Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wassalamu ala asrofil mursalin nabiina wa Maulana Muhammadin wa ala alihi wasohbihi
ajmain wa Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu asul shallallallahu Alaihi wa ala alihi
wasahbih waman tabiahum biihsanin Il yaumiddin
Alhamdulillah kembali di pagi ini kita
bisa melanjutkan kajian rutin Rabu subuh bersama jamaah masjid almarhamah Candi
Gebang dan Insyaallah di kesempatan kali ini nanti kita bentuknya diskusi, lebih
banyak diskusi membahas tentang masalah halal haram dunia
pakaian dan juga sedikit menyinggung adakah
ee sisi pertimbangan hukum di negara kita berkaitan dengan masalah
pakaian maka kami mohon ee Bapak Profesor Nur Hasan untuk bisa
mendampingi di sini.
beliau yang biasanya bicara di balik layar, Nah sekarang kita
tampilkan di permukaan biar para jamaah yang online, jadi lihat langsung! Oh ini toh orangnya
ya yang selama ini dalam tanda kutip bikin oner gitu
ya, jadi ikut meramaikan dalam situasi kajian Subuh di masjid
almarhamah.
baik, mungkin nanti Pak Nur Hasan bisa menyampaikan sesuatu terlebih dahulu baru nanti kita bahas
bareng-bareng setelah ini insyaallahu taala. kita persilakan kepada Pak profesor Nur Hasan, tafadhal.
Baik terima kasih Pak
ustaz Ami, Bapak dan Ibu para hadirin yang saya
hormati dan para audiens gitu yang mengikuti secara daring,
Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
ya kadang-kadang saya mungkin gitu ya
dinilai hal-hal yang seharusnya tidak perlu dipertanyakan tetapi dipertanyakan
saya tanyakan gitu pertama begini, Bapak dan Ibu jamaah
yang saya hormati gitu ya Pak ustaz Ami itu punya
referensi literatur yang memberikan Syarah
terhadap apa ya hadis-hadis nabi bahkan mungkin terhadap ee ayat-ayat al-qur'an
yang berkaitan dengan pokok bahasan yang di di di dikaji begitu
ya saya ini seorang pengajar gitu di di
Fakultas Hukum Ken kadang-kadang saya menyelipkan gitu ya menyelipkan Ini loh
menurut ajaran agama saya begitu ya. saya berpikir nekmong Ustaz am yang dapat
pahala mengajarkan Islam gitu ya, Kenapa saya tidak menyelipkan gitu ya di dalam
ee apa di dalam substansi yang saya ajarkan
itu Bagaimana sih pandangan islam Gitu ya terhadap apa yang menjadi
substansi bahasan saya begitu jadi misalnya begini gitu
ya Bagaimana sih kalau Tuhan itu di dalam surat ar-rahman itu
menyatakan bahwa Allah itu menciptakan langit bumi itu dalam keseimbangan gitu
ya dan dalam dalam bidang hukum saya di bidang hukum sumber daya agraria atau
alam gitu ya saya kan harus kalau Islam seperti apa sih ya gitu ya maka saya
kadang-kadang menyelipkan gitu misalnya di dalam surah almukminun gitu untuk
ayat ke berapa yang mengatakan waansalna minasama maam biqodrin faaskainahu fil
ARD bahwa Allah itu menurunkan hujan
ya Ini Di antara sekian banyak ayat mungkin yang saya ketahui gitu.
Saya tidak menelusuri secara
utuh yang menyatakan Bagaimana keseimbangan tetap harus
diperhatikan harus dijaga oleh manusia karena itu al-qur'an gitu ya tentu yang
utama adalah orang muslim gitu Tetapi kan tidak bisa saja tidak
hanya orang muslim ini seluruh umat manusia berkepentingan dengan itu gitu bahwa salah satu bentuk
keseimbangan bagaimana kita memelihara bumi ini adalah apa waansna
minamaqarin Allah itu menurunkan hujan dari langit itu dengan ukuran dengan
takaran tertentu guu Saya tidak tahu kemarin saya nonton di YouTube Itu katanya tanggal 5 dan 6
Arab Saudi banjir banjir gitu ya di Madinah
katanya ada hujan hujan campur es gitu tetapi di situ Allah itu menyatakan
faaskanahuil Ardi setelah itu diserap gitu ya air hujan itu diserap ke dalam
[Musik] bumi dan itu pasti perlu logika untuk menjelaskan gitu
bahwa bagaimana kita menciptakan menjaga memelihara bumi ini supaya tidak rusak
di antara kerusakan bentuk kerusakan bumi itu adalah penurunan tingkat
permukaan bumi Jakarta itu kan sudah mengalami penurunan seperti di Thamrin itu sudah
sampai 1 met itu penurunan permukaan buminya sehingga Kalau hujan ya ya pasti
banjir gitu Kenapa karena tidak ada serapan air hujan itu ke dalam bumi
sementara hotel-hotel di sekitar Tamrin itu menyedot air besar-besaran gitu nah
ini kan permainan logika begitu nah seperti itu gitu Pak ustaz am
gitu.
