Tawakal Kepada Allah (Kitab Tauhid)

Ustadz Muhammad Rezki Hr حَفِظَهُ الله تعالى

1
Video

2
Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

/

3
Isi Ceramah

kalau Allah ingin berbuat seperti itu bisa, tapi lihat apa yang Allah perintahkan kepada Maryam yang posisinya sangat lemah ini kita tahu pohon kurma Siapa yang pernah lihat pohon kurma pohon kurma itu Sangat kokoh Ya seperti pohon sawit pernah lihat pohon sawit kokohnya luar biasa lihat pohon kurma kokoh Maryam sangat lemah tapi Allah masih perintahkan Maryam goyang pohon kurma itu supaya jatuh buahnya nanti apa hikmahnya di sana Pak Allah mengajarkan tetap berupaya Allah mengajarkan kepada kita yang namanya tawakal itu tetap harus berupaya ada usaha yang ditempuh itulah hikmahnya selain pelajaran lainnya coba perhatikan Pak Maryam mau melahirkan tersedia buah kurma perlu diketahui buah kurma itu hanya mau berbuah di musim apa di musim panas saya baru umrah bulan Agustus lalu pertama kali saya umrah musim panas selama ini tidak pernah saya umrah musim panas ternyata betul pohon kurma semuanya berbuah kalau kita umrah desembar musim dingin sudah tidak ada buahnya maka pohon kurma itu hanya mau berbuah di musim panas lihat Maryam melahirkan Isa ketika ada pohon kurma k ada buah kurma Maaf berarti Isa lahirnya musim dingin musim panasan Isa lahirnya musim panas kalau berdasarkan al-qur'an kalau menurut ceritanya orang-orang Nasrani Sekarang musim apa lahhirnya salju SIM salju 25 Desember maka ini jelas karangan mereka dan kita tidak kaget sebetulnya ini memang demikianlah perbuatan mereka suka mengubah-ubah ya tentu ada kepentingan tertentu itu ada keuntungan duniawi yang ingin mereka dapatkan Kenapa diubah kok ceritanya jadi musim dingin seperti itu baik tapi pelajarannya tadi Allah mengajarkan kepada kita yang namanya tawakal Maryam Yang Lemah pun diperintahkan untuk menggoyangkan pohon kurma yang kuat itu contoh lainnya bahwasanya yang namanya tawakal itu adalah harus berupaya contoh dari nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam banyak dalam episode kehidupan beliau contoh nabi itu berusaha melakukan usaha meskipun beliau adalah orang yang paling pandai bertawakal salah satu contohnya adalah ketika nabi hijrah Nabi hijrah ke Kota Madinah

lihat Bagaimana banyak siasat yang dilakukan oleh Nabi upaya yang dilakukan oleh Nabi Apa upaya yang dilakukan oleh nabi nomor satu apa keluarnya di waktu yang tidak umum ketika orang sedang beristirahat nabi keluar yang kedua apa nabi bermanuver Pak ya jadi Makkah kan di bawah di selatan Madinah di utara orang normal kalau keluar dari Makkah menuju Madinah langsung ke utara tapi nabi tidak nabi bermanuver nabi ke selatan terlebih dahulu Jabal Sur itu Pak gua Sur Itu posisinya di selatan Makkah jadi Nabi ke selatan terlebih dahulu menginap di gua tersebut selama beberapa hari bersama Abu Bakar baru keluar menuju Utara ini strategi nabi usaha nabi nomor tiga Apa usaha nabi yang lain nya menewa pen Jalan haah menyewa penuntun Jalan minta penuntun jalan memilihkan jalan yang aman dan kalau kita lihat di peta buku-buku sirah jalan yang ditempuh oleh nabi itu seperti ini ya ini jalur normal orang ini jalur nabi seperti angka delan seperti itu tidak ada yang bertemu dengan jalur umum selalu memilih jalan yang berbeda lihat kita beriman nabi adalah orang yang paling sempurna tawakal ya Tapi beliau Meskipun orang yang paling sempurna tawakalnya usahanya juga nomor satu nabi itu kalau B berusaha itu sungguh-sungguh sehingga kembali lagi ke pelajarannya rukun tawakal yang kedua setelah kita menyerahkan urusan kepada Allah kita harus berupaya yang terbaik sehingga ee kemudian yang terakhir tadi sudah kita singgung juga ee di antara keutamaan ibadah Tawakal adalah [Musik] bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga barangkali ada ikhwan dan akhwat yang sudah pernah mendengar hadis kata nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yadkulul jannata aqwamun afidatuhum mlu afidati thirir akan masuk ke dalam surga sekelompok orang yang hati mereka itu seperti hati burung akan masuk sekelompok orang ke dalam surga yang hati mereka itu adalah hati seperti hati burung Apa maksud hatinya seperti hati burung? ada dua penafsiran para ulama tafsiran yang pertama adalah orang-orang yang hatinya lembut dalam sebuah hadis nabi memuji para penduduk Yaman, penduduk Yaman ini terkenal hati mereka itu adalah hatinya hati-hati orang yang lembut

