1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-110 dalam seri Kajian Tematik yang membahas tentang menyelisihi ibadah rasul?. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Menyelisihi Ibadah Rasul?

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Selasa, 24 Juni 2025

🏢 Masjid Kampus UGM, Yogyakarta

PPembahasan kajian pagi ini adalah perihal memuliakan Sunnah Nabi ﷺ, untuk bisa memahami dengan baik maka mari kita perhatikan firman Allah سبحانه و تعالى

لْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya: Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[Surat Ali ‘Imran Ayat 31]

Ayat ini menentukan hukum bagi siapa saja yang mengklaim kecintaannya kepada Allah tetapi tidak mengikuti jalan yang diajarkan oleh nabi Muhammad. Dia adalah orang yang berdusta atas klaimnya pada perkara yang sama, sehingga dia mengikuti syariat dan agama nabi Muhammad dalam semua perkataan, perbuatan, dan keadaannya, [Tafsir Ibnu Katsir]

Sebagaimana pepatah

لٌّ يَدَّعِي وَصَلاً بِلَيْلَى … وَلَيْلَى لَا تُقِرُّ لَهُمْ بِذَاكَا

(Semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila…Namun Laila menolak pengakuan mereka itu…)

Ujian bagi hamba jika memang benar-benar mencintai Allah maka benar-benar akan mengikuti Rasulullah ﷺ, dalam segala perkaranya baik lahir maupun batinnya, berusaha melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya.

Bagi wanita terdapat perintah untuk menjaga diri dari tabarruj & sudah diingatkan oleh Allah سبحانه و تعالى dalam firmannya:

قَرۡنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجۡنَ تَبَرُّجَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ ٱلۡأُولَىٰۖ

“Dan menetaplah di rumah-rumah kalian dan jangan memamerkan kecantikan (bertingkah) seperti orang jahiliyyah dulu.” (QS. Al-Ahzab : 33)

Mentaati utusan yakni Rasulullah ﷺ itu sama dengan mentaati Allah, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى

ن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ ٱللَّهَ ۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

Artinya: Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.[Surat An-Nisa Ayat 80]

Tidak mungkin hadits shahih bertentangan dengan Al Quran, karena Nabi ﷺ bersabda berdasarkan wahyu bukan dari hawa nafsu.

wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."