/
Ketinggian Allah (Kitab Lum'atul I'tiqad)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Lumatul Itiqad - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-4 dalam seri Kitab Lumatul Itiqad yang membahas tentang ketinggian allah (kitab lum'atul i'tiqad)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaikalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillahiabbil alamin wasatu
wasalamu ala asrofiliya wal mursalin nabi
muhamm
allahummaimna ma w Bima alamtana waidna
Ilma bapak-bapak ibu-ibu ikhwan dan akhwat para jemaah dan para pemirsa di
mana pun anda berada rahimani waahimakumullahu Jamian kita bersyukur
kepada Allah subhanahu wa taala atas berbagai nikmat yang Allah berikan kepada kita yang salah satunya pada
malam hari ini kita kembali diizinkan untuk bisa bertemu bersama-sama kita Insyaallah melanjutkan mempelajari kitab
lumatul tiqad karya Ibnu qudamah al-maqdisi rahimahullahu taala kita
masih di dalam pembahasan yang sama yaitu pembahasan mengenai di mana Allah
subhanahu wa taala maka kita lanjutkan pada malam
hari ini Bapak Ibu sekalian langsung saja kita akan membahas tentang Salah satu sifat Allah subhanahu wa
taala yaitu Al sifat Allah subhanahu wa
taala yaitu Allah zat yang Maha
Tinggi di anara nama Allah subhanahu wa taala adalah Ala itulah yang kita baca dalam sujud
kita subhanal maha suci Tuhanku Yang Maha
tinggi ya maha suci Rabb yang Maha Tinggi maka di antara nama Allah
subhanahu wa taala adalah ala'la dan di antara sifat Allah subhanahu wa taala yaitu al-ulu Apa itu al-ulu yaitu tinggi
tinggi di sana terbagi menjadi dua yaitu tinggi sifatnya dalam artian sifat-sifat
Allah subhanahu wa taala dan nama-nama Allah subhanahu wa taala adalah nama-nama dan sifat-sifat yang Maha
Tinggi dalam artian sempurna Ya dia memiliki Allah subhanahu
wa taala memiliki sifat-sifat yang tinggi uluus sifah secara sifat tinggi
lalu yang kedua yaitu uluuz zat secara zat zat Allah subhanahu wa taala juga
berada di ketinggian yaitu di atas langit yang Keu bersemayam atau
beristiwa di atas Arsy maka ini ini dia Bapak Ibu sekalian keyakinan yang benar keyakinan ahlusunah
Wal Jamaah Allah tinggi sifatnya dan juga Allah tinggi
zatnya sudah kita singgung beberapa kali sebagian saudara-saudara kita menolak
Allah subhanahu wa taala itu maha tinggi tinggi secara zat mereka menafsirkan
ayat-ayat yang menyebutkan Allah Maha Tinggi kata mereka maksudnya tinggi di sana adalah tinggi sifat-sifat Allah
subhanahu wa taala tinggi dalam artian sempurna terbebas dari cacat terlebebas dari berbagai
kekurangan ini kita menerimanya benar namun secara zat Allah subhanahu wa
taala juga tinggi tinggi zatnya dan juga tinggi sifatnya itulah yang akan kita
lihat sebagian dalilnya pada pertemuan kali
ini kita akan membaca di sana ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al Imam Abu
Daud rahimahullahu taala dalam kitab sunannya bahwasanya Nabi Sallallahu was
bersabda di halaman 32 silakan disimak nabi bersabda
inahhahu baik kita baca
terjemahnya di Sun bahwa nabiuaii
wasnya antara langit hingga langit berikutnya adalah Sekian dan sekian
hingga disebutkan di atasnya ada Arsy dan Allah subhanahu wa taala di atas itu
hadis riwayat Abu Daud nomor 4723 maka ini dia hadis yang
diriwayatkan oleh Al Imam Abu Daud Abu Imam Abu Daud rahimahullahu taala dalam
kitab sunannya dalam Sunan Abu Daud di sana disebutkan sebuah hadis yang
bersumber dari sahabat Abdullah bin Mas'ud
ya hadis ini bersumber dari Abdullah bin Mas'ud di sana disebutkan bahwasanya
Jarak antara satu langit dengan langit yang lainnya itu sepanjang 500 tahun
perjalanan sejauh 500 tahun perjalanan disebutkan demikian jarak
antara langit lalu sampai pada bagian hadis bagian akhir Hadis disebutkan di
atas langit yang tujuh tersebut ada Arsy di atas langit yang ketujuh ada Arsy dan
Allah subhanahu wa taala berada di atas tersebut di berada di
atasa berada di atas itu itu di situ kembali kepada ars Jadi maksudnya Allah
berada di atas ars maka di sini ikhwan dan akhwat
sekalian rahimani warahim jel dikatakan
bahwanya secara zat berada di atas ketinggian Allah secara zat berada di
atas ketinggian Arsy berada di atas langit ketujuh Lalu Allah subhanahu wa
taala berada di atas arasy hadis ini sebenarnya kalau
dikatakan sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ini bukan hadis yang sahih ya
kalau dikatakan ini sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bukanlah hadis yang sahih yang sahih adalah hadis
ini merupakan kan hadis maukuf Apa itu hadis maukuf maukuf adalah hadis yang
sampai kepada para sahabat terhenti pada para sahabat jadi ini
perkataan Abdullah bin Mas'ud Sebenarnya ya perkataan Abdullah bin Mas'ud kalau ini dikatakan sebagai perkataan Abdullah
bin Mas'ud maka hadisnya sahih namun kalau dikatakan sebagai sabda Nabi hadisnya tidak sahih ya hadis ini adalah
hadis maukuf perkataan Abdullah bin Mas'ud namun sedikit faedah tambahan ikhwan dan
akhwat sekalian rahimani warahimakumullahu Jamian hadis maukuf itu kalau berbicara
tentang akidah berbicara tentang perkara-perkara yang gaib maka
istilahnya para ulama dia marfu hukmi Apa itu marfu hukmi teranggap hadis ini
sebagai sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam secara hukum sama dengan sabda
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam secara hukum ya memang yang mengatakan adalah sahabat namun hukumnya sama seperti
sabda Nabi kenapa Karena di antara kaidah kita dan
akidah kita ya kaidah dalam ilmu Hadis dan di antara akidah kita ahlusunah Wal Jamaah para sahabat mereka adalah
orang-orang yang adil dan tidak mungkin mereka berdusta dalam hal periwayatan
hadis sehingga ketika ada para sahabat yang mereka mengatakan jarak antara Langit Itu 500 tahun perjalanan ini
perkara yang gaib Pak perkara yang gaib tidak mungkin para sahabat itu mereka
mengada-ngada berpendapat dalam perkara-perkara gaib seperti ini tidak mungkin tidak mungkin mereka berani
menyebutkan jarak antara langit yang satu dengan yangit yang lainnya sejarak 500 tahun perjalanan tidak mungkin
mereka berani berpendapat dan mengada-ngada mereka mengatakan seperti itu pasti mereka pernah mendengar
langsung dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sehingga meskipun hadis ini adalah perkataan Abdullah bin
Mas'ud namun secara hukum hadis ini tetaplah hadis nabi kita Muhammad
Sallallahu Alaihi
Wasallam kemudian kita baca keterangan yang lainnya dari Ibnu qudamah di sana
saya bacakan Arabnya nanti kita baca terjemahnya kata ibnudamah
[Tepuk tangan]
baik ini sudah berulang-ulang kita bahas pada pertemuan-pertemuan sebelumnya prinsip kita dalam kita mengimani
tentang sifat-sifat Allah subhanahu wa taala termasuk tentang sifat istiwa
termasuk tentang sifat Allah Allah tinggi maka di sana diulangi lagi oleh
Ibnu qudamah kita tidak mempertentangkannya kita tidak menolaknya lalu kita juga tidak
mentakwilnya kita tidak menyerupakan Allah dan tidak memisalkan Allah dengan
makhlukmakhluknya tidak ada yang serupa satuun dengan Allah subhanahu wa taala ya ini sudah jelas Sudah beberapa kali
kita bahas pada pertemuan-pertemuan yang berikutnya lalu di sini kemudian Ibnu qudamah membawakan tentang
asar atau riwayat yang sudah kita pernah sampaikan juga bagaimana Imam Malik
ketika beliau ditanya oleh salah seorang yang hadir di elis beliau tentang
istiwanya Allah subhanahu wa taala maka kita baca terlebih
dahulu Bagaimana respon Imam Malik ketika ada orang yang bertanya tentang
bagaimana bentuk istiwa Allah di atas ars nanti akan kita ambil banyak pelajaran dari riwayat Berikut kita baca
terjemahnya imam Malik bin Anas rahimahah W
AB sem di at Ar Bagaimana hikat bersemam jawabnya iswa telah dimakli hikatnya
diketu mengya W
danynyaidud Dikan agar lelaki itu diusir baik Bapak Ibu
sekanah riwayat yang terakhir yang di
iahwa Allah dan taala adalah riwayat dari Imam Malik
riwayat yang sangat terkenal yang statusnya adalah riwayat yang
sahih hadis ini berasal dari atau riwayat ini berasal dari Imam Malik salah satu Imam empat mazhab yaitu imam
yang bernama lengkap Malik bin Anas jangan salah ya Pak ya Ada seorang
Ustaz terkenal di Indonesia yang menyatakan Malik Imam Malik itu anaknya
Anas bin Malik bukan ini berbeda Ya Malik bin Anas Anas Nama bapaknya itu
bukan Anas bin Malik sahabat nabi pembantu nabi bukan ya Anas imam Malik bin Anas ini generasi tabi
tabiin kalau Malik bin Anas ini anaknya Anas bin Malik otomatis statusnya kalau
tidak sahabat ya tabiin tapi imam Malik bin Anas Imam Malik statusnya adalah tabi tabiin generasi
ketig dan memang paham kenapa Ustaz tersebut menganggap Imam Malik Adalah
anaknya Anas bin Malik karena memang Bapak Ibu sekalian Perlu
diketahui orang Arab itu punya kebiasaan memberi nama anak mereka
dengan nama bapak mereka ya ini kebudayaan orang Arab di antara bentuk
penghormatan mereka terhadap orang tua di anara bentuk hormat terhadap
orang tua mereka beri nama anak minimalnya satu nama yang sama dengan
nama bapaknya sehingga nama itu berputar-putar pak ya jadi nama
kakeknya Malik nama anaknya Anas nanti nama cucunya balik lagi Malik lagi nah
cucunya Malik ini dalam rangka dia menghormati Bapaknya yang bernama Anas dia beri lagi namanya anaknya Anas
sehingga Malik Anas Malik Anas Malik Anas seperti itu ya kita dapati dalam seb sebagian riwayat ada yang demikian
karena memang kebudayaan orang Arab mereka menghormati orang tua mereka dengan cara memberi nama anaknya dengan
nama bapaknya nah oleh karena itulah makanya sebagian orang kemudian mereka punya anggapan Malik bin Anas bin Malik
diduga anak Imam Malik ini anaknya dari Anas bin Malik bukan ya Imam Malik itu
bukan anaknya sahabat Anas bin Malik ini yang pertama tentang Imam
Malik rahimahullahu taala lalu yang kedua sebelum kita bahas riwayat tadi
perlu diketahui Imam Malik ini adalah Imam yang spesial di antara Spesialnya Imam Malik
di antara keutamaan Imam Malik adalah banyak perkataan Imam Malik yang
perkataannya tersebut menjadi prinsip dalam kita beragama menjadi prinsip dalam kita
beranggama salah satunya adalah riwayat ini nanti kita baca perkataan Imam Malik ini senantiasa
menjadi prinsip dalam Bab asma was sifat dalam pembahasan nama-nama dan sifat-sifat Allah menjadi
prinsip selalu dibawakan Yang kedua juga di anaranya
contohnya perkataan Imam Malik yang menjadi prinsip kita dalam beragama perkataan beliau yang terkenal
ma apa yang dikerjakan ikhlas karena Allah maka dia akan kekal ini perkataan
Imam Malik maana lillahi abqo Jadi ceritanya Imam Malik di zaman itu
menyusun Kitab muwata Kitab Hadis lalu banyak orang yang kemudian
protes atau menyampaikan masukan kepada Imam Malik wahai Imam kenapa engkau
masih menyusun kitab muat padahal sudah banyak muatmuat yang lainnya sudah
banyak buku-buku hadis yang semisal yang lainnya maka ketika imam Malik ditanya
seperti itu barulah Imam Malik menjawab dengan perkataan yang tadi saya kutipkan kata Imam Malik maana lillahi abqo
sesuatu yang dilakukan ikhlas karena Allah dia akan
kekal dan ternyata benar Pak dari berbagai kitab mu dari banyak
kitab muat yang disusun di zaman Imam Malik yang sampai ke ke zaman kita yang
senantiasa memberikan kebermanfaatan yang luas adalah kitab muatnya Imam Malik padahal bukan Imam Malik yang
duluan dalam hal ini namun Kenapa kitab muata Imam Malik yang sampai kepada kita
Kenapa kitab muata Imam Malik yang paling banyak dipelajari dan paling banyak memberikan kebermanfaatan
Alasannya karena tadi maana lillahi abqo sesuatu yang dilakukan ikhlas karena
Allah dia akan langgeng dia akan kekal makanya kitab mu Imam Malik yang
langgang keikhlasan Imam Malik yang lebih unggul daripada penyusun kitab
muata kitab muata yang lainnya dan beberapa perkataan Imam Malik lainnya
yang sangat penting yang ini menjadi kaidah dalam kita beragama termasuk sebagiannya dalam Bab fikih dalam Bab
Ushul fikih dikutipkan perkataan-perkataan Imam Malik di sana Ini yang kedua sebelum kita bahas
riwayat tadi lalu yang ketiga sebelum kita membaca riwayatnya
perlu kita ketahui Imam Malik adalah Imam yang sangat menjaga kehormatan
majelis ilmu Imam Malik adalah Imam yang sangat menjaga kehormatan majelis ilmunya
majelis yang beliau Ampu sendiri di antara bentuk penghormatan Imam Malik terhadap majelis ilmu menjaga
kehormatan ilmu adalah Imam Malik diriwayatkan kalau beliau ingin membuka
majelis beliau mandi terlebih dahulu selalu mandi mandi menggunakan pakaian terbaik
menggunakan parfum terbaik duduk di tempat khusus dan di majelisnya Imam
Malik dibakar kayu gaharu sepanjang majelis berlangsung diedarkan
wewangian ya dibakar UD ya bukhur dibakar kayu garu asapnya
diedarkan supaya majelis tersebut wangi maka ini di antara bentuk
penghormatan Imam Malik terhadap ilmu sangat menjaga kehormatan majelis ilmu
makanya Bapak Ibu sekalian kaitannya dengan hadis ini dengan riwayat ini kenapa Imam Malik mengusir orang yang
lancang bertanya tentang bagaimana cara Allah beristiwa di atas arasy itu bagaimana
caranya Imam Malik menjaga kehormatan majelis ilmu Imam Malik menjaga majelis
yang beliau Ampu tidak mau ada orang seperti ini di majelisnya makanya kemudian Imam Malik memerintahkan orang
ini diusir dari majelis tersebut ini adalah orang yang berbuat kemungkaran
berbuat sesuatu yang hina mempertanyakan tentang bagaimana kaifiat istiwa Allah
subhanahu wa taala Imam Malik melakukan hal tersebut di antaranya dalam rangka menjaga kehormatan majelis ini karena
ini adalah permuatan perbuatan yang mungkar bertanya tentang kaifiat istiwa
Allah subhanahu wa taala maka kita baca lagi ada seorang yang hadir di majelisnya Imam Malik Dia
mengatakan wahai Imam Arrahman Alal arsawa dia mengutipkan firman Allah
subhanahu wa taala Allah beristiwa di atas Arsy dia bertanya k
istiwa Bagaimana istiwanya Allah di atas Arsy itu seperti apa kaifiatnya seperti
apa maka kemudian dalam sebagian riwayat Imam Malik sempat
tertunduk beberapa waktu muka beliau memerah dan beliau pun bercucuran
keringat Pak mendapatkan pertanyaan yang demikian dalam riwayat lain disebutkan
Demikian Ya karena ada beberapa riwayat yang semisal terkait hal ini maka
kemudian setelah Imam Malik tertunduk agak lama mukanya memerah sampai
bercucuran keringat barulah Imam Malik mengangkat kepalanya menjawab pertanyaan
orang tersebut kata Imam Malik alistiwa ghairu majhul dalam riwayat lainnya
disebutkan istiwa maklum yang namanya istiwa itu bukanlah
sesuatu yang tidak bisa kita pahami istiwa itu adalah sesuatu yang bisa kita
pahami kita pahami maksudnya secara makna makna istiwa secara bahasa kita paham ya secara bahasa kita paham makna
istiwa itu apa sudah kita bahas yang namanya istiwa yaitu Ala wartafa wastaq
ya istiwa itu adalah meninggi di atas sesuatu menetap meninggi di atas sesuatu
ini makna istiwa secara bahasa sehingga secara bahasa kita paham makna istiwa
itu apa ya bukanlah ini kata-kata asing ya Ibarat misalnya ada seorang dia pakar
di bidang tertentu ada profesor yang datang ke sini dia menyebutkan istilah-istilah tertentu di bidang dia
yang orang awam belum tentu paham tentang istilah tersebut bukan seperti ini istilah istiwa bukanlah sesuatu yang
tidak bisa dipahami oleh orang Arab secara bahasa tidak bisa dipahami Bukan tapi istiwa secara bahasa adalah sesuatu
yang bisa dipahami walfu giriru
maquul lalu kata Imam Malik akan tetapi kaifiatnya Bagaimana bentuk istiwa Allah
itu tidak bisa kita pikirkan dengan akal kita tidak bisa masuk di dalam logika
kita sehingga Bapak Ibu sekalian ini di antara prinsip kita dalam Bab akidah
dalam Bab sifat-sifat Allah subhanahu wa taala prinsip ini bersumber dari perkataan Imam Malik
ini kfiat sifat-sifat Allah subhanahu wa taala itu bisa kita andalkan akal kita untuk
memikirkannya Pak di sana sikap kita hanyalah
Taslim pasrah wajib bagi kita untuk berpasrah diri
menerima secara Zahir Allah Katakan istiwa Ya sudah kita terima istiwa
kaifiatnya tidak bisa kita pikirkan dengan akal kita oleh karena itulah di
antara pertanyaan yang tidak boleh adalah bertanya tentang bagaimana kaifiat allah termasuk juga pertanyaan
bagaimana ketika Allah turun ke langit dunia di sepertiga Malam Terakhir Apakah kemudian arasy Allah kosong ataukah
tidak Lalu bagaimana caranya Allah turun ke langit dunia Apakah Allah itu turun ke langit dunia dengan bergerak ataukah
Seperti apa maka pembahasan-pembahasan kaifiat seperti itu tidak boleh kita
pertanyakan karena ini adalah sesuatu yang tidak dijelaskan oleh Allah dan juga tidak dijelaskan oleh Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam dan akal kita tidak mampu untuk
memahaminya oleh karena itulah Bapak Ibu sekalian saya sampaikan ini prinsip kita
Wal kaifu giriru maquul kaifiat itu tidak bisa kita gunakan akal kita untuk
menjelaskannya ini banyak hal-hal seperti ini yang berlaku
di dalam agama kita contohnya misalnya tentang hadis
