Lemahnya Sesembahan Selain Allah (Kitab Tauhid)
Ustadz Muhammad Rezki Hr حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
/
Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Waalaikumsalam
Alhamdulillahirabbil 'alamin, wabihi nasta'inu ala umuriddunya waddin,
wassalatu wassalamu ala asrofil anbiya-i wal mursalin nabiyina muhammadin waala alihi washahbihi ajmain waman tabiahum biihsanin Il yaumiddin, amma ba'dhu.
bapak-bapak, ibu-ibu, ikhwan dan akhwat para hadirin hadirat para pemirsa rahimani warahimakumullahu Jamian, Alhamdulillah di malam hari ini kita kembali Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala karena kita kembali dipertemukan di majelis ini dan ee majelis ini, majelis ini adalah majelis kita yang terakhir Pak kita akan libur 1 tahun sampai tahun depan ya Ee saya izin akan libur dua pekan minimal bisa jadi lebih Nanti karena Insyaallah hari Rabu saya berangkat umrah ee ee jadi akan libur bersama saya tapi tadi saya konfirmasi akan diupayakan ada Ustaz pengganti nanti bagi bapak ibu sehingga nanti silakan tetap hadir di malam Sabtu Insyaallah tetap ada Ustaz lainnya yang menggantikan namun bagi para ee peserta program bpan basirah ini adalah pertemuan ke-15 sekaligus pertemuan yang terakhir untuk semester kali ini baik kita akan lanjutkan membahas bab yang baru dalam kitabut tauhid langsung saja kita akan lanjutkan bab di halaman 58 bab berikutnya yaitu bab yang akan membahas tentang firman Allah subhanahu wa taala yang berbunyi W ...
Penulis tidak memberikan judul bab dalam bab ini dan ini biasa dalam bahasa Arab dalam kitab-kitab e berbahasa Arab biasanya mereka hanya menulis bab seperti itu. ini menunjukkan bab baru tidak ada judulnya ya biasanya tidak ada judulnya maka di sini sebenarnya hanya ada satu cuma ada babnya saja lalu ini digabungkan dengan ayat pertama yang dibawakan oleh penulis di dalam bab ini. Baik ayat yang pertama yang beliau bawakan di sini adalah Firman Allah subhanahu wa taala ayusrik ma yakluan wahum yuklaquun w yastatiuna w yastatiuna lahum n... w.. atau sebelumnya Kalau kita ingin berikan judul Pada bab ini sebenarnya adalah sebagaimana poster yang sudah dibagikan penulis ingin menunjukkan di dalam bab ini bahwasanya seluruh sesembahan selain Allah apapun itu bentuknya pada hakikatnya sesembahan-sesembahan tersebut adalah sesembahan yang lemah. mereka semua makhluk-makhluk Allah yang lemah, yang butuh dan bergantung kepada Allah subhanahu wa taala. Apapun itu bahkan sampai pun nanti yang akan kita bahas sampaipun Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sebagian orang mereka entah mereka mengakui atau tidak mereka menyebut atau tidak pada hakikatnya sebagian orang mereka menyembah Nabi Muhammad itu adaab orang-orang yang meminta-minta kepada Nabi Muhammad pada hakikatnya mereka beribadah kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam maka bahkan sampai levelnya nabi pun nanti penulis akan menunjukkan bahwasanya Nabi Muhammad beliau adalah makhluk yang mulia seorang rasul manusia paling mulia pemimpin anak keturunan Adam namun tetap Nabi Muhammad karena beliau adalah seorang makhluk adalah makhluk yang lemah di hadapan Allah subhanahu wa taala yang senantiasa bergantung dan membutuhkan Pertolongan Allah subhanahu wa taala ini yang akan kita bahas Pada bab ini.
maka kita lihat ayat yang pertama kata Allah Subhanahu Wa taalausun Apakah mereka itu mempersekutukan Allah subhanahu wa taala dengan makhluk atau dengan sesuatu yang sesuatu tersebut dia tidak mampu menciptakan sesuatu Apun ya tidak mampu menciptakan sesuatu Apun orang menyembah batu menyembah sapi menyembah Kiai menyembah Wali menyembah orang Saleh menyembah patung-patung semuanya yang kita sebutkan tersebut mereka tidak ada satupun yang mampu men ciptakan wahum yuklquun yang kedua kata Allah subhanahu wa taala Bahkan mereka semua itu adalah ciptaan Allah subhanahu wa taala tidak mampu menciptakan bahkan merekalah yang diciptakan W dan sekali-kali sesembahan-sesembahan mereka itu tidak akan mampu memberikan pertolongan kepada orang-orang yang menyembah mereka W anusahumun dalam lanjutan ayatnya tidak disebutkan di situ dalam lanjutan ayatnya Allah sebutkan bahwasanya Bahkan mereka menolong diri mereka sendiri pun tidak mampu menolong diri mereka sendiri pun tidak mampu mereka misalnya menyembah para wali, menyembah para Kiai, menyembah orang-orang saleh, orang-orang saleh tersebut pun mereka menolong diri mereka sendiri pada hari kiamat nanti tidak akan mampu ya.
nanti akan kita lihat pada bab syafaat sebenarnya tidak jauh lagi bab syafaat kita akan baca hadis syafaatul uzma, hadis sfaatul uzma pernah kita singgung ketika kita membahas tentang rukun iman bagaimana ketika manusia datang ke Nabi Adam datang ke Nuh datang ke Ibrahim ya datang ke Isa datang ke Musa nabi-nabi yang besar Ulul Azmi didatangi semuanya Apa kata mereka pada hari kiamat nanti Nafsi Nafsi diriku yang butuh pertolongan diriku yang butuh pertolongan manusia minta tolong kepada mereka tapi mereka mengatakan aku yang butuh pertolongan aku yang butuh pertolongan sampai seperti itu Pak maka termasuk juga dalam hal ini apapun itu sesembahan-sesembahan selain Allah mereka tidak bisa menolong orang lain Bahkan mereka tidak bisa menolong diri mereka sendiri maka di sini Allah subhanahu wa taala menyebutkan tentang empat bentuk kelemahan sesembahan-sesembahan selain Allah Apapun itu Pak, orang India mereka menyembah sapi misalnya, orang Jepang mereka menyembah matahari, sebagian orang menyembah batu, ya patung-patung, berhala-berhala, sebagian orang menyembah orang-orang Saleh, Apapun itu bentuknya yang disembah mereka memiliki empat kelemahan ini.
kelemahan yang pertama tadi kata Allah subhanahu wa taala mereka tidak menciptakan sesuatu apapun, tidak ada satupun yang dari dari mereka itu yang mampu Menciptakan makhluk bahkan lalat, nyamuk, semut, tidak mampu mereka menciptakannya. yang kedua yang menunjukkan kelemahan mereka adalah mereka adalah sesuatu yang diciptakan oleh Allah subhanahu wa taala, ini kelemahan mereka yang kedua wahum yuklquun mereka itu diciptakan. yang ketiga kelemahan mereka tidak mampu menolong orang-orang yang meminta pertolongan kepada mereka. yang keempat menunjukkan kelemahan mereka adalah Bahkan mereka menolong diri mereka sendiri tidak mampu. ini Empat kelemahan sesembahan-sesembahan selain Allah subhanahu wa taala makanya Pak pada hakikatnya apa apa tujuannya dari ayat ini Allah ingin mengajak orang-orang yang mereka menyekutkan Allah subhanahu wa taala mengajak mereka gunakan akal sehat kalian pikirkan Bagaimana makhluk yang memiliki empat kelemahan seperti ini kalian jadikan sesembahan selain Allah bagaimana kalian kemudian meminta kepada mereka berdoa kepada mereka meminta pertolongan kepada mereka di mana akal sehat kalian kita Bahasakan seperti itu Pak Allah ingin mengajak para pelaku kesyirikan itu untuk menggunakan akal mereka gunakan akal kalian untuk pikirkan sesembah-sesembahan selain Allah itu betapa lemahnya mereka dan memang demikian Bapak Ibu sekalian kalau kita mau renungkan Pak ya kondisi orang-orang yang menyekutukan Allah subhanahu wa taala itu dalam banyak kasus hilang akal Sehatnya Pak.
orang yang menyekutukan Allah itu akal Sehatnya itu hilang Tidak bisa dia berpikir logis itu gak bisa kalau sudah terjerumus dalam perbuatan kesyirikan itu saya berikan beberapa contoh Pak contoh pertama yang baru viral akhir-akhir ini tapi viral nya e dengan menggunakan quote berbahasa Arab teks berbahasa Arab jadi tidak terlalu virar di Indonesia di negeri Arab sepertinya sedang viral kejadian di salah satu negara di Afrika saya tidak ingat negaranya ada semacam kuburan keramat Pak kuburan keramat yang di atasnya itu ada bangunan yang megah ada pintu utamanya maka ada seorang laki-laki dia berinisiatif mencopot dan mencuri pintu tersebut pintu kuburan tersebut dia ambil dia copot sengaja dia Gotong pintu tersebut di bawa ke perkampungan yang memiliki makam Keramat tersebut dimarahi oleh para orang penduduk kampung di sana kata penduduk Kampung berani sekali Kamu mencuri pintu dari makam keramat tersebut kata laki-laki ini saya tidak mencurinya tapi saya diberi oleh mayit itu ya orang yang mereka sembah itu yang mereka datang ke kuburan tersebut Saya diberikan oleh si jenazah itu kata dia apa kata penduduk Kampung tersebut Bagaimana mungkin orang yang mati bisa memberikan kamu pintu ya bagaimana mungkin orang yang mati bisa memberikan kamu pintu kata penduduk desa tersebut maka dijawablah oleh pemuda tersebut kalian tahu si mayit tidak bisa memberikan saya pintu Lalu kenapa Apa kalian masih datang ke kuburan tersebut meminta dan berdoa kepada orang yang ada dalam kubur tersebut. kalian tahu cuma memberikan pintu saja tidak bisa bagaimana si mayit tersebut bisa memberikan rezeki kepada kalian.
