Kesyirikan pada Jimat (Kitab Tauhid)
Ustadz Muhammad Rezki Hr حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
/
Bismillahirrahmanirrahim, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillah bapak-bapak ibu-ibu para hadirin dan hadiratillah usannya memanjatkan rasa syukur kita dan memuji Allah subhanahu wa taala atas berbagai nikmat yang Allah berikan kepada kita yang mana pada malam hari ini salah satu nikmat tersebut adalah kita kembali diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk bisa berkumpul dalam rangka melanjutkan pelajaran kita membaca kitabut tauhid karya Syekh Muhammad atamimi rahimahullahu taala rahmatan wasiatan
langsung saja kita akan melanjutkan pelajaran kita dari mana kita berhenti di pekan yang lalu maka sebagaimana sudah saya Sebutkan dimulai dari bab ini dimulai dari pertemuan ini Bapak Ibu sekalian kita akan membahas tentang berbagai jenis kesyirikan baik itu nanti Syirik besar ataupun Syirik kecil dan sekali lagi sebagaimana sudah pernah saya singgung prinsipnya kita agar semakin komplit pemahaman kita terhadap sebuah topik kita harus mempelajari kedua sisi kita harus tahu kebaikan itu seperti apa dan kita juga harus tahu kejelekan itu seperti apa. Kita tahu cara mentauhidkan Allah Seperti apa maka kita juga harus tahu bentuk kesyirikan seperti apa sebagaimana perkataan sahabat huzaifah IBN yamanu yalu rasulullahallahu Alaihi wasallamir, kata sahabat haifah in Yaman dulu para sahabat mereka biasa bertanya kepada Rasulullah su wasallam tentang kebaikan kebaikan itu seperti apa, apa saja jenisnya, dan seterusnya. Namun kata huzzaifah Adapun aku terbiasa dulu bertanya kepada Rasulullah tentang kejelekan orang, tanya tentang kebaikan aku, bertanya tentang kejelekan kejelekan itu seperti apa ya makatan Audri karena aku khawatir kejelekan tersebut bisa menimpa diriku. orang kalau tidak tahu yang mana yang jelek dikhawatirkan bisa dia terjerumus kepada kejelekan tersebut. makanya ini salah satu motivasi kita untuk mempelajari jenis-jenis kesyirikan pada praktiknya di lapangan Seperti apa dalam rangka kita berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalamnya. yang salah satu jenis kesyirikan adalah apa yang akan kita baca pada kesempatan malam hari ini.
baik kita baca bab yang berikutnya, babun minasirki Halaman 33, kita masuk tes masuk kepada halaman ke-33 akan kami bacakan bab termasuk Syirik adalah memakai gelang dan benang dan sejenisnya untuk menangkap baha dan atau menolaknya baik lanjut baca ayatnya dan FirmanNya katakanlah bahasa Arabnya dulu bahasa Arabnya dulu qulum qulitumunahiah alayah dan firman... .. Muhammad kepada orangorangangkanlah kep t yang orang yang berserah diri bertawakal Quran surah azzumar ayat 38 baik ini dia jenis kesyirikan yang pertama yang disampaikan oleh penulis Yang hendaknya kita sangat berhati-hati dari jenis kesyirikan ini yaitu beliau Tuliskan babun minasirki penjelasan tentang di antara jenis kesyirikan lubsul halaqah walhaid yaitu memakai gelang dan benang ya memakai gelang dan benangahwihima atau memakai yang sejenis dengan hal tersebut Lil bala untuk mengangkat bahaya menolak bala au dafiha ya atau untuk menolaknya ya. Sehingga sebelum kita baca Saya ingin Jelaskan beberapa poin terkait judul ini terlebih dahulu.
yang pertama yang akan kita bahas adalah masalah sesuatu entah itu dia bentuknya dipakai dikalungkan atau digantungkan apapun bentuknya dipasang maka itu semua akan termasuk dalam pembahasan kita Pada kesempatan kali ini karena penulis tadi menyebutkan ee lubsu ya memakai gelang dan benang bukanlah yang dimaksudkan oleh penulis terbatas pada sesuatu yang digantungkan di tangan tapi jimat-jimat yang dimaksudkan di sini tidak terbatas pada yang digantungkan di tangan entah itu dia dikalungkan ditempelkan Dit temembok apapun bentuk jimatnya maka itu termasuk kesyirikan ini poin yang pertama, jadi nanti bentuk pemakaiannya itu umum.
yang kedua jimat yang dimaksudkan oleh penulis di sini sebagai bentuk kesyirikan yaitu kalau disebutkan di dalam judul Hanya dua yaitu gelang atau benang ya gelang atau benang namun tidak terbatas pada gelang atau benang yang terlarang jimat-jimat yang terlarang namun Apun itu bentuknya ya Apun bentuk jimatnya dan Apun bentuk pemakaiannya kalau itu jimat maka terlarang di sini beliau hanya menyebutkan dua contoh yaitu gelang dan benang pada judul ini maka semua yangemisal dengan hal tersebut termasuk dalam larangan kalau itu adalah statusnya sebagai jimat ada yang bisa Sebutkan Pak kalau saya dulu dulu di satu daerah saya tahu yang digantungkan itu cermin Pak, cermin, gunting ya ini untuk bayi biasanya untuk menolak Bahaya atau di sebagian daerah itu dia sama seperti disebutkan di sini benang ya benang digelangkan sama juga untuk menolak bahaya sehingga apapun itu bentuknya ada juga nanti kerang kita baca orang Arab dulu dia kerang-kerangan dia Gantungkan kerang ini cangkang kerang dia Gantungkan dianggap ini sebagai jimat maka ini juga termasuk yang terlarang sehingga Apun itu bentuk jimatnya dan bagaimanapun cara pemakaiannya termasuk yang terlarang dan coba kita perhatikan pada judul yang disampaikan oleh penulis tadi ada dua untuk mengangkat bala atau untuk menolak bala
Apa perbedaannya dua istilah ini mengangkat bala dan untuk menolak bala, perbedaannya mengangkat bala mengangkat Bahaya atau mengangkat cobaan itu sudah jatuh cobaan itu sudah terjadi sudah menimpa seseorang bala itu sudah menimpa seseorang misalnya dia ditimpa sakit lalu kemudian sebagian orang dia memakai jimat dalam rangka menyembuhkan penyakit itu misalnya ini yang disebut disebut sebagai rf'ul bala mengangkat Bahaya atau mengangkat cobaan Adapun daf'ul bala belum terjadi dalam rangka pencegahan kalau tadi pengobatan kalau yang kedua ini adalah dalam rangka pencegahan maka seperti ini juga terlarang jadi yang namanya jimat apapun bentuknya bagaimanapun caranya entah itu tujuannya untuk mengobati atau untuk mencegah termasuk juga tujuannya adalah dalam rangka mendatangkan kebaikan Pak Ya sebagian jimat itu digunakan niatnya untuk mendatangkan kebaikan supaya lebih laris supaya lebih memikat supaya lebih yang lain-lainnya untuk mendatangkan kebaikan maka ini juga termasuk terlarang. itulah yang akan kita bahas Pada kesempatan kali ini, intinya penulis ingin menunjukkan Apapun bentuk jimatnya, bagaimanapun metodenya, jimat tersebut digunakan maka itu semua termasuk dalam kesyirikan dan sudah pernah kita singgung masalah kesyirikan
