Nadzar untuk Selain Allah (Kitab Tauhid)
Ustadz Muhammad Rezki Hr حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
/
bapak-bapak ibu-ibu ikhwan dan akhwat para pemirsa...Alhamdulillah di malam hari ini kita kembali bisa bertemu melanjutkan pelajaran kita Insyaallah mengenai yang kita ambil pelajaran tauhid tersebut dari kitab Tauhid karya Syekh Muhammad at-amimi rahimahullahu taala. kita langsung saja akan kita lanjutkan di antara pembahasan di dalam bab ini, Di dalam kitab ini sebelumnya kita sudah bahas Bagaimana seseorang itu dia bisa terjerumus kepada kesyirikan dalam hal sesembelihan Ketika seseorang dia menyembelih untuk selain Allah subhanahu wa taala maka bisa dia terjerumus pada perbuatan kesyirikan. kita lanjutkan sekarang pembahasannya mengenai nadzar maka salah satu bentuk ibadah di dalam agama kita adalah nadzar. Barang siapa yang dia menunjukkan nadzarnya untuk selain Allah maka dia terjerungus kepada perbuatan kesyirikan yaitu menyekutukan Allah subhanahu wa taala. Apa definisi nadzar? nadzar disebutkan oleh para ulama di Alaihi yang namanya nadzar definisinya adalah ketika seseorang mewajibkan atas dirinya suatu ibadah yang tidak diwajibkan syariat. atas dirinya ya tidak diwajibkan syariat atasnya. Saya ulangi seseorang mewajibkan atas dirinya suatu ibadah yang tidak diwajibkan oleh syariat. syariat tidak mewajibkan Allah dan rasulnya tidak mewajibkan sebuah perbuatan kemudian dia mewajibkan atas dirinya sendiri. maka Inilah yang disebut sebagai nadzar.
nanti akan kita lihat contoh-contohnya dan akan kita lihat rincian-rincian terkait nadzar di dalam bab ini. Namun kita lihat terlebih dahulu Apa yang disampaikan oleh penulis bagi yang memegang bukunya silakan dibuka di halaman 50 kita akan baca bersama-sama judul bab ini kata penulis babun minasyirki anazruhairillah termasuk di antara bentuk kesyirikan adalah ketika seseorang dia bernadzar untuk selain Allah subhanahu wa taala. maka yang namanya nadzar itu harus ditujukan kepada Allah subhanahu wa taala, Barang siapa dia menunjukan nadzarnya kepada selain Allah maka dia sudah mempraktikkan di antara jenis kesyirikan. kita baca dalil yang pertama dibawakan oleh penulis hanya ada tiga dalil di sini yang pertama yaitu dari surah al-insan atau surah addahr jadi al-insan itu punya dua nama pak kalau tidak alinsan addahr.. nama suratnya dan ini biasa Bapak Ibu sekalian saya sampaikan kepada bapak ibu biar tidak heboh nanti di grup-grup WhatsApp biasanya bapak-bapak ini bisa heboh pak ee heboh katanya al-qur'an dipalsukan silakan bandingkan foto al-qur'an ini dengan al-qur'an yang dimiliki oleh Bapak Ibu sekalian biasanya yang di acara yang dipermasalahkan adalah nama surat ini nama suratnya katanya ada yang berbeda ya Ee maka di antara yang patut kita ee perhatikan terkait hal tersebut nama surat itu Pak, Memang dia ada yang ee punya beberapa nama yang jelas yang paling punya yang paling banyak punya nama adalah Alfatihah
tapi ya jarang-jarang ya kalau di mushaf kita lihat yang muncul adalah nama yang berbeda dari Alfatihah jarang meskipun pada ee hadis-hadis disebutkan Alfatihah itu punya banyak nama dia punya nama Ummul Quran, dia punya nama ee apa Ummul Kitab, dia punya nama fatihatul kitab. banyak nama Alquran nama Alfatihah itu banyak sekali Pak, tapi yang memang terkenal dan saya belum pernah melihat adanya al-quran yang menuliskan nama Alquran nama Alfatihah dengan nama lainnya tapi untuk surat-surat yang lain ya terkadang di beberapa cetakan itu berbeda Pak. misalnya adalah al-insan, al-insan nama lainnya surah add-ahr. contoh lainnya adalah surah at-taubah, surah ke surah ke-9 surah ke-emb nama lainnya apa dari surat at-taubah surat apa surah baroah nah ini Nama lain dari surah at-taubah, surah baraah dan beberapa nama surat lainnya Pak. sehingga tidak usah kaget kalau ada sedikit perbedaan dan ini tercetak dan tersebar luas ya sebagian mushaf itu memberikan nama surah addahr memberikan nama surat Surah baroah dan lain-lainnya sehingga tidak perlu kaget karena memang e banyak dari nama surat di dalam al-qur'an itu merupakan ijtihad. ijtihad dari para sahabat.
