بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Perkara Yang Makruh Dalam Puasa (Kitab Minhajul Muslim)
Kitab Minhajul Muslim - Ustadz Abu Umair, Mudir Lansia Ar-Raihan Yogyakarta Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Kitab Minhajul Muslim yang membahas tentang perkara yang makruh dalam puasa (kitab minhajul muslim). Ustadz Abu Umair, Mudir Lansia Ar-Raihan Yogyakarta memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah wa syukurillah la hawla wala quwata illa billah, nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruh, wana’udzu billahi min syururi anfusina, wamin sayyiaati a’maalinaa, mayyahdihillahu falaa mudhilla lah, wamayyudhlil falaa haadiya lah.
Qolallahu ta'ala fi kitabihil karim, ba'da audzu billahis samiil karim: ya ayyuhalladzina amanu haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun, faqola nabiyuna Muhammad bin Abdillah shallallahu alaihi wasallam. Fa'inna 'asdaqolhadiitsi kitabullahi wa khoirol hadyi hadyu Muhammad shallallahu'alaihi wa 'ala alihi wa sallam, wa syarrol umuuri muhdatsaatuhaa Wakulla muhdatsatin bid’ah Wakulla bid’ahtin dholalah Wakulla dholalatin finnar.
nahmaduhuastainuhuagfiruh wubillahiu
anfusina wtialinahillahu Fala mudillalah W yudlil
Fala hadialah asaduaahaillallah wahdahuarikalahu Anna Muhammad Sallallahu Alaihi wa
ala ini kita bisa menyambung kembali ee majelis kita di kitab Minhajul Muslim
karya Abu Bakar aljazairi rahimahullahu taala dan kita masih menyambung
ee judul besar kita atau tema besar kita tentang Kit buiam ya mengingat ee
hitungan 30 harian ke depan insyaallahu taala kita akan berjumpa dengan bulan
Ramadan dan semoga Allah subhanahu wa taala pertemukan kita semua bisa beramal di dalamnya dan benar-benar mendapatkan
kebaikan di dalam bulan Ramadan ee t j sekalian kita kita masuk di almadatutsaminah ee poin yang ke-elan
dari kitab Minhajul Muslim di babus siam terkait dengan Fi arkanis saum wa sunani
wa makruhatihi beberapa di antara penjelasan Rukun ibadah puasa dan
sunah-sunahnya dan perkara-perkara yang dibenci ya Jadi kita ambil tema di
ee tema terakhir di bab yang ke-8 tentang perkara yang dibenci dalam puasa
t sedikit jemah sekalian untuk mengingatkan kita kembali bahwa yang namanya rukun atau Arkan itu
adalah syarat sahnya diterima sebuah amal dan salah satunya adalah niat ya
niat itu menjadi harga mati dalam semua aspek ibadah dan Amaliah baik amal Zahir
ataupun amal batin karena dia adalah asmul Qolbi
alasumi adanya tekad yang kuat dalam hati untuk mengerjakan perintah Allah Subhanahu Wa
taalaquban ilaihi atau dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah subhanahu
wa taala ya dan itu niat makanya niat itu salah satu maknanya adalah Azam
ee keinginan yang kuat untuk mendekakkan diri kepada Allah subhanahu wa
taala sebagaimana nabi kita pernah bersabda bahwa amal itu tergantung
terhadap niatnya ya Dan ini ee menjadi penentu awal untuk ibadah siam makanya
sejak awal bagaimana kita niatkan untuk bertemu dengan bulan Ramadan dan mengamalkan amalan di dalamnya
faidanaumu fardon ya lah hanya saja dalam Bab masalah puasa jemah sekalian
itu kan ada puasa yang kita sebut dalam istilah fikih puasa yang sifatnya wajib dan mustahab yang wajib itu ada tiga
puasa Ramadan puasa Nazar dan puasa kafarah ya Nazar itu
ee bersumpah kalau dia mau berpuasa misalnya diberi rezeki atau anaknya
lulus kuliah atau lulus sekolah misalnya nah itu dia nadar puasa maka puasanya
wajib wajib yang ketiga puasa adalah ketika dia kafarah kafarah itu pengganti puasa wajib lah untuk puasa wajib maka
niatnya fanatu tajibu bailah qablal
Fajar hanya saja niat untuk puasa yang wajib puasa Ramadan itu harus di waktu
malam dan jatuhnya sebelum waktu subuh ya Adapun kalau lupa ya itu
maffulah ya Insyaallah di bab lain gitu tapi yang jelas untuk puasa Ramadan itu
niatnya harus ee diikrarkan Minimal dia yakin azamnya kuat di waktu malam sampai
sebelum subuh ini yang kita kita sebbut dengan bahwa yang namanya niat azmul Qolbi alasumi bimtisalan liamrillahi
taala a taqaruban ilaihi ya Jadi untuk puasa wajib maka niatnya harus apa
malam sampai durasi waktunya menjelang subuh Adapun puasa sunah jemah sekalian
puasa sunah tidak harus di waktu malam ya Jadi waktu siang pun boleh ya
kejadian nabi kita alatu wasalam ketika itu pernah suatu ketika beliau tanya pada Bunda Aisyah tentang di rumahnya
Apakah ada makanan tiba-tiba kemudian Bunda Aisyah mengatakan la syai ya Ketika Nabi
katakan hal indakum syai kata nabi wahai Aisyah Apakah di rumah kita ada makanan
kemudian kata Bunda Aisyah mengatakan qulna la ya Rasulullah tidak ada ya Rasulullah maka di hari siang itu juga
fainni shimun kata nabi Oke kalau gitu saya berpuasa pada hari ini
itu kasus untuk puasa apa sunah Adapun wajib termaktub dalam sebuah hadis ya
yang terdapat dalam eh Sunan Imam nasai Al imam darimi dan Al imam darulutni dan
yang lainnya nabi kita bersabda malam yusabbit asiyama qoblal Fajri
falama lahu Barang siapa yang belum menetapkan niatnya di waktu malam sampai
sebelum subuh maka tidak ada puasa bagi dia ya nabi katakan la la siama la siama
lahu ya ini menunjukkan kalau eh niat puasa wajib itu harus dilafazkan
atau di ee azamkan di waktu malam lah hanya saja Mas sekalian rahimakumullah
Beberapa fenomena yang terjadi ketika niat di waktu malam ini terkadang bakda
salat tarawih dipimpin oleh misalnya imam salat tarawihnya dengan mengucapkan
bareng-bareng ituin misalnya ya dan seterusnya kalimat
maka inahasbut jadi pengulangan atau ee melakukan niat bersamaan atau
serempak ini ini yang tidak yasbut ya tidak dibenarkan jadi niat itu
mahalullub ya Dan ini perkataan Ibnu qayyim rahimahullahu taala niat itu berada dalam hati masing-masing dan gak
perlu kemudian ramai-ram ya sehingga kalau ketika sudah masuk malam ya sudah
niat puasa untuk hari esok bismillah selesai karena niat Itu adalah ucapan
Azam hati untuk melaksanakan ibadah kepada Allah subhanahu wa taala BAB
sehingga untuk yang pertama ini niatnya di waktu malam dan sebelum waktu subuh nah bagaimana kalau lupa misalnya TB
lupa itu standar dalam kaidah fikih dan dalam syariat Islam tidak ada dosa bagi orang yang lupa jemaah ya ini sebuah apa
ya keringanan dan sebuah ee kemudahan dari syariat jadi orang
yang lupa itu tidak diambil hukum dan tidak ambil dosa Allah Taala berfirman la tuakhidna innasina au aktna sehingga
misalnya dia lupa pas hari itu malam itu enggak niat sampai dia waktu subuh
ingat-ingat ketika sudah misalnya jam 0800 Pagi misalnya ya udah ya Insyaallah
Allah maha tahu apa yang kemudian kita apa kita lakukan dan tancapkan niat karena kita lupa ya
baik itu yang pertama sekalian ee terkait dengan rukun daripada puasa
wajib ada niat yang kedua ya ini yang mungkin kita juga harus pahami bahwa dalam puasa itu harus ada rukun yang
namanya alimsak ya alimsak Jadi kalau niat saja semata-mata
niat ternyata enggak cukup ya Misalnya ada orang niat puasa tapi siangnya makan sama aja niat puasa
tetapi l ya tidak pernah puasa nah ini masuk dalam Bab kategori nanti di poin
berikutnya amalan-amalan yang bisa merusak amal ibadah puasa kita jemaah puasanya sebagai ee syarat wajibnya
seorang muslim dia gugur tapi pahala dia enggak punya n ini kan ee Kasihan ya
sudah puasa tapi enggak ada nilai pahalanya nah ini hati-hati nanti kita akan bahas Insyaallah taala di poin
berikutnya jadi ee syarat yang kedua itu alimsak apa itu alimsak Nah ini mungkin
kalimat yang sering kita dengar juga ya jemaah ya Jadi kalau ada sebelum subuh
tuh orang bilang Imsak Imsak ya itu itu kalimat ini Nah apa sih Imsak itu dalam
istilah kajian para ulama fikih Imsak itu adalah hual kafu Anil muftirati Min
aklin wasurbin wa jimain jadi dibatasi oleh para ulama
yang namanya menahan atau alimsak itu dari semua pembatal puasa
dari makan minum dan berhubungan suami istri di siang hari dan ini sepakat para
ulama menjelaskan tentang yang perlu kita tahan jemaah ya menahan makan
menahan minum dan berhubungan suami istri di siang hari ini yang ijmaan ulama kalau dilanggar maka puasanya
batal ya Dan tiga-tiganya ini kalau disengaja maka bayarnya bukan Qada
jemaah bukan diganti di hari yang lain tetapi dia harus ada kafarah ya sebagaimana nanti kita akan bahas juga
Insyaallah taala Jadi kalau ada orang makan dengan sengaja misalnya minum dengan sengaja dia sadar siang hari
bulan Ramadan terus kemudian makan ditanya loh mas Sampean kok makan Oh iya enggak apa-apa Mas saya mau makan loh
enggak puasa gak nah hendaknya dia enggak puasa tergantung kalau dia mengingkari hukumnya puasa wajib ijma
ulama mengatakan dia kafir atau kufur tapi kalau dia misalnya kemudian karena malas
karena misalnya dia terserah saya Saya mau puasa nanti tidak apa urusan Anda misalnya gitu ya maka dia mendapatkan
sanksi dalam syariat terkena Qada ganti puasanya sekaligus bayar
kafarah ya sama dengan hubungan suami istri sehingga yang membatalkan puasa
yang kategorinya itu adalah kemudian batal puasanya maka makan minum dan berhubung suami istri Adapun nanti kita
bicara terkait dengan masalah nabi kita bersabda rubba shimin gitu ya betapa banyak orang yang berpuasa Lais
minamal Ju tidaklah dia berpuasa kecuali hanya mendapatkan rasa dahaga artinya
