akhir amal dan pahalanya selamat pendapat
pertama amal dan pahalanya selamat karena riya itu sekali lagi menurut
sebagian mereka hanya di awal kalau di akhir ini bukan lagi riya namanya ini
pendapat pertama meskipun ini pendapat yang lemah pendapat yang kuat adalah
orang kalau dia riya di akhir dia pamer dengan
ibadahnya bisa batal ibadahnya bisa batal ibadahnya ini
pendapat yang lebih kuat.
kalau kita melihat berbagai dalil contohnya saya berikan contoh dalil yang menguatkan
pendapat ini dalam surah Albaqarah 264 al baqarah 264 ketika Allah berfirman
ya ayuhina
amanuumzi ya ini jelas sekali Pak dalilnya Pak, kata Allah subhanahu wa taala Wahai orang-orang yang beriman
jangan kalian membatalkan sedekah kalian, sudah sedekah tapi
batal, Apa sebabnya? karena menyebut-nyebut dan menyakiti perasaan
orang yang menerima sedekah tersebut kalau orang menyebut-nyebut sodekahnya atau dia menyakiti orang yang menerima
sedekah tersebut Kamu ini sudah tak beri demikian demikian demikian dia menyakiti
hati orang yang menerima sedekah tersebut kata Allah batal
sedekahnya seperti orang yang menginfakkan hartanya karena Ria kata Allah subhanahu wa taala sehingga jelas
di sini bagi saya sangat jelas bahwasanya orang yang dia Ria setelah beramal pamer setelah beramal bisa batal
amal yang sudah dia kerjakan tersebut sehingga
terlepas dari pembahasan Yang mana lebih kuat dari berbagai pendapat tadi Pak
intinya adalah Ria ini adalah dosa besar hendaknya kita selalu berhati-hati dari perbuatan
ini. pembahasan yang Berikutnya sebelum kita melihat ayat yang pertama dibawakan
oleh penulis pertanyaannya yang barangkali muncul di benak Bapak Ibu sekalian kalau
riya Pak Ya sudah terlanjur orang ini beramal Entah di awal di tengah di
akhir Katakanlah pendapat yang lebih kuat entah itu di awal di tengah di akhir dengan riya batal
rasah W rahendat perkara yangu ya di zaman
jahiliah kebaikan yang dulu saya kerjakan di zaman jahiliah Apa pendapatmu Seperti Dulu saya bersedekah
saya membebaskan budak saya melakukan silaturahmi amal-amal Saleh yang dulu
dia kerjakan di zaman Jahiliyah belum masuk Islam ini Apa pendapatmu? apa jawab Rasulullah Sallallahu alhi wasallam
aslamta Ma aslafta Min Khair ya Subhanallah mah betapa maha pemurahnya
allah subhanahu wa taala kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kamu masuk Islam
membawa kebaikan yang kamu lakukan di masa jahiliyah dulu semua kebaikan yang kamu
lakukan di masa jahiliyah karena kamu sudah masuk islam itu dicatat oleh Allah subhanahu wa taala sebagai sebuah
kebaikan ya syaratnya Karena dia sudah masuk Islam kalau orang tidak masuk Islam tentu tidak tercatat sama sekali
Nah sehingga lihat di sini praktiknya dulu Hakim bin Hizam dan
para sahabat secara umum mereka berbuat kesyirikan, syiriknya adalah Syirik Akbar menyembah berhala ini kita hanya
berbicara Syirik kecil yaitu Riya.