maka Sebagian ulama menafsirkan hati seperti Burung masuk ke dalam surga disebabkan hati burung ini orang yang memiliki hati yang lembut lalu tafsiran kedua hati seperti hati burung adalah yaitu hati yang senantiasa bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala karena burung mereka senantiasa bertawakal kepada Allah dalam sebuah hadis nabi menyebutkanum [Tertawa] kata nabi Seandainya kalian itu bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala dengan sebenar-sebenar tawakal pasti Allah akan memberikan kalian rezeki seperti Allah memberikan rezeki kepada burung Bagaimana Allah memberikan rezeki kepada burung berangkat dalam posisi perut kosong pulang dalam posisi perut sudah penuh ini tawakalnya burung maka kata para ulama hati seperti hati burung itu adalah hati yang senantiasa bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala namun paling utamanya kembali lagi di antara keutamaan bertawakal kepada Allah adalah bisa menjadi sebab Allah masukkan seorang hamba ke dalam surga dan Sekali lagi saya sampaikan kita harus betul-betul berlatih Pak kalau kita lihat generasi awal Islam mereka bagaimana tawakalnya kepada Allah itu dalam segala hal nanti akan kita singgung di antara bentuk tawakal itu penyimpangan dalam bentuk tawakal adalah tawakal yang tidak sempurna sebagian orang itu hanya bertawakal kepada Allah kalau sudah urusannya besar besar mau melahirkan tawakal kepada Allah mau ini mau CPNS Wah bertawakal kepada Allah kalau sudah urusan besar-besar mau ujian nasional tapi kalau dalam perkara-perkara kecil hatinya tidak bergantung sama sekali sama kepada Allah subhanahu wa taala tidak demikian kita Bahkan dalam perkara-perkara kecil pun jangan kita menganggap kita bakal merepotkan Allah gak enak sama Allah masa perkara kecil seperti ini juga bertawakal kepada Allah tidak seperti itu Allah bahkan Semakin Cinta sering kita sebutkan contohnya Bagaimana orang-orang Saleh terdahulu perkara sandal yang putus pun ini bertawakal kepada Allah minta tolong ya Allah Bagaimana nih caranya sandal saya putus dalam masalah bumbu dapur pun ibu-ibu sekalian Sebagian ulama sebagian orang Saleh terdahulu perempuan-perempuan zaman dulu muslimah di zaman dulu kehabisan bumbu dapur kehabisan garam bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala minta kepada Allah subhanahu wa taala menunjukkan Bagaimana tawakal itu dalam segala hal baik kita lihat hadis yang atau ayat yang pertama yang dibawakan oleh penulis di dalam bab ini yaitu ayat dari surat al-maidah di ayat di halaman 12 ayat 23 Almaidah ayat 23 Allah subhanahu wa taala berfirman waallahi fatawakalu inkuntum mukminin dan hanya kepada Allahlah hendaknya kamu bertawakal Jika kamu benar-benar orang yang beriman

