1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-31 dalam seri Kitab Al Mulakhos Fi Syarhi Kitab At Tauhid yang membahas tentang sikap rosul mencegah segala jalan kesyirikan. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Sikap Rosul Mencegah Segala Jalan Kesyirikan

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Senin, 18 Agustus 2025

🏢 Masjid Al Muhsinin, Wirokerten, Yogyakarta

Melanjutkan pembahasan Al Mulakhos Fi Syarah Kitab Tauhid, pada bab Upaya Nabi ﷺ Dalam Menjaga Tauhid dan Menutup Jalan Yang Menuju Pada Kesyirikan, karena kesyirikan adalah penyebab utama hamba itu kekal di neraka, Allah menghargai kalimat tauhid bagi mereka yang mempertahankannya hingga ujung usia sehingga wafat dalam kondisi bertauhid, kalimat tauhid bisa batal dengan kesyirikan, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى

لَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Artinya: Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.[Surat Az-Zumar Ayat 65]

Sekalipun hamba menghadapi beraneka macam ujian selama hidup di dunia maka ujian tersebut tidaklah lama, maka perkara yang paling penting adalah bagaimana kita menyikapi kehidupan ini dengan mempersiapkan bekal terbaik karena setiap kita akan mendapatkan balasannya kelak di akhirat.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

اَ تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ قُبُوْرًا، وَلاَ تَجْعَلُوْا قَبْرِيْ عِيْدًا، وَصَلُّوْا عَلَيَّ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ تَبْلُغُنِيْ حَيْثُ كُنْتُمْ

“Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, dan janganlah kalian jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan, ucapkanlah shalawat untukku, karena sesungguhnya ucapan shalawat kalian akan sampai kepadaku dimana saja kalian berada.” (HR. Abu Daud dengan sanad yang baik, dan para perawinya tsiqah)

Maka jangan sampai rumah-rumah kita kosong dari aktivitas ibadah, sehingga ramaikan rumah-rumah kita dengan berbagai macam ibadah yang disyariatkan. Dalam islam tidak ada perayaan tempat (hanya di tempat itu) namun adanya perayaan waktu (idul fitri, idul adha), sedangkan untuk ibadah tempat ada sebagaimana sabda Nabi ﷺ

ﺗُﺸَﺪُّ ﺍﻟﺮِّﺣﺎﻝُ ﺇﻻ ﺇﻟﻰ ﺛﻼﺛﺔِ ﻣﺴﺎﺟﺪَ : ﺍﻟﻤﺴﺠﺪِ ﺍﻟﺤَﺮﺍﻡِ، ﻭﻣﺴﺠﺪِ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝِ ﺻﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠَّﻢ، ﻭﻣﺴﺠﺪِ ﺍﻷﻗﺼﻰ .

“Tidak boleh mengadakan perjalanan/safar kecuali menuju ke ketiga masjid: Masjid al Haram, masjid ar Rasul ﷺ, dan masjid al Aqsha.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Shalawat bisa dimana saja tidak dibatasi tempat, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ ,

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-)

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."