بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Realita Syirik di Tengah Masyarakat
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Senin, 1 September 2025
🏢 Masjid Al Muhsinin, Wirokerten, Yogyakarta
Melanjutkan pembahasan Al Mulakhos Fi Syarh Kitabu Tauhid, perihal Keterangan Bahwa Sebagian Umat Ini Ada Yang Menyembah Berhala, artinya kesyirikan itu tetap ada di tengah-tengah umat Nabi Muhammad ﷺ, hal ini sebagai bantahan kepada para penyembah kubur yang mengingkari adanya perbuatan kesyirikan ditengah umat Muhammad ﷺ setelah fathu mekkah, sehingga bagi mereka perbuatan penyembahan terhadap kubur bukanlah kesyirikan walaupun hakikatnya kesyirikan.
Dalil yang pertama adalah firman Allah سبحانه و تعالى:
لَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِّنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا
“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al kitab? Mereka beriman kepada Jibt dan Thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” (QS. An nisa’: 51)
Ditengah ahli kitab ada fenomena kesyirikan karena itu hal yang sama juga terjadi pada umat islam
لْ هَلْ أُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِندَ اللَّهِ ۚ مَن لَّعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ
“Katakanlah:”maukah aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari pada (orang-orang fasik) itu dihadapan Allah, yaitu orang-orang yang dilaknati dan dimurkai, dan di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi, dan orang-orang yang menyembah Thaghut.” (QS. Al maidah: 60);
Dalil-dalil ini menunjukkan bahwasanya syirik akan terjadi ditengah umat ini dan dalam rangka membantah para penyembah kubur yang berbuat kesyirikan.
Watsaniyyah adalah menyembah berhala dan bergantung kepadanya,
Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu mengatakan :
لجبت: السحر، والطاغوت: الشيطان
“Al-Jibt adalah sihir dan Thaghut adalah setan.” (Shahih Bukhari: 8/251, Fathul Majid: 296)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan:
“Al-Jibt ada yang mengatakan sihir, ada pula yang mengatakan berhala. Yang lebih benar bahwa Al-Jibt adalah sebutan umum untuk setiap berhala, sihir, dukun atau yang semisal dengannya.” (Al-Qoulul Mufid: 1/456)
Thagut secara istilah sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah:
ا تَجَاوَزَ بِهِ العَبْدُ حَدَّهُ مِنْ مَعْبُوْدِ أَوْ مَتْبُوْعٍ أَوْ مُطَاعٍ
Thaghut adalah apa saja yang dilampau batasi oleh seorang hamba, dari seuatu yang diibadahi, diikuti, atau ditaati. (I’lamul Muwaqqi’in: 1/54, Fathul Majid: 42)
Perbuatan manusia tidak lepas dari berlebihan dalam beragama yang disebut Ifrath (ghuluw), atau berlebihan dalam meninggalkan atau meremehkan yang disebut Tafrith.
Wallahu 'alam