/
Lemahnya Sesembahan Selain Allah (Kitab Tauhid)| Ustadz Muhammad Rezki Hr, ST, M.Eng., Ph.D
Kitab Tauhid - Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim Hafidzahullahu Ta'ala
Video Kajian
Jika video tidak dapat diputar, silakan Tonton di YouTube.
Tentang Kajian Ini
Kajian pertemuan ke-13 dalam seri Kitab Tauhid yang membahas tentang lemahnya sesembahan selain allah (kitab tauhid)| ustadz muhammad rezki hr, st, m.eng., ph.d. Ustadz Muhammad Rezki Hr, Spesialis Productive Muslim memberikan penjelasan rinci terkait topik ini.
Isi Ceramah Lengkap
Waalaikumsalam
Alhamdulillahirabbil 'alamin, wabihi nasta'inu ala umuriddunya waddin,
wassalatu wassalamu ala asrofil anbiya-i wal mursalin nabiyina muhammadin waala alihi washahbihi ajmain waman tabiahum biihsanin Il yaumiddin, amma ba'dhu.
bapak-bapak, ibu-ibu, ikhwan dan akhwat para hadirin hadirat para pemirsa
rahimani warahimakumullahu Jamian, Alhamdulillah di malam hari ini
kita kembali Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala karena kita kembali dipertemukan di majelis ini dan
ee majelis ini, majelis ini adalah majelis kita yang
terakhir Pak kita akan libur 1
tahun sampai tahun depan ya Ee saya izin akan libur dua pekan minimal bisa jadi
lebih Nanti karena Insyaallah hari Rabu saya berangkat umrah ee ee jadi akan
libur bersama saya tapi tadi saya konfirmasi akan diupayakan ada Ustaz pengganti nanti bagi bapak ibu sehingga
nanti silakan tetap hadir di malam Sabtu Insyaallah tetap ada Ustaz lainnya yang
menggantikan namun bagi para ee peserta program bpan basirah ini adalah
pertemuan ke-15 sekaligus pertemuan yang terakhir untuk semester kali ini baik kita akan lanjutkan membahas
bab yang baru dalam kitabut tauhid langsung saja kita akan lanjutkan bab di halaman
58 bab berikutnya yaitu bab yang akan membahas tentang firman Allah subhanahu
wa taala yang berbunyi W ...
Penulis tidak memberikan judul bab dalam bab ini dan ini biasa dalam bahasa
Arab dalam kitab-kitab e berbahasa Arab biasanya mereka hanya menulis bab
seperti itu. ini menunjukkan bab baru tidak ada judulnya ya biasanya tidak ada judulnya maka di sini sebenarnya hanya
ada satu cuma ada babnya saja lalu ini digabungkan dengan ayat pertama yang
dibawakan oleh penulis di dalam bab ini. Baik ayat yang pertama yang beliau bawakan di sini adalah Firman Allah
subhanahu wa taala ayusrik ma yakluan wahum yuklaquun w yastatiuna w yastatiuna lahum n...
w.. atau sebelumnya Kalau kita ingin berikan judul Pada bab ini sebenarnya
adalah sebagaimana poster yang sudah dibagikan penulis ingin menunjukkan di
dalam bab ini bahwasanya seluruh sesembahan selain Allah apapun itu
bentuknya pada hakikatnya sesembahan-sesembahan tersebut adalah sesembahan yang lemah. mereka semua
makhluk-makhluk Allah yang lemah, yang butuh dan bergantung kepada Allah subhanahu wa taala. Apapun itu bahkan
sampai pun nanti yang akan kita bahas sampaipun Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sebagian orang mereka entah
mereka mengakui atau tidak mereka menyebut atau tidak pada hakikatnya sebagian orang mereka menyembah Nabi
Muhammad itu adaab orang-orang yang meminta-minta kepada Nabi Muhammad pada hakikatnya mereka beribadah kepada Nabi
Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam maka bahkan sampai levelnya nabi pun nanti
penulis akan menunjukkan bahwasanya Nabi Muhammad beliau adalah makhluk yang mulia seorang rasul manusia paling mulia
pemimpin anak keturunan Adam namun tetap Nabi Muhammad karena beliau adalah seorang makhluk adalah makhluk yang
lemah di hadapan Allah subhanahu wa taala yang senantiasa bergantung dan membutuhkan Pertolongan Allah subhanahu
wa taala ini yang akan kita bahas Pada bab ini.
maka kita lihat ayat yang pertama kata Allah Subhanahu Wa
taalausun Apakah mereka itu mempersekutukan Allah subhanahu wa
taala dengan makhluk atau dengan sesuatu yang
sesuatu tersebut dia tidak mampu menciptakan sesuatu Apun ya tidak mampu
menciptakan sesuatu Apun orang menyembah batu menyembah sapi menyembah Kiai
menyembah Wali menyembah orang Saleh menyembah patung-patung semuanya yang kita sebutkan tersebut mereka tidak ada
satupun yang mampu men ciptakan wahum yuklquun yang kedua kata
Allah subhanahu wa taala Bahkan mereka semua itu adalah ciptaan Allah subhanahu wa taala tidak mampu menciptakan bahkan
merekalah yang diciptakan W dan
sekali-kali sesembahan-sesembahan mereka itu tidak akan mampu memberikan
pertolongan kepada orang-orang yang menyembah mereka
W anusahumun dalam lanjutan ayatnya tidak disebutkan di situ dalam lanjutan ayatnya Allah sebutkan bahwasanya Bahkan
mereka menolong diri mereka sendiri pun tidak mampu menolong diri mereka sendiri
pun tidak mampu mereka misalnya menyembah para wali,
menyembah para Kiai, menyembah orang-orang saleh, orang-orang saleh tersebut pun mereka menolong diri mereka
sendiri pada hari kiamat nanti tidak akan mampu ya.
