Hidup Bahagia Bersama Allah
Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Bismillahirrahmanirohim assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah Rasulullah hadirin hadirat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta'ala pada kesempatan pagi ini kita akan bahas tentang topik terkait dengan bagaimana kita belajar untuk bisa berbahagia bersama Allah yaitu yang secara syariat disebut dengan Allah yaitu berdua-duaan bersama Allah subhanahu wa ta'ala membutuhkannya karena kita mengakui kebanyakan waktu kita adalah berinteraksi dengan makhluk Dan jika dibandingkan dengan interaksi kita dengan Allah sangat sedikit ya waktu kita untuk berkhalwat dengan Allah hanyalah sedikit dan kebanyakan kita atau banyak dari kita waktunya habis untuk interaksi dengan manusia atau membicarakan manusia atau mengomentari manusia atau membaca komentar orang lain tentang orang lain Dan demikianlah waktu kita ya terbuang-buang pada kesibukan terkait dengan manusia oleh karenanya ini adalah sebab yang menjadikan hati kita terkadang menjadi keras susah untuk khusyuk bisa untuk tersenyum ketika mendengar ayat-ayat Allah subhanahu wa taala karena terlalu banyak membicarakan manusia atau bangunan mencari manusia atau berbicara tentang dunia dan yang lainnya dan jarang bervaluasi dengan Allah subhanahu wa taala karena ada suatu pernyataan indah dari awan bin Abdillah atau Abdullah bin auf Abdullah bin auf salah seorang masalah di mana beliau berkata dekorasi daun menyebut menyebut manusia adalah penyakit dan menyebut Allah adalah obatnya beliau di krunasi daun menyembunyi tentang manusia cerita tentang manusia adalah penyakit dan mengingat Allah menyebut-nyebut Allah adalah obat ketika menukil perkataan Abdullah bin Awan ini ya beliau berkata sungguh benar demi Allah pernyataan beliau dan yang menakjubkan dari kita yang menakjubkan dari kita dan dari kebodohan kitaBagaimana kita meninggalkan obat dzikir kepada Allah dan kita masuk menerobos dalam penyakit yaitu sibuk berbicara tentang manusia aku akan ingat kalian Allah berfirman walau Akbar dan berzikir kepada Allah adalah nabi besar Allah juga berfirman orang-orang yang beriman dan tenang hati mereka dengan mengingat Allah ketahuilah dengan mengingat Allah hati-hati menjadi tenang akan tetapi hal ini tidak mudah kecuali dengan Taufik dari Allah subhanahu wa ta'ala ibadah yang mudah dan sangat besar obat dari penyakit yang menimpa hati kita tetapi wilayah namun ternyata tidak mudah untuk melakukannya kecuali dengan Taufik petunjuk bimbingan dari Allah subhanahu wa taala zaman
Siapa yang selalu berdoa kemudian melazimi mengetuk pintu maka suatu saat pintu tersebut akan dibuka artinya seorang berusaha berdoa agar mudah berdzikir kepada Allah kemudian selalu memaksakan dirinya untuk senantiasa berdzikir kepada Allah akan diberikan tauhid oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk mudah selalu ingat Allah subhanahu wa ta'ala diantara sebab kenapa kita susah untuk khusyuk sebab kenapa kita putus untuk beribadah senang dengan maksiat kemudian malas untuk salat malam misalnya karena terlalu banyak bicara tentang manusia terutama di zaman-zaman sekarang ini konten untuk kita lihat terlalu banyak di laptop orang kita lihat berita ini berita anu berita ini berita anak komentar ini komentar waktu kita untuk keluar dengan Allah sangat sedikit kalau kita bikin jadwal coba kita jadwal kita bersama Allah dibandingkan yang jadwal kita interaksi dengan manusia membicarakan mereka tentu waktu kita bersama Allah sangat-sangat lama sedikit
