10. Sifat Kalam

Kitab Lum'atul I'tiqad (Karya Ibnu Qudamah al-Maqdisi)

Ustadz Muhammad Rezki Hr

حَفِظَهُ الله تعالى

1
Video

2
Ringkasan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

/

3
Isi Ceramah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaikalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

wa asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahiman wa asadu Anna muhammadan abduhu wa rasuluh Ila ridwani Allahumma shli Alaihi waa alihi wasahbihi wa ikhwani hadirin dan hadirat bapak-bapak ibu-ibu ikhwan dan akhwat para pemirsa di mana pun anda berada rahimani waahimakumullahu Jamian Alhamdulillah kita kembali bisa bertemu di masjid yang Semoga senantiasa diberkahi oleh Allah ini dalam rangka kita melanjutkan kembali pelajaran kita membaca kitab lumatulqad karya Ibnu qudamah al-maqdisi rahimahullahu taala rahmatan wasiatan dan langsung saja di malam hari ini kita akan melanjutkan pembahasan kita tentang sifat-sifat Allah subhanahu wa taala yang mana pada malam hari ini kita akan berfokus membahas tentang Salah satu sifat Allah yaitu sifat Kalam Di antara keimanan kita adalah wajib bagi kita untuk beriman Allah memiliki sifat kalam kalam yaitu berfirman atau berbicara hal tersebut bisa kita simpulkan dari Alquran Quran menyebutkan Allah memiliki sifat kalam yaitu berbicara hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga mengatakan Allah subhanahuwataala memiliki sifat berbicara bahkan ini adalah ijmak adalah kesepakatan generasi awal Islam Bahwasanya Allah Subhanahu taala memiliki sifat berbicara dan perlu kita ketahui sebagaimana sudah kita sampaikan kita menyaksikan sendiri di dalam tubuh umat Islam banyak kelompok-kelompoknya banyak pemahaman-pemahamannya Bagaimana memahami sifat-sifat Allah subhanahu wa taala sudah kita bahas di antara yang paling banyak menjadi titik perdebatan adalah masalah sifat istiwa Allah beristiwa di atas arasy mengenai di mana Allah subhanahu wa taala ini menjadi perdebatan di kalangan kaum muslimin termasuk di antaranya yang selalu menjadi perdebatan yang selalu menjadi bahan diskusi oleh banyak kelompok di dalam tubuh umat Islam adalah masalah sifat kalam ada beberapa kelompok Bagaimana kaum muslimin memahami sifat kalam nanti akan kita bahas mengambil Pelajaran apa yang disampaikan oleh Ibnu qudamah almaqdisi Di dalam kitab ini kita akan melihat di sini ini panduan-panduan yang disampaikan oleh Ibnu qudamah almaqdisi tentang bagaimana seharusnya kita memahami sifat kalamullah ya sifat kalam sifat berbicaranya Allah subhanahu wa taala berdasarkan panduan al-qur'an dan asunah baik langsung saja kita baca di halaman 35 bagi yang menyimak bukunya silakan Wam sifatillahi taala annahu mutakallimun bikalamin qimin berbara dengan Kal atauahu yangeng sia yang Diend nya dari makhlukNya Musa alaih salam mendengarnya tanpa perantara Jibril alaih salam mendengarnya juga siapa yang diizinkan dari para malaikatnya dan rasul-rasulnya baik ini pengantar yang diberikan oleh ibnuudamah almaqdisi tentang bagaimana seharusnya kita memahami sifat kalamullah Bahwasanya Allah berfirman Allah berbicara dimulai dari kaidah seperti ini nanti di poin-poin berikutnya atau di paragraf-paragraf berikutnya Ibam akan membawakan hadis ayat-ayat dan hadis-hadis yang mendukung apa yang beliau sampaikan di awal ini kita baca sekali lagi kata Ibnu qudamah di antara sifat Allah adalah berbicara maka wajib bagi kita untuk beriman Allah memiliki sifat berbicara wajib bagi kita untuk menetapkannya dan tidak boleh bagi kita untuk menolak tidak Allah tidak memiliki sifat kalam haram hukumnya namun tentunya sebagaimana kaidah-kaidah yang sebelumnya n kita sampaikan kita tegaskan kita garis bawahi ketika kita menetapkan Allah subhanahu wa taala memiliki sifat berbicara Allah memiliki sifat kalam jangan sekali-kali kita membayangkan kalamnya Allah seperti kalam makhluk