Nama yang Penghambaan kepada Selain Allah ﷻ
(Kitab Tauhid)

Ustadz Muhammad Rezki Hr, Ph.D
حَفِظَهُ الله تعالى

1
Video

2
Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

3
Isi Ceramah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Waalaikummullah alhamdulillah Alhamdulillahi rabbil alamin wabihi nastainu ala umurid Dunya waddin wasalatu wasalamu ala asrofil iya wal mursalin nabiina wa habibina wa qudwatina Muhammadin.

Yaum Bapak Ibu jemaah ak di mana pun berada aani Allah waakum Jamian. Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memuliakan kita semua.

Alhamdulillah kita sampai di pertemuan kita yang terakhir, Insyaallah di malam hari ini sebelum kita libur berjumpa dengan bulan Ramadan, ini adalah pertemuan kita yang terakhir sebelum Ramadan pekan depan kita sudah libur, Insyaallah kita akan berjumpa lagi nanti di akhir Syawal mungkin wallahuam nanti tunggu pengumuman lebih lanjut maka kita akan membaca bab yang terakhir yang ada di buku panduan yang dibagikan di halaman berapa Pak?

Halaman 21 masih dari lanjutan bab di dalam kitab id membahas tentang berbagai hal yang berkaitan dengan mengesakan dan mentauhidkan Allah subhanahu wa taala.

Di malam hari ini kita akan membahas mengenai tabid Apa itu tabid tabid adalah ee penisbatan kata abdun ya menisbatkan kata abdun kepada sebuah nama jadi misalnya Abdu siapa ini namanya tabid istilahnya dalam agama kita ini yang akan kita bahas hukum menisbatkan nama hamba abdun artinya hamba kepada sesuatu maka ini berkaitan dengan Tauhid karena masalah nama n itu ada unsur ibadahnya Pak masalah nama itu ada unsur ibadahnya tidak betul kalau orang punya istilah Apalah artinya sebuah nama ini ungkapan yang tidak benar nama itu sangat penting dalam agama kita menamai seorang anak ini ada banyak kaidahnya dalam agama kita ini di antara harus hal yang harus diperhatikan oleh para orang tua dalam pemberian nama anaknya dia harus betul-betul berhati-hati ada kaidah-kaedahnya ada aturan-aturannya bahkan ini termasuk hak dari anak yang harus dipenuhi makanya pernah ada seorang anak di zaman Umar Bin Khattab dia menuntut bapaknya ya awalnya Bapaknya yang menuntut anaknya anak ini durhaka dikadukan kepada Umar tapi kata anaknya bukan yang durhaka adalah Bapak saya Apa bentuk durhakanya ada beberapa dia Sebutkan salah satunya kata anak tersebut karena Bapak saya ini tidak memberikan hak saya berupa penamaan yang baik Siapa namamu namanya Jual apa jual Pak jual itu istilahnya kalau dalam bahasa Arab lalat yang menempel di kotoran sapi itu Pak Nah nah ini dikadukan kepada Umar Bin Khattab sebagai khalifah dimenangkan anaknya ini oleh Umar Bin Khattab itu salah Bu jadi orang tua pun bisa durhaka bukan bukan anak saja yang durhaka memang ini salah orang tuanya memilihkan nama seperti itu maka masalah pemberian nama ini juga masalah Ibadah dalam agama kita Buktinya adalah kata nabi k wasam Inal asma ahuallah abdull wa Abdurahman sesungguhnya nama yang paling dicintai oleh Allah subhanahu wa taala adalah apa Abdullah dan Abdurrahman ini nama yang paling dicintai oleh Allah subhanahu wa taala Abdullah dan Abdurrahman artinya ada unsur ibadah di situ Pak ketika Allah cinta sesuatu artinya itu ibadah ya maka nama yang paling dicintai adalah Abdullah makanya berapa nama sahabat nabi yang bernama Abdullah berapa banyaknya berapa berapa nama sahabat nabi yang bernama Abdullah ada sekitar 300 atau 400 ini yang statusnya sahabat Pak sahabat itu kan berarti yang pernah berjumpa dengan nabi melihat nabi secara langsung berkumpul bersama nabi namanya Abdullah 300 orang menunjukkan memang ini generasi terbaik ya di antara faedahnya ad memang generasi terbaik mereka mencari Rida Allah subhanahu wa taala mereka mencari Rida Allah subhanahu wa taala Adapun orang zaman sekarang langka ya Pak ya Pak Abdullah Masyaallah ini langka orang sekarang memberi nama anaknya Abdullah Abdurrahman langka tapi yang menjadi pelajarannya adalah ee ada unsur Ibadah dalam pemberian nama itu dan EE ee secara tahapan secara tingkatan nama yang paling Afdal ada empat tingkatan yang pertama adalah Abdullah dan Abdurrahman tadi ini nama yang paling utama paling dicintai oleh Allah yang kedua adalah nama-nama tabid yang lainnya selain Abdullah dan Abdurrahman Abdul Malik Abdul Qadir Abdul Basit apa lagi Abdul Manaf dan seterusnya Abdur roazq Abdul Muhsin Abdul Jabbar dan seterussterusnya yang abdun abdun itu yang disandarkan kepada nama Allah disandarkan kepada nama Allah hambanya siapa hambanya nama yang paling baik yang nomor dua barulah nama ketiga nama-nama para nabi ya dianjurkan untuk menggunakan para nama para nabi nabi Sallahu alaih wasallam yang melakukan hal tersebut nabi memberi nama anaknya siapa nama Ibrahim ya diberi nama Ibrahim barulah tingkatan yang keempat nama yang paling baik Itulah nama-nama orang saleh dan sesaleh Saleh orang adalah para sahabat maka dianjurkan untuk memberi nama dengan nama-nama orang