بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Ruqyah dan Tamimah
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Senin, 20 November 2023
🏢 Masjid Al Muhsinin, Wirokerten, Bantul
Di dalam Kitab Shahih, dari Abu Basyir Al-Anshari
نه كان مع رسول الله صلي الله عليه وسلم في بعض أسفاره فأرسل رسولا أن لا يبقين في رقبة بعير قلاة من وتر أو قلاة إلا قطعت
“Beliau pernah bersama Rasulullah ﷺ dalam salah satu perjalanan beliau. Lalu beliau mengutus seorang utusan untuk memberikan pengumuman agar tidak terdapat lagi di leher unta kalung dan tali busur panah atau kalung apapun kecuali harus diputuskan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang musyrikin zaman dahulu mengeramatkan senjata untuk dijadikan jimat salah satunya adalah tali busur untuk tolak bala, ini adalah praktek kesyirikan yang wajib dibuang. Ketika safar seluruh aneka praktek kesyirikan harus dihilangkan karena menghilangkan sifat tawakal kepada Allah سبحانه و تعالى.
Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
نَّ الرُّقَى والتَمائِمَ والتِّوَلَةَ شِرْكٌ
“Sesungguhnya bacaan jampi-jampi untuk mengobati penyakit atau jimat-jimat yang digantungkan dan pelet-pelet adalah kesyirikan.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Dalam rangka untuk tolak bala atau mengundang keberkahan tapi diminta dari selain Allah سبحانه و تعالى maka termasuk praktek kesyirikan, karena tidak ada yang mampu mendatangkan kebaikan dan menolak mafsadat kecuali Allah سبحانه و تعالى. Hadits ini memotivasi kita untuk menjaga aqidah dari seluruh perkara yang dapat menghilangkan kesempurnaan aqidah walaupun dilakukan oleh banyak orang.
Wallahu 'alam