demikian Pak, orang kalau sudah terjermus pada perbuatan kesyirikan kadang akal Sehatnya itu bisa hilang contoh. lainnya banyak sekali contohnya contoh lainnya yang contoh nyata di zaman Nabi Ibrahim Ya sudah pernah kita sebutkan Ibrahim ketika Ibrahim diajak ya nabi Ibrahim pernah berdusta dengan tiga dusta yang kalau kita lihat sebenarnya dusta ini bukan dusta sungguhan dustanya Nabi Ibrahim yang pertama ketika dia diajak oleh kaumnya ayo kita keluar kota Ada festival kata Ibrahim inni saqim saya sedang sakit saya gak mau ikut kalian nah Padahal dia tidak sedang sakit Maksud maksudnya kata para ulama sakitnya itu sakit hati sakit hati melihat mereka itu melakukan kesyirikan maka Nabi Ibrahim sengaja dia mengatakan saya sakit supaya dia bisa tetap tinggal penduduknya kaumnya pergi keluar kota semuanya dia tinggal sehingga dia leluasa menghancurkan berhala-berhala yang ada ketika itu maka dihancurkan oleh Nabi Ibrahim seluruh berhala yang ada ditinggalkan satu berhala yang besar ditinggalkan satu berhala yang besar maka ketika kaumnya pulang mendapati berhala-berhala mereka hancur maka mereka marah besar mereka tahu ini pelakunya adalah Ibrahim apa jawab Nabi Ibrahim ketika mereka sudah menuduh Nabi Ibrahim menginterogasi Nabi Ibrahim Apa jawaban Nabi Ibrahim Balu ya yang melakukan hal tersebut adalah berhala yang besar ini kata Ibrahim Ibrahim berdusta yang melakukan yang menghancurkan berhala-berhala kecil itu adalah berhala yang besar ini bukan saya ya kata Nabi Ibrahim tambah marah kaumnya kata kaumnya Bagaimana mungkin patung yang tidak bisa ngapa-ngapain kok bisa menghancurkan berhala-berhala yang kecil kata mereka
Maka itulah yang ingin dituju oleh Nabi Ibrahim kalian tahu patung ini tidak bisa ngapa-ngapain tidak bisa berbicara tidak bisa mengabulkan keinginan kalian tapi kenapa kalian masih meminta kepada patung tersebut ini contohnya Kadang orang itu hilang akal Sehatnya kalau sudah terjerumus pada perbuatan kesyirikan contoh lainnya Pak ya yang sering viral di tempat kita orang-orang yang jual pesugihan itu Pak jual-jual jimat katanya ini jimat bisa mendatangkan kekayaan tujuh turunan dijual alasannya apa bu apa bu Pak butuh uang dia jual barang yang dia jual katanya ini bisa mendatangkan kekayaan ya pesugihan alasan dia jual karena dia butuh uang miskin dia ya berarti dia miskin Kenapa dia tidak gunakan jimatnya tersebut untuk mengayakan diri dia sendiri ya katanya saya sudah keturunan kedelapan Ini berlakunya tujuh turunan katanya Tapi tetap saja ada yang membeli Pak biasanya seperti itu Nah yang membereli ini hilang akal Sehatnya ya hilang akal Sehatnya sama juga orang datang orang-orang yang datang ke dukun ya minta dukun menggandakan uang melapangkan rezeki dia segala macam Tidakkah dia perhatikan kok kondisi Dukun itu bagaimana kehidupan dia kehidupan-kehidupan yang memprihatinkan ya orang kalau sudah kaya Dia tidak lagi dia berprofesi sebagai dukun Pak Nah sehingga sekali lagi Allah subhanahu wa taala mengajak orang-orang yang berbuat kesyirikan itu gunakan akal sehat kalian Bagaimana mungkin kalian menyekutukan Allah subhanahu wa taala menyembah dan meminta dan berdoa kepada sesuatu yang mereka tidak memiliki daya dan upaya sama sekali
baik ayat berikutnya dari surat Fatir ayat 13 dan 14 Allah subhanahu wa taala berfirman walladzina taduna Min dunihi Ma yamlikuna Min khitmir kita lihat ee ayat lebih lengkapnya Fatir 1314 baik walladina taduna minunihi maamlikuna minitmir sesembahan-sesembahan yang kalian berdoa kepadanya itu mereka tidak memiliki apapun meskipun setipis kulit ari ya tidak memiliki apa-apa walaupun hanya setipis kulit ari tidak memiliki daya dan upaya sama sekali lalu yang kedua kata Allah sub taala kalau kalian meminta kepada sesembahansesembahan selain Allah itu mereka tidak akan mendengar doa kalian tersebut apa yang kalian minta tersebut mereka tidak bisa mendengarnyaalu yang ketig subahu ta seandainya pun mereka itu bisa mendengar tidak akan mereka itu mampu mendengarkan doa mampu mengabulkan permintaan kalian itu ya. Seandainya pun mereka mampu mendengar mereka tidak akan mampu mengabulkan permintaan kalian dan pada hari kiamat nanti mereka akan mengingkari kesyirikan kalian itu Ya maksudnya orang orang yang pernah menyembah sesembahan-sesembahan selain Allah menyembah Nabi Isa menyembah orang-orang Saleh pada hari kiamat nanti di antara bentuk penghinaan Allah Subhanahu Wa Taala kepada mereka orang-orang yang berbuat kesyirikan ini Allah akan buat Nabi Isa dan orang-orang Saleh yang sudah disembah itu mereka mengingkari kami sama sekali tidak pernah memerintahkan kalian untuk berdoa kepada kami untuk meminta kepada kami untuk beribadah kepada kami ya agar menambah kan penyesalan pada orang-orang yang berbuat kesyirikan tersebut Lalu kata Allah subhanahu wa taala wala yunabbiuka mlu Khabir dan mereka tidak akan dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh Allah yang Maha Mengetahui
maka di sini Allah juga subhanahu wa taala menyebutkan ee tentang lemahnya sesembahan-sesembahan skelain Allah yang pertama kata Allah subhanahu wa taala mereka itu tidak memiliki Apun tidak berkuasa apapun di dunia ini meskipun kekuasaannya itu hanya setipis kulit ari Adapun Allah subhanahu wa taala Allahlah yang menguasai alam semesta ini sesembahan-sesembahan selain Allah tidak ada kekuasaan sama sekali pada diri mereka yang kedua kata Allah Subhanahu waallam mereka tidak mampu mendengar orang-orang datang kepada mereka berdoa kepada mereka pada hakikatnya mereka tidak mendengar berbeda dengan Allah subhanahu wa taala yang Maha Mendengar Allah maha mendengar Apapun yang diucapkan oleh hamba-hambanya apapun permintaan yang disampaikan oleh hamba-hambanya Allah subhanahu wa taala maha mendengar lalu yang ketiga kata Allah subhanahu wa taala seandainya pun mereka mendengar maka mereka tidak mampu mengabulkan doa tersebut ini yang sudah kita bahas pada pertemuan sebelumnya mengenai orang-orang yang mati itu mereka mampu atau tidak mendengar doanya orang-orang yang ada di sisi kuburan mereka ya kita katakan memang ada khilaf di kalangan para ulama ya pendapat yang lebih kuat mereka tidak mendengar ya mereka tidak mendengar orang-orang mati itu tidak bisa mendengar perkataan orang-orang yang hidup termasuk orang-orang yang berada di sisi kuburnya tidak bisa mendengar itu pendapat yang lebih kuat
Oke Katakanlah kita memilih pendapat misalnya pendapat yang lemah kita pilih bahwasanya mereka bisa mendengar ada orang berdoa di sisi kuburnya lalu dia bisa mendengar doanya orang-orang yang ada di sisi kubur ini namun sekali lagi lagi Meskipun mereka mendengar mereka sama sekali tidak bisa membantu pengabulan doa tersebut tidak mereka sendiri yang mengabulkannya tidak pula mereka mampu untuk menyampaikan kepada Allah subhanahu wa taala Meskipun mereka seandainya pun mereka mendengar tapi pendapat yang lebih kuat mereka tidak bisa mendengar orang-orang yang ada dalam kubur mereka tidak bisa mendengar perkataan orang-orang yang ada di sekitarnya tapi kalau anu mengucap salam itu dengar katanya kalau di kubur itu terus ehucapkanam iya kita mengucapkan salam mendoakan keselamatan untuk mereka Pak tidak berarti mereka kemudian mendengar ya tidak kemudian otomatis kesimpulannya mereka mendengar kita akan mengucapkan salam Semoga tercurahkan keselamatan atas orang-orang yang ada di kubur tersebut kita akan meminta kepada Allah subhanahu wa taala Allah yang kemudian memberikan keselamatan kepada mereka ya tidak kemudian berarti kemudian mereka bisa mendengar tidak tidak seperti itu kemudian kesimpulannya ya memang kita dianjurkan untuk mengucapkan salam ya mengucapkan salam kepada orang-orang yang ada di sisi kubur namun tidak kemudian itu berarti mereka mendengar ucapan kita kemudian pelajaran lainnya dari ee ayat tadi lihat pak ya Allah subhanahu wa taala mengakui tentang eksistensi adanya sesembahan-sesembahan selain Allah. Allah sebutkan Allah ceritakan walladzina taduna Min dunihi maam Ma yamlikuna Min qitm sesembahan-sesembahan yang kalian sembah itu mereka tidak berkuasa sama sekali kata Allah subhanahu wa taala artinya allah mengakui ada sesembahan-sesembahan selain Allah itu ada tapi mereka tidak berhak untuk disembah ya Sehingga sekali lagi kita kembali ke pelajaran tentang Tafsir Lailahaillallah makna Lailahaillallah itu bukan tidak ada sesembahan selain Allah bukan ini Pak makna Lailahaillallah kalau kita Terjemahkan Lailahaillallah dengan tidak ada sesembahan selain Allah Ini menyalahi Realita realita sesembahan selain Allah itu ada banyak ada orang menyembah batu ada sesembahan itu berupa patung ada sesembahan itu berupa sapi ada sesembahan itu berupa orang Saleh banyak Bentuknya sesembahan itu ada
namun mereka semua tidak berhak untuk dijadikan sesembahan makanya terjemahan dari Lailahaillallah adalah tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah sesembahan-sesembahan selain Allah itu ada kita tidak mengingkarinya sebagaimana dalam ayat tadi Allah katakan sesembahan-sesembahan yang kalian sembah selain Allah itu Allah akui eksistensi mereka mereka itu eksis ada ya namun mereka sama sekali tidak berhak untuk mendapatkan sesembahan tersebut kemudian penulis kemudian berpindah di sini ke hadis beberapa hadis beliau Babakan hadis yang pertama hadis yang di beliau Sebutkan di sini wafiahih ya wallahuam Apakah sahih Bukhari dan Sahih Muslim namun minimalnya sahih Bukhari di sini diriwayatkan dari Anas bin Malik kata Anas bin Malik sujan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Yauma uhud Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika Perang Uhud terluka kepala beliau faqal maka dalam kondisi terluka seperti itu Nabi kemudian berkata Ka bagaimana akan beruntung satu kaum yang mereka itu melukai nabi mereka sendiri ya nabi berkata seperti itu maksudnya adalah tentang perbuatan orang-orang kafir Quraisy Bagaimana bisa beruntung orang-orang kafir Quraisy itu mereka melukai nabi mereka sendiri yaitu nabi kita Muhammad sallu wasallam maka kemudian terkait perkataan nabi tersebut Nabi kemudian ditegur oleh Allah Subhan taala ya nabi ditegur oleh Allah subhanahu wa taala dengan Allah turun Allah turunkan ayat dari surah Ali Imran 128 yang di anara bunyinya adalah laaisaka Minal amriaiun kata Allah subhanahu wa taala tidak ada hak apapun pada dirimu wahai Muhammad tentang urusan mereka itu tentang urusan mereka itu apa maksudnya hadis ini jadi kita akan bahas konteksnya ya jadi konteksnya hadis ini adalah tentang Perang Uhud tentang Perang Uhud sebagaimana kita ketahui Perang Uhud adalah salah satu perang yang sangat bersejarah perang yang sangat banyak pelajaran di dalamnya jadi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mendapatkan informasi bahwasanya orang-orang kafir Quraisy sudah menyusun kekuatan untuk balas dendam mereka kalah besar pada Perang Badar maka mereka menyusun kekuatan yang besar mengatur strategi perang untuk membalas kekalahan mereka Maka bergeraklah pasukan orang-orang kafir Quraisy dari kota Makkah menuju Madinah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bermusyawarah dengan para sahabat Apa yang harus kita lakukan untuk menyambut pasukan besar ini apakah kita akan bertahan di kota Madinah menjadikan kota Madinah sebagai benteng ataukah kita maju menyambut mereka akhirnya yang dipilih oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah menyambut mereka nabi nabi putuskan mereka disambut di daerah uhud di pegunungan uhud nabi menggunakan pegunungan uhud sebagai benteng alami nabi tempatkan gunung uhud di bagian belakang Lalu di bagian kiri ada bukit kecil yang sampai sekarang masih eksis kalau jemah umrah ke uhud Mesti dibawa ke bukit ini namanya bukit rumah Jabal rumah Bukit rumah namanya maka di belakang Gunung uhud di sebelah kiri di sini ada Jabal rumah Kenapa disebut sebagai Jabal rumah Jabal rumah karena rumah maksudnya adalah maknanya adalah para pemanah nabi menempatkan 50 orang pasukan pemanah di sana untuk menghalau pasukan kafir Quraisy supaya tidak menyerang dari sebelah kiri ya tidak menyerang dari sebelah kiri dari belakang sudah aman gunung uhud sebelah kiri diamankan sehingga peluangnya hanya berhadapan dari arah depan kemudian berhadapanlah di Perang Uhud ee di di di di kawasan uhud berhadapan ee pasukan kaum muslimin dengan orang-orang kafir Quraisy dan nabi menitipkan pesan kepada 50 orang pemanah Ini kata Nabi Sallallahu alaii wasallam jangan kalian turun sampai kalian menerima perintah dariku untuk turun tetap tetap berada di Posko kalian yaitu di Jabal rumah tadi di bukit para pemanah itu nabi berikan perintah demikian kepada 50 orang ini jangan turun sampai menunggu perintahku kemudian terjadilah peperangan pada awalnya menang kaum muslimin secara telak kaum muslimin berhasil memukul mundur pasukan Quraisy mundur mereka sampai kocar-kacir ya berbalik ke arah Makkah
tapi kemudian terjadi kesalahan di tengah-tengah kaum muslimin ketika itu kesalahan yang fatal kesalahan yang fatal adalah bagaimana mereka tidak mematuhi perintah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam para sahabat yang mereka berada di Jabal rumah Tadi mereka berijtihad ya kita katakan ini para sahabat mereka berijtihad apa ijtihad mereka ijtihad mereka adalah mereka berpendapat pasukan kaum muslimin Sudah menang ya tidak ada lagi keperluan bagi kita untuk menetap di atas bukit tersebut kita turun saja kita ikut mengumpulkan harta rampasan perang karena pasukan kafir Quraisy sudah Terpukul mundur akhirnya mereka turun Pak padahal perintah nabi tadi kata nabi jangan turun sampai saya perintahkan mereka tetap turun Kenapa mereka turun karena mereka melihat ini sudah menang peperangan sudah usai ya sehingga mereka turun kecuali sebagian besar sebagian kecil sahabat saja ya sebagian kecil sahabat mereka tidak mau mereka patuh kepada nabi wasallam tidak mau turun maka ketika mereka turun dilihatlah celah ini oleh Khalid bin Walid yang ketika itu masih kafir maka kemudian Khalid bin Walid bermanuver ya dia kembali menyerang dilumpuhkannya sebagian sahabat yang berada di ee Bukit rumah tadi cuma tersisa segelintir saja kemudian dia memutar menyerang dari arah kiri ya menyerang dari arah kiri kemudian berputar dari arah belakang kemudian melihat kejadian tersebut orang-orang kafir Quraisy yang sudah mundur mereka kembali menyerang akhirnya kaum muslimin dikepung dari dua arah ya dikepung dari dua arah nah kemudian karena dikepung dalam kondisi seperti itulah Banyak kaum muslimin yang kemudian terbunuh dan akhirnya terdesak ya dalam kondisi seperti itulah kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam terluka parah nabi terluka parah sampai-sampai ada empat penderitaan perama Nabi Sallallahu alaihi wasallam pada perang uhud ya makanya Aisyah Aisyah berpendapat kejadian dalam kehidupan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam selama nabi berdakwah kejadian yang paling berat bagi nabi adalah perang uhud ini ini pendapatnya Aisyah pada awalnya namun diluruskan oleh Nabi bukan itu yang paling berat kata nabi yang lebih berat adalah pada kejadian beliau berdakwah ke kota Thaif di mana beliau dilempari dengan batu di kota Thaif nah yang menunjukkan beratnya penderitaan nabi pada perang uhud ini adalah yang pertama beberapa gigi beliau patah ya gigi beliau patah dilempar oleh salah seorang kafir Quraisy dengan batu dilempar dengan batu patah beberapa gigi beliau yang kedua bibir beliau sabek ya sampai bercucuran darah yang
Yang ketiga ee pipi beliau bagian sini itu tertancap ring Pak ya ring itu nabi kan pakai topi besi topi perang pakai dua lapis topi perang itu kan dia ada semacam ring-ringnya itu Pak yang besi semacam rantai yang bergelantungan ya semacam semacam selendang tapi dia dari ee rantai besi Nah ada yang memukul ring itu sehingga ring tersebut sampai menancap di ee pipi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian sampai pipi tersebut berdarah termasuk juga yang yang berdarah adalah dahi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dipukul oleh salah seorang kafir Quraisy ya demikian mengenaskannya kondisi Nabi Sallallahu alaihi wasallam sampai kemudian beredar isu ketika itu nabi sampai wafat ya Ah ditambah lagi satu penderitaan beliau adalah beliau terperosok ke dalam salah satu jebakan yang digali oleh salah seorang ee pasukan kafir Quraisy ya mereka membuat semacam jebakan di sana mereka gali nabi terperosok di sana sampai para sahabat berupaya untuk menaikkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dari ee lubang tersebut maka demikian Pak kondisinya nabi penderitaan yang dialami oleh Nabi barulah kemudian dalam kondisi seperti itulah nabi berkata kaai yflihuun sajju nabiahum konteksnya nabi mengatakan dalam kondisi seperti itu dalam kondisi berdarah-darah seperti itu gigi beliau patah tembus baju besi beliau nabi mengatakan Bagaimana mungkin beruntung suatu kaum yang mereka melukai nabi mereka sendiri Maksudnya apa Maksudnya Nabi mengatakan Bagaimana mungkin mereka itu bisa mendapatkan hidayah untuk apa kita mendakwahi Mereka lagi tidak mungkin mereka itu mendapatkan hidayah Kalau sudah seperti ini perlakuan mereka terhadap Nabi mereka jadi nabi menganggap orang-orang seperti ini tidak usah lagi dipedulikan tidak mungkin mendapatkan hidayah saking lancangnya terhadap Nabi mereka sendiri maka kemudian ditegur oleh Allah subhanahu wa taala perkataan nabi tersebut nabi sudah berputus asa untuk memberikan Hidayah kepada mereka tapi ditegur oleh Allah subhanahu wa taala kata Allah Subhanahu Wa taalaak Minal amriun wahai Muhammad itu bukan urusanmu sama sekali masalah mereka mendapatkan hidayah atau tidak Itu bukan tugasmu bukan urusan liat
demikian nabi berdarah-darah sampai nabi berkata seperti itu tapi tetap Allah subhanahu wa taala menegur Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berkata-kata yang keliru maka Sebelum kita lanjutkan ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah tersebut yang pertama P Ya ini yang masih berhubungan dengan kita di zaman sekarang terkait kasus Palestina Pak Tidakkah kita mengambil pelajaran dari kejadian perang uhud ini Pak Apa sebabnya banyaknya para sahabat yang terbunuh Apa sebabnya para sahabat ketika itu sempat mengalami kekalahan bahkan sampai karena mereka tidak mematuhi perintah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam seandainya mereka patuh kepada perintah nabi kemenangan itu akan terus berlanjut tapi Allah hukum mereka disebabkan mereka tidak taat kepada perintah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya terlena dengan harta rampasan perang turun kemudian sebagian Sahabat tidak patuh lagi terhadap perintah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka ini pelajaran kepada kita semua pak ketika kita kemudian tidak lagi taat kepada perintah Allah tidak lagi taat kepada perintah-perintah Rasulullah maka ketika itulah Allah akan menimpakan kehinaan kepada kita Allah akan menimpakan kekalahan kepada kita makanya khotbah salah seorang ulama kita terkait Palestina yang menjadi judul khutbah menjadi judul buku mata taudu Il Palestin naallahat Palestin Kapan Palestina itu akan kembali ke tangan kita jawabannya kalau kita kembali kepada Allah Palestina akan kembali kepada kita kembali kita kepada Allah Apa maksudnya taati Allah taati Rasul kalau kita taat kepada Allah taat kepada rasul Allah yang akan mengembalikan Palestina itu kepada kita maka di antara Sebab utama kehinaan kita kita tidak menyalahkan rakyat Palestina tapi kita semua secara umum kaum muslimin umat Islam di seluruh belahan dunia ya sebab kehinaan kita sebab lemahnya kita tidak bisa melakukan apapun Ketika kita melihat tidak bisa melakukan banyak hal Ketika kita melihat saudara-saudara kita di Palestina ditindas dizalimi oleh orang-orang Yahudi Apa sebabnya kehinaan bisa terjadi seperti itu karena kita tidak taat kepada Allah dan rasulnya ini kita bisa ambil pelajaran tersebut pada kasus Perang Uhud tadi pelajaran yang berikutnya tadi Bagaimana Nabi Sallallahu alaii wasam kita katakan nabi itu Maksum definisi Maksum itu adalah bukan beliau tidak pernah berbuat kesalahan sama sekali Nabi dalam banyak Kesempatan dalam beberapa kesempatan nabi berbuat salah ya tapi bedanya nabi dengan kita nabi itu kalau berbuat salah langsung ditegur oleh Allah subhanahu wa taala langsung diluruskan termasuk di antara contoh perbuatan Nabi yang keliru adalah dalam Perang Uhud ini nabi berkata-kata seperti itu ini keliru di sisi allah subhanahu wa taala langsung Allah tegur tidak boleh berkata-kata seperti itu ya kata-kata yang menunjukkan pesimisme nabi tidak mungkin mereka itu mendapatkan hidayah orang-orang yang melukai nabi mereka tidak mungkin mereka mendapatkan hidayah tidak ada yang kita harapkan maka ini ditegur oleh Allah subhanahu waataala namun yang menjadi pelajaran utama kita Bapak Ibu sekalian Kenapa penulis membawakan hadis tadi dan kisah tadi di dalam bab ini penulis ingin menunjukkan bahwasanya bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam pun adalah seorang hamba yang lemah yang masih bergantung kepada Allah subhanahu wa taala
penulis membawakan ayat ini atau kisah ini untuk menunjukkan hal tersebut lihat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam pun yang yang pertama beliau itu bergantung kepada Allah subhanahu wa taala dan beliau pun tidak bisa memberikan tidak memiliki pengaruh apapun terhadap orang-orang kafir Quraisy ya lihat kata Allah subhanahu wa taala engkau tidak memiliki hak apapun terkait urusan mereka itu urusan hati seorang hamba masalah Hidayah Seperti apa ini bukan urusan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tapi ini murni urusan Allah subhanahu wa taala sehingga pelajarannya penulis ingin menunjukkan bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pun meskipun beliau seorang Rasul adalah seorang makhluk seorang manusia yang sama sekali tidak layak untuk disembah beliau kita taati kita muliakan kita penuhi hak-hak nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam namun beliau sama sekali tidak memiliki hak untuk disembah di antara buktinya Allah katakan bahwasanya Nabi Muhammad pun tidak memiliki urusan apapun dengan hati dengan hidayahnya orang-orang kafir Quraisy tersebut maka Nabi Muhammad pun seperti itu bagaimana lagi dengan orang-orang yang statusnya dibawah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tidak layak lagi untuk disembah Kemudian ada beberapa riwayat yang riwayat-riwayat yang lainnya yang semisal dengan kisah uhud tadi kita baca riwayat yang pertama e riwayat yang lainnya di sini dari Ibnu Umar hadis yang sahih juga dirikan dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma bahwasanya annahu Sami Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam beliau mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam raaa rahu minaruku fiakatil akhirah Minal Fajr Abdullah bin Umar mendengar ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengangkat kepala beliau dari ruku Ya maksudnya ketika beliau berdiri i'tidal pada rakaat yang terakhir pada salat subuh beliau berdoa allahumalan fulanan wa fulanan wa fulanan Ya Allah laknatlah Si Fulan laknatlah Si Fulan laknatlah Si Fulan ya Kalau saya tidak salah ini tentang kejadian di mana Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengirim delegasi dakwah lalu delegasi dakwah tersebut ee dibunuh secara biadab oleh suatu kabilah ya dibunuh mereka secara tidak semestinya secara biadab dibunuh disiksa seperti itu maka kemudian ini menjadi perkara yang sangat besar bagi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Nabi kemudian melakukan Qunut nazilah ya pada salat subuh nabi melakukan qunut nazilah di antara yang beliau baca adalah ya Allah laknatlah Si Fulan laknatlah Si Fulan Dan laknatlah Si Fulan Si Fulan Si Fulan Si Fulan tersebut adalah orang-orang yang pernah orang-orang yang telah membunuhi kaum muslimin tadi ya kata Abdullah bin Umar nabi berdoa dengan Qunut nazilah seperti itu adalah ketika beliau ee selesai membaca Sami Allahu liimman Hamidah Rabbana wakalhamd baru kemudian nabi berdoa dengan doa tadi maka ketika nabi melakukan hal tersebut kembali ditegurleh Allah subhahu wa taala kata Allah subhanahu wa taala tidak ada hak Apapun bagimu dalam urusan mereka itu ditegur nabi melaknat Si Fulan melaknat Si Fulan melaknat si fan ditegur oleh Allah subhanahu wa taala jangan kemudian memastikan bahwasanya mereka itualah orang-orang yang terlakn dan hak untuk mendapatkan hidayah kemudian ee riwayat yang lain yang serupa bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mendoakan sufwan bin Umayyah suhail bin Amr dan harit bin Hisyam mendoakan kejelekan bagi mereka sama ditegur oleh Allah subhanahu wa taala ya Ini ini yang ee lebih unik lagi kasusnya tiga orang ini pernah didoakan kejelekan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam supaya dijauhkan dari rahmat Allah ya Siapa itu sufan bin Umayyah suhail bin Amr alhit Bin Hisyam lalu ditegur oleh Allah subhanahu wa taala tidak boleh mendoakan laknat bagi orang-orang ini ditegur oleh Allah Subhanahu waala tidak boleh dengan Allah turunkan firman Allah tadi dalam surah e Ali Imran 128 tadiaka Minal amriun tidak ada hak apapun bagimu dalam urusan mereka itu dan ternyata benar Pak ternyata benar bahwasanya di kemudian hari ternyata tiga orang yang sempat didoakan laknat oleh nabi kita Muhammad sallallahu alaii wasam ini pada akhirnya mereka masuk Islam Ya mereka masuk Islam menjadi sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam
makanya kemudian Allah menegur Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam namun sekali lagi yang menjadi poin utamanya Kenapa penulis membawakan hadis ini adalah pada firman Allah subhanahu wa taala laaka Minal amriun ya mereka itu bukan urusanmu sama sekali wahai Muhammad Nabi Muhammad ditegur oleh Allah subhanahu wa taala maka Nabi Muhammad pun tidak memiliki kuasa kepada seorang hamba bagaimana lagi dengan makhluk-makhluk lainnya manusia-manusia lainnya yang statusnya di bawah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam lebih-lebih lagi mereka itu tidak memiliki kuasa kepada siapapun ya tidak memiliki daya dan upaya kepada siapun kemudian hadis yang terakhir di dalam bab ini yang dibawakan oleh penulis diriwayatkan pula dalam sahih Bukhari Dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu kata Abu Hurairah Q Fina Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam hina unzila Alaihi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika diturunkan firman Allah subhanahu wa taala berikut kepada dirinya yaitu firman Allah subhanahu wa taala waira alrin surat asyuara ayat 214 yang artinya Sampaikanlah peringatan kepada keluargamu yang terdekat ini perintah Allah subhanahu wa taala kepada Nabi Muhammad Sampaikanlah peringatan itu kepada keluargamu yang terdekat maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam langsung berdiri langsung berdiri mereka memanggil orang-orang Quraisy kata Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yaar is wahai sekalian orang-orang Quraisy kata nabi was tebuslah diri kalian semua maksudnya tebus apa selamatkanlah diri kalian dari siksa Allah subhanahu wa taala dengan melakukan peribadatan kepada Allah subhanahu wa taala dengan mentauhidkan Allah subhanahu wa taala nabi menyeru orang-orang kafir Quraisy Selamatkan diri kalian dari api neraka Aku tidak akan mampu menolong kalian sama sekali kata Nabi Muhammad Sallahu alai wasallam Aku tidak akan mampu menolong kalian sama sekali Nabi kemudian memanggil pamannya ya Abbas IBN Abdul Muthalib wahai Abbas IBN Abdul Muthalib la minallahian Saya tidak akan mampu menolongmu sama sekali yaofiah am rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam wahaiofiah bibinya Rasullah wasam Aku tidak akan mampu menolongmu sama sekali ..uhammad wahaiahri... Muhammad Mintalah harta kepadaku Apun yang kamu miliki Apun yang kamu kehendaki namun ketahuilah kata muhamm was akan tetapi aku tidak akan mampu menyelamatkanmu sama sekali aku tidak akan mampu menyelamatkanmu sama sekali maka inti dari hadis ini bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam terhadap anggota keluarga beliau sendiri pun beliau tidak mampu menolong mereka ya nabi tidak mampu menolong orang-orang terdekat mereka
orang-orang terdekat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dimulai dari orang-orang Quraisy sukunya nabi nabi tidak akan mampu menolong mereka dimulai dari keluarga besar keluarga terdekat nabi dari Abbas Paman beliau Bibi beliau bahkan Putri beliau sendiri nabi tidak akan mampu menolong mereka seandainya mereka tidak beriman ya makanya dalam hadis lain Nabi Sallallahu alaii wasallam mengatakan Man bataa bihi amaluhu lam Yusri bihi nasabuhu ya Barang siapa yang amalnya lambat maka nasabnya tidak akan bisa mempercepatnya Maksudnya apa orang-orang yang ada hubungan kekerabatan dengan nabi meskipun dia termasuk dalam golongan keluarga Nabi Seandainya dia tidak beriman maka Hubungan kekerabatan dengan hubungan kekerabatan dengan nabi sallallahui wasallam itu tidak akan memberikan pengaruh sama sekali ya semata-mata memiliki kekerabatan dengan nabi itu sama sekali tidak akan menolong seseorang ya Seandainya mereka tidak beriman namun yang menjadi pelajarannya sekali lagi adalah penulis ingin menunjukkan bahwasanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pun tidak mampu menolong keluarga-keluarga terdekat beliau tidak mampu menolong keluarga-keluarga terdekat beliau maka bagaimana lagi dengan orang-orang yang berada di bawah nabi Sallahu Alaihi wasam tingkat kesannyakat keutamaannya tingkat kesempurnaannya tidak seperti nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana mungkin mereka bisa menolong mengabulkan doa memberikan Hidayah dan seterusnya sedangkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam saja tidak mampu Maka itulah dia Kenapa penulis membawakan hadis ini dan demikian yang kita bahas pada bab kali ini intinya penulis ingin menunjukkan di sini apapun itu bentuk sesembahnya yang disembah selain Allah maka mereka semua adalah makhluk-makhluk Allah yang lemah yang mereka membutuhkan pertolongan dari allah subhanahu wa taala
kita cukupkan kita Insyaallah akan bertemu lagi di bulan Januari Insyaallah tahun depan ya mudah-mudahan ada manfaatnya lebih kurangnya mohon maaf
wasallallahu ala Nabiyina Muhammad wa ala alihi wasohbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfira astagfiruka wa atubu ilaik su asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam