Syarah Doa-Doa Pilihan #1 - Mukadimmah
Ustadz Dr. Firanda Andirja Abidin, Lc., M.A. حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Ustadz Dr Firanda Andirja, MA HafidzahullahMukadimmah
Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillaahi 'alaa ihsaanihi, wasy-syukru lahu 'alaa tawfiiqihi wam-tinaanihi,
wa asyhadu allaa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu ta'zhiiman lisya`nihi,
wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluhud-daa'ii ilaa ridhwaanihi,
shallallaahu 'alaihi wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa ikhwaanihi.
Para Ibu-Ibu yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan juga Bapak=bapak yang ikut hadir,
Pada kesempatan bahagia ini kita menelaah buku karya Syekh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-badar yang berjudul Jawami ad'iyyah Nabawiyah, yaitu doa-doa Nabi yang mencakup atau yang komprehensif ya,
yang buku ini intinya mensyarah tentang 30 doa-doa yang penting yang dipilih oleh Syekh Abdurrazaq yang untuk kita perhatikan, kita hafalkan dan kita selalu berdoa dengan doa-doa tersebut dengan memahami makna dan kandungan dari doa-doa tersebut.
Tentunya berbeda antara orang yang berdoa dan dia pahami kandungan doanya dengan orang yang hanya melafalkan doa namun dia tidak memahami kandungan doa tersebut.
Padahal kita tahu bahwasanya seperti dikatakan, doa adalah silahul mukmin-doa adalah senjatanya seorang mukmin.
Dia bukan senjata terakhir, bahkan dia adalah senjata yang pertama dan paling utama, jangan sampai kita salah kita menjadikan doa senjata yang terakhir justru sebaliknya doa adalah senjata bagi seorang mukmin yang pertama dan utama
Kita lihat bagaimana Nabi Shallallahu alaihi wasallam begitu perhatian dengan doa, sehingga seluruh kegiatan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam selalu dimulai dengan doa,
Mulai dari bangun tidur sampai setelah atau akan tidur kembali bahkan jika terjaga di tengah tidur beliau pun berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Karena beliau tahu segala urusan di tangan Allah Subhanahu Wa Ta'ala,
Beliaulah yang berkata,“Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, fa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin.
Wahai yang Hayyu dan yang Qayyum dengan RahmatMu lah aku mohon pertolongan,
fa ash-lihlii sya’nii kullahu - maka perbaikilah segala urusanku,
wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin
dan janganlah Engkau serahkan urusanku kepada diriku sendiri meskipun hanya Sekejap mata.
Artinya urusan sekecil apapun hendaknya Engkau urusi Ya Allah!
karena segala urusan di tangan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, segala keputusan-keputusan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, alam semesta di bawah kendali Allah Subhanahu Wa Ta'ala, apa yang Allah kehendaki terjadi dan apa yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi.
Seorang mukmin senantiasa bertawakal dan menyerahkan urusannya seluruhnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Di sinilah kita tahu, betapa pentingnya doa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, ajarkan doa dalam segala urusan sampai perkara-perkara yang menurut kita sangat sepele seperti, masuk WC, masuk toilet atau keluar toilet diajarkan doanya oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, mau makan, habis makan diajarkan doanya oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, mau safar masuk suatu kota diajarkan doanya oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, masuk pasar ada doanya ya, keluar rumah ada doanya bahkan mau berhubungan dengan istri pun ada doanya, naik kendaraan ada doanya ya.
Karena Nabi adalah orang yang paling bertawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka orang yang berbahagia adalah orang senantiasa menyerahkan urusannya kepada Allah yang senantiasa menggantungkan urusannya kepada Allah
Di antara bukti dia selalu menggantungkan urusannya kepada Allah dia suka berdoa, dia suka berdoa.
Oleh karenanya perhatian terhadap doa adalah tentu sangat penting.
Nah pada kesempatan kali ini, kita tahu doa sangat banyak maka Syekh Abdurrazaq memilih sekitar 30 Doa yang hendaknya kita, kita para suami para istri, ibu-ibu, anak-anak hendaknya apa namanya?Belajar doa ini dan menghafalkan doa ini.
Saya beberapa waktu yang lalu, saya bersama Syekh dan kemudian ada putranya, kemudian putranya cerita di depan kita, ada teman-teman kemudian putranya bilang waktu saya masih SD saya masih SMA masih ingat, sekarang udah kuliah!
Waktu saya masih SD, saya masih ingat Abi panggil saya kemudian dia tulis di sebuah kertas isi doanya,
اللَّهُمَّ اهْدِنِى لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِى لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ
Allahummahdinii li Ahsanil Akhlaaqi, laa Yahdi li-Ahsanihaa illa Anta, washrif 'Anni Sayyi-ahaa, laa Yashrifu 'Aanni Sayyi-ahaa illa Anta.Yang artinya: Ya Allah berilah petunjuk kepadaku menuju akhlak yang terbaik, sesungguhnya tidak ada yang bisa beri petunjuk kepadaku, kepada akhlak yang baik kecuali Engkau.
Washrif 'Anni Sayyi-ahaa
Jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk sesungguhnya tidak ada yang bisa menjauhkan aku dari akhlak yang buruk kecuali Engkau.
Maka kata dia, Abuya- yaitu ayahku ya, dia ngomong itu di depan Syekh ada saya ada Syekh dia kasih kertas itu dia suruh saya hafal, sejak saat itu saya selalu baca doa tersebut.
Subhanallah saya mengenal beberapa anak Syekh mereka akhlaknya bagus-bagus tapi yang paling terbaik ini, yang paling terbaik anak ini.
Yang dia diberikan doanya oleh ayahnya ketika dia SD disuruh hafal dan disuruh berdoa dengan doa tersebut.
Maksud saya perhatian bagaimana seorang Ayah menulis doa untuk anaknya, dipanggil khusus, dikasih kertas, disuruh hafal.
Kemudian dia baca doa tersebut dan Subhanallah, dia adalah di antara anak Syekh yang paling terbaik akhlaknya yang saya tahu ya.
Jadi doa-doa yang indah-indah ini hendaknya kita hafalkan karena kita juga butuh kepada doa-doa tersebut.
Demikian para ibu-ibu, ibu-ibu juga hendaknya menghafalkan doa-doa tersebut dan juga jangan lupa mengajarkan kepada anak-anak kita untuk menghafal doa-doa tersebut
Sehingga doa-doa tersebut yang 32 ini menjadi teman hidup mereka dalam kehidupan mereka, keseharian mereka.
Sesugguhnya dalam hidup ini, banyak ujian, banyak tantangan banyak problematika kalau Allah tidak mengurusi urusan mereka tentu mereka akan kesulitan menghadapi tantangan kehidupan.
Oleh karenanya doa-doa ini adalah doa-doa pilihan yang penting dan kalau tidak salah, panitia sudah mengcopy ya! Bagi-bagikan kepada para jamaah, ya di situ ada 15 doa sudah diterjemahkan ada 30, nanti 15 nya lagi nyusul. Insyaallah hu taala.!
Thayib kita baca ya, atau kita sarikan dari buku yang ditulis oleh Syekh Abdurrazak dan sebenarnya buku ini juga adalah kumpulan ceramah beliau yang ditranskrip kemudian dibukukan.
Pembahasan pertama adalah tentang,...
Sebelum kita bahas doa-doanya kita bahas tentang kedudukan doa-doa Nabi yang bersifat jami', bersifat komprehensif, bersifat mendalam dan kedudukannya dalam Islam.Sesungguhnya doa-doa yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang Nabi pernah berdoa dengan doa-doa tersebut, Nabi berdoa dengan doa-doa tersebut kemudian nabi mengajarkan doa-doa tersebut kepada para sahabat.
Doa-doa tersebut telah mengumpulkan segala kebaikan dan doa-doa tersebut mencakup kebaikan yang kompleks, kebaikan yang banyak, bukannya sekedar satu kebaikan, dua kebaikan tapi doa-doa pilihan yang mencakup banyak-banyak kebaikan.
Dan nabi suka dengan doa-doa seperti ini, doa-doa yang maknanya mendalam sehingga mencakup banyak kebaikan.
Aisyah radhiyallahu ta'ala anha pernah berkata, 'Rasulullah SAW suka dengan doa-doa yang al-jawami'.Doa al jawami' yaitu doa-doa yang komprehensif, yang maknanya mendalam.
Dan Rasulullah SAW meninggalkan yang selain itu, Rasulullah SAW suka dengan doa-doa yang maknanya sangat padat.
Hadits ini hadits yang shoheh.
Demikian juga diriwayatkan dari Aisyah,
Rasulullah Wassalam pernah berkata kepada Aisyah, 'Wahai Aisyah hendaknya Engkau berdoa dengan doa-doa yang komprehensif, doa-doa yang mendalam yaitu doa-doa jawami'.
Diantaranya Rasulullah ajarkan,
- Allohumma inni as-aluka minal khoiri kullihi ‘aajilihi wa aajilih,Ya Allah aku mohon kepada Engkau, meminta kepada Engkau kebaikan, seluruh kebaikan yang segera maupun yang akan datang.
- maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam
yaitu kebaikan yang aku tahu, maupun yang tidak aku ketahui
- wa a’udzu bika minasy syarri kullihi
dan Aku berlindung kepada Engkau dari segala keburukan.
‘aajilihi wa aajilihi
Baik ini doa yang contoh, doa yang komprehensif.
Aku minta kepada Engkau ya Allah seluruh kebaikan, yang segera maupun yang akan datang. Dan Aku berlindung kepada Engkau Ya Allah dari seluruh keburukan. Baik yang akan segera tiba keburukan tersebut ataupun yang akan datang.
- maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam.Yang aku tahu tentang kebaikan tersebut, maupun yang aku tidak tahu. Yang aku tahu tentang keburukan tersebut maupun yang aku tidak tahu.
Benar-benar doa tersebut mencakup seluruh kebaikan dan keburukan untuk dijauhi.
- Allohumma inni as-aluka min khoiri maa sa-alaka minhu muhammad un 'abduka wanabiyyukaBerdoalah wahai Aisyah,, Ya Allah aku mohon kepada Engkau seluruh kebaikan yang pernah diminta oleh Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu hambaMu dan NabiMu - Wa a’udzu bika min syarri masta’aadza minhu 'abduka wa nabiyyuka
dan Aku berlindung kepada Engkau ya Allah dari seluruh keburukan yang pernah dimohon untuk dijauhi berlindung kepada dari keburukan tersebut hambaMu dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam
ini juga komprehensif, Aisyah diajari oleh nabi untuk meminta seluruh kebaikan yang pernah diminta oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan meminta perlindungan dari segala keburukan yang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam pernah berlindung dari keburukan tersebut.
- Allohumma inni as-alukal jannah wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw ‘amal.ya Allah kumohon kepada Engkau surga dan segala perkara yang bisa mendekatkan kepada surga, baik perkataan maupun perbuatan.
Subhanallah komprehensif, lengkap segala perkara yang mendekatkan surga baik perkataan maupun perbuatan aku mohon kepada Engkau.
- Wa ‘audzu bika minan naari
dan aku berlindung kepada Engkau dari neraka jahanam
- wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw ‘amal.
dan Aku berlindung kepada Engkau dari segala perkara yang bisa mendekatkan kepada neraka baik perkataan maupun perbuatan.