ada orang berpuasa tapi enggak ada pahalanya kewajiban puasanya gugur tapi
pahalanya enggak ada ya contoh misalnya kayak Jumatan ya nabi kita bersabda man
yaakahibihi e kalimatahu misalnya W Jumat lah kamaq
nabi Aliu Wasalam ada orang Jumatan tiba-tiba mengatakan kepada teman sebalnya Heh kamu diam misalnya gitu ya
ketika Khatib sedang khutbah maka orang yang mengatakan kepada temannya Wahai
kamu diam ketika Khatib sedang berkhotbah maka jumatannya orang ini
sia-sia kata para ulama dia tidak mendapatkan ganjaran Jumatan tapi
sebagai kewajiban bahwa dia sebagai seorang muslim yang wajib Jumatan gugur jemah nah ini yang kemudian kita sebut
istilahnya amal yang tidak tidak bermanfaat ya dia beramal tapi
kewajibannya gugur Iya tapi pahalanya enggak ada dan itu nanti termasuk di antaranya orang yang bicara kalimat
rovas kalimat jorok kalimat adu domba kalimat
kebencian kalimat kemudian ee Giba itu masuk di situ ya makanya
ee batal puasa dan kemudian tidak berpahala itu sebenarnya kerugian besar
jemaah ya cuma nanti bagi orang yang ketika dia berkata rofas itu enggak
perlu ganti puasa ya Misalnya ada orang mengatakan ada domba gitu ya Atau dia
Giba maka dia enggak perlu ganti puasanya karena hukum fikihnya dia tidak batal tapi pahalanya hilang ini ee
jannya ya Kasihan ya karena enggak ada manfaatnya dia ber berpuasa tib kita
kembali ke Imsak ya jadi Imsak itu maknanya menahan tidak makan tidak minum dan tidak berhubungan suami istri di
siang di siang hari Adapun di malam hari maka ee bebas ya tidak ada masalah bab
kemudian Jah sekalian rahimakumullah eh syarat rukun yang ketiga itu azzaman ya
ya zaman itu almuradu biha Fin nahar puasa itu syaratnya di siang
hari ya makanya ada orang puasa ngebleng itu istilah kita nyebutnya puasa full
Sat hari satu malam Enggak boleh ya jadi
itu di siang hari saja dan siang hari dihitung dalam fikih minuluil Fajri
gurubamsi Jamaah ya Ibarat kita matahari itu selama dia muncul itu istilahnya
siang n cuma hanya Sa Memang ada istilah Pagi siang sore ya Tapi kalau dalam
fikih itu menyebutnya orang itu berpuasa Kapan mulai tulu Il Fajr sebagaimana
yang sudah kita pernah bahas di ee sesi awal ya ketika menjelaskan tentang definisi puasa jadi muncul nya matahari
itu terbilang kategorinya nahar Il gurubamsi sampai matahari apa tenggelam
nah selama itulah kemudian disebut dengan nahar yang disebut dengan istilah lain para ulama dengan azzaman waktu
orang berpuasa ya makanya kenapa ee ketika sudah matahari tenggelam kok
dia menunda ini penting juga jemaah ya jangan sampai kita itu merasa memang Ya
memang kuat bukan merasa kuat dia ah Saya masih kuat Ustaz nanti aja jam 00
bukanya misalnya gitu Nah itu haram jemaah ya kalau dia kemudian mengatakan
masih kuat kemudian tidak berbuka pas waktu azan magrib dia nunda-nunda sampai habis tarawih misalnya yang seakan-akan
itu malah versi dia itu Ini loh puasa saya saya nambah 2 jam lagi misalnya itu
malah menyimpang ya dan malah sesat bisa jadi malah kemudian puasanya bisa apa
Bisa batal Karena dia di zamannya enggak Enggak dia perhatikanak waktunya enggak dia perhatikan ketika sudah masuk magrib
maka konsekuensi orang yang berpuasa segera apa berbuka Nti kitaan bahas juga
di antara sunah puasa menyegerakan ber berbuka tib jadi yang dimaksud dengan zaman
adalah almuradu fihin nahar ya yakni Min
iljriubamsial imun atau imraun ya lailan
nahar l ibah jikalau ada seorang yang kemudian dia di waktu malam dia berpuasa
dan mungkin dia balik waktu siangnya dia berbuka misalnya maka ini pun juga
puasanya apa batil artinya tidak sah ya makanya kalau ada orang puasa Terbalik
ya malam puasa siang berbuka misalnya nah itu jelas menyimpang jemaah atau ada orang
berpuasa pagi puasa siang puasa sore puasa malam puasa satu hari bleng haah
jelas itu menyimpang pasti menyimpang karena apa dia tidak menggunakan standar
fikih untuk dia berpuasa ya jadi saya ulang ya syarat puasa pertama adalah
niat yang kedua adalah menahan dari makan dan minum dan hubungan suami istri di siang hari
kemudian waktu tambahkan satu lagi khusus untuk wanita ya khusus untuk
wanita syarat sah puasa terbebas dari haid dan nifas ya kalau Kalau haid nifas
enggak boleh Enggak boleh puasa ya ya salah satu lagi untuk wanita khususnya
yang keempat adalah terbebas dari haid dan nifas baik jemah sekalian e
rahimakumullah sehingga kalau kita pegang kaidah fikih rukun puasa ini Insyaallah taala kita bisa menapatkan
diri pada tempat yang terbaik kemudian J sekalian poin yang kedua sunanusum ya Beberapa
sunah-sunahnya dalam berpuasa ini kalau kita amalkan kan dengan dalil yang ada dan perintah nabi Insyaallah puasa kita