ketika seorang dia bertobat dari riya dia
Syirik kecil tentu lebih berhak lagi untuk dikembalikan pahalanya oleh Allah subhanahu wa taala orang berbuat Syirik
besar saja dia bertobat masuk Islam meninggalkan kesyirikan kebaikan yang dulu pernah dia
kerjakan dikembalikan oleh Allah subhanahu wa taala maka segala puji bagi Allah
subhanahu wa taala yang menginginkan kemudahan bagi hamba-hambanya yang meng kebaikan bagi
hamba-hambanya sehingga pendapat yang lebih kuat orang kalau tobat dari dosa Ria pahalanya bisa dia dapatkan
kembali baik kita lihat sekarang hadis yang pertama atau ayat yang pertama di dibawakan oleh penulis yaitu ayat
terakhir dari surah alkahfi ayat yang kita semua sudah familiar yaitu firman Allah Subhanahu Wa taalal Inama Ana
blukum yukumahu
Wana ah kata para ulama ayat ini adalah ayat tentang R ayat yang secara khusus
membahas tentang R inilah di ayatnya Apa artinya Katakanlah wahai
Muhammad Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kalian yang telah diwahyukan kepadaku bahwasanya
Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa yang menjadi intinya di sini kata Allah subhanahu wa taala Barang siapa yang
mengharap perjumpaan dengan Tuhannya Apa maksud mengharap perjumpaan
dengan Tuhannya para ulama menafsirkan yaitu mendapatkan kelezatan untuk
melihat Allah secara langsung di surga berjumpa dengan Allah di sini
maksudnya kata para ulama adalah mendapatkan kelezatan melihat Allah secara langsung di surga dan ini adalah
sebesar-besar nikmat yang dirasakan oleh penduduk surga kenikmatan yang paling besar dirasakan oleh penduduk surga
adalah ketika mereka melihat Allah subhanahu wa taala maka kata Allah barang siapa yang ingin mendapatkan hal
tersebut hendaklah dia mengerjakan amal saleh dan janganlah Dia mempersekutukan
seorang pun dalam dia beribadah kepada Tuhannya itu kepada Allah subhanahu wa taala maka Allah Katakan tidak boleh
menyekutukan Allah dalam Bab ibadah kata para ulama maksud Allah di sini
adalah Allah mengingatkan jangan berbuat riya dalam ibadah jangan mengharapkan
pujian dari manusia ketika beribadah.
maka Barang siapa yang melakukan hal
tersebut dialah yang akan diberikan nikmat oleh Allah untuk melihat wajah Allah secara langsung di surga kelak
maka itu dia ayat yang pertama intinya di situ Allah melarang kita untuk berbuat riak dalam kita beribadah
n yang kedua yaitu sebuah hadis yang diriwayatkan Oh imam
muslim KBI Allah taa berfirman maka DII hadissi
ini buyat alquan tapi hadis kata Allah Subhanahu Wa
taal yang paling tidak membutuhkan sekutu maka Barang siapa yang dia
beramal dengan menyekutukanku dengan selainu di dalam dia beramal maka akan
aku biarkan dia bersama sekutunya
tersebut maka ini meskipun hadis ini berbicara tentang ibadah secara umum
kesyirikan secara umum namun termasuk di dalamnya riya.
Barang siapa dia dalam beribadah mengharapkan pujian
seseorang maka Allah akan tinggalkan dia pada hari kiamat bersama seseorang tersebut dibiarkan oleh Allah subhanahu
wa taala tidak Allah pedulikan ini di anara ganjaran yang akan didapatkan oleh para orang-orang yang berbuat riak Allah
akan biarkan dia pada hari kiamat kamu dulu pernah mengharapkan pujian orang tersebut ditinggalkan oleh Allah bersama
orang yang diharapkan pujiannya tersebut maka ini di anara ancaman sekali lagi
bagi para pelaku riya.
