Jaminan Allah dan Rasul-Nya
(Kitab Tauhid)
Ustadz Muhammad Rezki Hr, Ph.D
حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Kitabut TauhidBab 62: Tentang Jaminan Allah & RasulNya
QS. An Nahl: 91
Faedah ayat:
Hubungan bab ini dengan tauhid: ketika dia bertauhid maka akan semakin beradab dengan Allah dan sebagai bentuk beradab kepada Allah subhanahu wata'ala jika dia berjanji wajib ditepati apalagi sampai membawa nama Allah.
Berjanji dengan nama Allah Subhanahu wata'ala, maka janji dalam sudut pandang seseorang menyebutkan nama Allah atau tidak dalam janjinya, ada 2:
~ Janji yang berkaitan dengan sendiri.
Mis: memotivasi dirinya untuk meningkatkan amal.
# Baik berjanji atas nama Allah atau berjanji secara langsung, kata para ulama boleh dibatalkan tidak berdosa tp harus membayar kafarah.
# Dengan catatan dibolehkan membatalkan janji tersebut ketika ada yang lebih bermaslahat bagi dirinya dibanding janji yang sudah diucapkan.
Dalil: hadits Nabi
~ janji berkaitan dengan pihak lain dengan membawa nama Allah
--> Terlarang secara mutlak untuk dibatalkan.
Hadits kedua:
# Perbedaan pendapat diantara ulama mengenai siapa yang mendapat pilihan membayar jiyiah:
~ yang boleh membayar jiyiah hanya ahli kitab
~ yang boleh membayar jiziyah hanya ahli kitab dan majusi
~ jiziyah berlaku untuk semuanya.
Wallahu alam pendapat terkuat adalah pendapat yang kedua.
Diantara kesempurnaan tauhid seseorang dia ¥✓|tidak boleh melanggar janji
# Tidak boleh bermudah2an memberikan jaminan atas nama Allah dan Rasul-Nya tp atas nama sendiri/pribadi.
Bab 63: Larangan Banyak Bersumpah Atas Nama Allah
Hadits 1:
Kisah laki2 di jaman Nabi-- Musa
Hadits 2:
Kisah laki2 ahli ibadah
1). Seseorang dia bersumpah atas nama Allah yang berkaitan dengan hukum2 yang jelas.
Mis: demi Allah orang yg tidak beriman masuk neraka.
Ini boleh. Ini sudah jelas. Orang tidak beriman pasti masuk neraka. Itu jelas. Maka hal seperti ini diperbolehkan.
1). Bersumpah atas nama Allah yang isi sumpahnya tersebut adalah bentuk berbaik sangka kepada Allah.
Mis: demi Allah saya akan berhasil dalam hal ini. Isi sumpah bentuk optimisme sehingga pd hakekatnya adalah doa.
3). Ketika seseorang bersumpah untuk merendahkan orang lain.
Mis: demi Allah kami akan masuk neraka dengan perbuatan tersebut.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم