/
Pengantar Ilmu Tauhid (Kitab Tauhid)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Tauhid - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Kitab Tauhid yang membahas tentang pengantar ilmu tauhid (kitab tauhid)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
alhamdulillah alhamdulillah
bapak-bapak ibu-ibu ikhwan akhwat para jamaah para pemirsa di manapun Anda
berada kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa
Ta'ala di malam hari ini kembali kita bisa bertemu di majelis ini
Insya Allah di malam hari ini kita akan memulai pelajaran yang baru pertemuan yang pertama
di Masjid Nur Rahman ini dan saya izin sampaikan kepada
bapak-bapak ibu-ibu sekalian jamaah lokal saya izin bawa santri Pak
ketambahan kira-kira 40 orang 10 sekitar 10 orang ikhwan yang ramai mbak-mbak di
belakang akhwat kami mohon izin ibu-ibu banyak warga banyak
baik dimulai malam hari ini Insya Allah kita akan memulai pembahasan baru
setelah sebelumnya kita menyelesaikan pembahasan kita tentang rukun iman selama
berapa puluh pertemuan kita membahas tentang rukun iman Alhamdulillah Allah berikan kita izin untuk menyelesaikan
pembahasan rukun iman dan di pertemuan malam hari ini kita akan memperdalam bagian tauhidnya
pada pembahasan Rukun Iman di rukun yang pertama ketika kita membahas rukun iman kepada Allah kita sudah menyinggung
sedikit tentang Tauhid dan sedikit poin tentang Syirik kesyirikan lawan dari
tauhid maka pada malam hari ini dan beberapa pertemuan ke depan kita akan
merincikan hal tersebut rincian-rincian tauhid dan hal-hal yang lebih detail terkait kesyirikan yang
akan kita ambil pelajarannya dari sebuah kitab yang sangat terkenal yaitu kitab
yang berjudul Kitab Tauhid maka Bapak Ibu sekalian sebelum kita
membaca Kitab Tauhid ada beberapa pengantar yang ingin saya sampaikan yang pertama tentang
Kenapa kita kembali memperdalam masalah tauhid
barangkali ada sebagian jamaah yang bertanya bapak-bapak ibu-ibu Bukankah dulu ketika pembahasan rukun iman kepada
Allah kita sudah singgung tentang Tauhid kita bahas tentang Syirik sudah tapi kenapa kita ulangi lagi Kenapa kita
perlu perdalam karena jawabannya memang pelajaran tauhid pelajaran yang senantiasa harus
kita ulang-ulang harus senantiasa kita ulang-ulang dan kalau kita mau melihat secara lebih
dalam pada kondisi sekitar kita pak yang namanya masyarakat Islam kaum muslimin
itu masih banyak sekali yang sangat awam dengan Tauhid
masih banyak sekali kaum muslimin yang tidak mengetahui sebuah perbuatan sebuah aktivitas sebuah
acara pada hakekatnya adalah sebuah kesyirikan masih banyak masyarakat kita yang belum
paham yang masih hangat akhir-akhir ini
peringatan hari kemerdekaan itu Pak saya merasa pasca pandemi ini luar biasa
pak luar biasa Semakin Semarak peringatan
kemerdekaan yang diantara bentuk kesemarakan itu adalah banyak sekarang di beberapa tempat
bentuk peringatan kemerdekaan itu mengandung unsur-unsur kesyirikan banyak
Pak tidak hanya satu dua
dan memang trennya di sebagian daerah ini dilindungi praktek kesyirikan seperti
ini dilindungi dengan payung budaya ini bagian dari budaya kita yang harus
kita lestarikan disokong dengan sokongan dana yang cukup
besar sekarang
maka demikian realitanya di lapangan
sehingga kita merasa Bapak Ibu sekalian ikhwan dan
ketika kita tahu para praktik orang-orang yang
mempraktekkan kesyirikan praktek mereka semakin menjadi-jadi lebih-lebih pasca
pandemi selama pandemi mereka tidak dapat panggung Pak tidak bisa Mentos mementaskan kesyirikan dilarang begitu
ditarik larangan tersebut Bebas Merdeka balas dendam maka mengetahui hal
tersebut kita juga harus bersemangat kita harus lebih bersemangat
daripada mereka untuk mendakwahkan tauhid untuk mengajarkan kepada masyarakat bahwasanya hal-hal seperti
itu adalah hal-hal yang sangat terlarang di dalam agama kita
maka itu diantara motivasi Kenapa kita perlu untuk senantiasa mengulang-ulang