Saleh termasuk para sahabat sudah saya ceritakan di sini Bu ya yang nama mahasiswa Libia itu belum Pak ya Jadi ada mahasiswa Libya kita tahu Libya kan dosen-dosen itu orang-orang Saudi namanya ayatullah khamaini Pak Ya sudah saya ceritakan di sini kan saya cerita ya namanya ayatullah khamaini ini sangat-sangat tidak dianjurkan ini tokoh kesesatan ini Pak tokoh kesesatan gak boleh makanya kata Syekh Ganti namamu saya tanggung semua biayanya yaall apalagi yang apalagi syekhnya Syekh Saudi ya sangat anti sama Iran sama Syiah ya maka Ee tidak dianjurkan untuk memberi nama kalau itu adalah namanya tokoh-tokoh kesesatan tapi kita kembali lagi ke pelajaran kita tadi ee memberi nama itu adalah salah satu bentuk ibadah ada unsur ibadah di situ makanya kita akan bahas dalam hal ini penyimpangan dalam hal ini yaitu itu orang-orang yang mereka menyandarkan nama abdun kepada selain Allah menyandarkan nama abdun selain kepada selain Allah contohnya yang paling banyak di zaman dulu Abdul Ka'bah Apa arti Abdul Ka'bah Pak hambanya Ka'bah ini ini banyak di zaman zahiliah orang bernama Abdul Ka'bah itu banyak kalau orang-orang Syiah Abdul Husein ABD Ali Ali hambanya Al Husin hambanya Ali ini terlarang mencoreng tauhid di situ Ee Kita akan lihat nanti rincian terkait hal tersebut kita baca terlebih dahulu beberapa riwayat dan ayat yang dibawakan oleh penulis dalam bab ini dimulai dari surah ala'raf ayat 100 jadi itu potongan ayatmaih ketika Allah subhanahu wa taala memberikan keduanya seorang anak yang baik anak yang Saleh Mereka kemudian menyekutukan menjadikan anak tersebut sebagai sekutu bagi Allah ya menjadikan anak tersebut sebagai sekutu bagi Allah Allah diberikan anak malah kemudian anak tersebut dijadikan sekutu bagi Allah subhanahu wa taala Apa maksudnya Ayat tersebut kita akan lihat nanti tafsiran Sebagian ulama meskipun nanti ada perbedaan pendapat ayat ini sebetulnya berbicara tentang apa tapi nanti salah satu tafsirnya adalah ini berkaitan dengan nama ya berkaitan dengan nama disebutkan nanti kita baca riwayatnya Adam dan Hawa memberikan nama menurut Sebagian ulama nama ini disandarkan kepada setan ya namanya disandarkan kepada setan tapi nanti di situ banyak catatannya kita akan baca namun untuk memperjelas ee konteks ayat ini kita akan baca dari al-a'raf 189 karena itu hanya potongan sedikit saja dari surah al-a'raf 190 kita lihat konteks lebih lengkapnya kata Allah subhanahu wa taala dalam surah ala'raf 189 hualladzi khalaqokum Min nafsin Wahidah Allahlah yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu ada dua tafsiran ulama maksud dari jiwa yang satu ini apa dari jiwa yang satu dalam hal takyin maksudnya adalah Adam kita semua diciptakan dari keturunan Adam maksudnya ini tafsiran pertama tafsiran kedua dari jiwa yang satu itu maksudnya adalah dari jenis yang satu yaitu sesama manusia Adam menikah dengan Hawa kemudian beranak-pinaak Allah tidak menjadikan pasangan bagi manusia itu dari jenis yang lainnya menikah dengan hewan misalnya kemudian punya keturunan tidak tapi Allah jadikan pasangannya itu adalah dari satu jenis waa'ala minha zaujaha Lalu Allah subhanah wa taala menciptakan pasangannya Allah menciptakan pasangannya liyaskuna ilaiha ya jadi Allah menciptakan pasangan itu pak ini bukan dalil semua orang itu pasti ada jodohnya Ya saya sering ditanya ini sama mahasiswa-mahasiswa Pak biasanya Ustaz Bukankah Allah mengatakan Allah menciptakan makhlukNya itu berpasang-pasangan tapi kenapa kok ada orang sampai meninggal tidak pernah menikah tidak ketemu jodohnya nah gimana jelaskannya Pak pasangan pasangan itu maksudnya bukan jodoh Tapi maksudnya ada laki-laki ada perempuan ada siang ada malam ada kehidupan ada kematian ada kanan ada kiri maksudnya berpasang-pasangan