AllAh tidak memberikan nama surat, nabi tidak memberikan nama surat, dalam banyak kasus tapi yang memberikan nama surat dalam al-quran itu adalah para sahabat nabi sehingga ini itihad ya misalnya seperti alinan.. nabi tidak menyebutkan nama surah al-insan makanya dalam surah dalam hadis yang menyebutkan kebiasaan Nabi apa yang Nabi baca dalam pada Jumat pagi adalah nabi biasa membaca Alif Lam Mim Sajdah dan hal Ata Alal Insan seperti itu tidak disebutkan nama suratnya Dalam Hadis disebutkan dengan awal surat nabi yang yang Nabi baca di Jumat pagi adalah Alif Lam Mim Sajdah dan juga halata Alal Insan itulah dia maksudnya surat alinsan.
baik ee penulis membawakan di sana dari surat alinsan ayat 7 yaitu firman Allah subhanahu wa taala yufuna binri wakuna yaumanana saruhu mustati atau gimana lalu sampai pada mereka menepati nadzar mereka dan mereka takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana coba peran Bapak Ibu sekalian Apa maksudnya penulis membawakan ayat ini mengenaiukum menunjukkan nadzar kepada selain Allah maka dia telah berbuat kesyirikan kita ulangi lagi Sudah beberapa kali kita sampaikan tentang ibadah kita sepakat ibadah itu harus ditujukan kepada Allah subhanahu wa taala semata tidak boleh ibadah itu untuk selain Allah pertanyaannya adalah Apa itu ibadah disampaikan oleh para ulama di antara definisi ibadah adalah ismunun ya segala sesuatu yang itu dicintai dan diridai oleh Allah subhanahu wa taala. segala sesuatu yang dicintai dan diridai oleh Allah Itulah yang namanya ibadah. Lalu bagaimana caranya kita tahu Allah cinta terhadap sesuatu, Allah Rida terhadap sesuatu. Bagaimana caranya tahu salah satunya kita lihat ayat-ayat di mana Allah subhanahu wa taala memuji perbuatan tertentu kalau Allah memuji perbuatan tertentu artinya Allah mencintai perbuatan tersebut, Rida terhadap perbuatan tersebut kemudian berarti ini ibadah. contohnya sebelum kita lihat contoh tadi misalnya Allah memuji dalam konteks dalam konteks memuji kata Allah subhanahu wa taala tatajafa junubuhumil madi'i Allah memuji sebagian orang yang lambung mereka itu jauh dari kasur jauh dari kasur ini Istilahnya al-qur'an ya apa maksudnya orang-orang Yang bangun di malam hari tidurnya sedikit namun dia banyak menghidupkan malamnya dengan ibadah ini maksudnya orang-orang yang jauh lambungnya dari kasurnya
konteksnya Allah memuji se.. dari sana kita bisa simpulkan di antara bentuk ibadah adalah menghidupkan malam dengan berbagai bentuk ketaatan kepada Allah ini di ... ibadah allahji Arya Allah artinya itu ibadah sama dengan ayat ini dalam surat al-insan. konteksnya Allah Sedang memuji orang-orang yang yufuna binri orang-orang yang memenuhi nadzar mereka Allah Puji sehingga konteksnya sekali lagi logikanya ketika Allah memuji sesuatu menunjukkan Allah cinta atau Allah Rida terhadap hal tersebut. ketika Allah sudah cinta atau Rida terhadap sesuatu itulah dia yang disebut sebagai ibadah sehingga sebenarnya ayat ini memuji orang-orang yang memenuhi nadzar sehingga yang paling jelas ya yang paling jelas ibadah atau ya sesuatu yang teranggap sebagai ibadah adalah memenuhi nadzar. ini jelas ibadahnya ya ketika seorang itu dia memenuhi nadzar maka ini jelas ibadahnya. Adapun hukum nadzarnya itu di sana banyak perinciannya Pak, apakah nadzar Itu otomatis tergolong sebagai ibadah? Apakah nadzar Itu otomatis sesuatu tergolong sebagai sesuatu yang dicintai dan diridai oleh Allah subhanahu wa taala? maka di sana perlu dirinci ya banyak rincian terkait nadzar itulah yang akan kita bahas ee sebelum kita melihat ayat berikutnya.