Mengapa saya kadang-kadang menanyakan Mengapa sih Allah ataupun
nabi itu menurunkan atau aturan termasuk berpakaian gitu ya gu seperti itu saya
sebenarnya berkepentingan untuk diri saya pribadi gitu supaya saya punya
preferensi yang benar tidak saya katakan ngarang-ngarang itu loh saya kan hanya
ngarang-ngarang gitu itu berdasarkan logika saya tetapi dengan mungkin dengan
syarah-syarah yang ditulis oleh para apa ya para pemikir islam itu saya
mendapatkaner yang yang lebih tepat yang lebih benar gitu ya itu yang pertama Pak
ustaz Amid ini agak panjang saya Iya gitu ini silakan nih waktunya untuk
Profesor nih ya iya kita juga senang kalau di sebuah kajian jadi lebih
terbuka wawasannya ada sisi-sisi yang Barangkali belum saya singgung Nah ada
pertanyaan dari jamaah sehingga bisa meramaikan suasana di sini ada di Mino
juga ada yang modelnya kayak Pak profesor kayak gini dan itu kita rawat yang kayak gini i i dan Mohon untuk
tidak disamakan dengan apa ya kecerewetan orang Yahudi gitu ya kalau
orang Yahudi itu loh kan mengatakan kulut olana ra yubayilana Mahi gitu ya
qala innahu yaquulu innaha baqoratun La faridun wala biker gitu ya
sapi sing koy ngopo sing arep disembelih gitu loh Itu Tujuannya adalah untuk
untuk tidak mematuhi perintah itu kan itu tapi saya bertanya itu hanya untuk
memperkuat saja oh iya nih Islam itu begini loh saya katakan gitu deh nah itu jadi jadi jadi itu yang yang
pertama begitu yang saya ingin sampaikan yang al-qur'an gitu ya termasuk tentu
adalah sunah Nabi ya karena al-qur'an itu kan kalau dari sisi pemahaman hukum kan al-qur'an itu
undang-undang dasarnya konstitusinya pasti itu memerlukan
penjabaran penjabarannya itulah yang dilakukan oleh oleh oleh Nabi
Nah
itu itu salah satu mukjizat dari nabi gitu dari Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam itu gitu ya ini hasil ngaji juga Pak ustaz
Tami gitu ya berdasarkan hasil ngaji gitu ya saya bisa memperoleh bahwa salah
satu wujud dari mukjizat al-qur'an itu adalah ajakan pada kita manusia untuk
berpikir rasional itu la ayatul
liulil Albab itu banyak lagi kan gituala tatafakarun Apakah kamu tidak berpikir
gitu itu ajakan untuk berpikir ras
itu salah satu bentuk wujud bahwa Apa al-quran itu adalah mukjizat
Nabi gitu Di antara sekian banyak mukjizat tetapi mukjizat utamanya itu
kan adalah Alquran jadi ajakan untuk berpikir
rasional itu yang yang saya Sebenarnya Pak ustaz yang saya inginkan peroleh
gitu ya ini sebenarnya menunjukkan bahwa saya tidak punya kesempatan untuk belajar sendiri gitu loh ee tentang
kitab-kitab ee yang mensarahi hadis Ataupun mungkin ee
tafsir-tafsir terhadap al-qur'an misalnya pertanyaan begini Pak
ustaz loh Apa bedanya antara apa
antara Nabi Isa itu kalau dalam Kristen
disebut Yesus gitu ya Apa bedanya antara Yesus dengan Muhammad
itu Muhammad itu Rasulullah itu mengeluarkan hukum kalau begitu ya Sama
dong sederajat antara Allah dengan Nabi Muhammad sama-sama Tuhan karena
sama-sama mengeluarkan Aturan itu itu itu dari dari dari dari kubu sebelah lah
begitu loh nah gitu saya kan harus ketika ditanya seperti itu oleh
teman-teman yekuyonan saja sebenarnya begitu saya tetap mengatakan beda dong
gitu loh sampean itu mengatakan Yesus itu Tuhan Isa itu Tuhan gitu loh kalau
kita tidak gitu loh Karena nabi itu menerbitkan mengeluarkan
aturan hukum itu dalam rangka untuk menjabarkan
aturan-aturan yang ada di dalam al-qur'an statusnya tetap
beda jadi tidak sama Nabi Muhammad tidak sama tidak bisa disebut Tuhan karena dia
hanya menjabarkan saja bahkan ketika kita berselawat gitu.
Itu bukan itu menyamakan kedudukan Nabi dengan dengan Allah gitu gak begitu
ketika kita berselawat itu tetap gitu Allahumma sholli ala Muhammad ya Allah
tetap Allah yang di atas gitu enggak bisa disamakan gitu jadi
pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang kadang-kadang saya mau Ngawur saja gitu bermain logika begitu loh Pak jamaah
yang saya hormati Kenapa kadang-kadang pertanyaan saya seperti ituu itu yang
kedua G itu yang ketiga gitu ya sejak al-qur'an termasuk hukum yang
diterbitkan oleh oleh Nabi gitu dari dulu sampai sekarang kan
subjek yang dituju itu kan bukan hanya orang Islam al-qur'an itu bahkan ketika
diturunkan pertama kali subjek yang dituju Siapa orang kafir Quraisy gitu
ahah itu Nah untuk orang yang sudah Islam
mengikuti nabi meyakini nabi dan Allah itu sebagai Tuhan dan nabi sebagai
Rasul Ya tinggal dimantapkan saja gitu loh Ya ini gitu aturan mainnya begini
kalau kamu ingin masuk surga ya begini tapi kalau kamu ingin mengingkari ya
kamu akan mendapatkan dosa begitu ya sudah dengan itu saja sudah cukup
itu tetapi bagi orang yang belum tahu tentang
Islam kan perlu itu dijelaskan gitu ya
secara logika misalnya orang ateis itu mengatakan enggak ada Tuhan itu
Nah
itu terus itu kan hanya kita bisa Jelaskan kepada mereka itu dari sisi
logika begitu sekarang saya tanya gitu loh misalnya kalau kalau saya mengikuti
perdebatan-perdebatan yang pluralism itu loh yang yang seluruh Penganut
Agama sekarang begini deh gitu loh satu Apakah alam semesta yang maujud ini yang
sudah jelasjelas ada itu dilahirkan dari sesuatu ketiadaan
atau dilahirkan oleh sesuatu yang maujud itu oleh yang ada
itu Apakah manusia yang maujud ini itu lahir dengan sendirinya gitu
tidak ada sesuatu kekuasaan yang melahirkan itu
gitu dalam konteks ahli matematika gitu ya Enggak mungkin sesu atau yang ahli
filsafat gitu ya tidak tidak mungkin sesuatu yang tidak ada menghasilkan
sesuatu yang ada gu nah sesuatu yang ada itulah dalam keyakinan Islam saya
katakan itu Allah gitu satu-satunya yang bisa melahirkan
itu adalah zat yang punya kekuasaan yang serba Maha begitu Gak mungkin itu
dilahirkan oleh sesuatu yang tidak ada gitu diperkuat oleh ahli ahli matematika
gitu yang enggak mungkin angka 1000 angka du angka 3 itu dilahirkan dari nol
itu pasti itu dilahirkan dari angka satu nah satu itu yang serba gitu loh
logikanya seperti itu kalau misalnya ada apa ya Ada ada kebakaran lah gitu loh Ya
sudah gak usah dipertanyakan kalau itu menyangga orang ateis ya G undak gak Pak
kalau kebakaran itu sebabnya adalah ada api gitu loh Nah kalau sampean meyakini
ada satu sebab Mestinya kamu samp sampean juga harus meyakini bahwa segala sesuatu yang
ada di muka bumi termasuk diri kita itu pasti ada sebabnya sebabnya itu siapa
gitu dalam keyakinan Islam itulah yang disebut Allah gitu yang punya Maha serba
kekuasaan yang serba Maha begitu eh seperti itu Pak ustaz gitu ya ee apa ya
ya ya kita
Ya sebisa mungkin gitu loh.
Ya dalam bahasa saya sehari-hari ya harus ngarang
tetapi ngarangnya itu Saya dulu dipelaj diacarin gitu ya saya ini dulu basisnya
orang hukum tapi saya belajar di sosiologi S2 saya saya katakan saya ini
diajari ilmu pengawuran gitu loh we ngawur wae gitu
loh tapi harus logis lah itu yang yang agak beratnya di situ ngawur tetapi
logis itu artinya masuk akalah gitu jadi jadi itu gitu ya makanya saya Kang ya
Saya hanya ngarang saja tapi diusahakan untuk bisa diterima secara akal itu itu
Pak ustazd
baik, Masyaallah! baik, ini masih di ranah pembukaan ya, Iya k mukadimah
jadi beliau menyampaikan kenapa selama ini beliau sering ee banyak bertanya
tentang hal-hal rumit ya, Yang mungkin perlu jadi bahan diskusi bagi kita semuanya sebenarnya, walhamdulillah.
kita
sendiri mengakui Islam ini selalu relevan untuk didakwahkan
kepada siapapun baik kepada umat Islam sendiri maupun kepada nonmuslim makanya
Allah sebut al-qur'an itu Hudan Linnas i-sebagai petunjuk bagi seluruh umat
manusia. di saat yang sama al-qur'an juga disebut sebagai Hudan Lil Muttaqin-petunjuk bagi orang yang bertakwa. maka ada sisi penjelasan yang itu arahnya
untuk semua umat manusia dan ada sisi penjelasan yang arahnya untuk
orang-orang yang bertakwa, walhamdulillah. saya ada sedikit cerita ini Pak Profesor ya, jadi seperti cara
meyakinkan orang ateis bahwa Tuhan itu ada kalau orang at sekarang kan enggak bang bahasa Arabnya makanya untuk menjelaskan
mereka ya pakai logika-logika ee yang sedikit ngawur yang penting logis
begitu sebenarnya dalam al-qur'an sendiri sudah ada penjelasan tentang itu dulu pada waktu N
abi Sallallahu Alaihi
Wasallam selesai Perang Badar beberapa pasukan orang musyrikin itu kan
ditawan ada sekitar 70 orang musyrik yang ditawan oleh kaum muslim.
nah para tawanan ini sebagian diikat di dalam masjid, jadi di tiang-tiang Masjid
Nabawi itu ee dijadikan sebagai media untuk ngikat tawanan perang
Badar salah satu di antara tujuan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah biar Mereka mendengarkan secara langsung kaum
muslimin baca Quran, ceramah-ceramah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam hingga suatu ketika saat Nabi
Sallallahu alhi wasam shalat Magrib beliau membaca surat at-thur nah di surat
atthur itu ada kalimat seperti ini, am khuliquu Min ghairi saiin am humul
khaliquun am khalaqas samawati Wal ardho ba
yukqinun, Apakah mereka diciptakan Min ghairi saaiin dari tanpa asal ya amhumul
khaliquun ataukah mereka menciptakan diri mereka sendiri
am samawati Wal Ardin Apakah mereka yang menciptakan langit dan bumi Kenapa
mereka tidak yakin dengan keberadaan sang pencipta itu jadi ini kan metode
untuk menjelaskan Adakah sang pencipta untuk di alam semesta ini hanya ada tiga
kemungkinan kemungkinan yang pertama makhluk itu tercipta dari sesuatu yang
tidak ada seperti yang tadi sempat didiskusikan atau yang kedua dia
menciptakan dirinya sendiri atau yang ketiga dia ada kemudian dia menciptakan
alam semesta dan dari tiga kemungkinan ini kan yang mungkin hanya sesuatu itu ada
kemudian yang ada ini menciptakan alam semesta.
Nah ada salah
satu di antara orang musyrik namanya jubair bin mim yang dia
menyampaikan saat saya mendengarkan ayat ini hampir
saja jantungku copot dan itu yang pertama kali membuat
dia tertarik untuk masuk Islam akhirnya setelah salat magrib itu dia kemudian
menyatakan masuk Islam di hadapan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam disebabkan karena mendengarkan ayat
Alquran yang demikian sampai bisa masuk ke dalam hatinya testimoni
dia Hampir saja Jantungku gara-gara mendengarkan kalimat semacam
ini, ini kan karena orang musyriknya paham bahasa Arab ya, paham Quran ya.
kalau orang musyrik zaman sekarang dibacakan Quran ya itu untuk ngrukyah barangkali kamu ada jinnya sehingga
menghalangi kamu kenapa kamu tidak mau menerima Hidayah tib Alhamdulillah. Nah
selanjutnya Profesor ya kita langsung masuk saja ke diskusi kita mungkin juga bisa melebar terkait masalah pakaian dan
makanan sebenarnya. Apakah negara kita itu memberikan
batasan atau undang-undang atau apapun berkaitan dengan cara berpakaian kaum
muslimin atau cara berpakaian warganya karena kan ada sebagian orang yang kadang dipermasalahkan kamu enggak boleh
pakai kayak gini Kamu dilarang pakai kayak gini ya ini salah satu kasus ee
Pak Profesor jadi pada waktu jilbab itu sempat
dipermasalahkan di sebagian dan lembaga gitu ya.
