/
Al
Kitab Lumatul Itiqad - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-1 dalam seri Kitab Lumatul Itiqad yang membahas tentang al. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaikalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Waalikumsalam Alhamdulillah Alhamdulillahi rabbil alamin wasalatu
wassalamu ala asrofil ambiyaai wal mursalin nabiina Muhammadin wa ala alihi
wasohbihi ajmain waman tabiahum biihsanin Ila yaumiddin Amma
ba'duh bapak-bapak ibu-ibu ikhwan dan akhwat para hadirin hadirat para pemirsa
di mana pun anda berada aazani Allah wakum
Jamian Alhamdulillah di malam hari ini kembali kita bisa berkumpul di majelis
ini dalam rangka kita melanjutkan pelajaran kita bersama-sama Insyaallah
membaca kitab lumatulqad karya Ibnu qudamah almaqdisi rahimahullahu taala rahmatan
wasiatan dan langsung saja kita masih di dalam pembahasan yang sama di antara akidah ahlusunah Wal
Jamaah sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu qudamah di dalam bab ini kita wajib beriman
Bahwasanya Allah subhanahu wa taala memiliki sifat kalam Allah subhanahu wa taala memiliki
sifat kalam sifat kalam yang qadim apa maksudnya sifat kalam yang qadim Allah
subhanahu wa taala itu berfirman berbicara sudah sejak dahulu kala Ya
Allah subhanahu wa taala sudah berbicara sejak dahulu kala sejak awal ya atau
bahkan tanpa awalan sudah sejak dahulu kala bukanlah kemampuan Allah subhanahu
wa taala atau sifat Allah subhanahu wa taala baru bisa berbicara itu belakangan Bukan tapi Allah subhanahu wa taala
sudah berbicara berfirman memiliki sifat kalam sejak dahulu kala Adapun
firman-firman Allah susunan-susunan kalimatnya inilah
yang sifatnya hadis sesuatu yang baru kalimat-kalimat Allah adalah
sesuatu yang baru yang baru Allah firmankan ketika Allah berkehendak ya
firman Allah adalah Firman yang hadis dalam artian kalimat-kalimatnya susunan-susunan firman Allah subhanahu
wa taala itulah yang baru sudah kita baca banyak keterangan terkait hal ini
sudah banyak ayat yang kita baca namun kita masih menyisakan sebagian di antaranya yang akan kita baca pada
kesempatan malam hari ini kita akan baca ada dua ayat dari Surah Thaha lalu kita
akan baca beberapa hadis dan beberapa riwayat terkait hal ini sebelum nanti
kita kalau masih sempat kita masuk ke tema yang sudah disampaikan tadi yaitu di antara pembahasan yang terkait dengan
hal ini keimanan kita bahwasanya al-qur'an adalah kalamullah baik kita baca terlebih
dahulu Surah Thaha ayat 11 sampai 12 di halaman 37 subhanendnya aha yang dis Quran surah tha ayat 11 S 12
lanjutkana firmannyah sesguhnya Aku Allah yang tidak adabahan yang berhak disah kec
aku aku maka Bapak Ibu sealian ini Diara lainnya ayat dari al-qur'an yang
menunjukkan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala memiliki sifat Kalam dan kalamnya Allah subhanahu wa taala adalah
kalam yang bisa didengar firman Allah bisa didengar oleh makhluk-makhluk yang diizinkan oleh
Allah subhanahu wa taala untuk mendengarnya sekali lagi kita ulangi di antara makhluk yang Allah pilih untuk
Mendengar secara langsung firman Allah subhanahu wa taala adalah musa alaih
salam kita ulangi lagi ceritanya Musa ketika dia pindah ke negeri madyan lalu dia
menikah di negeri madyan dengan istri mertuanya dia berkeinginan untuk memboyong istrinya kembali ke negeri
Mesir Dalam perjalanan pulang inilah kemudian Musa diajak berbicara oleh Allah
