بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Termasuk Syirik Istighotsah atau Berdoa kepada Selain Allah #2
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Senin, 5 Agustus 2024
🏢 Masjid Al Muhsinin, Wirokerten, Bantul
Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman;
إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِندَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Sesungguhnya mereka yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rizki kepadamu, maka mintalah rizki itu kepada Allah dan sembahlah Dia (saja) serta bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya lah kamu sekalian dikembalikan.” (QS. Al Ankabut: 17)
Maka seorang hamba diperintahkan beribadah hanya kepada Allah, meminta rezeki hanya kepada Allah dengan mencari yang halal & menjauhi yang haram, serta mensyukuri nikmat Allah karena konsekuensinya kita akan dihisab kelak di akhirat. Mencari rezeki dapat bernilai ibadah apabila diniatkan untuk memenuhi nafkah keluarganya, hal ini termasuk fi sabilillah
Dari Ka'b bin 'Ujrah radhiyallahu 'anhu, ia mengisahkan,
"Ada seseorang melewati Nabi ﷺ dan para sahabatnya. Mereka melihat kesabaran dan jiwa semangat orang itu. Kemudian para sahabat berkata kepada Nabi ﷺ :
"Wahai Rasulullah ﷺ seandainya hal ini (jiwa semangatnya) ia peruntukkan (berperang/jihad) di jalan Allah سبحانه و تعالى .
Maka Rasulullah ﷺ menjawab,
"إنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى وَلَدِهِ صِغَارًا، فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ،
Apabila dia keluar (rumah) untuk berusaha (mencari penghasilan) karena anaknya yang masih kecil, maka itu di jalan Allah سبحانه و تعالى .
إِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى أَبَوَيْنِ شَيْخَيْنِ كَبِيرَيْنِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ,
Apabila dia keluar (rumah) berusaha (mencari penghasilan) karena kedua orang tuanya yang sudah tua renta, maka itu di jalan Allah سبحانه و تعالى .
إِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى نَفْسِهِ يُعِفُّهَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ،
Apabila dia keluar (rumah) untuk berusaha (mencari penghasilan) bagi dirinya dalam rangka menjaga sifat 'iffahnya (menjaga kehormatan untuk tidak minta-minta), maka itu adalah di jalan Allah سبحانه و تعالى
إِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى رِيَاءً وَمُفَاخَرَةً فَهُوَ فِي سَبِيلِ الشَّيْطَانِ.
Apabila dia keluar (rumah) untuk berusaha (mencari penghasilan) karena riya dan bangga, maka itu di jalan setan".(HR. Ath Thabrani dan disahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami'.)
Kunci syukur ada 3 ;
1. Pengakuan batin bahwa nikmat itu dari Allah, sebagaimana sikap Nabi Sulaiman yang kaya & syukur nikmat, bukan seperti Qarun yang kaya namun kufur nikmat
2. Memuji Allah
3. Nikmat untuk Ketaatan
Wallahu 'alam