1

Video Kajian

Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.

Tentang Kajian Ini

Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Kajian Tematik yang membahas tentang adab-adab di musim hujan. Ustadz Yulian Purnama, Alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.

2

Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kajian ini membahas adab-adab Islami saat musim hujan. Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi:

Membaca Doa Saat Hujan: Disunnahkan membaca "Allahumma shayyiban nafi'an"* (Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat) dan doa-doa lainnya sebagai bentuk syukur.
* Waktu Mustajab: Memanfaatkan waktu turunnya hujan untuk berdoa karena merupakan salah satu waktu di mana doa mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
* Larangan Mencela Hujan: Hujan adalah rahmat dan makhluk Allah, maka dilarang keras untuk mencela atau mengeluh atas turunnya hujan.
* Menyandarkan Hujan kepada Allah: Meyakini sepenuhnya bahwa hujan turun atas kehendak dan rahmat Allah, bukan karena faktor alam semata.
* Sunnah Menyingkap Anggota Badan: Disunnahkan membiarkan sebagian anggota badan (yang bukan aurat) terkena air hujan pertama karena air tersebut baru saja turun dari sisi Allah.
* Keringanan (Rukhshah) dalam Ibadah: Penjelasan mengenai diperbolehkannya menjamak salat di masjid atau salat di rumah bagi laki-laki saat hujan lebat yang menyulitkan.

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary

"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."

QS. Al-Jumu'ah (62:10)

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."