baik terkait rincian nadzar secara umum terlebih dahulu nadzar terbagi dua, bagian besarnya nadzar untuk Allah subhanahu wa taala, yang kedua nadzar untuk selain Allah subhanahu wa taala. kita bahas yang sedikit terlebih dahulu nadzar untuk selain Allah nadzar. untuk selain Allah ini jelas adalah bentuk kesyirikan hukumnya haram ya, hukumnya adalah haram bahkan Syirik Akbar. kemudian terkait nadzar tersebut tidak boleh ditunaikan isinya dan tidak ada kewajiban untuk membayar kafarah yaitu membayar dendanya tidak ada sehingga apa yang perlu dilakukan oleh seseorang yang dia melakukan nadzar untuk selain Allah yang dia lakukan adalah dia bertaubat kepada Allah subhanahu wa taala karena dia telah berbuat kesyirikan ini yang pertama. ee rincian yang pertama makud nomornya dua ya nomor nomor satu adalah nadzar untuk Allah, nomor dua nadzar untuk selain Allah. ini yang kita bahas pertama karena ini sedikit rinciannya ini jelas hukumnya kesyirikan tidak boleh ditunaikan nadzar tersebut meskipun dia sudah bertekad bernadzar tidak boleh ditunaikan dan tidak ada kewajiban untuk membayar kafarah. yang dia lakukan adalah bertaubat dengan sungguh-sungguh dengan taubatan nasuha
yang banyak rinciannya yang nomor satu tadi nadzar untuk Allah subhanahu wataala niat dia menadzari bernadzar dengan demikian untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa taala maka rincianya yang pertama adalah nadzar untuk melakukan ketaatan nadzar untuk Allah terbagi beberapa poin, yang pertama nadzar untuk melakukan ketaatan isi nadzarnya itu ketaatan Pak, ya dia bernadzar ingin bersedekah setiap hari Jumat, dia bernadzar ingin menyantuni 100 fakir miskin, dia bernadzar ingin berpuasa 2 bulan berturut-turut, isinya ketaatan maka Apa hukum nadzar seperti ini? yang pertama kalau nadzarnya itu adalah nadzar yang bersyarat nadzar muqayyad namanya Pak, dia mengikat dengan sesuatu muukayyad secara bahasa dia diikat dengan sesuatu. Apa maksudnya diikat? dia mempersyaratkan sesuatu, misal ketika dia katakan kalau saya ee diberikan kesembuhan oleh Allah saya bernadzar akan berpuasa 2 bulan berturut-turut. kalau saya diluluskan CPNS oleh Allah saya akan menyantuni 100 anak yatim, kalau saya lulus UN saya akan bersedekah kepada 10 masjid misalnya bersyarat ada syaratnya. kalau keinginan dia tercapai maka baru dia akan melakukan hal tersebut. Apa hukum Hal ini? pendapat yang lebih kuat terkait hal ini nadzar bersyarat hukumnya makruh, hukumnya makruh Pak, ini pendapat yang lebih kuat. ada perbedaan pendapat di sana namun pendapat yang lebih kuat adalah nadzar bersyarat hukumnya makruh. apa dalilnya? hukumnya adalah makruh, adalah Sabda nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam nabi bersabda innahu la ya'ti bhairin wa innama yustakju Minal bakhil-sesungguhnya nadzar seperti itu tidak mendatangkan kebaikan kata Nabi Sallallahu alaii wasallam.
sesungguhnya nadzar seperti itu hanyalah berasal dari orang-orang yang pelit ya Pak, disebutkan oleh Nabi bentuk perbuatan seperti itu adalah perbuatannya orang-orang yang bakhil, orang-orang yang pelit sehingga itulah dia Kenapa kita simpulkan bahwasanya yang namanya nadzar bersyarat adalah hukumnya makruh dengan catatan syaratnya syarat lalu dia kalau terpenuhi syaratnya itu dia melakukan ketaatan maka makruh Pak. namun ketika seseorang itu dia sudah Ee terlanjur untuk bernadzar seperti itu kalau saya lulus CPNS saya bersedekah kepada 10 masjid misalnya maka hukumnya kemudian ketika dia sudah menunaikan sudah mengikrarkan nadzarnya hukumnya menjadi wajib bagi dia untuk menunaikan ya seperti itu Pak. terdapat beberapa hukum di dalam agama kita seperti itu hukum ketika dia sebelum ee mengikrarkan itu hukumnya berbeda namun hukum Setelah dia mengikrarkan ini hukumnya jadi berubah. contohnya nadzar, nadzar sebelum diiikrarkan hukumnya makruh Ya. tapi kalau dia sudah mengikrarkan nadzarnya berubah menjadi wajib, wajib bagi dia untuk menunaikannya.
sama seperti salam, mengucapkan salam sesama muslim tidak wajib Pak, kita bertemu dengan orang gak wajib mengucapkan salam tapi kemudian ketika salam itu sudah terucap bagi orang yang mendengarnya wajib untuk menjawab salam. contoh lainnya adalah ee membaca Hamdalah ketika bersin ya tidak ada kewajiban bagi seseorang untuk membaca Hamdalah hanya anjuran hukumnya, ketika dia bersin dia mengucapkan alhamdulillah tapi kita semua ketika sudah mendengar ada seseorang mengucapkan Alhamdulillah yang ini hukumnya sunah bagi dia ketika kita sudah mendengar hukumnya wajib bagi kita untuk menjawab jawab yarhamukallah Wajib Pak hukumnya ya, hukumnya adalah wajib dari yang sunah berubah menjadi wajib sama seperti itu tadi juga dengan nadzar nadzar pada asalnya dia hukumnya makruh tapi ketika dia sudah mengikrarkan wajib bagi dia untuk menunaikan nadzar tersebut sehingga wajib kalau dia bersyarat wajib ditunaikan kalau seseorang itu kemudian dia tidak mampu untuk menunaikan nadzarnya dia harus membayar denda membayar kafarah. apa nanti apa kafarahnya? Nanti kita bahas.
lalu yang kedua nadzar untuk ketaatan,
ini adalah nadzar mutlak, nadzar mutlak inilah yang terpuji Pak, yang terpuji adalah nadzar mutlak. Apa itu nadzar mutlak? seseorang bernadzar
untuk melakukan amal saleh tanpa ada syarat tertentu. Tidak ada syaratnya
Pokoknya saya bernadzar setiap hari Jumat saya mau nyumbang nasi kotak
20. nadzar harus ditunaikan nadzar seperti itu ya harus dia tunaikan dan tidak ada
syarat tertentu kalau saya sembuh baru saya bersedekah tidak, tapi tidak ada Pokoknya dia nadzar ingin melakukan amal
ketaatan saya bernadzar pokoknya salat lima waktu Saya berusaha sebisa mungkin
untuk salat di masjid secara berjamaah ini namanya nadzar mutlak. ini
terpuji dan hukumnya wajib untuk ditunaikan. kalau seseorang tidak menunaikan nadzarnya seperti itu dia
wajib membayar kafarah, membayar denda nanti kita bahas ya bukan denda tapi
tebusan yaayar.. tebusan. Kemudian yang kedua di antara bentuk nadzar ketaatan adalah nadzar bukan
nadzar ketaatan tapi di antara bentuk nadzar untuk Allah subhanahu wa taala adalah nadzar kemaksiat
an dia tidak menujukan nadzarnya ini tidak dia tujukan untuk selain Allah Pak
tidak tapi untuk Allah namun isi nadzarnya itu maksiat Ya Allah kalau saya
lulus CPNS sebagaimana saya Sebutkan saya Mau mentraktir teman-teman saya
untuk minum khamar nadzarnya kepada Allah namun isinya adalah maksiat atau sebagian orang kita
dapati dalam beberapa kasus kalau dia tercapai keinginannya bernadzar ingin jalan telanjang dari
tempat tertentu ke tempat tertentu ini maksiat membuka aurat menampakkan aurat
di hadapan umum ini maksiat.
maka nadzar maksiat seperti ini Bapak Ibu sekalian hukumnya tidak boleh dipenuhi namun wajib bagi dia untuk membayar tebusan ya. Barang siapa dia bernadzar dengan nadzar maksiat niatnya untuk Allah tapi isinya saja yang maksiat tidak ada kewajiban bagi dia untuk memenuhi nadzar tersebut dan tetap bagi dia untuk menunaikan kafarahnya membayar kafarah lalu rincian yang terakhir adalah nadzar ee mubah yang dia nadzarkan itu adalah sesuatu yang mubah pak misal Apa contohnya nadzar yang mubah yang banyak kasus Saya baru punya tetangga kalau hujan Saya mau menggundul rambut saya katanya ya atau bukan gundul tapi dia mencukur memotong rambutnya karena rambutnya sudah panjang rambutnya sudah panjang kalau hujan turun hujan Saya mau potong rambut seperti itu ini mubah kan potong rambut mubah sa P Apa hukumnya seperti ini Sebagian ulama mengatakan hal seperti itu tidak teranggap sebagai nadzar sebenarnya Karena yang namanya ar itu adalah sesuatu yang dia maksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa taala ya sesuatu yang dia niatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa taala
dalam sebuah hadis Abu Daud dan Imam Ahmad dihasankan oleh alhafiz Abu thaahir nabi sallallahuhi wasallam bersabda la na illa F yubhi wajhullah tidak ada nadzar kecuali pada ibadah yang niatnya untuk mengharapkan wajah Allah tidak ada z kecuali yang niatnya untuk mengharapkan wajah Allah sehingga orang nadzarnya nadzar mubah seperti itu Pak pada hakikatnya kata para ulama ini tidak teranggap sebagai nadzar namun sebagian keterangan yang saya dapati yang pertama rinciannya dia tidak wajib untuk menunaikan nadzarnya kalau ditanya wajib atau tidak tidak wajib orang nadzar kalau kalau hujan Saya mau potong rambut tidak wajib dia dia tidak menunaikan nadzar tersebut juga tidak masalah Namun kata para ulama wallahuam di antara penjelasan yang saya ketahui tetap bayar kafarah Pak tetap bayar kafarah karena ini ee wallahuam teranggap dia seperti bersumpah Sebenarnya ya Ee sehingga ee tetap dia kalau dia nadzar Kalau turun hujan Saya mau gunting rambut kalau dia tidak tunaikan dia tetap Wajir wajib untuk membayar tebusannya ya Meskipun kalau ditanya wajib atau tidak bagi dia untuk melakukan isi nadzarnya tidak wajib Tapi ketika dia pilih untuk tidak melaksanakannya dia tetap wajib untuk membayar kafarah maka ini di antara rincian terkait nadzar kemudian pembahasan berikutnya tadi sudah kita singgung beberapa kali mengenai tebusannya Seperti apa bayar kafarah nadzar itu teknisnya seperti apa? ada tiga pilihan terkait ee kafarah nadzar yang kafarah ee yang tiga pilihan ini sebenarnya sama dengan kafarah sumpah Pak.