ee berpahala besar jemaah jadi kalau bisa kenapa sih ada kaidahnya Imam
Bukhari ya di e di kitab sahihnya di awal-awal ee beliau membahas tentang
kitab sahih Bukhari yang diberikan tema dengan alilmu qoblal Qui Wal amal jadi
ilmu itu eh sebelum orang itu berbuat dan sebelum dia berkata tujuannya apa
biar amal yang di kerjakan itu itu pahalanya besar jemaah ya dan faktanya
kita itu butuh itu gitu ya mau ngamalkan a butuh argumen yang menguatkan termasuk
hal ini ya Yang Pertama sunanya Dan ini kalau bisa kita apa
Ee kita pertahankan kita selalu jaga karena kalau kita jaga amal-amal sunah
ini berarti yang sunah aja dijaga apalagi yang wajib kan gitu dan Insyaallah taala pahalanya lebih lebih
besar nah yang pertama adalah takjilul fitr ya jadi
ee mendahulukan atau menyegerakan ya menyegerakan dalam berbuka ya Ini tadi
saya sampaikan di awal bahwa alifaru AKB tahqui gurubamsi jadi berbuka itu ketika
realita yang harus kita lakukan adalah ketika matahari mulai tenggelam jemaah ya ini memang kalau takaran tenggelam
itu kan enggak bisa dilihat ya karena mungkin media kita Dan kita pun juga
enggak langsung melihat tetapi minimal azan magrib ya ini kami tekankan lagi ke kita semua ya jemaah Masjid Baiturrahman
tegalmojo ya mungkin karena kemarin juga sudah kita sampaikan ke panitia untuk masalah azan magrib untuk segera di apa
disesuaikan ya jangan jangan ditunda-tunda ya kalau bisa baru masuk
ee apa tuh bunyi alarm per menit itu langsung azan ya syaratnya yang
muadinnya minum dulu ya ya jadi insyaallahu taala sudah masuk azan atau waktu hisbl lah kalau kita
nyebutnya di waktu menitan jam kita Insyaallah ya dengan ijtihadnya para pakar yang menentukan terkait dengan
waktu awal masuk salat bismillah semoga Insyaallah amanlah ya ketika kemudian
muadin ini azan makan dulu atau minum dulu ya dia minum dulu baru azan dan di upayakan jangan jangan terlambat ya
kalau bisa ee lebih awal lebih baik jika sudah masuk waktu magrib
karena mengingat sebuah doa dari nabi alaihatu wasalam jemah sekalian dan ini Masyaallah ya hadis yang terdapat dalam
muttafaqun alai Bukhari dan sih muslim dan juga Imam turudzi dalam sunannya nabi kita
bersabdaalu senantiasa manusia itu dalam kondisi baik
yair bayangkan kita itu dalam kondisi terusmenerus dalam kondisi baik kapan
itu mait kita ini menyegerakan dalam berbuka
jemaah berarti kan ada sebuah anjuran yang Nabi perintahkan dan senantiasa orang itu dalam kebaikan Kalau dia
segerakan apa berbuka Jangan ditunda Ya
begitu juga lii Anas bin Malik radhiallahu taala Anhu Inn Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam lam Yakun
yusolliya Al magrib Hatta yuftir dan Anas ini menceritakan karena
Anas ini kan salah satu di antara ya tokoh sahabat yang termasuk dekat dengan
nabi ya karena beliau Sejak sejak remaja kurang lebih selama 10 tahun menjadi
pembantu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sehingga kata mengatakan sesungguhnya nabi alaihiatu wasalam tidaklah beliau
beranjak salat magrib melainkan beliau itu yuftir berbuka terlebih dahulu
jemaah ya berbuka terlebih dahulu walau albatil Ma walaupun hanya se seteguh air
ya ya dan Bukankah walaupun cuma saya Teguh air n coba kita coba untuk apa ya
mengingat kembali atau merasakan kembali manakala kemudian orang itu awal pertama kali berbuka maka dia
mendapatkan lazzatnya taam jemaah nikmat dalam berbuka ya dan nabi kita pernah
bersabda ee ada dua kenikmatan bagi seorang yang beriman dua kenikmatan yang itu hanya
ada pada pertama adalah fitrihi ketika seorang mukmin Di saat dia
berbuka jadi kalau mau apa ini ee mau pakai air pun ya nikmat ya mau
pakai ee gorengan pun ya nikmat Karena nabi Katakan Tidak ada kenikmatan bagi
seorang muslim dan kebahagiaan melainkan dia Inda Fitri itu satu saat dia berbuka
yang kedua Ind liqobihi kenikmatan yang kedua versi akhirat yaitu ketika bertemu
dengan siapa Allah dan siapa yang tidak berharap bertemu dengan rabbul alamin jamaah dan Allah
akan menampakkan dirinya pada hari kiamat nanti khusus spesial untuk orang-orang yang sudah Pakem ke surga
sudah jelas-jelas masuk ke ke surga ya nikmat di dunia satu disegerakan yang
namanya berbuka ya makanya enggak ada orang berbuka itu sedih ya makanya
jangan sampai ketika berbuka terus kadang-kadang ya mencela ya Misalnya ini
makanan apa sih jangan ya itu dosanya dosa doble jamaah enggak merasakan indda
fitrihi yang kedua tidak merasakan e yang pertama tidak merasakan bagaimana nikmatnya dia berbuka kedua dia mencelah
makanan ya misal di tempat kita aja ya enggak usah jauh enggak usah jauh-jauh kadang-kadang yang namanya orang ngasih