seperti itu termasuk juga manusia berpasang-pasangan ada laki-laki ada perempuan ada suami ada istri Demikian Ya maksudnya berpasang-pasangan seperti itu ini tidak ber bicara tentang jodoh Nah makanya kata Allah subhanahu wa taala wajaha Allah jadikan pasangan kalian itu dari jenis kalian sendiri liaskuna ilaiha Agar kalian itu merasakan Sakinah Apa maksud Sakinah di sana kata para ulama ada dua Sakinah dalam hal ee jiwanya orang kalau dia sudah berpasangan akan lebih tentram jiwanya lalu yang kedua lebih tenang syahwatnya ya ketika seorang itu dia sudah memiliki pasangan yang sah akan lebih tentam syahwatnya lebih ee teredam seperti itu falamma tagasyaha hamalat hamlan khofifan maka setelah dicampurinya mereka sudah melakukan hubungan badan maka istrinya mengandung kandungan yang ringan bihi dan teruslah dia merasa ringan selama beberapa waktu kemudian ketika dia sudah mulai merasa ber mendapatkanobaanobaan hal kehamilaners k suami istri ini sepasang ini kemudmohon kepada Allah ta nanti akan bersyukur jadi ini pada hakikatnya Nazar Pak ini pada hakikatnya Nazar falammaahuma shihan lalu kata Allah subhanahu wa taala ketika kemudian Allah mengabulkan permintaan mereka itu Allah berikan mereka anak yang Saleh ja'ala lahuaka fimaahuma mereka malah menjadikan anaknya tersebut sebagai tandingan bagi Allah subhanahu wa taala jadi ini dia konteksnya ada dua orang tua yang dia bernazar Ya Allah Kalau engkau berikan aku anak keturunan Saleh di sini maksudnya kata para ulamaaliman yaitu selamat sehat kalau anak saya lahir sehat nanti normal tidak ada cacat apapun nanti kami pasti Bersyukur ya Allah Allah berikan kabulkan permintaan Mereka ternyata mereka malah ingkar bahkan malah terjadi J kesyirikan di sana Nah makanya inilah Dia dalilnya kata para ulama tentang tercelanya Nazar ya mengenai hukum Nazar sudah pernah kita bahas ee Sebagian ulama berpendapat Nazar hukumnya terlarang Kenapa karena Nazar itu kata nabi kita orang yang bernazar itu tidaklah keluar kecuali dari orang-orang yang pelit kalau diberikan nikmat-nikmat tertentu baru mau beribadah kepada Allah sub wa taala makanyabi sebut sebagai dan dalam banyak kondisi orang kemudian diaupa denganzarnyatohnya dia sudah berar ya Allah kalau saya punya anak an seperti ini seperti ini saya akan demikian dan demikian ternyata Allah berikan mereka lupa ya demikian juga kondisinya eh orang-orang munafik ya wum ahallahqin ini perkataan orang-orang munafik Allah tegur di zaman Nabi ini kejadiannya pada Perang Tabuk kata orang-orang munafik kata Allah subhahu wa taala di anara orang munafik itu ada yang mereka berjanji kepada Allah Seandainya Allah memberikan kepadaku keutamaan memberikan harta Pasti Kami akan bersedekah Pasti Kami akan menjadi orang-orang yang Saleh falamma watwall wahum muun dua orang tua Dia bernazar tentang Anaknya ya Ee kalau anaknya selamat kami akan bersyukur nah Apa hubungan ayat ini dengan tadi konteks atbid tadi memberikan nama dengan hamba Allah atau hamba siapa kita baca tafsirannya Ibnu hazam berkata kita baca terlebih dahulu di situ riwayat kedua itahi Ismin muadinirillah ka Amr atau kita lewat kita lewati riwayat ini terlebih dahulu karena ini tidak berhubungan dengan tafsirannya tafsirannya kita baca riwayat Ibnu Abbas terlebih dahulu dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma Ibnu Abbas berkata ketika dia menafsirkan ayat di atas ini dia ceritanya Adam Pak silakan disimak lamma tagasaha Adam hamalat faahuma iblis ketika Adam menggauli hawa hawa pun akhirnya hamil faatahuma Iblis Iblis kemudian datang lagi mendatangi Adam dan Hawa dia menyapa Adam dan Hawa dia mengatakan inni shohibukumadzi ak akhrajtukuma Minal Jannah Aku adalah kenalan kalian berdua Aku adalah kawan kalian