Sebab utama kenapa hati kita ditibat dengan penyakit sebagai perkataan tadi ulama salaf dzikrunasi daun menyebut-nyebut manusia membicarakan tentang manusia adalah penyakit oleh Allah subhanahu wa ta'ala oleh karenanya para ulama mengingatkan hal ini jika seorang sibuk membicarakan manusia dia akan terjerumus yang namanya penyakit dan jika dia banyak mengingat Allah banyak berpikir kepada Allah maka dia akan terhindar dari banyak penyakit
Tiba-tiba kalau bukan pada dzikir tidak ada kecuali satu faedah saja yaitu atau hanya hanya dua faedah maka sungguh luar biasa tersebut kalau seandainya zikir tidak memiliki faedah kecuali dua ini maka sungguh dzikirlah ibadah yang Agung yang pertama kata beliau thoriqun ilaku billahi wa insidu dengan dzikir kepada Allah maka seorang akan menjadi cinta kepada Allah dengan sering mengingat Allah menyebut nama Allah subhanahu wa ta'ala membaca firman Allah maka seorang akan menjadi cinta kepada Allah zikir adalah jalan untuk mengantarkan seorang hamba cinta kepada Allah bahwa Mursyid pembimbing dan juga yang kedua pokoknya khalifah Andi batin wanamima ketika seorang banyak berzikir maka dia akan terhalangi dari ibadah namimah dan juga dari perkataan-perkataan yang merusak agamanya hal ini senada dengan apa yang diucapkan oleh Al Imam Ibrahim rahimahullahu ta'ala bahwasanya dengan banyak berzikir seorang akan terhindar dari banyak penyakit akibat banyak menyebut manusia beliau berkata Anda ustaz bagusti Kholil lisan melalaikan lisan tersibukan sehingga tidak sempat untuk tiba tidak sempat untuk Nabi Ima tidak sempat untuk berdusta tidak sempat berkata-kata faktor alam karena manusia pasti berbeda
Baik karena manusia pasti berbicara pasti berkomentar baik secara lisan maupun dengan tulisan bagaimana zaman sekarang nggak ada manusia diam-diam aja siapa manusia pasti berbicara berkomentar manusia hobi untuk komentar hobi untuk berbicara apakah diungkapkan dengan lisan atau diungkapkan dengan tulisan jika dia tidak menyibukkan lisannya untuk berbicara dengan zikir kepada Allah dan juga menyebut tentang perintah-perintah Allah syariat-syariat Allah maka dia akan berbicara dengan perkara-perkara yang haram ini itu ghibah namimah dan yang misalnya kebatilan kedustaan perkataan Fiji atau sebagian dari kemungkaran-kemukakan tersebut walah Sabilillah Salamah dan tidak mungkin selamat hari ini semua kecuali dengan berzikir kepada Allah subhanahu wa taala Wal Musa ada dua tajribatu syahidan apa yang kita saksikan dan apa yang kita telah coba buktikan hal ini bukti akan kebenaran hal ini firman Allah dan di sana zikrallahi rona di sanawi siapa yang membiasakan dirinya lisannya untuk berpikir kepada Allah maka dia telah menjaga lisannya dari perkataan yang batil atau perkataan yang sia-sia memang dia bisa-bisa ala taro Taba bikul di bawah sini dan siapa yang lisannya kering dari berzikir kepada Allah subhanahu wa taala tidak sempat berzikir kepada Allah maka tulisannya akan dibasahi dengan semua kebatilan perkataan sia-sia maupun perkataan yang yang keji ya ini benar mereka Ibnu qayyim rahimahullah ta'ala ee sebagai renungan bagi kita terutama di zaman sekarang ini banyak musim komentar musim kita berkomentar membaca komentar orang yang kita buang-buang umur untuk berbicarakan manusia dan kita lalai untuk berkhalwat dengan Allah melalui untuk mengingat Allah subhanahu wa taala akhirnya kita terjerumus dalam berbagai macam kesalahan dan kebatilan
