1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-17 dalam seri Kitab Khudz Aqidatak yang membahas tentang muqaddimah (kitab khudz aqidatak). Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Pembahasan kajian pagi ini adalah kitab Khudz Aqidatak karya Syaikh Muhammad Jamil Zainu, namun sebelumnya kita akan membahas buku pengantar aqidah untuk mempermudah mempelajari ilmu aqidah, diantara beberapa pengantar adalah ;

Bahwasanya pembagian teks dalil baik Al Quran maupun Hadits meliputi :

Insya' yakni berupa perintah, larangan, aturan, berkonsekuensi pada amalan

khabar yakni bentuknya berupa berita tentang sang Khalik maupun ciptaanNya yang berkonsekuensi bernilai benar atau dusta,

Isi Al Quran ada 3 bagian yakni :

1. Insya'

2. Berita tentang Khalik

3. Berita tentang Makhluk

Disebutkan dalam hadist shahih,

بِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ رَجُلًا سَمِعَ رَجُلًا يَقْرَأُ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ يُرَدِّدُهَا فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ وَكَأَنَّ الرَّجُلَ يَتَقَالُّهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

Dari Abi Sa’id al-Khudri, bahwasanya ada orang mendengar seseorang membaca “qul huwallahu Ahad”, dan diulang-ulang. Pada keesokan harinya, ia mendatangi Rasulullah ﷺ dan melaporkannya, seakan ia menganggap remeh. Maka Rasulullah bersabda ”Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, ia sebanding dengan sepertiga Al-Qur`an”. [Shahih Bukhari, no. 5013].

Isi dari kehidupan adalah ketetapan penciptaan dan ketetapan aturan. Allah سبحانه و تعالى berfirman;

ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍ وَمِنَ ٱلْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ ٱلْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًۢا

Artinya: Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.[At-Talaq Ayat 12]

Allah memerintahkan kita untuk beraqidah yang benar dan Allah ajarkan apa saja yang harus diyakini oleh hamba. Tidak semua hamba beriman dengan perkara yang ghaib, karena tidak masuk akal, maka mukmin itu tidak ragu sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى

نَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.[Al-Hujurat Ayat 15]

Orang beriman diperintahkan agar semakin beriman dengan menambah ilmu dan penguatan iman yang ada agar tidak menyimpang.

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."