berdua yang pernah mengeluarkan kalian berdua dari surga jadi ini ceritanya Adam dan Hawa sudah di permukaan bumi Allah turunkan dari surga Allah keluarkan sudah berjumpa kembali sudah berhubungan badan didatangi oleh iblis apa kata Iblis kemudian LTI a aahu Ibil hendaknya kalian berdua taat kepadaku atau kata iblis anak kalian itu nanti akan memiliki dua tanduk ya anak anak anak kalian nanti akan memiliki dua tanduk fayakuju kemudian janin tersebut akan keluar dari perutmu dan akan merobek-robek perutmu ini masih perkataan iblis ya kalau kamu tidak taat kepaku kalau kan tidak taat kepadaku nanti dia akan ada tanduknya janin itu nanti akan merobekrobek perutnya Hawa lalu kata iblis dia menakutnakuti mereka berdua ditakut-takuti oleh iblis kalau tidak kalian lakukan seperti ini nanti dampaknya akan demikian dan Demikian Ya memang demikian Pak fitrahnya innama amwalakum wauladakum itu wauladakum fitnah sesungguhnya harta kalian dan anak-anak kalian itu merupakan fitnah merupakan cobaan Pak betapa banyak orang tua yang dia diuji dengan anaknya sendiri ya dan iblis datang di sana ee dia tahu begitu besarnya kecintaan orang tua ini kepada anaknya ya sebagian orang itu anak itu adalah segala-galanya sampai dia rela menerjang larangan-larangan Allah demi anak panik anaknya sudah sedemikian parah Sakitnya rela datang ke dukun rela melakukan hal-hal kesyirikan demi yang penting anak saya sembuh Ini contohnya Inama amwalakum wauladakum fitnah harta dan anak kalian itu adalah fitnah kata Allah subhanahu wa taala fitnah yaitu cobaan cobaan bagi para orang tua Ini contohnya Adam dan Hawa kemudian singkat cerita em Iblis kemudian dia menambahkan syaratnya apa yang harus ditaati oleh Adam dan Hawa yaitu u Abdul Haris Nah ini dia yang menjadi pelajarannya namakan anak kalian itu dengan nama Abdul Haris namakan anak kalian itu dengan nama Abdul harit nah para ulama berbeda pendapat Apa masalahnya di sini Kenapa kok iblis itu meminta nama Abdul hadis kepada Adam dan Hawa Sebagian ulama berpendapat Abdullah al-hit itu adalah namanya nama lain dari iblis nama iblis ketika dia belum membangkang kepada Allah ketika dia masih berkumpul dengan para malaikat yang lainnya iblis itu punya nama alhis maka kemudian dia minta namakan anak kalian berdua dengan nama Abdul harit letak masalahnya di sini menurut Sebagian ulama tapi Sebagian ulama mengatakan bukan al-haris itu bukan nama iblis alhis adalah nama Allah namun yang menjadi masalah adalah taatnya Adam dan Hawa terhadap permintaan iblis meskipun secara nama tidak ada masalah tapi ditaati seperti itu ini request-nya atau ancamannya dari iblis kita lihat apakah Adam dan Hawa kemudian mentaatinya Adam dan Hawa tidak mau mentaati perintah iblis dan ternyata janin yang keluar dari perut Hawa mati tidak selamat gagal ini kandungan pertama Hawa kemudian hamil lagi Hawa untuk kedua kalinya maka iblis kembali mendatangi mereka berdua dengan mengatakan perintah yang sama ya nanti akan aku lakukan demikian dan demikian diancam ditakut-takuti oleh iblis dan iblis tahu ini titiktitik lemahnya orang tua adalah masalah anaknya kemudian kembali tidak mau ditaati oleh EE Adam dan Hawa kembali ketika janin ini keluar dari perut Hawa tidak selamat lagi mati baru kemudian hamil lagi yang ketiga Hawa iblis kembali datang menakut-nakuti Mereka kemudian cenderung untuk Bagaimana cara anak yang ketiga ini bisa selamat akhirnya diturutilah oleh Adam dan Hawa diberikan nama anak tersebut sebagai Abdul Haris inilah tafsiran menurut Sebagian ulama tentang firman Allah yang sudah kita baca tadi ketika Allah sudah memberikan anak yang salehseh di situ Maksudnya adalah saliman anak yang selamat hidup tidak ada cacatnya ketika Allah berikan nikmat tersebut malah Mereka kemudian menyekutukan Allah subhanahu wa taala dalam hal ini adalah mentaati setan ini riwayat yang dibawakan oleh penulis di sini disebutkan ini riwayat Ibnu Abi Hatim Ibnu Abi Hatim meriwayatkan pula dengan sanad yang sahih dari qotadah dengan eh perkataan qotadah yakni suraka Fi taatihi walam Yakun Fi ibadatihi itu menyekutukan Allah dengan taat kepada iblis bukan dengan beribadah kepadanya maka ini dia tafsiran menurut Sebagian ulama menurut riwayat Ibnu Abi Hatim maksud dari surah al-a'raf itu adalah tentang kejadian antara Adam dan Hawa dengan iblis Tadi masalah penamaan anak Adam dan Hawa namun wallahuam memang ada ulama Sebagian ulama yang berpendapat seperti itu namun pendapat yang lebih kuat adalah tafsiran ini bukanlah tafsiran yang benar ini tafsiran yang lemah banyak musykilahnya dalam cerita tersebut banyak sekali muskilahnya apa muskilahnya yang pertama secara sanad dia lemah Ya ada tadlis Ada p t di itu semacam penyelewengan dalam sanadnya kemudian em yang menjadi ya yang pertama Alasannya kenapa ee kisah tadi adalah kisah yang lemah tidak bisa kita pakai Untuk menafsirkan surat al-a'raf tadi secara sanad ya lemah tidak sahih dari Nabi kemudian yang kedua yang menjadi musykilahnya adalah para nabi para ulama bersepakat seluruh para nabi itu mereka maksumun minas syirk seluruh nabi itu terjaga dari dosa kesyirikan tidak ada nabi yang terjerumus pada perbuatan kesyirikan Adam termasuk nabi dan Adam termasuk yang dijaga oleh Allah subhanahu wa taala dari berbuat kesyirikan sehingga ini juga musykilahnya Bagaimana mungkin Adam dan Hawa berbuat dosa seperti itu taat kepada iblis Salah satu bentuk kesyirikan dalam hal ini apalagi secara jelas dalam surat al-a'raf Allah sebutkan kemudian mereka berbuat kesyirikan Bagaimana mungkin Adam berbuat kesyirikan dalam hal ini lalu juga di antara dalilnya yang menunjukkan anehnya em kisah ini adalah kita tahu sudah kita baca dulu tentang hadis syafaat Bagaimana orang-orang mendatangi para nabi ulul azmi termasuk juga yang didatangi Adah ee Para manusia di padang mahsyar nanti adalah Adam mereka meminta syafaat kepada Adam Adam kemudian menyebutkan dosanya lihat yang disebutkan oleh Adam dosanya adalah dia memakan buah yang dilarang oleh Allah tersebut di dalam surga ini dosanya Adam tidak ada menyebutkan dosa dia terkait taatnya dia kepada iblis dalam hal penamaan nama anaknya ini sehingga kesimpulannya riwayat ini tidak sahih ya tidak bisa kita jadikan sebagai tafsiran tadi dan Sebagian ulama menyebutkan ya kisah ini adalah kisah israiliat sebetulnya kisah-kisah yang apa tafsirannya ada tiga tafsiran dalam hal ini yang pertama adalah ketika orang tuanya ini dia berkeyakinan bahwasanya yang memberikan anak tersebut bukan Allah subhanahu wa taala ya Misalnya ada sebagian orang itu meminta kehamilan itu kepada Wali Fulan ya wali-wali fiktif kebanyakannya datang ke kuburan ini datang ke wali-wali Fulan minta langsung sudah lama saya tidak berketurunan wahai Syekh Tolong berikan saya keturunan wahai Syekh Abdul Qadir aljailani ini tafsiran yang pertama lalu tafsiran yang kedua Apa maksudnya ketika Allah telah memberikan mereka anak mereka kemudian menyekutukan Allah yaitu ketika orang tua tersebut dia menyandarkan nikmat tersebut kepada selain Allah Ya sudah kita bahas ini masalah hukum penyandaran nikmat kepada selain Allah ini bisa termasuk kepada selain Allah bisa termasuk salah satu bentuk kesyirikan ya dia tahu yang membuat dia hamil itu adalah Allah Subhanahu taala atas izin Allah tapi dia menyandarkan nikmat kepada dokter ya yang pertama dia sebut yang selalu dia sebut-sebut ini karena jasah dokter Fulan dokter Fulan saya sudah bertahun-tahun tidak hamil-hamil kemudian diberikan kehamilan oleh dokter Fulan misalnya seperti itu ini bagaimana e ini tafsiran yang kedua atau tafsiran yang ketiga kata Syekh Muhammad bin SH alimin yaitu ketika anaknya itu lahir kemudian dia sangat mencintainya melebihi cintanya kepada Allah subhanahu wa taala ini bentuknya yaitu orang yang dia ketika sudah diberikan anak kemudian dia menjadikan anak tersebut sebagai tandingan bagi Allah yaitu dia lebih mencintai anaknya lebih besar daripada kecintaannya kepada Allah subhanahu wa taala baik sekarang baru kita bahas riwayat Ibnu hazam tadi riwayat yang kedua yaitu em kata Ibnu hazam itquahrimi Ismin muabbadinirillah para ulama sepakat mengenai haramnya seluruh nama yang ditbid yaitu diperhambakan kepada selain Allah contohnya Abdu Amr hambanya Amr kemudian Abdul Ka'bah hambanya Ka'bah Abdus Syams ya hambanya matahari Abdul uzza di zaman dulu banyak sebagian sahabat itu punya nama Abdul uzza di antaranya adalah Abdurrahman Bin aufat Abdurrahman bin Auf nama aslinya adalah Abdul uzza hamba Al uzza berhala ketika itu diganti oleh Nabi menjadi Abdurrahman W asbahalika dan yang serupa dengan hal tersebut namun di sini yang pembahasan yang menarik kata Ibnu hazam Hasya Abdul Muthalib kecuali nama Abdul Muthalib diperbolehkan nama Abdul Muthalib hambanya almutalib kata para ulama sebagiannya membolehkan namun perlu diketahui kalau untuk nama Abdul Muthalib itu ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama kalau ittifaqu ulama ya ittafaqul ulama para ulama bersepakat tadi tentang keharaman nama-nama selain Abdul Muthalib ini jelas ini benar Kim Ibnu hazam ulama sepakat nama Abdul Ka'bah Abdul Husein Abdus Syams Abdul uzza Abdul Lata ini semuanya haram dalam agama kita para ulama sepakat tapi untuk pengecualian Sebagian ulama mengatakan dikecualikan untuk nama Abdul Muthalib ini boleh hambanya almutalib Al mutalib bukan nama Allah subhanahu wa taala nah terkait ini ada perbedaan pendapat Sebagian ulama memang mengatakan hukumnya diperbolehkan ini pengecualian khusus untuk Nabi maksudnya garis keturunan nabi Kenapa alasan mereka karena nabi yang di dalam beberapa kesempatan menyebutkan nama Abdul kata nabi kita ya An Aku adalah seorang Nabi Aku tidak berdusta Ana Ibnu Abdul mthalib Aku adalah keturunan dari Abdul Muthalib nabi mengatakan Aku adalah keturunan dari Abdul mthalib lihat nabi menyebutkan nama Abdul mthalib kata para ulama artinya boleh dalam hadis nabi juga mengatakan sesungguhnya Bani Hasyim dan Bani Abdu Manaf hambanya Manaf itu semuanya satu kesatuan kata nabi nabi di situ menyebutkan nama Abdu Manaf sehingga kata para ulama ini pengecualian untuk garis keturunan nabi Ini dikecualikan ini boleh Sebagian ulama berpendapat seperti itu namunahu pendat yang lebih kuatet perbolehkan nama Abdul Muthalib termasuk juga Abdu Manaf Lalu bagaimana kita menjelaskan sabda Nabi tadi nabi Tadi hanya Min babi alikhbar nabi hanya mengabarkan nabi tidak bisa ngapa-ngapain juga orangnya sudah mati sudah berlalu masanya Abdul Manaf ya masa nabi mau mengganti nama Abdul Manaf orang yang sudah mati sudah hidup berpuluh-puluh atau bahkan beratus-ratus tahun sebelum Nabi jadi nabi hanya mengabarkan aku ini keturunannya Abdul Manaf aku ini keturunannya Maaf aku ini keturunannya dari Abdul Muthalib nabi hanya menggambarkan dan ini bukan berarti penyetujuan bukan berarti nabi setuju dengan nama Abdul Muthalib sehingga tetap kesimpulannya nama-nama tabid nama-nama abdun yang disandarkan kepada selain Allah seluruhnya haram ya Seluruhnya diharamkan di dalam agama kita nah sehingga kita kembali lagi ke e al-a'raf ayat 190 para ulama kemudian ee berbeda pendapat sebenarnya siapa yang Allah kisahkan itu tentang dua orang tua yang dia bernazar Ya Allah Kalau engkau berikan aku anak yang sehat saliman anak yang selamat nanti kami akan bersyukur ternyata setelah Allah berikan mereka malah menyekutukan Allah ini sebenarnya siapa tafsiran yang pertama namun ini tafsiran yang lemah tadi sudah saya Sebutkan ini kejadiannya pada Adam dan Hawa ini tafsiran yang lemah menurut Sebagian ulama ini anak keturunannya Adam Ya sepasang suami istri dari anak keturunannya Adam betul-betul terjadi ini betul-betul kejadian nyata Namun bukan Adam dan Hawa tapi keturunan mereka lalu Sebagian ulama mereka memilih pendapat untuk abstain Ya gak tahu kita gak tahu ini siapa sebenarnya pelakunya tapi yang menjadi pelajarannya adalah jangan kemudian bernazar atau meminta sesuatu kepada Allah berjanji kepada Allah ketika Allah berikan malah lupa atau bahkan malah bermaksiat kepada Allah atau yang paling parahnya adalah malah menjadikan hal tersebut sebagai objek kesyirikan kita baca kemudian riwayat yang terakhir kata penulis dari Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkan dengan sanad yang sahih dari Mujahid muahk mengenai tafsir tadi dalam surah ayatika engau atau 18ik engauemberan Kami anak yangahir secara sempurna sehat maka kemudian Adam dan Hawa khawatir kalau anaknya lahir tidak dalam wujud manusia ya jadi memang ada Sebagian ulama di sini Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Mujahid berarti Mujahid juga menafsirkan kisah tadi adalah kisahnya Adam dan Hawa dalam surah al-'raf tadi meskipun sekali lagi pendapat yang lebih kuat adalah pendapat Sebagian ulama ini bukan mengenai Adam dan Hawa demikian yang kita bisa bahas terkait eh bab ini sehingga yang menjadi pelajaran utamanya adalah terlarang hukumnya seseorang itu Dia ee menyandarkan nama abdun kepada selain Allah subhanahu wa taala ee kalau kita bahas secara hukum ini ee bisa Syirik Akbar bisa Syirik asghar ya kapan tergolong sebagai ee Syirik Akbar adalah kalau dia penghambaan Hakiki dalam hal rububiyah yakni Ketika seseorang meyakini bahwasanya sesuatu tersebut memang mengatur alam semesta dia namakan Abdus Syams misalnya hamba matahari dalam kondisi dia memang meyakini matahari yang mengatur alam semesta atau seperti misalnya Eh tadi Abdul uzza dia punya keyakinan uzza ini mengatur segala sesuatu ini Sidik Akbar ketika orang menamakan nama dengan seperti itu bisa tergolong sebagai Siri kecil Kalau dia hanya menyandarkan nikmat kepada selain Allah ya dia bukan berkeyakinan ini adalah Tuhan contohnya adalah nama Abdul Ka'bah ya dia dia tidak berkeyakinan Ka'bah itu adalah Tuhan Bukan tapi dia sebagai bentuk pengagungan terhadap Ka'bah dia berikan nama anaknya hambanya dari Ka'bah Ya anakku ini adalah hamba dari dari Ka'bah maka seperti ini kata para ulama hukumnya adalah Syirik asghar ya adapun yang terpuji ketika seorang itu dia menyandarkan nama abdun tersebut kepada Allah subhanahu wa taala dan nama-nama Allah yang lainnya demikian yang kita bahas pada malam hari ini mudah-mudahan ada manfaatnya Insyaallah kita akan lanjutkan pelajaran kita dari kitab Tauhid setelah kita libur bulan Ramadan dan libur Syawal mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala berikan kita semua Taufik.

Wallahuam, wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasohbihi wasallam.

Subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik.

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Daftar Isi | Kajian | Muhammad Rezki Hr | Kitab Tauhid | Nama yang Penghambaan kepada Selain Allah

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary
Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo’a untukku, agar Allah Ta’ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku.
[al Jumu’ah/62 : 10]
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung“.

Kontak

Ukhuwah, kritik, saran, masukan silakan hubungi:

Klik Di Sini