takjil itu kan enggak bisa rundingan artinya dari orang pertama kedua ketiga sampai terakhir itu nanti menu pertama
kedua beda-beda ya itu enggak bisa kadang-kadang hari pertama ketemu ayam hari kedua ketemu ayam hari ke keempat
kelima keenam sampai 10 hari ayam terus ini ayamnya enggak habis-habis juga ya
setiap hari disembelih udah gitu besok pakai ayam utuh telurnya itu Ya sampai
hari ke-20 nanti ya qadarullah karena musim yang paling atau menu yang paling
cepat instan yang bisa disajikan ya mungkin ayam ya ya Sehingga ya Cepat ya
jangan sampai kemudian Wah ini kok ayam lagi ini ayam lagi gitu ya tiik
ya Jadi kalau kita menyegerakan dalam berbuka berarti kita masuk dalam hadis nabi Alaihi salatu Wasalam ya kita
didoakan nabi senantiasa dalam kondisi apa ee kondisi baik kemudian J sekalian rahimakumullah
yang kedua ya sunah yang harus kita coba amalkan Besok adalah
eh kaunul Fitri ala rodbin a Tamrin a
main ya jadi ee pembuka dari berbuka itu disunahkan
ya ini sunah kurma ee kurma basah ataupun kurma pada
umumnya ataupun air ya jadi makanya Kenapa sih kurma ini dulu para sahabat
ada beberapa yang memang belum kenal kurma jemaah karena Enggak semua e sahabat dari luar kota makah Madinah itu
tahu kurma Nah setelah kemudian mendengar bahwa nabi kita pernah bersabda Berbicara masalah kurma bahwa
nabi Kana Rasulullah alaihiatu Wasalam
Al faam takun faartin faam takun
e has hasawat Min main jadi nabi alaihiatu wasalam itu kalau beliau
berbuka maka beliau berbuka dengan rutop rutab itu kurma basah ya kurma basah itu
kan coba kalau ya kalau kita ini kadang-kadang membedakan kurma itu cuma ada satu kurma aja Padahal di sana itu
kalau di Arab ada kurma yang memang basah ada kurma kering ada memang kurma ee keras ya Tergantung nanti ada kurma
muda macam-macamlah lah kurma yang basah itu ee mungkin yang kalau dipegang dia itu
dalamnya ada kayak gembur tuh jamaaah ya itu nabi makan gitu kalau enggak ada
maka beliau makan Tamer ya Tamer itu kurma yang sifatnya umum pada umumnya
kalau enggak ada juga maka beliau mengambil beberapa air Kemudian beliau minum ya J ini hadis terdapat dalam
ee Abu Daud dan yang lainnya Ketika Nabi menjelaskan terkait dengan
ee bukanya beliau dengan apa dengan kurma dan nabi alaihiatu wasalam yaah
ini juga sunah ya kalau kita melakukan sunah yang Nabi ajarkan Insyaallah tadi saya bilang amalnya lebih Istimewa ya
yakni afdolu Sal e afdolu Hadi salasa awalaha Jadi yang pertama yang utama itu
adalah atau awaluha tiga butir di awal jemaah
ya kemudian berikutnya minum air ini kalau kita bicara ya sunah makanya
Alhamdulillah di tempat kita sudah ada ya mungkin kadang-kadang di tempat makannya sudah ada kadang-kadang juga
dari panitia menyediakan jadi ya alhamdulillah sudah mencoba untuk sesuai dengan apa sunah Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam bab ee kemudian ketika nabi alaihiatu
wasalam beliau buka ya maka beliau yang ketiga sunahnya
adalah adduaual fitar ataual iftar beliau berdoa ketika beliau di saat
berbuka jemaah nah ini sunah ya boleh enggak Ustaz enggak berdoa boleh ya cuma
kalau bisa dimanfaatkan doa yang Nabi ajarkan apa Allahumma eh
lakumtu atauakumna wa rizika
aftna taqobbal Minna innaka antas samiul alim atau doa yang mungkin kita sudah
maklum dengan doa berbuka mulai dahabad domau wabtalatil uru watabatal ajru
Insyaallah Ya tapi kalau kemudian doa allahumaka sumtu wabika amamtu wa Rizka
aftu dahabadomau ini hadisnya penggalan ini dif jamaah jadi dalam hadis yang utuh
pun ya itu ada sebagian empat hadis yang memang itu bisa jadi lemah contoh nih ya
hadis maknanya sih enggak ada masalah maknanya benar dan enggak ada sedikit
pun cacat dalam hadis secara maknanya secara maknanya misalnya Hadis masalah belajar nabi kita bersabda ee tholabul
Ilmi faridotun alaulli muslimin wa muslimatin titik sampai situ misalnya
gitu ya ini redaksinya Da jamaah difnya atau lemahnya itu
disebabkan karena ada tambahan jadi artinya belajar itu wajib bagi
seorang muslim dan muslimah kan harusnya kalau kita coba Perhatikan dengan baik diksi ini kan harusnya oh bagus ya Jadi
yang belajar itu benar-benar wajib bagi semua laki-laki dan perempuan tapi ternyata kalau dalam diksi yang sahih
itu muslimatinnya enggak ada sehingga yang ada tholabul Ilmi faridatun ala kulli
muslimin titik itu yang sahih padahal kalaupun ditambahi muslimah seharusnya
kalau secara bahasa kita kan malah lebih kuat nih lebih bagus gitu kan tapi ternyata malah itu diif sehingga sama
dengan kita mengatakan yang diajarkan di sekolah-sekolah itu e doa berbuka kan mulai e