hadis yang terakhir di dalam bab ini
adalah hadis dari Abu Said al khudri secara marfu berarti nabi kita
Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda kata nabi ala ukhbirukum Bima
Hua akfu alaikum Indi Minal masihid Dajjal Maukah kalian aku beritahukan
sesuatu yang lebih aku khawatirkan atas kalian daripada Dajal dari fitnah masih
alajjal kita sudah pernah bahas di sini membahas tentang Dajal awal-awal kita
memulai pengajian di sini kita bahas tentang tanda-tanda kiamat besar salah satunya adalah Dajal munculnya Dajjal di
akhir zaman yang ini merupakan ujian terberat yang pernah dialami umat manusia yang seluruh Nabi mereka datang
memperingatkan tentang Dajal tidaklah nabi datang pasti memperingatkan kaumnya
tentang dajjal termasuk nabi kita Muhammad sallallahu Al wasallam termasuk nabi Isa termasuk nabi Musa termasuk nabi Ibrahim semua nabi itu berbicara
tentang Dajal menunjukkan luar biasanya Dajal ini tapi kata nabi kita Muhammad S
wasallam ada yang lebih beliau khawatirkan kepada kita semua dibandingkan Dajal
tersebut makanya para sahabat mengatakan B Ya Rasulullah Kami mau tahu apa itu kata nabi
asirulofi itulah dia Syirik yang tersembunyi menyut Ukan Allah yang
tersembunyi contohnya kata nabi su Al wasallam yaajul
fusoliinu atau fayuzayinu shatahu limaar Min n rulin contoh orang riya itu
kata nabi adalah seseorang yang dia berdiri salat lalu dia memperbagus
salatnya karena melihat ada orang yang memperhatikan dia dia tahu dia sedang
diperhatikan Ya bapak-bapak seperti ini sudah dalam posisinya duduk
di apa Bersandar kepada tembok tiba-tiba orang datang berdiri salat sendiri di
depan Pak ini luar biasa cobaannya godaannya ya kalau dia kemudian berupaya
memperbagus salatnya karena dia tahu diperhatikan oleh orang inilah Dia disebutkan oleh nabi kita Muhammad
Sallallahu Alaihi Wasallam maka yang menjadi pelajaran utama di sini adalah
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebut ya sebagai Syirik yang tersembunyi ini
pelajarannya lalu yang kedua Bagaimana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu sangat khawatir yang namanya Ria itu menimpa
kita semua.
Maka jangan pernah kita merasa aman dari riya Pak, aman Insyaallah kalau saya se itu
gak apa-apa wes hati-hati hati-hati Pak ya dan itu
memang tabiat kita manusia itu suka pujian memang ya kita dibuat demikian
nikmat rasanya dipuji oleh orang itu maka kita harus berhati-hati jangan pernah menganggap yang namanya
riayya menganggap ee remeh yang namanya riay menganggap remeh mengharapkan
pujian dari manusia ketika beribadah baik beberapa pembahasan
tambahan saya sampaikan Yang pertama mengenai perkara perkara yang bukan
riayya ya dikira riayya namun pada hakikatnya bukan
RI yang pertama yang bukan Rya adalah ketika seseorang itu dia menampakkan
amal saleh agar dicontoh oleh orang
lain tapi ini betul-betul kita hati-hati pak tipis betul makanya
nabi katakan ini syirkul khofi sangat samar dia Pak kita membedakan ke dalam
hati kita seandainya kita bisa melihat kita apa istilahnya kita mikroskop hati
kita itu untuk betul-betul melihat ini niat saya ini ingin mencontohkan atau sebetulnya ingin
dipuji tapi kalau kita bisa menjamin ini tidak ada r ya Biasanya seperti ini Pak
makanya ketika Allah subhanahu wa taala menyebutkan tentang sedekah yang paling
Afdal adalah sedekah kepada orang miskinimana dalam surat
alinsan yang diberikan makanan itu sedekah makanan itu kepada orang miskin kepada anak-anak yatim kepada para
tawanan perang ini adalah sebaik di anara seikhlas-ikhlas orang Kenapa dia
sengajersekah kepada misk anakw perang orang yang tidak diharapkan
pujiannya tidak berharap pujiannya Nah makanya ya bisa kita atau orang
seseorang itu dia betul-betul niatnya ikhlas ingin
mencontohkan ya, Tergantung sikonnya.