- Wa as-aluka maqodhoitadhi min qodho in an taj'ala 'aqibatahu rusdan
dan aku mohon kepada Engkau ya Allah segala perkara yang kau putuskan untukku Aku ingin kesuduhannya adalah kebaikan.
Kenapa demikian?
karena yang kita minta ini, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala kekayaannya tanpa batas, kekayaannya tanpa batas.
meminta banyak sekali, apa apa susahnya, apa susah bagi Allah?
Tidak ada susah bagi Allah, kalau mau kasih Allah kasih.
Beda kalau kita minta kepada manusia, manusia kita minta dia punya aset terbatas, sekaya apapun! mau trilyuner, mau bilyuner, kekayaanya terbatas, kita minta sekali kita minta sekali dia kasih, dua kali, tiga kali mulai berkurang pemberiannya, minta terus-terusan nggak enak, lama-lama kita diusir meskipun dia sangat kaya raya.
Kenapa?
Meskipun dia sangat kaya raya tetapi asetnya terbatas, sehingga sifat manusia tidak suka kalau diminta terus, sifat manusiawi seperti itu.
Adapun Allah Subhanahu Wa Ta'ala semua kekayaan di tanganNya dan kekayaanya tidak pernah terputus
Ya Allah tinggal bilang Kun Fayakun terjadi, maka terjadilah kekayaannya unlimited tidak terbatas, maka justru kalau kita minta sebanyak-banyaknya Allah-Allah semakin suka pada hamba yang meminta kepada Allah subhanahu wa taala, ini hadits yang shoheh.
Ini dalil-dalil menunjukkan Rasulullah SAW menyuruh Aisyah radhiyallahu ta'ala anha untuk berdoa dengan doa-doa yang komprehensif, mengartikan jawami'!
Jawami' itu maksudnya gini,lafalnya sedikit tapi maknanya apa? dalam!
mencakup, Jami itu artinya mencakup secara bahasa.
Mungkin saya bilang komprehensif mungkin kurang pas tapi intinya maknanya demikian makna jawamiul adiya, iya maksudnya doa-doa yang mencakup, sangat dalam dan mencakup banyak yang diminta.
ya kita tahu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dikatakan Rasulullah berkata di antara keistimewaan yang dimiliki oleh Nabi yang tidak dimiliki oleh nabi-nabi yang lainnya, kata nabi Ukhtitu jawami alkalim - aku diberikan jawami'ul Kalim, jawamiul itu kata-kata yang singkat yang maknanya komprehensif
diantaranya yang dikumpulkan oleh Al imam nawawi rahimahullahu taala dalam Arbain nawawiyah, beliau memilih dari sekian ribu hadist, hadits-hadits yang jawami'ul Kalim.
Ini dimiliki oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam.
Selain jawami'ul kalim, selain pernyataan-pernyataan nabi yang ringkas dan padat seperti hadis singkat,
Lā dhororo wa lā dhirôro - hadits singkat,
tidak ada sikap memberi kemudaratan ya, kepada diri sendiri dan tidak memberi kemudharatan kepada orang lain.
lafalnya singkat tapi maknanya sangat mendalam.
Innamal a'malu binniyat - sesungguhnya amalan tergantung dari niatnya.lafalnya sedikit tapi maknanya, maknanya dalam.
Diantara keelokan Islam, seorang meninggalkan yang bukan urusannya, maknanya sangat dalam.
Diantara jawamiul kalim adalah jawamiul adiiyah, doa-doa nabi juga demikian, doa-doa nabi juga demikian, lafalnya singkat tapi sangat komprehensif.
Oleh karenanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyuruh Aisyah radhiyallahu ta'ala anha istri yang sangat dia cintai agar berdoa dengan tidak sembarang doa
Tapi berdoa dengan doa-doa yang sifatnya jawami', doa-doa yang komprehensif.
yang sering kita contohkan di antaranya, yang maknanya mencakup seluruhnya.
dalam riwayat yang lain kata Nabi SAW, 'Wahai Aisyah hendaknya kau berdoa dengan doa yang jawami', doa-doa yang sempurna'.
dalam riwayat yang lain Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, 'Ya Aisyah hendaknya Engkau berdoa dengan doa-doa yang komprehensif'.
dalam riwayat yang lain Rasulullah bersabda, 'apa yang menghalangi engkau wahai Aisyah untuk berdoa dengan jawami, doa-doa yang jawami'.
yaitu yang membuka-buka semua kebaikan.
Ini semua dalil bahwasanya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ya, sangat memperhatikan doa-doa yang al-jawami'.
Tadi sudah kita sebutkan dalam shahihain Rasulullah SAW bersabda, 'aku diutus dengan jawami alkalim yaitu doa kalimat-kalimat yang ringkas namun maknanya padat'.
diantaranya jawamiuddoa, doa-doa yang ringkas dan maknanya sangat banyak./
Contoh lagi dari Abu umamah Beliau berkata, Rasulullah pernah berdoa dengan doa yang banyak dan kami tidak hafal doa tersebut.
Kami berkata, Ya Rasulullah engkau berdoa dengan doa yang banyak namun kami tidak hafal sama sekali.
Maka Rasulullah berkata, 'maukah aku tunjukkan kepada kalian dengan sebuah doa yang mencakup seluruh yang aku minta tadi dengan berbagai macam doa?'.
Hendaknya engkau,
- Allohumma inna as-aluka min khoiri maa sa-alaka minhu nabiyyuka muhammadEngkau berkatalah, Ya Allah aku mohon kepada Engkau seluruh kebaikan yang diminta oleh NabiMu Muhammad shalalahu allaihi wasallam - Wa a’udzu bika min syarri masta’aadza minhu nabiyyuka muhammad shallallahu
Dan kami berlindung kepada Engkau ya Allah dari segala keburukan yang pernah dimohon oleh Nabi untuk berlindung darinya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam - Wa antal musta’aan
dan Engkaulah tempat mohon pertolongan - Wa ‘alaikal balaagh, wa laa hawla wa laa quwwata illa billah
dan Engkaulah yang menyampaikan wala haula wala quwwata illa Billah dan tidak ada daya tidak upaya kecuali dari Allah subhanahu wa ta'ala.