pelajaran tauhid lalu yang kedua pengantar terkait kitab yang akan kita
pelajari judulnya Kita butuh tauhid kitab artinya buku tauhid yaitu
ditulis oleh Syekh Muhammad
yang terkenal dengan nama Syekh Muhammad bin Abdul Wahab Syekh Muhammad
bin Abdul Wahab ini perlu kita ketahui barangkali ada bapak-bapak yang belum kenal
beliau adalah diantara sebab berdirinya
Kerajaan Saudi Arabia ya beliau hidup sekitar tahun 1700-an
sekitar 300 sampai 400 tahun yang lalu maka beliau bekerja sama dengan seorang
Amir yang bernama Muhammad Muhammad bin Saud mengatur pemerintahan
Muhammad bin Abdul Wahab mengatur dakwah islam mereka bekerja sama akhirnya
terbentuklah kerajaan Saudi Arabia makanya namanya mamlaqah al-arabiyah
Saudi itu dari kata suruh dia itu adalah berasal dari nama pendirinya Muhammad
bin Kenapa bisa berdiri ini berkat berkat kerjasama Muhammad dengan Muhammad bin
Abdul Wahab dan secara umum tentang buku ini
ada puluhan bab di dalamnya mayoritasnya berbagai bab yang ada dalam
buku ini membahas tentang Tauhid
dan yang menariknya di dalam buku ini adalah penulis akan merincikan secara detail
tentang detail-detail kesyirikan dulu kita dalam pembahasan Al Hidayah
fil aqidah membahas rukun iman kepada Allah bahas kesyirikan kita bahas beberapa poin bentuk-bentuk kesyirikan
ada yang ingat Pak yang sudah kita bahas betul-betul syirikan apa saja
pembahasan dulu rukun iman bentuk syirikan
ada berapa
masalah dukun ya pak ya salah dukun masalah jimat masalah
anggapan sial kalau masih ingat maka di buku ini nanti banyak BAB akan
membahas tentang jenis-jenis kesyirikan satu persatu
maka demikian Pak kalau kita mau mempelajari sesuatu secara komprehensif secara
sempurna kita harus memahami kedua belah Sisinya Pak
jadi misalnya kita mempelajari kebaikan juga harus tahu kejelekan itu seperti
apa supaya semakin sempurna kita [Musik]
baik kita belajar tentang Tauhid juga harus tahu tentang Syirik kita belajar
tentang sunnah juga harus tahu sesuatu yang bertolak belakang tentang dengan sunnah yaitu Bid'ah tahu amal saleh juga
tahu harus bentuk kemaksiatan itu seperti apa supaya kita lebih sempurna
dalam menjalankan sesuatu dan dalam memahami sesuatu
oleh karena itulah di bagian-bagian awal kita akan fokus membahas tauhid esensi
tauhid pentingnya tauhid nanti dimulai pertengahan kita akan mulai membahas satu persatu secara detail bentuk-bentuk
kesyirikan itu seperti apa saja supaya kita bisa lebih waspada tidak terjerumus ke dalamnya
baik langsung saja kita lihat sekarang di halaman kita akan menuju ke pembahasan pertama
kita butuh tauhid secara bahasa berasal dari kata
wahadal Wahana yaitu mengesakan sesuatu
sehingga tauhid secara istilah maaf secara syariat
maksudnya adalah mengesahkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam hal ibadah
mengesakan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam hal ibadah
dan istilah tauhid ini bukanlah istilah belakangan ini bukanlah istilah yang dikenalkan oleh Syekh Muhammad bin Abdul
Wahab istilah tauhid itu sudah ada sejak dulu bahkan Nabi Shallallahu alaihi
wasallam yang menggunakannya
Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan
nabi berpesan kepada Muadz Bin Jabal hendaknya yang pertama kali wahai muais engkau ajarkan kepada mereka agar mereka
itu mau mentauhidkan Allah ketika Muadz Bin Jabal diutus untuk berdakwah Ke
Yaman maka nabi mengajarkan kepada muaz dakwah tauhid yang pertama kali kepada
mereka maka istilah tauhid itu sudah digunakan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam
sejak dulu bahkan para ulama yang mengarang buku
dengan judul kitabu tauhid itu bukan hanya Syekh Muhammad bin Abdul Wahab saja banyak ulama lainnya yang punya
kitabutorhid ada Ibnu khuzaimah juga punya buku judulnya Kita butuh tauhid
ada Ibnu mandah juga punya buku kita butuh tauhid Al Imam Al Bukhari dalam
Shahih Bukhari juga punya bagian sendiri yang berjudul kita butuh tauhid jadi
banyak ulama yang mereka menggunakan istilah tauhid dan menamai buku yang
mereka tulis dengan istilah kita butuh
langsung saja kita lihat sekarang di halaman 8 berbagai ayat yang dibawakan
oleh penulis untuk memulai pembahasan kita tauhid yang pertama penulis membawakan ayat
dari surat az-zariyat ayat 56 firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala
yang artinya Tidaklah aku ciptain aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk
beribadah kepadaku Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia
kecuali untuk beribadah kepadaku
maka Bapak Ibu sekalian ikhwan akhwat
ayat pertama ini yang dibawakan oleh penulis mengingatkan kita semua dan
menyadarkan kita semua tentang tujuan penciptaan kita semua yaitu tidaklah
Kita diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala kecuali untuk menyembah Allah
Kenapa kita ada di dunia Kenapa Allah menciptakan kita di dunia ini menempatkan kita di muka bumi untuk
mewujudkan peribadatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
maka Apa hubungannya ayat ini dengan judul Kita butuh hit
maka hubungannya yang dimaksud dengan ibadah di sana
kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala aku ciptakan jin dan manusia itu Tujuannya adalah untuk beribadah kepadaku
maka yang namanya peribadatan itu baru diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala kalau ibadah tersebut dibangun di atas
tauhid ibadah baru akan diterima oleh Allah
subhanahu wa ta'ala
kalau ibadah dibangun di atas tauhid makanya sebagian ahli tafsir mereka
menafsirkan liya'budun yaitu
Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk mentauhidkanku
beribadah kepadaku maksudnya adalah untuk menjauhidkanku
dan beberapa pelajaran lainnya yang bisa kita ambil dari ayat tadi yang pertama Bapak Ibu sekalian
ayat ini merupakan dalil tentang keberadaan jin
itu ada salah satu makhluk Allah dan hukumnya wajib bagi kita untuk beriman
ada makhluk yang bernama Jin selain manusia
dan kita perhatikan disana kenapa Allah Subhanahu Wa Ta'ala meletakkan Jin sebelum manusia
Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia Allah letakkan Jin pertama baru manusia
apa hikmahnya karena memang yang namanya jin itu lebih dahulu diciptakan
dibandingkan dengan Adam dibandingkan dengan manusia Allah lebih duluan menciptakan jin
dari apa Pak Jin diciptakan Pak dari api apa dari cahaya
malaikat dari cahaya Adapun Jin Allah ciptakan dari api
maka ini pelajaran yang lainnya wajib kita beriman tentang makhluk Allah yang
namanya jin
dan dari ayat ini juga kita bisa ketahui terkait Jin bahwasanya yang namanya Jin
mereka juga punya beban syariat Pak mereka juga wajib beribadah kepada Allah
Subhanahu Wa Ta'ala kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali
untuk beribadah kepadaku artinya Jin juga beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
sehingga mereka nanti semua juga akan dimasukkan ke dalam surga dan juga akan
dimasukkan ke dalam neraka makanya dalam surat ar-rahman ketika
Allah berbicara tentang surga dan dengan berbicara tentang hal-hal yang lainnya
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kalian berdua dustakan Siapa kalian
berdua di sana yaitu jin dan manusia jin dan manusia
Siapa kalian berdua di sana yaitu jin dan manusia jin dan manusia akan
sama-sama dimasukkan ke dalam surga atau dimasukkan ke dalam neraka karena
sama-sama punya beban syariat makanya jin itu ada yang beriman ada
juga Jin yang kafir Pak bahkan sebagaimana manusia manusia
terpecah belah ada sekte-sektenya ada firqohnya demikian juga dengan jin Pak
makanya dalam Surat Jin Allah sebutkan
kata jin dalam surat Al Jin Allah kisahkan perkataan mereka bahwasanya
kami ini ada golongan-golongannya ada sekte-sektenya juga
Makanya diriwayatkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya ada Ulama di masa silam yang bernama dia bercakap-cakap dengan jin
berbincang-bincang dengan jin kata ala Mas
Bagaimana kondisi orang-orang Syiah dari kalangan kalian dari kalangan Jin maka
kata orang J kata kata Jin mereka adalah seburuk-buru golongan kami artinya Jin
pun ada orang syiahnya pak ada ahlussunnahnya ada syiahnya juga karena memang mereka juga bersekte-sekte
ada yang beriman ada juga yang kafir
bapak-bapak yang umroh mesti diajak kalau city tour di Mekkah
yang terakhir yang ditunjukkan ini masjid jin Kenapa disebut masjid Jin karena di
sanalah dulu Nabi SAW berdakwah kepada para jin jin mendengarkan nabi berdakwah lalu mereka masuk Islam
sehingga para nabi mereka juga punya beban punya tanggung jawab untuk
berdakwah kepada Jin sebagaimana Hal tersebut dilakukan juga oleh nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam
namun kembali lagi pelajaran utamanya yaitu bahwasanya tujuan utama kita
adalah untuk beribadah kepada Allah diciptakan di dunia ini dan peribadatan
tersebut baru bisa diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala kalau dibangun di atas tauhid yaitu dengan mengesakan
Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Betapa beruntungnya kita apa Allah berikan petunjuk allah berikan arah
bahwasanya tujuan kita di dunia ini misi utama kita adalah untuk beribadah Pak
bapak ibu yang pernah hidup di lingkungan non muslim Pak
terkadang kita kasihan Pak melihat mereka itu Pak tidak punya tujuan hidup Ya kalau di Indonesia mungkin masih
mending mereka punya praktek agama ya Non muslimnya di Indonesia mereka punya agama
Kalau kita tinggal di luar negeri Pak tinggal di luar negeri orang-orang yang tidak beragama mereka mengaku atheis itu
begitu hampa kehidupan mereka tidak punya tujuan hidup
gaji mereka besar mereka tabung sudah punya tabungan mereka habiskan
untuk liburan untuk foya-foya habis uangnya kerja keras lagi nabung lagi datang masa
liburan mereka habiskan uang mereka untuk foya-foya lagi untuk liburan lagi
demikian berulang setiap tahun Pak tidak punya tujuan hidup tidak punya
kepuasan dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
makanya banyak problem di negara-negara maju itu orang-orang yang mengaku atheis
itu adalah masalahnya itu mental health kesehatan mental hidup mereka itu hampa
Pak penyakit mereka itu bukan lagi penyakit-penyakit fisik ya bukan lagi
isu mereka itu diabetes kolesterol tapi sudah masalah mental ya
nonlines mereka merasa kesepian kesendirian karena memang tidak ada tujuan hidup berbeda dengan kita
orang-orang Islam orang-orang yang dipilih oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk diberikan petunjuk untuk diberikan
Hidayah Allah ajarkan kepada kita bahwasanya tujuan utama kita adalah untuk menyembah Allah subhanahu wa
ta'ala dengan cara mentauhidkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala maka kita bersyukur kepada Allah
Subhanahu Wa Ta'ala atas Hidayah ini atas nikmat tauhid atas nikmat Islam
baik, ayat yang kedua yang dibawakan oleh penulis firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat an-nahl Allah subhanahu wa
ta'ala berfirman
kata Allah subhanahu wa ta'ala yang artinya dan Sesungguhnya kami telah mengutus
rasul pada setiap umat untuk mengajarkan kepada umat-umat tersebut hendaknya
kalian beribadah kepada Allah saja dan hendaknya kalian menjauhi terus
maka ayat kedua ini menjelaskan kepada kita semua tentang alasan kenapa Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengutus para rasul
misi utama yang dibawa seluruh Rasul adalah misi yang sama kalau di ayat yang
pertama tadi kita dijelaskan oleh Allah tentang tujuan penciptaan manusia maka yang kedua ini Allah menjelaskan tentang
misi utama yang dibawa oleh para rasul Kenapa mereka berdakwah Kenapa mereka
diangkat menjadi rasul Tugas apa yang mereka bawa Allah sebutkan
kepada umat mereka hendaknya kalian menyembah Allah semata dan menjauhi
sesembahan-sesembahan selain Allah
kita ulangi lagi pelajaran kita pak pelajaran iman kepada rasul Berapa jumlah Rasul
banyak berapa
313 atau 314 atau 315 ya ada
ada beberapa riwayat yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad sebagian riwayat menyebutkan 313 ada
yang 314 ada yang 315 maka bisa kita bayangkan rasul yang jumlahnya banyak
seperti itu
maka mereka semua punya misi yang sama yaitu untuk mengajarkan tauhid
dari Allah Sebutkan misi mereka adalah untuk mengajarkan kepada umatnya agar
menyembah Allah semata dan menjauhi thohut maka inilah esensi dari tauhid
Pak inilah esensi dari tauhid yaitu menyembah Allah semata dan menjauhi
sesembahan-sesembahan selain Allah maka di sana Allah Subhanahu Wa Ta'ala gunakan istilahnya thohut Apa itu thohut
yaitu sesembahan sesembahan selain Allah ada banyak penafsiran para ulama tentang
makna tauhid salah satu definisi yang mudah yaitu
sesembahan selain Allah itu definisi dari thohut
maka semua Rasul misi mereka semua sama
tujuan utamanya yaitu untuk mengajarkan tauhid kepada umat mereka masing-masing
yang berbeda adalah masalah syariat masalah tauhid usulnya sama yaitu tauhid
pokok ajarannya sama beribadah kepada Allah semata jauhi
kesyirikan yang berbeda itu adalah cara beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala syariatnya tata cara beribadah itu yang
berbeda-beda tata cara salat tata cara puasa tata cara zakat itu yang
berbeda-beda Adapun misi utamanya aqidahnya sama
akidah tauhid makanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam
Mereka bersaudara satu bapak
Adapun Ibu mereka berbeda-beda Bapaknya sama ibunya berbeda
agama seluruh rasul itu sama agama seluruh Rasul dan seluruh Nabi
Semuanya sama apa maksudnya agama yang sama itulah dia agama tauhid
agama yang mengajarkan untuk mengesakan Allah subhanahu wa ta'ala dan menjauhi
sesembahan-sesembahan selain Allah maka dari dua ayat ini kita sudah bisa
mengambil dua pelajaran tentang pentingnya tauhid yang pertama tauhid
adalah tujuan diciptakannya manusia yang kedua tauhid adalah misi yang dibawa
oleh para rasul seluruhnya yaitu tauhid dalam artian beribadah kepada Allah
semata dan menjauhi sesembahan-sesembahan selain Allah
kita lanjutkan sekarang ayat yang ketiga ayat dari surat al-an'am 151 sampai 153
maka sebelum kita baca ayatnya kita tidak membaca seluruhnya karena ayatnya panjang 151 sampai 153 namun perlu kita
ketahui ayat Inilah yang disebut oleh para ulama dengan istilah ayatul Wukuf
atau Al washoya al-ashr ayat yang berbicara tentang 10 hak
Al An'am 151 sampai 153 Allah ada menyebutkan tentang 10 hak yang wajib
kita penuhi atau wasiat yang 10 Allah berwasiat tentang
10 hal maka yang yang punya nama itu dalam
Alquran tidak hanya surat tidak tahu ada surat al-fatihah surat al-baqarah
sebagian ayat di dalam Alquran itu juga punya nama pak
ayat ini disebut sebagai Al washoyah yang 10 jumlahnya
ada yang bisa menyebutkan ayat lainnya yang punya nama punya judul Ayat Kursi jelas
Ayat Kursi berbicara tentang kursi Allah ada lagi yang bisa menyebutkan nama ayat yang lainnya
ada yang disebut oleh para ulama dengan nama ayatus Shahih hayatussaif ayat
pedang ayat pedang itu ada dalam surat at-taubah ayat 5
kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala
dengan ayat pedang karena sangar Pak Apa artinya apabila telah berlalu
bulan-bulan haram maka perangilah orang-orang musyrik itu di mana saja kamu menemui mereka tangkaplah mereka
kepunglah mereka dan awasilah mereka begitu kerasnya
terkait orang-orang musyrik
maka ayat ini disebut oleh para ulama dengan ayat ketika Allah memerintahkan
kaum muslimin ketika itu untuk memerangi orang-orang musyrik menangkap mereka mengepung mereka dan mengawasi mereka
namun pelajarannya sekali lagi ada beberapa ayat di dalam Alquran yang dia punya nama punya judulnya
ayat ini salah satunya ayat yang disebut sebagai ayatul Wukuf Al asyroh atau