intinya namun kalau kita melihat orang lain orang lain
menampakkan sedekahnya gak boleh kita mencap dia Oh kamu riya gak boleh kita harus berbaik sangka dia berbuat seperti
itu untuk memberikan contoh ya namun yang pelajaran utamanya ingin saya sampaikan adalah
ee di antara hal yang bukan riya adalah ketika seseorang menampakkan amal dengan
tujuan supaya dicontoh ketika memang ada kebutuhan
untuk hal tersebut Contoh ya Pak ya saya Sebutkan
di ada sebuah masjid Ketika saya masuk di masjid tersebut awal-awal beberapa
tahun yang lalu sekitar tahun 2019 saya amati belum terbiasa sebagian jemaah itu
berdoa antara azan dan iqamah gak terbiasa gak ada saya lihat orang yang mengangkat tangan berdoa G ada sebagian
orang baca Quran sebagian baca HP awal-awal saya masuk dulu tapi semakin ke sini semakin saya lihat sudah banyak
warga-warga asli warga-warga lokalnya yang terbiasa mengangkat tangan berdoa
antara azan iqamah yang sebabnya adalah karena semakin banyak hadir para penuntut ilmu di situ orang-orang luar
datang hadir pengajian mencontohkan kepada warga lokal seperti itu diikuti oleh warga lokalnya ini contoh
menampakkan amal supaya diikuti ya yang paling mudah adalah kita ee sebagai pemimpin entah itu di
keluarga sendiri di perusahaan tempat bisnis mencontohkan kepada orang-orang yang berada di bawah kita anak istri
bawahan karyawan kita yang memulai kemudian diikuti oleh orang-orang
tersebut dengan jaminan tidak ada niat untuk dipuji murni agar diikuti maka itu
sesuatu yang baik Inilah dia yang disabd
nabiangapa yang dia menggiskan seb jalan keikanu diik orang maka dia mendapatkan
pahala dari amal yang dia Kerjakan sendiri dan dia mendapatkan pahala dari orang yang mengikuti dia ini
keutamaannya kita sedekah ternyata diikuti oleh orang banyak terinspirasi dari sedekah kita kita mendapatkan
pahala orang-orang tersebut karena kita yang bukakan jalan ini yang pertama tidak termasuk riya.
ketika seorang dia
mencontohkan seperti itu yang kedua adalah ketika seseorang itu dia term ih untuk beramal ketika
berkumpul dengan orang-orang yang beramal
awalnya tidak ada niat untuk salat sunah ba'diah magrib tapi kok lihat
orang-orang ini Kok pada salat semua saya tak salat jugalah maka sepertinya tidak riya Pak, orang dia
termotivasi ketika melihat orang lain tidak riya inilah hikmahnya Kenapa Allah
subhanahu wa taala memerintahkan kita itu untuk berkumpul dengan orang-orang Saleh kumpul dengan orang Saleh Supaya
apa termotivasi ikut Saleh juga maka hal seperti ini tidak termasuk
RI ya makanya kata para ulama ini juga sebetulnya tipis ya tipis kita itu betul termotivasi atau
karena ingin dipuji oleh orang Saleh kata para ulama standarnya seperti ini Pak kita bayangkan kita berada di sebuah
ruangan ada kaca kita melihat ke orang lain tapi orang lain tidak melihat kita
ya adaakan kaca yang seperti seperti kaca mobil lah ya kaca mobil kita melihat orang keluar orang di luar tapi orang luar
tidak melihat kita bayangkan kita dalam posisi seperti itu ketika melihat orang lain beribadah kita ikut termotivasi untuk
beribadah atau tidak kalau jawabannya Oh saya jadi ikut termotivasi juga Meskipun mereka tidak melihat maka ini adalah
tanda ikhlas tanda yang baik tapi ternyata Wah mereka enggak melihat saya buat apa saya juga ikut beribadah ini
berarti indikasi dia Ria kemudian yang ketiga yang terakhir tidak termasuk RI
juga ketika seorang itu dia sudah berupaya menyembunyikan amalnya tapi ternyata dipuji oleh orang ketahuan tapi
kemudian dipuji oleh orang lain maka ini tidak termasuk juga Ri
wallahuam ini saja yang bisa kita bahas pada pertemuan kali ini mudah-mudahan
Allah subhanahu wa taala jadikan kita sebagai hamba-hamba yang ikhlas mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala
menjauhkan kita semua dari perbuatan riya.
mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala menerima seluruh amal ibadah kita dan
pengumuman pekan depan kita libur satu pekan, Insyaallah kita berjumpa lagi di
dua pekan berikutnya. kita cukupkan demikian wallahu taala alamallahu ala
Nabina Muhammad waa alihibihi Wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu
Alla ilahailla anta astagfiruka waatubuilaik
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."