بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Takutnya Malaikat ketika Wahyu Turun #3
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Senin, 2 Desember 2024/p>
🏢 Masjid Al Muhsinin, Wirokerten, Bantul
Melanjutkan pembahasan al Mulakhos fi Syarhi Kitab at tauhid, pada hadits An-Nawwas bin Sam’an menuturkan bahwa Rasulullah ﷺ, bersabda,
إِذَا أَرَادَ اللهُ تَعَالَى أَنْ يُوْحِيَ بِالأَمْرِ تَكَلَّمَ بِالْوَحْيِ أَخَذَتِ السَّمَوَاتُ مِنْهُ رَجْفَةً، أَوْ قَالَ رَعْدَةً شَدِيْدَةً خَوْفًا مِنَ اللهِ ، فَإِذَا سَمِعَ ذَلِكَ أَهْلُ السَّمَوَاتِ صُعِقُوْا وَخَرُّوْا سُجَّدًا، فَيَكُوْنُ أَوَّلَ مَنْ يَرْفَعُ رَأْسَهُ جِبْرِيْلُ، فَيُكَلِّمُهُ اللهُ مِنْ وَحْيِهِ بِمَا أَرَادَ، ثُمَّ يَمُرُّ جَبْرِيْلُ عَلَى الْمَلاَئِكَةِ، كُلَّمَا مَرَّ بِسَمَاءٍ سَأَلَهُ مَلاَئِكَتُهَا مَاذَا قَالَ رَبُّنَا يَا جِبْرِيْلُ؟ فَيَقُوْلُ جِبْرِيْلُ قَالَ الْحَقَّ وَهُوَ العَلِيُّ الْكَبِيْرُ، فَيَقُوْلُوْنَ كُلُّهُمْ مِثْلَ مَا قَالَ جِبْرِيْلُ، فَيَنْتَهِي جِبْرِيْلُ بِالْوَحْيِ إِلَى حَيْثُ أَمَرَهُ اللهُ
“Apabila Allah hendak mewahyukan perintah-Nya, maka Dia firmankan wahyu tersebut, dan langit-langit bergetar dengan kerasnya karena takut kepada Allah, dan ketika para malaikat mendengar firman tersebut mereka pingsan dan bersujud, dan di antara mereka yang pertama kali bangun adalah Jibril, maka Allah sampaikan wahyu yang Ia kehendaki kepada Jibril, kemudian Jibril melewati para malaikat, setiap ia melewati langit maka para penghuninya bertanya kepadanya “apa yang telah Allah firmankan kepadamu Jibril menjawab “Dia firmankan yang benar, dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar, dan seluruh malaikat yang ia lewati bertanya kepadanya seperti pertanyaan pertama, demikianlah sehingga Jibril menyampaikan wahyu tersebut sesuai dengan yang telah diperintahkan oleh Allah kepadanya.”
Langit, bumi, dan gunung-gunung enggan menerima amanat wahyu namun pada akhirnya manusialah yang mengembannya, berdasarkan firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat Al-Ahzab Ayat 72;
نَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسَٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
Artinya Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,
Qatadah berkata bahwa amanah adalah mengamalkan agama, kewajiban-kewajiban, dan batasan-batasan.[Tafsir Ibnu Katsir]
Allah menyampaikan wahyu kepada Malaikat Jibril yang merupakan pemimpinnya para malaikat, dalilnya adalah firman Allah سبحانه و تعالى dalam Surat At-Takwir Ayat 21;
طَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ
Artinya Yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.
Seorang hamba yang semakin mengenal Allah maka akan semakin takut kepada Allah, sehingga Nabi ﷺ paling tahu tentang Allah dan paling takwa kepada Allah. Hamba yang shalih ketika menerima perintah Allah akan tunduk dan patuh karena mengagungkan Allah, tidak sombong & angkuh seperti iblis. Para ulama mengingatkan bahwa dalam setiap amal shalih ada celah setan untuk mengoda manusia yakni sikap meremehkan orang lain karena merasa lebih hebat.
Wallahu 'alam