بِسْمِ اللَّهِ الرحْمَنِ الرَّحِيم
🗓️ Selasa, 21 Mei 2024
🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Sleman
Masjid adalah tempat yang dimuliakan sebagaimana hadits
عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «أحَبُّ البلاد إلى الله مَساجِدُها، وأبغض البلاد إلى الله أسْوَاقُها».
[صحيح] - [رواه مسلم]
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, dari Rasulullah -ﷺ-, beliau bersabda, “Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasarnya.”(Hadis sahih - Diriwayatkan oleh Muslim)
Kita mengenal sebuah situs kesyirikan ataupun istana memiliki adab dan aturan yang berlaku ketika mengunjunginya, maka masjid lebih utama untuk kita menjaga adab didalamnya.
Berikut adab-adab ketika ke masjid
1. Dianjurkan untuk lebih awal
وْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا
“Seandainya setiap orang tahu keutamaan adzan dan shaf pertama, kemudian mereka ingin memperebutkannya, tentu mereka akan memperebutkannya dengan berundi.”[5]
[5] HR. Bukhari no. 615 dan Muslim no. 437
2. Berangkat dari rumahnya dalam keadaan suci (wudhu)
Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda:
لْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِيْ مُصَلاَّهُ الَّذِي صَلَّى فِيْهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ.
‘Para Malaikat akan selalu bershalawat kepada salah seorang di antara kalian selama ia berada di masjid dimana ia melakukan shalat, hal ini selama ia wudhu’nya belum batal[1], (para Malaikat) berkata: ‘Ya Allah, ampunilah ia, ya Allah, sayangilah ia.’”[2]
[2] Al-Musnad (XVI/32 no. 8106). Syaikh Ahmad Syakir berkata, “Ini adalah hadits yang shahih.” (Catatan pinggir ki-tab al-Musnad XVI/32).
3. Berangkat menuju masjid dengan penuh ketenangan, dari Abu Hurairah, Nabi ﷺ bersabda,
ذَا سَمِعْتُمُ الإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلاَةِ ، وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ وَلاَ تُسْرِعُوا ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا
“Jika kalian mendengar iqomah, maka berjalanlah menuju shalat. Namun bersikap tenang dan khusyu’lah. Gerakan imam yang kalian dapati, ikutilah. Sedangkan yang luput dari kalian, sempurnakanlah.” (HR. Bukhari no. 636 dan Muslim no. 602)
4. Mendahulukan kaki kanan ketika masuk masjid dan kaki kiri ketika keluar masjid. Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
نَ السُّنَّةِ إِذَا دَخَلْتَ الْمَسْجِدَ أَنْ تَبْدَأَ بِرِجْلِكَ الْيُمْنَى، وَإِذَا خَرَجْتَ أَنْ تَبْدَأَ بِرِجْلِكَ الْيُسْرَى
“Termasuk sunnah ketika masuk masjid adalah mendahulukan kaki kanan. Dan jika keluar dengan mendahulukan kaki kiri.” (HR. Al-Hakim, 1: 218. Beliau berkata, “Shahih sesuai syarat Muslim”, dan disetujui oleh Adz-Dzahabi)
5. Membaca dzikir ketika masuk dan keluar masjid
6. Shalat 2 raka'at tahiyatul masjid
7. Bagi lelaki menuju shaf awal, wanita yang utama shaf terakhir, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,
يْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا، وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا، وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا
Sebaik-baik shaf (barisan di dalam shalat) bagi laki-laki adalah yang paling depan, dan yang paling buruk adalah yang terakhir. Dan sebaik-baik shaf bagi wanita adalah yang terakhir dan yang paling buruk adalah yang paling depan (HR. Muslim 132, Tirmidzi, no. 224, dan Ibnu Majah, no. 1000)
8. Makmum mendekat ke imam
Wallahu'alam
Silakan dibantu share
Semoga bermanfaat
Barakallahu fiikum