jadi Bapak Ibu sekalian nanti akan kita bahas pada waktunya Sumpah itu sama pembahasannya dengan nadzar Pak Ketika seseorang dia mengatakan demi Allah saya akan pergi ke tempat tersebut dia menyebutkan demi Allah dia bersumpah ketika dia tidak melaksanakan isi sumpahnya maka wajib bagi dia untuk membayar tebusan ketika orang bersumpah atas nama Allah dia tidak menunaikan isi sumpahnya demi Allah saya akan menikahi kamu misalnya ya ternyata tidak dinikahi maka dia wajib untuk membayar tebusan, apa tebusannya? sama dengan tebusan nadzar makanya dalam sebuah hadis sahih riwayat Imam muslim nabi mengatakan kafarun Nazri kafarul Yamin-kafarah nadzar itu sama dengan kafarah sumpah karena pada hakikatnya sumpah dengan nadzar itu sama Pak. Sumpah itu sama juga ketika seorang dia bersumpah demi Allah saya akan demikian dan demikian ini dia mewajibkan sesuatu yang tidak wajib bagi dirinya ya dia mewajibkan sesuatu yang tidak wajib bagi dirinya yang itu adalah esensi dari nadzar juga Apa kafarahnya ada tiga pilihan yang pertama adalah membebaskan budak membebaskan budak yang ini di zaman sekarang sudah tidak bisa kita lakukan lagi ya perlu diketahui bapak ibu Bu di zaman sekarang sudah tidak ada budak ya Pak ya sudah tidak ada perbudakan sehingga tidak bisa lagi kita memerdekakan budak tidak bisa yang kedua adalah pilihannya memberikan makan atau pakaian kepada 10 orang miskin 10 orang miskin harus berbeda-beda orang miskin tersebut 10 orang diberikan makanan atau pakaian atau pilihan ketiga adalah puasa 3 hari ini Pak pilihannya bebas ini bukan urutan
berbeda dengan kafarah ee orang yang berhubungan badan di siang hari Ramadan dia punya beberapa pilihan itu pilih Itu pilihannya berurutan kalau tidak bisa pilihan pertama baru boleh ke pilihan kedua kalau tidak mampu baru pilihan ketiga Adapun kafarah Sumpah dan kafarah nadzar itu sifatnya bebas boleh seseorang memilih yang mana yang mau dia lakukan nah sehingga kalau ada Bapak Ibu dulu pernah bernadzar belum ditunaikan juga sampai sekarang atau pernah bersumpah dengan suatu sumpah tidak ditunaikan juga isi supah tersebut maka memiliki kewajiban yang pertama untuk memberikan makan atau pakaian kepada 10 orang miskin opsi satu atau opsi dua berpuasa 3 hari demikian di antara kafarahnya jadi Naza sama sama janji itu karena Sekarangnya kan banyak sekali ya calon persiden calon calon itu kan kadang-kadang ini Nazan atau janji janji itu apakah termasuk nadzar janji apakah termasuk nadzar jawabannya berbeda ya E nadzar dan janji itu sesuatu yang berbeda makanya dalam hadis nabi memisahkan antara nadzar dengan janji itu berbeda ya di antara karakteristik orang munafik Iza wa'ada ee akhlafa kalau dia berjanji dia menyelisihi janjinya ya tidak ada disebutkan oleh Nabi tentang orang yang dia kalau berjanji kemudian dia menyelisihinya kafarahnya seperti apa tidak ada ya.Sehingga ini sesuatu yang berbeda Pak ya wallahuam.
bagaimana cara membedakannya, kembali kepada niat dia niatkan ini saya janji saja atau ini adalah nadzar ya ini nadzar ataukah janji wallahuam ee membedakannya seperti itu tergantung daripada niat si pelakunya wallahuam sehingga kalau kalau ada janji-janji politik janji-janji calon-calon ee pemimpin itu ya hitungannya janji ituya janji kalau dia tidak memenuhi janjinya jelas dia berdosa itu akan dipertanggungjawabkan pada hari kiamat dan itu di antara ciri-ciri kemunafikan ya di antara bentuk kemunafikan kalau berjanji dia menyelisihinya namun Apakah dia wajib untuk membayar kafarah sebagaimana kafarah nadzar wallahuam tidak tidak termasuk dalam kafarah nadzar maka itu di antara rincian terkait ee nadzar kemudian di antara faedah tambahan Sebelum kita lanjutkan lagi perlu diketahui Bapak Ibu sekalian yang namanya nadzar itu pada hakikatnya dia bukan menjadi sebab yang bisa mendatangkan Kebaikan tidak Pak tidak kemudian menyebabkan hajat-hajat kita itu semakin terkabul tidak ketika seorang Dia sangat berkeinginan diluluskan CPNS Ketika seseorang itu dia berkeinginan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu lalu bukan dengan nadzarnya itu kemudian dia lebih terkabul tidak ya