sahih di mana dijelaskan oleh nabi kita Muhammad sallallahu Ali wasallam Bahwasanya Allah subhanahu wa taala
menjawab setiap bacaan al-fatihah kita setiap ayat dari surah al-fatihah yang
kita baca Allah subhanahu wa taala menjawab ketika seorang hamba dia
mengucapkan alhamdulillahiabbil alamin Allah menjawab hamadani
Abdi ketika seorang hamba dia mengucapkan Maliki yaumiddin ya
arrahmanirrahim Maliki yaumiddin iyaka na'budu wa iyaka nastain dan seterusnya dijelaskan dalam Hadis Qudsi
masing-masing Ayat tersebut dijawab oleh Allah subhanahu wa taala dalam salat kita sehingga kalau kita pakai akal kita
Pak bagaimana caranya Allah menjawab setiap ayat dari setiap hamba
yang salat ya sangat mungkin di dalam waktu satu
waktu yang sama beribu-ribu atau bahkan berjuta-juta hamba Allah yang sedang salat sangat
memungkinkan Bagaimana kaifiatnya Allah menjawab satu persatu orang-orang
tersebut ketika mereka membaca al-fatihah di dalam salat mereka Maka ini sesuatu yang alkaifu
giriru maquul kaifiatnya tidak bisa kita pikirkan dengan akal kita tidak bisa
kita pikirkan dengan logika kita sehingga tugas kita adalah menerimanya dengan pasrah tanpa kita mentakwilnya
tanpa kita menyerupakan Allah dengan makhlukNya contoh
lainnya tentang malaikat maut ya akidah yang benar Bapak Ibu sekalian perlu kita
ketahui bahwasanya malaikat maut itu hanya satu pak malaikat maut itu bukan banyak tapi
satu ya Bukankah sangat memungkinkan dalam
satu detik ada ribuan orang bahkan mungkin puluhan
ribuan orang yang meninggal dalam waktu yang bersamaan Lalu bagaimana caranya
malaikat maut yang hanya satu makhluk ini mencabut Sekian
banyak nyawa dalam waktu yang bersamaan maka ini contohnya ghairu maquul ya
dalam banyak bab dalam Bab Akidah itu sesuatu yang tidak bisa kita pikirkan
dengan logika kita di luar logika kita di luar Nalar kita sehingga memang yang
namanya Akidah itu adalah cobaan bagi kita semua Bapak Ibu sekalian Allah ingin menguji kita dengan keterbatasan
akal kita tersebut Apakah kita mau menerimanya dengan Taslim dengan pasrah
ataukah tidak maka kita kembali lagi ketika imam Malik ditanya Bagaimana
bentuk istiwanya Allah Imam Malik mengatakan kaifiatnya tidak bisa kita
pikirkan beriman dengannya hukumnya adalah
wajib beriman dengannya hukumnya adalah wajib
was bertanya tentang hal tersebut hukumnya adalah bidah tidak boleh
seseorang mempertanyakan tentang kaifiat sifat Allah subhanahu wa taala Kenapa
Imam Malik menyebutkan ini sebagai bidah karena dulu para sahabat ketika mereka
mendengarkan sabda-sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika mereka menerima
dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ayat-ayat yang berbicara tentang sifat-sifat Allah subhanahu wa taala
mereka tidak pernah bertanya Kaifa Kaifa Kaifa wahai Rasulullah bagaimana
turunnya Allah ke langit dunia wahai Rasulullah Bagaimana tertawanya Allah wahai Bagaimana istiwanya Allah tidak
ada satupun riwayat yang mengisahkan bagaimana para sahabat bertanya tentang
kaifiat sifat Allah subhanahu wa taala sehingga tidak boleh hukumnya di dalam agama kita bertanya tentang kaifiat
sifat-sifat Allah subhanahu wa taala namun kembali lagi alimanu bihi wajibun
beriman dengannya hukumnya adalah wajib maka Bapak Ibu sekalian silakan jadikan
perkataan Imam Ahmad Imam Malik tadi rahimahullah taala sebagai prinsip kita
