Bersabar atas Takdir Allah (Kitab Tauhid)
Ustadz Muhammad Rezki Hr حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
/
Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, alhamdulillah wabihi nasta'inu ala umuriddunya waddin, wassalatu wassalamu ala asrofil anbiya-i wal mursalin nabiyina muhammadin waala alihi washahbihi ajmain waman tabiahum biihsanin Il yaumiddin, amma ba'dhu. Allahumma 'allimna ma yanfa 'una, wa anfa 'na bima 'allamtana wa zidna 'ilma. Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.
Bapak Ibu ikhwan dan akhwat para hadirin dan hadirat dan pemirsa rahimani warahimakumullahu Jamian waq allahakum januhibbuhuard kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala tanpa henti-hentinya atas berbagai nikmat yang telah Allah berikan kepada kita yang salah satu nikmat tersebut adalah di malam hari ini kembali kita diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk mengerjakan Salah satu ibadah Mulia dalam agama kita setelah kita mengerjakan salat kemudian kita melanjutkan dengan mempelajari tentang agama Allah lebih spesifiknya kita akan mempelajari di antara Bagaimana cara kita untuk mentauhidkan Allah subhanahu wa taala di malam hari ini dengan mengharapkan pertolongan dari allah subhanahu wa taala kita akan melanjutkan pelajaran kita membaca bab yang baru dari kitabut tauhid langsung saja di bab KE30 sekarang silakan dibuka bukunya bagi yang memegang buku panduan di halaman 19 kata penulis Syekh Muhammad atamimi rahimahullahu taala Minal Imani billahiillah termasuk di antara iman kepada Allah subhanahu wa taala adalah bersabar atas takdir Allah subanahu wa taala maka ini bab yang ke-35 yang akan kita baca pada malam hari ini apa hubungannya dengan tauhid maka bersabar atas takdir Allah adalah di antara bentuk kesempurnaan tauhid. Ini hubungannya seorang yang dia mengaku sebagai hamba Allah yang bertauhid dia mengaku hamba Allah yang mengharapkan bisa masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab karena itulah di antara ganjaran yang allahj Allah janjikan kepada orang-orang yang mengamalkan tauhid maka Barang siapa yang menginginkan hal-hal tersebut di antara hal yang harus dia tempuh adalah dia harus bersabar atas takdir-takdir Allah subhanahu wa taala
kita akan lihat pada malam hari ini apa yang disampaikan oleh penulis di dalam bab ini dari beberapa ayat dan hadis yang beliau bawakan namun sebagaimana biasanya ada pengantar yang ingin saya sampaikan inti dari ibadah yang kita pelajari pada malam hari ini adalah masalah sabar maka saya sampaikan pengantar terkait sabar terlebih dahulu Sabar adalah satu-satunya ibadah yang Allah sebutkan dalam al-qur'an yang ganjarannya tidak terbatas kata Allah subhanahu wa taala innama yiruna ajrahum bhairi hisab sesungguhnya orang-orang yang bersabar itu diberi ganjaran yang tidak terhingga oleh Allah subhanahu wa taala maka inilah Dia ibadah yang tidak ada batasannya kita tahu kalau ibadah-ibadah yang lain kisarannya batasan pahalanya dari 10 kali lipat sampai 700 kali lipat semua ibadah yang lain kecuali puasa kecuali sabar maka sabar tidak ada batasannya sehingga Betul tidak ungkapan di tempat kita ya Sabar sih sabar tapi sabar juga ada batasnya Betul tidak ungkapan ini Iya engak salah tidak betul sebagaimana Allah menjanjikan pahala sabar itu tidak ada batasannya pahalanya maka demikian juga dengan sabar yang dipraktikkan seorang hamba semakin besar kesabarannya maka semakin besar pula pahalanya tanpa ada batasannya maka itu di antara perkara yang menunjukkan tentang sabar keutamaan sabar ganjarannya yang tidak terbatas lalu orang-orang Bersabarlah yang juga dicintai oleh Allah subhanahu wa taala innallah wallahu yuhibbusobirin orang-orang yang bersabar akan mendapatkan cinta dari Allah subhanahu wa taala apa yang lebih kita harapkan Pak dari cinta Allah subhanahu wa taala ketika Allah sudah mencintai hambanya apaagi yang lebih diharapkan oleh seorang hamba tersebut maka ini dia caranya untuk mendapatkan cinta dari allahirin Allah cinta orang-orang yang sabar apaula yang ditakutkan oleh seorang atas masalah-masalah di dunia ini sebesar Apun kekhawatirannya sebesar Apun masalah yang dia hadapi ketika dia mengetahui Allah bersamanya tidak ada yang dia takutkan ketika dia mengetahui Allah sedang bersama dirinya dan Allah menjanjikan Allah bersama orang-orang yang sabar ketika kita tahu Allah membersamai kita tidak ada yang kita takutkan tidak ada yang kita khawatirkan yang kebersamaan Allah tersebut adalah kebersamaan yang khusus di antara yang cara di antara carara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan kebersamaan Allah tersebut adalah dengan bersabar
maka Betapa beruntungnya hamba-hamba yang telah Allah berikan dia kesabar makanya kata nabi kita Muhammad Sallahu Alaihi Wasallam tidaklah seorang hamba itu dia diberikan oleh Allah subhanahu wa taala dengan sebuah pemberian yang lebih baik dan lebih besar daripada sabar tidak ada pemberian dari Allah yang lebih baik dan lebih besar lebihi kesabaran maka Betapa beruntungnya seorang hamba ketika dia diberikan kesabaran tersebut oleh Allah subhanahu wa taala dan juga sabar di antara pelajaran yang saya dapati dari guru-guru saya adalah sabar itu merupakan kunci sukses apapun urusannya ibaratnya kunci inggris bisa masuk di manapun ini kunci Inggrisnya bagi seorang muslim dalam dia menjalani kehidupannya sabar urusan jodoh urusan karir urusan menuntut ilmu urusan rumah tangga urusan pertemanan urusan bisnis semuanya Kunci keberhasilan itu adalah sabar orang-orang yang sabarlah yang Allah akan berikan kesuksesan tersebut dalam berbagai Lini dalam berbagai aspek kehidupannya maka itu di antara motivasi bagi kita untuk mempelajari tentang sabar sehingga definisi sabar secara bahasa berasal dari kata AL hababsu yaitu menahan sabar secara bahasa maksudnya adalah menahan sesuatu sehingga secara istilah Sabar adalah menahan lisan dan anggota tubuh dari hal-hal yang menandakan rasa tidak terima terhadap takdir Allah lisan atau anggota tubuhnya dia Tahan agar jangan sampai mengerjakan sesuatu yang itu merupakan tanda dia tidak terima atas takdir Allah serta ya ada tambahannya lagi menahan hati untuk tidak suuz dan marah sebagian orang mungkin ya bisa dia diam ketika dia tidak sabar tubuhnya tidak bergerak ketika dia tidak sabar tapi hatinya dia marah hatinya dia tidak Rida hatinya maka ini bertolak belakang dengan sabar sabar itu terwujud pada lisan pada anggota badan dan juga pada hati. tidak ada suuzon dia kepada Allah tidak ada unsur marah dia kepada Allah subhanahu wa taala tidak ada sama sekali maka itulah yang namanya sabar
sehingga bertitik tolak dari hal tersebut sabar kata para ulama ada tiga jenis sabar ada tiga jenis yang pertama adalah sabar melakukan ketaatan kita dalam melakukan ketaatan itu perlu Sabar Pak betul-betul kita perlu sabar sabar siap-siap berangkat ke masjid perlu kesabaran berwudu apalagi kalau sudah musim dingin sabar untuk menuntut ilmu hadir di pengajian itu perlu kesabaran apalagi kalau sudah musim hujan seperti sekarang maka untuk melakukan ketaatan itu perlu kesabaran ini yang paling sering saya sampaikan ini yang sering saya sampaikan kepada jemaah umrah kalau saya bimbing umrah saya katakan ke jemah umrah Bapak Ibu jangan mau pulang umrah itu cuma bawa pahala umrah tapi pulang umrah itu bawalah pahala sabar bisa Jadi Pahala sabarnya itu lebih besar daripada pahala umrahnya karena ketika kita perjalanan umrah itu betul-betul kesabaran itu diuji karena memang untuk melakukan ketaatan itu kita perlu kesabaran yang kedua untuk meninggalkan kemaksiatan juga perlu kesabaran meninggalkan maksiat itu juga perlu sabar anak-anak muda zaman sekarang internet bebasnya sekarang begitu mudahnya HP canggih-canggih melihat gambar-gambar atau video-video yang hawa nafsu kita menggoda kita untuk membukanya melihatnya ini ada gambar apa ada video apa hawa nafsu kita memanggil untuk melihat hal tersebut maka kemudian perlu kesabaran untuk menahan diri supaya tidak memenuhi seruan dari hawa nafsu tersebut sehingga untuk meninggalkan kemaksiatan juga perlu kesabar baru yang ketigaah inilah yang akan kita bahas pada pertemuan kali ini yaitu sat dua apa t Kenapa yang ketiga karena mencakup satu dua
Baik, saya jelaskan sebuah prinsip terlebih dahulu di dalam agama kita ketika seseorang itu dia dihadapkan dengan dua pilihan memang dia punya pilihan bebas bagi dia untuk memilih maka ketika dia memilih Kebaikan dia memilih untuk taat kepada Allah dalam kondisi dia sebenarnya bebas mau bermaksiat ya mudah melanggar aturan Allah mudah tapi dalam kondisi dia bebas memilih seperti itu dia malah milh Kebaikan dia malah memilih Jalan ketakwaan ini pahalanya lebih besar Pak pahalanya lebih besar dibandingkan orang dia melakukan ketakwaan itu memang dia tidak punya pilihan pilihannya cuma satu ya sudah taat gak ada opsi bagi dia untuk bermaksiat maka orang yang pertama ini lebih besar pahalanya saya berikan contoh kata nabi kita Muhammad sallahuaih wasallam in saya menjamin sebuah rumah di tepian surga bagi orang-orang yang dia meninggalkan debat dalam posisi dia yang benar pak ini dia orang yang kuat itu dia betul kalau dia debat dia menang tapi dia memilih untuk meninggalkan dia punya pilihan mau pilih yang mana bisa dia melakukan dua-duanya tapi dia lebih memilih untuk meninggalkan maka orang ini pahalanya lebih besar ganjarannya diberikan rumah di tepian surga contoh lainnya kata nabi kita Muhammad sallallahu alhi wasallam sabatun yudilluhumullahu fiillih yaumilla illilluh tentang Tujuh golongan yang akan Allah berikan naungan pada hari kiamat di mana tidak ada naungan kecuali naungan Allah saja tiga di antara tujuh tersebut adalah contoh yang saya Sebutkan ini dia punya pilihan tapi dia memilih yang baik pahalanya lebih besar Allah berikan naungan yang pertama adalah imamun adil imam yang adil Pak pemimpin yang adil kita tahu pak pemimpin itu dia punya pilihan bebas dia punya kekuasaan dia punya sumber daya punya uang punya banyak pengikut Seandainya dia mau berbuat zalim begitu mudahnya Kalau dia mau berbuat zalim apalagi kalau dalam konteks di zaman kita sekarang didukung oleh semua partai misalnya oposisi cuma satu partai kalauok dia mau berburat zalim mudah tapi dia ada seorang pemimpin yang dia malah memilih untuk adil pahalanya lebih besar Allah berikan naungan
contoh kedua dalam hadis tadi juga rjulun daat imraatun seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang perempuan yang cantik sudah dalam posisi siap berzina namun dia mengatakan aku takut kepada Allah dia punya pilihan untuk berzina mudah bagi dia untuk berzina tapi dia memilih kebalikannya ganjarannya lebih besar yang ketiga adalah ee para pemuda yang tumbuh dalam syabun Nasya Fi taatillah para pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah ya pemuda ini Pak contohnya beda pemuda dengan orang tua itu apa banyak orang tua itu ya gak punya pilihan lagi mau bermaksiat itu sudah tidak punya pilihan pilihannya cuma ya ke masjid usia sudah segini ya masa masih mau main keelid seperti itu Nah banyak orang tua tuh seperti itu memang itu pilihan dia maksud-maksudnya itu memang kondisi dia menuntut tapi kalau Pemuda dia punya pilihan mau bermaksiat mudah punya waktu punya tenaga punya sumber daya punya duit dan seterusnya tapi dia memilih untuk taat kepada Allah pahalanya lebih besar sehingga prinsipnya dalam agama kita ketika seseorang itu dia punya pilihan dan dia memilih yang baik ganjarannya lebih besar kita kembalikan ke tiga jenis sabar tadi Pak dengan penjelasan saya tadi Berarti yang mana yang lebih besar satu dan dua terlebih dahulu kita bahas s dan du itu lebih besar daripada tig karena orang taat itu dia punya pilihan mau taat atau tidak Allah perintahkan sesuatu dia punya pilihan mau taat terhadap perintah Allah tersebut atau tidak Tapi ketika dia memilih untuk taat inilah Dia contohnya tadi atau ketika orang dia dilarang oleh Allah tidak usah melakukan sesuatu dia memilih untuk tidak melakukan hal tersebut Padahal dia punya pilihan untuk mengerjakannya maka dia bersabar untuk mengerjakan untuk menjauhi larangan Allah tersebut inilah Dia contohnya tadi memilih dalam dua pilihan dia pilih yang baik pahalanya lebih besar Adapun orang bersabar dalam musibah itu Pak dalam banyak kasus Ya gimana lagi sudah terjadi ya sabar Ma mau gak mau ya pilihannya ya sabar ini sabar dalam musibah sepertinya dalam banyak kasus seperti itu sabar kehilangan motor sudah kehilangan Ya sudah kehilangan nyari seperti apapun di CCTV yo peluang kembalinya kecil sehingga mau tidak mau dia memang sabar
Nah itulah Kenapa sabar nomor satu dan nomor dua lebih besar daripada sabar nomor tig tapi kalau kita bandingkan sekarang nomor satu dan nomor dua sabar dalam mengerjakan ketaatan dan sabar dalam meninggalkan maksiat mana yang lebih besar pahalanya sabar meninggalkan larangan sama sabar mengerjakan perintah mana yang lebih besar pahalanya maka jawabannya ada dua pendapat wallahuam saya pribadi menilai yang lebih besar pahalanya adalah sabar mengerjakan ketaatan Apa alasannya karena dalam dalam mengerjakan ketaatan itu kita perlu mengeluarkan usaha ada modal yang kita keluarkan adapun dalam meninggalkan larangan itu cukup abstain cukup berhenti sudah bisa dipahami untuk mengerjakan ketaatan itu kita perlu keluar modal sesuatu Adapun untuk meninggalkan larangan cukup absen tahan diri sudah makanya ketika Allah subhanahu wa taala mengatakan fahum bertakwalah kepada Allah semampu kalian maka di sini pak perlu dirinci ya bertakwa kepada Allah sesuai dengan kadar kemampuan itu adalah dalam hal mengerjakan perintah mengerjakan perintah itu sesuai dengan kemampuan kalau tidak mampu Ya sudah di bawahnya contohnya salat wajib untuk kalau tidak mampu Duduk kalau tidak mampu duduk berbaring mengerjakan perintah itu sesuai dengan kadar kemampuan karena kita memang perlu keluar tenaga keluar modal keluar effort di sana usaha Adapun meninggalkan larangan cukup abstain makanya tidak ada cerita meninggalkan larangan sesuai kadar kemampuan tidak ada karena orang itu pasti mampu meninggalkan larangan itu pasti mampu gak ada orang yang tidak mampu meninggalkan larangan tidak ada pasti mampu ya
Sehingga gak ada cerita disuruh berhenti minum khamar Bukankah bertakwa kepada Allah itu semampunya saya gak mampu meninggalkan khamar ini dusta meninggalkan larangan itu pasti mampu yang sesuai dengan kadar kemampuan itu adalah mengerjakan perintah sehingga dari penjelasan tersebut bersabar atas mengerjakan perintah pahalanya lebih besar daripada sabar atas meninggalkan larangan baik kita mulai masuk ke ayat yang pertama yang dibawakan oleh penulis Di Sini dari surah Tabun ayat 11 Allah subhanahu wa taala berfirman billahangapa yang dia beriman kepada Allah Allah akan memberikan petunjuk kepada hatinya Allah atas segala sesuatu Maha Mengetahui apa maksud ayat ini kita akan paham lebih baik tentang ayat ini kalau kita melihat potongan ayat sebelumnya di mana Allah subhanahu wa taala menyebutkan musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah kecuali dengan izin Allah subhanahu wa taala baru Allah katakan Barang siapa yang dia beriman kepada Allah Allah akan berikan Hidayah Allah akan berikan petunjuk kepada hatinya sehingga maksudnya ayat ini berbicara tentang orang yang beriman kepada Allah maksudnya adalah beriman kepada takdir Allah ketika orang mendapatkan musibah dan dia mengimani bahwasanya musibah itu dari Allah subhanahu wa taala maka orang-orang seperti inilah yang kemudian Allah akan tambahkan Hidayah kepada hatinya ya inilah Dia contohnya bahwasanya yang namanya kebaikan itu akan mendatangkan kebaikan setelahnya Pak yang namanya kebaikan akan mendatangkan kebaikan setelahnya Ketika seseorang dia beriman dengan takdir Allah lalu dia bersabar atas takdir Allah tersebut Allah akan tambahkan Hidayah kepada dirinya ini di antara ganjarannya ya ketika seorang mampu bersabar atas takdir Allah ganjaran yang akan didapatkan Allah tambahkan Hidayah kepada hatinya karena di antara balasan dari amal kebaikan adalah akan datang amal kebaikan yang lainnya sehingga ini sudah pernah kita bahas dulu ketika program liburan di sini kita memang tidak bisa memastikan bahwasanya amal kita itu diterima atau tidak oleh Allah subhanahu wa taala tidak ada yang bisa memastikan kita salat Tadi salat magrib diterima tidak oleh oleh Allah gak bisa kita pastikan tapi ada tanda-tandanya apa tanda-tandanya di antara tanda sebuah amal kebaikan itu diterima oleh Allah subhanahu wa taala dia akan memanggil dan mendatangkan kebaikan yang lainnya itu tanda ya makanya ini warning juga untuk kita peringatan juga kalau sulit untuk istikamah melakukan sebuah amal itu jangan-jangan tanda amal tersebut tidak diterima kok gampang berhenti gampang bosanan melakukan sebuah amal itu di antara tanda amal tersebut tidak diterima ini baru dicari tahu sebabnya apa caranya yang salah tidak mengikuti sunah Rasulullah atau niatnya yang tidak ikhlas sehingga tidak diterima oleh Allah atau apa.
namun yang menjadi pelajaran kita tadi kata Allah subhahu wa taala Barang siapa yang dia beriman dengan takdir Allah Allah akan tambahkan Hidayah kepada hatinya alqamah berkata kata alqamah ayat ini berbicara tentang seseorang yang dia mendapatkan musibah dia tertimpa musibah lalu dia mengetahui bahwasanya itu dari Allah subhanahu wa taala dia ingat segala sesuatu sumber dari Allah Allah almudabbir segala sesuatu ini diatur oleh Allah subhanahu wa taala ketika dia mengingat hal tersebut fayard wausallim maka dia kemudian Rida dan dia pasrah inilah yang Allah bicarakan dalam surat at-tagabun ayat 11 ini yaitu ketika seseorang dia mendapatkan musibah dia ingat ini bersumber dari Allah subhanahu wa taala kemudian hal tersebut membuat dia Rida maka terkait kondisi seorang hamba ketika dia mendapatkan musibah ada dua tingkatan ada tingkatan sabar ada tingkatan Rida mana yang lebih tinggi sabar atau Rida yang lebih tinggi sbar sabar apa Rida sabar Hm saya tanya yang yang wajib sabar atau Rid ha yang wajib adalah sabar Adapun Rida tidak wajib berarti yang lebih tinggi statusnya mana yang lebih tinggi statusnya Rida Pak Rida itu sabar plus plus ya sabar plus plus ini tidak Allah wajibkan yang wajib bagi kita semua ketika mendapatkan musibah adalah sabar itu lebih tinggi tingkatannya tapi tidak wajib bagi kita Apa perbedaan antara sabar dan Rida tadi sabar sudah kita bahas dia tidak mengerjakan sesuatu yang menunjukkan dia itu tidak sabar dia tidak mencela dia tidak berbuat yang aneh-aneh hatinya tidak marah hatinya tidak suuzon ini sabar sudah Pokoknya sampai situ sudah tergolong sebagai orang yang sabar dapat pahala sabar sudah Adapun orang Rida perbedaannya apa ketika terjadi musibah pada dirinya dia yakin sepenuhnya bahwasanya di balik musibah tersebut terdapat kebaikan sehingga dia akhirnya merasa senang Bahkan dia memuji Allah subhanahu wa taala jadi sudah level Rida seperti itu orang sabar dia sudah berhenti Pokoknya saya gak ngapa-ngapain ya sudah dia Diam tidak berkata apa-apa tidak berbuat apa-apa hatinya bisa dia kondisikan ini orang sabar
Adapun orang yang Rida lebih tinggi setelah itu masih dia mengatakan ini ada kebaikan setelah ini Alhamdulillah ala kli ini pak di antara amal ketika mendapatkan musibah disebutkan dalam sebuah hadis dari ibunda Aisyah Kana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yuhib Q alhamdulillahilladzi binmatihitimihat adalah kebiasaan rasulull sahu alai wasallam apabila beliau melihat sesuatu yang beliau sukai beliau akan mengucapkan alhamdulillahilladzi binikmati segala puji bagi Allah yang dengan nikmatnya sempurna setiap kebaikan wa yakrah nah Ketika Nabi mendapati sesuatu yang tidak beliau suka Alhamdulillah Al kulal segala puji bagi Allah atas segala keadaan jadi ini sunahnya kalau kita mendapati sesuatu yang tidak baik Baru mengucapkan Alhamdulillah alaullial Ya sebagian orang zaman sekarang terbalik Memang secara makna cocok Alhamdulillah itu atas berbagai nikmat entah itu atas berbagai kondisi entah itu Nikmat atau tidak nikmat secara makna memang cocok tapi sunahnya alhamdulillah itu diucapkan ketika mendapati sesuatu yang tidak mengenakkan ya nabrak motor orangamdulillah contoh praktik sikap Rida ya maka Rida itu lebih tinggi tingkatannya daripada sabar Rida Dia kemudian sampai pada level dia berterima kasih kepada Allah atas hal tersebut Apa yang mendorong kita pak bisa sampai pada level Rida seperti itu orang kena musibah kalau dia malah memuji Allah itu apa apa alasannya dia memuji Allah Apa alasan memuji Allah ketika kita dapat musibah Kenapa kita kok malah memuji Allah karena semua ketetapan Allah semua ketetapan dari Allah Apa maksudnya kok malah memuji Allah karena berbagai alasan banyak alasannya Pak, di antaranya Alasannya karena yang pertama setiap musibah itu pasti menjadi penggugur dosa sampai Duri yang tertancap di kulit kita kata nabi kita Muh Sallahu Alaihi Wasallam itu menjadi penggugur dosa apapun itu musibah apapun itu musibah menjadi penggugur dosa Pak ya Sehingga itu kita syukuri pertama bersyukur kepada Allah dapat musibah seperti ini Allah ingin menghapuskan dosa-dosa saya yang kedua ketika kita mendapatkan musibah Artinya kita mau naik level di anara naik level tersebut adalah naik level dalam hal Cinta dari Allah subhanahu wa taala kita tahu Allah mencintai hambanya bertingkat-tingkat tidak sama level cinta Allah terhadap hambanya hambanya tidak sama maka ketika Allah ingin menaikkan cintanya menambah cintanya kepada seorang hamba Allah pasti memberikan cobaan terlebih dahulu kepada dirinya di antaranya dalam bentuk musibah
itulah nanti hadisnya yang akan kita baca kata nabi kita mu Ali wasallam Innallaha idza ahabba quman ibtalahum Allah itu kalau sudah cinta kepada sekelompok orang Allah akan uji mereka Allah akan uji di antara tanda cinta kepada Allah maka Allah berikan kita musibah artinya Allah masih cinta kepada kita tidak seperti pertemuan sebelumnya kita bahas apa istidraj kalau istidraj ini jelas bukan tanda cinta dari Allah Allah biarkan Allah tambah kenikmatan-kenikmatan duniawi supaya tambah jauh Allah menginginkan kita dengan musibah tersebut agar kita kembali kepada Allah subhanahu wa taala menjadi ingat lagi kepada Allah subhanahu wa taala maka ini di antara hikmah musibah yang Allah berikan kepada kita maka banyak alasan sebetulnya ketika kita mendapatkan musibah kita malah memuji Allah subhanahu wa taala kita lanjutkan Nas yang berikutnya dalam Sahih Muslim diriwayatkan dari Abu Hurairah nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda isnatani finas Huma bihim kufron ada dua perkara pada manusia yang merupakan bentuk kekufuran Apa maksud kekufuran di sini kufur itu ada dua jenis kafir ya bahasa salainnya kufur kafir itu ada dua jenis ada kafir Akbar ada kafir asghar kufur Akbar atau kufur asghar ya kufur Akbar itulah dia kufur yang membatalkan keislaman seseorang. Adapun kufur asghar dinamakan sebagai kufur karena saking besarnya dosanya namun tidak sampai pada level membatalkan Islam namun dalam banyak hadis nabi menyebutkan kufrun para ulama mengatakan yang dimaksudkan oleh Nabi nabi bukan kafir dalam hal batal agamanya batal Islamnya Bukan tapi ini menunjukkan dosa besar Nabi menggunakan istilah kufur itu untuk dosa besar ya sebagaimana Syirik juga ada dua ya Syirik Akbar dan Syirik asghar kemunafikan juga ada dua nifak Akbar nifak asghar maka Begitu juga dengan kufur Nah maka yang Nabi maksudkan di sini adalah kufur asghar kufur yang kecil namun dia tetap dosa besar yang pertama apau Fin nasab mencela nasab Ya. sudah pernah kita singgung maksud mencela nasab seperti apa yang pertama adalah mencela suku atau nasab orang lain dalam konteks merendahkan ini termasuk dalam hadis ini termasuk juga mencela seseorang yang diragukan nasabnya orang kayak kamu ngaku keturunan Arab seperti itu Arab maklum ya ini gak boleh Pak kalau orang itu ngaku nasab tertentu pada asalnya kita terima Pak ya pada asalnya kita terima masalah dia berdusta at tidak terusan dia tugas kita adalah mengakui kata nabi kita Muhamad su Al wasallam anasuamanuna ala ansabihim seseorang itu dia dipercaya atas nasab yang dia klaim dia mengaku keturunan ini keturunan ini sudah kita terima perkara dia berdusta itu urusan dia dengan Allah subhanahu wa taala maka di antara bentuk mencela nasab adalah meragukan nasab orang lain.
Kemudian yang kedua niahatu Alal mayit nah ini yang menjadi pelajaran yang berhubungan dengan sabar di antara bentuk kekufuran adalah meratapi mayit meratapi mayit Ini bertolak belakang dengan sabar orang yang meratapi mayit ini merupakan di antara contoh atau bukti yang sangat terlihat bukti yang sangat Zahir dia tidak sabar ketika orang itu dia meratapi mayit namun meratapi mayit di sini tentunya perlu dirinci bentuk bentuknya seperti apa ya kalau zaman dulu orang meretapi mayit sampai menampar-nampar pipi menyobek-nyobek pakaian Kalau di tempat kita apa mungkin p berguling-guling seperti itu ya sampai berteriak-teriak ini termasuk meratapi mayit yang menunjukkan ketidaksabaran yang dikatakan sebagai kufrun oleh nabi kita Muhamad wasam menunjukkan dosa besar namun ada meratapi e tidak semua ee perkara yang berkaitan dengan kesedihan itu termasuk meratapi mayit ya menangis tidak termasuk dalam meratapi mayit menangis itu manusiawi nabi S wasam ketika beliau meninggal anak beliau siapa dirikan nabi menangis Ibrahim ketika Ibrahim meninggal nabi menangis para sahabat bertanya wahai Rasulullah air mata apa ini dikira oleh para sahabat gak boleh nangis kalau ada yang meninggal ya tapi itu air mata yang manusiawi boleh k yang meninggal nangis boleh yang tidak boleh sampai meraung-raung berteriak apalagi yang diucapkan adalah kalimat-kalimat yang menunjukkan dia tidak sabar dia tidak Rida dengan takdir Allah ini yang tidak boleh tapi sekedar menangis boleh kemudian bukan juga bentuk ratapan itu menyebutkan kebaikan-kebaikan mayit ini bukan ya bukan bentuk meratap tapi boleh ketika ada orang yang meninggal Ibu saya itu Dulu ketika hidup rajin berpuasa dan seterusnya dan seterusnya dia menyebutkan kebaikan-kebaikan mayit ini diperbolehkan bukan bentuk ratapan dan wallahuam juga termasuk dalam hal ini yang diperbolehkan adalah mengumumkan kematian pendapat yang lebih kuat yang saya pegang adalah boleh mengumumkan kematian kalau niatnya hanya untuk memberitahukan orang supaya orang ikut menyalatkan ya sebagian orang bukan hanya sebagian orang ini pendapat Sebagian ulama memang Sebagian ulama mengatakan tidak boleh diumumkan kematian itu di masjid-masjid di anara alasannya dikhawatirkan ini termasuk dalam bentuk merat ya tapi tergantung niatnya memang di zaman dulu apaak orang mengumumkan kematian itu di zaman Jahiliyah diumumkan tapi tujuan mengumumkan itu supaya orang meratap orang menjadi sedih jadinya woh Si Fulan sudah meninggal sampai kemudian memukul-mukul kepalaah ini tujuan mengumumkan yang terlarang.
Maka kalau di zaman kita Insyaallah kalau di masjid-masjid diumumkan itu bukan untuk diratapi tapi untuk ee diinfokan bahwasanya akan dilaksanakan ee penyelenggaraan jenazahnya hadis yang berikutnya juga diiwayatkan oleh Imam Bukhari dan imam muslim Dar Abdullah Bin Masud secara Mar nabiaii wasersabda Bu bagian darilongan kami orang yang memukul pipinya keka ada yang meninggal merek bajunya dan menyan seru jahiliah ya Apa maksudnya menyerukan seruan jahiliah di sana ya dia mengucapkan sesuatu yang menunjukkan ketidak rdaan [Tepuk tangan] dia yang menunjukkan ketidakridan dia atas apa yang terjadi Dia meneriakkannya kemudian yaitu meratap ya kalimat-kalimat ratapan dia teriakkan kalimat-kalimat ratapan ini ya inilah yang dilarang oleh Rasulullah Sallallahu Ali wasallam hadis yang berikutnya dari Anas bin Malik radhiallahu Anhu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga bersabda arah ini pak yang harus kita ingat-ingat terus di antara hadis yang bisa meringankan beban kita apapun itu beban karir beban keluarga jodoh seterusnya bisnis kata nabi kita Muhammad sallallahu Ali wasam ketika Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba dia akan menyegerakan hukuman bagi hamba tersebut di dunia ini bagi orang-orang beriman seperti itu hukuman itu disegerakan oleh Allah di dunia ini makanya Terasa seperti penjara dunia ini bagi kita pakunnul mmin dunia itu seperti penjara bagi orang-orang beriman tidak mengenakkan karena memang Allah menyegerakan hukuman berbeda dengan orang-orang kafir yang Allah tunda ya ini yang kita tidak mau Pak ketika seorang hamba itu dia diinginkan kejelekan oleh Allah subhanahu wa taala Allah tahan hukumannya Allah berikan itu pada hari kiamat nanti waliazubillah cukup bagi kita sudah di dunia ini
sehingga ketika kita datang ke negeri akhirat nanti tidak perlu ada hukuman-hukuman lagi Makanya sebagai penutup kita Abdurrahman bin Auf ketika dia disajikan makanan untuk dia berbuka dia menangis ya qutila musab bin Umair wahua Khair minni kata Abdurrahman bin Auf mus'ab bin Umair itu dia sudah terbunuh mati syahid dan dia lebih baik daripada saya adapun kita sekarang dibentangkan dunia kata Abdullah bin Auf karena dia disajikan makanan enak menjelang dia berbuka puasa dia katakan kita khawatir kebaikan-kebaikan ini adalah kebaikan yang Allah segerakan di dunia namun Allah tidak lagi memberikannya di negeri akhirat demikian Pak ya kita ketika mendapatkan nikmat-nikmat dapat harta yang banyak dan seterusnya di satu sisi kita bersyukur berupaya Untuk memanfaatkan hal tersebut namun di sisi lainnya ada ada kekhawatiran bagi orang-orang beriman jangan sampai ini adalah kebaikan yang Allah cukupkan di dunia saja ganjarannya Allah cukupkan di dunia tapi di akhirat tidak Allah berikan apa-apa lagi inilah yang diucapkan oleh Abdurrahman bin Auf tersebut sehingga ee kembali lagi yang menjadi pelajaran kita dari hadis tadi adalah Allah akan memberikan hukuman bagi orang-orang beriman di negeri dunia ini sehingga hal tersebut bisa membantu kita untuk lebih bersabar ketika mendapatkan berbagai kesulitan dan berbagai musibah dari Allah subhanahu wa taala mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala senantiasa memberikan nikmat kesabaran kepada kita semua sampai akhirnya kita berjumpa kepada Allah subhanahu wa taala dalam kondisi tersebut ketahuilah Bapak Ibu sekalian dunia ini adalah tempat kita berlelah-lelah hanya di surgalah tidak ada rasa lelah ketika Imam Ahmad ditanya tentang kapan kita beristirahat kata Imam Ahmad ketika pertama kali kaki kita menjejakkan ketika pertama kali kita menjejakkan kaki kita di dalam surga itulah saatnya kita beristirahat Adapun dunia merupakan Negeri cobaan tempatnya kita diuji dengan kesabaran Haza wallahuam.
kita lanjutkan pada pertemuan berikutnya insyaallah kurangnya mohon maaf
Washalalahu 'ala Nabiyina Muhammad wa alihi wasahbihi wasallam, subhanakallahumma wabihamdika ashadualahaa illa Anta astaghfiruka waatubu ilaik. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.