48. Bercanda dengan Agama (Kitab Tauhid)
Ustadz Muhammad Rezki Hr حَفِظَهُ الله تعالى
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
/
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Innalhamdalillah, nahmaduhu wasastainuhu wasastagfiruh, wa naudubillahi min syururi anfusina, waiati aalinaahdihillahu Fala mudillalahu Wam yudlilu Fala hadialahu, wa Ashadu Alla ilahaillallah, wa asyhadu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu Rasul shawatullahi Alaihi waa alihi wasohbihi wasallam Allahumma alimna ma yanfauna wfana Bima alamtana waidna Ilma Allahumma ya Hayyu ya Qayyum birahmatika nastagis aslihlana snana kullah wala takilna Ila anfusinaf
Bapak Ibu jamaah masjid Nurrahman Ikhwan dan akhwat peserta program tafahquu fiddin dan para pemirsa di mana pun anda berada wafaqani Allah waiyakum jamian Alhamdulillah kita bisa kembali bertemu di majelis rutin kita setiap Jumat malam di masjid ini kita akan kembali melanjutkan pembahasan dari kitab Tauhid karya Syekh Muhamad mammad atamimi rahimahullahu taala dan kita akan masuk ke bab yang baru di malam hari i ni itulah dia bab ke-47.
Alhamdulillah artinya sudah kurang lebih 47 pekan kita membahas ini dengan terpotong-potong libur maka di bab 47 ini diberi judul oleh Man hazala bin fiikrullah Ail Quran a Rasul bab mengenai menjadikan candaan ya menjadikan candaan sesuatu yang di situ disebutkan tentang Allah atau tentang al-qur'an atau tentang Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yaitu pembahasan tentang seseorang yang dia melakukan apa yang dikenal dengan istilah istihza biddin menjadikan agama sebagai bahan candaan candaan pun nanti perlu kita rinci candaan itu masih umum ada yang diperbolehkan bercanda dalam Bab agama ada yang diperbolehkan yang terlarang di sini yang diharamkan adalah lebih tepatnya istihza yaitu berolok-olok menjadikan agama berbagai hal yang berkaitan dengan agama entah itu nama Allah sifat Allah berkaitan dengan Rasulullah al-qur'an ajaran Islam syariat Islam dijadikan sebagai bahan olok-olok maka ini hukumnya haram dan bertolak belakang dengan Tauhid saya sampaikan contohnya terlebih dahulu pak supaya kita semakin Satu Frekuensi nanti membahas tentang ini pembahasannya sebenarnya Contohnya apa ada perkataan seorang tokoh terkenal di Indonesia Kalau saya Sebutkan pasti Bapak Ibu tahu dia mengatakan semakin panjang jenggot semakin tolol semakin panjang jenggot orang semakin tolol katanya
Maka ini salah satu contoh seorang dia berolok-olok dengan agama yang di antara konsekuensinya bisa batal imannya.
Kita akan lihat nanti pembahasan rinciannya tentang hal ini Namun sebagai pengantar terlebih dahulu sebagaimana biasanya pembahasan inilah salah satu contoh utama tentang Sabda nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang dulu sudah pernah saya bawakan juga di sini karena di bab-bab sebelumnya kita sudah membahas tentang kalimat-kalimat yang haram diucapkan termasuk kalimat-kalimat yang dia mengandung kesyirikan atau bahkan kekufuran nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
Innal Abda la yatakallamu Bil kalimah betul-betul ada seorang hamba yang dia itu berbicara dengan sebuah kalimat ma yatabayyanu fiha dia tidak terlalu paham tentang Apa konsekuensi dari kalimat yang diaucapkan tersebut.
yazillu biha finar ab'adu mimma bainal masyriq yang disebabkan oleh kalimat yang dia ucapkan yang diaanggap tidak serius ini dia menganggap kalimatnya ini ringan tapi ternyata kata nabi kita sah alai wasallam disebabkan oleh kalimatnya tersebut dia terlempar ke neraka sejauh antara jarak ke Timur.
Dalam hadis lainnya ya Ada beberapa riwayat seperti ini dalam sebagian lafaz disebutkan dia tidak memikirkan apa yang dia ucapkan tersebut dianggap remeh ini kalimatnya maka banyak contoh-contoh seperti ini.
Salah satunya adalah ketika seseorang dia mengeluarkan kalimat yang dia anggap kalimat itu sebenarnya hanya bercanda saja tapi ternyata meskipun niat dia bercanda ketika dia ada unsur mengoloh-oloh agama di sana bisa membatalkan Islam seseorang batal imannya dan bisa menjadi Sebab Dia dilemparkan ke dalam neraka disebabkan oleh kalimat yang diucapkan.
Makanya dalam agama kita bukan tidak boleh bercanda boleh dalam agama bercanda. Nabi sallahuaihi wasallam dalam ya kesempatan beliau bercanda bahkan saya pernah punya pengajian di Masjid Pogung dalangan arbaun hadis fidah nabi Sallahu Alaihi Wasallam 40 hadis yang menjelaskan tentang tawa Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam dalam banyak kesbatan Rasulullah tertawa yang sebabnya kebanyakannya adalah bercanda boleh dalam agama kita bercanda boleh.
Namun banyak syaratnya salah satu syaratnyaahuilahu neraka bagi orang yang dia berbicara lalu dia berdusta dalam rangka membuat orang lain tertawa sengaja berdusta tujuannya melawa supaya orang terhibur betul bagus membuat orang terhibur membuat orang bahagia itu bagus tapi tidak dengan dengan cara berdusta maka orang yang dia berdusta dalam rangka bercanda kata nabi kita sahualaii wasallam wailul lahu Apa maksud wail menurut Sebagian ulama wail adalah lembah di neraka maka sesuatu yang diancam dengan neraka itu termasuk dosa besar,
Orang yang dia bercanda dan candaannya itu bohong ini diancam dengan sebuah lembah di neraka maka bagaimana lagi pak bayangkan kalau kebohongannya itu adalah berkaitan dengan agama.
Ada yang melihat video viral akhir-akhir ini tapi sudah lama sebetulnya tapi muncul lagi saya tidak tahu ini niatnya bercanda atau memang dia percaya itu sebagai sebuah hadis hadis tentang kopi itu Pak yang mar gimana hadisnya Barang siapa apa minum kopi minum kopi masuk surga Barang siapa apaagi di perutnya ada kopi mati masuk surga apaagi pokoknya segala sesuatu yang berkaitan dengan kopi dia jadikan sebagai sebab masuk surga Wah niatnya bercanda atau memang dia mempercaya itu sebagai sebuah hadis iya ya barangkali ini hadis yang dibuat oleh para penjual kopi ini Pak Tapi ini kalau dia Jadikan itu sebagai bahan candaan Pak ini berbahaya kalimat seperti ini.
Termasuk juga seorang ya yang paling banyak kanjadikan bahan-bahan candaan itu di alam kubur katanya kalau ditanya oleh munkar dan Nakir Sebutkan nama saya katanya Fast Track masuk surga jalur jalur cepat masuk surga kalau ditanya anyya Apa maksudnya bercanda sesuatu yang diharamkan bercanda dalam Bab agama seperti ini orang berdusta dalam Bab orang berdusta untuk bercanda bukan dalam perkara agama sudah haram dosa besar bagaimana lagi kalau yang dia dustakan itu adalah dalam perkara agama maka hal seperti ini jelas haramnya dalam agama kita kita harus berhati-hati termasuk kita mau bulan Ramadan ini Pak ya biasanya yang sering di bulan Ramadan itu meskipun ini perlu kita rinci lagi tapi dalam rangka kehati-hatian saja ee ini saya tidak pastikan ini adalah termasuk dalam ancaman keras bercanda dengan agama tapi hendaknya kita berhati-hati saja misalnya nanti bulan Ramadan itu muncul biasanya Pak bercanda kecoa dimirip-miripkan dengan kurma ya katanya kalau sudah puasa kecoa pun seperti kurma yang semisal semisal itu kita khawatir ini termasuk bercanda dalam Bab agama maka sebaiknya ditinggalkan lebih-lebih kurma itu kerat erat kaitannya dengan sunah Nabi kita m wasallam banyak sunahnya terkait kurma dipuji oleh nabi kita m wasam dalam beberapa hadis kurma itu maka sebaiknya seseorang itu dia menghindari perkara-perkara seperti itu maka Apa hubungannya dengan tauhid pembahasan dalam bab ini itulah dia tadi sudah kita sebutkan bahwasanya orang yang dia mentauhidkan Allah subhanahu wa taala dia akan mengagungkan Allah Subhanahu waala mengagungkan agama Allah mengagungkan Rasul Allah mengagungkan syariat Allah dan berbagai syiar orang yang betul imannya betul tauhidnya dia akan mengagungkan hal tersebut makanya ketika Allah subhanahu wa taala mencela orang-orang musyrik dalam surat azzumar kata allahala Wah mereka itu tidaklah mengagungkan Allah sebagaimana mestinya tidak mengagungkan Allah sebagaimana semestinya kalau orang betul dia mentauhidkan Allah mengucapkan Lailahaillallah hendaknya mereka mengagungkan Allah subhanahu wa taala sebagaimana mestinya banyak Sudah kita lihat Bagaimana contoh-contoh kalimat yang termasuk dalam Bab kesyirikan yang itu pada hak tidak mengagungkan Allah Ketika seseorang di zaman Nabi mengatakan ini atas kehendak Allah dan atas kehendakMu wahai Nabi dia menggandingkan kehendak Allah dengan kehendak nabi apa kata nabi kita S wasamal allahidan Apakah engkau ingin menjadikan aku ini sebagai tandingan bagi Allah bentuk tidak mengagungkan Allah subhanahu wa taala sehingga orang-orang yang mereka mengaku bertauhid harus mengagungkan Allah dan syariat Allah dan memang inilah kebiasaan orang-orang musyrik zaman dulu makanya kita dapati dalam al-qur'an banyak cerita Allah menceritakan Bagaimana orang-orang musyrik itu berolok-olok dengan agama Islam terkadang Nabi Muhammad yang mereka olok-olok Terkadang ayat-ayat Allah ya Saya sudah pernah sebutkan contohnya apa ee ketika orang-orang kafir Quraisy mendengar tentang jumlah malaikat penjaga neraka sudah sering saya sampaikan ada orang Yahudi bertanya kepada salah seorang sahabat dia bertanya Berapa jumlah penjaga neraka ditanyakan oleh sahabat ini kepada rasul sahu alh wasallam eh akhirnya Allah turunkan FirmanNya adata as di atas neraka tersebut terdapat 19 apa kata penduduk kafir Quraisy penduduk Makkah kafir Quraisy dijadikan bahan candaan bahan olok-olokan oleh mereka kata mereka sedikit sekali penjaga neraka kita kumpulkan 190 orang masing-masing kita berkelahi dengan satu penduduk neraka aman bisa keluar kita dari nerakaak masalah kita masuk neraka kan kata Muhammad kita ini masuk neraka tidak ada masalah kita kumpulkan 10 orang masing-masing kita berkelahi dengan satu penjaga neraka pasti kita menang keluar dari neraka ini contoh berolok-ol dengan perkara agama inilah kebiasaan orang-orang musyrik yang Allah seb fqirumun dan sungguh rasul-rasul sebelum engkau wahai Muhammad para rasul itu mereka telah diperolok-olokkan oleh umat-umat terdahulu sehingga turunlah azab kepada mereka disebabkan mereka telah melakukan olok-olok tersebut telah menjadikan agama Allah sebagai bahan candaan sebagai olok-olokan Makanya juga Allah Ceritakan tentang kondisi penduduk surga nanti ya yang berkebalikan dengan penduduk dunia dengan orang-orang musyrik ketika di dunia orang-orang musyrik mereka senantiasa mentertawakan orang-orang yang beriman sebagaimana Allah sebutkan dalam surahm sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang Dahulu ketika di dunia ban orang-orang yang beriman Apabila mereka melihat orang-orang beriman lewat di hadapan mereka mereka saling mengedipkan mata sebagai bentuk olok-olokan ya saling kode-kodean ini lewat nih orang-orang beriman ini Wa ahuihin kalau mereka kembali kepada e kaumnya seri yang gembira wa Apabila mereka melihat orang-orang beriman mereka mengatakan mereka benar-benar orang yang sesat ya ini kebiasaan orang-orang musyrik sejak zaman dahulu menjadikan agama itu sebagai bahan olok-olokan jadikan candaan dan termasuk juga pengantar yang terakhir ingin saya sampaikan ini kebiasaan orang kalau orang Yahudi itu Pak Ini juga saya mulai melihat ada tren seperti ini di Indonesia orang Yahudi itu senang mempeleset-plelesetkan ini istilah ee bukan istilah ya Ee sesuatu yang berkaitan dengan agama atau berkaitan dengan orang-orang beriman dipeleset-pelesetkan untuk dijadikan bahan olok-olokan misal Rina ya ini ceritanya dalam surah Albaqarah ketika Allah subhahu wa taala mengatakan ya ayyuhalladina amanu laquina Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian mengatakan Rina akan tapi katakanlah unzurn apa itu Rina Rina itu tolong lihat kami sama unzurna dan Rina itu sama maknanya secara bahasa Lihatlah kami namun kemudian orang Yahudi punya kebiasaan ketika mendengar orang beriman mengatakanina mereka pelesetkan menjadi ruunah ruunah itu bermakna orang yang dungu ya lihat tuh orang beriman mengatakan Rina orang-orang yang dungu orang-orang yang tolol Ini kebiasaan orang-orang Yahudi mempelesetkan-pelesetkan seperti itu termasuk Asalamualaikum mereka pelesetkan menjadi Asalamualaikum dari keselamatan menjadi kematian untukmu kecelakaan untukmu Asalamualaikum dipeleskan jadi Asalamualaikum sehingga hati-hati ya saya ingat dulu waktu SMA ada penceramah yang set kan doa iftitah itu Pak innati wausuki Wa mahyaya waamati lillahiabbil alamin Gimana pelesetannya pak inati wasuzuki waamaha katanya wamati matinya saya tidak ingat tidak boleh ini lafaz yang suci yang kita baca dalam ee Salat kita bagaimana mungkin dipelesetkan seperti itu kebiasaan orang Yahudi mempeleset-pelesetkan istilah-istilah syariat baik kita akan lihat apa yang dibawakan oleh penulis di dalam bab ini ada satu ayat dan satu Hadis yang beliau bawakan ee yang hadis ini sebenarnya penerjemah atau tafsiran tentang asbabun nuzul ayat yang akan kita baca kita baca Allah Taala berfirman dalam surah Attaubah ayat 65 di halaman keet7 bagi yang memegang buku panduan Allah wa taala berfirman in Ketika engkau tanya kepada mereka Apa penjelasan untuk perbuatan kalian tersebut orang-orang munafik tersebut akan mengatakan Sesungguhnya kami ini hanya bersenda gurau dan bermain-main saja Qul Katakanlah kata Allah subhanahu wa taala abillahi