Syirik itu ada dua pak, ada Syirik Akbar Syirik asghar Syirik besar dan Syirik kecil. maka Apa hukum menggunakan jimaat, Apakah dia termasuk Syirik besar ataukah Syirik kecil tergantung daripada kondisi hati seseorang. pada asalnya seseorang itu dia menggunakan jimat itu termasuk Syirik kecil Kalau dia berkeyakinan yang namanya jimat itu hanya sebab dia yakin yang mendatangkan perlindungan itu Allah yang menolak bahaya itu Allah yang mendatangkan kebermanfaatan itu Allah jimat ini cuma perentara untuk mendatangkan Pertolongan Allah jimat ini hanya perentara misalnya maka orang-orang yang melakukan demikian dia terjerumus kepada Syirik kecil. Adapun kalau seseorang dia berkeyakinan jimat tersebutlah yang secara langsung mendatangkan kebermanfaatan, jimat tersebutlah yang secara langsung menolak bahaya, maka dalam kondisi seperti ini dia terjerumus kepada Syirik besar. sehingga letaknya adalah letak perbedaannya adalah bagaimana kondisi hatinya, kondisi hati si pelaku yang menggunakan jimat ini dia berkeyakinan jimat tersebut hanya perantara sedangkan Allah Yang intinya yang memberikan manfaat dan mudarat ataukah dia berkeyakinan jimat sendiri yang mendatangkan manfaat dan mudarat
titik perbedaannya di sana kemudian tadi penulis membawakan dalil yang pertama untuk menunjukkan tentang terlarangnya dalam Islam menggunakan jimat dan bahwasanya Barang siapa yang dia menggunakan jimat sungguh dia telah melakukan salah satu jenis kesyirikan. beliau membawakan di sana dalam surat azzumar ayat 38 kata Allah subhanahu wa taala Qul afaritum Ma taduna min dunillahi in Ar in in arani Allahu bidurin halhun halhunna kasifaturihi-Katakanlah wahai Muhammad kepada orang-orang musyrik itu Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah itu yaitu tentang sesembahan-sesembahan mereka selain Allah tentang berhala-berhala mereka itu jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku Apakah berhala itu dapat menghilangkan kemudratan itu dan sebaliknya jika Allah menghendaki untuk melimpahkan suatu Rahmat kepadaku Apakah mu mereka itu menahan Rahmat dari Allah subhanahu wa taala itu Katakanlah cukuplah Allah Bagiku hanya kepadanyaal hanya kepada Allahlah orang-orang yang berserah diri itu mereka bertawakal
maka pada ayat ini Allah subhanahu wa taala menjelaskan tentang kondisi para pelaku kesyirikan yaitu para pelaku kesyirikan Syirik Akbar ya ayat ini membicarakan tentang para pelaku Syirik Akbar orang-orang yang mereka menyembah berhala Allah sebutkan tentang di antara titik kesyirikan mereka itu adalah mereka berharap dan bergantung kepada para sesembahan-sesembahan selain Allah itu kepada para berhala-berhala itu mereka bergantung dalam hal menolak mudarat dan mendatangkan manfaat mereka berkeyakinan Ya sebagian mereka berkeyakinan yang namanya berhala-berhala ini sebagai mereka tentunya mereka berkeyakinan di antara berhala-berhala ini mereka bisa mendatangkan kemudaratan dan bisa menolak ee Maaf menolak kemudaratan dan bisa mendatangkan kebermanfaatan maka di sini meskipun ini konteksnya Allah Sedang menyinggung dan sedang mengkritik orang-orang yang mempraktikkan kesyirikan yaitu Syirik Akbar maka penulis menggunakan ayat ini untuk membantah orang orang-orang yang juga ee orang-orang yang terjerumus dalam Syirik kecil Apa itu Syirik kecil yang beliau bahas dalam konteks ini yaitu orang-orang yang menggunakan jimat ya orang-orang yang mereka menggunakan jimat Meskipun mereka berkeyakinan bahwasanya yang mendatangkan mudarat yang menolak mudarat dan mendatangkan manfaat itu adalah Allah subhanahu wa taala. namun pada hakikatnya mereka juga sudah terjerumus kepada perbuatan kesyirikan karena ada unsur ketergantungan terhadap jimat tersebut