Kata Aceh di rahimahullah ta'ala dalam sebagian fatwanyasi dan waspadalah jangan sibuk dengan manusia yang sibuk apa manusia mereka cek sana cek ini sibuk memeriksa aib mereka yang hadir ilmiah dan jika ini dilakukan oleh ahlul Ilmi oleh para ulama oleh para doa sibuk ngurusin manusia sibuk mencari manusia maka dosanya lebih besar daripada yang lainnya kata selain mereka selain ulama mereka menjadikan ulama sebagai uswah sebagai teladan ya kemudian kata beliau wali analis kata beliau karena sibuk ngurusin manusia hanyalah menghilangkan banyak kemaslahatan yang bermanfaat dan hanya membuang waktu yang berharga dan menghilangkan indahnya ilmu dan cahaya ilmu ini saya kasih mukadimah tentang pentingnya khalwat karena ternyata sibuk dengan membicarakan manusia urusan manusia mengomentari mereka membaca komentar orang tentang mereka sebagaimana zaman sekarang kita lagi sibuk tentang itu enggak lagi sibuk itu hanya membuat hati menjadi keras dan itu semua penyakit dan kita dan nyaman kalau sudah berbicara tentang manusia kita jadi mukmin jadi ketagihan menyenangkan ya ghibah namimah mengungkit baik orang lain kemudian membongkar keburukan orang lain membaca komentar orang tentang keburukan orang lain bantal-bantahan menyenangkan tanpa terasa sejam kita lewati setiap hari sejam 2 jam tanpa terasa hanya mengotori hati-hati kita sehingga waktu kita untuk baca Quran untuk selamat malam untuk dzikir kepada Allah tidak tidak sempat tidak sempat bertobat dengan Allah subhanahu wa ta'ala bagaimana kita bahagia bagaimana kita mau bahagia karena tidak mungkin bahagia kecuali bersama Allah yang menciptakan hati kita adalah Allah subhanahu wa ta'ala yang anugerahkan kebahagiaan Allah subhanahu wa ta'ala sesungguhnya dalam hati itu ada saat itu ada luka yang tidak ada yang bisa menyembuhkannya kecuali menuju kepada Allah subhanahu wa ta'ala mungkin sembuh kecuali kita kembali kepada Allah dan ada keterasingan dalam hati ada rasa keras ada rasa tidak nyaman dalam hati tidak mungkin hilang kecuali dengan bersama Allah dalam khalwat dengannya sendirian bersama Allah subhanahu wa ta'ala itu yang bisa menghilangkan keterangan kekeringan hati
Wafiq hujan dan juga dalam hati itu ada kesedihan dan dalam hati itu ada kesedihan tidak bisa hilang kecuali dengan kegembiraan yang kita raih dengan mengenal Allah subhanahu wa ta'ala dan jujur dalam bermuamalah dengan Allah subhanahu wa ta'ala alaihi dan dalam hati ada kegelisahan tidak bisa menenangkannya ya kecuali berkumpul dengan Allah subhanahu wa ta'ala berlari dari maksiat kepada Allah menuju ke taat ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan dalam hati ada api-api penyesalan lalu ada api-api yang menyala karena penyesalan-penyesalan yang tidak bisa memadamkannya kecuali ridho dengan perintah Allah dan keputusannya Rida dengan perintah dan larangan Allah ridho dengan keputusan Allah dan dengan memeluk kesabaran peluklah kesabaran sampai waktu bertemu dengan Allah subhanahu wa ta'ala jika demikian baru kemudian api penyesalan tersebut bisa duduk jadi dua kali rahimahullah menyebutkan bahwa saya tidak mungkin bahagia kecuali dengan dekat kepada Allah subhanahu wa taala apapun penyakit hati yang kita rasakan yang disebutkan ada luka dalam hati ada kekeringan dalam hati ada kesedihan ada kegelisahan ada penyesalan ada penderitaan semua jalan keluarnya adalah keluar dengan Allah subhanahu wa ta'ala dan ini kita tahu bahwasanya berpeluang dengan Allah subhanahu wa ta'ala adalah ibadah yang agung dan faedahnya sangat luar biasa kembali kepada sang hamba dia akan bahagia makanya kita dapati dengan orang-orang yang selamat malam saya tidak lihat dalam wajahnya mungkin setengah mati ekonominya mungkin sulit mungkin ada masalah keluarganya tapi dia bisa menjalani dengan dengan tenang kenapa dia berkhalwat dengan Allah subhanahu wa ta'ala sementara sebagian orang mungkin telah dipenuhi kebutuhan duniawinya tapi gelisah tidak tentram tidak tenang kenapa dia mencari kebahagiaan tidak pada tempatnya dia mencari