subhanahu wa taala ya Jadi ceritanya Musa kedinginan di suatu malam
di perjalanannya bersama keluarganya dia kedinginan lalu sampailah dia kemudian melihat api yang dia ambil api tersebut
pada kejadian itulah kemudian Allah subhanahu wa taala mengajak Musa berbicara makanya gelar Musa adalah
kalimullah manusia yang pernah diajak berbicara secara langsung oleh Allah
subhanahu wa taala di antara hal yang di Allah ee di antara firman Allah subhanahu wa taala yang Allah firmankan
ketika berbicara dengan Musa adalah dalam surat At thaaha ayat 11 sampai 12 ini ceritanya nya kata Allah subhanahu
wa taala ketika Musa mendatangi Lembah tua maka Musa diseru oleh Allah subhanahu wa
taala ya Musa wahai Musa inni Ana rbuk
Sesungguhnya aku adalah rabmu faklaika lepaslah kedua sandalmu innaka
Bil wadil muqadasi tua karena sesungguhnya kamu berada di lembah tua
nama lembahnya lembah yang disucikan oleh Allah subhanahu wa taala maka di sana jelas sekali Musa
mendengarkan firman Allah subhanahu wa taala dan manusia yang diizinkan oleh Allah subhkan firman Allah
ketika ketika dinaikkan ke langit keetu barulah kemudian nabi kita Muhammad
wasam mendengar firman Allah secara langsung kemudian di anara firman Allah
subhanahu wa taala yang Allah firmankan kepada Musa adalah Firman Allah subhahu wa
taala wahai Musa Sesungguhnya aku adalah Allah
yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Aku maka sembahlah aku
saja ini di antara firman Allah subhanahu wa taala yang Allah sampaikan
kepada Nabi Musa alaih salam sehingga jelas sekali Bapak Ibu sekalian Allah
subhanahu wa taala memiliki sifat kalam Allah subhanahu wa taala berbicara dengan pembicaraan dengan
kalimat-kalimat yang bisa didengar karena sekali lagi kita ulangi
Ada Kenapa kita perlu membahas ini Pak ya pembahasan seperti ini perlu kita
rinci sampai seperti itu karena semenjak munculnya kelompok-kelompok yang kemudian mereka memiliki anggapan yang
bertentangan dengan hal tersebut itu akidah yang benar ada kaum muslimin
mengaku sebagai orang muslim yang berkeyakinan pertama Allah tidak memiliki sifat kalam ya Yang keyakinan
Allah tidak memiliki sifat Kalam Di anaranya adalah jahmiah di anaranya adalah
mtazilah kelompok jamiah kelompok mtazilah menolak Allah tidak bisa berbicara Allah tidak miliki sifat kalam
Allah tidak berfirman makanya nanti pembahasan yang terkait dengan hal ini di antara keyakinan mtazilah adalah
Alquran itu makhluk yang Allah ciptakan itu bukan firman Allah ini keyakinan
mtazilah apa akarnya Kenapa mereka bisa berkeyakinan seperti itu karena mereka
menolak Allah miliki sifat berfirman kita ahlusunah Wal Jamaah
berkeyakinan Allah subhanahu wa taala berfirman yang kedua akidah kita ahlusunah Wal Jamaah Allah subhanahu wa
taala berfirman dengan firman yang bisa
didengar kalimatnya adalah kalimat-kalimat Hakiki yang bisa
didengar karena ada sekelompok kaum muslimin yang berkeyakinan Allah berfirman namun
firman Allah itu istilahnya adalah kalam Nafsi Allah
berbicara pada dirinya sendiri tanpa ada suaranya yang bisa didengar namun Jibril
paham Nabi Muhammad paham kemudian jibrilah yang membahasakan apa yang Allah firmankan di
dalam dirinya sendiri sehingga al-qur'an itu kata sebagian orang adalah ungkapan Jibril ketika Jibril berupaya memahami
apa yang Allah firmankan diungkapkan oleh Jibril melalui susunan-susunan kalimat tidak demikian Allah subhanahu
