1

Video Kajian Pendahuluan

Tentang Video Ini

Pengantar kajian tafsir Surat 'Abasa (Surah 80) yang membahas latar belakang, konteks historis, dan pentingnya mempelajari surat ini. Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. menjelaskan asbabun nuzul (sebab turunnya) surat ini serta pelajaran penting tentang adab dalam menuntut ilmu dan berdakwah.

2

Ringkasan Pendahuluan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kajian pendahuluan ini membahas latar belakang dan konteks historis turunnya Surat 'Abasa (Surah 80). Surat ini turun di Mekah dan termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Jumlah ayatnya adalah 42 ayat dan merupakan surat ke-80 dalam urutan mushaf Al-Quran.

Pokok Bahasan Pendahuluan:

  • Latar belakang turunnya Surat 'Abasa (Asbabun Nuzul)
  • Konteks historis peristiwa yang melatarbelakangi turunnya ayat
  • Biografi singkat Ibnu Ummi Maktum radhiyallahu 'anhu
  • Pelajaran tentang adab dalam menuntut ilmu
  • Metodologi dakwah yang diajarkan dalam surat ini
  • Kedudukan Surat 'Abasa dalam Al-Quran

Asbabun Nuzul Surat 'Abasa:

Surat 'Abasa turun berkaitan dengan peristiwa ketika Rasulullah ﷺ sedang berdakwah kepada para pembesar Quraisy, kemudian datanglah Abdullah bin Ummi Maktum yang buta meminta untuk diajarkan Al-Quran. Rasulullah ﷺ pun berpaling darinya karena sedang serius berdakwah kepada para pembesar tersebut. Allah kemudian menurunkan surat ini sebagai teguran yang lembut kepada Nabi-Nya.

3

Isi Pendahuluan Lengkap

Pengantar Surat 'Abasa

Surat 'Abasa (Ia Bermuka Masam) merupakan salah satu surat dalam Al-Quran yang mengandung pelajaran sangat berharga tentang adab dan etika dalam menuntut ilmu serta berdakwah. Nama surat ini diambil dari kata pertama pada ayat pertama yang berarti "ia bermuka masam".

Konteks Historis Turunnya Surat

Pada suatu hari, Rasulullah ﷺ sedang berdakwah kepada para pembesar Quraisy seperti Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Abu Jahal, dan lainnya. Beliau sangat berharap agar mereka masuk Islam. Tiba-tiba datanglah Abdullah bin Ummi Maktum radhiyallahu 'anhu yang buta dan miskin, meminta kepada Rasulullah untuk mengajarkannya ayat-ayat Al-Quran. Karena sedang fokus dengan para pembesar, Rasulullah ﷺ pun berpaling dan bermuka masam.

عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ ﴿١﴾ أَن جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ ﴿٢﴾ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ ﴿٣﴾ أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنفَعَهُ الذِّكْرَىٰ ﴿٤﴾

Makna Teguran Allah dalam Surat 'Abasa

Allah menegur Rasulullah ﷺ dengan sangat lembut melalui surat ini. Teguran ini bukan karena kesalahan besar, namun sebagai pengajaran bagi seluruh umat Islam sampai akhir zaman tentang pentingnya memperlakukan semua manusia dengan sama tanpa memandang status sosial, kekayaan, atau kondisi fisik.

Ibnu Ummi Maktum: Sahabat yang Dimuliakan

Abdullah bin Ummi Maktum radhiyallahu 'anhu adalah sahabat Nabi yang buta namun memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu. Setelah turunnya surat ini, Rasulullah ﷺ selalu memuliakannya. Setiap bertemu Ibnu Ummi Maktum, Rasulullah akan menyambutnya dengan hangat dan berkata: "Selamat datang kepada orang yang karena dirinya Allah menegurku."

Pelajaran Penting dari Pendahuluan

Surat 'Abasa mengajarkan kita tentang:

  • Pentingnya adab dalam menuntut ilmu
  • Kesetaraan semua manusia di sisi Allah
  • Tidak boleh memandang rendah seseorang karena kondisi fisik atau status sosial
  • Kesabaran dalam mengajar dan berdakwah
  • Keutamaan orang yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu

Kajian akan dilanjutkan dengan pembahasan tafsir ayat per ayat dalam sesi berikutnya. Pembahasan lengkap dapat disimak dalam video kajian di atas.

Mutiara Hikmah dari Surat 'Abasa

QS. 'Abasa: 1-2

"Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya."

QS. 'Abasa: 3-4

"Dan tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?"