1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-3 dalam seri Safari Dakwah Gorontalo yang membahas tentang pengantar fiqih jual beli sesi 1. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Pengantar Fiqih Jual Beli Sesi 1

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Sabtu, 17 Mei 2025

🏢 Masjid Al Hijrah, Gorontalo

Fiqih jual beli disebut fiqhul buyu', dimana al-buyu' adalah bentuk jamak dari bai'u, dalam fiqih muamalah ada banyak akad, diantaranya adalah akad jual beli yang paling banyak dilakukan. Pentingnya kita belajar fiqih jual beli karena bagian dari realita akhir zaman sebagaimana sabda Nabi ﷺ,

يَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

“Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram.” (HR. Bukhari no. 2083, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).

Hal ini karena kesadaran beragamanya telah turun, maka ketika seseorang masih mau belajar agama berarti masih memilih kesadaran tentang kehidupan akhirat, karena harta kita akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat, karena Allah سبحانه و تعالى berfirman,

مَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ

Artinya: Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).[At-Takatsur Ayat 8]

Kemudian ditegaskan dalam sebuah hadits

نْ أَبِي بَرْزَةَ الأَسْلَمِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:«لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ».

[صحيح] - [رواه الترمذي] - [سنن الترمذي: 2417]

Abu Barzah Al-Aslami -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda,"Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat kelak hingga ditanya tentang umurnya, untuk apa ia habiskan? Tentang ilmunya, untuk apa ia manfaatkan? Tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan? Dan tentang tubuhnya, untuk apa ia pergunakan?."[Sahih] - [HR. Tirmizi] - [Sunan Tirmizi - 2417]

Ketika seorang hamba menginginkan kehidupan yang bahagia di akhirat kelak maka ikutilah Nabi ﷺ karena beliau telah dijamin selamat dunia akhirat, sehingga dalam perkara agama tidak boleh kita berkreasi. Konsekuensi beramal tanpa ilmu akan sia-sia di akhirat, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى

امِلَةٌ نَّاصِبَةٌ

Artinya: Bekerja keras lagi kepayahan,[Al-Ghasyiyah Ayat 3]

صْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً

Artinya: Memasuki api yang sangat panas (neraka),[Al-Ghasyiyah Ayat 4]

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."