dalam mengimani sifat-sifat Allah yang lainnya tentang sifat nuzul misalnya sudah kita baca hadisnya Allah turun ke
langit dunia di sepertiga malam terakhir kita pakai perkataan Imam Malik
tadi kata Imam Malik kalau kita pakai kaidah itu annuzul giriru majhul atau
annuzul malum yang namanya turun itu kita paham secara bahasa yang namanya
turun itu bukan sesuatu yang ini bukan istilah yang baru tapi secara bahasa kita paham turun ya
turun dari atas ke bawah ini definisi turun namun
Al Bagaimana kaifiat Allah turun itu ini yang kita tidak tahu tidak bisa kita
memikirkannya dengan akal kita Wun beriman Bahwasanya Allah turun
ke langit dunia pada sepertiga Malam Terakhir hukumnya wajib
namun bertanya tentang kaifiat turunnya Allah ke langit dunia adalah perkara bidah tidak diperkenankan oleh karena
itulah kemudian Imam Malik memerintahkan orang ini untuk diusir dari
majelisnya maka demikian di antara pembahasan yang disampaikan oleh Ibnu
qudamah al-maqdisi rahimahullah taala tentang ketinggian zat Allah subhanahu
wa taala kita beriman Bahwasanya Allah subhanahu wa taala berada di atas Arsy
berada di atas langit
ketujuh dan saya ulangi lagi Bapak Ibu
sekalian alhamdulillahilladzi hadana lihza waht la
ananallah segala puji bagi Allah subhanahu wa taala yang telah memberikan kita petunjuk ini Allah yang telah
memberikan kita hidayah Pak untuk bisa mendengarkan penjelasan yang
demikian tidak semua orang Allah beri Hidayah berkeyakinan Bahwasanya Allah
beristiwa di atas Arsy Allah berada di atas langit ketujuh Tidak semua orang
Allah berikan Hidayah yang
demikian tidaklah kita mendapatkan hidayah tersebut seandainya kalau AllAh
tidak memberikan kita hidayah tersebut Berbahagialah Bapak Ibu
sekalian karena Yakinlah kalau bapak ibu sudah berakidah dengan Akidah yang demikian
kalau bapak ibu sudah berkeyakinan Bahwasanya Allah berada di arah atas Allah berada di atas langit ketujuh
akidah Bapak Ibu adalah akidah yang bersambung tidak terputus sampai kepada
nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Saya jamin Pak Saya jamin bersambung sampai kepada nabi kita
Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam beberapa waktu yang lalu Pak
beberapa tahun yang lalu saya diminta oleh Ustaz abdulasikal untuk menjadi editor buku beliau buku ini judulnya
jawaban cerdas Di manakah Allah subhanahu wa taala sebuah buku yang
berjudul jawaban cerdas tentang Di manakah Allah subhanahu wa taala saya
saya diminta untuk menjadi editor sehingga saya harus membacanya secara detail pak saya
ceritakan dalam banyak kesempatan bapak ibu u sekalian saya harus berhenti Ketika saya
membaca buku ini saya harus berhenti karena saya merasa wajib untuk Bersyukur
kepada allah subhanahu wa taala betapa saya Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala Ketika saya mengetahui akidah yang
saya miliki adalah akidah yang bersambung kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kenapa Karena di dalam
buku ini Ustaz Abdul tuasikal semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan yang banyak beliau mengutipkan berbagai
riwayat dari berbagai generasi Pak secara bersambung dari zaman Rasulullah
sampai ulama-ulama belakangan tentang akidah yang benar ini Bahwasanya Allah
subhanahu wa taala berada di atas langit ketujuh silakan Bapak Ibu sekalian kalau ingin membacanya dari generasi Bapak Ibu