nanti akan kita lihat pada bab syafaat sebenarnya tidak jauh lagi
bab syafaat kita akan baca hadis syafaatul uzma, hadis sfaatul uzma pernah
kita singgung ketika kita membahas tentang rukun iman bagaimana ketika
manusia datang ke Nabi Adam datang ke Nuh datang ke Ibrahim ya datang ke Isa
datang ke Musa nabi-nabi yang besar Ulul Azmi didatangi semuanya Apa kata mereka
pada hari kiamat nanti Nafsi Nafsi diriku yang butuh pertolongan diriku yang butuh pertolongan manusia
minta tolong kepada mereka tapi mereka mengatakan aku yang butuh pertolongan aku yang butuh pertolongan sampai
seperti itu Pak maka termasuk juga dalam hal ini apapun itu sesembahan-sesembahan
selain Allah mereka tidak bisa menolong orang lain Bahkan mereka tidak bisa menolong diri mereka
sendiri maka di sini Allah subhanahu wa taala
menyebutkan tentang empat bentuk kelemahan sesembahan-sesembahan selain
Allah Apapun itu Pak, orang India mereka menyembah sapi
misalnya, orang Jepang mereka menyembah matahari, sebagian orang menyembah batu,
ya patung-patung, berhala-berhala, sebagian orang menyembah orang-orang Saleh, Apapun itu bentuknya yang disembah
mereka memiliki empat kelemahan ini.
kelemahan yang pertama tadi kata Allah subhanahu wa taala mereka tidak menciptakan sesuatu apapun, tidak ada
satupun yang dari dari mereka itu yang mampu Menciptakan makhluk bahkan lalat,
nyamuk, semut, tidak mampu mereka menciptakannya. yang kedua yang menunjukkan kelemahan mereka adalah
mereka adalah sesuatu yang diciptakan oleh Allah subhanahu wa taala, ini kelemahan mereka yang kedua wahum yuklquun mereka itu diciptakan. yang
ketiga kelemahan mereka tidak mampu menolong orang-orang yang meminta
pertolongan kepada mereka. yang keempat menunjukkan kelemahan mereka adalah Bahkan mereka menolong
diri mereka sendiri tidak mampu. ini Empat kelemahan sesembahan-sesembahan selain Allah
subhanahu wa taala makanya Pak pada hakikatnya apa
apa tujuannya dari ayat ini Allah ingin mengajak orang-orang yang mereka
menyekutkan Allah subhanahu wa taala mengajak mereka gunakan akal sehat kalian pikirkan Bagaimana makhluk yang
memiliki empat kelemahan seperti ini kalian jadikan sesembahan selain Allah bagaimana kalian kemudian meminta kepada
mereka berdoa kepada mereka meminta pertolongan kepada mereka di mana akal sehat kalian kita Bahasakan seperti itu Pak
Allah ingin mengajak para pelaku kesyirikan itu untuk menggunakan akal mereka gunakan akal kalian untuk
pikirkan sesembah-sesembahan selain Allah itu betapa lemahnya mereka
dan memang demikian Bapak Ibu sekalian kalau kita mau renungkan Pak ya kondisi
orang-orang yang menyekutukan Allah subhanahu wa taala itu dalam banyak kasus hilang akal Sehatnya Pak.
orang
yang menyekutukan Allah itu akal Sehatnya itu hilang Tidak bisa dia berpikir logis itu gak bisa kalau sudah
terjerumus dalam perbuatan kesyirikan itu saya berikan beberapa contoh Pak contoh pertama yang baru viral
akhir-akhir ini tapi viral nya e dengan menggunakan quote berbahasa
Arab teks berbahasa Arab jadi tidak terlalu virar di Indonesia di negeri Arab sepertinya sedang viral kejadian di
salah satu negara di Afrika saya tidak ingat negaranya ada semacam kuburan keramat Pak kuburan keramat yang di
atasnya itu ada bangunan yang megah ada pintu
utamanya maka ada seorang laki-laki dia berinisiatif mencopot dan mencuri pintu
tersebut pintu kuburan tersebut dia ambil dia copot sengaja dia Gotong pintu
tersebut di bawa ke perkampungan yang memiliki makam Keramat
tersebut dimarahi oleh para orang penduduk kampung di sana kata penduduk
Kampung berani sekali Kamu mencuri pintu dari makam keramat tersebut kata
laki-laki ini saya tidak mencurinya tapi saya diberi oleh
mayit itu ya orang yang mereka sembah itu yang mereka datang ke kuburan tersebut Saya diberikan oleh si jenazah
itu kata dia apa kata penduduk Kampung tersebut Bagaimana mungkin orang yang mati bisa memberikan kamu
pintu ya bagaimana mungkin orang yang mati bisa memberikan kamu pintu kata penduduk desa tersebut maka dijawablah
oleh pemuda tersebut kalian tahu si mayit tidak bisa memberikan saya pintu
Lalu kenapa Apa kalian masih datang ke kuburan tersebut meminta dan berdoa
kepada orang yang ada dalam kubur tersebut. kalian tahu cuma memberikan pintu saja tidak bisa bagaimana si mayit
tersebut bisa memberikan rezeki kepada kalian.