kita hanya baca sebagainya saja yang berhubungan dengan pembahasan kita yaitu firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala
memerintahkan kepada nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Katakanlah wahai Muhammad
Marilah aku bacakan kepada kalian apa yang telah diharamkan oleh Tuhan kalian
kepada kalian Nabi Muhammad diperintahkan untuk mengajarkan kepada orang-orang ketika
itu saya mau jelaskan saya mau bacakan kepada kalian apa-apa saja yang
diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala maka lihat apa
larangan yang pertama yang ini menunjukkan tentang pentingnya Hal ini
karena dia yang pertama diletakkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala Apa itu kata
Allah Subhanahu Wa Ta'ala
janganlah kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu
apapun, jangan mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun
maka ini dia wasiat yang pertama ini dia hak yang pertama hak yang paling besar yaitu hak Allah Subhanahu Wa
Ta'ala di antara 10 hak yang lainnya atau diantara 9 hak yang lainnya atau diantara 9 wasiat yang lainnya Allah
letakkan yang pertama allatus janganlah kamu menyekutukan Allah dengan
sesuatu apapun sehingga ini menunjukkan tentang pentingnya tauhid dan tentang
bahayanya menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta'ala
terkait lanjutan ayatnya apa saja 10 hak yang Allah sebutkan di sana 10 wasiat yang Allah sebutkan di sana Silahkan
dibaca sendiri ayatnya yaitu al-an'am 151 sampai 153
baik ayat berikutnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga berfirman
dalam surat al-isra ayat 23 sampai 24
dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah kepada
supaya kamu jangan beribadah kecuali hanya kepada Allah semata dan hendaklah
kamu berbuat baik kepada Ibu Bapakmu dengan sebaik-baiknya
maka di sini pelajaran utamanya Bagaimana Allah mengatakan
Allah telah memerintahkan Allah telah mewajibkan kepada kita semua
agar janganlah kita itu beribadah kecuali kepada Allah saja
jangan beribadah kecuali kepada Allah saja
sehingga dari sini Kita juga bisa mengambil pelajaran Pak kaidah yang sudah sering kita sampaikan yang namanya
ibadah itu pada asalnya hukumnya Terlarang
ibadah itu pada asalnya haram dia baru boleh
kalau ada ayatnya kalau ada hadisnya yang menjelaskan bahwasanya ini ibadah
kalau tidak Kalau tidak ada ayatnya tidak ada hadisnya berarti hukumnya haram mengerjakannya
ini berkebalikan dengan masalah makanan itu pada asalnya halal
kecuali yang diharamkan oleh Allah dan diharamkan oleh rasulnya
Jangan tanyakan mana dalilnya beras itu hukumnya halal
nggak perlu ditanyakan seperti ini pertanyaan yang salah Pak yang ditanyakan adalah mana dalilnya
bahwasanya beras itu haram ada tidak dalilnya yang mengatakan beras itu haram Kalau tidak ada kembali ke hukum asalnya
berarti halal kita tidak perlu cari dalil mana dalilnya beras itu haram
beras itu halal maaf karena pada asalnya semua makanan itu Hanan kecuali yang diharamkan oleh Allah dan
rasulnya artinya yang haram itu sedikit dalam hal makanan Makanya kalau kita
belajar Halal Haram makanan yang kita pelajari yang haram-haram makanan yang haram itu apa saja karena jumlahnya terbatas Adapun makanan yang halal
sisanya jumlahnya sangat banyak dan tak terhingga maka Begitu juga dengan ibadah
apa ya ibadah itu terbatas dalam artinya apa yang
diperintahkan oleh Allah Apa yang diperintahkan oleh Rasulullah
Maka itulah dia ibadah
kalau tidak diperintahkan oleh Allah tidak diperintahkan oleh Rasulullah artinya ini bukan ibadah
karena pada asalnya sekali lagi pada asalnya ibadah itu terlarang dia menjadi
boleh menjadi wajib atau menjadi sunnah ketika ada ayatnya ketika ada hadisnya
makanya Allah katakan di sana janganlah kalian menyembah kecuali
kepada Allah Semata
kemudian disana kita perhatikan bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala menggandengkan antara
hak Allah subhanahu wa ta'ala untuk di tauhidkan dan juga hak orang tua
perlu kita ketahui Bapak Ibu sekalian ikhwan dan akhwat di dalam banyak tempat tidak hanya dalam Alquran tapi juga
dalam hadis Bagaimana hak Allah itu digandengkan dengan hak orang tua tauhidkan Allah
berbakti kepada orang tua ya di bab ini saja ada dua nanti kita baca ayat yang berikutnya Bagaimana setelah Allah
menyebutkan hak Allah setelah itu hak orang tua ini menunjukkan tentang betapa
Agungnya hak orang tua di dalam agama kita ya tentang betapa pentingnya dan
betapa Agungnya hak orang tua di dalam agama kita diantara dosa besar terbesar
setelah kesyirikan adalah dosa durhaka kepada orang tua
di acara dosa besar setelah kesyirikan adalah dosa durhaka kepada orang tua sehingga sekali lagi pak ini diantara
hal yang sangat patut kita syukurkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala kita dipilih menjadi orang Islam kita
diberikan Hidayah oleh Allah subhanahu wa ta'ala diajarkan bahwasanya kita itu harus berbakti kepada orang tua
Sekali lagi saya berikan contoh Pak kalau Bapak Ibu hidup di tengah-tengah
orang-orang yang tidak beragama lebih-lebih tidak beragama Islam Pak
tidak ada adabnya sama sekali dengan orang tua kita yang sudah terbiasa dengan ajaran
islam itu kalau melihat kelakuan mereka tidak masuk di akal kita pak orang-orang kafir itu negara-negara
Barat itu mereka tidak ada beban sama sekali untuk berbuat baik kepada orang tua
lebih-lebih merawat peduli itu tidak ada urusan sama sekali Pak kalau mereka sudah dewasa sudah pisah sama sekali
dengan orang tua tidak peduli saya orang tua makanya diantara beban negara terbesar di negara-negara maju itu
adalah masalah panti-panti jompo orang-orang tua itu kalau sudah tua ndak
ada siapa-siapanya lagi anaknya sudah tidak peduli akhirnya yang mengurus itu adalah negara negara yang terbebani untuk mengurus
orang tua anak mereka tidak ada hubungan sama sekali sudah putus
Maka sekali lagi Kita
patut bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala atas nikmat Islam atas nikmat
tauhid ayat berikutnya yaitu ayat dalam surat an-nisa Allah subhanahu wa ta'ala
berfirman sembahlah Allah semata dan janganlah
kalian itu menyekutukan Allah Maka sekali lagi di sini Allah menyebutkan tentang Tauhid di
mana Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan kita semua untuk beribadah kepada Allah semata dan jangan sampai
kita menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta'ala
ayat yang terakhir yang kita pelajari Pada kesempatan kali ini ayat yang dibacakan oleh Abdullah Ibnu Mas'ud
diriwayatkan bahwasanya Abdullah bin Mas'ud pernah berkata kata Abdullah bin Mas'ud Man aroda ayyun wasiati
Muhammadin Sallallahu Alaihi Wasallam
yang ingin melihat wasiatnya Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang wasiat
itu dicap dengan capnya Nabi di stempel
dengan cincinnya nabi tidak ada wasiat betulan yang tertulis di surat tidak ada tapi ini hanya bahasa kiasan dari
Abdullah bin Mas'ud menunjukkan ini betulan wasiat yang merupakan intisari
dari ajaran Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam
Katakanlah wahai Muhammad datanglah kemari saya akan bacakan kepada kalian
apa yang telah diharamkan oleh Tuhan kalian kepada kalian apa yang Allah haramkan yang pertama kali adalah Allah
janganlah kalian menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta'ala
maka intinya Bapak Ibu sekalian dari berbagai ayat yang sudah kita baca tadi ini semua menunjukkan tentang pentingnya
tauhid bahwasanya tauhid adalah tujuan utama Kita diciptakan tauhid adalah
tujuan utama diutusnya para Rasul dan tauhid adalah hal yang paling utama yang
Allah bicarakan di dalam banyak ayat di dalam Alquran
insya Allah akan kita lanjutkan pada pertemuan berikutnya
lebih kurangnya mohon maaf mudah-mudahan ada manfaatnya Rasulullah
Salamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."