Ini contoh doa ya, yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, berupa doa-doa jawamiul kalim.
Timbul pertanyaan! ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah!
Bukankah para sahabat mereka orang-orang Arab?Bukankah mereka memiliki fashaha?
mereka fasih dalam bahasa Arab?
Jelas ya!
Kita sampai sekarang bahasa Arab masih nggak genah ya, orang-orang sana baru lahir sudah tahu bahasa Arab.
Makanya dulu ada pernah yang tanya sama saya,Ustad saya baru hafal 3 juz saya sudah, kok ujub ya Ustad?
Saya bilang, ente ngapain ujub ya?
level 3 juz 30 juz belum bisa bahasa Arab
di Madinah anak-anak kecil sudah pandai bahasa Arab, nggak ujub Mereka.!
Jadi mereka kan pandai bahasa Arab, mereka bisa ngarang doa sendiri? bisa!
Tapi ternyata Rasulullah ngajarin mereka cara berdoa, mereka bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Ini menunjukkan doa-doa yang al ma'shur, doa-doa yang diajarkan oleh Nabi SAW memiliki keistimewaan sendiri-memiliki keistimewaan tersendiri.
Ya gampangannya, kalau antum secara sederhana lahkalau saya ngajarin Antum doa, terus ada Syekh ngajarin doa, Antum pilih doa saya doanya syaikh?
Syekh lah!
Wong Ustadz orang Indonesia, ngomong jowo ra cetho, bahasa Arab apa lagi ya.!
terus kalau yang ngajar Syekh, ya udah pilih Syekh.! Terus sekarang ada pilihan, Syekh yang ngajar atau Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam?
pilih doa yang diajarin siapa yang ngajar?
Ya Rasulullah!
lebih sakti doanya, jelas, lebih sakti.
Wong Rasulullah utusan Allah Subhanahu Wa Ta'ala!
Ilmunya langsung dari Wahyu dari Allah subhanahu wa ta'ala.
Sederhana!
Oleh karenanya, para ulama membahas untuk perhatian terhadap doa-doa yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Diantara dalil-dalil akan pentingnya berdoa dengan doa dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam diantaranya,
- pertama,
poin pertama, para sahabat dahulu sangat semangat untuk menghafal doa dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, ya.
Dan Rasulullah mengajarkan mereka dengan serius, sampai dalam beberapa doa disebutkan Rasulullah mengajarkan mereka sebagian doa seperti ngajarin Alquran-seperti ngajarin Alquran.
Kalau ngajar Alquran bisa dirubah-rubah? enggak! Rasulullah mengajarkan Alquran dengan serius karena firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sebagian doa-doa Rasulullah SAW ajarkan dengan demikian.
Contoh Ibnu Abbas radhiyallahu Anhu berkata, Adalah Rasulullah mengajarkan para sahabat doa ini sebagaimana Rasulullah mengajarkan mereka Alquran. Kalau rasulullah mengajarkann mereka Alquran, Apakah sekali ngajar? Enggak!
Alquran butuh dihafal ya nggak? Rasulullah ulang-ulang, diperbaiki, diajarkan dengan baik, tajwidnya dengan benar, diulang-ulang agar dihafal oleh para sahabat, kira-kira demikianlah ketika Rasulullah SAW mengajarkan Alquran kepada para sahabat.
Ternyata sebagian doa Rasulullah SAW ajarkan seperti mengajarkan Alquran, berarti diulang-ulang agar mereka benar-benar hafal.
Doa tersebut adalah,- allahumma inna naudzubika Min adzabi jahanam,
Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari azdab jahanam, - wangundubika min ngadabil qobr,
Aku berlindung kepada Engkau dari azab kubur - wanangundubika minfitnatil massihid dajjal,
aku berlindung kepada Engkau dari fitnah massihid dajjal,
- wanangudibika min fitnatil mahya wal mamat
dan aku berlindung kepada engaku hidup dan dari fitnah kematian.
Ini Rasulullah ajarkan kepada para sahabat seperti mengajarkan Alquran.
demikian juga dalam doa istikharah dalam shahih bukhori, dari hadits Jabbir bin abdillah ra, Adalah Rasulullah mengajarkan kepada kami doa istikharah sebagaimana rasulullah mengajarkan kepada kami surat dalam Alquran.
Jadi ini poin pertama, menunjukkan pentingnya doa-doa nabi karena nabi mengajarkan langsung. Wahai Aisyah doa begini, wahai Fulan doanya begini, wahai sini-sini doa begini
Rasulullah ulang-ulang, berarti Rasulullah SAW ingin para sahabat berdoa dengan doa tersebut, yang langsung diajarkan dari lisan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam
Rasulullah mengajarkan mereka
Ini poin pertama menunjukkan pentingnya doa-doa al-adiyah Al Ma'tsurah itu adalah doa-doa yang datang dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Yang kedua diantara hal yang menunjukkan pentingnya doa-doa dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam,
Para sahabat, mereka datang kepada nabi dan minta diajarkan doa dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Padahal mereka ahli bahasa Arab,
bukan cuma ahli bahasa Arab,
mereka Faqih mereka ahli fiqih,
mereka ahli akidah, akidah mereka lurus,
fikih mereka benar,
mereka murid langsung Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam.
