Tunduknya Alam Semesta Kepada Allah #2
Ustadz Rizki Amipon Dasa حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Allahumma sholli wasallim wabarik ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasohbihisanin dan muslimah Alhamdulillah kita bermajelis ilmu dalam rangka untuk kemudian melanjutkan pembahasan kita tentang dengan kawasannya alam semestaDia tunduk kepada perintah Allah subhanahu wa ta'ala secara sukarela demikian pula dia pun secara sukarela ridho terhadap takdir Allah subhanahu wa ta'ala yang merupakan ujian dari Allah subhanahu wa ta'ala kepadanya dia bisa kemudian melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadanya ketika itu yaitu untuk bersabar secara sukarela maka seorang mukmin yang memasrahkan diri kepada Allah subhanahu wa ta'ala secara sukarela dan pilihannya sendiri dan dia adalah seorang hamba yang tunduk dengan perintah Allah subhanahu wa ta'ala pun secara sukarela dan pilihannya sendiri hal ini berbeda dengan orang kafir maka orang kafir mereka tunduk kepada perintah arabnya namun tunduk kepada perintah Allah subhanahu wa ta'ala yang sifatnya adalah adapun kemudian sujudnya para makhluk kepada Allah subhanahu wa ta'ala maka yang dimaksudkan dengannya adalah tunduk kepada perintah Allah subhanahu wa ta'ala ini adalah sesuai dengan kondisi makhluk tersebut yang merupakan sujud yang menyesuaikan dengan keadaan makhluk tersebut yang ini semuanya mengandung sikap tunduk kepada rasul semua makhluk itu bersujud kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan makna dengan makna wudhu yaitu pondok ada yang kemudian tunduk kepada Allah subhanahu wa ta'ala secara sukarela itu kaum yang beriman adapun ada pula yang tunduk kepada perintah Allah subhanahu wa ta'ala secara terpaksa yaitu orang-orang kafir meskipun mereka mengingkari Allah subhanahu wa ta'ala mau tidak mau berlaku pada diri mereka sunnatullah ketetapan Allah subhanahu wa ta'ala ketika Allah takdirkan mereka sakit maka mereka tidak bisa menolak takdir Allah subhanahu wa ta'ala untuk sakit ketika Allah subhanahu wa ta'ala takdirkan mereka untuk kemudian kehilangan harta maka mereka tidak bisa kemudian mencegah hal tersebut karena itu merupakan kehendak Allah subhanahu wa ta'ala yang mutlak yang Allah tetapkan kepada mereka dan mereka ketika tertimpa musibah dari Allah subhanahu wa ta'ala mereka tidak bisa dan juga mengadu kepada selain Allah subhanahu wa ta'ala bahkan kemudian meminta supaya mereka diselamatkan dari musibah ini kepada kepada selain Allah subhanahu wa ta'ala kepada Allah subhanahu wa ta'ala maksudnya adalah tunduknya semua makhlukNya kepada Allah subhanahu wa ta'ala sesuai dengan keadaan yang masing-masing ada di antara mereka yang tunduk dengan sukarela ada bola yang tunduk dengan segala sesuatu kepada Allah subhanahu wa ta'ala ini pun sesuai dengan kondisinya masing-masing makhluk tersebut bagaimana yang Allah subhanahu wa ta'ala firmankan dalam ayatnya bahwasanya semua makhluk hidup ataupun kertas putih kepada Allah subhanahu wa ta'ala burung-burung bertasbih kepada Allah subhanahu wa ta'ala maka ini adalah taktik yang tinggi bukan hiasan hanya saja tasbih makhluk mensucikan Allah subhanahu wa ta'ala itu sesuai dengan kondisinya masing-masing dan hanya Allah subhanahu wa ta'ala yang mengetahui bagaimanakah caranya mereka bertasbih kepada Allah hewan-hewan bertasbih kepada Allah maka hanya Allah subhanahu wa ta'ala kemudian yang mengetahui bagaimana cara tersebut kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala adalah bagaimana di antara yang diajarkan oleh nabi kita