maka ikhwani fillah rahimani wa rahimakumullahu Jamian wa akhwati fiddin aanallah waakum Jamian ayat ini berbicara [Musik] tentang kejadian yang terjadi di zaman Musa dulu Allah memerintahkan Musa bersama Bani Israil ketika itu untuk masuk ke negeri Palestina ketika itu Palestina dikuasai oleh sekelompok orang yang kuat dan mereka zalim jahat maka kemudian Bani Israil tidak mau menuuti perintah Allah dan perintah Nabi Musa untuk masuk ke sana maka mereka menolak sampai akhirnya mereka berani berkata Ya anuk ini lancangnya orang Yahudi itu seperti ini perbuatan mereka p apa kata orang Yahudi ketika itu kepada Nabi Musa wahai Musa silakan kamu pergi bersama Tuhanmu silakan berperang orang sana lawan orang-orang yang ada di Palestina itu kami nunggu duduk-duduk di luar sana tap lancangnya sejak zaman dulu Memang kelakuannya seperti itu silakan engkau pergi bersama Tuhanmu berdua peranglah sana lawan orang-orang Palestina maka Allah hukum mereka Allah sesatkan mereka dalam perjalanan mereka di jalan dalam artian disebutkan oleh sebagian mufasirin selama 40 tahun orang-orang Yahudi itu tidak bisa masuk ke Palestina setiap kali mereka berupaya untuk menuju ke arah Palestina arah mereka Allah sesatkan mereka berputar-putar ini di antara bentuk hukuman Allah kepada orang-orang Yahudi ketika itu nah namun yang menjadi pelajarannya di sini adalah kalimat ini adalah Kalimat yang dikeluarkan oleh dua orang Saleh ketika itu salah satunya adalah yusya bin Nun pembantunya Musa ada dua orang Saleh yang mereka membantu Musa untuk meyakinkan orang Yahudi supaya mau masuk Palestina berperang di Palestina ketika itu di antara kalimat yang mereka ucapkan adalah waallahiallahi fwakalu inuntum mminin kepada Allahlah hendaknya kalian bertawakal kalau kalian itu betul-betul orang yang beriman

jadi ini konteksnya dulu di zaman Nabi Musa orang Saleh dari kalangan mereka menasihatkan kepada orang-orang Yahudi gak apa-apa Ayo kita maju berperang kita dalam kondisi bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala nah namun meskipun ini terjadi di zaman Nabi Musa ayat ini berlaku bagi kita semua ya al ibratuumumil lazi la busus sabab pelajaran yang kita ambil dari sebuah ayat itu berkaitan dengan keumuman yang ada pada lafaz Ayat tersebut tidak berkaitan dengan khususnya sebab secara sebab memang ini berkaitan dengan kejadian zaman dulu namun hukumnya berlaku untuk kita semua yaitu kepada Allahlah kita bertawakal jika kita berbenar beriman baik ayat yang berikutnya dibawakan penulis di sini ayat dari surah alanfal ayat 2 Firman Allah subhanahu wa taala inamalinaukirah sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebutkan nama Allah bergetar hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatnya bertambah iman mereka dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal yaitu hanya kepada Tuhan merekalah mereka bertawakal maka di sini Allah menyebutkan tentang karakteristik orang-orang beriman kita ulangi lagi yang pertama karakteristik orang-orang yang beriman adalah ketika disebutkan nama Allah hati mereka bergetar ketika disebutkan nama Allah maka hati mereka bergetar. lalu yang kedua karakteristik orang-orang beriman wa tuliat alaihim ayatu ayatuhu zadatum imana kalau dibacakan ayat-ayat Allah akan bertambah iman mereka ini karakteristik orang yang beriman yang kedua. maka dari sini Kita juga bisa mengambil pelajaran akidah ahlusunah Wal Jamaah yang namanya Iman bertambah dan berkurang iman itu tidak tetap ya I akidahnya orang-orang muktazilah iman itu tetap bagaimanapun kondisinya Iman selalu konstan akidah ahlusunah Wal Jamaah Iman Bisa bertambah Bisa berkurang dalilnya ayat tadi di mana Allah mengatakan zadatum imana bertambah iman mereka