baik ini dalil yang pertama yang dibawakan oleh penulis intinya dari ayat ini Allah subhanahu wa taala ingin menunjukkan kepada kita dan ini adalah keyakinan kita orang-orang yang beriman orang-orang yang bertauhid bahwasanya yang berhak yang mampu untuk mendatangkan manfaat dan yang mampu untuk menolak mudarat berbagai mara bahaya itu adalah Allah subhanahu wa taala ini bukan urusan jimat jimat itu tidak ada apa-apanya ya yang mampu mendatangkan manfaat yang mampu menolak mudarat itulah dia Allah subhanahu wa taala semata inilah di antara konsekuensi tauhid ya di antara konsekuensi tauhid Barang siapa yang dia mengaku sebagai orang yang bertauhid maka bagi dia untuk beriman yang mampu mendatangkan manfaat berbagai kebaikan kepada saya hanya Allah yang mampu menolak mudarat dari saya menolak berbagai marab bahaya hanya Allah subhanahu wa taala tidak ada yang lain selain Allah baik kita baca hadis yang berikutnya hadis yang berikutnya t hadis yang berikutnya ah was Arya imr bin Hah menutkanahasahaii was maki-akiak gelang yang kuninganak nya dari sahabat yang mulia Imran bin Husin radhiallahu anhuma Imran adalah sahabat Husin adalah sahabat nabi jadi anaknya dan bapaknya kedua-duanya adalah sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam makanya di sana kita sebutkan radhiallahu anhuma Semoga Allah meridai keduanya kata Imran bin Husain Anna Nabi Shallallahu Alaihi wasallama rulan fiadihi halqatun minfrin Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah melihat seorang laki-laki memakai gelang yang terbuat dari Kuningan kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bertanya Ma Hadi apa gelang Kuningan yang kamu pakai ini kata orang tersebut Minal wahina ini di antara gelang ini adalah gelang untuk menangkal penyakit gelang ini untuk menangkal penyakit lu nabiaraegas mengatakan lepaskan akhirat termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi
maka Bapak Ibu sekalian rahimani wa rahimakumullahu Jamian kita lihat lagi dari awal tadi ada pelajaran yang menarik dari hadis ini Imran bin huseain mengatakan bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam melihat seorang laki-laki memakai gelang yang terbuat dari Kuningan yang menarik di sana dalam riwayat ini dalam riwayat Imam Ahmad ini Imran Bin Husein tidak menyebutkan siapa laki-laki tersebut tidak disebutkan namanya Padahal kalau Imran bin Husain mau ya Bisa saja dia sebbutkan ya nabi pernah melihat Si Fulan menggunakan gelang dari Kuningan yang itu adalah Jiman yang menarik dari kisah tersebut adalah terdapat riwayat lainnya yang menjelaskan bahwasanya laki-laki tersebut adalah Imran bin Husain sendiri dirinya sendiri tapi dia tidak menyebutkan bahwasanya itu adalah dirinya. maka Bapak Ibu ikhwan akhwat rahimani warahimakumullahu Jamian dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwasanya Kalau tidak ada kebutuhan seseorang itu dia menyebutkan bahwasanya dulu dia pernah terjerumus kepada sebuah perbuatan dosa maka pada asalnya tidak boleh seseorang itu menyebutkan dirinya pernah terjerumus pada perbuatan dosa termasuk dalam hal pertanyaan Pak, sudah sering kita singgung sudah sering saya sampaikan terkait hal ini ya sering kasusnya dalam tanya jawab seseorang dia ingin tahu cara bertaubat dari sebuah perbuatan dosa dia sampaikan Ustaz saya melakukan dosa demikian dan dosa demikian
Bagaimana cara bertobatnya bagaimana cara berhentinya maka tidak usah disebutkan bahwa diri Anda melakukan dosa pada asalnya dosa itu kita sembunyikan pak tidak boleh hukumnya haram hukumnya seseorang itu menceritakan bahwasanya dia telah melakukan dosa demikian dan dosa demikian makanya tadi Imran bin Husain dia menyembunyikan dia tidak Sebutkan bahwasanya dirinya yang melakukan perbuatan tersebut Tapi terdapat riwayat lain dari para prawi yang berbeda yang menyebutkan bahwasanya laki-laki itu adalah Imran Bin Husein sendiri tapi yang meriwayatkan adalah orang lain bukan dirinya sendiri ya termasuk juga Bapak Ibu sekalian ya tadi Imran Bin Husein dia menyebutkan ada laki-laki dia menggunakan jimat dalam banyak hadis kita dapati para sahabat Terkadang mereka tidak menyebutkan nama pelaku dalam sebuah kejadian bukan diri mereka sendiri ya bukan diri mereka sendiri misalnya mereka menyebutkan datang laki-laki kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lalu dia berkata demikian demikian wahai W Rasulullah Saya telah berzina Misalnya ini oleh para sahabat terkadang tidak disebutkan namanya karena memang pada asalnya aib seseorang itu ya atau pelaku maksiat itu kalau tidak ada kebutuhan maka tidak usah diekspos ya tidak usah diekspos siapa pelakunya termasuk para sahabat Dulu ketika ada seeorang dia terjerungus pada kesalahan namun ada kebutuhan untuk meriwayatkan hal tersebut dalam rangka orang-orang mengambil pelajaran mereka tetap tidak menyebutkannya kecuali memang ada maslahat yang besar di sana disebutkan siapa pelakunya barulah kemudian mereka menyebutkan pelakunya siapa namun kalau Pelajaran utamanya adalah Bagaimana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam misalnya Contohnya bagaimana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menanggapi pelaku zina ya tidak ada kebutuhan mengetahui siapa pelaku zina ini di zaman Nabi ada orang yang berzina tidak ada kebutuhan disebutkan siapa pelaku zinanya maka tidak disebutkan oleh periwayat hadis tersebut siapa yang berzina
Nah demikian juga yang dilakukan oleh Imran bin huseain dia tidak Sebutkan siapa pelaku dosa tersebut kemudian disebutkan laki-laki tersebut dia memakai gelang dari Kuningan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian bertanya apa ini apakah ini baru dijawab oleh si laki-laki tersebut gelang ini adalah untuk menangkal penyakit untuk menolak bala menolak marah bahaya sehingga dari sana kita bisa mengambil pelajaran yang lainnya di antara fikih Amar Makruf nahi mungkar kalau masih ada peluang lain ini bukan kemaksiatan ini mungkin ditahmil mungkin Adanya kemungkinan lainnya ya masih ada kemungkinan lainnya dari perbuatan ini ya masih mungkin digolongkan bukan perbuatan maksiat maka masih Ee Kita dituntut untuk melakukan tabayun terlebih dahulu kita konfirmasi terlebih dahulu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika melihat Imran bin Husain menggunakan gelang Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam melihat Imran menggunakan gelang nabi tabayun terlebih dahulu ini apa setelah jelas ternyata niat menggunakan gelang tersebut adalah untuk jimat baru Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengingkarinya baru adanya nahi mungkar di sana sehingga karena di sana masih ada peluang ya di sana masih ada peluang Imran Bin Husein menggunakan gelang tersebut bukan untuk jimat ya.
Sehingga Bapak Ibu sekalian terkait jimat yang digantungkan atau sesuatu yang digantungkan gelang yang digunakan di tangan maka di sana ada tiga peluang peluang yang pertama seseorang menggunakan jimat tersebut dalam kondisi dia tidak tahu apa-apa ya dia tidak tahu apa-apa dan dia tidak menggunakan jimat tersebut sebagai tujuannya jimat maka hal seperti ini tidak termasuk dalam kesyirikan ya Orang dia tidak tahu niat dia cuma mau pakai gelang dia nilai ini sebagai sesuatu yang baik Misalnya sesuatu yang indah sesuatu yang artistik ya terlepas dari hukum membahas atau memakai gelang bagi laki-laki Apa hukumnya ini pembahasan yang terpisah namun kalau dia memakai gelang-gelang tertentu atau memakai kalung-kalung tertentu Tidak ada niat dia Jadikan ini sebagai jimat ya maka ini tidak teranggap sebagai kesyirikan yang banyak Bapak Ibu sekalian perlu diketahui di Turki orang Turki itu punya jimat yang ini sudah mengakar kuat dalam tradisi mereka jimatnya itulah yang disebut sebagai Blue Eyes itu mata biru ya lingkaran-lingkaran berwarna biru di tengahnya ada titiknya lalu melingkarmmelingkar ini adalah jimat dalam kepercayaan orang-orang Turki yang ini tersebar di mana-mana mereka gunakan ini di kesarian mereka ya bantal kasur souvenir-suvenir itu dibuat dalam bentuk seperti itu ada simbol-simbol seperti itu simbol Blue Ice
Nah maka contohnya kalau orang-orang yang kemudian mereka berwisata di sana tidak tahu menahu bahwasanya ini jimat lalu dia beli misalnya terpampang jimat tersebut di tas dia pakai tas tersebut dia tidak ada niat menggunakan tas tersebut sebagai jimat maka ini tidak termasuk dalam kesyirikan ya Tergantung daripada niat dia sehingga ada tiga peluang peluang yang pertama ini bukan kesyirikan peluang yang kedua bisa jadi dia Syirik kecil seseorang dia menggunakan Jim kita tanya niat Anda menggunakan jimat ini seperti Apa keyakinan Anda terkait jimat ini seperti apa kalau dia mengatakan ini hanya sebab supaya Allah melindungi saya supay Allah menjaga saya maka itu termasuk dalamirik kecil ataupun kalau dia beranggapan jimat inilah yang bisa melindungi saya maka itu kemudian termasuk dalam Syirik besar namun kembali lagi ke pembahasannya poinnya ketika kita mendapa suatu kasus ada kemaksiatan ini masih ada kemungkinan peluang yang lainnya ini bisa jadi Bukan maksiat bisa jadi bukan kesyirikan tergantung niat dia maka di sana Kita perlu untuk mengkonfirmasi terlebih dahulu Apa maksudnya Apa tujuannya ternyata tujuannya memang oleh laki-laki ini eh gelang tersebut digunakan sebagai jimat baru nabi mengatakan inziha cabut jimat tersebut karena sesungguhnya Kamu tidak akan mendapatkan kan dari jimat tersebut melainkan kelemahan Ya.
Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di sana menjelaskan tentang realita Pak orang-orang yang mereka menggunakan jimat tidak lain yang mereka akan dapatkan itu adalah kelemahan lemah hatinya lemah jiwanya Pak orang-orang yang terbiasa menggunakan jimat-jimat apapun itu bentuknya Pak kita dapati jiwa mereka itu sangat rapuh Pak sangat mudah dihinggapi waswas sangat mudah dihinggapi kekhawatiran dan kegelisahan ini sebagai hukuman yang Allah berikan kepada orang-orang yang mereka menggunakan jimat silakan diamati Pak orang-orang yang mereka menggunakan jimat-jimat seperti seperti itu apapun bentuknya jiwa mereka itu adalah jiwa yang rapuh berbeda dengan orang-orang yang bertauhid yang senantiasa bergantung kepada Allah subhanahu wa taala maka jiwa-jiwa mereka itu adalah jiwa-jiwa yang kokoh jiwa-jiwa yang tegak tidak gampang gelisah tidak gampang waswas tidak gampang khawatir jiwa-jiwa mereka adalah jiwa-jiwa yang tenang Pak orang-orang yang mereka bertauhid dan bertawakal kepada Allah subhanahu wa taala ya makanya mudah bagi para sahabat dulu ya untuk menang di dalam peperangan melawan kaum musyrikin itu Pak, mudah Pak, karena mereka yang pertama secara mental itu sudah kalah duluan mental kaum musyrikin itu adalah mental-mental yang lemah banyak takutnya banyak khawatirnya yang menguatkan mereka untuk melakukan peperangan itu adalah terkadang hanya semangat fanatisme semangat kesukuan ya hanya ingin mendapat gelar sebagai orang yang pemberani ini yang mendorong mereka untuk maju ke medan perang Pak.
karena jiwa mereka itu pada asalnya adalah jiwa-jiwa yang lemah berbeda dengan para sahabat dengan kaum muslimin yang mereka mempraktikkan tauhid jiwa-jiwa mereka adalah jiwa-jiwa yang tenang jiwa-jiwa yang kuat itulah yang disebutkan oleh Nabi Sallallahu alaii Wasallam orang-orang yang memakai jimat yang mereka Gantungkan itu tidak lain yang mereka dapatkan itu adalah kelemahan lalu kata Nabi Sallallahu wasallam kalau kamu mati dalam keadaan kamu masih menggunakan jimat tersebut maka selama-lamanya kamu tidak akan beruntung sehingga pelajaran utamanya Bapak Ibu sekalian ikhwan dan akhwat rahimani warahimakumullahu Jamian dari hadis ini sangat jelas tentang Terlarang nya menggunakan jimat bahkan jimat termasuk salah satu bentuk kesyirikan di dalam agama kita Apun cara pemakaiannya entah itu dikalungkan digelangkan ditempel ditembok dan Apun itu bentuknya sekali lagi entah itu benang entah itu gelang entah itu kalung termasuk juga p yang akhir-akhir ini mulai muncul lagi entah itu bentuknya foto ya Foto siapun itu fotonya sesaleh apapun itu orangnya setinggi apapun itu derajat kewaliannya tidak bisa mendatangkan manfaat tidak bisa menolak mudarat kalau seseorang itu dia berkeyakinan foto ini bisa mendatangkan mudarat bisa menolak mudarat mendatangkan manfaat maka sungguh dia telah terjerumus kepada kesyirikan
baik hadis berikutnya hadis berikutnya ...u artinya diriwayatkan oleh Imam Ahmad Imam ahmul Dar bin am yang syirikan maka Bapak Ibu sekalian rahimani warahimakumullahu Jamian hadis ini sangat jelas ya kalau hadis yang pertama tadi kita tidak melihat adanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan kata-kata yang menggunakan jimat dia telah berbuat Syirik hanya di sana menunjukkan keharamannya Nabi Sallallahu alaihi wasallam pada hadis yang pertama kita baca tadi hanya melarang sahabat Imran Bin Husein untuk menggunakan jimat cabut itu nah pada hadis ini semakin jelas lagi nabi am menyebutkan yang namanya jimat itu adalah Syirik ya diriwayatkan dari ee Imam Ahmad dari ubah bin Amir dalam hadis yang marfu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda Barang siapa Man taqimatan Fala atamallahu lahu Barang siapa yang menggantungkan tamimah maka Allah tidak akan mengabulkan keinginannya Allah tidak akan menyempurnakan hajatnya. Barang siapa yang menggunakan kan tamimah apa itu tamimah tamimah intinya adalah jimad jimad yang dulu digunakan oleh orang-orang Arab bentuknya mereka kalungkan di leher anak-anak Pak ya sehingga tidak jauh beda Pak praktik zaman dulu dengan zaman sekarang di tempat kita saya tahu dalam beberapa kebudayaan yang marak praktik penggunaan jimat itu adalah untuk anak-anak kecil.
anak-anak kecil dipakaikan kalung tertentu dipakaikan gelang tertentu terkadang di ayunannya di ungkan jimat-jimat tertentu dalam rangka katanya perlindungan untuk anak ini ya orang Arab Dulu mereka punya tiga tujuan menggantungkan kalung pada anaknya untuk menyembuhkan Anak ini kalau dia sakit atau untuk mencegah penyakit atau untuk mendatangkan kebaikan untuk anak ini mereka berharap dengan adanya jimat ini semakin bertambah kebaikan kepada anak ini maka ini tujuan orang-orang Arab di zaman dulu yang ini berlaku kaidah ini umum ya apapun bentuk jimatnya tidak terbatas sebagaimana perbuatan orang-orang Arab di zaman dulu dalam riwayat lainnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga mengatakan atau dalam lanjutan hadis tersebut waman Watan Fala wallahu lahu ya Apa bedanya yang pertama dengan yang kedua yang pertama tadi tamimah tamimah itu adalah semacam kalung yang di benang yang dikalungkan kalau wadaah wadaah itu adalah tadi saya Sebutkan semacam kerang Pak ya semacam kerang ee apa kalau di tempat kita semacam kerang yang digunakan untuk main congklak itu pak ya Ada bayangan kerang-kerangan yang digunakan untuk main conklak itu
nah ini untuk orangor Arab dulu menjadikan Hewan seperti ini sebagai jimat ya wallahuam mungkin di zaman dulu mereka sesuatu yang unik ya tidak ada laut mungkin di tengah burun ketika mereka mendapatkan Hewan seperti ini ini dianggap Sakti digunakan sebagai jimat ya maka hal seperti itu kata Nabi Sallallahu wasallam tidak akan memberikan ketenangan kepada dirinya dalam lafaz yang lainnya sangat jelas sekali Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan manqimatan FAQ as Barang siapa yang dia menggantungkan tamimah menggantungkan jimat maka sungguh dia telah berbuat kesyirikan kita baca hadis yang terakhir pada bab ini hadis berikutnya an hudzaifah annahua rulan fiadihiidun Minal humah faqahahu taala w w Yu akaruhum Billahi illa wahum musyrikunahnu Abi Hatim artinya dari hudzaifah Bah Melat seorang laki-laki yang di tangannya ada benang untuk menangkal sakit panas maka dia dan seb bes Dar m ber kepada allahah di riwayatkan dari sahabat hudzaifah Ibnu Yaman radhiallahu Anhu ya
Sehingga ini kejadiannya adalah di zaman sahabat bukan kejadian yang dialami oleh e bukan terjadi antara Rasulullah sallahuaii Wasallam dan para sahabat namun ini dialami oleh sahabat huzaifah huzaifah melihat seorang laki-laki di tangannya ada Tami ada ada gelang ya atau ada benangitun ada benang Minal Huma yaitu untuk menangkal Demam Dia gunakan Gang ini dengan keyakinan ini bisa menangkal demamqah maka huzaifah sendiri yang memutuskan benang tersebut diputus oleh huzzaifah Ibnu yamanu sambil dia membacakan firman Allah subhanahu wa taala untuk menunjukkan bahwasanya perbuatan tersebut adalah perbuatan kesyirikan kata huzaifah Ibnu Yaman dia mengutipkan firman Allah subhanahu wa taala yang artinya dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah melainkan dalam keadaan mereka mempersekutukan Allah subhanahu wa taala dengan sesembahan yang lainnya sehingga intinya huzzaifah Ibnu Yaman membawakan ayat ini untuk menunjukkan bahwasanya perbuatan orang tersebut menggunakan gelang untuk menangkal demam itu adalah di antara perbuatan kesyirikansehingga Bapak Ibu sekalian sekali lagi intinya dari bab ini kita mengetahui di antara contoh perbuatan kesyirikan adalah orang-orang yang menggunakan jimat apapun tujuannya entah itu untuk menyembuhkan penyakit menolak penyakit mendatangkan kebermanfaatan apapun bahannya entah itu benang Kuningan foto kerang atau yang lainnya dan bagaimanapun caranya entah itu digantungkan dikalungkan ditempel ditembok digelangkan dan seterusnya maka itu semua kalau dia berkeyakinan itu sebagai jimat maka itu semua termasuk perbuatan yang terlarang bahkan termasuk ke dalam salah satu jenis kesyirikan
wallahuam mudah-mudahan ada manfaatnya, mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala melindungi kita semua dari perbuatan kesyirikan kita cukupkanah Nabiyina Muhammad...