Saya punya teman e waktu SMA dulu kalau Barcelona menang Liga Champion Masyaallah nadzarnya kalau Barcelona menang Liga Champion dia berpuasa saya tidak ingat berpuasa Berapa hari tapi nadzarnya seperti itu ya. Nah ini berarti termasuk nadzar apa Pak Ini Pak Iya nadzar bersyarat ya nadzar bersyarat kalau kecampaian ee Barselona dia menang Liga Champion maka wajib bagi dia untuk menunaikan nadzarnya tadi ya wajib bagi dia untuk menunaikan azarnya namun yang menjadi pelajaran yang ingin saya sampaikan adalah ee bukan disebabkan nadzar dia itu kemudian menyebabkan Allah memenangkan Barcelona tidak ada hubungannya sama sekali ya yang namanya nadzar itu bukan menjadi sebab didapatkannya kebaikan oleh seseorang ya jangan punya anggapan kalau saya bernadzar nanti hajat-hajat saya lebih terkabul tidak baik yang berikutnya kata Allah subhanahu wa taala di dalam surat Albaqarah ayat yang kedua yang dibawakan oleh penulis dalam bab ini W Anum min naqum min narinallahu dan Apun yang kamu nafkahkan dan Apapun yang kalian nadzarkan maka sesungguhnya Allah subhanahu wa taala mengetahuinya maka di sana secara tegas Allah subhanahu wa taala mengatakan ketika kalian bernadzar Allah subhanahu wa taala mengetahuinya sehingga dari sini kita bisa mengetahui bahwasanya yang namanya nadzar itu di antaranya faedahnya adalah bahwasanya nadzar itu harus ditujukan untuk Allah subhanahu wa taala tidak boleh ditujukan kepada selain Allah subhanahu wa taala
dalil yang terakhir yang dibawakan oleh penulis di dalam bab ini adalah sebuah hadis yang dibawakan kan ee dalam sekitab sahih Bukhari dari ibunda kita Aisyah radhiallahu anha Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Man nadzaro ayuti Allah falyutiu Wan nadzar ayasiall Fala yihi Barang siapa yang dia bernadzar untuk mentaati Allah maka dia wajib untuk mentaatinya tadi terlepas Apakah nadzarnya itu bersyarat ataukah tidak bersyarat tadi ketika dia mempersyaratkan sesuatu maka terkabul tetap wajib bagi dia untuk mentaati Allah subhanahu wa taala mengerjakan ketaatan tersebut Namun sebaliknya kata Nabi Sallallahu alaii wasallam W allahahihi Barang siapa yang dia ee bernadzar untuk bermaksiat kepada Allah maka tidak boleh bagi dia untuk bermaksiat kepada Allah dengan melaksanakan nadzarnya tersebut sehingga dari sini kita bisa mengambil pelajaran menunjukkan bahwasanya nadzar adalah di antara ibadah Nabi memerintahkan kalau orang itu dia sudah bernadzar maka wajib bagi dia untuk mentaatinya kalau isi dari nadzarnya tersebut adalah ketaatan nabi yang memerintahkan di anara hal yang menunjukkan sesuatu itu dicintai atau dirid Allah subhahu wa taala sesuatu tersebut diperintahkanleh nabi ketika naintahkan sesuatu artinya ini dicintai dan diridai oleh Allah sesuatu yang dicintai dan diridai oleh Allah sekali lagi menunjukkan hal tersebut adalah ibadah sehingga nadzar adalah di antara bentuk ibadah memenuhi nadzar adalah bentuk ibadah
Barang siapa yang dia menujukan nadzarnya tersebut kepada selain Allah maka sungguh dia telah terjerumus kepada perbuatan kesyirikan demikian BAB yang EE nomor 11 ya Di dalam kitab ini ini bab ke-11 mengenai hukum nadzar baik Sebelum kita lanjutkan ke bab berikutnya masih ada waktu kita akan lanjutkan barangkali ada yang ingin ditanyakan terlebih dahulu dari Bapak Ibu sekalian dan dari ikhwan atau akhwat sekalian ada beberapa mungkin ee teman-teman itu kadang untuk meyakin sesuatu itu mengatakan kata sumpah ini benaran iya ya wallahuam itu juga pertanyaan yang dulu pernah saya tanyakan kepada guru saya kepada Ustaz Aris Saya pernah nanyakan wallahuam beliau tidak tahu ya saya juga tidak tahu jawabannya sampai sekarang ya Jadi tidak ada demi Allahnya kan ya tidak ada demi Allahnya ketika seorang dia mengatakan sumpah benar gitu ya maka saya tidak tahu apakah ini termasuk ke dalam hukum sumpah atau tidak wallahualam Saya tidak tahu ya Apakah kemudian teranggap kalau termasuk sumpah apakah termasuk sumpah selain Allah wallahuam
nanti Ee Kita coba nanti saya coba telusuri ketika kita nanti sampai ke dalam Bab sumpah, sumpah jabatan itu ya demi Allah saya berjanji pada waktu kita semua semua pejabat kan itu rata-rata disumpah itu ya giih Pak Islam SEC Islam dan sebagainya itu berarti termasuk termasuk itu ya Iya termasuk sumpah termasuk sumpah Dengan nama Allah Pak Termasuk sumpah Dengan nama Allah nanti akan kita bahas pada tempatnya Insyaallah baik Kalau tidak ada pertanyaan lagi kita lanjutkan bab yang berikutnya kita akan baca sebagiannya minasirki Al istiazatu bhairillah di antara bentuk kesyirikan adalah ketika seseorang itu beristiazah yaitu memohon perlindungan kepada selain Allah maka ini di anara bentuk kesyirikan sehingga logikanya bisa kita balik tentunya yang namanya istiazah memohon perlindungan itu hanya boleh kita tujukan kepada Allah subhanahu wa taala ya nanti ada rinciannya sehingga di antara bentuk ibadah ya bentuk ibadah adalah istiazah memohon perlindungan Allah Subhanahu Wa Ta taala cinta dan Allah subhanahu wa taala Rida ketika hamba-hambanya datang kepada Allah memohon perlindungan kepada Allah Allah suka hal tersebut Allah cinta hal tersebut dan Allah meridainya ya
Sehingga Bapak Ibu sekalian ya ini di antara hal yang patut kita latih yang di antara amalan hati yaitu istiazah memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa taala sedikit-sedikit bergantung kepada Allah sedikit-sedikit memohon perlindungan kepada Allah ya dalam perkara-perkara kecil pun bahkan dulu para sahabat sebagaimana disebutkan dalam hadis mereka masalah sendal putus pun itu memintanya kepada Allah subhanahu wa taala masalah khawatir kehabisan garam mengadunya kepada Allah subhanahu wa taala sampai seperti itu Pak dan ini sesuatu yang terpuji ya sesuatu yang terpuji meminta kepada Allah subhanahu wa taala bergantung hati itu kepada Allah subhanahu wa taala dari perkara-perkara yang kecil sampai perkara-perkara yang besar masalah adonan roti kekurangan garam kekurangan bumbu-bumbu dapur meminta kepada Allah subhanahu wa taala diberikan jalan keluar ya diberikan rezeki maka sampai demikian sehingga di antara bentuk ibadah adalah memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa taala itulah yang kita baca dalam banyak ayat di dalam al-qur'an Qul auzubirabbil Falaq katakanlah aku bermohon perlindungan dengan Tuhan yang menguasai subuh Qul auzubirabbinas Katakanlah aku bermohon perlindungan kepada Tuhan segenap manusia qurbi auzubika Min hamazatitin katakanlah aku berlindung Wahai Tuhanku aku berlindung kepada engkau dari bisikanbisikan setan jadi ada ibadah yang namanya istiazah istiazah adalah di antara bentuk ibadah
Ketika seseorang itu dia memohon perlindungan kepada Allah bergantung hatinya kepada Allah maka dia teranggap telah melakukan sebuah ibadah dibawakan oleh penulis di dalam bab ini ada dua dalil yang pertama adalah dari surah aljin ketika Allah subhanahu wa taala mengisahkan tentang di antara karakteristik Jin waahuana rijalun Minal insi yaunaijalin Minal jinni bahwasanya ada beberapa orang laki-laki dari manusia yang mereka Meminta perlindungan kepada laki-laki dari kalangan jin dan jin itu hanya menambah dosa dan kesalahan mereka sehingga di sini yang pertama dibenarkan oleh Allah subhanahu wa taala Pak dibenarkan di sini yang pertama benar secara realita ada secara realita ada manusia yang mereka itu memohon perlindungannya kepada jin itu ada yang ini sudah kita bahas pada pertemuan sebelumnya masalah berkaitan dengan masalahesembelihan di mana ada sebarang sebagian orang di antara bentuk dia memohon perlindungan kepada jin dia menyembelih untuk Jin tersebut supaya dilindungi oleh jin tersebut dan supaya tidak diganggu maka ini dia secara bentuk contohnya bentuk kesyirikan sehingga yang pertama memang realitanya ada dan yang kedua secara kauni pun memungkinkan ya Secara kauni Maksudnya apa memang Allah mengizinkan Pak ya Ketika seseorang itu dia memohon perlindungan kepada jin dalam sebagian kesempatan jin itu memang bisa memberikan perlindungan ya atas izin Allah tentunya segala sesuatu tentu terjadi atas izin Allah subhanahu wa taala atas kehendak Allah subhanahu wa taala secara kauni ini termasuk di antara iradah kauniah keinginan Allah subhanahu wa taala ketika manusia itu dia memohon perlindungan kepada jin tapi ketika sesuatu itu dia memang bisa ketika memang bekerja belum tentu itu sesuatu yang dihalalkan oleh Allah ya termasuk di antaranya seseorang dia memohon perlindungan kepada jin dia memohon bantuan kepada Jin untuk mengobati dirinya bisa Pak jin itu bisa membantu penyembuhan bisa tapi sekali lagi kita tegaskan sesuatu yang bisa itu belum tentu menunjukkan benarnya hal tersebut dan halalnya hal tersebut tidak berkonsekuensi seperti itu Nah sehingga di sini ada rincian sebenarnya memohon perlindungan itu ada dua rincian rincian yang pertama adalah seseorang itu dia memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa taala dan ini adalah tentu ibadah dan bukti tauhid seseorang di antara bentuk nyata dari seseorang itu yang dia dari seseorang yang dia menyatakan dirinya bertauhid dia senantiasa bergantung hatinya kepada Allah senantiasa memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa taala ada doa di anara sunah yang tidak banyak di ketahui oleh orang-orang di antara sunah ketika singgah ke suatu tempat Pak kita dianjurkan untuk membaca auzubikalimatillahi tamahzub e gimana auzubillahi auzu ini doa Ain bukan doa Ain tertukar apa auzu auzubillahi ya auzubikalimatillahi tammah Min syarr Ma khalaq ya Eh kalau doa perlindungan lain eh auzubikalimatillahi tamah eh minyait wammah w a lammah ya mirip-mirip doanya di antara sunah ketika singgah di suatu tempat adalah memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa taala dan banyak praktiknya ketika kita mohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa taala kita dianjurkan untuk beristiazah Sebelum kita membaca al-qur'an supaya tidak diganggu oleh e setan dalam bacaan al-qur'an kita ketika kita salat di awal Salat kita dianjurkan juga untuk beristiazah supaya tidak diganggu oleh setan di dalam salat kita maka demikian ee di antara bentuk realisasinya ya Sehingga yang pertama rincian istiazah adalah beristiazah memohon perlindungan kepada Allah ini adalah ibadah bahkan bentuk ee bukti dari tauhid seseorang yang kedua istiazah kepada selain Allah ya istiazah kepada selain Allah ini di rinci Pak
yang pertama beristiazah kepada manusia dan dia mampu untuk memberikan perlindungan tersebut yang memang ini memang ya kapasitas dia maka seperti ini hukumnya diperbolehkan Pak memohon perlindungan kepada manusia yang dia memang mampu melakukannya maka ini diperbolehkan bukan termasuk kesyirikan ya mohon perlindungan kepada Pak Polisi misalnya ya supaya terhindar dari apa begal dari kejahatan bisa ya berlindung dari kepada orang-orang kuat tertentu ya memohon perlindungan kepada mereka supaya tidak diganggu oleh manusia-manusia tertentu ini hukumnya diperbolehkan bukan termasuk kesyirikan syaratnya memang ini sesuatu yang mungkin dia kerjakan sesuatu yang mungkin untuk dia kerjakan berbeda dengan kasus yang kedua rincian yang kedua bermohon perlindungan kepada selain Allah yaitu bermohon perlindungan kepada manusia yang hidup terkait perkara yang dia tidak mampu dia gak bisa melakukan hal tersebut ya Misalnya memta perlindungan kepada seorang wali yang masih hidup dari bencana atau dari siksa kubur minta dibebaskan dari siksa kubur gak bisa ini dia bukan tugas dia bukan kemampuan dia untuk hal tersebut atau Ketika seseorang itu dia beristiazah kepada hal-hal yang gaib ya maka hukum seperti hukumnya terlarang kalau tadi yang e contoh yang pertama saya Sebutkan kepada manusia manusianya Masih hidup tapi ini di luar kemampuan dia ya tolong lindungi saya dari kemiskinan misalnya seperti itu ini bukan kemampuan dia atau yang kedua termasud juga kesyirikan adalah berlindung kepada hal-hal yang gaib seperti jin kepada malaikat bahkan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada arwah beliau kepada roh beliau tidak boleh ketika seorang berdoa kepada nabi minta perlindungan kepada nabi tidak diperbolehkan ya Sehingga itu di antara rincian terkait eh istiazah
yang terakhir yang kita baca Pada kesempatan kali ini yaitu sebuah hadis di sana diriwayatkan dari khaulah binti Hakim ia menuturkan bahwasanya dia mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Barang siapa yang singgah di suatu tempat lalu dia berdoa ini dia doanya yaalimaahi tamat maq ya Barang siapa dia membaca doa tersebut yang artinya aku berlindung dengan kalimat Allah yang Maha Sempurna dari dari kejahatan semua makhluk yang ia ciptakan maka kata nabi Sallahu alaii wasallam Barang siapa yang membaca hal tersebut lam yaduruun Hatta yartahila Min manzilihiika maka dia tidak akan tidak tidak ada sesuatuun yang membahagia membahayakan dirinya sampai dia beranjak dari tempatnya tersebut sehingga di sini pelajaran utamanya adalah bagaimana nabi mengajarkan kita kalau kita singgah di suatu tempat itu berlindungnya kepada Allah subhanahu wa taala sehingga tidak ada Pak ceritanya lewat terowongan lewat tempat-tempat tertentu harus klakson tiga kali klakson Li kali gak boleh pak ya bisa termasuk dalam kesyirikan seperti itu dia berlindung kepada Jin ya dia memohon perlindungan e kepada Jin tersebut atau minimalnya dia ya takut kepada Jin tersebut meskipun dia tidak niatkan untuk berlindung kepada Allah subhanahu wa taala sehingga intinya yang terakhir adalah bahwasanya memohon perlindungan itu hanya kita tujukan kepada Allah subhanahu wa taala boleh kepada manusia kalau dia memang mampu untuk melakukannya adapun yang tidak mampu maka tidak boleh ee ditujukan kepada Sain Allah subhanahu wa taala wallahuam
kita cukupkan demikian lebih kurangnya mohon maaf mudah-mudahan ada manfaatnya wasallallahu ala Nabina Muhammad waa alihibihi Wasallam subhanakallahumma wabihamdika asadu laaha Anta astagfiruka waatubu ilaik Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.