allahummaumtuika amamtu ya wau ya dan seterusnya itu ya Nah kalimat
yang benar dalam doa itu dalam berbuka ya itu adalah doa yang nabi ajarkan mulai dahabad domau apa sih artinya
dahabad jemaah dahahaba itu hilang atau berlalu Doma itu haus atau dahaga dahab
wabtalatil ur dan telah kering eh telah basah kerongkongan ini berarti ketika
kita berbuka upayakan ketika makan kurma atau minum air karena sunnya memang
kalau makan Bismillah ya ini peletakan dalam doa ketika berbuka jadi ketika mau
berbuka pertama kita pegang kurma atau air maka bismillah
Bismillahirrahmanirrahim kita makan atau kita minum kemudian setelah kita makan itu maka berdoalah
dahabat dahaba telah hilang da dahaga dahabat wtil
dan telah basah kerongkongan ini wasabatal ajru dan semoga pahala itu Te
tetap ya dan kalimat ee kerongkongan ini telah basah itu
menunjukkan berarti ketika minum baru berdoa tadi ya dan nabi kita ee
mengajarkan untuk itu ya Jadi kalau bisa di apa diingat dan dilaksanakan sehingga ketika nanti
berpuasa kita punya apa ya tambahan amal yang lebih jemaah ingat kata Ibnu
taimiyyah rahimahullahu taala siapapun orang yang mengamalkan sunah-sunah nabi
baik sunah yang sifatnya wajibah ataupun sunah yang mustahabbah sunah yang sifatnya memang
itu wajib yang harus kita kerjakan atau itu sunah berkaitan dengan ibadah maka Allah berikan pahala yang
berbeda dengan orang yang tidak meringakan sunah ya dan Itulah kenapa kemudian
ittiba dengan nabi itu salah satu di antara pegangan syariat karena dia punya
ciri khas Oh ini sesuai dengan sunah Nabi oh ini dia praktikkan sunah Nabi dan kejadian seperti ini jamaah sekalian
itu Masyaallah sangat sering dilakukan oleh para sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berbab masalah kebiasaan Nabi
yang kemudian dilanjutkan dan diikuti oleh siapa sahabatnya ya kasus misalnya ee mencium
Hajar Aswad misalnya menciu Hajar Aswad itu sunah ya bukan wajib Nah karena Umar
ketika melihat nabi mencium Hajar Aswad maka Umar pun mencium sebatas Karena nabi pernah
mencium maka Umar mencium sehingga para sahabat pun yang lainnya mencium sebatas
itu jemaah tidak di apa diambil berkahnya tidak kemudianah berkah dengan
hajar asadak ya Bah kata mengatakanahii
Allah Nabi
wasam demi Allah kalau se aku tidak melihat nabi itu mencium W batu maka
saya tidak akan
menciummuauu yang punya at dan tidak punya apa bahaya sebatas itu ya maka kita juga
demikian ya bagaimana ketika berbicara masalah itiba sunah Nabi dalam Bab masalah ibadah ya karena ada sunah yang
wajib jemah ya dalam hukum kaidah ulama itu ada memang sunah-sunah nabi yang harus kita kerjakan itu mengharga mati
ada yang sunah-sunah yang itu sifatnya adalah Amaliah ibadah dan kalau sunah ibadah misalnya kita Contohkan misalnya
makan kurma ya Apa hukumnya orang makan kurma empat butir misalnya Oh enggak ada
masalah enam Enggak ada masalah Maksudnya yang genap ya dua Enggak ada masalah ya makanya kalau ada bingkisan
ke rumah Kok cuma dua misalnya ya enggak ada masalah nah cuma ee biasanya ini ya
perbedaan juga dan bisa kita Tandai juga yang bungkus itu siapa sih gitu kadang-kadang kalau yang bungkus itu
mungkin barangkali pernah baca hadis sunahnya tiga Insyaallah tiga tapi kalau misalnya belum tahu ya pokoknya diisi
aja bisa empat bahkan bisa enam gitu gitu bisa tujuh bisa lima tapi kalau tahu diisi tiga Kenapa ah sunah ya kalau
satu k sedikitan kalau lima nanti kebanyakan Nah pas tiga itu ya karena
ganjil yang Nabi cintai nah t j sekalian
jadi poin yang ketiga tadi apa sunahnya menyegerakan ee berdoa ketika ber berbuka wakana Ibnu Umar ya dan Ibnu
Umar juga pernah berkata nabi kita bersabda salah satu di antara
ee ee ketika iftar atau berbuka berdoalah Allahumma inni as'aluka
birahmatikallati wasiat kullaai ya Jadi minta pada Allah subhanahu wa
taala agar kemudian diberikan ee rahmat Allah subhanahu wa taala yang
luas dan diberikan ampunan Allah subhanahu wa taala
ba J sekalian e kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah kemudian Po yang keempat di antara sunah yang dianjurkan
nabi Alaihi salatu Wasalam adalah assahur ya jadi makan sahur Ini juga penting ya walaupun sahur cuma dengan
air upayakan makan sahur karena ada amal ee yang istimewa bagi orang yang
mengamalkan ee sahur sahur adalah alaqlu wasurbu fisahri akhir Lail Jadi sahur itu makan
atau minum yang dilakukan pada akhir malam jemaah ya ingat akhir malam itu
berarti berapa sepertiga malam jadi akhir malam itu kalau malam itu dibagi
tiga ya malam menghitung malam itu hukum matematika
malam magrib sampai subuh itu malam jadi batasnya Ya mulai magrib sampai subuh