demikian Pak, orang kalau sudah terjermus pada perbuatan kesyirikan
kadang akal Sehatnya itu bisa hilang contoh. lainnya banyak sekali contohnya contoh lainnya yang contoh
nyata di zaman Nabi Ibrahim Ya sudah pernah kita sebutkan Ibrahim ketika
Ibrahim diajak ya nabi Ibrahim pernah berdusta dengan tiga
dusta yang kalau kita lihat sebenarnya dusta ini bukan dusta sungguhan dustanya
Nabi Ibrahim yang pertama ketika dia diajak oleh kaumnya ayo kita keluar kota
Ada festival kata Ibrahim inni saqim saya sedang sakit saya gak mau ikut
kalian nah Padahal dia tidak sedang sakit Maksud maksudnya kata para ulama sakitnya itu sakit hati sakit hati
melihat mereka itu melakukan kesyirikan maka Nabi Ibrahim sengaja dia mengatakan saya sakit supaya dia bisa tetap
tinggal penduduknya kaumnya pergi keluar kota semuanya dia tinggal sehingga dia
leluasa menghancurkan berhala-berhala yang ada ketika itu maka dihancurkan oleh Nabi Ibrahim seluruh berhala yang
ada ditinggalkan satu berhala yang besar ditinggalkan satu berhala yang besar
maka ketika kaumnya pulang mendapati berhala-berhala mereka hancur
maka mereka marah besar mereka tahu ini pelakunya adalah
Ibrahim apa jawab Nabi Ibrahim ketika mereka sudah menuduh Nabi Ibrahim menginterogasi Nabi Ibrahim Apa
jawaban Nabi Ibrahim Balu ya yang melakukan hal tersebut
adalah berhala yang besar ini kata Ibrahim Ibrahim berdusta yang melakukan
yang menghancurkan berhala-berhala kecil itu adalah berhala yang besar ini bukan saya ya kata Nabi Ibrahim tambah marah
kaumnya kata kaumnya Bagaimana mungkin patung yang tidak bisa
ngapa-ngapain kok bisa menghancurkan berhala-berhala yang kecil kata mereka
Maka itulah yang ingin dituju oleh Nabi
Ibrahim kalian tahu patung ini tidak bisa ngapa-ngapain tidak bisa berbicara tidak bisa mengabulkan keinginan kalian
tapi kenapa kalian masih meminta kepada patung tersebut ini contohnya Kadang orang itu hilang akal Sehatnya kalau
sudah terjerumus pada perbuatan kesyirikan contoh lainnya Pak ya yang sering viral
di tempat kita orang-orang yang jual pesugihan itu Pak jual-jual jimat katanya ini jimat bisa mendatangkan
kekayaan tujuh turunan dijual alasannya apa bu apa bu Pak butuh uang dia jual
barang yang dia jual katanya ini bisa mendatangkan kekayaan ya
pesugihan alasan dia jual karena dia butuh uang miskin dia ya berarti dia
miskin Kenapa dia tidak gunakan jimatnya tersebut untuk mengayakan diri dia sendiri ya katanya
saya sudah keturunan kedelapan Ini berlakunya tujuh turunan katanya Tapi tetap saja ada yang membeli Pak biasanya
seperti itu Nah yang membereli ini hilang akal Sehatnya ya hilang akal Sehatnya sama juga orang datang
orang-orang yang datang ke dukun ya minta dukun menggandakan uang
melapangkan rezeki dia segala macam Tidakkah dia perhatikan kok kondisi Dukun itu bagaimana kehidupan dia
kehidupan-kehidupan yang memprihatinkan ya orang kalau sudah kaya Dia tidak lagi dia berprofesi sebagai dukun
Pak Nah sehingga sekali lagi Allah subhanahu wa taala mengajak orang-orang
yang berbuat kesyirikan itu gunakan akal sehat kalian Bagaimana mungkin kalian menyekutukan Allah subhanahu wa taala
menyembah dan meminta dan berdoa kepada sesuatu yang mereka tidak memiliki daya
dan upaya sama sekali
baik ayat berikutnya dari surat Fatir
ayat 13 dan 14 Allah subhanahu wa taala berfirman walladzina taduna Min dunihi
Ma yamlikuna Min khitmir kita lihat
ee ayat lebih lengkapnya Fatir
1314
baik walladina taduna minunihi maamlikuna minitmir sesembahan-sesembahan yang
kalian berdoa kepadanya itu mereka tidak memiliki apapun meskipun setipis kulit
ari ya tidak memiliki apa-apa walaupun hanya setipis kulit ari tidak memiliki
daya dan upaya sama
sekali lalu yang kedua kata Allah sub taala kalau kalian meminta kepada
sesembahansesembahan selain Allah itu mereka tidak akan mendengar doa kalian
tersebut apa yang kalian minta tersebut mereka tidak bisa mendengarnyaalu yang ketig subahu
ta seandainya pun mereka itu bisa mendengar
tidak akan mereka itu mampu mendengarkan doa mampu mengabulkan
permintaan kalian itu ya. Seandainya pun mereka mampu mendengar mereka tidak akan
mampu mengabulkan permintaan
kalian dan pada hari kiamat nanti mereka akan mengingkari kesyirikan kalian itu
Ya maksudnya orang orang yang pernah menyembah sesembahan-sesembahan selain
Allah menyembah Nabi Isa menyembah orang-orang Saleh pada hari kiamat nanti
di antara bentuk penghinaan Allah Subhanahu Wa Taala kepada mereka orang-orang yang berbuat kesyirikan ini Allah akan buat Nabi Isa dan orang-orang
Saleh yang sudah disembah itu mereka mengingkari kami sama sekali tidak
pernah memerintahkan kalian untuk berdoa kepada kami untuk meminta kepada kami untuk beribadah kepada kami ya agar
menambah kan penyesalan pada orang-orang yang berbuat kesyirikan tersebut Lalu kata Allah subhanahu wa
taala wala yunabbiuka mlu Khabir dan mereka tidak akan dapat memberikan
keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh Allah yang Maha
Mengetahui
maka di sini Allah juga subhanahu wa taala menyebutkan ee tentang lemahnya
sesembahan-sesembahan skelain Allah yang pertama kata Allah subhanahu wa taala mereka itu tidak memiliki Apun
tidak berkuasa apapun di dunia ini meskipun kekuasaannya itu hanya setipis
kulit ari Adapun Allah subhanahu wa taala Allahlah yang menguasai alam semesta ini sesembahan-sesembahan selain
Allah tidak ada kekuasaan sama sekali pada diri mereka yang kedua kata Allah Subhanahu waallam mereka tidak mampu
mendengar orang-orang datang kepada mereka berdoa kepada mereka pada
hakikatnya mereka tidak mendengar berbeda dengan Allah subhanahu wa taala yang Maha Mendengar Allah maha
mendengar Apapun yang diucapkan oleh hamba-hambanya apapun permintaan yang disampaikan oleh hamba-hambanya Allah
subhanahu wa taala maha mendengar lalu yang ketiga kata Allah subhanahu wa taala seandainya pun mereka mendengar
maka mereka tidak mampu mengabulkan doa tersebut ini yang sudah kita bahas pada pertemuan sebelumnya mengenai
orang-orang yang mati itu mereka mampu atau tidak mendengar doanya orang-orang
yang ada di sisi kuburan mereka ya kita katakan memang ada khilaf di kalangan para ulama ya pendapat yang lebih kuat
mereka tidak mendengar ya mereka tidak mendengar orang-orang mati itu tidak bisa mendengar perkataan orang-orang
yang hidup termasuk orang-orang yang berada di sisi kuburnya tidak bisa mendengar itu pendapat yang lebih kuat
Oke Katakanlah kita memilih pendapat misalnya pendapat yang lemah kita pilih bahwasanya mereka bisa mendengar ada
orang berdoa di sisi kuburnya lalu dia bisa mendengar doanya orang-orang yang ada di sisi kubur ini namun sekali lagi
lagi Meskipun mereka mendengar mereka sama sekali tidak bisa membantu pengabulan doa tersebut tidak mereka
sendiri yang mengabulkannya tidak pula mereka mampu untuk menyampaikan kepada Allah subhanahu wa taala Meskipun mereka
seandainya pun mereka mendengar tapi pendapat yang lebih kuat mereka tidak bisa mendengar orang-orang yang ada
dalam kubur mereka tidak bisa mendengar perkataan orang-orang yang ada di
sekitarnya tapi kalau anu mengucap salam itu dengar katanya kalau di kubur itu terus
ehucapkanam iya kita mengucapkan salam mendoakan keselamatan untuk mereka Pak tidak berarti mereka kemudian mendengar
ya tidak kemudian otomatis kesimpulannya mereka mendengar kita akan
mengucapkan salam Semoga tercurahkan keselamatan atas orang-orang yang ada di kubur tersebut kita akan meminta kepada
Allah subhanahu wa taala Allah yang kemudian memberikan keselamatan kepada mereka ya tidak
kemudian berarti kemudian mereka bisa mendengar tidak tidak seperti itu
kemudian kesimpulannya ya memang kita dianjurkan untuk mengucapkan salam ya mengucapkan salam kepada orang-orang
yang ada di sisi kubur namun tidak kemudian itu berarti mereka mendengar ucapan
kita kemudian pelajaran lainnya dari ee ayat
tadi lihat pak ya Allah subhanahu wa taala mengakui tentang eksistensi adanya
sesembahan-sesembahan selain Allah. Allah sebutkan Allah ceritakan walladzina
taduna Min dunihi maam Ma yamlikuna Min
qitm sesembahan-sesembahan yang kalian sembah itu mereka tidak berkuasa sama
sekali kata Allah subhanahu wa taala artinya allah mengakui ada sesembahan-sesembahan selain Allah itu
ada tapi mereka tidak berhak untuk disembah ya Sehingga sekali lagi kita kembali ke
pelajaran tentang Tafsir Lailahaillallah makna Lailahaillallah itu bukan tidak ada sesembahan selain
Allah bukan ini Pak makna Lailahaillallah kalau kita Terjemahkan
Lailahaillallah dengan tidak ada sesembahan selain Allah Ini menyalahi Realita realita
sesembahan selain Allah itu ada banyak ada orang menyembah batu ada sesembahan
itu berupa patung ada sesembahan itu berupa sapi ada sesembahan itu berupa orang Saleh banyak Bentuknya sesembahan
itu ada
namun mereka semua tidak berhak untuk dijadikan sesembahan makanya
terjemahan dari Lailahaillallah adalah tidak ada Tuhan yang berhak disembah
kecuali Allah tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah
sesembahan-sesembahan selain Allah itu ada kita tidak mengingkarinya sebagaimana dalam ayat tadi Allah katakan
sesembahan-sesembahan yang kalian sembah selain Allah itu Allah akui eksistensi
mereka mereka itu eksis ada ya namun mereka sama sekali tidak berhak untuk
mendapatkan sesembahan tersebut
kemudian penulis kemudian berpindah di sini ke hadis beberapa hadis beliau Babakan
hadis yang pertama hadis yang di
beliau Sebutkan di sini wafiahih ya wallahuam Apakah sahih Bukhari dan Sahih Muslim namun minimalnya sahih Bukhari di
sini diriwayatkan dari Anas bin Malik kata Anas bin Malik sujan Nabi
Shallallahu Alaihi Wasallam Yauma uhud Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika
Perang Uhud terluka kepala beliau faqal maka dalam kondisi terluka
seperti itu Nabi kemudian berkata
Ka bagaimana akan beruntung satu kaum yang mereka itu melukai nabi mereka
sendiri ya nabi berkata seperti itu maksudnya adalah tentang perbuatan orang-orang kafir Quraisy Bagaimana bisa
beruntung orang-orang kafir Quraisy itu mereka melukai nabi mereka sendiri yaitu nabi kita Muhammad sallu wasallam maka
kemudian terkait perkataan nabi tersebut Nabi kemudian ditegur oleh Allah Subhan
taala ya nabi ditegur oleh Allah subhanahu wa taala dengan Allah turun Allah turunkan ayat dari surah Ali Imran