Ada misalnya ibu-ibu atau wanita
yang kerja di lembaga itu atau beliau punya kepentingan di lembaga itu pakai
jilbab Tapi dilarang ya pokoknya harus dibuka nah pemaksaan semacam ini yang
masuk kategori melanggar hukum itu yang makai jilbab ataukah yang memaksa untuk
melepas jilbab ya
kalau di dalam konstitusi kita begitu ya Indonesia itu memang tidak ada satu asas
gitu tetapi yang mengatakan bahwa langsung berkenaan dengan berpakaian gitu ya Pak tetapi
bahwa setiap orang Indonesia harus memerlu agama gitu ya itu jelas gitu ya
ya itu bahkan Kemarin saya baca begitu di Entah di di mana saya lupa begitu
ada ada ada ada diskusi gitu di di di tingkat pemerintahan gitu. Sekarang kita
akan membolehkan gak orang tidak beragama ada di Indonesia begitu.
Nah tapi di dalam, di dalam hasil akhirnya itu tetap kekeh pada pendapat
gak itu konstitusi menuntut semua orang Indonesia harus beragama nah itu nah di
dalam agama ini tentu akan ada perbedaan-perbedaan gitu ya an ya
ajarannya begitu sehingga tidak ada ketentuan yang
Katakanlah mengharuskan orang harus semua seperti di di di Aceh gitu
misalnya kalau di Aceh itu kan siapapun yang datang ke Aceh ya harus
memakai kerudung Mbah kerudung itu disamakan
dengan apa jilbab begitu tapi ya harus begitu
saya sering menemani teman-teman di di di kepolisian terutama di lalu lintas
gitu ya.
s
ama-sama Prof Yo kita anu apa
ee sosialisasi ke Aceh gitu ya hayo gitu loh saya tahu di antara yang ikut itu
adalah yang nonmuslim tapi begitu sampai di di di Aceh begitu ya turun
dari pesawat itu dia di atas pesawat sudah pakai pakai kerudung gitu ya
entah ini kemudian dimaknai Ah kamu tu ngapusin saja ya tapi ya ya itulah
ajaran yang dianut tidak mengharuskan itu gitu ya tetapi kearifan lokal di Aceh
mengharuskan seperti itu gitu Nah itu Gu Jadi gak ada ketentuan yang mengharuskan
ee harus berpakaian seperti orang muslim gitu ya Anya
Eh tapi Untuk itu saya gini Pak ustaz itu terlepas dari apakah realitanya itu
semua orang berpakaian seperti yang diajarkan oleh Islam gitu atau
tidak Sekarang kita jujur deh pada diri kita sendiri apakah perilaku kita
keseharian itu sudah benar-benar mencerminkan ajaran islam atau tidak
jujur pada diri saya sendiri gitu kalau saya mengatakan kadang-kadang perilaku Saya tidak Islami
begitu saya harus mengakui itu gitu daripada nuduh orang orang lain gitu ya
Nah itu kadang-kadang saya terjebak gitu misalnya Mohon maaf ini di luar di luar
pakaian gitu ya wis wius ini ngunek-ngunek wuong gitu
Yao hanya atas dasar dugaan-dugaan Terima di media apa di
media sosial kita Wah tertarik ini mendukung kepentingan kita di-share
kepada grup lain G Apakah itu cermen dari
Islam itu ya auhadina
amanuibu itu hanya sangkaan-sangkaan dugaan-dugaan karena kita tidak pernah
mengecek kan gitu kebenaran dari berita itu gah itu nah dalam konteks seperti itu
Pak ustaz tetap menurut saya dalam konteks berpakaian terlepas dari realita
dalam kehidupan masyarakat kita yang memang majemuk secara agama tapi tetap harus
disampaikan ini loh cara berpakaian yang Islami seperti ini gitu terlepas dari orang mengikuti atau
tidak tetapi tinggal disampaikan saja begitu ya.
Kenapa kok seperti itu lah itu Loh kenapa kok harus seperti itu di situ
permainan logika Pak ustaz itu loh gini loh Itu l jadi misalnya saya begini
Saya tidak ingin bicara nasional di UGM lah di M itu ada peraturan Rektor yang
mengatur tentang pelecehan seksual pasti yang dituju kan gak
mungkin perempuan melecehkan laki-laki pasti yang pelecehan itu pasti
pelecian sosial itu pasti yang objeknya adalah perempuan itu loh
mentelengin orang berpakaian rok mini dipentelengin gitu kalau dia tidak terima itu bisa
lapor loh saya tadi dilecehkan oleh dia begitu dan itu bisa diproses gitu
ah itu itu hanya padahal maksud maksud kita
mungkin yang mentelengin itu bukan bukan syahwat nya yang bekerja W
di tempat publik kok ngono gitu tapi bagi dia kan yang dipentelengin
kan ya sak karepku toh wong tidak ada undang-undang aturan yang melarang gitu
loh tapi sampean yang mentelengin saya itu itu melecehkan
sayaah itu bahkan kalau di Amerika itu yang saya tahu dulu gitu pernah Apa
pernah jalan-jalan 8 bulan di Amerika begitu ya bukan sekolah saya hanya
jalan-jalan gitu itu orang laki-laki memuji perempuan gitu itu sudah dianggap
seksual harasment gitu sudah termasuk pelecean seksual gitu Ih kamu cantik ya
gitu loh kalau si perempuan gak terima sampean bisa dilaporkan ke polisiah
wong aku memuji dikau kok kok malah di kau tersinggung dia jawabannya itu begini
jawabannyai perempuan itu kamu itu goblok ya laki-laki aku ini perempuan bukan hanya
fisik Aku punya otak yang tidak kalah dengan laki-laki Kenapa kamu tidak
menghormati otak saya gitu Kenapa kamu tidak menghormati pikiran saya hanya
yang dipentelengin fisik saya begitu dan logika itu diterima begitu
sebagai dasar untuk mengatakan terjadi seksualaresmen nah saya katakan gitu diugm Itu loh bu
Rektor gitu ya kalau ada aturan
bahwa orang tidak boleh melakukan pelecehan seksual hanya dengan mentelengin karena
sampean karena yang perempuan berpakaian
yang merangsang syahwat itu loh ya.