itu hitungannya malam Nah kalau kita bagi tiga yang kalau dalam hadis disebut
dengan sulusul Lail sepertigiga malam itu jatuh berarti di akhir ya sehingga
kalau orang itu kemudian makan sahur maka sunahnya di akhir Lail di akhir Lail itu jam berapa di akhir Lail itu
kurang lebih sekitar kalau misalnya magrib jam .00 subuh jam 00 misalnya ya
Ya sudah bagi tiga aja ketemunya kurang lebih sekitar Mungkin jam ya antara jam
.00 sampai jam .00 lah ya sepertiga akhir di situ lah kemudian sepertiga
akhir dalam waktu malam itu nabi Sebutkan secara spesifik secara gamblang
ee Jedah waktu makan sahur itu khamsina Ayah qoblal azan 50 ayat sebelum Azan
berarti kalau tadi sepertiga malam itu ada kekhususan lagi 50 ayat sebelum azan
subuh berarti kurang lebih kalau 50 ayat sebelum azan subuh ya kalau ayatnya
Ee tidak panjang ya enggak pendek sekitar 20 sampai 30 menitan lah jamaah
kurang lebih ya Nah sunahnya orang makan sahur itu 30 menit sebelum azan
subuh itu sunah Kenapa karena ada hadis yang menyebutkan bahwa nabi alaihiatu wasalam
ketika ditanya oleh para sahabat Ya Rasulullah ee waktu kapan yang terbaik kita makan
sahur maka nabi kita bersabda bahwa yang paling baik adalah ketika orang itu
berada di akhir malam akhir malam berarti berapa tadi kalau kita sebut jam sampai jam . misalnya kemudian sahabat
tanya lagi di antara waktu itu yang paling istimewa di mana ya Rasulullah maka nabi
kita bersabda eh Q
Ayah kurang lebih Kalau anda baca Alqur'an ayat itulah waktu yang istimewa ya
makanya nabi kita bersabda di hadis yang lain bahwa takhir ee takhiru sahur itu
adalah salah satu di antara kebaikan nabi kita bersabda faaku
asakurah dan akhirkan makan sahur kalian nah ini hadis-hadis yang menjelaskan kalau makan sahur itu diakhirkan itu
banyak tadi malam terakhir atau sepertiga Malam Terakhir kemudian kurang lebih 50 ayat ee sebelum subuh ditambah
lagi nabi kita bersabda faaku asakur sehingga kalau bisa ya
mepet-mepet subuh ya kalau bisa mep-m subuh baru baru
sahur bahkan kalau sekiranya misalnya 10 menit sebelum subuh ya Monggo bahkan
kalau bisa ya 7 menit misalnya gitu Ya silakan cuma e jangan sampai nanti ini
ya apa terlalu terburu-buru juga ya Kurang lebih sekitar setengah jam lah
jamaah eng jam mulai setar makan Insyaallah itu lebih Afdal dan utama
nabi kita pernah berdoa ee dalam hadis ini la tazalu ummati
bikhairin senantiasa umatku ini akan selalu dalam kondisi baik yang pertama maajjalu alfitr wa akharu asakuro selama
dia mendahulukan berbuka dan mengakhirkan sahur Jadi kalau sahur disuruh akhir ee
bukanya disuruh duluan Jadi itulah Islam ya makanya enggak boleh ini yang salah
dalam hal sunah loh jemah ya saya katakan salah dalam hal sunah bukan salah dalam Bab masalah dia praktik
puasa bukan tapi salah dalam hal sunah misalnya kalau sudah buka dia merasa
masih kuat ditunda-tunda ah Saya enggak perlu minum enggak perlu makan nanti aja habis salat isya
misalnya itu salah terus yang kedua ada orang makan sahur jam
. kepagian jemah itu Lais Min sunah ya
yang sunah yang dekat-dekat apa subuh ya sehingga kalau kita bisa terapkan
terkait dengan hadis ini dan amal ini Insyaallah taala Ee Kita termasuk di antara hamba-hamba
Allah yang senantiasa nabi doakan selama dalam kondisi kebaikan dan terus-menerus
dalam kondisi apa eh kebaikan sekalian rahimakumullah yang
terakhir di poin yang ketig makru eumi ini Tema kita sebenarnya hal-hal
yang dibenci ya dalam eh berpuasa ya dibenci dalam artian
sesuatu yang mungkin Harusnya kita tinggalkan gitu aja jadi tidak membatalkan puasa tapi bisa jadi
mengurangi pahalanya bisa jadi Tapi kalau bisa kita tinggalkan yang pertama adalah
wudu berlebih-lebihan dalam masukkan air dalam mulut dan hidung jemaah Ya wajar aja L kalau kita wudu Ya
enggak perlu berlebih-lebihan sewajarnya saja ya karena
eh ketika hal ini kemudian terjadi maka dikhawatirkan termaktub dalam sebuah
hadis Wik intis
ya kalau mau berlebih-lebihan silakan tapi jangan ketika ketika di bulan Ramadan atau pas puasa dan nabi membenci
orang yang ketika kemudian berlebih-lebihan dalam berkumur-kumur dan masukkan air ke dalam
hidung khosyatan ayyasila Ila jaufihi dikhawatirkan itu sampai ditelan jemaah
ya sebagaimana kesempatan yang lalu sudah kita bahas ya pembatal puasa apa memasukkan sesuatu dalam dalam tubuh Ya
baik melalui mulut atau melalui hidung ya ya ataupun melalui
ee Apa suntikan itu enggak boleh ya Nah kemudian yang kedua perkara juga yang
dibenci ya berjumur di siang hari ya walaupun boleh Jamaah ya tapi ya kalau
bisa dihindarilah di waktu siang hari ya kata khawatirnya khurujul
