/
1. Pengantar Ilmu Akidah (Kitab Lum'atul I'tiqad)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Lumatul Itiqad - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-6 dalam seri Kitab Lumatul Itiqad yang membahas tentang 1. pengantar ilmu akidah (kitab lum'atul i'tiqad)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah alhamdulillahiabbil alamin asatu wasalamu ala
asursal nabi Muhammadin waibihi
AJ bapak-bapak ibu-ibu ikhwan akhwat para
jemaah sekalian para pemirsa di mana pun anda berada rahimani warahimakumullahu
Jamian kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala kembali kita dipertemukan di majelis ini setiap Ahad
Badal magrib di masjid Baiturrahman setelah pekan sebelumnya
kita libur dan di pertemuan kali ini sebagaimana sudah diumumkan tadi kita akan memulai
pembahasan yang baru sebelumnya kita sudah menamatkan kitab tabsiratul Anam
Bil huq fil Islam kita membahas tentang puluhan hak di dalam Islam satu persatu
kita bahas maka di pertemuan kali ini kita akan berpindah ke buku yang baru
yang akan kita kaji bersama-sama sebuah buku yang berjudul lum'atul
ikkad Apa yang akan kita bahas dalam kitab lumatulkad yaitu kita akan membahas
tentang akidah Apa itu
akidah secara bahasa iktikad atau akidah bermakna
kepercayaan akidah secara bahasa maknanya adalah kepercayaan keyakinan
seseorang dan secara istilah makna akidah yaitu keyakinan
yang kuat yang diyakini oleh seseorang di dalam hatinya keyakinan yang kuat yang
diyakini oleh seseorang di dalam hatinya maka ini yang dimaksud dengan
Akidah sehingga Akidah itu sebenarnya istilahnya sama dengan iman Pak Sebagian
ulama menyebutkan definisi Akidah itu sama dengan iman sebagaimana kita sebutkan saya beriman artinya saya
percaya saya berkeyakinan maka dimulai malam hari ini
kita akan membahas tentang akidah dan tentu ilmu tentang akidah
adalah ilmu yang sangat penting Bapak Ibu sekalian ikhwan dan akhwat rahimani warahimakumullahu Jamian makanya para
ulama menyebut ilmu Akidah itu dengan ilmu usul ilmu inti
Pak akidah disebut dengan ilmu Ushul ilmu yang inti fikih itu disebut dengan
furu cabang ya fikih disebut dengan ilmu furu
kalau dibandingkan dengan Akidah maka Apa pentingnya bagi kita
untuk mempelajari akidah saya sampaikan satu sudut pandang
saja Pak sebagai pengantar kita untuk memotivasi kita supaya kita bersemangat
untuk mempelajari akidah supaya kita tetap termotivasi untuk hadir di majelis ini selama
beberapa pertemuan ke depan tentang pentingnya belajar akidah maka
Akidah itu ibarat pondasi dari sebuah bangunan atau ibarat akidah Maaf ibarat
akar dari sebuah pohon Allah sampaikan terkait hal ini
dalam Surah Ibrahim ayat 24
Allah subhanahu wa taala berfirman alam kaiaallahu matalan Kalimatan
thaibatanajaratin thaibatin asluhaitun wauha
fama Surah Ibrahim ayat 24 kata Allah subhanahu wa taala
Tidakkah engkau melihat Bagaimana Allah itu memberikan permisalan tentang
kalimat thayibah Apa itu kalimat thayibah yaitu
Iman kata para ahli tafsir maksud kalimat thayibah itu adalah Iman maka
Allah memberikan permisalan untuk iman itu kasajaratin thtin seperti sebuah
pohon yang baik ibarat iman itu seperti pohon yang baik seperti apa dia
asluhaitun akarnya menancap kokoh di dalam
tanah dan cabangnya ranting-rantingnya menjulang tinggi ke
arah langit maka ini permisalan
iman yang mana yang Iman yaitu akar yang mengokoh di bawah tanah menancap kokoh
di bawah tanah maka ini ibarat Iman Pak Adapun far fama cabangnya yang
meninggi ke arah Langit Itu adalah
amal maka yang namanya Amal itu Pak ditopang oleh
iman yang namanya Amal itu ditopang oleh iman ibarat pohon sebagai satu kesatuan
pohon Islam landasannya yang membuat pohon itu
berdiri adalah iman dan amal dibangun di atas Akar tersebut ranting dibangun di
atas akar sehingga dari sini kita bisa
menyimpulkan semakin kuat akar maka akan
semakin tinggi ranting itu menjulang semakin kuat akar maka ranting
akan semakin tinggi menjulang maka demikian juga di dalam
kita beramal Pak seseorang ketika amal Maaf ketika
Iman dia sudah kuat menancap dengan kokoh maka amal yang akan dibangun
olehnya adalah amal yang menjulang
tinggi Tidakkah Kita Renungkan hal tersebut Bapak Ibu sekalian dari
Bagaimana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan Islam kepada para sahabat
Pak pendidikan Islam yang sempurna itu adalah pendidikan yang disampaikan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi
Wasallam kita lihat Bagaimana Nabi mendidik para sahabat mendidik kaum muslimin ketika
itu nabi berdakwah 13 tahun di Kota Mekah Bapak
Ibu sekalian perlu kita ketahui fokus dakwah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
di Kota Mekah selama 13 tahun adalah berdakwah tentang
iman membenarkan keyakinan terlebih dahulu menancapkan iman yang benar di
dalam hati-hati kaum muslimin ini konsentrasi perama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam selama 13
tahun Makanya kalau kita lihat Pak sejarahnya sebut saja rukun iman
misalnya Maaf rukun Islam satu persatu kita lihat rukun Islam itu
salat salat memang sudah diwajibkan sejak awal Islam sejak fase Makkah
memang sudah diwajibkan namun perlu kita ketahui Bapak Ibu sekalian awalnya salat
itu ringan baru Allah tambah kewajiban salat itu ketika sudah di fase
Madinah Ketika Nabi sudah berhijrah kota Madinah baru salat itu diubah oleh Allah subhanahu wa taala syariatnya yaitu di
antaranya Allah ubah dengan menambah jumlah rakaat awalnya di fase Mekah
salat itu semuanya dua rakaat Pak semua salat setelah pindah ke kota Madinah
para kaum muslimin setelah berhijrah baru Allah tambah jumlah rakaatnya
termasuk juga perubahan dalam hal salat Allah ubah arah kiblat Kenapa
demikian Allah ingin iman itu menancap kokoh terlebih dahulu di hati-hati orang
yang beriman yang pertama rukun Iman rukun Islam yang
kedua rukun Islam yang berikutnya zakat zakat baru diwajibkan oleh Allah
subhanahu wa taala pada tahun 3 Hijriah 3 tahun di Madinah
baru wajib zakat puasa bulan Ramadan Baru
diwajibkan oleh Allah subhanahu wa taala pada tahun 2 Hijriah Haji baru diwajibkan oleh Allah
subhanahu wa taala dalam pendapat yang lebih kuat pada tahun 9 Hijriah berhijab bagi wanita bagi kaum
muslimin bagi kaum muslimat baru diwajibkan oleh Allah Subhanahu taala setelah turunnya al-ahzab ya saya tidak
ingat tahun pastinya namun al-ahzab ini termasuk surat Madaniah Allah turunkan di kota Madinah
di fase Madinah baru wajib kaum muslimat menggunakan hijab dan syariat-syariat
yang lainnya amalan-amalan yang lainnya begitu banyak Allah wajibkan setelah
kaum muslimin berada di kota Madinah sehingga apa pelajarannya dari
hal tersebut sekali lagi lagi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika di
fase Mekah 13 tahun pertama fokus dakwah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah
menancapkan keimanan yang benar akidah yang benar Seperti apa sehingga ketika
sudah kuat keimanan itu barulah Allah secara bertahap mensyariatkan berbagai
amal karena tadi prinsipnya Akidah itu adalah dasar pondasi akar yang menancap
di dalam tanah sehingga kita lihat hasil didikan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya para
sahabat itu betul-betul ketaatan itu sempurna Pak begitu Nabi Sallallahu
Alaihi Wasallam mewajibkan sesuatu mengharamkan sesuatu langsung taat ya kita lihat contohnya juga dalam