Bu Rektor saya katakan gitu harus adil juga
saya katakan gitu gitu lah Bagaimana laki-laki tidak tertarik untuk melihat
gitu l kalau dia terus berpakaian seperti itu Lah terus piye Pak Nur ya
Buatlah peraturan juga yang melarang orang perempuan-perempuan itu berpakaian
seperti itu Nah itu ya ngak usah gak usah
seperti sempurnanya ajaran Islam Saya tidak mengatakan seperti itu tapi saya
mengatakan gitu ya ya yang sopanlah saya katakan itu cara berpakaian itu G
loh ya dosennya senang kalau delok mahasiswinya ya ya berpakaian gitu gitu
loh Ning lama-lama kan ih ini jalan menuju ke surga atau jalan menuju
ke ke neraka begitu loh di tingkat universitas tidak dibuat aturan itu
tetapi saya sangat mendorong di fakultas hukum harus ada aturan peraturan dekan
yang mengatur tentang cara berpakaian yang sopan gitu ya ya ya
mahasiswi-mahasiswi itu kan kadang-kadang pakai apa
ya pakaijet begini tapi jerone itu yo Ah gitu
loh Budan itu nak benar menurut saya
loh saya ini sudah tua budekan ya ya
Tapi tetap manusia begitu loh ini resiko dosen Kak
gini lah makanya saya kemudian ya kita gak perlu sampai mengatur seperti cara
berpakaian sempurna seperti ajaran islam tetapi paling tidak yang tidak terlalu
merangsang syahwat itu loh kemudian diterbitkan aturan hukum di Fakultas
Hukum l teruh pelaksanaannya baimana satpam disuruh berfungsi saya katakan
gitu untuk menegakkan itu artinya kalau ada mahasiswi yang berpakaian seperti
itu tolong disuruh pulang suruh ganti gitu
loh loh kalau nak sempat pulang piye ya usah ikut kuliah boleh
gitu Jadi itu jadi peraturan yang sifatnya lokal itu dihargai ya ya kalau
tidak Nas Jadi kalau yang di atas saja tidak mengatur gitu ya ya ya ijtihad
kita ya di tingkat lokal gitu yang paling lokal gitu loh ya di fakultas kalau kalau di tapi kalau tadi
pertanyaan Pak ustaz loh yang yang tidak yang yang dilarang itu melarang orang
tadi apa misalnya pakai kerudung P jilbab terus di dilarang oleh Saya punya
pengalaman begini Pak ustaz G tapi ini bukan di kepolisian secara keseluruhan gitu
ya di di di di kor lantas gitu di kor karena saya banyak kecimpung di situ G
saya kadang-kadang tanya kepada yang Ih ne kemarin kamu itu pakai jilbab bagus
loh saya katakan gitu loh tapi sekarang kok gak berpakaian gitu loh eh enggak berpakai jigab gitu loh bukan tidak
berpakaian tidak pakai jilbab gitu loh malah saya anu ya apa pangling ya ketika
kamu tidak pakai jilbab saya katakan gitu itu ketika pakai jilbab saya ngerti
kamu ini gitu tapi kok begitu Prof Nur kok
Nak sopo gitu loh saya katakan ngawur wa
Oh baru dia nyebut nama Oh i ya ya G iya ya saya pangling karena kamu tidak pakai
jilbab itu kalau kemarin pakai jilbab saya itu itu sebenarnya hanya sekedar
dalam kerangka untuk mendukung Supaya orang-orang apa polisi-polisi Polan
itua pakaian diperbolehkanlah tapi kan itu panjang gitu ya panjang sejarah di
kepolisian gituanya baru tahun berapa itu kemudian diperbolehkan kalau mau
pakai jilbab diperbolehkan jadi memang untuk apa ya mendorong Islam Itu Indah
loh saya katakan gitu loh itu memang perlu logika Pak ustaz gitu tidak mud
dosa loh kamu dosa-dosa opo gitu loh Wong
Iya itu Ah itu loh baik sebenarnya kalau berlogika sih Insyaallah kita semuanya
bisa Pak Profesor ya tinggal pintar ngarang atau tidak tayb Ini ada kasus lagi ya Kalau
tadi Pak Profesor bilang orang boleh saja membuat sebuah peraturan lokal ya
berkaitan dengan masalah pakaian kalau kita misalnya di satu kampung sepakat
dilarang masuk kampung ini kecuali menggunakan pakaian Islami seperti
contoh di sekolah kami pak Profesor Iya sekolah kami ini kita suasanakan yang
mau masuk di lingkungan sekolah harus menggunakan busanah muslim atau muslimah
sehingga kalau misalnya ada yang tidak berjilbab ya kita larang untuk masuk
Apakah seperti itu masuk dalam kategori pelanggaran hukum atau tidak Saya kira gak e Pak Pak ustaz dan para jamaah
begitu ya karena kembali gitu bahwa
ee apa kalau kita mendasarkan kepada
syariat yang di Aceh gitu ya itu itu Aceh kan bukan hanya
tingkat unit yang paling kecil gitu.
Tapi itu tingkat provinsi kan gitu ya jadi
dengan belajar dari itu menurut saya kok tidak ada sesuatu yang perlu di di di
dirisaukan gitu ya dengan aturan bahwa untuk masuk ke sekolah ini mohon gitu ya
di berpakaian ee apa pakai jilbab begitu ya itu
menurut saya ndak ndak ndak anu apa dasar kalau dasar hukumnya
menurut saya ini pakai logika hukum saja begitu ya bahwa Indonesia itu plural
plural itu atau benika Tunggal Ika lah untuk untuk tidak menggunakan kan
istilah yang yang mentereng-pentereng dari sisi ilmu sosial gitu benika
tunggal ika yang harus dihormati dulu kan benikanya
dulu keberagamannya dulu itu yang yang harus di diletakkan gitu ya Nah itu baru
bahwa itu dengan keberagaman itu memperkuat Sisi kesatuan kita sebagai
bangsa jadi kalau kalau pada tingkat lokal tertentu gitu ya ya mengharuskan
aturan tertentu menurut saya tidak ada sesuatu yang yang salah gitu Masuk ke
masjid gitu misalnya ya sudah pakai rok pakai apa begitu ya nampaknya kok Masjid
kok terus orang sakapenaknya sendiri gitu ya Meskipun mungkin itu sifatnya
umum gitu ya pasti orang tahulah G baik eh berarti lebih ke landasan norma
dan kearifan lokal Iya kearifan lokal itu menjadi menjadi dasar juga dan yang
perlu di dipahami gini Pak ustaz yang penting itu
disosialisasikan gitu loh disosialisasikan sampai menjadi bagian
dari sikap Oh kalau masuk ke sekolah sana itu harus Nah itu
baik alhamdulillah nah ini karena sudah bel berbunyi
Biasanya kalau sudah bel berbunyi kan pak Nur yang berbi
cara di
depan kita berikan kesempatan bagi Bapak Ibu sekalian silakan!
Bapak mikrofon ada mikrofon eh baik langsung aja
silakan, Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh
ini agak Maju
aja ee ada tiga pertanyaan,
pertama mengenai
ee teks yang Pak ustaz waktu itu utarakan Minggu lalu utarakan nah
Biasanya kalau ada teks itu ada konteksnya nah konteks pada saat itu, itu
tolong penjelasannya jadi kan biasanya ada gambarannya ya Apakah misalnya konteksnya terhadap misalnya harus
memendekkan memendekkan ee baju itu karena zaman dulu itu kan pakai
jubah-jubah gitu ya jubah-jubah kebesaran kekaisaran ee ke kerajaan gitu
walaupun sampai sekarang ee raja-raja Saudi Arab Saudi sendiri itu
masih pakai jubah-jubah panjang yang melebihi e mata kaki gitu
nah Tolong jelaskan konteksnya.
yang kedua
Apakah teksnya itu cukup seperti itu saja atau ada makna yang lain gitu
Kenapa harus memendekkan Apakah cukup dengan misalnya memendekkan e sampai betis kemudian
selesai persoalan atau ada makna yang lain yang terkandung di dalamnya
gitu. Nah tadi yang substansi atau misalnya esensinya gitu ya.
terus yang
ketiga, Apakah zaman Nabi atau misalnya nabi itu menggunakan celana panjang
cingkrang gitu gitu karena ada beberapa bukan beberapa ada teman saya yang
menggunakan e celana cingkrang dan kelompok kecilnya itu
sambil goyon ke saya mengharamkan saya menggunakan celana jeans padahal celana
jeans saya sudah di atas panjangnya sudah di atas mata kaki gitu nah saya
merasa saya tidak mbat dia karena dia juga pakai gadget gitu ya jadi dia
mengharamkan saya pakai celana jeans karena dia bilang celana orang Yahudi.
Padahal dia pakai gadget gitu Saya enggak mendambatnya karena dia pakai gadget gitu nah
jadi saya sayangkan juga bahwa misalnya dia pakai celana
cingkrang tetapi kesombongannya muncul gitu saya bilang
kesombongan karena kan esensi sombong itu merasa lebih dari yang lain ya
karena kan setan itu menggoda dari apa yang dimilikinya yang yang yang yang
yang yang ada pada dirinya gitu terima kasih asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Masyaallah Alhamdulillah, Pak siapa namanya? saya Arif! Pak Arif ngih!
Pak Arif termasuk rutin ikut ngaji pagi ini ya Heeh, Baik terima kasih Pak Arif. ini juga
kemarin sempat ee Pak Profesor Nur Hasan menyampaikan satu kondisi di mana dulu
sempat ada orang-orang yang celananya cingkerang Tapi dia suka merapikan
saat operasi saat apa Ramadan Ya kemudian nutup-nutup warung Padahal dia
tidak punya wewenang di situ baik mungkin saya Awali dari situ Pak ya
pertama kita sepakat bahwa Islam tidak mendukung pelanggaran
apapun yang dilakukan oleh penganutnya sehingga kalau ada penganutnya yang melakukan pelanggaran
ya tidak mengajarkan itu dan agama tidak disalahkan disebabkan karena pelanggaran
yang dilakukan oleh penganutnya.
kalau kemudian agama disalahkan karena kesalahan penganutnya maka tidak ada
agama yang berhak untuk dibela baik agama Yahudi agama Nasrani maupun agama
yang lain ada enggak agama yang penganutnya semuanya 100% sejalan dengan
normaus kemanusiaan misalnya hampir tidak kita jumpai semuanya pasti ak ada
pelanggaran baik dari sisi agama Yahudi Nasrani maupun agama-agama yang lain dan
kita juga mengakui bahwa di tengah kaum muslimin masih banyak pelanggaran tidak jauh-jauh di
lingkungan dekat kita saja sudah sangat banyak pelanggaran yang dilakukan oleh kaum muslimin dan tentu saja kita
sepakat bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh Muslim, Islam tidak ikut terlibat di sana karena syariat Islam tidak pernah
ngajarin itu sehingga kalau ada orang yang menyalahkan yang suka celana cingkrang itu biasanya kasar keras dan
seterusnya terbukti ternyata di masjid Marhamah ini tidak ya.
