بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Syafa'at
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Senin, 16 Desember 2024
🏢 Masjid Al Muhsinin, Wirokerten, Bantul
Melanjutkan pembahasan Syarah Kitab Tauhid, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan bab tentang syafa’at. Firman Allah سبحانه و تعالى
أَنذِرْ بِهِ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحْشَرُوا إِلَىٰ رَبِّهِمْ ۙ لَيْسَ لَهُم مِّن دُونِهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
“Dan berilah peringatan dengan apa yang telah diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dikumpulkan kepada Rabb mereka (pada hari kiamat), sedang mereka tidaklah mempunyai seorang pelindung dan pemberi syafa’atpun selain Allah, agar mereka bertakwa.” (QS. Al an’am 51).
ل لِّلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا
“Katakanlah (hai Muhammad) “hanya milik Allah lah syafa’at itu semuanya.” (QS. Az zumar 44).
ن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ
“Tiada seorang pun yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa seizin-Nya.” (QS. Al baqarah 225).
كَم مِّن مَّلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِن بَعْدِ أَن يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَن يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ
“Dan berapa banyak malaikat di langit, syafa’at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengiizinkan (untuk diberi syafa’at) bagi siapa saja yang dikehendaki dan diridhai-Nya.” (QS. An Najm 26)
لِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِ اللَّهِ ۖ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِن شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُم مِّن ظَهِيرٍ ۞ وَلَا تَنفَعُ الشَّفَاعَةُ عِندَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ
“Katakanlah “serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tak memiliki kekuasaan seberat dzarrahpun di langit maupun di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu andil apapun dalam (penciptaan) langit dan bumi, dan sama sekali tidak ada di antara mereka menjadi pembantu bagi-Nya. Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah, kecuali bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafaat itu.” (QS. Saba’ 22)
Makna syafa’at, secara bahasa syafa’at berasal dari syafa’a-yasyfa’u yang artinya menjadikan sesuatu menjadi dua, Asy-Syaf’u adalah lawan dari witir, sebagaimana firman-Nya
الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ
dan demi yang genap dan yang ganjil. (QS. Al-Fajr 3)
Syafa’at adalah pertolongan pihak ketiga kepada pihak yang membutuhkannya dalam rangka memberikan suatu manfaat atau menolak suatu mudharat.
Syafa'at ada 2:
1. Syafa'at urusan dunia ; dianjurkan bagi siapa yang punya posisi atau status sosial untuk membantu orang yang membutuhkan dalam rangka mewujudkan kebutuhannya
2. Syafa'at urusan agama ; syafa'at yang diyakini karena ideologi (wahyu)
Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat An-Nisa Ayat 85;
ن يَشْفَعْ شَفَٰعَةً حَسَنَةً يَكُن لَّهُۥ نَصِيبٌ مِّنْهَا ۖ وَمَن يَشْفَعْ شَفَٰعَةً سَيِّئَةً يَكُن لَّهُۥ كِفْلٌ مِّنْهَا ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ مُّقِيتًا
Artinya Barangsiapa yang memberikan syafa'at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa'at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Wallahu 'alam