Meskipun demikian mereka tidak ngarang doa sendiri, mereka berusaha minta doa dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Contoh orang yang paling Fakih Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu ta'ala Anhu, minta doa dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Umat terbaik, afdholul Ummah - manusia terbaik dari umat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, Abu Bakar As Siddiq dia datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan kemudian dia berkata, Ya Rasulullah ajarkanlah aku sebuah doa yang aku bisa berdoa kepada Allah dengan doa tersebut dalam salatku.
Dia minta diajarkan doa, apa kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam,
Qul, Katakanlah Abu Bakar
- allahumma innii zholamtu nafsii zhulman katsiiran wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta
Ya Allah aku telah mendzalimi diriku dengan kedzaliman yang banyak
- wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta
dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosaku kecuali Engkau
- faghfirlii maghfiratan min ‘indika
ampunilah aku dengan ampunan yang datang dari sisiMu
- warhamnii
rahmatilah aku
- innaka antal ghofuurur rahiim
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
'Katakanlah Abu Bakar, Ya Allah aku telah mendzalimi diriku dengan kedzaliman yang banyak dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosaku kecuali Engkau, ampunilah aku dari ampunan dari sisiMu, ampunilah aku dengan ampunan yang datang dari sisiMu, warhamni rahmatilah aku Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Kira-kira Abu Bakar As Siddiq bisa ngarang doa ini gak? bisa!jago bahasa Arab? bisa sekali!
mungkin kalau susunan katanya lebih bersajak mungkin bisa, Abu Bakar Ash jago.
Tetapi dia minta dari nabi karena dia tahu nabi yang paling berilmu, nabi yang lebih tahu apa yang pas bagi umatnya. Maka dia tidak ngarang doa sendiri.
Dia datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam minta diajarkan doa.
Demikian juga dalam hadits yang lain, Abu Bakar datang kepada Nabi, minta ajarin doa dengan doa yang lain.
Dari Abu Hurairah ra, Abu Bakar berkata, 'Ya Rasulullah ajarkanlah kepadaku suatu doa yang bisa aku ucapkan ketika di pagi hari dan ketika di sore hari, di petang hari dan ketika aku mau tidur.
Ajarkan aku doa ya Rasulullah, aku mau ucapkan di pagi hari, aku mau ucapkan di sore hari dan aku mau ucapkan ketika mau tidur.
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ajarkan, Qul, 'Allohumma fathiros samawati wal ardhi ‘alimal ghaibi was syahadati robba kulli syai-in wa malikahu. Asyhadu alla ilaha illa anta a’uzu bika min syarri nafsi wa syarris syaithoni wa syirkihi'.
Katakanlah wahai Abu Bakar, doa allahumma Fathiros,,doa yang Ma'ruf dzikir pagi petang. ya Allah Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui yang-yang tersembunyi maupun yang nampak, Tuhan segala sesuatu dan penguasanya, aku bersaksi tidak ada yang berhak disembah kecuali Engkau, Aku berlindung kepada Engkau dari keburukan jiwaku dan dari keburukan setan dan kesyirikannya atau dari anak buahnya.
Ini poin yang kedua bahwasanya para sahabat, mereka pakar bahasa Arab tapi mereka minta diajarin doa.
Contoh lagi, Aisyah radhiyallahu taala ketika di 10 hari terakhir dia datang kepada nabi dan dia berkata, Ya Rasulullah,... Wahai Rasulullah kalau aku tahu bahwasanya ini malam adalah suatu malam adalah malam Lailatul Qadar, apa doa yang aku ucapkan?
Aisyah minta diajarin doa, Aisyah ahli bahasa Arab, Fashihah. Bahkan dia menghafal sekian ribu syair-syair Arab ya!.
Seperti dikisahkan oleh para ulama, ketika mereka mensarah hadits tentang Ummu Zarah bagaimana Aisyah menggunakan sajak dan lafal-lafal yang indah ketika menceritakan tentang kisah Ummu Zara yang pernah saya bahas dalam pembahasan yang panjang.
Ini Aisyah jago bahasa Arab sudah jelas!tapi ketika mau berdoa dia minta kepada nabi untuk ajarkan.
Doa apa yang hendaknya dibaca?
Rasulullah ajarkan sederhana,
Allahumma Innaka Afuwwun Tuhibbul Afwa Fa'fu Anni, Ya Allah sesungguhnya menyukai ampunan, Engkau adalah Maha Pengampun Engkau menyukai ampunan maka ampunilah aku.
Ternyata Aisyah ra minta diajarin doa,
Ini poin kedua para sahabat minta diajarkan doa dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam.
Poin yang ketiga yang menunjukkan pentingnya doa dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, Rasulullah pernah mengajarkan doa kepada para sahabat atau kepada salah seorang sahabat kemudian ketika dia berusaha mengulangi ternyata salah mengulangi, Rasulullah benarkan!
bukan begitu doanya!
menunjukkan lafal-lafal doa yang diajarkan oleh Nabi ini lafal-lafal yang sakral, tidak kita riwayatkan dengan makna tapi kita mengambil lafal dari nabi sebagaimana yang keluar dari mulut Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
saya bacakan,
Oleh karenanya Syekh Abdurrozak beberapa kali mengkritiki sebagian doa yang-yang tersebar di masyarakat kemudian e, kemudian apa namanya? ditambah-tambahin.
Contoh seperti sebagian orang kalau berdoa,faaslihni sya'k'ni qullah wala takilni illa nafsi torfatan ain, wala aqola mindzalik,
ada tambahan wala aqola mindalik
Ya Allah aku serahkan urusanku kepadamu dan jangan kau serahkan urusanku kepada diriku sendiri meskipun hanya sekejap mata, di situlah lafal nabi.
tapi orang nambah, wala aqola indzalik
dan jangan juga lebih kecil daripada itu.
Apalagi yang lebih kecil dari sekejap mata!, sudah ikut saja doanya nabi, ditambah-tambah wala aqola mindzalik, enggak usah tambah wala aqola mindzalik.
Syekh ingatkan karena ini merubah lafal Apa? nabi!
kalau bisa kita, sebagaimana lafal nabi ikut saja itu. Allahumma innakafuwun tuhibbul afwa wafuanni, jangan tambah Allahumma innakafuwun karimun, ada tambah karimun, enggak usah!Nanti orang tambah-tambah lagi, aloohuma innaka afuuwun, karimun ,ghofurun, rohimun, tambah panjang.
Nabi ajakrakn allouhum ainnka tuhibul wafuanni, sudah!Artinya kita berusaha menjaga kesakralan lafal doa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Seperti ada lagi Syekh AbdurRozak protes atau mengkritiki sebagian orang-orang berdoa, sebagian Imam Imam berdoa,
Allahumma inni as aluka Min Khairi masa Alaka nabiyuka Muhammad, wa ibbaduka sholihunYa Allah aku mohon kepada Engkau semua kebaikan yang diminta oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, nabi mengajari sampai situ.
Imam Imam sebagian nambah lagi, Ya Allah aku mohon kepada Engkau semua kebaikan yang dimohon oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan dimohon oleh hamba-hamba, hamba-hambamu yang Saleh. ada tambahan wa ibbaduka sholihun.ini enggak perlu!
emang apa ada nabi yang minta para orang saleh tidak minta,
Semua kebaikan yang diminta sudah diwakili oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam.
seakan-akan permohonan nabi kurang cukup, harus ditambah lagi dengan doanya orang-orang selain Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam.
Kelihatannya indah kalau kita dengar tapi itu menambah-nambahin doa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam.
Jadi Syekh Abdul Razak hafihdlalhu taala punya perhatian terhadap lafal-lafal doa Nabi, kalau ada riwayat kita baca, kalau enggak, ndak usah!
Karena kesakralan doa nabi itu perlu dijaga, diantara buktinya akan hal ini adalah hadits berikut, Rasulullah SAW mengkoreksi hafalan sahabat yang salah tentang doa.
Dari hadits dari shahihain shahih bukhori shohih muslim, dari Al Bara bin azib radhiyallahu anhu Beliau berkata, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, kata nabi kepada al-baro bin azib radhiyallahu Anhu jika engkau mau tidur maka berwudhulah seperti wudhumu hendak shalat.
wudhu biasa seperti mau salat.
Kemudian berbaringlah di atas lambung kananmu, kemudian berdoalah,- 'Allahumma aslamtu wajhii ilaik
Allah aku serahkan wajahku kepadamu, aslamtu wajhii ilaik
- Wa fawwadhtu amrii ilaik.
Dan aku serahkan segala urusanku kepada-Mu
- Wa alja’tu dzahrii ilaik.
dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu
- Raghbatan wa rahbatan ilaik
karena berharap dan rasa takut kepada-Mu
- La malja’a walaa manjaa minka illa ilaik
Tidak ada tempat perlindungan, tidak ada tempat keselamatan dari adzab-Mu kecuali Engkau yang menyelamatkan
- Aamantu bi kitaabika alladzii anzalta
aku beriman kepada kitabMu yang Engkau turunkan, yakni Al Quran - wa bi nabiyyika alladzii arsalta, Perhatikan!
dan aku beriman kepada NabiMu yang Engkau utus. ......
Kalau kau mati sudah berdoa, sudah berwudhu, kemudian kau doa kemudian kau tidur, kalau kau meninggal-kau meninggal di atas fitrah, di atas Islam.
Jadikanah doa ini paling terakhir sebelum kau tidur!
Ingat kata ulama kalau kita habis baca doa ini terus kita ada ngobrol, baca doa lain, ulangi lagi. Ini doa yang paling terakhir.
doa tidur banyak ya, doa tidur banyak,baca ini, baca ini, ada 10 mungkin lebih doa tidur,
yang kita hafal apa?
bismika allahumma ammutu wa ahya!
cuma satu doang!
masih banyak, doa tidur banyak!
itupun kadang lupa ya!
doa tidur banyak, banyak ya!
Subhanallah...
Banyak, diantaranya doa ini, ini yang terakhir yang di baca. kata Rasulullah jadikanlah ini ucapanmu terakhir.
kata para ulama, habis baca doa itu, terima telpon, wewewe,,,ulangi lagi doanya!
karena itu yang terakhir dibaca sebelum orang tidur!
Thayib, jadi Nabi ajarkan,
اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ : وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Allahumma aslamtu wajhii ilaik. Wa fawwadhtu amrii ilaik. Wa alja’tu dzahrii ilaik. Raghbatan wa rahbatan ilaik. La malja’a walaa manjaa minka illa ilaik. Aamantu bi kitaabika alladzii anzalta, wa bi nabiyyika alladzii arsalta.Ini doa Nabi,
di situ ada perkataan wa bi nabiyyika alladzii arsalta - aku beriman kepada nabimu yang kau utus.
Thayyib, kata AlBara bin Adzib Radiallahu anhuna, maka aku pun mengulangi doa tersebut di hadapan nabi,
dengar sekali langsung hafal,maka dia menghafal,
dia mengulangi di hadapan nabi,
sudah benar,
aslamtu wajhii ilaik, Wa fawwadhtu amrii ilaik,
sudah benar,
a alja’tu dzahrii ilaik, Raghbatan wa rahbatan ilaik, La malja’a walaa manjaa minka illa ilaik, aamantu bi kitaabika alladzii anzalta,
sudah benar.
Terakhir yang dia salah, harusnya wa bi nabiyyika alladzii arsalta, dia rubah wa bi Rassulika alladzii arsalta, bukan wa bi nabiyyika tapi dia rubah wa bi Rassulika, seharusnya aku beriman kepada NabiMu yang Engkau utus tapi Al Bara bin Aziz merubah aku beriman kepada RassulMu yang Engkau Utus.
Apa bedanya rasul dengan nabi? sama aja!
tapi Rasulullah bilang salah, la! bukan begitu.
wa bi nabiyyika alladzii arsalta, Rasulullah perbaiki!
Rasulullah bilang salah, jangan bilang wa bi Rassulika alladzii arsalta
tapi wa bi nabiyyika alladzii arsalta.
Padahal Rassul dan Nabi gak aad bedanya, beda-beda tipis. Gak ada bedanya, tapi beda-beda tipis.
Tapi intinya di sini Rasulullah SAW ingin al-bara bin azib menghafal seperti doa yang keluar dari Nabi SAW tanpa merubah satu huruf pun, itu ada kesakralan dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Al Imam Ibnu Hajar rahimahullah ketika mengomentari hadits ini,
artinya apa sih, rasul dan nabi? beda tipis!
Kata Ibnu Hajar yang paling utama tentang penjelasan apa hikmahnya nabi kok bantah atau memperbaiki, mengkoreksi doanya Al Bara bin azib yang mengatakan Rasul disuruh perbaiki menjadi nabi,
Apa sih hikmahnya? yang paling, pendapat yang paling tepat hikmah akan hal ini, karena lafal-lafal dzikir itu taukifiyah yaitu terima, terima jadi taukifiyah.
Seperti salat magrib 3 rakaat, salat subuh dua rakaat, terima saja enggak usah banyak protes, ya udah lafal dzikir pun demikian.
dan doa-doa yang diajarkan oleh nabi itu memiliki keistimewaan-keistimewaan dan memiliki rahasia-rahasia yang tidak bisa dimasuki analogi, sudah terima aja!
Rasulullah bilang gitu pasti ada rahasianya, kenapa tidak boleh diganti nabi dengan Rasul, padahal sama saja!
Berarti ada rahasia, .....
karenanya wajib untuk menjaga lafal doa Nabi sebagaimana datangnya.
dibaca sakralnya seperti itu.
dan banyak orang-nam nambah-nambahin doa Nabi banyak, memang bagus kita dengar indah. Tapi kalau kita bisa menjaga kesakralan doa nabi itu lebih baik-lebih baik, enggak usah ditambah-tambahin.
ini perkara ketiga yang penting untuk kita kenapa kita berusaha belajar dari doa nabi.
perkara yang keempat
Yang pentingnya jawamiul kalim, kita belajar doa dari doa Nabi SAW karena seorang terkadang berdoa, doanya salah.Terkadang dia berdoa, ternyata doanya salah.
kenapa salah? karena kurang ilmunya, dia kurang ilmu!
bisa jadi akidahnya salah,
bisa jadi pemahamannya salah,
dia salah paham tentang sifat Allah,
dia enggak ngerti tentang bagaimana sifat Allah,
bagaimana sikap Allah yang sebenarnya,
ga ngerti, sehingga dia ngarang doa yang ternyata bisa salah.
Jadi ini pernah terjadi pada seorang sahabat, salah berdoa-salah berdoa
Al imam muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, Rasulullah SAW menjenguk seorang dari kaum muslimin, sudah sangat kurus, orang tersebut sakit, sudah sangat kurus, seperti anak burung baru lahir, kurus nggak bisa bergerak bangun, udah bener-bener kurus karena sakit.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam curiga, ini kenapa orang seperti ini,
Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata kepada orang ini, 'Apakah engkau pernah berdoa sesuatu atau kau minta dijadikan sakit sepert ini? kok seperti ini sakitnya?
Sahabat ini ngaku, iya benar Rasulullah aku pernah berdoa,
ini dia salah doa, dia cerita kenapa dia, Saya pernah berdoa, saya pernah berdoa, ya Allah apa adzab yang kau akan siksa aku di akhirat, segerakanlah di dunia.dia ngomong ini, bukan, dia karena takut adzab akhirat. yang penting di akhirat selamat di dunia ndak apa-apa, sekarang aja ya Allah jangan di akhirat.
kira-kira Bagus nggak? bagus kan?
daripada di azab di akhirat repot, mending adzab dunia lebih ringan.
maka dia punya logika, logikanya benar. kalau kita lihat enggak ada salahnya, daripada Engkau mengadzabku di akhirat, Ya Allah mending Kau azab aku di dunia, dia minta demikian.
Allahumma....
Ya Allah semua azab yang kau akan mengazabku di akhirat segerakanlah bagiku di dunia.
Kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam,
ini contoh doa seorang sahabat yang punya ilmu tapi salah. Ilmunya tidak luas tidak seperti Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Maka Rasulullah Shallallahu salam berkata, mengomentari orang tersebut, 'Subhanallah - Maha suci Allah, kau tidak mampu, untuk menghadapi itu semua kalau semua adzab disegerakan kau tidak bakalan mampu.
Kenapa kau tidak berdoa dengan doa yang lain,
Allahumma atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzabannar.
selesai!
Ya Allah berikanlah bagiku kebaikan dunia, bagiku kebaikan di akhirat dan jauhkan aku dari azab neraka jahanam.
kata Anas bin Malik, akhirnya dia berdoa dengan doa ini, akhirnya Allah sembuhkan penyakitnya.
ini contoh salah salah doa, hati-hati!
bapak-bapak ibu-ibu ,Jangan sampai salah doa!
doain suami,
Ya Allah mampusin, dia jadi janda
Hati-hai jangan sembarang doa!
Doa anak-anak, marah sama anak doain keburukan jadi buruk
hati-hati salah ngomong-ngomong kadang diaminkan oleh malaikat
Repot ya jangan! jangan!
berdoa yang baik!
Kalau nggak tahu bikin doa, doa yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Lihat sahabat ini, dia berdoa bukan karena apa! oleh karena takut kepada Allah, doa tersebut bukan karena emosi, bukan karena apa! tapi karena iman yang tinggi dan rasa takut dengan hari akhirat.
bukan pede masuk surga, nggak! dia takut diadzab! makanya dia bilang ya Allah kalau Engkau ada adzab aku di akhirat, segerain aja daripada diadzab nanti, mending sekarang!.
Rasulullah mengatakan innaka latu' ti'hu, kau tidak bakalan mampu. ya udah doa saja yang lain, Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzabannar.
Sembuh!
Ini Empat perkara yang menunjukkan akan agungnya doa-doa yang diberikan oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam.
Dan poin ke empat ini sangat penting karena kita dapati sebagian doa-doa dikarang oleh sebagian orang ternyata isinya kesyirikan misalnya.
Saya pernah lihat buku doa di musim Haji, didatangkan orang jemaah haji bawa ini, isinya minta kepada Abdul Qodir Jailani, minta kepada! benar-benar minta! rahmati aku!
benar-benar minta, bukan kepada Allah, nggak tahu dia ngerti artinya atau tidak ya! ngerti atau tidak, Wallahu 'alam bishowab.
ya, terkadang doa-doa tersebut ada sajak- sajaknya tapi ternyata tidak, tidak tepat isi doanya.
paling tidak kalau doa-doa karangan tersebut, pasti bagaimanapun lebih hebat doa Nabi atau doa mereka? doa Nabi!
Mana lebih Sakti Nabi atau mereka?
Nabi lebih sakti doanya, kalau bahasa kita ya!
tentunya tidak pas kita bilang sakti tapi kalau kita mau
bahsakan lebih hebat doanya, lebih komprehensif karena diucapkan oleh orang yang paling tahu tentang Allah subhanahu wa ta'ala.
yang paling tahu tentang kebaikan adalah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Inilah perkara yang menunjukkan pentingnya doa yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
- yang pertama adalah nabi mengajarkan doa tersebut kepada para sahabat
- yang kedua para sahabat pakar bahasa Arab tapi mereka minta diajarkan doa oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam
- yang ketiga nabi ajarkan kalau ada sahabat yang Salah dikoreksi oleh Nabi Shallallahu alaihi wasallam
- yang keempat ada kemungkinan orang berdoa Kalau ngarang sendiri terkadang salah.
ya oleh karenanya saya bacakan perkataan al khatabbi rahimahullah ta'ala,
jadi ini bukan berarti kita enggak boleh doa dengan selain doa nabi, kita boleh ngarang doa sendiri boleh!
tapi kalau kita bisa hafal doa nabi itu yang terbaik, kenapa? kalau karangan kita sendiri, bisa jadi kita salah minta, kenapa salah minta Ustadz? karena ilmu kita kurang ilmu kita kurang!
Seperti Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan, ada orang yang berlebih-lebihan dalam berdoa. Dia berdoa ya Allah masukkanlah ke dalam surga! kalau aku masuk sebelah kanan ada istana begini begini begini.
ngapain minta doa kayak gitu! minta aja masuk surga, masuk surga pasti Indah. nggak usah surganya didikte, Ya Allah pingin surganya begini, sebelah kanan begini.
ternyata surga tetangga lebih bagus nanti, nggak usah dikte surga! pokoknya ya Allah masukkan ke surga!
ini contoh maksudnya kalau kita ngarang doa disini bisa mungkin apa? salah! seperti tadi sahabat, dan Rasulullah ceritakan ada orang yang berlebih-lebihan dalam doa, diantaranya mendikte isi surga.
Gak usah! doa saja yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
namun saya ingatkan bukan berarti kita nggak boleh doa dengan doa sendiri, boleh!
tapi kita harus memilih doa,
jangan yang macam-macam!
jangan yang aneh-aneh!
kita bisa sebutkan, Ya Alah saya dalam kondisi begini,
Saya begini tolonglah aku, kan bisa!
Doa yang sederhana!
Gak usah dikte inilah, berlebih-lebihan, hati-hati!
Kata Alkhtabbi rahimahullahu taala, yang paling utama dan digunakan untuk berdoa adalah yang telah shahih, telah valid riwayatnya dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan valid dari nabi dengan sanad-sanad yang sahih.
fainal khalaq ya Ridho katsiran,,,,,,
perhatikan kata Alkatabbi, karena kesalahan itu sering menimpa doa-doa yang banyak, yang dikarang-karang oleh manusia.
sering! berarti ini pengalaman dia! dia bilang katsiran tuh banyak, berarti dia menelaah banyak doa dan sering salah ini yang bilang ulama mazhab Syafii.
Al qalaq ya....
banyak kesalahan yang menimpa doa-doa yang dipilih-pilih oleh manusia, karena ilmu mereka berbeda-beda dan mdzhab mereka dalam akidah juga berbeda-beda.
....karena doa itu adalah eee sarana dan apa namanya, potensi tergelincir, potensi kesalahan.
.....sesungguhnya ketika seorang berdoa, di bawah dia ada tempat yang bisa menggelincirkan dia, hati-hati jangan sampai tergelincir dengan salah berdoa.
Hendaknya dia menempuh doa yang, yang sudah jelas. Sehingga kalau sudah berdoa dengan doa yang jelas oleh Nabi dia tidak akan terjungkal-tidak akan terjungkal.
ini menunjukkan pentingnya doa-doa yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
Thayyib itu semua mukadimah
sekarang tanya jawab, oh sudah!
berarti doanya belum diajarin ya,
doanya nanti pertemuan berikutnya.
ini semua muqodimah.
Ibu-ibu hafalin aja dulu doanya ada 15, besok setorannya. setoran ya
wabillahi Taufik Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.