128 yang di anara bunyinya adalah laaisaka Minal amriaiun kata Allah subhanahu wa taala tidak ada hak apapun
pada dirimu wahai Muhammad tentang urusan mereka itu tentang urusan mereka
itu apa maksudnya hadis ini jadi kita akan bahas konteksnya ya jadi konteksnya
hadis ini adalah tentang Perang Uhud
tentang Perang Uhud sebagaimana kita ketahui Perang Uhud adalah salah satu perang yang sangat bersejarah perang
yang sangat banyak pelajaran di dalamnya jadi Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam mendapatkan informasi bahwasanya orang-orang kafir Quraisy
sudah menyusun kekuatan untuk balas dendam mereka kalah besar pada Perang
Badar maka mereka menyusun kekuatan yang besar mengatur strategi perang untuk
membalas kekalahan mereka Maka bergeraklah pasukan orang-orang kafir Quraisy dari kota Makkah menuju Madinah
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bermusyawarah dengan para sahabat Apa yang harus kita lakukan
untuk menyambut pasukan besar ini apakah kita akan bertahan di kota Madinah
menjadikan kota Madinah sebagai benteng ataukah kita maju menyambut mereka
akhirnya yang dipilih oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah menyambut mereka nabi nabi
putuskan mereka disambut di daerah uhud di pegunungan uhud nabi menggunakan
pegunungan uhud sebagai benteng alami nabi tempatkan gunung uhud di bagian
belakang Lalu di bagian kiri ada bukit kecil yang sampai sekarang masih eksis
kalau jemah umrah ke uhud Mesti dibawa ke bukit ini namanya bukit rumah Jabal
rumah Bukit rumah namanya maka di belakang Gunung uhud di
sebelah kiri di sini ada Jabal rumah Kenapa disebut sebagai Jabal rumah Jabal
rumah karena rumah maksudnya adalah maknanya adalah para pemanah nabi menempatkan 50 orang pasukan pemanah di
sana untuk menghalau pasukan kafir Quraisy supaya tidak menyerang dari sebelah kiri ya tidak menyerang dari
sebelah kiri dari belakang sudah aman gunung uhud sebelah kiri diamankan
sehingga peluangnya hanya berhadapan dari arah depan kemudian berhadapanlah di Perang
Uhud ee di di di di kawasan uhud berhadapan ee pasukan kaum muslimin
dengan orang-orang kafir Quraisy dan nabi menitipkan pesan kepada 50 orang
pemanah Ini kata Nabi Sallallahu alaii wasallam jangan kalian turun sampai
kalian menerima perintah dariku untuk turun tetap tetap berada di Posko kalian
yaitu di Jabal rumah tadi di bukit para pemanah itu nabi berikan perintah demikian kepada 50 orang ini jangan
turun sampai menunggu perintahku kemudian terjadilah
peperangan pada awalnya menang kaum muslimin secara telak kaum muslimin
berhasil memukul mundur pasukan Quraisy mundur mereka sampai kocar-kacir ya
berbalik ke arah Makkah
tapi kemudian
terjadi kesalahan di tengah-tengah kaum muslimin ketika itu kesalahan yang fatal kesalahan yang fatal adalah bagaimana
mereka tidak mematuhi perintah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam para sahabat yang mereka berada di Jabal rumah Tadi
mereka berijtihad ya kita katakan ini para sahabat mereka berijtihad apa ijtihad mereka ijtihad mereka adalah
mereka berpendapat pasukan kaum muslimin Sudah menang ya tidak ada lagi keperluan bagi
kita untuk menetap di atas bukit tersebut kita turun saja kita ikut
mengumpulkan harta rampasan perang karena pasukan kafir Quraisy sudah Terpukul mundur akhirnya mereka turun
Pak padahal perintah nabi tadi kata nabi jangan turun sampai saya perintahkan
mereka tetap turun Kenapa mereka turun karena mereka melihat ini sudah menang peperangan sudah usai ya sehingga mereka
turun kecuali sebagian besar sebagian kecil sahabat saja ya sebagian kecil sahabat mereka tidak mau mereka patuh
kepada nabi wasallam tidak mau turun maka ketika mereka turun dilihatlah
celah ini oleh Khalid bin Walid yang ketika itu masih kafir maka kemudian Khalid bin Walid
bermanuver ya dia kembali menyerang dilumpuhkannya sebagian sahabat yang berada di ee Bukit rumah tadi cuma
tersisa segelintir saja kemudian dia memutar menyerang dari
arah kiri ya menyerang dari arah kiri kemudian berputar dari arah belakang kemudian melihat kejadian tersebut
orang-orang kafir Quraisy yang sudah mundur mereka kembali menyerang akhirnya kaum muslimin dikepung dari dua arah ya
dikepung dari dua arah nah kemudian karena dikepung dalam kondisi seperti itulah Banyak kaum muslimin yang
kemudian terbunuh dan akhirnya terdesak ya dalam kondisi seperti itulah kemudian
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam terluka parah nabi terluka
parah sampai-sampai ada empat penderitaan perama Nabi Sallallahu alaihi wasallam pada perang uhud ya
makanya Aisyah Aisyah berpendapat kejadian
dalam kehidupan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam selama nabi berdakwah kejadian yang paling berat bagi nabi adalah
perang uhud ini ini pendapatnya Aisyah pada awalnya namun diluruskan oleh Nabi bukan itu yang paling berat kata nabi
yang lebih berat adalah pada kejadian beliau berdakwah ke kota Thaif di mana beliau dilempari dengan batu di kota
Thaif nah yang menunjukkan beratnya penderitaan nabi pada perang uhud ini
adalah yang pertama beberapa gigi beliau patah ya gigi beliau patah dilempar oleh
salah seorang kafir Quraisy dengan batu dilempar dengan batu patah beberapa gigi
beliau yang kedua bibir beliau sabek ya sampai
bercucuran darah yang
Yang ketiga
ee pipi beliau bagian sini itu tertancap
ring Pak ya ring itu nabi kan pakai topi besi topi perang pakai dua lapis topi
perang itu kan dia ada semacam ring-ringnya itu Pak yang besi semacam rantai yang bergelantungan ya semacam
semacam selendang tapi dia dari ee rantai besi Nah ada yang memukul ring
itu sehingga ring tersebut sampai menancap di ee pipi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian sampai pipi
tersebut berdarah termasuk juga yang yang berdarah adalah dahi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dipukul oleh
salah seorang kafir Quraisy ya demikian mengenaskannya kondisi Nabi Sallallahu alaihi wasallam sampai kemudian beredar
isu ketika itu nabi sampai wafat ya Ah ditambah lagi satu penderitaan beliau adalah beliau terperosok ke dalam salah
satu jebakan yang digali oleh salah seorang ee pasukan kafir Quraisy ya
mereka membuat semacam jebakan di sana mereka gali nabi terperosok di sana sampai para sahabat berupaya untuk
menaikkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dari ee lubang tersebut maka demikian Pak kondisinya nabi penderitaan
yang dialami oleh Nabi barulah kemudian dalam kondisi seperti itulah nabi berkata kaai
yflihuun sajju nabiahum konteksnya nabi mengatakan dalam kondisi seperti itu dalam kondisi
berdarah-darah seperti itu gigi beliau patah tembus baju besi beliau nabi
mengatakan Bagaimana mungkin beruntung suatu kaum yang mereka melukai nabi
mereka sendiri Maksudnya apa Maksudnya Nabi mengatakan Bagaimana mungkin mereka
itu bisa mendapatkan hidayah untuk apa kita mendakwahi Mereka lagi tidak mungkin mereka itu mendapatkan hidayah
Kalau sudah seperti ini perlakuan mereka terhadap Nabi mereka jadi nabi
menganggap orang-orang seperti ini tidak usah lagi dipedulikan tidak mungkin mendapatkan hidayah saking lancangnya
terhadap Nabi mereka sendiri maka kemudian ditegur oleh Allah subhanahu wa taala perkataan nabi tersebut nabi sudah
berputus asa untuk memberikan Hidayah kepada mereka tapi ditegur oleh Allah subhanahu wa taala kata Allah Subhanahu
Wa taalaak Minal amriun wahai Muhammad itu bukan urusanmu sama sekali masalah
mereka mendapatkan hidayah atau tidak Itu bukan tugasmu bukan urusan
liat
demikian nabi berdarah-darah sampai nabi berkata
seperti itu tapi tetap Allah subhanahu wa taala menegur Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berkata-kata yang
keliru maka Sebelum kita lanjutkan ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari
kisah tersebut yang pertama P Ya ini yang masih berhubungan dengan kita di zaman sekarang terkait kasus Palestina
Pak Tidakkah kita mengambil pelajaran dari kejadian perang uhud ini
Pak Apa sebabnya banyaknya para sahabat yang terbunuh Apa sebabnya para sahabat
ketika itu sempat mengalami kekalahan bahkan sampai karena mereka tidak mematuhi perintah Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam seandainya mereka patuh kepada perintah nabi kemenangan itu akan terus berlanjut
tapi Allah hukum mereka disebabkan mereka tidak taat kepada perintah Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam ya terlena dengan harta rampasan perang turun kemudian sebagian
Sahabat tidak patuh lagi terhadap perintah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka ini pelajaran kepada kita semua pak
ketika kita kemudian tidak lagi taat kepada perintah Allah tidak lagi taat kepada perintah-perintah Rasulullah maka
ketika itulah Allah akan menimpakan kehinaan kepada kita Allah akan menimpakan kekalahan kepada
kita makanya khotbah salah seorang ulama kita terkait
Palestina yang menjadi judul khutbah menjadi judul buku mata taudu Il
Palestin naallahat
Palestin Kapan Palestina itu akan kembali ke tangan kita jawabannya kalau
kita kembali kepada Allah Palestina akan kembali kepada kita kembali kita kepada
Allah Apa maksudnya taati Allah taati Rasul kalau kita taat kepada Allah taat
kepada rasul Allah yang akan mengembalikan Palestina itu kepada kita maka di antara Sebab utama kehinaan
kita kita tidak menyalahkan rakyat Palestina tapi kita semua secara umum
kaum muslimin umat Islam di seluruh belahan dunia ya sebab kehinaan kita
sebab lemahnya kita tidak bisa melakukan apapun Ketika kita melihat tidak bisa
melakukan banyak hal Ketika kita melihat saudara-saudara kita di Palestina ditindas dizalimi oleh orang-orang
Yahudi Apa sebabnya kehinaan bisa terjadi seperti itu karena kita tidak taat kepada Allah dan rasulnya ini kita
bisa ambil pelajaran tersebut pada kasus Perang Uhud tadi pelajaran yang berikutnya tadi Bagaimana Nabi
Sallallahu alaii wasam kita katakan nabi itu Maksum definisi Maksum itu adalah
bukan beliau tidak pernah berbuat kesalahan sama sekali Nabi dalam banyak Kesempatan dalam beberapa kesempatan
nabi berbuat salah ya tapi bedanya nabi dengan kita nabi itu kalau berbuat salah
langsung ditegur oleh Allah subhanahu wa taala langsung diluruskan termasuk di
antara contoh perbuatan Nabi yang keliru adalah dalam Perang Uhud ini nabi berkata-kata seperti itu ini keliru di
sisi allah subhanahu wa taala langsung Allah tegur tidak boleh berkata-kata seperti itu ya kata-kata yang
menunjukkan pesimisme nabi tidak mungkin mereka itu mendapatkan hidayah orang-orang yang melukai nabi mereka
tidak mungkin mereka mendapatkan hidayah tidak ada yang kita harapkan maka ini ditegur oleh Allah subhanahu waataala namun yang menjadi pelajaran utama kita Bapak Ibu sekalian Kenapa penulis
membawakan hadis tadi dan kisah tadi di dalam bab ini penulis ingin menunjukkan
bahwasanya bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam pun adalah
seorang hamba yang lemah yang masih bergantung kepada Allah subhanahu wa
taala
penulis membawakan ayat ini atau kisah ini untuk menunjukkan hal tersebut
lihat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam pun yang yang
pertama beliau itu bergantung kepada Allah subhanahu wa taala dan beliau pun
tidak bisa memberikan tidak memiliki pengaruh apapun terhadap orang-orang kafir Quraisy ya lihat kata Allah subhanahu wa
taala engkau tidak memiliki hak apapun terkait urusan mereka
itu urusan hati seorang hamba masalah Hidayah Seperti apa ini bukan urusan
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tapi ini murni urusan Allah subhanahu wa taala sehingga
pelajarannya penulis ingin menunjukkan bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pun meskipun beliau seorang
Rasul adalah seorang makhluk seorang manusia yang sama sekali tidak layak
untuk disembah beliau kita taati kita muliakan kita penuhi hak-hak nabi kita
Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam namun beliau sama sekali tidak memiliki hak untuk disembah di antara buktinya
Allah katakan bahwasanya Nabi Muhammad pun tidak memiliki urusan apapun dengan
hati dengan hidayahnya orang-orang kafir Quraisy tersebut maka Nabi Muhammad pun
seperti itu bagaimana lagi dengan orang-orang yang statusnya dibawah Nabi
Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tidak layak lagi untuk
disembah Kemudian ada beberapa riwayat yang riwayat-riwayat yang lainnya yang
semisal dengan kisah uhud tadi kita baca riwayat yang pertama e riwayat yang lainnya di sini dari Ibnu Umar hadis
yang sahih juga dirikan dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma bahwasanya annahu
Sami Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam beliau mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam raaa rahu
minaruku fiakatil akhirah Minal Fajr Abdullah bin Umar mendengar ketika
Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengangkat kepala
beliau dari ruku Ya maksudnya ketika beliau berdiri i'tidal pada rakaat yang terakhir pada
salat subuh beliau berdoa allahumalan fulanan wa fulanan wa fulanan Ya Allah
laknatlah Si Fulan laknatlah Si Fulan laknatlah Si Fulan ya Kalau saya tidak
salah ini tentang kejadian di mana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengirim
delegasi dakwah lalu delegasi dakwah tersebut ee dibunuh secara biadab oleh
suatu kabilah ya dibunuh mereka secara tidak semestinya secara biadab dibunuh
disiksa seperti itu maka kemudian ini menjadi perkara yang sangat besar bagi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Nabi
kemudian melakukan Qunut nazilah ya pada salat subuh nabi melakukan qunut nazilah
di antara yang beliau baca adalah ya Allah laknatlah Si Fulan
laknatlah Si Fulan Dan laknatlah Si Fulan Si Fulan Si Fulan Si Fulan tersebut adalah orang-orang yang pernah
orang-orang yang telah membunuhi kaum muslimin tadi ya kata Abdullah bin Umar nabi
berdoa dengan Qunut nazilah seperti itu adalah ketika beliau
ee selesai membaca Sami Allahu liimman Hamidah Rabbana wakalhamd baru kemudian
nabi berdoa dengan doa tadi maka ketika nabi melakukan hal tersebut kembali ditegurleh Allah subhahu wa taala kata
Allah subhanahu wa taala tidak ada hak Apapun bagimu dalam urusan mereka itu
ditegur nabi melaknat Si Fulan melaknat Si Fulan melaknat si fan ditegur oleh
Allah subhanahu wa taala jangan kemudian memastikan bahwasanya mereka itualah
orang-orang yang terlakn dan hak untuk mendapatkan hidayah
kemudian ee riwayat yang lain yang serupa bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam mendoakan sufwan bin Umayyah suhail bin Amr dan harit bin Hisyam
mendoakan kejelekan bagi mereka sama ditegur oleh Allah subhanahu wa
taala ya Ini ini yang ee lebih unik lagi kasusnya
tiga orang ini pernah didoakan kejelekan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam supaya dijauhkan dari rahmat Allah ya
Siapa itu sufan bin Umayyah suhail bin Amr alhit Bin
Hisyam lalu ditegur oleh Allah subhanahu wa taala tidak boleh mendoakan laknat
bagi orang-orang ini ditegur oleh Allah Subhanahu waala tidak boleh dengan Allah turunkan firman Allah tadi dalam surah e
Ali Imran 128 tadiaka Minal amriun tidak ada hak
apapun bagimu dalam urusan mereka itu dan ternyata benar Pak ternyata benar bahwasanya di kemudian hari ternyata
tiga orang yang sempat didoakan laknat oleh nabi kita Muhammad sallallahu alaii wasam ini pada akhirnya mereka masuk Islam Ya mereka masuk Islam menjadi
sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
makanya kemudian Allah menegur Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi
Wasallam namun sekali lagi yang menjadi poin utamanya Kenapa penulis membawakan hadis ini adalah pada firman Allah
subhanahu wa taala laaka Minal amriun ya mereka itu bukan urusanmu sama sekali
wahai Muhammad Nabi Muhammad ditegur oleh Allah subhanahu wa taala maka Nabi Muhammad pun tidak memiliki kuasa kepada
seorang hamba bagaimana lagi dengan makhluk-makhluk lainnya manusia-manusia
lainnya yang statusnya di bawah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam lebih-lebih lagi mereka itu tidak
memiliki kuasa kepada siapapun ya tidak memiliki daya dan upaya kepada
siapun kemudian hadis yang terakhir di dalam bab ini yang dibawakan oleh
penulis diriwayatkan pula dalam sahih Bukhari Dari Abu Hurairah radhiallahu
Anhu kata Abu Hurairah Q Fina Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam hina unzila
Alaihi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika diturunkan firman Allah subhanahu wa
taala berikut kepada dirinya yaitu firman Allah subhanahu wa taala waira alrin surat asyuara ayat 214 yang
artinya Sampaikanlah peringatan kepada keluargamu yang terdekat ini perintah Allah subhanahu wa taala kepada Nabi
Muhammad Sampaikanlah peringatan itu kepada keluargamu yang terdekat maka Nabi Sallallahu Alaihi
Wasallam langsung berdiri langsung berdiri mereka memanggil orang-orang
Quraisy kata Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yaar is wahai sekalian orang-orang
Quraisy kata nabi was tebuslah diri kalian semua maksudnya tebus apa
selamatkanlah diri kalian dari siksa Allah subhanahu wa taala dengan melakukan peribadatan kepada Allah
subhanahu wa taala dengan mentauhidkan Allah subhanahu wa taala nabi menyeru orang-orang kafir Quraisy Selamatkan
diri kalian dari api neraka Aku tidak akan mampu menolong kalian
sama sekali kata Nabi Muhammad Sallahu alai wasallam Aku tidak akan mampu menolong kalian sama sekali Nabi
kemudian memanggil pamannya ya Abbas IBN Abdul Muthalib wahai Abbas IBN Abdul Muthalib
la minallahian Saya tidak akan mampu menolongmu sama sekali yaofiah am
rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam wahaiofiah bibinya Rasullah
wasam Aku tidak akan mampu menolongmu sama sekali ..uhammad
wahaiahri...
Muhammad Mintalah harta kepadaku Apun yang kamu miliki Apun yang kamu
kehendaki namun ketahuilah kata muhamm was akan tetapi aku tidak akan mampu
menyelamatkanmu sama sekali aku tidak akan mampu menyelamatkanmu sama
sekali maka inti dari hadis ini
bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam terhadap anggota keluarga
beliau sendiri pun beliau tidak mampu menolong mereka ya nabi tidak mampu
menolong orang-orang terdekat
mereka
orang-orang terdekat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dimulai dari orang-orang Quraisy sukunya
nabi nabi tidak akan mampu menolong mereka dimulai dari keluarga besar keluarga terdekat nabi dari Abbas Paman
beliau Bibi beliau bahkan Putri beliau sendiri nabi tidak akan mampu menolong
mereka seandainya mereka tidak beriman ya makanya dalam hadis lain Nabi
Sallallahu alaii wasallam mengatakan Man bataa bihi amaluhu lam Yusri
bihi nasabuhu ya Barang siapa yang amalnya lambat maka
nasabnya tidak akan bisa mempercepatnya Maksudnya apa orang-orang yang ada
hubungan kekerabatan dengan nabi meskipun dia termasuk dalam golongan keluarga Nabi Seandainya dia tidak
beriman maka Hubungan kekerabatan dengan hubungan kekerabatan dengan nabi
sallallahui wasallam itu tidak akan memberikan pengaruh sama sekali ya semata-mata memiliki kekerabatan dengan
nabi itu sama sekali tidak akan menolong seseorang ya Seandainya mereka
tidak beriman namun yang menjadi pelajarannya sekali lagi adalah penulis
ingin menunjukkan bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pun tidak mampu menolong keluarga-keluarga
terdekat beliau tidak mampu menolong keluarga-keluarga terdekat beliau maka
bagaimana lagi dengan orang-orang yang berada di bawah nabi Sallahu Alaihi
wasam tingkat kesannyakat keutamaannya tingkat kesempurnaannya tidak seperti
nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana mungkin mereka bisa menolong mengabulkan doa memberikan
Hidayah dan seterusnya sedangkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam saja tidak mampu Maka itulah dia Kenapa penulis
membawakan hadis ini dan demikian yang kita bahas pada bab kali ini intinya
penulis ingin menunjukkan di sini apapun itu bentuk sesembahnya yang disembah selain Allah maka mereka semua adalah
makhluk-makhluk Allah yang lemah yang mereka membutuhkan pertolongan dari allah subhanahu wa taala
kita cukupkan
kita Insyaallah akan bertemu lagi di bulan Januari Insyaallah tahun depan ya mudah-mudahan
ada manfaatnya lebih kurangnya mohon maaf
wasallallahu ala Nabiyina Muhammad wa ala alihi wasohbihi wasallam
subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfira astagfiruka wa atubu ilaik su
asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam
Mutiara Hari Ini
"Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo'a untukku, agar Allah Ta'ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku."
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung."