1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-18 dalam seri Kitab Khudz Aqidatak yang membahas tentang muqaddimah #2 (kitab khudz aqidatak). Ammi Nur Baits, S.T., B.A. memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

🗓️ Rabu, 26 Februari 2025

🏢 Masjid Al Hidayah, Purwosari, Sleman

Pembahasan kitab Khudz Aqidataka Minal Kitabi Was Sunnah Ash-Shahihah adalah sebuah kitab ringkas yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu. Bulan Ramadhan tahun 1400 H, dia diminta oleh salah seorang pelajar dari Darul Hadits Khairiyah Mekkah untuk mengajar di sekolah tersebut karena mereka sedang membutuhkan tenaga pengajar, terutama untuk ilmu hadits.

Beliau memiliki kisah yang menarik tentang bagaimana beliau bertaubatdahulunya beliau pengikut Tarekat Naqsabandiyah, semasa kecil beliau diajari wirid-wirid ala Naqsabandiyah & sering mendengar lagu-lagu maupun nyanyian ala Naqsabandiyah, beliau pernah membacakan hadits di hadapan guru yang berpaham sufi,

نْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا ، فَقَالَ «يَا غُلَامُ ! إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ اِحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَـعِنْ بِاللهِ. وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِاجْتَمَعَتْ عَلىَ أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ ؛ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَ إِنِ اجْتَمَعُوْا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ ؛ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ ، رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ». رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيِحٌ.

Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma , ia mengatakan, “Pada suatu hari, aku pernah dibonceng di belakang Nabi ﷺ, lalu beliau bersabda, ‘Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat ‘Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau memohon (meminta), mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, bahwa seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk menimpakan suatu kemudharatan (bahaya) kepadamu, maka mereka tidak akan dapat menimpakan kemudharatan (bahaya) kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.’” [HR. at-Tirmidzi, dan ia berkata, “Hadits ini hasan shahîh”]

Mendengar hadits itu guru sufi itu menyampaikan bahwa boleh minta kepada selain Allah, karena Bibinya sering minta kepada Wali, syaikh Jamil Zainu terheran-heran, bagaimana bisa guru sufi yang notabene termasuk orang Alim bisa mengambil aqidah dari Bibinya yang tidak tahu agama. Oleh sebab itu syaikh Jamil Zainu dituduh terpengaruh paham Wahhabi, sejak itu Syaikh Jamil Zainu berusaha belajar tentang apa itu Wahhabi. Ketika hadir di majlis Wahhabi tersebut beliau terkesan dengan penyampaian ilmu yang berlandaskan dalil dari Al Quran maupun Hadits. Hakikatnya Dakwah Wahhabi adalah Dakwah Salafiyah, tuduhan Wahhabi itu adalah tuduhan dusta & tidak berdasar.

Sejak itu syaikh Jamil Zainu mempelajari tauhid & sunnah, mengamalkannya kemudian mendakwahkannya, karena dakwah tauhid & sunnah sesuai fitrah manusia. Allah سبحانه و تعالى berfirman;

أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, [Ar-Rum Ayat 30]

Wallahu 'alam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."