wa taala berfirman dengan kalimat-kalimat yang bisa didengar masmuun bisa
didengar bahkan ini Pak ya yang luar biasanya Pak demikian Pak kita itu repot
kalau berakidah tidak seperti akidah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu serba repot Pak repot kemudian harus
takwil sini takwil sana harus meluruskan ini harus meluruskan itu contohnya Pak
tadi kita katakan di antara kelompok yang tidak beriman Bahwasanya Allah subhanahu wa taala memiliki sifat
berfirman adalah jahmiyah jahmiyah menolak Allah berfirman Lalu bagaimana mereka menafsirkan ayat-ayat dalam Surah
at thaa tadi dalam Surah Thaha tadi Allah berfirman kepada Musa apa apa tafsiran orang jahmiyah terhadap ayat
ini kata jahmiyah yang berkata seperti itu adalah
pepohonan yang ada di sekitar lembah tua ya yang berbicara kepada Musa itu adalah
pohon wallahuam bagaimana maksudnya mekanismenya apakah pohon
paham kalimat Allah ataukah Allah misalnya menggerakkan pohon untuk menyampaikan sesuatu tapi kata
orang-orang jahmiyah yang menyampaikan kalimat-kalimat tadi kepada Musa adalah
pepohonan yang ada di lembah itu sampai seperti itu Pak repot jadinya kita kalau berakidah seperti itu ya Adapun kalau
kita pasrah menerima Ya sudah Allah berfirman dengan firman yang bisa didengar sudah selesai memang itulah
yang diinginkan oleh Allah subhanahu wa taala waman ahsanu minallahi haditaa tidak ada kalimat yang lebih baik itu
daripada kalimat-kalimat Allah Allah berfirman demikian dalam al-qur'an itu sudah kalimat yang paling bagus itu
sudah kalimat yang paling mudah untuk dipahami sebagaimana kita memahaminya maka seperti itulah yang diinginkan oleh
Allah subhanahu wa taala tidak kemudian jelimet-jelimet muter-muter menafsirkan ayat-ayat untuk membenarkan apa yang
diyakini makanya di situ kemudian kata
penulis ahah di halaman 37 tidak boleh mengatakan seperti
ini pihak selain Allah Maksudnya tadi kan yang difirmankan oleh Allah dalam Surah tha
Inah aku adalah Allah tidak mungkin pohon yang mengatakan seperti itu
seperti tafsirannya orang-orang jahmiah Ya seperti tafsirannya
orang-orang jahmiah tidak mungkin pohon mengatakan innaniallah Aku adalah
Allah baik hadis berikutnya kita baca waq Abdullah in
Masud Radiallahu anhu waqala Abdullah Ibnu Masud radallahuu
takahuah aii
was Abdah Abdullah Bin Masud radallahu anu berkata apabila Allah berbicara
Wahyu maka suaranya didengar oleh penduduk langit ini diriwayatkan nabi
dari nabi sallallahu alaihi wasallam hadis riwayat albukhari 91 atau sebelum nomor 7481 yang benar
Mauk baik ini di antara dalil dari hadis yang menunjukkan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala yang pertama Allah
memiliki sifat kalam Allah berfirman Allah berbicara yang kedua pembicaraan
Allah firman-firman Allah itu bisa didengar oleh para makhluk yang diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala
dalilnya sangat tegas dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud Abdullah bin Mas'ud berkata
Za takallamallahu Bil wahyi samiutahu ahlus sama apabila Allah berbicara
dengan sebuah Wahyu berbicara Wahyu maka suaranya didengar oleh penduduk langit
yaitu didengar oleh para malaikat jelas sekali di sana dikatakan oleh Abdullah
bin Mas'ud dan riwayat-riwayat yang semisal dengan ini ini hadis maukuf hadis maukuf itu maksudnya yang
mengucapkan adalah Abdullah bin Mas'ud ya yang mengucapkan adalah Abdullah bin Mas'ud sahabat nabi namun kalau kita mau
cari hadis-hadis yang bersambung sampai nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam banyak seali Pak yang
mengatakan bahwasanya para malaikat mereka mendengar firman Allah subhanahu wa taala ya di anaranya saya bacakan
salah satu
hadis hadis dari
naas bila seb wahuang atau berguncang dengan
keras bila hal itu didengar oleh penghuni langit maka mereka akan pingsan
para malaikat itu pingsan ketika mendengar firman Allah subhanahu wa taala mereka sujud kepada Allah para
malaikat malaikat pertama yang mengangkat kepalanya setelah mereka pingsan setelah mendengar firman Allah
adalah Jibril alaih salam Lalu Allah menyampaikan wahyu yang dikehendaki oleh
Allah kemudian Jibril melewati penghuni langit para malaikat setiap kali
melewati penghuni sebuah langit maka penghuni langit tersebut akan bertanya kepada Jibril wahai Jibril apa yang
telah difirmankan oleh RAB kita Mereka bertanya wahai Jibril tadi yang sudah
sudah difirmankan oleh Allah apa kemudian Jibril alaih salam mengatakan
Allah subhanahu wa taala berfirman dengan kebenaran dan Dia Maha Tinggi
lagi mahaar sehingga sangat-sangat jelas Allah subhahu wa taal firman dan firman
Allah bisa didengar Bagaimana mungkin ada kemudian sebagian orang berakidah
Allah tidak bisa berfirman Allah tidak berbicara dan bagaimana mungkin firman-firman Allah dikatakan adalah
firman-firman yang tidak bisa didengar sangat bertentangan dengan ayat-ayat dan hadis-hadis yang
ada hadis berikutnya akan kita baca kita baca terjemahnya saja nanti Namun
sebagai pengantar hadis inilah Pak yang diceritakan pernah saya sampaikan di
awal pertemuan pertama dikisahkan bahwasanya sahabat
Jabir bin Abdillah rela menempuh perjalanan 2 bulan bolak-balik untuk
mencari Abdullah bin unais dalam rangka mendengarkan sebuah
hadis Jabir bin Abdillah di kota Madinah Abdullah bin unais di
Syam Abdullah bin eh Jabir bin Abdillah dia tahu Abdullah bin unais pernah mendengar sesuatu dari Rasulullah tapi
dia tidak pernah mendengarnya secara langsung maka Jabir bin Abdillah kemudian mencari unta membeli unta
melakukan perjalanan pergi sat bulan pulang satu bulan sampai di negeri Syam
dia langsung mengetuk pintunya Abdullah Bin unais keluar pembantunya Abdullah bin unais kata Jabir bin Abdillah
sampaikan kepada tuanmu bahwasanya Jabir berada di pintu rumahmu disampaikan oleh
pembantunya kepada Abdullah bin unais Abdullah bin unais sama-sama sahabat Pak dulu sama-sama di Madinah tapi kemudian
Abdullah bin unais ikut berjihad tinggal di negeri Syam disampaikan oleh pembantunya kepada Abdullah bin unais
dari dalam Abdullah bin unais langsung berteriak Jabir bin Abdillah yang ada di
pintu rumah itu apakah Jabir bin Abdillah dari kota Madinah kata Jabir bin Abdillah Naam
betul diriwayatkan Abdullah Bin unais Langsung
gelagapan langsung dia mencari sarungnya mencari pakaiannya berlari ke muka pintu
langsung dipeluknya Jabir bin Abdillah dia terkejut Ada apa gerangan engkau
sampai dari kota Madinah mengetuk pintu rumahku kata Jabir bin Abdillah saya
mendengar engkau meriwayatkan sebuah hadis yang saya belum pernah mendengar
hadis tersebut dari Rasul wasam secara langsung dan Saya khawatir
kata Jabir engkau wafat dalam kondisi saya belum pernah mendengar hadis tersebut secara
langsung maka kemudian Jabir bin Abdillah meminta Abdullah bin unais menyampaikan hadisnya maka inilah Dia
hadisnya yang disampaikan oleh Abdullah bin unais kepada sahabat Jabir bin Abdillah Radiallahu anhu k kata Abdullah
binaii was yahsurullahul khq yaumalqiamah Atan
hufatan urlan buhman funadihim butin yasmau Man bauda Kama yasmauhu manquba
anal mulku anad Dayan atau anal Malik anad
Dayan rahu Al aimmah wastashada bihi Al buukhariyu kita baca terjemahnya di
halaman 38 diriwayatkan dari Abdullah bin unais
dari nabiahuaihi was bersabda Allah menghimpun manusia pada hari kiamat
keadaan telanjang tanpa
danangeng ja
diun nomor 2081 dan Ahmad nomor 1950 juga dijadikan penguat oleh
albukhari nomor 3349 baik Bapak Ibu sekalian itu dia
terjemah hadisnya namun di sana ada sedikit koreksi Ya baik kita baca saja terlebih
dahulu kata Abdullah bin unais Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya allah akan menghimpun manusia
pada hari kiamat dalam keadaan telanjang tanpa beralat kaki tanpa berkhitan dan
tidak membawa Apun tidak ada satuun yang dibawa ya dalam keadaan telanjang tidak
beralas kaki tidak dikhitan maka dalam kondisi seperti
itu lalu dia memanggil mereka bukan ada
yang memanggil bukan funadi ya bentuknya aktif fi'il maklum bukan fi'il majhul
sehingga silakan diganti ada Yangnya itu dicoret mengganti dia lalu dia memanggil
mereka dia di sana adalah maksudnya Allah subhanahu wa taala Lalu Allah
subhanahu wa taala memanggil mereka seluruh umat manusia di padang mahsyar nanti dengan suara yang didengar oleh
orang yang jauh seperti didengar oleh orang yang dekat apa yang diseru oleh Allah
subhanahu wa taala apa yang difirmankan oleh Allah subhanahu wa taala di padang mahsyar nanti an Malik itu arabnya juga
Keliru bukan mulku tapi Ana almik aku adalah raja an dayyan Aku adalah
addayyan yaitu zat yang maha
membalas terjemahnya juga keliru ya aku adalah raja aku adalah raja yang maha
membalas Aku adalah zat yang maha membalas sehingga salah satu nama Allah
subhanahu wa taala adalah addayan dalam sebuah Hadis disebutkan Wadan Dalam Hadis disebutkan albirru la
yabla kebajikan itu tidak akan
usang wambuunsa dosa tidak akan
dilupakan Wadan la yamut addayan tidak akan pernah mati Pak Apa itu adddayan
yaitu Allah subhanahu wa taala zat yang maha membalas tidak akan pernah mati berbuatlah
semaumu karena seperti Apun kamu berbuat maka seperti itu pulah balasan yang akan
engkau balasan yang akanau dapatkan sehinggaan diantara nama Allah zat yang
maha membalasah namun yang menjadi pelajaran kita adalah di sana disebutkan ole nabi kita Muhammad wasallam had
yangiwayleh Abdah binis bahwasanya Allah berfirman di padang mahsyar nanti
didengar oleh seluruh umat manusia anal Malik an Dayan Aku adalah almalik Aku
adalah Adan sehingga pelajarannya yang pertama Allah berfirman yang kedua
firman Allah mampu didengar oleh umat manusia nanti seluruhnya di padang
mahsyar riwayat berikutnya yang terakhir terkait hal ini kita baca terjemahnya saja di halaman
39 dalam sebuah B musam Mat ap
berjakhnyaetnyanyau di di di dan
di dia pun menyadari bahwa sifat ini tidak layak kecuali milik Allah Taala
Musa berkata engkau Tuhanku Apakah ini kalammu yang aku dengar atau kalam
utusanmu jawabnya bahkan kalam kalamku Hai Musa maka ini dia riwayat yang
terakhir ikhwani fillah wa akhwati fidin yang dibawakan oleh penulis untuk menunjukkan Bahwasanya Allah subhanahu
wa taala memiliki sifat kalam Allah berfirman ini riwayat yang dikisahkan tentang Bagaimana kejadian Musa tadi
dalam perjalanan dia dari negeri madian menuju Mesir kemudian dia kedinginan di sebuah malam dia kemudian melihat ada
kobaran api dia mendatangi kobaran api tersebut kemudian terjadilah percakapan
antara Musa dengan Allah subhanahu wa taala sebagaimana tadi riwayat yang
sudah kita baca baik kemudian kita akan berpindah ke pembahasan yang berikutnya
yang masih berkaitan dengan dengan sifat Allah subhanahu wa taala yaitu sifat kalam Allah berfirman keyakinan kita
bahwasanya al-qur'an adalah Firman Allah subhanahu wa taala al-qur'an adalah
kalamullah ini keyakinan yang wajib untuk kita miliki Bapak Ibu
sekalian karena ada sebagian orang yang berkeyakinan bahwasanya al-qur'an itu
bukan kalamullah namun mereka berkeyakinan al-qur'an adalah
makhluk di antara yang berkeyakinan ak al-qur'an adalah makhluk adalah kelompok
yang bernama muktazilah di zaman dulu Bapak Ibu
sekalian perlu diketahui fitnah al-qur'an adalah makhluk adalah
fitnah yang luar biasa fitnah maksudnya adalah cobaan bagaimana kaum muslimin
ahlusunah di zaman dulu mereka dicoba diberikan ujian oleh Allah subhanahu wa
taala terkait keyakinan yang benar bahwasanya al-quran adalah kalamullah di antara yang mendapatkan
ujian tersebut adalah Imam Ahmad bin hambal rahimahullahu taala kita tahu muktazilah ketika itu
sangat berkuasa mereka dekat dengan penguasa dengan khalifah mereka dekat
sehingga khalifah di zaman itu itu berakidah-akidah mtazilah di antara
akidah mtazilah menolak Allah berfirman Allah tidak punya sifat Kalam dan menolak Alquran itu adalah Firman Allah
kata mereka Alquran adalah makhluk inilah keyakinan yang dimiliki oleh khalifah ketika itu makanya kemudian
khalifah karena berkeyakinan seperti itu menguji para ulama yang ada Ketika
itu dipanggili para ulama disampaikan ujian Menurut kalian Alquran itu makhluk atau
firman Allah maka para ulama yang mereka menjawab al-quran adalah makhluk
selamat para ulama yang kemudian tidak mau mengatakan Alquran sebagai makhluk
sebagian mereka dibunuh sebagian mereka dipenjara sebagian mereka
disiksa Imam Ahmad termasuk yang kek Sebagian ulama mereka mau Pak dalam
rangka menyelamatkan jiwa kalau mau mengatakan al-quran sebagai makhluk
selamat sehingga mereka menganggap ini kondisi darurat kita menyelamatkan jiwa kita akhirnya mereka ngetrik Pak mereka
katakan al-quran injil taurat zabur Ini
semua adalah makhluk Ini semua adalah makhluk apa maksudnya pak triknya
seperti apa maksud mereka adalah yang makhluk itu adalah jari jemari mereka
ini mereka seperti itu al-qur'an Taurat Injil Zabur Ini semua
adalah makhluk Allah sampai seperti itu pak di zaman dulu kalau tidak seperti itu ditangkap
dibunuh tapi Imam Ahmad tetap kekeh tidak mau mengatakan bahkan seperti itu
pun Imam Ahmad tidak mau karena Imam Ahmad adalah Imam terkemuka seandainya Imam Ahmad Mau mengatakan seperti itu
atau bahkan mengatakan al-qur'an makhluk maka terkorbankanlah kondisi umat ketika
itu umat kemudian akan berkeyakinan seperti itu tapi pintu tetap bertahannya
ahlusunah Wal Jamaah di zaman itu adalah Imam Ahmad yang kekah rela Imam Ahmad disiksa rela Imam Ahmad dipenjara
bertahun-tahun berganti banyak khalifah Pak berganti banyak khalifah sampai
akhirnya khalifah yang terakhir menerima dakwahnya Imam ah Ahmad dia berkeyakinan dengan keyakinan
ahlusunah Wal Jamaah baru Imam Ahmad dilepaskan makanya kata para ulama yang
menjaga Islam itu setelah sepeninggalan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ada dua yang
jasanya sangat besar yang pertama adalah Abu Bakar jasa Abu Bakar adalah
memerangi orang-orang murtad banyak sahabat ketika itu yang tidak sepakat tidak setuju jangan kita perangi
orang-orang yang tidak mau bayar zakat jangan bahkan termasuk juga kebijakan Abu Bakar
memerangi orang yang tidak mau bayar zakat memerangi dan menjaga orang-orang yang murtad ini ini peran besar Abu
Bakar ketika itu membuat stabil kembali umat Islam karena banyak yang murtad tidak mau bayar zakat setelah Rasulullah
wafat peran Abu Bakar yang pertama yang kedua adalah
perannya Imam Ahmad bin hambal seandainya Imam Ahmad bin hambal
mengatakan al-qur'an adalah makhluk maka terjadi fitnah yang luar biasa di tengah-tengah kaum muslimin tidak
terjaga akidah yang benar tapi Imam Ahmad mengorbankan dirinya makanya Imam
Ahmad disebut sebagai imamnya ahlusunah Wal Jamaah maka seperti itu Bapak Ibu
sekalian keyakinan kita terhadap al-qur'an al-qur'an adalah kalamullah sebelum kita bahas kita lihat
penjelasan Ibnu qudamah almaqdisi pertanyaan mendasar Pak Sebenarnya Pak
Memangnya kenapa Ustaz kalau kita berkeyakinan Alquran itu makhluk al-quran itu kalamullah memangnya kenapa
Apakah ada konsekuensi amal kita ini sama pertanyaannya
Pak seperti dulu tahun 2011-22
ada muncul film yang judulnya 2012 ingat ini berasal dari ramalan
bahwasanya tahun 2012 itu kiamat ya 2012 kiamat muncul film untuk menangkap
momentum itu sebagian Ustaz kemudian mendakwahkan Jangan percaya dengan hal tersebut
Jangan percaya dengan hal tersebut sebagian orang kemudian protes Memangnya Ustaz Kenapa Ustaz Enggak usah
diurus seperti itu memangnya kenapa kalau orang percaya Memangnya kenapa membuat dia tidak beramal atau malah dia
tambah rajin beramal atau seperti apa ini pertanyaannya sama ketika kita membahas Allah subhanahu wa taala di
atas Arsy atau di mana memangnya kenapa kalau kita tidak beriman Allah di atas Arsy konsekuensi terhadap amal kita apa
apakah kemudian orang itu jadi tidak salat tidak mau naik haji Misalnya ini
pertanyaan yang sering kita dapati maka jawabannya Bapak Ibu sekalian jawaban paling
mendasar Apa pentingnya kita berakidah dengan Akidah yang benar adalah karena
ini kaitannya dengan keimanan yang namanya keimanan itu adalah masalah
pembenaran kita membenarkan Alquran arkan hadis atau tidak
perkaranya itu Pak ketika kita mengatakan al-qur'an itu adalah kalamullah kita berkeyakinan
al-qur'an adalah kalamullah artinya kita membenarkan al-quran dan hadis Kita percaya kepada firman Allah kita percaya
kepada Sabda Rasulullah S wasallam hanya perkaranya itu Pak ketika orang itu
mengatakan saya tidak beriman al-qur'an adalah kalamullah keimanan saya adalah al-quran itu makhluk artinya dia menolak
ayat-ayat Alqur'an dia menolak hadis-hadis Rasulullah sahu Wasallam yang sangat gamblang tadi sudah kita
baca dia mendustakan Allah dan rasulnya meskipun pada tataran amal barangkali
tidak berkonsekuensi ketika orang dia berkeyakinan Alquran makhluk Alquran
kalamullah ya sama-sama salatnya l waktu masih sama sama-sama hajinya ke Baitullah ya masih sama pada tataran
amal tapi ini kita berbicara tentang iman yang namanya iman itu adalah pembenaran
membenarkanquranenarkan yang sangat jelas sebelum kita baca paragraf pertama
di sini Allah sebutkan dalam surahbah kata Allah subhahu wa
taal k Allah ta kalau ada salah satu
dari kalangan-orang itu perlan
kep lindungan tersebut sehingga mereka bisa mendengar kalam
Allah Apa yang dimaksud kalam Allah di sana al-qur'an jelas sekali dalam surah
at-taubah Allah mengatakan kalamullah yaitu al-qur'an sehingga al-qur'an adalah kalamullah ketika ada orang
mengatakan al-quran itu bukan kalamullah al-qur'an adalah makhluk Allah dia menolak ayat ini dia menolak
ayat dari surah at-taubah yang sudah kita bacakan tadi baik kita baca paragraf pertama
yang dibawakan oleh Ibnu qudamah terkait pembahasan bahwasanya Alquran kalamullah
di halaman 40 kita baca terjemahnya saja Alquran kalamullah dan termasuk
kalamullahal alquranim yaitu kitabullah yang jelas
talinya yang kokoh dan jalannya yang lurus yang diturunkan
semestaam turun oleh Ruhul Amin yaitu Jibril kepada Hari penghulu para rasul
dengan bahasa Arab yang jelas yang diturunkan bukan makhluk darinya ia
berawal dan kepadanya ia kembali Ia adalah kumpulan surat-surat muhkamat dan
ayat-ayat yang jelas huruf-hurufnya maupun kalimat-kalimatnya baik ada terjemah
yang keliru Di sana ada Taipo saya bacakan saja termasuk kalamullah ya atau
ee al-qur'an dan kalamullah al-qur'an kalamullah dan itu dicoret Pak itu bukan
bukan termasuk bagian dari paragrafnya Ya mulai paragrafnya itu dimulai dari
termasuk kalamullah di antara bagian dari firman Allah adalah al-quranul azim
Allah berfirman di antara yang Allah firmankan itu itulah dia al-qur'an
al-qur'an dari awalnya sampai akhirnya seluruhnya adalah Firman
Allah sehingga al-quran itu adalah kitabullah yang jelas talinya yang kokoh dan
jalannya yang lurus diturunkan oleh RAB semesta alam diturunkan dari Allah
subhanahu wa taala dibawa turun oleh Ruhul Amin yaitu Jibril kepada hati
bukan hari ya kepada hati penghulu para rasul dengan bahasa Arab yang
jelas yang diturunkan bukan makhluk yang turunkan itu bukan makhluk tapi firman
Allah darinya dia berawal dan kepadanya akan dikembalikan pada hari kiamat
menjelang hari kiamat al-qur'an akan ditarik oleh Allah subhanahu wa taala dikembalikan kepada Allah subhanahu wa
taala dia adalah kumpulan-kumpulan surat-surat yang muhkamat dan ayat-ayat yang jelas huruf-hurufnya maupun
kalimat-kalimatnya jelas jadi nanti akan kita rincikan di pertemuan berikutnya terkait hal ini
namun secara umum yang namanya nya al-qur'an adalah Firman Allah subhanahu wa taala Allah subhanahu wa taala
berfirman didengar oleh Jibril Jibril mendengar apa yang didengarkan oleh
Jibril inilah kemudian dibawa turun oleh Jibril diajarkan kepada nabi kita
Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dibacakan langsung oleh malaikat jibril
sehingga menancap ke dalam hati nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam
dijelaskan prosesnya dalam surah alqiamah ya dijelaskan proses ketika
Allah menurunkan al-qur'an Allah berfirman di bawah Jibril Lalu bagaimana Jibril menjelaskan mengajarkan kepada
nabi kita Muhammad sallallahu Ali wasallam dijelaskan dalam surat al-qiyamah akan kita
rincikan pada pertemuan berikutnya Insyaallah kita cukupkan pada pertemuan kali ini demikian mohon maaf atas
berbagai kekurangan mudah-mudahan ada manfaatnyaallahu ala nabi
muhhanakallah wihamda asadu allaahailla Anta astagfirukaubu
ilalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
wasallallahu ala Nabina Muhammad wa
ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa
atubu ilaik su asalamualaikum warahmatullahi mwabarakatuh
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."