kebahagiaan pada sibuk dengan ngurusin manusia sehingga dia bahagia ini sebagaimana ya hal yang sudah dijelaskan oleh para ulama tinggal kita praktek atau tidak Anda ingin bahagia dengan Allah subhanahu wa ta'ala kurangi interaksi dengan manusia artinya jangan ngomongin manusia jangan terlalu lihat komentar tentang manusia sudah sibuk dengan baca Quran dengan salat malam dengan zikir kepada Allah subhanahu wa ta'ala maka kebahagiaan akan datang sebagaimana penjelasan Ibnu qayyim rahimahullahu taala anda sendiri tidak akan hilang kecuali dengan Rida Allah subhanahu wa ta'ala ya
Anda tidak akan hilang kegelisahan kecuali dengan dekat dengan Allah subhanahu wa ta'ala oleh karenanya muslim berkata
Di dunia itu ada surga yaitu kebahagiaan siapa yang tidak masuk dalam kebahagiaan dunia dia tidak akan mendapatkannya di akhirat kelak sekarang yang beriman yang sering mengingat Allah subhanahu wa ta'ala pasti bahagia pasti bahagia ini diucapkan oleh seorang ulama bukan yang hidup dalam kenyamanan dalam kemauan tidak yang dipenjara berulang-ulang yang dimusuhi oleh banyak orang yang dituduh yang tidak tidak tapi dia menyampaikan bahwanya orang beriman itu memiliki surga yang dia bawa ya di hatinya kata kata Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala perkataan yang lain mayat aduh ada ini dan apa yang enggak dilakukan oleh musuh-musuhku kepadaku mereka penjarakan aku ulang tahun tersebut 8 kali dari penjara dan akhirnya wafat di penjara apa yang mereka lakukan kepadaku yang nanti vivel di surgaku ada di hatiku subhanallah eh bukan diucapkan oleh orang yang penuh dengan kemewahan tapi lucu banget oleh seorang yang diuji dengan berbagai macam ujian makanya sebagian salah mengatakan beliau al-mulk Anna al-mulk
Mana Novi minal Naim seandainya para raja dan para pangeran-pangeran tahu tentang nikmat yang kami rasakan memerangi kita untuk merampas kebahagiaan tersebut dengan Allah subhanahu wa ta'ala siapa yang ingin nikmat disegerakan sisihkan waktu untuk munajawab munajatil khalwah itu bermunajat kepada Allah dalam perjanjian bersama Allah subhanahu wa ta'ala oleh karenanya para anbiya para nabi seperti Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebelum beliau di angkat sebagai seorang nabi beliau lakukan beliau berkhalwat di gua Hira karena beliau bingung ingin mendekati ingin mengenal Allah tapi tidak tahu caranya dia tidak tahu caranya belum ada wahyu ketiga itu maka disebutkan oleh Aisyah radhiyallahu taala anha ilaihi Al Falah ya kata Aisyah radhiyallahu taala anha semua pemerintahan maka nabi pun dibuat suka dengan haluan maka dia pun pergi ke gua Hira dia berkhalwat di situ siapa yang ngambil gua Hira antum kalau pergi ke gua Hira di depannya itu ada celah celah itu view-nya langsung ke Ka'bah ke arah Ka'bah ya itu disebut oleh para ulama Nabi shallallahu alaihi wasallam di gua Hira ingin menghindar dari berbagai macam kemaksiatan yang terjadi di masyarakat ketika itu ketika itu Mekkah secara umum dunia di puncak-puncak kemaksiatan sebelum Nabi diutus karena dalam hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengatakan innallahaillallah kata Nabi sallallahu alaihi wasallam sesungguhnya Allah memandang kepada penghuni bumi dan Allah murka kepada mereka semuanya orang Arab maupun Arab kecuali segelintir yang tersisa dari ahli kita yang masih bertauhid yang tidak Allah benci kepada mereka yang lainnya rusak maksiat zina khamar bunuh-bunuhan mirip dengan berbagai macam modelnya ya dengan berbagai macam kemaksiatan ya dengan berbagai macam kemaksiatan maka nabi seperti muak dengan itu semua maka beliau pun bervaluasi ingin mengenal Allah subhanahu wa ta'ala lebih dekat ya