kalam Allah berbeda dengan kalam kita berbicaranya Allah pasti berbeda dengan berbicaranya kita berbicaranya Allah bagaimana kaifiatnya kita tidak tahu persis namun tentunya sesuai dengan kadar keagungan dan kesempurnaan Allah subhanahu wa taala kita beriman Allah berbicara Namun kita tetapkan juga kita katakan Allah berbicaranya tidak sama dengan berbicaranya para makhluk maka yang pertama wajib bagi kita untuk mengimani Allah berbicara Allah berfirman yang kedua kata Ibnu qudamah tadi Allah berbicara dengan kalam qadim kalam terdahulu Apa maksudnya kalam qadim maksudnya Allah memiliki sifat berbicara sudah sejak terdahulu Pak sudah sejak dahulu kala tanpa awalan ya Apa maksud qadim qadim itu ya Bahasanya Sebagian ulama qadim itu adalah Allah itu ada sebelum kata itu ada maaf Allah itu ada sebelum kata ada itu ada bisa dipahami ada kata kata ada secara bahasa ada kata ada Nah maka yang namanya qadim terdahulu ada sebelum kata ada itu ada bisa dipahami Ya intinya Allah subhanahu wa taala itu bersifat qadim sudah ada tanpa awalan ya Ada tanpa awalan maka sifat kalam sudah ada sejak terdahulu Allah tidak mampu maksudnya sifat Allah kalam itu bukanlah sifat yang hadis lawan dari qadim adalah hadis Apa maksudnya jadi seperti ini Allah memiliki sifat kalam itu sudah sejak dulu kala tanpa awal sejak dulu kala Allah sudah memiliki sifat kalam qadim istilahnya seperti itu qadim adapun Susunan kalimat yang Allah firmankan ini sifatnya hadis Pak sifatnya baru hadis itu sesuatu yang baru sifat Allah kalam itu sudah sejak dulu Adapun apa yang Allah firmankan apa yang Allah bicarakan susunan kalimatnya itu adalah sesuatu yang hadis sesuatu yang baru Maka inilah yang dimaksud oleh para ulama Allah subhanahu wa taala memiliki sifat kalam qadim berbicaranya Allah subhanahu wa taala sudah sejak dahulu kala kemudian kata Ibnu qudamah kalam Allah itu yasmau minhuya Min khqi kalam Allah subhanahu wa taala itu bisa didengar oleh siapa saja yang dikehendaki oleh Allah subhanahu wa taala dari kalangan makhlukNya jadi ini rincian berikutnya terkait sifat kalam wajib bagi kita untuk beriman yang namanya kalam Allah bisa didengar kalam Allah itu bisa didengar namun bagi siapa-siapa saja yang diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala kita lihat disebutkan oleh penulis di sana di antara makhluk Allah yang Allah izinkan pernah mendengar firman Allah kalam Allah secara langsung adalah musa alaih salam bahkan Musa mendengar firman Allah tanpa perantara tidak ada medianya tidak ada perantaranya langsung mendengar perkataan Allah subhanahu wa taala makanya di antara gelar Musa adalah kalimullah Apa itu kalimullah yaitu makhluk atau manusia yang pernah berbicara dengan Allah secara langsung Kita lihat nanti Banyak sekali hadisnya banyak sekali ayatnya banyak sekali ayatnya yang mengisahkan bahwasanya Musa pernah berbicara secara langsung dengan Allah subhanahu wa taala di antara makhluk Allah yang pernah mendengar firman Allah subhanahu wa taala secara langsung adalah malaikat jibril Alaihissalam Jibril adalah malaikat yang paling dekat dengan Allah subhanahu wa taala Ruhul kdus pemimpinnya para malaikat maka Jibril diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk mendengar firman Allah secara langsung juga siapa-siapa saja yang diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala dari kalangan para malaikat dan rasul-rasulnya nanti saya akan rincikan kita lihat dalilnya siapa saja malaikat Bagaimana malaikat mendengar firman Allah dan bagaimana para rasul sebagian mereka mendengar firman Allah subhanahu wa taala Namun kita bahas terlebih dahulu dari paragraf ini secara umum poin apa yang bisa kita simpulkan tentang sifat kalamullah yang pertama sudah saya sampaikan Allah subhanahu wa taala wajib kita beriman Bahwasanya Allah subhanahu wa taala memiliki sifat kalam Allah berbicara dengan yang sesuai dengan keagungan dan kesempurnaan Allah tidak sama berbicaranya Allah dengan berbicaranya kita semua ini wajib bagi kita untuk beriman Pak karena perlu kita ketahui ada kelompok dalam umat Islam yang Mereka menolak sifat kalam mereka mengatakan Allah tidak memiliki sifat kalam Allah tidak berbicara Allah tidak ber Firman ini anggapan sekelompok umat Islam di antaranya adalah yang berpahaman demikian kelompok yang disebut dengan kelompok jahmiyah dan juga kelompok yang disebut dengan muktazilah muktazilah J jahmiah mereka beranggapan Bahwasanya Allah tidak berfirman Allah tidak berbicara Lalu bagaimana mereka ketika mereka mendengar ayat-ayat yang menyatakan Allah milemiliki sifat kalam hadis-hadis yang menceritakan Bahwasanya Allah berfirman kemudian didengar oleh para malaikat bagaimana mereka menanggapi Nas tersebut ayat dan hadis tersebut maka perlu diketahui di antara anggapan jahmiyah dan muktazilah mereka punya akidah bahwasanya yang namanya kalam itu bukan sifat Allah tapi makhluk Allah ini Pak bagaimana mereka mengakali ya Karena Mereka menolak Allah mililiki sifat kalam Allah tidak mungkin berbicara kata mereka apa logikanya karena kalau berbicara nanti sama dengan makhluk logika awalnya seperti ini kalau Allah berbicara sama dengan kita kita juga berbicara makanya kata mereka tidak mungkin Allah itu berbicara Lalu bagaimana dengan ayat-ayat yang mengatakan bahwanya misal surbah Allah katakan biarkan mereka sampai mereka itu mendengar firman Allah Apa maksud firman Allah akidahnya orang jahmiahilah kalamah itu makhluk Jadi maksudnya k mereka Allah menciptak makhluk tertentu di atas langit sana Allah ciptakan makhlukah maka makhluk inilah yang kemudian didengar oleh makhlukin ineng ar oleh Jibril makhluk inilah kemudian yang didengar oleh para malaikat yang lainnya demikian akidahnya muktazilah dan jahmiah tidak dengan Akidah kita akidah ahlusunah Wal Jamaah ahlusunah Wal Jamaah menetapkan Allah subhanahu wa taala berbicara Allah berfirman namun tentunya firman Allah tidak sama dengan firman kita semua tidak sama dengan pembicaraan kita semua ini yang pertama yang kedua keimanan Kita di antara rincian keimanan terkait sifat Allah yaitu Allah memiliki sifat kalam Allah berbicara sebagaimana tadi dikatakan oleh penulis kalam tersebut bisa didengar Pak kalam tersebut bisa didengar oleh makhluk-makhluk pilihan makhluk-makhluk yang diizinkan oleh Allah maka mereka akan mampu untuk mendengar firman Allah subhanahu wa taala ini akidah kita ahlusunah Wal Jamaah sehingga firman Allah itu bisa didengar Kenapa perlu kita garis bawahi hal ini kenapa Ibnu qudamah sampai menyebutkan bahwasanya kalamullah itu bisa didengar karena ada kelompok di dalam tubuh umat Islam yang mereka punya akidah Allah memiliki sifat kalam diterima Oke allahiki sifat kalam kami terima Namun kata mereka Allah itu tidak bisa didengar mereka punya istilah kalam Allah adalah kalam Nafsi Apa itu kalam Nafsi Pak kata mereka Allah berfirman pada dirinya sendiri tidak ada kalimatnya tidak ada suaranya yang bisa didengar Allah berfirman di dalam dirinya sendiri namun yang membahasakan adalah Jibril yang membahasakan adalah nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada kalimat yang bisa didengar namun ini bahasa dibahasakan oleh Jibril dan dibahasakan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam atau dibahasakan oleh Musa atau dibahasakan oleh makhluk-makhluk yang lainnya maka tidak demikian akidah kita ahlusunah Wal Jamaah ahlusunah Wal Jamaah berkeyakinan Allah subhanahu wa taala memiliki sifat berbicara yang sesuai dengan kadar keagungan dan kesempurnaannya tidak sama dengan makhlukNya dan firman Allah subhanahu wa taala bisa didengar oleh makhluk-makhluk yang diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala kita akan lihat banyak sekali dalil-dalilnya yang menunjukkan hal tersebut baik kemudian saya rincikan tadi kata penulis bahwasanya di antara yang mendengar ya di antara dalil ya penulis menunjukkan bahwasanya firman Allah itu bisa didengar di antara makhluk yang pernah mendengar firman Allah adalah musa musa berbicara langsung dengan Allah subhanahu wa taala nanti kita lihat ayatnya banyak sekali terkait hal ini yang kedua adalah Jibril yang ketiga adalah para malaikat kita baca hadisnya Tidak dibawakan oleh penulis saya tambahkan riwayat yang mengisahkan tentang bagaimana para malaikat mereka mendengar firman Allah subhanahu wa taala dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim nabi kita muhammadahu shallallahu alaihi wassalam mengatakan kita apabila telah menetapkan sesuatu maka para malaikat pemikul Arsy akan Bertasbih yang kemudian akan diikuti tasbih tersebut oleh seluruh penghuni langit yang berada di bawah merekaunun sampai kemudianasbih itu bergem sampai kepada para malaikat yang ada di terbawah yaitu lapis langit kita langit dunia para malaikat yang ada di lapis langit dunia juga ikut Bertasbih ketika Allah telah menetapkan sesuatu maka para malaikat yang ada di bawah para malaikat pemikul Arsy ini Jadi Malaikat yang tinggi yaitu para malaikat pemikul ars mereka yang tinggi yang berada di bawah mereka para malaikat ini akan bertanya kepada kepada para malaikat pemikul Arsy maqbukum apa yang telah difirmankan oleh Rabb kalian fayukbirunahum kemudian para malaikat pemikul Arsy mengabarkan kepada para malaikat yang ada di bawahnya tentang apa yang mereka dengar atas keputusan-keputusan Allah subhanahu wa taala para malaikat Pak mereka saling bertanya apa yang telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa taala apa yang difirmankan oleh Allah subhanahu wa taala sehingga di sini hadis sahih riwayat Imam muslim sangat jelas menunjukkan bahwasanya para malaikat mereka mendengar firman Allah subhanahu wa taala inilah yang menyebabkan mereka saling bertanya apa yang difirmankan oleh Allah subhanahu wa taala nanti akan kita lihat ada riwayat-riwayat lainnya baik kita baca paragraf berikutnya Allah subhanahu wa taala berbicara dengan orang-orang beriman di akhirat dan mereka jugaikian dia mengizink mereka mengunjunginya Allah subhanahu wa taala berfirman Allah berbicara kepada Musa dengan sebenarnya baik di antara konsekuensi kita mengatakan Allah subhanahu wa taala memiliki sifat kalamadim maksudnya adalah kalam qim qim dan Azari maksudnya Allah senantiasa memiliki sifat kalam dari zaman dulu dan seterusnya sifat kalam tidak akan terpisah dari Allah subhanahu wa taal memiliki sifat berbicara tidak berhenti di antara konsekuensinya dan di antara dalilnya adalah bagaimana Allah subhanahu wa taala Nanti pada hari kiamat akan berbicara dengan orang-orang beriman berbicaranya dua arah Pak makanya di situ kata Ibnu qudamah Allah subhanahu wa taala berbicara dengan orang berorang beriman di akhirat dan mereka juga demikian artinya orang-orang beriman akan mengajak akan menjawab firman Allah subhanahu wa taala banyak sekali dalilnya di anaranya dalilnya adalah bagaimana ketika Allah subhanahu wa taala mendatangi para penduduk surga Allah menawarkan kepada para penduduk surga Maukah kalian aku berikan nikmat yang lebih besar daripada nikmat yang telah kalian rasakan di surga Allah berfirman demikian artinya Allah miliki sifat kalam Allah berbicara kepada penduduk surga Maukah kalian aku berikan nikmat yang lebih besar daripada nikmat yang telah kalian rasakan maka penduduk surga kemudian terheran-heran mereka menjawab firman Allah subhanahu wa taala tersebut dengan mengatakan Ya Allah apakah masih ada nikmat yang lebih besar dari apa yang telah kami rasakan selama ini mereka sudah menetap di surga selama beberapa waktu sehingga mereka sudah merasakan nikmat-nikmat yang ada di dalam surga makanya mereka terheran-heran Apakah masih ada nikmat yang lebih besar dari hal ini akhirnya disebutkan dalam hadis tersebut Allah kemudian membuka hijabnya Allah membuka tabirnya kemudian orang-orang penduduk surga mereka diizinkan untuk melihat keindahan wajah Allah subhanahu wa taala makanya kenikmatan terbesar yang dirasakan oleh para penduduk surga adalah kenikmatan melihat wajah Allah tidak ada kenikmatan yang lebih besar yang dirasakan oleh penduduk surga melebihi nikmat ini yaitu nikmat melihat wajah Allah subhanahu wa taala namun pelajaran utamanya dari hadis yang saya bawakan tadi secara makna tadi adalah menunjukkan bahwasanya ada pembicaraan ada komunikasi antara Allah dengan makhluk-makhluknya dengan para penduduk surga nanti dan saling berbalas makanya tadi Ibnu qudamah mengatakan Allah subhanahu wa taala berbicara dengan orang-orang yang beriman Begitu juga dengan orang-orang beriman mereka berbicara dengan Allah Subhanahu waala jadi ada komunikasi dua arah kemudian wayanuahum fayazurunahu Bahwasanya Allah akan mengizinkan orang-orang beriman untuk mengunjunginya untuk mengunjungi Allah Subhanahu ya terdapat hadis dalam hal ini baik namun menurut Sebagian ulama hadis ini adalah hadis yang lemah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang artinya sesungguhnya jika penghuni surga ketika mereka telah masuk surga maka mereka tinggal sesuai dengan amal atan Mereka kemudian mereka diizinkan dalam waktu yang sepadan dengan hari Jumat di dunia lalu mereka mengunjungi Tuhan mereka yaitu mereka mengunjungi Allah subhanahu wa taala setiap hari Jumat di dalam surga mereka mengunjungi Allah subhanahu wa taala hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan juga at-tirmidzi at-tirmidzi mengatakan hadis ini garib dan juga ee Syekh nasruddin alalbani menilai hadis ini adalah hadis yang lemah ya hadis ini adalah hadis yang lemah Namun bukan itu pelajaran utama kita ya pelajaran utama kita Kita Sedang membahas tentang sifat kalam Bahwasanya Allah subhanahu wa taala berbicara maka di sini penulis membawakan dalil yang pertama dari al-qur'an yaitu dari surah Annisa ayat 164 ketika Allah subhanahu wa taala berfirman wamallahu Musa takliman ini dalil yang sangat tegas Bapak Ibu sekalian dalil yang sangat tegas di mana Allah subhanahu wa taala mengatakan Allah berbicara kepada Musa dengan sebenar-benar pembicaraan Allah berbicara kepada Musa dengan sebenar-benar pembicaraan kalau ingin melihat mengetahui kisah lengkapnya silakan buka sirah Musa Bagaimana kehidupan Musa ya ringkas cerita Musa ketika dia terdesak di Mesir dia pergi ke madyan ya ke negeri madyan di madyan inilah kemudian dia bertemu dengan calon istrinya menikah dengan istrinya akhirnya dengan mahar di dipekerjakan oleh EE Bapak mertuanya nya selama 8 atau 10 tahun maka Selesai mengerjakan mahar ini Musa kemudian berkeinginan untuk kembali ke Mesir dia memboyong istrinya dari negeri madyan menuju Mesir Nah maka dalam perjalanan dari madian menuju Mesir inilah Musa kemudian di bukit Tursina kejadiannya Di Bukit Tursina Musa berbicara langsung dengan Allah subhanahu wa taala Inilah dia yang Allah firmankan dalam surat Annisa tadi ayat 164ah dalam kejadian itulah Allah berbicara dengan Musa dengan sebenar-benar pembicaraan dengan sebenar-benar pembicaraan baik kita baca ayat berikutnya Sesungguhnya Allah telah memilihmu atas seluruh manusia dengan risalahku dan kalamku al'raf ayat 144 baik yang menjadi pelajaran utama kita dari ayat ini yaitu dari surah al-'raf 144 adalah bagaimana Allah subhanahu wa taala mengatakan Allah memilih Musa dengan risalahnya dan juga dengan kalamnya Allah muliakan Musa dengan Allah angkat Musa menjadi rasul dan yang kedua Allah muliakan Musa dengan Allah ajak Musa berbicara secara langsung maka ini di antara keutamaan Nabi Musa yaitu Nabi Musa bergelar kalimullah orang atau manusia yang pernah berbicara secara langsung dengan Allah subhanahu wa taala rasul yang pernah berbicara langsung dengan Allah subhanahu wa taala ada dua yaitu Nabi Musa yang yang kedua adalah nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam juga pernah berbicara langsung dengan Allah subhanahu wa taala pada kejadian apa Pak pada kejadian Isra dan Mikraj Ketika Nabi dimikrajkan oleh Allah subhanahu wa taala dinaikkan ke langit ketujuh maka di antara kejadiannya adalah Allah subhanahu wa taala berbicara secara langsung dengan nabi kita Muhammad sallallahu berikutnyaah juga FirmanNya Subhana di antara mereka para nabi ada yang Allah ajak bicara jelas sekali ayat 253 baik jelas sekali juga dari surah Albaqarah ayat 253 ini kita beriman berdasarkan ayat ini dan ayat-ayat yang lainnya Bahwasanya Allah memiliki sifat kalam kata Allah subhanahu wa taala yang artinya di antara nabi itu ada yang Allah ajak bicara jelas sekali Allah katakan di antara para nabi ada yang mereka diajak bicara secara langsung oleh Allah Subhanahu Wa taal ayat berikutnyaa manusia untuk Allah berbicara kepadanya kecuali lewat Wahyu atau dari belakang tabir Asyura ayat 51 baik ini juga di antara dalil lainnya Bahwasanya Allah subhanahu wa taala memiliki sifat Kana di mana Allah subhanahu wa taala mengatakan wasarinyukimahahu tidak patut bagi manusia untuk Allah berbicara kepadanya kecuali lewat Wahyu atau dari belakang tab yang menjadi pelajaran adalah ya k Allah taal tidak patut bagi manusia untuk Allah berbicara kepadanya Kecu dengan dua cara lewat Wahyu atau atau lewat belakang tadi maka kita lihat sekarang saya bawakan ayat yang berbicara tentang ee Musa Bagaimana Musa alaih salam beliau diajar berbicara langsung oleh Allah subhanahu wa taala baik di dalam surah ala'raf ayat 143 sebelum ayat yang kita baca tadi kalau kita baca tadi di atas ayat al'f ayat 144 maka kisah lebih lengkapnya Bagaimana Musa diajak berbicara oleh Allah subhanahu wa taala ada pada ayat yang sebelumnya Allah subhanahu wa taala mengatakan Allah subhanahu wa taala mengisahkan tentang perkataan Musa kata Allah Musa mema kepada k Allah subhanahu wa taala dalam perjalanannya dari negeri Madan menuju Mesir tadi di dekat bukit Tursina Musa meminta kepada Allah ya Allah tampakkanlah dirimu kepadaku agar aku bisa melihat secara langsung kepadamu apa jawab Allah subhanahu wa taala Q l Wakin Jabal kata Allah subhanahu wa taala wahai Musa Kamu sekali-kali tidak akan sanggup untuk melihatku Kamu sekali-kali tidak akan sanggup untuk melihatku akan tetapi k Allah subhanahu wa taala Lihatlah ke bukit itu kalau kamu tetap atau kalau Bukit tersebut diaihih tetap di tempatnya seperti sediakala niscaya kamu akan mampu untuk melihatku ada Bukit di sana k Allah subhahu wa taa lihat ke buit itu kamu melihat bukit itu masih berada di dekat tempatnya tersebut maka kamu akan mampu melihatku maka ternyata falamma tajallabuhu Lil jabali jaalahu Dakka tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada Gunung itu maka ternyata Gunung itu hancur luluh ya Musa melihat bukit itu ternyata kemudian Bukit tersebut menjadi hancur lebuh menjadi luluh maka ikhwani fillah wa akhwati Fin rahimani warahimakumullahu Jamian pelajaran utamanya dari ayat tersebut dari surat al'raf 143 ada dua pelajaran yang pertama adalah Allah subhanahu wa taala dalam ayat tersebut dan dalam lanjutan ayatnya 144 tadi menunjukkan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala berbicara secara langsung dengan Musa Allah memiliki sifat Kalam dan kalam Allah didengar langsung oleh Musa sehingga kita berkeyakinan yang namanya firman Allah itu bisa didengar oleh makhluk-makhluk yang diizinkannya lalu yang kedua di antara keimanan yang benar tentang rukyatullah nanti akan kita bahas Bagaimana keimanan terkait melihat Allah Apakah makhluk apakah kita semua manusia itu bisa melihat Allah ataukah tidak maka kesimpulannya manusia di dunia mereka tidak akan mampu untuk melihat Allah subhanahu wa taala manusia di dunia tidak akan mampu untuk melihat Allah subhanahu wa taala Adapun di akhirat manusia diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk melihat Allah makanya saya ulangi lagi sudah pernah saya sampaikan tubuh kita ini Pak nanti akan dibangkitkan oleh Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat di padang mahsyar Allah akan berikan kepada kita tubuh kembali namun kata para ulama tubuh yang Allah berikan kepada kita di hari kiamat adalah tubuh yang berbeda dengan tubuh kita sekarang tubuh pada hari kiamat itu adalah tubuh yang lebih kuat lebih tahan banting apa dalilnya minimalnya ada tiga lebih tahan banting yang pertama ketika matahari didekatkan 1 mil tubuh tidak hancur meskipun tetap sengsara tetap menderita tetap orang-orang kepanasan tetap bermandi keringat tapi tubuhnya tidak leleh ya kalau standar tubuh kita sekarang jelas tidak sampai 1 mil bergeser beberapa kilometer saja matahari itu sudah hancur Mungkin kita tubuh kita sudah kita kepanasan tidak karuan ini dalil yang pertama dalil yang kedua manusia berdiri sangat lama di mana satu hari ketika itu Lamanya 50.000 tahun bahkan disebutkan manusia di padang mahsyar tidak berkedip selama 50.000 tahun tubuh kita sekarang bisa tidak berkedip 50.000 tahun tidak bisa lalu yang ketiga Pak dalil menunjukkan bahwasanya tubuh kita adalah tubuh yang berbeda masalah kemampuan untuk melihat Allah subhanahu wa taala tubuh kita yang sekarang itu tidak mampu untuk melihat wujud Allah secara langsung tidak bisa makanya gunung luluh leleh hancur ya ketika Allah menampakkan wujudnya kepada gunung gunung tersebut langsung hancur makanya Musa tidak diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala tidak dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala permintaannya untuk melihat wujud Allah secara langsung kenapa karena karena tubuh Musa sekarang yang di dunia standarnya seperti itu untuk melihat Allah subhanahu wa taala tubuh Musa akan langsung hancur gunung yang kokoh tersebut saja langsung hancur lebur ketika Allah menampakkan wujudnya kepada gunung tersebut maka bagaimana lagi dengan manusia yang jauh lebih lemah daripada gunung tersebut sehingga pelajaran di antara pelajaran lainnya dari kisah tadi adalah bahwasanya tubuh kita adalah tubuh yang berbeda dengan tubuh di hari kiamat nanti makanya di antara akidah kita bahwasanya kita nanti di hari akhir akan melihat Allah subhanahu wa taala maka ini di antara pembahasan yang bisa kita bahas pada kesempatan malam hari ini sebagian ayat sudah kita baca Bagaimana keyakinan ahlusunah Wal Jamaah kita beriman Allah memiliki sifat Kalam dan kita tidak menolak Allah miliki sifat kalam dengan catatan kita menetapkan kalamnya Allah adalah kalam yang sempurna yang sama sekali tidak ada kesamaannya dengan kalam kita semua dengan pembicaraan kita semua dan kalam Allah adalah kalam yang bisa didengar oleh makhluk-makhluk yang diizinkan oleh Allah subhanahu wa taala Insyaallah akan kita lanjutkan pada pertemuan berikutnya kita akan melanjutkan nanti melihat ayat-ayat yang lainnya dan juga ditambahkan hadis-hadis yang dibawakan oleh Ibnu qudamah al-maqdisi rahimahullah taala terkait sifat kalamullah hadza wallahuam wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waumsm

wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik su asalamualaikum warahmatullahi mwabarakatuh

Daftar Isi | Kajian | Muhammad Rezki Hr | Kitab Lum'atul I'tiqad | Sifat Kalam

Mutiara Hari Ini

Abu Zubair Hawaary
Akan datang suatu hari kematian menjemputku, tinggallah segala apa yang telah kutulis. Oh andai saja setiap yang membacanya berdo’a untukku, agar Allah Ta’ala melimpahkan ampunan untukku, serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku.
[al Jumu’ah/62 : 10]
“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung“.

Kontak

Ukhuwah, kritik, saran, masukan silakan hubungi:

Klik Di Sini