wa ayatihi wa rasulihi kuntum tastahziun kata Allah katakanlah kepada mereka Apakah dengan Allah ayat-ayatnya dan rasulnya kalian itu mau berolok-olok Apakah dengan Allah rasulnya dan dengan Eh ayat-ayatnya kalian rela untuk menjadikan hal-hal tersebut sebagai bahan olok-olokan Bahkan dalam lanjutan ayat Allah subhanahu wa taala mengatakan tidak perlu lagi kalian memberikan alasan karena sungguh kalian telah kafir setelah sebelumnya kalian beriman Allah yang mengatakan Q kalian telah kafir setelah sebelum kalian itu sebelumnya kalian beriman apa konteksnya ayat ini kita akan baca itulah dia hadis berikutnya diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Muhammad bin ka'ab dan Zaid bin Aslam dan qatadah ya riwayat masing-masing dari mereka dirangkai kemudian disajikan dalam kisah ber berikut jadi ada beberapa riwayat karena ini memang ee riwayat yang EE penting maka banyak yang meriwayatkan cerita ini ketika itu disebutkan annahu qala rjulun Fi gazwati yang dia mengatakan pada kejadian Perang Tabuk jadi Perang Tabuk ini banyak sekali hikmahnya yang di antara hikmah utama Perang Tabuk itu adalah membongkar orang-orang munafik Siapa sesungguhnya orang-orang munafik itu yang pertama terlihat orang-orang munafik ini adalah yang mereka tinggal di kota Madinah tidak mau ikut berangkat ke Tabuk kita tahu Perang Tabuk ini sangat berat apa beratnya yang pertama ketika itu musim pceklik Madinah sedang sulit perekonomian sedang sulit lalu yang kedua sulitnya adalah Tabuk ini sangat jauh dari kota Madinah harus naik ke utara perbatasan dengan Syams lalu yang ketiga alasannya adalah karena inilah pertama kali kaum muslimin akan berhadapan dengan Imperium besar ketika itu yaitu Romawi berhadapan dengan Romawi berat orang berangkat maka orang-orang munafik mengungkapkan berbagai alasan kepada nabi kita sahu Alaihi Wasallam ya mereka mengatakan ini musim panas wahai nabi jangan berangkat di musim panas apa kata Allah sub wa taalalaru jahanam asadu Katakanlah neraka jahanam itu jauh lebih panas bagi mereka lalu mereka mengatakan wtin Ya wahai nabi tolong izinkan aku untuk tidak ikut Jangan engkau memfitnah aku dengan wanita-wanita Romawi itu yang cantik-cantik itu kalau saya berangkat Saya khawatir terfitnah dengan wanita-wanita tersebut ini alasan-alasan banyak sekali alasan yang mereka Kemukakan akhirnya orang-orang munafik tertinggal di kota Madinah tidak berangkat ini yang pertama menyiba tentang orang-orang munafik lalu yang kedua sepanjang perjalanan pun mereka merasa berat termasuk salah satunya Kejadian ini menunjukkan tentang siapa sebenarnya sosok-sosok munafik yang berada di tengah-tengah para sahabat ketika itu baik ada seorang laki-laki yang dia mengatakan kata orang munafik ini dia berkata belum pernah kami melihat ada sekelompok orang yang lebih buncit perutnya maksudnya lebih banyak makannya lebih dusta perkataannya dan lebih pengecut dalam peperangan melebihi para ahli al-quran tersebut melebihi para penghafal al-quran tersebut itu para penghafal al-qur'an Siapa yang dimaksudkan di situ yakni Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam wa ashabu alqura yang dia maksudkan yang paling buncit perutnya paling pengecut di medan perang dan paling Pendusta itu adalah yang dia maksudkan adalah Rasulullah dan para penghafal al-qur'an ketika itu dia olok-olok dengan katakan ini orang-orang buncit banyak makan tapi kalau sudah perang pengecut maka kemudian Mendengar hal tersebut ada seorang sahabat yang bernama Auf bin Malik kata Auf bin Malik langsung diingkari di majelis itu ini majelisnya terpisah ya yang namanya perang itu Pak apalagi nabi membawa pasukan yang sangat banyak ketika itu tidak mesti mereka itu berkumpul di satu satu tenda berdekatan tidak kalau sudah menginap membuat kemah itu terkadang berjauh-jauhan Nah maka ini majelis yang terpisah dari Rasulullah S Al wasallam ya majelis yang terpisah dari Rasulullah Rasulullah tidak ada ketika itu tapi didengar oleh sahabat bin Malik diingkari oleh Auf bin Malik langsung kazzabta engkau telah berdusta wakinaka munafik akan tetapi engkau adalah seorang munafik karena berkata seperti itu mengoloh-oloh Rasulullah laukhbiranna Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pasti akan aku sampaikan perkara ini kepada Rasulullah Sallahu Alaihi wasallamahabaun Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam libirahu Auf kemudian pergi mendatangi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk mengabarkan perkara ini tadi ada sekelompok orang ada satu orang berkata seperti itu orang di sekitarnya dia mendengarkan dikabarkan ingin dikabarkan oleh Auf bin Malik tapi ternyata fawajal qurana qu akhirnya didapati oleh Auf bin Malik ternyata Allah telah menurunkan ayat al-qur'an berkenaan dengan hal tersebut Rasulullah sudah tahu duluan ya dalam banyak kasus seperti ini dalam banyak kasus seperti ini Rasulullah ingin dikabarkan oleh para sahabat ternyata Rasulullah sudah dapat Wahyu duluan dari Allah subhanahu wa taala maka orang yang mengatakan kalimat tadi dia langsung bersegera berupaya mendatangi Rasulullah Sallallahu Alaihi wasam untuk menyampaikan uzur-uzurnya berjalan meninggalkan dia menggunakan unta beliau laki-laki tersebut mengatakan ya wahah kami ituyaand bercanda kami berbincang-bincang namanya orang di atas kendaraan sambil ngobrol di atas kendaraan supaya tidak terasa jarak perjalanan itu ya sambil ngobrol naik unta seperti itu supaya tidak terasa perjalanan buat candaan-candaan maksudnya qala Ibnu Umar maka kata Ibnu Umar kaanni anzuru ilaihi mutaallqan asahahu Alaihi Wasallam kata Abdullah bin Umar yang menyaksikan kejadian hal tersebut seakan-akan saat ini aku sedang melihat kejadian itu lagi kata Ibnu Umar ketika dia menyampaikan hadis ini dia menceritakan kepada orang lain kata Ibnu Umar seakan-akan saya terbayang di depan saya masih terjadi ketika itu yaitu ketika seorang laki-laki tadi dia memegangi tali kekang unta Rasulullah merengek-rengek meminta kepada Rasulullah tali unta Rasulullah ditarik-tarik sama dia supaya Rasulullah berkenan untuk melihat dia memperhatikan dia dan memaafkan dia namun kata Abdullah bin Umar ya Wa Inal hijar tankubu rijlaih dan ketika itu kakinya itu terantuk-antuk dengan batu ya dia berjalan mengikuti Rasulullah sambil dia berupaya menarik tali kekang Rasulullah dia tidak pedulikan kakinya itu bertabrakan dengan bebatuan ketika itu saking bisa dibayangkan Bagaimana kondisinya ya saking takutnya dia saking berharap nya dia Rasulullah akan memaafkannya wahua in terus dia mengatakan wahai Rasulullah Kami cuma bermain-main Kami cuma bercanda-canda saja mengucapkan kalimat seperti ituahu Rasulullah sallahuaii Wasallam maka Rasulullah sahu Ali wasallam hanya menjawab uzur yang disampaikan oleh orang tersebut dengan ayat yang tadi sudah kita baca dalam kalauau bertanya kepada mereka Apa alasan kalian seperti ituu menjadikan Allah dan rasulnya sebagai ol-olan Apa alasannya pasti mereka akan mengatakan Sesungguhnya kami hanya bercanda bermain-mainakah allahyatayatnyaasnya berolok-olok tidak perlu lagi kalian meminta maaf meminta uzur meminta pemakluman tidak perlu lagi kata Allah subahu wa taala kalian telah kafir Setelah kalian sebelumnya berimanaii Wu alai nabi S wasallam tidak melihat orang ini sama sekali dan beliau tidak menambah kalimat-kalimat yang lainnya beliau hanya mengulang-ulang firman Allah subhanahu wa taala tadi lairum tidak perlu lagi kalian meminta maaf Q kafartum baanikum kata Rasulullah Sallahu alaii wasallam membacakan ayat Allah subhanahu wa taala sungguh telah kafir kalian setelah sebelumnya kalian beriman maka Bapak Ibu sekalian ikhwan dan akhwat rahimani warahimakumullahu Jamian inilah Dia ee inti pembahasan kita tadi bahwasanya di antara kalimat kekufuran yang ini bertolak belakang dengan tauhid adalah ketika seseorang dia mengolok-olok agama Allah subhanahu wa taala dan para ulama mereka mengatakan batalnya keimanan seseorang dalam h dalam bab ini adalah tidak mempedulikan niat ya tidak mempedulikan niat Apakah orang ini niatnya bercanda atau memang niatnya ingin merendahkan ayat-ayat Allah ingin merendahkan syariat-syariat Allah tidak dilihat niatnya bercanda atau tidak bercanda dalam hal ini tidak teranggap yang dilihat adalah kalimatnya Apakah kalimat ini teranggap sebagai kalimat olokan atau tidak maka Seandainya dia pun berniat bercanda sudah teranggap batal keimanannya inilah yang disebutkan oleh Imam Nawawi kata Imam Nawawi perbuatan ini adalah memutus keislaman baik dengan dia meniatkan dirinya untuk kafir ataukah tidak dia ingin membatalkan keislamannya atau ataupun melakukannya dengan anggota badan baik itu didasari niat bercanda membangkang ataupun dilandasi keyakinan Jadi intinya menurut imam nawawi niat dalam bab ini tidak teranggap Apakah niatnya betul hanya untuk membuat orang lain tertawa ataukah niatnya hanya ingin merendahkan maka tidak dilihat niat tersebut ya sehingga kita harus berhati-hati Bapak Ibu sekalian terhadap syiar-siar Allah subhanahu wa taala ya yang paling dekat dengan keseharian kita ini sangat hati-hati Pak mengatakan ee apa orang yang menjalankan sunah Nabi untuk memakai pakaian di atas mata kaki bagi laki-laki ini orang-orang kebanjiran ibu-ibu Yang bercadar disebutkan ini Ninja atau apa istilahnya bukan Ninja yang lain itu apa Seperti apa katanya bukan teroris tenda seperti tenda ya tenda Ya seperti tenda katanya jilbabnya seperti tenda ada yang ah yang yang yang dulu ini Ulil absar ini saya sebutkan namanya ya Ulil absar pernah mting ibu-ibu pakai jilbab hitam berdiri di samping apa trashbag ya dia bilang ini yang mana thrashbagnya yang mana trashback itu tong sampah e plastik sampah hitam yang besar itu dia bilang ini yang mana tong sampahnya bisa tidak membedakan ini contoh mengolok-olok syariat Allah subhanahu wa taala yang mengolok-olok jenggot tadi maka berhati-hati orang-orang yang mengolok-olok syariat Allah subhanahu wa taala kalau itu bagian dari syariat Allah maka dikhawatirkan termasuk dalam bab ini lalu pembahasan ee tambahan yang berkaitan dengan hal ini tadi saya sudah saya sampaikan Em tidak semua bercanda terkait agama itu terlarang yang terlarang itu adalah kalau ada unsur perendahan unsur merendahkan tidak semua bercanda dalam bab ini terlarang karena juga pernah bercanda dalam Bab agama ingat kisah nabi wasam ketika didatangi oleh seorang nenek-nenek ya apa ceritanya datang nenek-nenek kepada Nabi kata nenek-nenek tersebut wahai Rasulullah tolong Doakan saya mintakan kepada Allah supaya Allah Masukkan saya ke dalam surga apa kata Rasul wasam Rasulullah Bercanda ya umulan Inal wahai nenek di surga itu gak ada nenek-nenek tidak ada nenek-neneknya makaw berpaling nenek ini dalam kondisi menangis sedih dia Rasulullah mengatakan nenek-nenek tidak bisa masuk surga dia menganggap dirinya gak bisa masuk surga karena dia memang nenek-nenek dia merasa dirinya gak bisa masuk surga tapi ternyata Apa yang dimaksudkan oleh nabi kita S wasallam ya nabi memanggil seseorang untuk mengabarkan kepada nenek tersebut kabarkanlah kepada dia tentang firman Allah subhanahu wa taala Inna anahun insyaa fajaalahun abkar UB Asra bahwasanya sesungguhnya kami menciptakan mereka dengan langsung dan kami jadikan mereka sebagai gadis-gadis perawan yang penuh cinta lagi sebaya umurnya Jadi maksudnya di dalam surga itu semuanya itu menjadi muda ya nenek-nenek tadi kalau dia masuk surga dia akan jadi muda jadi muda maksud Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam seperti itu tapi Rasulullah itu bercanda ya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bercanda ternyata malah menangis neneknya nah yang menjadi pelajaran kita adalah lihat Bagaimana Rasul S wasam pun bercanda ini dalam perkara surga ini ya Tapi tentu tidak ada unsur di situ merendahkan tidak ada unsur berdusta dan tidak ada unsur merendahkan sehingga ee yang menjadi standarnya sekali lagi adalah merendahkan atau tidak Dan standar merendahkan Itu kembali kepada huruf kepada adat istiadat ini kalimat atau perbuatan seperti ini merendahkan tidak saya kasih contoh Pak Ya bapak-bapak sebagian Ya ibu-ibu saya sering lihat ini ee tangannya diletakkan air liur kalau dia sulit membuka mushaf al-qur'an licin apalagi kalau sudah kayak mushaf Madinah itu yang licin-licin itu dia sulit untuk membukanya diambil air liur ini merendahkan al-qur'an atau tidak Hah kalau dalam budaya kita merendahkan al-qur'an tidak merendahkan wallahuam Pak kalau budaya kita tidak Pak itu memang dia kesulitan membolak-balikkan sehingga kalau dalam budaya kita tidak ada masalah tapi kalau dalam sebagian budaya Pak ini benbetul betul-betul menghinakan al-qur'an ini benar-benar menghinakan al-qur'an dalam sebagian budaya sehingga kembali kepada kebiasaan tradisi kalimat seperti ini itu mengolok perbuatan seperti ini mengolok-ol ataukah tidak contoh lain saya Sebutkan di sebagian kebudayaan Arab meluruskan kaki itu Pak kita meluruskan kaki lalu di depan kaki kita itu ada al-qur'an atau ada kitab tertentu kitab agama ini perbuatan sangat fatal Bahkan dalam mazhab Hanafi mazhabnya Imam Abu Hanifah orang yang meluruskan kaki lalu di depannya adalah Quran kafir batal Islamnya kalau dalam mazhab Abu Hanifah karena sebagian tradisi ini perbuatan sangat-sangat tidak sopan mengarahkan kaki ke arah al-quran termasuk adab tidak beradab terhadap ketika seorang itu dia meletakkan kaki ke arah kitab ya wallahuam kalau di tempat kita tidak terlalu fatal perkara seperti ini capek ngaji malam malam tadarus bulan Ramadan lelah mundur sedikit luruskan kaki ya asalkan tidak menimpa al-quran itu jelas kalau tempat kita tidak ada masalah ya C Pak ya sepakat dengan saya Pak apakah dianggap tidak sopan ketika orang di luruskan kakinya di depannya ad Alquran biasa saja kan Sepertinya kalau di tempat kita ya memang kalau bisa dihindari tapi apakah ini termasuk kalau dalam mazhab Hanafi bisa membatalkan keislaman Insyaallah kalau di tempat kita tidak ini bukan termasuk soal adab yang fatal Kalau di tempat kita namun yang menjadi pelajaran sekali lagi standar bahan candaan yang terlarang itu adalah ada unsur merendahkan ada unsur merendahkan mengolok-olok Apa standar mengolok-olok dan merendahkan tersebut kembali kepada kebiasaan kita kalimat ini merendahkan ataukah tidak wallahuam ini saja yang bisa kita bahas
Washalalahu 'ala Nabiyina Muhammad wa alihi wasahbihi wasallam, subhanakallahumma wabihamdika ashadualahaa illa Anta astaghfiruka waatubu ilaik. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.