Maddi ya jadi khurujul Maddi itu ee kalau orang berjumbo mencium Enggak
ada masalah boleh siang hari tapi dikhawatirkan keluar kemudian almadi m
itu air sebelum hubungan suami istri dan itu najis ya jadi khawatirkan itu saja
tapi kalau sampai kemudian jimak suami istri di siang hari maka bayar kafarah
kena denda ya dan itu dendanya cukup lumayan E berat Sebenarnya ya apa saja
kafarahnya satu bebaskan budak Kalau enggak punya budak berpuasa selama 60
hari atau 2 bulan berturut-turut ketiga kalau enggak mampu juga berpuasa
eh memberikan makan fakir miskin sebanyak 60 orang ini cukup lumayan e
berat-berat juga ya kan kejadiannya di zaman Nabi ada orang yang seperti itu pas qadarullah di bulan Ramadan dia
melakukan perbuatan hubungan suami istri jemaah si orang laki-laki ini kemudian dia mengadu Nabi Al wasalam mengatakan
Ya Rasulullah saya halaktu itu bahasa istilahnya terjerumus
dalam perkara yang itu dilarang gituah ya suami istri kan boleh ya cuma
karena ini ada larangan di siang hari maka enggak boleh nah ini orang melakukan di siang hari maka dia
mengatakan saya telah terjerumus dalam perbuatan dosabi gitu kemudian
katakan Apakah anda punya eh budak yang bisa bisa bebaskan ya dia
mengatakanlah enggak ya Rasulullah katakan lagi Oke kalau gitu e hal haltiu anasuma sah Mabi Oke kalau
gitu Anda mampu enggak berpuasa selama 2 bulan berturut-turut ya kemudian dia
mengatakan lagiak tidak enggak enggak mampu Ya Rasulullah akhirnya kemudian dia mengata nabi kita bersabda lagi Oke
kalau gituu e sitina miskina Oke kalau gitu
Anda berikan makan sebanyak 60 orang miskin dia mengatakan lagi saya juga
enggak mampu Ya Rasulullah Ya Ya mungkin karena ekonomi ya Atau mungkin karena
kemampuan finansialnya kemudian fajalasan nabi nabi duduk Jamaah ya Kok
ada orang seperti ini gitu ya sudah melanggar aturan dikasih sanksi enggak mampu 1 2 3 opsinya nabi duduk setelah
Nabi duduk kemudian fa fa Nabi Al wasam nabi didatangi seseorang yang orang itu
bawa arq ya Arok itu kayak apa sih kalau bahasa kita itu
ember tapi bukan ember Ya intinya ada orang bawa satu kurma eh satu ember berisi kurma gitu lah ya arq itu kayak
semacam wadah yang dipakai untuk jual beli kurma kalau ee dikilokan jadi kayak
kurma yang sudah di di apa dipacking ya dengan R tapi yang kemudian kata nabi
kita bersabda hadiah yang diberikan orang lain yang diterima Nabi kemudian
diberikan orang tadi ya Fulan qud tasoddaqo Bih wahai e Fulan Anda ambil
ini kurma kamu sedekahkan ke orang orang miskin tiba-tiba dia mengatakan Ya
Rasulullah fahal ala afqar Minna wallahi Ma Baina eh
ibnaiha ahlit akwat ilaihi Minna ternyata dia mengatakan tidak ada orang
yang paling miskin di kampung kecuali saya ya Rasulullah dan kami ini keluarga yang paling butuh daripada yang lain ini
menunjukkan sudah memang eh secara ekonomi dia tidak mampu tapi berbuat apa
pelanggaran F nabi alaih wasalam maka nabi tertawa jamaah dengan fenomena ini
sampai kemudian Hatta badat nawajiduhu nampak kigrahan beliau alaihiatu wasalam
Jadi mungkin tertawanya lepas gitu ya Kok ada orang seperti ini gitu intinya kemudian nabi katakan di akhir hadis
idhab waim ahlaka Anda pergi silakan kasih makan
keluarga anda dengan ini jadi enggak bayar kafarah jadinya jemaah ya enggak bayar kafarah karena kondisinya tib e
jemah sekalian rahimakumullah e jadi perkara yang dibenci tadi kita sampaikan poin kedua Ee tidak boleh
berlebih-lebihan dalam berj dikhawatirkan bisa ee terjelumus dalam perbuatan apa
berhubungan suami istri tap kita baca cepat saja di antara yang dibenci
eh yang ketiga eh idamatun n sahwah memandang sesuatu yang
menimbulkan syahwat jemaah memandang sesuatu yang menimbulkan syahwat itu benci kemudian
alfikr Jima dia berpikir terkait dengan bab-bab masalah hubungan suami istri n
itu juga dibenci ya ya kemudian ee mudul milk khasyatanatas Ba'u AJ jadi
ya orang yang ngembus-ngembus gitu ya mencium aroma a b c d e dihembus-hembus
semua itu juga perkara yang dibenci dan termasuk di antaranya adalah
alhijamah walaupun boleh ya berbekam Ee kecuali dia tahu bahwa ketika dia bekam
fisiknya aman tapi kalau kalau enggak jangan ya karena dikhawatirkan lemas dan akan berbuka atau batal puasanya ee
demikian Jem sekalian rahimakumullah wallahu taalaamab yang dapat kita bagikan pada kesempatan malam hari ini ee semogamanfaatnya untuk kita semua dan
bisa kita pahami dan bisa kita dakwahkan dan kita amalkan Allahumma alimna ma yanfauna eh wfana Bima alamtana wazidna
Ilman asalamualaikum warahmatullahi taala wabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."