Ada banyak sekali orang-orang yang makhluk
halus yang karakternya lembut karakternya baik hati dan seterusnya dan
dia punya penampilan yang sama seperti mereka hal yang sama kalau misalnya ada
orang pakai jin tapi dia maling Apakah kemudian semua yang pakai jin jadi kita sebut maling kan tidak Ya kurang lebih
seperti itu Insyaallah ee Ini bukan
ngawur kalau ini disebut logis ya alhamdulillah tapi saya kira alasan ini
bisa kita terima semuanya selanjutnya berkaitan dengan masalah
kontekstual ya jadi sikap kita pertama seperti ini
pak kalau ada sebuah perintah ada sebuah perintah ataupun larangan yang
disebutkan dalam teks dalil di antara cara ulama dalam memahami adalah pertama
mereka terima dulu baru yang kedua mereka kasih
penjelasan sehingga sikap kabul menerima itu berangkat dari ajaran yang
disebutkan oleh Allah Taala waqalu sami'na wa at'na
gufronaka Rabbana wa ilaikal masir orang yang baik itu yang menurut kriteria di
akhir surat Albaqarah mereka mengatakan sami'na wa atna kami dengar dan kami
taat kita bisa lihat metodologi yang dipakai oleh alhafiz Ibnu Hajar di
bulghul Maram di bulghul Maram alhafid Ibnu Hajar itu kalau menyebutkan hadis
hanya menyebutkan cuplikan yang beliau mau jadikan sebagai dasar
hukumnya sehingga kelengkapan hadis tidak tidak disebutkan oleh al-hafiz Ibnu Hajar
ini beda dengan gayanya umdatul Ahkam yang kita kaji setiap subuh ini ya kalau
umdatul Ahkam itu hadisnya disebutkan panjang jadi komplit satu Hadis disebutkan semuanya kalau bulgul Maram
cuman cuplikannya saja sementara teks hadis lengkapnya di bulghul Maram itu tidak disebutkan dan itu Di antara
perbedaan metodologi bulghul Maram dengan umdatul Ahkam beberapa ulama ketika membandingkan antara umdatul
Ahkam dengan bulgul Maram yang mereka Sebutkan itu kalau bulghul Maram itu cuma disebutkan kutipan dalil mungkin
hanya cuman satu kalimat padahal hadis itu panjang nah ini memberikan kita satu
kesimpulan bahwa terkadang ulama mereka mengajarkan sebuah prinsip Terimalah teks sebuah dalil dulu.
Nah baru Kemudian
Anda bisa naik ke tahapan memahami penjelasan kalau bagian ini belum bisa
diterima bisa jadi penjelasan nanti akan dipelintir makanya kita diajarkan untuk e bersikap
pasrah sami'na waana sebelum nanti beralih kepada penjelasan yang
kedua. tidak semua konteks itu disebutkan dalam dalil sehingga terkadang kita cari
penjelasan tentang konteksnya kita enggak nemu Kenapa ada hadis seperti ini cari konteksnya kita enggak nemu ya
adanya cuman teks seperti ini ya mau tidak G mau berarti Teks itu sudah
mewakili hukum yang diinginkan berarti sikap kita ya seharusnya menyesuaikan Teks itu tanpa
harus melihat konteks karena kita nyari penjelasan konteksnya enggak nemu gitu
Apakah gara-gara ketika kita tidak mendapatkan penjelasan konteks terus teksnya
ditolak dalam al-qur'an sendiri para ulama menyebutkan ada surat
sababiyah dan ada ada surat Ibtidaiyah pembagian surat sababiyah dan
Ibtidaiyah ini diakui dalam ilmu Quran Misalnya Anda bisa lihat di e buku
asuyuti tentang alitqan Fi ulumil Quran ada pembagian tentang surat sababiyah
dan Ibtidaiyah surat sababiyah itu artinya surat yang punya sebab yang ada sababun
nuzul sedangkan surat Ibtidaiyah itu yang tidak punya sababun Nuzul.
nah ternyata yang tidak punya sababun nuzul itu lebih dominan, ada banyak sekali surat yang
kita cari sababun nuzulnya itu penjelasannya enggak ada adanya cuman kayak gitu. Nah kalau kemudian orang
selalu mempertanyakan ini ada bunyi ayat kayak gini Oh lihat dulu sababun nuzulnya kalau enggak nemu gimana ya
sudah kita enggak terima ini kan jadi bahaya akan banyak dalil yang kita tolak gara-gara kita tidak tahu konteksnya
misalnya karena bagian dari penjelasan konteks adalah sababun nuzul sehingga
tidak semuanya dalil yang sampai ke kita itu ada penjelasan konteks bahkan
al-qur'an sendiri tadi kita sebutkan di situ ada banyak sekali ayat yang sifatnya ibtidaiah yang dia tidak punya
sababun nuzul kalau tidak tahu konteksnya kemudian itu bisa jadi alasan boleh
untuk tidak nerima E aturan yang tersebut dalam teks tersebut akan ada
banyak sekali dalil yang jadinya tertolak karena kita gak tahu
konteksnya kemudian yang ketiga kalaupun sekiranya kita tahu konteks bahwa hadis
ini atau ayat ini berkaitan dengan konteks tertentu Apakah konteks itu membatasi tafsir dari teks
tadi Kalau konteks itu membatasi tafsir konsekuensinya ya berarti ayat ini
terbatas yaitu terbatas pada kasus yang disebutkan dalam konteks
tadi padahal kita sepakat bahwa dalil itu rahmat bagi alam wama arsalnaka illa
rahmatan lil alamin Oleh karena itu cara para ulama dalam memahami sababun nuzul
tidak pernah kami ketahui bahwa mereka menegaskan ayat ini hanya terbatas pada
sababun nuzul tersebut yang ada sababun nuzul itu bagian dari
tafsir ayat itu ada istilah eh sababun nuzul qatat
dukhul sababun nuzul itu pasti bagian dari tafsir dari ayat
misalnya ayat yang mengharamkan khamar misalnya ayat yang mengharamkan
khamar Anggaplah kita sepakat bahwa budaya khamar di masyarakat Arab itu sampai menyebab
mereka misalnya saling membunuh misalnya kalau misalnya di sebuah
lingkungan tertentu dengan minum khamer terjaga aman tidak saling membunuh Apakah ayat yang melarang khamer jadi
enggak berlaku Oh ini konteksnya beda dulu di zaman sahabat minum khamar itu
sampai saling membunuh kemudian memperkosa istri
orang kalau enggak sampai terjadi seperti itu maka hukumnya enggak apa-apa boleh kan ini kan kesimpulannya jadi
melenceng.