lalu yang menjadi pelajaran kita ciri khas orang beriman yang ketiga adalah mereka hanya bertawakal kepada Tuhan mereka yaitu Allah subhanahu wa taala ayat berikutnya dalam firman Allah dalam surah alanfal ayat 64 Allah berfirman ya ayyuhan nabi hasbukallahalminin wahai nabi cukuplah Allah menjadi pelindung bagimu dan bagi orang-orang yang mengikutimu cukup Allah itu sebagai pemberi pelindung kepada kita sehingga hendaknya kita bertawakal kepada Allah karena kita sudah punya Allah subhanahu wa taala itu intinya kemudian langsung saja dalam surat atalaq ayat 3 firman Allah subhanahu wa taala W Barang siapa yang dia bertawakal kepada Allah pasti Allah akan cukupkan keperluannya ini janji Allah Pak janji allah allah tidak akan mengingkari janjinya sehingga kalau kita itu betul-betul bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala pasti Allah akan cukupkan hajat-hajat kita pasti Allah akan cukupkan hajat-hajat kita namun terkadang memang tawakal Kita itu yang tidak sempurna ya tawakal Kita yang tidak murni kepada Allah subhanahu wa taala tidak percaya kepada Allah subhanahu wa taala tidak ada sikah tadi bahkan sebagian orang terkadang suuzon apa ya betul Allah akan kemudian mengabulkan hajat-hajat saya ini menunjukkan ketidaksempurnaan tawakal seseorang maka Barang siapa yang dia bertawakal kepada Allah pasti Allah akan cukupkan berbagai kebutuhannya dan sekali lagi ini adalah amal hati Pak Ya ini adalah amal hati tidak bisa kita melihat orang itu dia bertawakal atau tidak kepada orang kepada Allah subhanahu wa taala maaf tidak bisa kita melihat orang itu dia betul-betul bertawakal atau tidak karena ini urusannya adalah urusan hati seseorang.

kemudian yang terakhir Nas yang terakhir yang dibawakan oleh penulis di sini yaitu dari sebuah hadis di mana diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas Radiallahu an kata bin Abbas Hasbunallah wikmal wakil kalimat Hasbunallah waikmal wakil cukuplah Allah bagi kami dan dia adalah sebaik-baik pelindung qa ibrahimu shallallallahu Alaihi Wasallam hina ulqi Fin ini adalah Kalimat yang diucapkan oleh Ibrahim ketika Ibrahim dilemparkan ke dalam api maka di antara cobaan yang dialami oleh Ibrahim Ibrahim diuji oleh kaumnya ya mendapatkan ujian dari sisi kaumnya yang pada puncaknya adalah mereka ingin membakar Ibrahim Ya. sudah pernah kita bahas Ibrahim adalah nabi yang paling banyak cobaannya di antaranya di antara nabi yang paling banyak cobaannya yang paling komplit cobaannya adalah Ibrahim diuji dari sisi kaumnya diuji dari sisi bapaknya diuji dari sisi istrinya Apa ujian dari sisi istrinya ujian dari sisi istrinya apa kecemburuan ya bagaimana cemburunya Sarah terhadap hajar Kemudian dari sisi anaknya menunggu lama kemudian setelah diberikan diperintahkan untuk disembelih banyak cobaan yang dialami oleh Ibrahim dari berbagai sisi dia mendapatkan cobaan dan dia berhasil makanya kemudian dia berhak untuk mendapatkan puji-pujian yang banyak dari Allah subhanahu wa taala mendapatkan tempat yang khusus dari Allah subhanahu wa taala nabi Allah Ibrahim maka salah satu ujian yang dialami oleh Ibrahim adalah ketika kaumnya sudah memuncak kemarahannya kepada Nabi Ibrahim mereka mengumpulkan kayu bakar yang sangat banyak tidak main-main mengumpulkan kayu bakar ini dibutuhkan waktu yang lama tidak hanya sebentar Satu kali dikumpulkan langsung dinyalakan tidak tapi membutuhkan waktu yang lama sampai kemudian saking banyaknya kayu bakar dinyalakan api saking besarnya apinya Mereka pun tidak mampu Untuk mengantarkan Ibrahim secara langsung ke api tersebut saking panasnya dan saking besarnya apa yang mereka lakukan kemudian mereka melemparkan Ibrahim menggunakan seperti manjanik seperti itu ya seperti seperti ketapel raksasa Ya seperti ketapel raksasa Ibrahim dibuka pakaiannya oleh mereka diikatkan di situ lalu dilemparkan ke kobaran api.

