بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Beribadah di Tempat Maksiat
Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى
🗓️ Senin, 19 Februari 2024
🏢 Masjid Al Muhsinin, Wirokerten, Bantul
Dalam sebuah hadits disebutkan:
دَّثَنَا أَبُوْ الطُّفَيْلِ عَامِرُ بْنُ وَاثِلَةَ قَالَ كُنْتُ عِنْدَ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ، فَأَتَاهُ رَجُلٌ، فَقَالَ مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسِرُّ إِلَيْكَ. قَالَ فَغَضِبَ، وَقَالَ مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسِرُّ إِلَيَّ شَيْئًا يَكْتُمُهُ النَّاس غَيْرَ أَنَّهُ قَدْ حَدَّثَنِيْ بِكَلِمَاتٍ أَرْبَعٍ. قَالَ فَقَالَ مَا هُنَّ يَا أَمِيْرَ الْمُؤْمِنِيْنَ؟ قَالَ قَالَ لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ ، لَعَنَ اللهُ مَنْ لَعَنَ وَالِدَيْهِ ، لَعَنَ اللهُ مَنْ آوَى مُـحْدِثًا ، لَعَنَ اللهُ مَنْ غَيَّرَ مَنَارَ الْأَرْضِ
Abu ath-Thufail ‘Amir bin Watsilah menuturkan kepada kami, ia berkata Aku pernah berada di sisi Ali bin Abi Thalib[1] Radhiyallahu anhu , lalu ada seseorang yang datang kepadanya dan berkata, ‘Apakah Nabi ﷺ pernah berkata rahasia kepadamu’ Maka ‘Ali Radhiyallahu anhu marah dan ia berkata, ‘Nabi ﷺ tidak pernah berkata satu rahasia pun kepadaku yang ia sembunyikan dari orang lain, tetapi Beliau pernah bertutur kepadaku dengan empat kalimat.’ Maka orang tersebut berkata, ‘Apakah kalimat-kalimat tersebut, wahai Amirul Mukminin’ ‘Ali Radhiyallahu anhu berkata Allâh melaknat orang yang menyembelih binatang untuk selain Allâh, Allâh melaknat orang yang melaknat kedua orangtuanya, Allâh melaknat orang yang melindungi pelaku kejahatan, Allâh melaknat orang yang mengubah batas tanda tanah.” (Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Muslim (no. 1978 [42] dan 1978 [43])
Faidah hadits diantaranya bahwa ilmu agama yang dibawa Rasulullah ﷺ tidak ada yang disembunyikan kecuali perkara khusus dalam rangka untuk menghindari fitnah ditengah-tengah kaum muslimin, semisal daftar orang munafik, nama gubernur muslim yang zhalim
Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat Al-Isra Ayat 23;
۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ
Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Thariq bin Syihab menuturkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
دَخَلَ الْجَنَّةَ رَجُلٌ فِيْ ذُبَابٍ, وَدَخَلَ النَّارَ رَجُلٌ فِيْ ذُبَابٍ، قَالُوْا وَكَيْفَ ذَلِكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ مَرَّ رَجُلاَنِ عَلَى قَوْمٍ لَهُمْ صَنَمٌ لاَ يَجُوْزُهُ أَحَدٌ حَتَّى يُقَرِّبَ لَهُ شَيْئًا، فَقَالُوْا لأَحَدِهِمَا قَرِّبْ، قَالَ لَيْسَ عِنْدِيْ شَيْءٌ أُقَرِّبُ، قَالُوْا لَهُ قَرِّبْ وَلَوْ ذُبَابًا، فَقَرَّبَ ذُبَابًا فَخَلُّوْا سَبِيْلَهُ فَدَخَلَ النَّارَ، وَقَالُوْا لِلآخَرِ قَرِّبْ، فَقَالَ مَا كُنْتُ لأُقَرِّبَ ِلأحَدٍ شَيْئًا دُوْنَ اللهِ، فَضَرَبُوْا عُنُقَهُ فَدَخَلَ الْجَنَّةَ
“Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat, dan ada lagi yang masuk neraka karena seekor lalat pula, para sahabat bertanya “bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah Rasul menjawab “ada dua orang berjalan melewati sekelompok orang yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sembelihan binatang untuknya terlebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu di antara kedua orang tadi “persembahkanlah sesuatu untuknya! ia menjawab “saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan untuknya”, mereka berkata lagi persembahkan untuknya walaupun seekor lalat! maka iapun mempersembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka lepaskan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk ke dalam neraka karenanya, kemudian mereka berkata lagi kepada seseorang yang lain persembahkalah untuknya sesuatu! ia menjawab “aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk ke dalam surga.” (HR. Ahmad)
Wallahu 'alam