ingin mencari abad manaun ulama yang berasal dari generasi manaun selalu ada ulama
yang menjelaskan yang berkeyakinan bahwasanya Allah subhanahu
wa taala bersemayam di atas arasy di antaranya juga itulah yang dilakukan oleh Ibnu qudamah tadi Ibnu
qudamah membawakan sebuah hadis yang ini adalah perkataan Abdullah bin Mas'ud
artinya di antara yang mengatakan Allah subhanahu wa taala berada di atas arasy adalah Abdullah bin
Mas'ud banyak sekali P Bapak Ibu sekalian ikhwan dan akhwat banyak sekali
para sahabat yang mereka mengatakan Allah berada di atas langit ketujuh
Allah berada di di atas Arsy banyak sekali riwayatnya tidak bisa
kita menolaknya di antaranya adalah yang sangat jelas perkataan
Zainab binti jahsy radhiallahu anha perkataan yang sering diulang-ulang oleh
Zainab yang menjadi perkataan Zainab binti jahis radhiallahu anha kata
Zainab Allah Zainab berbangga-bangga di hadapan
istri-istri nabi yang lainnya kata Zainab kalian semua dinikahkan oleh wali-wali kalian dengan Rasulullah
Sallallahu Alaihi Wasallam Adapun aku dinikahkan oleh Allah subhanahu wa taala
dari atas langit yang ketujuh lihat Pak ini akidahnya Zainab binti jahsy istri
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Ibunda orang-orang yang beriman dia mengatakan aku dinikahkan
oleh Allah dari atas langit yang ketujuh sangat jelas sekali pak ya karena Zainab
dinikahkan langsung oleh Allah tidak ada Wali untuk Zainab dari kalangan manusia
namun Allah yang menikahkan Zainab dengan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam secara langsung sehingga di sana sangat jelas
sekali banyak riwayat-riwayat yang semisal yang menjelaskan akidahnya para
sahabat keyakinannya para sahabat bahwa anya Allah berada di atas langit ketujuh
berada di atas Arsy demikian juga di sini dikutipkan banyak sekali riwayat
dari kalangan para tabiin kaab alahbar masruq ubaid bin
Umar qatadah Malik bin Dinar dan ulama-ulama
besar lainnya dari kalangan tabiin mereka semua bersepakat Bahwasanya Allah subhanahu wa taala berada di atas ars
datang lagi tabi tabiin termasuk tadi generasi tabiut
tabiin adalah Imam Malik yang sudah kita baca pendapat Imam Malik Bahwasanya Allah subhanahu wa taala berada di atas
arasy dan bahkan empat imam mazhab pun mereka semua bersepakat Bahwasanya Allah
subhanahu wa taala bersemayam di atas arasy Allah subhanahu wa taala beristiwa
di atas Arsy orang-orang yang kemudian menolak Allah subhanahu wa taala berada di atas
Arsy ini orang-orang yang datangnya belakangan Pak tidak ada pendapat ini di
zaman para sahabat tidak ada pendapat ini di zaman para tabiin datangnya adalah
belakangan sehingga sekali lagi hujan muhammadiban
Nafi sehingga sekali lagi Bapak Ibu sekalian bersyukurlah kalau Bapak Ibu
sekalian sudah dibukakan hatinya dilapangkan dadanya Untuk menerima untuk
berkeyakinan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala bersemayam beristiwa di atas
Arsy demikian yang kita bahas Pada kesempatan kali ini kita cukupkan pembahasan kita tentang sifat Allah
subhanahu wa taala beristiwa di atas arasy pada pertemuan berikutnya Insyaallah kita akan berpindah mengenai
keyakinan kita tentang sifat kalam
wasallallahu ala Nabina Muhammad wa
ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa
atubu ilaik su asalamualaikum warahmatullahi mwabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."