Allah dari semua tentu aib dan kekurangan dan juga membawakan firman Allah subhanahu wa ta'ala surat Ali Imron ayat yang ke-83 di mana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman apakah kepada agama selain agama Allah mereka harapkan apakah mereka berharap kepada agama selain agama Allah padahal segala sesuatu yang ada di langit dan bumi ini pasrah kepada Allah subhanahu wa ta'ala baik secara sukarela ataupun secara terpaksa run dan hanya kepadanyalah mereka akan dikembalikan dalam ayat ini memberikan teguran kepada hamba-hamba Allah yang kemudian memilih agama selain agama Allah subhanahu wa ta'ala Islam dan memilih agama selain agama Islam ini maka dia tidak akan pernah diterima agama sirin dan ia di hari akhirat akan termasuk orang-orang yang merugi dengan kata lain Allah subhanahu wa ta'ala katakan Islam ini adalah agama yang memang Allah tuliskan untuk hamba-hambanya apabila ketika robbul alamin telah memiliki kepada kita agama yang Allah ridhoi maka jangan pilih agama selain agama yang telah Allah pilih Allah subhanahu wa ta'ala mengatakan sesungguhnya agama di sisi Allah yang Allah ridhoi itu hanyalah agama Islam atas Allah subhanahu wa ta'ala katakan hanya Islam inilah agama yang Allah subhanahu wa ta'ala ridhoi yaitu Islam dengan makna dan mentauhidkan Allah subhanahu wa ta'ala selain agama Islam itu agama-agama yang kemudian meskipun jenis kat dan kepada agama samawi namun kemudian terkandung unsur kesyirikan kepada Allah subhanahu wa ta'ala penyembahan kepada selain Allah subhanahu wa ta'ala dalam apapun bentuknya dan apapun yang kemudian disembah maka itu bukanlah agama yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan bukanlah agama yang dipilihkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk hamba-hambanya Allah subhanahu wa ta'ala di surat Ali Imran 83 ini memberikan teguran dan peringatan apakah mereka mengharapkan agama selain agama Allah hendaklah mereka ingat hanya kepadanyalah segala sesuatu yang ada di langit dan bumi itu pasrahnya secara sukarela entah pasrahnya secara terpaksa ketika Allah subhanahu wa ta'ala takdirkan matahari itu kemudian terbit dari timur maka suka enggak suka matahari ya terbit dari timur orang mukmin tidak kemudian bisa mengubah ketetapan Allah subhanahu wa ta'ala karena mereka enggak suka matahari terbit dari timur kemudian mereka gantinya dari barat sejati ini membuktikan bahwasanya orang kafir pun itu kemudian pasrah kepada ketentuan Allah subhanahu wa ta'ala meskipun mereka juga jadi matahari pun seandainya dia tidak suka untuk kemudian terbit dari timur dia pun enggak bisa kemudian menolak ketentuan dan kehendak Allah subhanahu wa ta'ala kemudian saya mau petik dari barat tidak mungkin dan tidak bisa kemudian masih ada Allah subhanahu wa ta'ala maka apabila segala sesuatu yang ada di langit dan bumi itu hanya pasrah kepada Allah subhanahu wa ta'ala entah
Memilih agama yang kemudian selain agama yang Allah pilihkan untuknya dan juga Allah akhiri ayat ini dengan Allah katakan dan juga padahal hanya kepada Allah lah mereka akan dikembalikan kemudian menghadap Allah subhanahu wa ta'ala dan akan mempertanggungjawabkan apa yang telah mereka lakukan di dunia oleh jadi mereka kemudian menjadi penghuni surga ketika mereka mentauhidkan Allah subhanahu wa ta'ala atau sebaliknya mereka menjadi penghuni neraka ketika mereka menyekutukan Allah subhanahu wa ta'ala dalam ayat ini yaitu di surat Ali Imron 83 ini Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan pasrahnya alam semesta secara sukarela ataupun entah secara terbatas karena semua makhluk mereka terpercanda dan kepada Allah subhanahu wa ta'ala dengan penghambaan yang sempurna baik diakui ataupun diingkari oleh makhluk-makhluk oleh makhluk-makhluk Allah subhanahu wa ta'ala tidak mau mereka tunduk dan hina di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala dan mereka adalah makhluk-makhluk yang diatur oleh Allah subhanahu wa ta'ala maka merekalah yang kemudian pasrah dan tunduk kepada Allah subhanahu wa ta'ala entah secara terpaksa ataupun sukarela dan tidak ada satu orang makhluk pun yang kemudian keluar dari kehendak Allah dan keluar dari pondok dan qadar Allah subhanahu wa ta'ala tidak ada semua makhluk itu dalam lingkup bahan kehendak Allah dan dalam pencakupan takdir Allah subhanahu wa ta'ala bagaimana keyakinan ahlussunnah dalam masalah takdir dengan kita katakan masyaallah sesuatu yang Allah subhanahu wa ta'ala kehendaki pasti akan terjadi meskipun kita tidak ingin itu terjadi walam ya salam yakun dan segala sesuatu yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi meskipun itu kita inginkan untuk masuk nah ini bukti nyata bahwasanya makhluk ini mau tidak mau tunduk dan pasrah kepada kehendak Allah subhanahu wa ta'ala memaksakan Anda kemudian diberikan pilihan oleh Allah subhanahu wa ta'ala adapun kemudian pilihan yang dia ambil dan keinginan yang dia ingin mewujudkan itu nanti kemudian terwujud ataukah tidak maka ini tergantung kehendak Allah subhanahu wa ta'ala maka makhluk itu adalah yang diatur bukan yang mengatur makhluk itulah yang kemudian ikan yang kipas makhluk itulah yang kemudian berada dalam lingkungan kehendak Allah subhanahu wa ta'ala dan takdirnya tidak bisa kemudian keluar dari sunnatullah dan juga lahaula wala quwwata illa Billah tidak ada cahaya dan kekuatan kecuali atas izin Allah subhanahu wa ta'ala itu orang yang beriman ataupun orang kafir yang memiliki daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah subhanahu wa ta'ala kita melakukan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala kekuatan yang kita gunakan untuk ibadah tidak lain adalah atas pemberian dan izin dari Allah subhanahu wa ta'ala begitu pula energi dan kekuatan yang digunakan oleh orang kafir dan orang musyrik untuk kemudian mengingkari Allah dan membutuhkan Allah subhanahu wa ta'ala itu pun atas izin dan pemberian dari Allah subhanahu wa ta'ala dalam kehendak dan juga dalam kekuatannya di mana Allah subhanahu wa ta'ala tunjukkan dalam keadaan orang yang beriman ataupun orang tua bahwa robbul alamin serta penguasa mereka di mana Allah subhanahu wa ta'ala mengatur mereka sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta'ala
Ini pun tidak bisa kemudian sama 100% pasti ada yang beda atas sampai kemudian sidik jari itu pun berbeda-beda tiap orang ada kalau orang lain yang kemudian iseng pakai jarinya untuk membuka HP anda itu nggak akan bisa makanya dari sebuah contoh sederhana yang menunjukkan kepada kita betapa kuasanya Allah subhanahu wa ta'ala dalam penciptaan makhluk-nya dan dalam pembentukkan berupa makhlukNya gimana tidak ada satupun makhluk yang kemudian bisa sama persis atas sampai kemudian yang kembar identik itu pun ada bedanya sifatnya yang satunya ada tahi lalat yang satunya tidak yang satunya garis tangannya seperti ini yang lainnya garis tangannya seperti itu maka kembar identik yang kita pun secara kasat mata ini bingung ini yang apit sama yang op itu yang mana nah ini kembar rambutnya sama-sama lurus tingginya sama mukanya sama-sama ganteng putih nah yang mana ini kata santai kemudian sering orang tuanya sendiri bolak-balik mana orang tuanya enggak bisa bedakan kadang-kadang tapi ternyata hal yang secara kasat mata itu susah untuk dibedakan manusia ternyata oleh Allah subhanahu wa ta'ala menciptakan dalam rupanya masing-masing dan memiliki perbedaan walaupun Papua merbabun emas maka segala sesuatu selain Allah subhanahu wa ta'ala merupakan sesuatu yang dipelihara bukan pemelihara sesuatu yang dibuat bukan pembuat mereka adalah makhluk yang kemudian Tahir sangat membutuhkan Allah subhanahu wa ta'ala dan juga mereka adalah makhluk-makhluk yang kemudian dikuasai oleh Allah subhanahu wa ta'ala sedangkan di sisi yang lain Allah subhanahu wa ta'ala adalah zat yang maha esa zat yang maha menundukkan tanda yang maha pencipta dan juga zat yang maha mengadakan makhluk-makhluknya serta membentuk rupa untuk makhluk-makhluknya sertai kutipan yang disampaikan oleh penulis dari kitab majemuk Islam di sini berusaha menerangkan kepada kita tentang tunduk dan pasrahnya alam semesta kepada Allah subhanahu wa ta'ala entah secara sukarela ataupun secara terpaksa maka ini menunjukkan kepada kita bahwasanya hanya kepada Allah subhanahu wa ta'ala harusnya seorang hamba beribadah tidak boleh kemudian dipersembahkan rasa takutnya yang paling besar rasa harapnya yang paling besar rasa cintanya yang paling besar pada selain Allah subhanahu wa ta'ala dan tidak boleh kemudian dia palingkan ibadah kepada selain Allah subhanahu wa ta'ala hanya karena hanya Allah yang kemudian tunduk kepadanya semua yang ada di langit dan bumi oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan kata lain apabila seseorang berkaitan tentang masalah tauhid rububiyah yang bisa kemudian mentadaburi ayat-ayat kauniyah Allah subhanahu wa ta'ala maka selayaknya dan seharusnya dia akan kemudian memahami dengan betul sesuai dengan fitrahnya bahwasanya Allah lah saja yang berhak untuk kemudian disembah dan segala sesuatu selain Allah subhanahu wa ta'ala tidak layak untuk disembah karena segala sesuatu selain Allah subhanahu wa ta'ala betapa hebatnya dia statusnya adalah untuk kepada kehendak
Para malaikat para nabi dan para rasul yang kemudian dijadikan sebagai objek sesembahan oleh sebagian hamba Allah subhanahu wa ta'ala itupun mereka tunduk kepada kehendak Allah subhanahu wa ta'ala maka yang berhak untuk diibadahi itu adalah dzat yang maha sempurna dalam masalah kehendaknya bukan hamba yang kemudian serta fakir serta tunduk kepada kehendak Allah subhanahu wa ta'ala kita masuk pada pasal yang berikutnya pasal yang keempat yaitu penjelasan tentang bagaimanakah metode alquranul Karim dalam menetapkan adanya Allah subhanahu wa ta'ala dan juga menetapkan kemaha esaan Allah subhanahu wa ta'ala masih kaitan eratnya dengan pembahasan tauhid rububiyah yang nanti setelah pembahasan tentang ini selesai barulah kemudian akan ada pembahasan lebih detail tentang tauhidqiyah pasal yang ke-4 dibayani manhajir Quran pembahasan tentang penjelasan metode al-quran dalam menetapkan adanya sang pencipta ini adalah tantangan untuk orang lantaran untuk orang orang ateis selain Mereka kemudian tidak mau berafiliasi kepada agama apapun Mereka pun tidak meyakini adanya rasul bagaimanakah metode Alquran dalam membantu pemahaman atheis ini dan juga penjelasan metode Alquran untuk menetapkan karena maha esaan allah subhanahu wa ta'ala gimana hanya satu-satunya Allah lah yang kemudian sebagai rabbul alamin tidak ada yang kemudian bisa menyanyi menyaingi dan menandingi dan menyamai rasul metode Alquran
WUjud itu adanya sang pencipta dan juga kemahaesaannya ini merupakan metode yang berjalan selaras dengan fitrah yang lurus dan juga akal yang sehat yaitu dengan menegakkan bukti-bukti yang shahih di mana orang yang berakal itu akan menjadi tuas dengan bukti yang Allah sampaikan tersebut dan juga bagi para penentang dia akan kemudian tunduk kepada argumen yang disampaikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam ayat-ayatnya pemindai dan diantara metode Alquran dalam menetapkan hal tersebut awalan yang pertama adalah suatu hal yang diketahui secara darurat itu secara pasti bahwasanya adanya perbuatan itu harus ada yang melakukan metode pertama metode pertama yang diterapkan dalam Alquran adalah Alquran ini kemudian berargumen dengan logika sederhana manusia bahwasanya kalau ada perbuatan yang terjadi itu pasti ada yang melakukan