Ya baik Kalau kemudian Anggaplah konteks itu kita terima
berarti haramnya khamr hanya berlaku untuk kasus kayak gini saja untuk kasus yang lain enggak enggak berlaku terlalu
membatasi jadinya padahal hukum itu bersifat universal maka kita sebut
sebagai rahmatanil alamin karena tidak hanya terbatas pada
konteks karena itulah ada istilah alibratu biumumil lafzi la bikhususi
sabab bahwa pelajaran yang bisa kita ambil dari dalil itu disimpulkan dari
makna umum lafaz bukan sebab yang terbatas karena kalau kemudian hanya
dipahami dengan sebabnya apa berarti kalau sebab itu ada hukum berlaku kalau
enggak ada hukum tidak berlaku jadinya ada banyak kasus yang hukumnya enggak ada padahal sebenarnya bisa disamakan
dengan kasus tersebut Insyaallah bisa dipahami ini Pah baik contoh haramnya
riba riba di masa jahiliyah itu kan sampai menjual orang jadi orang kalau
punya utang Pak dia enggak bisa bayar Terus numpuknpuk numpuknpuk akhirnya
dibayar pakai dirinya Ya sudah saya saja jadi budak Nah itu salah satu sebab ada
budak sehingga kalau misalnya saya punya utang sampai seharga budak misalnya Anggaplah
harga budak R juta ketika R juta saya enggak bisa bayar maka saya jual diri saya sehingga sekarang saya jadi milik
si A pemilik piutang R juta selanjutnya terserah si A saya mau dijual si A mau
diperbudak si silakan nah misalnya budak sekarang sudah enggak ada Apakah terus
hukum riba jadi dihilang tidak kita sepakat tetap
berlaku karena tidak terbatas dengan kasus seperti itu.
baik Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam ketemu sahabat dan waktu itu kita enggak tahu Seperti apa suasana
pakaian ee yang umumnya dipakai para pembesar Arab intinya isbal itu sudah ada sejak
masa silam maka saat Islam datang diatur nah pakaian Mukmin Min seperti ini
begitu kalau misalnya sekarang ada ee budaya raja-raja Arab ini nambah
sedikit enggak apa-apa ya untuk melengkapi ya Misalnya raja-raja Arab yang pakaiannya sampai nyapu tanah dan
seterusnya ini perbuatan orang yang tidak bisa kita jadikan sebagai referensi Kalaupun dia melanggar ya itu
urusan dia tapi rujukan kita adalah Dalil dan pakaian itu kan bawaan budaya
ya ada namanya mislah Bapak tahu mislah yang jubahnya imam itu yang ada tepian
kuning hitam ada tepian kuning kayak syekh-syekh Saudi Jadi mereka pakai jubah besar
terus mereka kasih seperti selimut penutup yang kadang warnanya hitam
kadang warnanya kuning itu namanya mislah mislah ini seperti jz di tempat
kita kita kalau di acara-acara resmi cuman baju kayak gini saja ya itu kan
Rasanya kurang lengkap ya lalu ditambahi Jaz Nah bagi orang Arab tambahan Jaz itu
mislah namanya nah kadang mislah itu bagi sebagian orang yang kurang
perhatian trengselah lemah ya kita sebut ini pelanggaran ini pelanggaran terlepas dari pelakunya
bukan orang Jawa atau orang Mana Tapi kalau itu pelanggaran ya kita nilai sebagai pelanggaran referensi kita
adalah Dalil dan bukan perbuatan manusia kalau kita sudah nerima dalil seperti
itu ya kita akui baik sementara yang terakhir tadi kalau memang itu pelanggaran kita sebut
pelanggaran kamu salah paham terkait bahan apa salahnya orang pakai
jeans kalau bahan kan bebas yang penting tidak transparan atau
ketat kalau transparan dan ketat ya gak boleh kalau bahanya plastik
gimana pakai celana plastik ya gak boleh karena
Hah kelihatan auratnya nanti ya esensinya kan la tasif wala tasyuf tidak
ketat dan tidak transparan Jadi kalau Bahannya seperti itu enggak boleh Nah
mungkin teman anda tadi ee salah paham dalam hal ini sehingga disarankan kepada
yang bersangkutan coba kamu ngaji kamu belajar lebih dalam biar tidak salah dalam menghakimi orang ya
whamdulillah begitu Profesor nah ini bahayanya kajian di
Marhamah kayak gitu ya pokoknya kalau sudah deadline waktunya habis ya Enggak
boleh dilanjutkan baik Insyaallah pekan depan ya Oh
gitu lapangan tenesnya di mana Prof oh Ya siap kita akhiri saja di sini
wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh