1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-18 dalam seri Kitab Umdatul Ahkam yang membahas tentang mengacungkan senjata. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Mengacungkan Senjata

Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى

🗓️ Rabu, 30 April 2025

🏢 Masjid Al Marhamah, Candi Gebang, Yogyakarta

Melanjutkan pembahasan hadits dalam kitab Umdatul Ahkam, pada bab tentang mengacungkan senjata, dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa al-Asy'arī, beliau adalah sahabat yang memiliki suara yang indah

ن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال له «لقد أُوتيتَ مِزْمَاراً من مزامير آل داود». وفي رواية لمسلم أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قال له «لو رَأيتَنِي وأنا أستمع لقراءتك البارحة».
[صحيح] - [متفق عليه]

Dari Abu Musa al-Asy'arī raḍiyallāhu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda padanya, Sungguh engkau telah diberi satu seruling (suara indah) dari seruling-serulilng (suara indah) keluarga Dawud. Dalam salah satu riwayat Muslim, bahwa Rasulullah ṣallallāhu 'alaihi wa sallam bersabda padanya, Sekiranya engkau melihatku saat aku mendengarkan bacaanmu tadi malam.[Hadis sahih] - [Muttafaq 'alaih]

Berikut hadits Nabi ﷺ perihal larangan mengacungkan senjata

عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال«مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّلَاحَ فَلَيْسَ مِنَّا».
[صحيح] - [متفق عليه] - [صحيح البخاري 7071]

Abu Mūsā al-Asy'ariy raḍiyallāhu 'anhu meriwayatkan dari Nabi ﷺ, bahwa beliau bersabda,Siapa yang mengangkat senjata kepada kami, maka ia bukan termasuk golongan kami.[Sahih] - [Muttafaq 'alaihi] - [Sahih Bukhari - 7071]

Makna mengangkat senjata yakni ;

1. Senjata itu tidak diletakkan pada tempat yang aman, sehingga maksudnya memerangi kaum muslimin

2. Dengan maksud dengan pedang membantai kaum muslimin

3. Dalil haramnya membunuh atau memerangi kaum muslimin, karena kita diperintahkan untuk menjaga persatuan antar sesama kaum muslimin.

Ketegangan antar kaum muslimin penyebab terbesarnya karena faktor politik, hal ini telah terjadi sejak zaman sahabat, yakni ketika Utsman bin Affan di demo para pemberontak sampai akhirnya Utsman terbunuh. Selepas Utsman meninggal, khalifah berikutnya adalah Ali Bin Abi Thalib, terjadi ketegangan diantara para sahabat karena perbedaan pandangan ijtihad terkait tuntutan agar segera mengeksekusi pembantai Utsman & menunda mengeksekusi. Nabi ﷺ telah mengabarkan kepada ‘Ali bahwasanya akan terjadi perkara antara dia dengan ‘Aisyah. Dijelaskan dalam sebuah hadits dari Abu Rafi’, bahwasanya Rasulullah ﷺ berkata kepada ‘Ali bin Abi Thalib

نَّهُ سَيَكُونُ بَيْنَكَ وَبَيْنَ عَائِشَةَ أَمْرٌ، قَالَ أَنَا يَا رَسُـولَ اللهِ؟ قَالَ نَعَمْ، قَالَ فَأَنَا أَشْقَاهُمْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ لاَ، وَلَكِنْ إِذَا كَانَ ذَلِكَ؛ فَارْدُدْهَا إِلَى مَأْمَنِهَا.

“Sesungguhnya akan terjadi perkara di antara engkau dengan ‘Aisyah.” Dia berkata, “Aku, wahai Rasulullah” Beliau menjawab, “Betul.” Dia berkata, “Kalau begitu aku mencelakakan mereka wahai Rasulullah.” Beliau menjawab, “Tidak, akan tetapi jika hal itu terjadi, maka kembali-kanlah ia ke tempatnya yang aman.’”[3]

[3] Musnad Imam Ahmad (VI393, dengan catatan pinggir Muntakhab Kanzul ‘Ummal).

Hadits ini hasan. Lihat Fat-hul Baari (XIII55).

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."