Bahkan mereka sendiri tidak mampu untuk mendekatkan mengantarkan Ibrahim ke apinya saking besarnya api makanya kemudian ketika Ibrahim mengucapkan Hasbunallah wikmal wakil dengan sesempurna sesempurna tawakal yang dimiliki oleh Ibrahim Allah buat api tersebut terasa dingin pada diri Ibrahim dan tidak memberikan mudarat pada diri Ibrahim maka inilah yang dimaksudkan oleh Ibnu Abbas dalam hadis ini Hasbunallah wikmal wakil adalah Kalimat yang diucapkan oleh Ibrahim ketika dia dilemparkan ke dalam api tersebut waqa Muhammadun shallallallahu Alaihi Wasallam kalimat ini jugalah yang disebutkan oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam hahu ketika ada yang berkata kepada nabi muhammallah ketika ada orang yang berkata sesungguhnya manusia telah berkumpul untuk menyerang kalian maka takutlah kalian kepada mereka ada yang ingat ayat ini konteksnya pada perang apa pasca perang apa pasca Perang Uhud Ya sudah selesai Perang Uhud nabi memutuskan untuk mengejar pasukan Mekah kafir Quraisy dari Mekah dikejar oleh Nabi kemudian ada yang mengabarkan kepada nabi jangan kejar mereka mereka sudah membangun pasukan yang sangat berat takutlah kalian tapi Nabi kemudian malah tidak takut nabi malah mengatakan Hasbunallah wmal wakil cukuplah Allah bagi kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung jadi kalimat ini yang juga diucapkan oleh Nabi Sallahu wasallam untuk melawan ketakutan tersebut ya melawan ketakutan diancam dengan pasukan yang besar sama dengan yang diucapkan oleh Bapak beliau yaitu Ibrahim ketika dileparkan ke dalam api hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan juga Imam an-nasai statusnya sahih maka itu dia berbagai ayat dan hadis sebuah hadis yang dibawakan oleh penulis terkait tawakal