masalah khamar khamar baru diwajibkan di kota
Madinah Pak di Makkah Allah belum mengharamkan Maaf di di Mekah Allah belum
mengharamkan masalah khamar baru diharamkan di fasa Madinah lihat bagaimana dampaknya Ketika
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sudah menancapkan keimanan terlebih dahulu kepada para sahabat ketika Allah
kemudian mengharamkan khamar serta-merta para sahabat dengan mudahnya mereka
menumpahkan khamar itu Pak sampai jalanan kota Madinah becek oleh
khamar padahal itu sudah mendarah Daging sudah menjadi kebudayaan mereka Pak
khamar itu bagi orang-orang Arab itu seperti teh bagi kita pak ya kalau ada tamu datang yang disajikan teh sore hari
pagi hari yang diminum teh maka seperti itu juga dengan khamer bagi masyarakat
Arab ketika itu namun lihat bagaimana ketika keimanan itu sudah menancap mudah bagi mereka untuk
mencampakkan khamar itu maka demikian juga
pak Bagaimana kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
itu begitu mudahnya untuk
menaklukkan berbagai kota mengalahkan berbagai pasukan nabi dan para sahabat
beliau ya para sahabat dulu diajak berperang ke sana kemari ayo
Siap tangguh mental mereka karena memang iman mereka sudah
ditancapkan dengan kokoh oleh nabi kita Muhammad sallallahu wasallam Oleh karena
itu juga Pak perlh kita ketahui Nur Nurdin
zangki lalu dilanjutkan oleh Salahuddin alayyubi mereka berdua inilah yang
berjasa dalam menaklukkan Baitul Maqdis mereka di dalam menaklukkan
Baitul Maqdis dan di dalam ke berhasilan mereka memenangi berbagai peperangan pak perlu diketahui
Nurdin zangki dan Salahuddin al-ayyubi di antara karakter yang paling menonjol dalam kepemimpinan mereka Kenapa mereka
begitu harumnya nama mereka dalam sejarah Islam Karena Mereka berdua adalah pemimpin yang sangat perhatian
dengan pendidikan akidah mereka bersihkan terlebih dahulu kepercayaan kaum muslimin dari berbagai
kesyirikan dari berbagai khurafat pasukan kaum muslimin itu menurut ut
pandang mereka nurdun zangki dan juga salhuddin al-ayyubi ini pasukan kaum muslimin itu imannya harus benar
akidahnya harus murni terbih dahulu Jangan sampai ada yang memiliki
penyimpangan lebih-lebih yang mereka waktu itu sangat tegas adalah jangan sampai ada pasukan kaum muslimin ini
yang terpengaruh dengan pemahaman Syiah mereka bersihkan terlebih dahulu
akidah setelah mereka tarbiah dengan pendidikan Iman pendidikan akidah barulah dia membawa pasukan ini untuk
menaklukkan dan berhasil menaklukkan berbagai daerah mengalahkan orang-orang
kafir sehingga demikian Pak Sekali lagi tentang pentingnya pelajaran kita
mengenai akidah sehingga ini juga pada tataran
praktis kita di zaman sekarang Bapak Ibu sekalian barangkali bapak ibu ada yang bertanya
saya ini kok dari dulu rasa-rasanya amal Saya tidak bertambah amal sejak muda
Sampai tua kok rasa-rasanya seperti seperti itu seperti itu saja tidak ada
peningkatan dalam hal amal maka salah satu jawabannya yang patut kita curigai Bapak Ibu sekalian
jangan-jangan akarnya tadi yang belum kuat Pak akidahnya ini yang belum tertancap
secara kuat sebelum belum tertancap secara kokoh makanya tidak bisa bertambah
tinggi ranting-ranting amal tadi Pak sehingga kalau demikian
kondisinya harus bersabar untuk mempelajari
akidah dan mayoritas pelajaran kita tentang akidah Bapak Ibu sekalian saya sampaikan di awal Pak saya sampaikan di
awal pelajaran akidah itu adalah pelajaran tentang keimanan keyakinan
bahasa sebagian orang itu abstrak Pak Ya saya baru mengisi tentang akidah
beberapa pekan yang lalu Pak oleh panitia dipesani disampaikan
pesan Ustaz kalau bisa setiap pertemuan kita membahas akidah ada poin-poin
amalan ada poin-poin Amaliah Ustaz karena Kami merasa pelajaran akidah ini sesuatu yang abstrak bagi kami Ustaz
sesuatu yang abstrak mohon ada poin-poin Amaliah yang bisa kami ambil dari setiap pertemuan demikian komentar sebagian
jemaah maka Bapak Ibu sekalian perlu diketahui memang mayoritas pembahasan
kita terkait akidah ini adalah sesuatu yang abstrak Pak nanti kita akan membahas tentang keyakinan kita terhadap
nama-nama Allah sifat-sifat Allah keyakinan kita terhadap para malaikat keyakinan kita terhadap para sahabat
nabi bagaimana kita memandang para sahabat nabi dan seterusnya ini sesuatu
yang abstrak memang tempatnya adalah keyakinan dalam hati kita namun ketahuilah Bapak Ibu sekalian ini
merupakan pondasi bagi kita untuk beramal ini pondasi bagi kita untuk
beramal sehingga Bersabarlah untuk mempelajari akidah kita sedang
menguatkan pondasi kita kemudian kita akan berpindah ke
buku ini secara singkat kita kita akan bahas tentang lumatulqad secara bahasa Makna lum'ah
adalah pancaran ya sesuatu yang bercahaya sesuatu yang memancar cahayanya maka dalam bahasa Arab disebut
sebagai lum'ah ikkad yaitu maknanya sama dengan Akidah yaitu kepercayaan sehingga
lumatulqad yaitu pancaran akidah ya pancaran
akidah buku ini ditulis oleh Ibnu
maka disebut sebagai almaqdisi atau Sebelumnya saya bacakan tentang biografi Ibnu qudamah
almaqdisi secara ringkas Ibnu qudamah almaqdisi lahir pada bulan syakban tahun
541 Hijriah jadi ulama yang hidup sekitar
900 tahun yang lalu Pak ini buku sudah Sudah ditulis sekitar 900 tahun yang
lalu oleh Ibnu qudamah al-maqdisi Kenapa disebut sebagai
almaqdisi gelar beliau almaqdisi karena nisbah kepada Baitul Maqdis ya nisbah
kepada Baitul Maqdis Ibnu qudamah al-maqdisi adalah ulama besar di zaman
dulu beliau punya banyak karya baik dalam bidang akidah lebih-lebih dalam
bidang hadis dan bidang fikih kalau ikhwan dan akhwat sekalian pernah
mendengar kitab almugni almugni ini kitab tingkat tinggi dalam Bab fikih ya
dalam pelajaran fikih pelajaran paling tinggi itu Perbandingan antar mazhab
kalau kita mau belajar Perbandingan antar mazhab biasanya mempelajarinya kitab almugni karyanya Ibnu qudamah
almaqdisi ya dan beliau eh sepupu dengan Abdul Gani almaqdisi
sama-sama ulama hidup se zaman dan mereka dulu belajarnya bersama-sama
melakukan rihlah thbil Ilmi secara bersama-sama Ibnu qudamah dan juga Abdul
Ghani almaqdisi kalau Abdul Ghani almaqdisi penulis umdatul Ahkam penulis
Kitab alqad altisad filqad ya sama-sama ulama dan Mereka
bersaudara sama-sama ee sepupu ya satu satu kakek mereka maka kita akan mempelajari kitab
ini yaitu kitab itikad yang ditulis oleh Ibnu qudamah
al-maqdisi secara umum kita lihat di daftar isi bagi yang memegang bukunya kita akan bacakan secara umum apa yang
akan kita pelajari selama beberapa pertemuan ke depan yang pertama nanti kita akan mempelajari
tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah bagaimana akidah yang benar terkait
nama-nama dan sifat-sifat Allah kemudian kita akan melihat
nanti keyakinan kita terkait Apakah kaum mukminin akan
melihat Allah subhanahu wa taala ataukah tidak di hari kiamat nanti kemudian kita
akan membahas masalah takdir akan membahas tentang hakikat Iman akan
membahas tentang berbagai kabar yang disampaikan oleh Rasulullah sallu Wasallam akan membahas tentang kedudukan
para sahabat lalu akan membahas tentangonis surga daneraka
dan juga akan membahas mengenai ketaatan kepada Ulil Amri yang ini merupakan di
antara pokok-pokok keyakinan ahlusunah Wal Jamaah itu dia secara umum garis besar
Apa yang akan kita pelajari pada pertemuan-pertemuan berikutnya dengan
kita mengharapkan pertolongan dari allah subhanahu wa taala baik langsung saja kita menuju apa
yang disampaikan oleh penulis yaitu Ibnu qudamah al-maqdisi rahimahullahu taala
bagi yang memegang buku panduannya kita akan menuju ke halaman 9 kita akan membaca mukadimah yaitu kata pengantar
yang disampaikan oleh Ibnu qudamah al-maqdisi Ibnu qudamah al-maqdisi
memulai buku beliau dengan menuliskan
Bismillahirrahmanirrahim maka Bapak Ibu sekalian ikhwan dan akhwat perlu kita ketahui ini di antara
adab dalam menulis kita kalau menulis sesuatu
menulis sebuah karya menulis surat menulis buku menulis
pesan dianjurkan untuk memulai dengan
Bismillahirrahmanirrahim kita melakukan hal yang demikian Dalam rangka mencontoh
apa yang Allah lakukan di dalam al-qur'an dan juga apa yang dilakukan
oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Allah subhanahu wa taala
Memulai al-qur'an Dengan Bismillahirrahmanirrahim demikian juga
kebiasaan nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam beliau dalam menulis surat selalu dimulai dengan
Bismillahirrahmanirrahim surat-surat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kalau kita mau telusuri di zaman ini masih
bisa kita lihat disimpan di sebagian museum karena Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam dulu dalam banyak kesempatan beliau berkirim surat kepada para raja
sehingga karena ini konteksnya adalah kerajaan orang-orang kaya orang-orang
terpandang biasa misanya pengarsipan di kerajaan Itu rapi makanya surat-surat
Nabi di sebagian kerajaan itu masih disimpan diriwayatkan turuntemurun
sehingga masih ada di sebagian museum namun perlu kita ketahui surat yang
dituliskan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu bukan surat yang beliau tulis dengan tangan Beliau sendiri Nabi
Sallallahu Alaihi Wasallam adalah nabi yang ummi Apa itu nabi yang ummi nabi yang tidak bisa membaca dan nabi yang
tidak bisa menulis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak bisa menulis sehingga apa yang beliau lakukan beliau
selalu mendiktekan mendikteakan apa yang beliau sampaikan lalu ditulis oleh sebagian
sahabat sehingga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam punya para kutab yaitu para
penulis di antara penulis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah Ali bin Abi Thalib di antara penulis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah
muawiyah bin Abi Sufyan dan yang lain-lainnya
maka dianjurkan untuk kita menulis dimulai dengan basmalah sehingga ada
istilah Basmalah ada istilah tasmiah ya Pak ya kalau Basmalah
Bismillahirrahmanirrahim kalau tasmiah Apa Pak tasmiah itu adalah bismillah saja ya
Sehingga ini kita perlu sensitif Pak ya kita perlu lebih perhatian untuk amal
ini yang dibaca bismillah atau tasmiah untuk amal-amal tertentu karena dalam banyak kesempatan kita dianjurkan
untuk membaca tasmiah dalam beberapa kesempatan dianjurkan untuk membaca basmalah ini hukumnya berbeda Pak hukum
Basmalah dan hukum tasmiah itu berbeda Kalau menulis surat menulis pengumuman
menulis buku dianjurkan adalah Basmalah
bismillahirrahmanirahim namun untuk beberapa
amal semacam berwudu semacam mau
makan ya maka yang dianjurkan adalah
tasmiah cukup bismillah saja Pak cukup bismillah ya Meskipun di sana ada
perbedaan pendapat di kalangan ulama Sebagian ulama membahas boleh tidak
kalau makan itu kita lengkapkan Bismillahirrahmanirrahim Sebagian ulama mengatakan ini yang dianjurkan versi
lebih lengkap tapi seb ulama mengatakan tidak cukup bismillah saja
ya namun poinnya yang ingin saya sampaikan adalah hendaknya kita lebih sensitif amal-amal tertentu ini
bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim karena dia hukumnya berbeda baik kata Ibnu quramah almaqdisi
setelah beliau mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kata beliau alhamdulillahil Mahmud bikulli lisan
segala puji bagi Allah yang Maha terpuji lewat setiap
lisan maka pelajaran berikutnya yang bisa kita ambil ini juga kebiasaan para ulama yang ini juga mencontoh al-qur'an
dan mencontoh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu kebiasaan para ulama Kalau menulis
sesuatu kalau membuka majelis kalau mengumumkan sesuatu dimulai dengan
Bismillahirrahmanirrahim lalu memuji Allah demikian Pak kita kalau membuka
majelis mengumumkan sesuatu menulis surat hendaknya setelah kita mengucapkan
Bismillahirrahmanirrahim kita mulai dengan puji-pujian kepada Allah subhanahu wa
taala sehingga segala puji bagi Allah yang Maha terpuji lewat setiap lisan Al
ma'bud Fi kulli zaman yang disembah di setiap waktu sehingga Allah subhanahu wa
taala itu disembah di setiap waktu Pak tidak mengenal musim tidak mengenal
bulan betapa ada sebagian orang yang mereka hanya menyembah Allah subhanahu wa taala
di bulan Ramadan selesai Ramadan mereka tinggalkan peribadatan kepada Allah
subhanahu wa taala bahkan kata Sebagian ulama seakan akan Tuhan yang mereka
sembah itu berbeda antara yang mereka sembah di bulan Ramadan dengan di luar bulan
Ramadan Allah subhanahu wa taala adalah sesembahan yang disembah di setiap zaman
di setiap waktu
makan yang tidak ada tempat manapun yang bebas dari ilmu Allah subhanahu wa taala
maka ilmu Allah mencakup setiap tempat
W Allah subhanahu wa taala tidak disibukkan oleh urusan demi
urusan maksudnya tidak kemudian Allah sibuk
mengurusi satu urusan Lalu Allah terlalaikan dari urusan yang lainnya ini
bukan karakter Allah subhanahu wa taala bukan sifat Allah subhanahu wa taala ya tidak seperti kita
pak kita kalau hadir di majelis ilmu ini tentu ada pekerjaan yang lain yang kita
tinggalkan ya ada pekerjaan lain yang kita tinggalkan Adapun Allah subhanahu
wa taala tidak demikian Allah ketika sibuk memberikan rezeki kepada para hambanya Allah tidak lalai dari
urusan-urusan yang lainnya Allah tidak lalai dari menyembuhkan
hamba-hambanya yang sakit Allah tidak lalai dari mematikan hamba-hambanya yang memang telah datang ajalnya meskipun
pada kesempatan yang lainnya Allah subhanahu wa taala sibuk dalam hal memberikan rezeki kepada
hamba-hambanya makanya Bapak Ibu sekalian pendapat yang lebih kuat
malaikat maut itu hanya satu pak malaikat maut itu hanya
satu ya malaikat maut itu tidak banyak tapi
dia hanya satu dan kita menyaksikan orang yang
mati dalam satu waktu itu sangat besar peluangnya ada banyak ya Ada banyak
orang yang mati dalam satu waktu lalu Bagaimana caranya malaikat mautnya hanya
satu lalu mencabut nyawa yang begitu banyak
maka tidak ada yang sulit bagi Allah subhanahu wa taala sebagaimana tadi disebutkan oleh Ibnu qudamah almaqdisi
laun Allah itu kalau mengurusi satu hal tidak terlalaikan dari mengurusi hal
yang lain sehingga Allah Maha Kuasa untuk memberikan kemampuan kepada malaikat maut untuk mencabut nyawa
hamba-hambanya dalam satu waktu secara bersamaan meskipun malaikat maut itu
hanya satu ini contohnya Allah tidak terlalaikan dari urusan yang lainnya
ketika Allah mengurusi urusan-urusan yang
lain kulla yaumin Hua Fi syaan kata Allah subhanahu wa taala dalam surat Arrahman Allah itu setiap hari berada
dalam kesibukan Pak Allah itu setiap hari berada dalam kesibukan sibuk
mengurusi hamba-hambanya mencabut nyawa hambanya memberikan rezeki
hamba-hambanya memudahkan urusan hamba-hambanya dan seterusnya kemudian J jalail asbahi
walad Allah subhanahu wa taala itu Maha Tinggi dari segala bentuk keserupaan dan
Maha Tinggi dari segala bentuk
tandinganti a Allah subhanahu wa taala tersucikan dari istri dan juga
tersucikan dari anak Allah maha suci dari istri maha suci dari anak tidak
memiliki istri tidak memiliki anak lam yalid walam yulad Allah tidak
melahirkan dan tidak juga
dilahirkan sehingga Allah sama sekali tidak punya
anak pak ya tidak seperti klaimnya orang-orang
Nasrani orang-orang Nasrani mengatakan Allah punya anak yaitu
siapa Isa Isa bnullah kata mereka Isa adalah
anak Allah tidak juga seperti orang-orang Yahudi yang mengatakan siapa Anak Allah kata orang-orang Yahudi
uzair uzair ibnullah kata orang-orang yahud tidak juga seperti orang-orang Quraisy
kafir Quraisy yang mengatakan para malaikat adalah anak-anak perempuan
Allah Abu Bakar pernah bertanya kepada orang-orang kafir Quraisy kata Abu Bakar
kalau kalian mengatakan malaikat adalah anak-anak perempuan Allah siapa ibunya
kata Abu Bakar maka maha suci Allah dari apa yang mereka katakan kata orang-orang
kafir Quraisy ibu-ibunya malaikat itu adalah para
Jin jin-jin terpilih adalah ibunya para malaikat ini perkataan orang-orang kafir
Quraisy yang diriwayatkan oleh Ibnu Katsir di dalam tafsir
Asa subhanallahiun maha suci Allah dari apa
yang mereka ucapkan tersebut Allah sama sekali tidak memiliki anak dan Allah
tidak pula diperanakan kemudian kata Ibnu qudamah
almaqdisi WF hukmuiil Ibad hukum Allah subhanahu wa taala
berlaku kepada seluruh hamba la
tumulul bfkir Allah subhanahu wa taala itu tidak
bisa digambarkan dengan akal pikiran kita wu
wi dan juga hati kita tidak bisa membayangkan dengan
khayalan sehingga seberapapun Bapak Ibu sekalian kita berupaya membayangkan
Allah subhanahu wa taala tidak akan sampai dan tidak akan
benar apapun yang terbesit Pak Bagaimanapun kita terbesit di benak kita
di hati kita di pikiran kita tentang Allah subhanahu wa taala itu semua pasti
salah dan kita semua tidak mungkin melihat Allah subhanahu wa taala di dunia ini tidak mungkin melihat dengan
mata tidak mungkin juga melihat dengan hati dengan pikiran tidak mungkin kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
ahadahu Hatta yamuta dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim kata
Nabi Sallallahu alaii wasallam salah seorang Di Antara Kalian sekali-kali tidak akan mungkin melihat rabnya
sampai dia mati kita baru melihat Allah subhanahu
wa taala nanti di negeri akhirat di negeri akhirat kita baru akan berjumpa
melihat Allah subhanahu wa taala Adapun di dunia tidak mungkin melihat dengan mata tidak mungkin juga melihat dengan
hati oleh karena itulah pendapat yang lebih kuat Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam ketika Isra Mikraj nabi pun pun tidak melihat Allah subhanahu wa taala
ya nabi pun tidak melihat Allah subhanahu wa taala kemudian kita tutup pertemuan ini dengan firman Allah
subhanahu wa taala di halaman 10 kata Allah subhanahu wa taala Lais kamliiiun
wahu samiul Basir tidak ada yang serupa dengan Allah dan dia maha mendengar lagi
maha melihat demikian kita cukupkan pembahasan kita pada pertemuan yang
pertama ini Insyaallah akan kita lanjutkan pada pertemuan berikutnya mudah-mudahan ada manfaatnya wasah ala
Nabina Muhammad waa alihibihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika asadu Alla
ilahailla Anta astagfiruka wubualamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
wasallallahu ala Nabina Muhammad wa
ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa
atubu ilaik su asalamualaikum warahmatullahi mwabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."