بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Fenomena Jimat
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Senin, 2 Oktober 2023
🏢 Masjid Al Muhsinin, Wirokerten, Bantul
Bagian dari kesyirikan adalah memakai kalung, gelang, atau buntalan untuk menghilangkan bala atau menolak bala. Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat Az-Zumar Ayat 38;
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۚ قُلْ أَفَرَءَيْتُم مَّا تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ إِنْ أَرَادَنِىَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَٰشِفَٰتُ ضُرِّهِۦٓ أَوْ أَرَادَنِى بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَٰتُ رَحْمَتِهِۦ ۚ قُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ ۖ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ ٱلْمُتَوَكِّلُونَ
Artinya: Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka Siapakah yang menciptakan langit dan bumi, niscaya mereka menjawab Allah. Katakanlah Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya. Katakanlah Cukuplah Allah bagiku. Kepada-Nya-lah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.
Lawan dari tauhid yaitu mencari media untuk menghilangkan gangguan dari selain Allah, perbuatan ini terlarang karena tauhid itu dapat diketahui lawannya. Jimat itu dipakai dan melekat di badan dalam rangka menolak bala dan menghilangkan bala. Padahal media tersebut tidak mungkin bisa melakukannya karena hanya Allah yang mampu mendatangkan maslahat dan menolak mudharat. Berhala tidak mampu memberi rezeki, mendatangkan maslahat dan menolak mudharat sehingga tidak layak untuk disembah. Bentuk lain kesyirikan adalah sihir sebagaimana Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat Al-Falaq Ayat 4;
مِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ
Artinya: Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
Faidah dari ayat tentang jimat antara lain:
1. Semua sesembahan selain Allah tidak mampu mendatangkan maslahat dan menolak mudharat
2. Peringatan keras dari memakai jimat
3. Nabi berdialog dengan orang musyrik ketika ada maslahat, menggunakan logika karena akan mudah diterima oleh akal orang musyrik yang tidak beriman kepada Al Qur’an dan As Sunnah. Kebenaran itu tidak mungkin bertentangan dengan logika manusia, namun kebenaran ada yang tidak dapat dijangkau oleh logika manusia karena perkara yang ghaib hanya Allah yang mengetahuinya.
4. Wajib bersandar dan memasrahkan segala urusan kepada Allah
Jimat termasuk dalam syirik Asghar (kecil), secara tujuan praktek tersebut sama dengan tujuan prakteknya kaum musyrikin kepada berhalanya, walaupun sebenarnya jimat & berhala tersebut tidak mampu merealisasikannya. Imran bin Husain radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki memakai gelang yang terbuat dari kuningan, kemudian beliau bertanya
(( مَا هَذِهِ؟ قَالَ مِنَ الوَاهِنَةِ، فَقَالَ انْزَعْهَا فَإِنَّهَا لاَ تَزِيْدُكَ إِلاَّ وَهْنًا، فَإِنَّكَ لَوْ مِتَّ وَهِيَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَدًا ))
“Untuk apa sih ini! Orang laki-laki itu menjawab “Untuk menangkal penyakit lemah badan”, lalu Nabi bersabda “Lepaskan gelang itu, karena sesungguhnya ia tidak akan menambah kecuali kelemahan pada dirimu, dan jika kamu mati sedangkan gelang ini masih ada pada tubuhmu, maka kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.” (HR. Ahmad dengan sanad yang bisa diterima). (Hadits Imran bin Husain radhiyallahu ‘anhu (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim, dishohihkan beliau dan disetujui Adz-Dzahabi)).
Wallahu 'alam