maka kalau kita simpulkan di antara kekeliruan terkait tawakal ada dua jenis kekeliruan sebagaimana kita sudah membahas kekeliruan terkait rasa takut penyimpangan terkait tawakal bisa kita bagi menjadi dua yang pertama penyimpangan dalam hal tawakal yang tergolong sebagai kesyirikan penyimpangan dalam hal tawakal yang tergolong sebagai kesyirikan maka penyimpangan dalam hal tawakal yang berkaitan dengan kesyirikan terbagi dua lagi yang pertama yang tergolong sebagai Syirik Akbar yang kedua tergolong sebagai Syirik asghar Syirik besar dan Syirik kecil Apa contoh kekeliruan dalam hal tawakal yang tergolong sebagai Syirik Akbar adalah ketika seseorang dia hatinya bertawakal kepada orang yang sudah mati misalnya bertawakal kepada orang yang sudah mati meminta kepada orang yang sudah mati atau meminta kepada Jin hatinya bertawakal kepada Jin ini termasuk Syirik Akbar Syirik besar atau dia bertawakal kepada manusia Apakah itu orang Saleh atau yang lainnya namun perkara yang dia tawakalkan tersebut adalah berada di luar kemampuan orang tersebut misalnya bertawakal kepada orang Saleh Dalam hal pemberian keturunan Misalnya ini di luar kemampuan dia ya bertawakal kepada orang Saleh Dalam hal pemberian keturunan dalam hal memberikan rezeki menurunkan hujan misalnya maka Barang siapa yang dia melakukan tawakal seperti itu dia teranggap melakukan Syirik besar baru yang kedua tadi Syirik Asgar Syirik yang kecil kekeliruan dalam hal tawakal tergolong sebagai kesyirikan namun Syirik kecil yaitu tawakalnya seseorang kepada orang lain dalam perkara yang dia memang mampu sebetulnya namun hati dia bergantung kepada orang bukan bergantung kepada Allah ini termasuk dalam Siri kecil misal dalam hal penyakit seseorang diperbolehkan. Bahkan dia diperintahkan untuk berobat namun tidak boleh orang itu hatinya bergantung kepada obat tidak boleh hatinya bergantung kepada dokter wajib dia meyakini dokter obat itu hanya sarana bukan itu Sebab kesembuhannya di bukan maka Barang siapa yang meyakini dokter yang menyembuhkan saya maka ini orang tersebut bisa tergolong sebagai melakukan Syirik kecil Barang siapa dia meyakini uang ini berasal dari bos saya maka tergolong dia sebagai Syirik kecil dokter Bos orang yang mencairkan gaji ini hanya perantara ya

makanya istilahnya dokter itu kata para ulama dokterlah yang mengobati namun Allah yang menyembuhkan, dokter yang mengobati pengobatan itu hanya sarana ya tujuannya adalah penyembuhan yang penyembuhan itu adalah berasal dari Allah subhanahu wa taala sehingga sekali lagi yang tergolong sebagai Syirik Asgar dalam hal Tawakal adalah orang itu dia bertawakal kepada orang lain dalam perkara-perkara yang mampu dikerjakan oleh orang lain tersebut dia mampu tapi hati dia bertawakal bergantung kepada manusia ini yang tidak boleh harusnya hatinya bergantung kepada Allah subhanahu wa taala dia meyakini orang ini hanya perantaranya saja hanya usaha yang perlu dia tempuh kemudian kategori yang kedua kekeliruan terkait tawakal yaitu tidak termasuk dalam kesyirikan namun dia tergolong sebagai maksiat Dia tergolong sebagai maksiat ada dua ada dua bagian juga dalam kategori yang kedua ini yang pertama tergolong maksiat yaitu ketika seseorang tidak bertawakal kepada Allah dalam semua perkara tadi sudah saya Sebutkan sebagian orang hanya bertawakal kepada Allah dalam perkara-perkara besar dalam perkara-perkara duniawi tidak dalam seluruh perkara maka orang seperti ini dia teranggap sebagai atau dia teranggap telah bermaksiat kepada Allah subhanahu wa taala tidak sampai pada level kesyirikan ya semestinya kita semua bertawakal kepada Allah dalam berbagai perkara bahkan perhatikan kata nabi kita Muhammad sallallahu wasallam wallahiahu kata nabi kita Muhamad wasallam. seandainya bukan karena Allah subhanahu wa taala kita ini tidak akan mendapatkan hidayah kita tidak akan mampu berpuasa tidak mampu kita melakukan salat seandainya bukan karena Allah subhanahu wa taala Sehingga dalam berbagai ibadah pun kita harus bertawakal kepada Allah sub ketika kita mampu untuk ketika kita ingin mengerjakan salat bertawakal kepada Allah minta tolong kepada Allah supaya dimudahkan mengerjakan salat hendak berpuasa meminta tolong kepada Allah subhanahu wa taala supaya dimudahkan untuk berpuasa maka bertawakal kepada Allah dalam semua perkara besar kecil Barang siapa yang dia hanya bertawakal kepada Allah dalam sebagian perkara saja maka dia bermaksiat kepada Allah subhanahu wa taala.

