1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Fiqih Muamalah Harta yang membahas tentang syarat & rukun jual beli - fiqih muamalah harta. Ustadz Yulian Purnama, Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jual beli merupakan akad muamalah yang paling umum. Keabsahannya dalam Islam tergantung pada terpenuhinya tiga rukun utama dan syarat-syarat yang melekat padanya. Transaksi yang tidak memenuhi rukun dan syarat ini bisa menjadi tidak sah atau terlarang (bathil).

Pokok Bahasan:

* Tiga Rukun Jual Beli yang Disepakati Ulama.

Syarat yang Berkaitan dengan Pelaku Akad (Al-Mut'aaqidain*).

* Syarat yang Berkaitan dengan Objek Akad (Barang dan Harga).

Syarat Sahnya Sighah* (Ijab dan Qabul).

Dalil Utama:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu.” (QS. An-Nisaa: 29)

3

Isi Kajian Lengkap

I. Tiga Rukun Jual Beli

Rukun adalah pilar utama yang menentukan keberadaan suatu akad. Rukun jual beli ada tiga:

Pelaku Akad (Al-Mut'aaqidain): Penjual (al-baa'i') dan Pembeli (al-musytari*).

Objek Akad (Al-Ma'qud 'Alaih): Barang (mabi') dan Harga (tsaman*) .

* Sighah (Ijab & Qabul): Ekspresi kerelaan, baik lisan, tulisan, isyarat, atau perbuatan .

II. Syarat-Syarat Jual Beli

Syarat-syarat berikut harus dipenuhi agar akad yang terdiri dari rukun di atas menjadi sah dan mengikat:

A. Syarat Pelaku Akad (Penjual & Pembeli)

Berakal dan Baligh (Mukallaf): Kecuali pada transaksi ringan yang dilakukan oleh anak yang sudah mumayyiz* dengan izin wali .

Atas Dasar Kerelaan (Taradhi*): Tidak sah jual beli karena paksaan (kecuali paksaan yang dibenarkan syariat) .

B. Syarat Objek Akad (Barang & Harga)

* Suci dan Bermanfaat: Barang bukan zat yang najis dan memiliki manfaat yang dibolehkan syariat .

* Milik Penjual atau Berhak Menjual: Tidak sah menjual barang milik orang lain tanpa izin .

Jelas dan Diketahui: Harus terhindar dari gharar* (ketidakjelasan) yang berlebihan .

* Mampu Diserahkan: Barang yang dijual harus mungkin untuk diserahkan kepada pembeli .

C. Syarat Sighah (Ijab & Qabul)

* Jelas Menunjukkan Maksud: Kalimat harus menunjukkan maksud perpindahan kepemilikan .

* Qabul Harus Sesuai dengan Ijab: Penerimaan harus sama dengan penawaran .

* Bersambung: Tidak terpisah oleh jeda waktu atau pembicaraan lain yang membatalkan akad .

Pasti (Tanjiz*): Akad tidak boleh digantungkan pada syarat atau waktu di masa depan .

Pembahasan lengkap dapat disimak dalam video kajian di atas.

←
Kembali ke Seri Fiqih Muamalah

Syarat & Rukun Jual Beli (Saat Ini)

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis.
Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan
ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah
karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."

</html

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."