Analogi Keliru Tentang Takdir Yang Tersebar Di Masyarakat
Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Membahas
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Sebagaimana hari ini datang dalam banyak air dalam Alquran demikian juga datang dalam hadis Jibril ketika Jibril bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam ya Muhammad wahai Muhammad kabarkanlah kepadaku tentang iman bahkan mengatakan untuk beriman kepada Allah kepada malaikat kepada kitab-kitabnya kepada para rasul kepada hari akhirat dan kau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk maka Muhammad diantara penyimpangan atau bidah yang muncul di awal-awal Islam di zaman sahabat-sahabat Junior yaitu Iman atau penyimpangan dalam masalah takdir penyimpangan dalam masyarakat berdiri yang dibawa oleh johani ya ketika dia berkata Al amruno sesungguhnya perkara semua terjadi tanpa di planning oleh Allah subhanahu wa ta'ala tanpa diketahui oleh Allah subhanahu wa ta'ala semua yang berjalan di alam semesta ini di atas muka bumi ini terjadi dengan tiba-tiba tanpa diketahui sebelumnya oleh Allah subhanahu wa ta'ala maka sebagian orang pun bertanya kepada Ibnu Umar tentang bagaimana pendapat beliau tentang hal ini pendapat Muhammad al-juhani yang mengatakan bahwa segala perkara terjadi tanpa di planningkan terlibur oleh Allah subhanahu wa ta'ala tanpa diketahui oleh sebelumnya oleh Allah subhanahu wa ta'ala maka Ibnu Umar berkata tidaklah kita Umar bin umma umroh amin jika engkau bertemu dengan mereka yaitu johani dan pengikutnya sampaikan kepada mereka saya Abdul Umar radhiyallahu Anhu berlepas diri dari mereka dan mereka berlokasi dari dari itu dan sampaikan kepada mereka wala di nafsu Ibnu Umar tahu anda ada home Ancol Din ada apabila Allah minum Qadar kata Ibnu Umar yang jiwa Ibnu Umar berada di tangan itu demi Allah subhanahu wa ta'ala seandainya salah seorang dari mereka menginfakkan harta sebesar emas terbesar yang sangat besar meskipun sebesar 8 kilo lebarnya sekitar 3 kilo tingginya 100 m lebih kalau itu seorang memiliki emas terbongkar emas terbesar itu kemudian diinfakkan maka kata ini nomor maaf apabila tidak akan menerima darinya sampai dia beriman kepada takdir artinya apa dia kubur kalau dia kufur segala amalannya tidak diterima orang-orang kafir kalau beramal saleh maka Allah jadikan amalan tersebut debu yang berterbangan tidak ada nilainya tidak ada nilainya oleh karenanya jika seorang kufur kepada salah satu dari rukun iman maka dia bukan orang bukan orang beriman mungkin dia beriman kepada 5 Rukun Iman namun dia tidak percaya sama takdir ini bukan orang beriman atau dia beriman kepada 5 dia tidak berjamaah tidak ada hari kebangkitan juga bukan orang beriman kepada Allah kepada kitab suci namun yang mengatakan malaikat tidak ada malaikat itu hanya dalam hati ini juga hanya dikatakan seorang beriman jika beriman kepada enam perkara tersebut diantaranya iman kepada takdir dan potensi untuk menyimpan dalam masalah takdir besar karena seorang dengan keterbatasan akalnya mulai masuk dalam ranah yang tidak boleh akal masuk di situ tentang kenapa Allah begini kenapa Allah begitu kenapa Allah berbuat begini kenapa Allah berbuat begini kenapa Allah menciptakan iblis kenapa Allah menciptakan Firaun kenapa Allah menciptakan pohon di surga karena Allah menciptakan pohon mendengarkan timbul pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan akar mencoba masuk pada ranah yang bukan ranahnya ya makanya Rasulullah wasallam mengatakan tidak disebutkan tentang takdir maka tahan diri jangan berlebihan sehingga akhirnya akal tidak mampu akhirnya menolak Allah subhanahu wa ta'ala iman kepada takdir maksudnya apa sederhana ya jadi ini adalah hal yang fitrah bagi masyarakat bahkan di tanah air kita kalau terjadi musibah mereka mengatakanBukan yang nggak ngaji seperti kita bahwa sudah digariskan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan Alhamdulillah meskipun meskipun begitu banyak syubhat terkait masyarakat tapi tadi Allah menjadikan fitrah manusia untuk menerima bahwanya alam yang mengatur kejadian-kejadian di alam semesta yang disebut dengan apa takdir apa hakikat beriman kepadatan takdir memiliki empat rukun siapa yang beriman dengan empat rukun ini maka dia sudah benar dalam beriman kepada takdir ya namun sebelumnya saya ingin menyampaikan beberapa eee apa namanya selesaikan dulu saya sampaikan dulu aja baru saya sampaikan beberapa sandi yaitu peringatan-peringatan 4 rukun tersebut dikatakan seorang pria mengatakan pertama dia meyakini tentang ilmu Allah sebabnya Allah subhanahu wa ta'ala mengetahui semua yang akan terjadi ilmu Allah meliputi segalanya termasuk meliputi semua yang akan apa terjadi kemudian semua yang akan terjadi tersebut ini yang kedua rukun kedua Allah tulis Allah tulis dalam suatu kitab yang namanya Alloh Al Mahfudz Allah tulis pengetahuan Allah tersebut tentang semua akan terjadi sampai hari kiamat pada Allah ingat Allah tidak mencatat semua ilmu Allah tapi ilmu yang terkait dengan apa yang terjadi di alam semesta sampai hari kiamat itu yang dicatat kemudian rukun yang ketiga semua yang terjadi pasti berdasarkan kehendak Allah tidak ada satupun kejadian keluar dari kehendak Allah karena dialah yang efektif dan segalanya maka tidak ada satupun yang keluar dari apa yang Allah ketahui apa yang Allah catat jadi semua terjadi atas kehendak Allah jadi rukun yang ketiga semua terjadi atas kehendak Allah yang keempat disebut dengan penciptaan maksudnya eksekusi maka Allah pun menjalankan planningnya maka terjadi ini terjadi semua yang terjadi oleh Allah subhanahu wa ta'ala Saya ulangi jadi ini 4 rukun takdir pertama ilmu Allah tentang apa yang terjadi yang kedua kita Allah catat yang terjadi tersebut yang ketiga semuanya pasti kehendak Allah keempat yang eksekusi siapa Allah subhanahu wa ta'ala logika sederhana seperti seorang insinyur ketika ingin bangun rumah maka dia mempelaikan dia yang bikin misalnya dia membangun rumah maka dia planning kan eee dia memperkirakan di sini akan bentuknya begini dia gambar dia arsitekkan ya supaya dia gambar kemudian rab-nya kemudian dia kepala tim pro-nya tidak boleh ada yang keluar dari apa pokoknya saya keputusan di tangan saya sebenarnya itu dia menyediakan rab-nya kemudian dia mulai memanggil tukang kemudian dieksekusi kemudian terjadilah sesuai dengan apa yang dia kehendaki ingin menjadi insyaallah dalam waktu 6 bulan kemudian dikerjakan kemudian jadi ini kira-kira gambaran sederhana sebelum mengkrit alamnya sudah Allah klainingkan terlebih dahulu dan itu menunjukkan keagungan Tuhan kalau Tuhan bikin apa yang tidak tahu ini bukan Tuhan mau bikin apa dia enggak ngerti hidup Tuhan atau bukan memang bikin sesuatu dia ngerti apa yang mau dia bikin ini bikin sesuatu ternyata keluar dari planning ini bukan Tuhan enggak sempurna