,p>lalu yang keduaak yang tidak sempurna namun tergolong sebagai maksiat adalah tadi sudah kita singgung orang-orang yang tidak mau berusaha dia mengatakan saya bergantung kepada Allah saya bertawakal kepada Allah namun dia tidak mau menempuh usahanya tidak mau mengambil sebab inilah yang Allah Sindir sebagian orang datang ke kota Makkah di zaman dulu melaksanakan haji tidak membawa bekal ka berd kamiah orang-orang yang bertawakal kepada Allah subhahu wa taal akhirnyaka mampahj pengemis diakahal apa tidakal makahakunt itu tapi berbekallah berbekallah kalian dan sebaik-baik bekal adalah ketakwaan namun kembali lagi ke pelajarannya di antara kekeliruan terkait Tawakal adalah ketika seseorang dia tidak mau berupaya demikian pembahasan kita dalam Bab 33 mengenai bab tawakal masih ada waktu sedikit ada pertanyaan silakan Pak kalau di salat itu membaca Atah itu menyebut Kanjeng Nabi Ibrahim itu besok di kalau dimasukkan neraka itu neraka itu dingin ada yang mengatakan itu betul apa tidak kalau membaca selawat kepada nabi di dalam salat Maka nanti masuk neraka nerakanya menjadi dingin seperti itubrah ha pribun karena mungkin kaitannya Oh jadi kalau membaca selawat ibrahimiyah membaca selawat ibrahimiyah kalau dimasukkan ke dalam neraka nerakanya jadi [Musik] dingin selawat ibrahimnya ya ini tidak benar pak ya tidak benar tidak ada keterangan seperti itu betul neraka itu ada yang dingin ya neraka itu ada siksa yang dingin Pak neraka itu tidak cuma panas namun dinginnya juga menyiksa ya untuk siksaan Di neraka itu adalah berupa dingin yang sangat dingin membeku namun tapi tidak benar tadi Barang siapa yang dia membaca selawat ibrahimiah maka akan menyebabkan api neraka menjadi dingin Ee wallahuam tidak ada penjelasan seperti itu yang pernah saya dapati sehingga ya tidak bisa dijadikan kepercayaan wallahuam ada lagi pertanyaan bagaimana unentuk implementasi kita terhadap hasil Dar Usan yang kita kepada Allah baik Bagaimana bentuk implementasi kita terhadap hasil yang kita sudah berupaya bertawakal namun kemudian nanti hasilnya terkadang tidak sesuai yang dengan kita harapkan maka ini nanti pembahasannya berbeda ini nanti pembahasannya berkaitan dengan takdir ya ini nanti berkaitan keimanan terkait takdir Insyaallah akan kita sampai pada pada waktunya kita akan bahas nanti di antara konsekuensi tauhid adalah ad juga berkaitan dengan takdir baik kita cukupkan demikian untuk pertemuan kali ini mudah-mudahan ada manfaatnya lebih kurangnya mohon maaf

Washalalahu 'ala Nabiyina Muhammad wa alihi wasahbihi wasallam, subhanakallahumma wabihamdika ashadualahaa illa Anta astaghfiruka waatubu ilaik. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Daftar Isi | Kajian | Muhammad Rezki Hr | Kitab Tauhid | Tawakal Kepada Allah

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary
Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo’a untukku, agar Allah Ta’ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku.
[al Jumu’ah/62 : 10]
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung“.

Kontak

Ukhuwah, kritik, saran, masukan silakan hubungi:

Klik Di Sini